
...Chapter 201: Kita....
..."Kenapa dia belum mati juga. Padahal semua kekuatannya sudah ku ambil" kata Stud....
... Ved masih terlihat baik-baik saja dengan kondisinya tanpa keluhan apapun bahkan sudah pulih lebih cepat dari luka-luka tusukan yang dibuat olehnya tempo hari....
... Mode tidak terlihat masih digunakan Stud melihat Ved bersama dengan Aka didalam satu tempat yang sama....
... Dia pergi meninggalkan keduanya yang sedang asik mengobrol....
..."Bagaimana bisa kau menyukai gadis itu?" tanya Aka....
..."Aku tidak habis pikir" kata Aka....
... Mempertahankan pendapat....
..."Pokoknya, aku tidak setuju dengan rencanamu. Titik!" kata Aka....
... Meledek. ...
..."Apa kau menyukaiku?" tanya Ved....
... Langsung mengelak....
..."Tidak!" jawab Aka....
..."Aku tidak menyukaimu" kata Aka....
... Masih meledek lagi....
..."Lalu siapa yang kamu sukai?" tanya Ved....
... Malu-malu sambil minum latte art dari dalam cangkir....
... Melihat ke arah lain....
..."Kau tidak perlu tahu" kata Aka....
... Ved terlihat akan bersiap pergi ke suatu tempat lagi....
... Dia mengambil ponselnya yang ada diatas meja dekat di samping kiri cupcake coklat kristal candy warna warni diatasnya....
... Aka selesai minum latte art akan menaruhnya di atas meja lagi dengan posisi tempat yang sama....
... Pria berjaket jeans biru muda ini beranjak pergi....
..."Aku harus pergi. Kau mau ikut?" tanya Ved....
..."Ngapain?" tanya Aka....
..."Kalau kau mau pergi, pergi saja" kata Aka....
... Ved berlalu semakin jauh pergi keluar dari dalam kafe....
... Di dalam kafe yang sama dipukul satu siang tepat sebagai waktu sibuk untuk kedua teman mereka....
... Gan yang dibantu oleh Dashie yang baru saja datang bersama dengan kakak perempuannya yang sudah memakai apron membantu kakaknya yang ada di bagian dalam meja pembuatan kopi dan makanan cepat saji....
..."Apa kau tidak istirahat?" tanya Xie....
..."Aku tidak mau sendirian di rumah" kata Ghazi....
..."Kau bantu seperlunya saja" kata Xie....
... Melirik Dashie....
..."Kau apalagi pasti tidak mau dengar nasehat ku" kata Xie....
... Dashie sedang sibuk membantu Gan untuk membuat delapan roti sandwich dengan roti dan daging tuna serta daging sapi dalam alat pemanggang yang sama sedangkan Gan bertugas membuat minuman untuk para pelanggan yang sedang mengantri....
... Nawa....
... Nawa melihat teman satu kelasnya yang tanpa mengeluh duduk di satu meja yang sama juga bersama dengan Eir....
... Menggoda....
..."Kau tidak pulang?" tanya Nawa....
..."Tidak" jawab Ans....
... Terlihat tulus sesekali melihat ke arah Gan yang masih sibuk bekerja malahan tambah sibuk di waktu jam makan siang ini....
... Eir melihat seseorang sedang kagum dengan karakter yang terlihat dari wanita di depannya itu....
... Berbisik....
..."Kau sudah terlihat mengagumi gadis didepanmu" kata Eir....
..."Aku baru sadar ternyata ini daya tarik darinya" kata Nawa....
..."Sudah ku bilang ternyata itu benar" kata Eir....
... Ans menangkap keduanya yang belum berhenti menatapnya....
... Tatapan curiga....
..."Aku bukan tipemu" kata Ans....
... Menunjuk ke arah gadis disebelah kiri Nawa persis....
..."Dia adalah tipemu" kata Ans....
... Dia dan satu orang lagi yang belum sadar....
... Saling melihat satu sama lain dengan kedua tangan saling menunjuk diri sendiri....
... Melihat Ans lagi keduanya....
..."Kemana dia pergi?" tanya Eir....
... Dia pergi keluar kafe terlihat dari kedua remaja yang masih di dalam kafe itu keluar melalui pintu bagian barat....
... Si Ketua Kelas tidak melihat Ans yang baru saja pergi lagi ketika dia sedang sangat sibuk dengan pekerjaan....
... Beberapa waktu bergerak maju sekitar tiga puluh menit lagi....
... Gan datang setelah istirahat setelah selesai bekerja menghampiri dua temannya....
... Mencari seseorang yang sudah tentu itu adalah Ans....
..."Ans pergi kemana?" tanya Gan....
..."Dia pergi" kata Nawa....
..."Dia cerita mau pergi kemana?" tanya Gan...
..."Tidak" jawab Nawa....
... Dia bergerak pergi meninggalkan Nawa dan Eir menuju area belakang tempat karyawan beristirahat tak beberapa lama dia keluar dengan membawa jaket semi kulit membawa kunci motor dan helm sport hitamnya berjalan dipercepat tanpa meminta izin melewati Xie yang sedang bersama dengan kedua adik kembarnya yang sedang duduk istirahat di meja depan bagian mesin kopi....
..."Sepertinya itu sangat serius" kata Eir....
..."Apa kita perlu membantunya?" tanya Eir....
..."Mereka biasa seperti ini" kata Nawa....
... Sahabatnya itu melihat Gan yang sudah memakai jaket bergegas ke arah pintu keluar pusat perbelanjaan....
... Mengambil kunci motor milik Nawa yang ada di atas meja lalu beserta helmnya....
... Tidak mungkin untuknya tidak pergi....
... Dia mengikuti dengan cepat salah satu teman sekolah Nawa dan juga akhirnya diikuti oleh temannya juga....
... Tapi apa yang dilihat oleh keduanya adalah bahwa Gan sudah tidak berada di jalan yang sama yang sudah diambil oleh Gan....
..."Dia cepat sekali" kata Eir....
... Belum menyerah dan Nawa sudah menebak kalau teman satu kelasnya itu baru saja menggunakan kekuatannya untuk menghilang....
... Tetap pergi ke arah pintu lift tapi dicegah oleh Nawa....
... Pergelangan tangan kanan dari Eir ditahan oleh Nawa....
..."Sudah. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri" kata Nawa....
..."Tapi kalau terjadi hal buruk kepada mereka, bagaimana?" tanya Eir....
... Terharu....
..."Kau memang sahabatku" kata Nawa....
..."Kali ini percayalah. Mereka akan baik-baik saja" kata Nawa....
__ADS_1
... Lembut lagi Nada suaranya seperti biasa ketika di momen seperti ini....
..."Oke" kata Nawa....
... Eir menuruti apa yang dikatakan oleh Nawa....
... Dia melepas tangan sahabatnya itu....
... Pergi ke arah yang berubah menuju pintu lift dengan langkah kaki tidak secepat sebelum mereka lakukan untuk mengejar Gan....
..."Aku tidak bisa menelepon Namir" kata Eir....
..."Katanya dia akan pergi ke rumah temannya" kata Nawa....
... Menatap ke arah gadis disebelah kanannya itu....
..."Pergi kerumah Rumy" jawab Nawa....
... Berhenti sejenak....
... Perhatian....
..."Kau tak apa?" tanya Eir....
... Tertawa tanpa suara lalu bersikap biasa saja....
..."Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu" kata Nawa....
..."Lihat kan. Kau selalu seperti ini" kata Eir....
... Tulus....
..."Setahuku dia adalah pria baik. Apa salahnya jika mereka berdua jika akhirnya memiliki perasaan itu" kata Nawa....
... Memegang kedua pergelangan tangan Nawa lalu menatapnya dengan perhatian yang lebih murni....
..."Kau mendorong orang lain mengambil wanita yang kau sukai dengan tanganmu sendiri?" tanya Eir....
... Waktunya jujur....
..."Jangan terlalu serius. Dia hanya sedang mengerjakan tugas sekolahnya" kata Nawa....
..."Laptop miliknya sedang diperbaiki jadi dia pergi ke warnet" kata Nawa....
... Belum ingin percaya begitu saja....
..."Jauh-jauh sampai ke rumah gadis itu. Padahal didepan rumahnya juga ada" kata Eir....
... Menggoda....
..."Kau jelas sekali sedang cemburu" kata Nawa....
... Pintu lift terbuka lalu keduanya bergantian masuk ke dalam lift diikuti oleh dua orang lain yang berlari menuju ke lift yang sama yang digunakan oleh kedua remaja ini....
..."Ekspresi lucu mu itu tidak berubah" kata Nawa....
..."Ketika Namir dekat dengan gadis lain" kata Nawa....
... Mengelak....
..."Tidak!" kata Eir....
... Masih mengelak....
..."Aku menyukai orang lain" kata Eir....
... ...
..."Iya" kata Nawa....
..."Tapi hatimu berkata tidak" kata Nawa....
... Di kafe....
... Semua belum memberikan komentar tentang salah satu karyawan dari kakak laki-lakinya yang pergi begitu saja tanpa izin dan dibiarkan oleh pemiliknya....
... Terasa aneh kini sudah lima menit lebih dia belum kembali....
... Ghazi....
... Melihat ke arah Xie....
..."Kau membiarkan karyawan mu pergi begitu saja" kata Ghazi....
..."Kurasa seseorang sudah mengistimewakan anak itu" kata Ghazi....
... Dashie jadi ikut-ikutan membahas....
..."Tahu. Dia memang orangnya terlalu baik" kata Dashie....
... Masih belum merespon adiknya yang sedang membicarakan bisnis kakaknya itu....
..."Kenapa kau diam terus. Jawab, aku serius ini" kata Ghazi....
... Kasihan....
..."Kau ingin tahu kenapa dia melunak dengan anak itu?" tanya Dashie....
... Mengangguk penasaran di dekat adiknya itu....
..."Simple saja. Dia menginvestasikan sebagian sedikit uangnya di kafe ini" kata Dashie....
... Belum percaya....
..."Seriously?" tanya Ghazi....
..."Dia terlihat seperti remaja pada umumnya" kata Ghazi....
..."Awalnya aku juga berpikir begitu tapi ketika ikut membantu pekerjaan kakak" kata Dashie....
... Bersemangat....
..."Aku jadi shock!" kata Dashie....
..."Sama sepertimu" kata Dashie....
... Melihat ke arah Xie....
..."Pantas saja. Ini bukan seperti kakak yang ku kenal" kata Ghazi....
... Kesal....
..."Ini terakhir kalinya aku membantumu" kata Ghazi....
..."Membantu pekerjaan di cafe mu ini" kata Ghazi....
... Mengajak seseorang untuk menjadi sekutu menarik kedua tangan adiknya itu....
... Sinis tidak bersahabat sudah jelas....
..."Kau juga jangan mau. Kita nggak bisa diginiin" kata Ghazi....
... Kesel kepada adiknya dengan lirikan menakutkan datang dari adik perempuannya itu kepada Dashie....
..."Kamu juga kenapa mau diperintah oleh orang ini" kata Ghazi....
..."Aku hanya iseng dan bosan" jawab Dashie....
... Tegas....
..."Mulai sekarang jangan!" kata Ghazi....
... Masih kesal dengan nada bicara agak menggerutu....
..."Dia juga punya karyawan banyak. Dia juga mampu untuk menggaji mereka semua" kata Ghazi....
... Xie....
... Dia siap dengan kalimat pembelaan yang dia pilih....
..."Aku memang kakak terbaik dari gadis-gadis ini" kata Xie....
... Belum juga selesai dengan rasa kesalnya itu....
..."Iya. Nanti sore kita pergi ke klinik kecantikan" kata Xie....
... Langsung berubah mood salah satu adiknya itu....
... Menepuk pundak kakaknya dengan cukup keras....
..."Beneran?" tanya Ghazi....
... Nada suara gentleman....
__ADS_1
..."Beneran" jawab Xie....
... Kesel lagi tiba-tiba....
... Tatapan menginginkan sesuatu yang seharusnya menjadi milik mereka berdua....
... Berpikir mendalam....
..."Oke. Aku minta maaf kepada kalian" kata Xie....
... Ekspresi kesal belum berubah dari Ghazi....
..."Aku sudah salah membiarkan kalian bekerja disini" kata Xie....
... Dashie belum selesai melihat pemandangan ini....
... Dua jempol dari Ghazi untuk kakak laki-lakinya itu....
... Sunny face....
..."You're the best!" kata Ghazi....
... Pujian datang lagi dari orang yang sama....
..."You're gentle and handsome" kata Ghazi....
... Pukul satu siang....
... Di kafe milik Ved yang sudah hampir seratus persen selesai dibuat dengan dekorasi yang dirancang bersama dengan sahabatnya itu, Owen....
... Dia seperti biasa meski sedang waktunya untuk istirahat tapi tetap mengerjakan pekerjaan yang bisa dikerjakan untuk mempercepat usahanya membantu pekerjaan pemilik Owner yang sekarang datang menyapa sudah melewati pintu masuk dengan para pekerja yang mulai dengan aktivitas pekerjaan mereka lagi setelah istirahat siang....
..."Owen" sapa Ved....
..."Hey. Ved, kamu sudah baikkan?" tanya Owen....
... Senyum hangat....
..."Lumayan" kata Ved....
..."Bentar aku mau memeriksa pekerjaan mereka dulu. Aku tinggal sebentar" kata Ved....
... Owen yang masih dengan pulpen dan layar laptop yang masih menyala....
... Ved berkeliling di setiap ruangan itu niatnya untuk memeriksa sampai dimana pekerjaan para pekerja yang hampir selesai menaruh kursi-kursi....
... Kini Ved menuju ke arah dapur setelah memeriksa bagian ruang depan....
... Dia berada di ruang dapur selama tiga belas menit lalu keluar dari ruangan tersebut kembali menuju ke tempat dimana Owen ada saat ini....
..."Dia pergi" kata Ved....
... Owen pergi membawa tas dan laptop miliknya yang tadi ada diatas meja....
... Menghubungi nomor ponsel Owen....
... Menunggu....
..."Nomor yang Anda … " ...
... Sekali lagi menelepon Owen....
... Tersambung....
..."Kau dimana?" tanya Ved....
... Nada suara ceria....
..."Oh. Aku pergi keluar sebentar" jawab Owen....
..."Semua sudah aku kerjakan. Kau bisa memeriksanya kembali ada diatas meja tempat ku tadi ada disana" kata Owen....
... Ved melihat dokumen yang dimaksud oleh gadis yang sedang di telponnya sekarang....
..."Kau melihatnya?" tanya Owen....
..."Ehmm" jawab Ved....
... Obrolan mereka berdua berakhir diawali oleh Owen....
... Di tempat yang berbeda mereka bertiga ada disana di sebuah tempat yang sama....
... Terlihat disana Gan berhasil menemukan seseorang yang dia cari....
..."Kau mau ini?" tanya Ans....
... Datar....
..."Aku bisa beli sendiri" jawab Gan....
... Biasa saja....
..."Ya sudah" kata Ans....
... Dia melihat ke arah sekitar lalu menemukan seseorang yang pernah ditemui olehnya tanpa disengaja dipertemukan kembali....
... Orang itu sendirian sedang memilih dress....
... Disisi lain juga ada orang lain yang tidak asing dari kedua remaja ini yang sedang diawasi oleh mereka....
... Mode penurut....
..."Beli yang kau butuhkan saja. Kemarin juga banyak yang belum dicoba" kata Gan....
..."Kau tidak suka tapi tetap ikut denganku" kata Ans....
... Bicara lirih tapi tetap terdengar suaranya dengan malu-malu....
... Senyum ngeselin tapi lucu....
..."Aku merindukanmu" kata Gan....
... ...
... Bicara sesuai realita....
..."Rindu. Kita bertemu setiap hari" kata Ans....
..."Kau masih marah soal tadi?" tanya Gan....
... Dia dan salah satu sifatnya itu....
..."Apa lagi ya salah dari kamu. Aku juga tahu kamu lagi kerja" kata Ans....
... Owen berada di baris dress yang sama dengan Hot....
... Dia juga sibuk memilih dress....
... Dia memperhatikan bagaimana seorang pria memilih dress sendirian dari mulai pemilihan warna hingga style yang dia pilih tidak tergantikan....
... Terdengar oleh Owen....
..."Apa ini akan disukai oleh Ghazi?" tanya Hot....
..."Sepertinya, dia akan suka" kata Hot....
... Mengambil gaun berwarna red wine memberikan kepada karyawan yang ada di sebelah kirinya yang sudah membawa cukup pakaian di kedua tangan hingga pria yang sedang diperhatikan oleh Owen datang menghampiri mengambil salah satu gaun ada di depannya itu...
..."Kau akan ambil ini?" tanya Hot....
... Callie....
... Tidak peduli lagi berlalu pergi dengan gaun yang sudah dia pilih....
..."Aku seperti pernah melihat wanita itu tapi dimana ya?" tanya Hot....
... Oryn Mason....
... Kembali dengan barang-barang yang masih harus dipilih....
... Melihat Owen akan datang melewati keduanya yang sedang memilih jaket....
... Ans menarik tangan Gan agar lebih dekat diajaknya bicara lagi lebih pelan....
..."Dia tetap tidak asing bagiku" kata Ans....
..."Kau masih penasaran dengan kakak itu" kata Gan....
..."Kau sendiri juga tahu. Kita kehilangan orang lain" kata Ans....
..."Tapi, dia sudah tidak menjadi tanggung jawab kita" kata Gan....
... Hot datang dibagian baris jaket tempat yang sama ada kedua remaja ini....
__ADS_1