Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 69: Menunggu kabar.


__ADS_3

...Chapter 69: Menunggu kabar....


... Di tempat perawatan kucing....


... Ren yang diperankan oleh salah satu bangsa Blacwhe sedang menyerahkan kucing milik Ren yang sudah lama tidak mendapatkan perawatan akibat banyak situasi yang memaksanya mengalami hari hari kurang beruntung....


... Ren ada didekat perawat yang sedang menggunting kuku kuku Lexa, kucing Ren....


... Dia tenang memerankan peran ini....


... Dari luar toko terlihat seseorang yang sedang mencari seseorang datang ditempat yang sama ini lagi untuk memeriksa kehadiran seseorang yang bernama Ren barangkali ada disana setelah sekian lama tidak terlihat dan pergi tanpa sebuah pesan diketahui kemana orang ini pergi....


... Awalnya tidak percaya....


..."Ya, aku tidak salah lihat kan" kata Aka....


... Memperhatikan dengan lebih seksama....


..."Benar, itu Ren" kata Aka....


... Berjalan pelan mendekat lalu menambah laju kecepatan untuk mendekat ke arah orang yang dikenalnya itu dari arah belakang tidak salah lihat bahwa dugaannya benar dialah orang yang selama ini dicari....


... Ren dipeluk oleh Aka dari arah belakang....


... Kaget dengan siapa yang memeluknya tanpa izin....


... Berpikir siapa orang yang sedang mendekatinya saat ini....


..."Siapa gadis ini?" tanya Ren....


... Aka menatap wajah Ren dari arah sisi kanan pria yang dipeluknya itu....


... Melepas pelukan....


..."Apa kau tidak ingat aku?" tanya Aka....


... Ramah manis mengajak bicara lalu meraih kedua tangan pria di depannya itu....


... Terpaku, Ren....


..."Kenapa kau tiba-tiba tidak ingat aku?" tanya Aka....


... Ren tidak begitu merespon dengan siapa orang yang mengajaknya bicara non formal seperti ini....


..."Apa terjadi sesuatu?" tanya Aka....


... Gadis ini memeriksa kepala Ren apakah telah terjadi sesuatu yang melukai kepalanya....


..."Kau tidak terluka" kata Aka....


... Bodyguard Aka datang dari arah belakang mereka berdua memanggil nama nona mudanya....


..."Nona Aka" panggil bodyguard Aka....


... Aka memberikan perintah baru kepada bodyguardnya untuk menghentikan pencarian orang yang sudah ditemukan olehnya sendiri yang saat ini ada didekatnya dalam kondisi sehat dan selamat....


... Ren mulai dengan peran barunya setelah mendengar nama gadis yang baru saja menyapanya dengan gembira....


... Senyum hangat diberikan oleh Ren....


... Aka selesai berbicara dengan bodyguardnya tersebut lalu datang kembali kepada Ren....


..."Aka, kau mencariku?" tanya Ren....


... Percaya diri....


..."Kenapa, kau senang pasti?" tanya Aka....


... Meraih kedua tangan Aka dengan lebih lembut dari genggaman tangan Aka barusan....


... Senyum kelegaan dan sangat senang dengan ditemukannya Ren olehnya setelah beberapa hari pencarian telah dilakukan oleh Aka....


... Menyentuh lesung pipi Ren sebelah kiri dengan jari telunjuk tangan kanan....


..."Lihat, siapa pemilik senyum ini?" tanya Aka....


... Melepas jari telunjuk dari lesung pipi Ren....


... Menanggapi tindakan perhatian Aka....


..."Aku?" tanya Ren....


... Senang dengan respon yang diberikan oleh Ren....


..."Aku yakin kau pasti selalu mengingatku" kata Aka....


... Aka menggandeng lengan kanan Ren menyandarkan diri kepalanya manja kepada pundak Ren memperhatikan Lexa yang sedang menerima perawatan oleh asisten dokter hewan....


... Ren sedang menebak dengan siapa dia bicara....


... Dia tidak begitu mengikuti gadis yang sedang bersikap manja padanya sekarang hanya mengetahui gadis ini salah satu orang yang berada di lingkaran pergaulan Dashie....


... Merasa kedekatannya dengan gadis disebelah kanannya itu tidak begitu menguntungkan bagi pria salah satu bangsa Blacwhe ini....


..."Apa perannya penting?" tanya Ren....


..."Apa aku perlu dekat dengan gadis ini?" tanya Ren....


..."Gadis ini tidak berarti untuk ku" kata Ren....


... Senyum hangat itu berubah menakutkan tersembunyi dari sikapnya yang seperti malaikat berhasil lagi mengelabui orang lain. ...


... ...


... Orang ini sedang menikmati perannya sebagai Ren memanfaatkan sikap lembut dari Aka tanpa penolakan baik halus apalagi kasar tidak sama sekali....


... Lexa menguap ketika bulu bulunya disisir setelah dikeringkan dengan handuk pengering mengusap bulu bulu putih belang hitamnya perlahan....


... Lexa menguap lagi dengan tatapan mata tertuju kepada dua orang di depannya jelas itu adalah Ren dan Aka yang akrab sebagai kedua orang yang sudah saling kenal....


... Niatnya yang tersembunyi dari sikap hangatnya kembali terbentuk....


..."Dia memang pantas" kata Ren....


..."Kurasa dia cocok dengan pilihanku" kata Ren....


... Sepuluh menit kemudian Lexa sudah selesai dengan perawatan yang sudah dijalani siap dibawa pulang oleh Ren bersama dengan Lexa....


... Ren menyalakan mobil dari jarak dua meter lalu membuka pintu mobil depan sebelah kanan untuk Aka....


... Aka yang belum percaya dengan apa yang dilakukan oleh Ren agak terkejut setelah pertemuan ini....


..."Kau tidak ikut denganku?" tanya Ren....


... Tersadar dari ketidakpercayaan akan hal yang tidak biasa dilihat tentang kakak seniornya itu....


..."Oh" jawab Aka....


... Aka masuk kedalam mobil lalu Ren menutup kembali selanjutnya bergegas menuju kemudi mobil di kursi depan sebelah kiri....


... Aka memperhatikan fokus kepada pria berwajah malaikat ini....

__ADS_1


... Ren masuk kedalam mobil duduk lalu menutup mobil....


... Melihat Aka yang masih terheran dengan dirinya....


..."Kau belum memakai sabuk pengamanmu" kata Ren....


... Ren memakaikan sabuk pengaman untuk Aka....


... Selesai memasang sabuk pengaman untuk Aka lalu memakai sabuk pengaman untuk dirinya sendiri dan Aka masih belum berhenti memperhatikan Ren....


... Belum ada yang dibicarakan di empat menit terakhir....


..."Kita akan pergi kemana atau kau ingin aku mengantarmu pulang?" tanya Ren....


... Baru bertemu lagi masa harus langsung berpisah lagi ini yang dipikirkan di dalam benaknya yang tidak ingin langsung berpisah lebih cepat....


... Memerhatikan arah kemana membawa mobil yang dikendarai oleh Ren bukanlah arah yang biasa menuju arah pulang Ren seperti biasa....


..."Ini bukan arah jalan rumahmu?" tanya Aka....


... Tidak terlalu terganggu dengan pertanyaan itu....


..."Ah, aku lupa memberitahumu. Ini arah rumahku yang baru" jawab Ren....


... Melihat Ren dengan ekspresi belum berubah belum percaya dengan perubahan finansial yang dimiliki oleh pria ini....


..."Rumahmu, sungguh?" tanya Aka....


... Mengangguk menjawab pria ini tersenyum tipis sambil fokus berkemudi kepada Aka....


... Wajah tidak menghina tapi senang dengan perubahan yang terjadi pada Ren....


..."Wahhh, kau sudah banyak berubah sekarang" kata Aka....


... Rumah yang dimaksud oleh Ren adalah rumah yang biasa dihuni olehnya dalam waktu terakhir ini sebelum memerankan peran menjadi orang yang dikenal oleh gadis di dekatnya ini....


... Gadis didekatnya sedang dalam kondisi hati yang baik tentu setelah sekian lama tidak bertemu dan akhirnya bisa bertemu kembali tanpa mempedulikan celah perbedaan dengan seseorang yang dianggapnya sebagai orang yang istimewa....


... Mulai merasa tidak nyaman dengan sikap Aka....


..."Ada apa dengan gadis ini, aku merasa dia terlalu percaya diri" kata Ren....


... Berkomentar tentang pemilik raga aslinya dalam kedekatan awal mereka....


..."Apa pemilik wajah ini sangat dekat dengannya?" tanya Ren....


..."Menyebalkan dan terlalu manja" kata Ren....


..."Dan lagi sok cantik sekaligus berkuasa sekali" kata Ren....


... Isi hatinya dari kebenciannya tersembunyi lagi dari pemilik raga dengan wajah malaikat itu semua tersamarkan bahkan tidak terlihat oleh Aka yang sedang dibutakan oleh cinta....


... Satu pesan diterima....


... Satu pesan diterima lagi lalu datang pesan yang kelima kalinya dari Ved....


... Belum juga dibaca oleh Aka dan akhirnya satu panggilan telepon masuk datang dari Ved. ...


..."Kau ada dimana?" tanya Ved....


..."Oh, ok. Kirimkan alamatnya" kata Ved....


... Akan segera tiba didepan rumah Ren dan Aka baru saja mengirimkan alamat rumah ini kepada Ved melalui sebuah pesan....


... ...


... Bagi seorang Ved kabar tentang Ren yang ia terima ini cukup mengejutkan setelah semua informasi yang ia ketahui saat ini tidak mungkin Ren bisa hidup kembali. ...


... Menebak....


..."Mungkinkah dia salah satu dari mereka" kata Ved....


..."Tidak mungkin dari bangsa selain bangsa kami" kata Ved....


..."Tidak mungkin juga Ren bangkit lagi" kata Ved....


... Ved mengendarai mobil merahnya dengan menambah kecepatan lagi dengan tetap mengontrol cara mengemudi dan kecepatannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika sedang mengemudi....


... Akan menuju arah tujuan dari Ren berubah tanpa memberitahu Aka yang langsung tahu baru saja melewati rumah Ren yang tadi dimaksud....


..."Kita akan pergi kemana?" tanya Aka....


... Melirik ke arah Aka sebentar lalu fokus mengemudi lagi....


..."Kita pergi ke suatu tempat sebentar, kau tidak ingin ikut?" tanya Ren....


... Semangat....


..."Aku ikut!" kata Aka....


... Kemudian Ren mengatakan akan pergi kemana saat ini bersama dengan Aka....


... Mengambil ponselnya lagi setelah itu mengirim alamat baru kepada Ved kemana mereka akan pergi....


... Lokasi yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Ren dengan sebuah pusat perbelanjaan memudahkan dan menghemat waktu dalam perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar tujuh menit untuk sampai di tempat tersebut....


... Ren yang bukan Ren ini ingin mempersingkat waktu bisa saja dilakukan hanya sekali tindakannya kepada gadis di sebelah kanannya itu namun sepertinya niat berubah....


..."Kita akan bermain-main sebentar pasti akan mengasyikkan" kata Ren....


... Aka sudah melepas sabuk pengaman tapi tidak dengan Ren yang sedang memandang wajah Aka dengan ekspresi wajah malaikat yang dia punya....


..."Ren, kita sudah sampai" kata Aka....


... Terlepas dari rencana yang sedang dipertimbangkan kembali lalu Ren melepas sabuk pengaman mobil yang dia pakai....


... Aka membuka pintu mobil lebih awal kemudian disusul oleh Ren....


... Aka mengikuti Ren yang mulai pergi ke area dalam pusat perbelanjaan....


... Belum membuat obrolan akrab lagi yang dianggap Ren tidak begitu perlu namun tidak dengan Aka, dia terlihat menunggu orang yang sedang bersama dengannya bisa lebih akrab seperti biasa sebelum dia pergi dan kini kembali....


..."Ada apa dengannya, biasanya dia tidak seperti ini?" tanya Aka....


... Kepada diri sendiri....


..."Apa dia sudah berubah secepat ini?" tanya Aka....


... Mengabaikan instingnya....


..."Sudahlah" kata Aka....


... Berada di toko pakaian pria....


... Tanpa memberi kesempatan untuk Aka berpendapat Ren terlihat asyik berbelanja banyak pakaian dari jaket hingga celana terlebih yang sedang diperhatikan Aka adalah gaya style yang sudah berubah hanya dengan beberapa hari saja tidak bertemu kini terkesan lebih mewah dan bergaya cenderung bad boy....


..."Aka bisa pinjam uangmu dulu?" tanya Ren....


... Aka menurut saja dengan permintaan yang diberikan oleh pria yang dikaguminya itu....


... Menjawab agak heran dengan sifatnya ini....

__ADS_1


..."Ok" kata Aka....


... Di tempat pameran....


... Di jam yang sama dipukul dua belas lebih sepuluh siang di area event pameran tepatnya di tempat parkir ada Pax yang duduk bersandar dibelakang kursi dengan Babe yang tertidur lelap di sebelahnya bersandar manis keduanya....


... Hot memperhatikan Dashie yang belum tidur disebelahnya duduk di luar mobil dengan buku tebal sekitar tiga sentimeter yang sudah sedari beberapa menit yang lalu dibaca olehnya menunggu rekan kerjanya mengajaknya mengobrol lebih saling mengenal tapi tidak lekas terjadi....


... Hot juga dengan buku bacaan yang juga milik Dashie yang tadi dipinjamnya dari gadis disebelahnya itu sesekali menoleh tanpa ada kata kata yang menunjukkan keinginan saling mengenal....


... Di dalam hati Dashie....


..."Bagaimana aku harus lebih ramah padanya?" tanya Dashie....


..."Berteman. Perasaanku mengatakan aku harus lebih berhati-hati" kata Dashie....


..."Terlebih dengan orang sepertinya" kata Dashie....


... Dashie yang juga sedang menunggu kabar dari Hoshie yang belum juga diterimanya sambil membaca buku hingga berapa lembar yang sudah dibaca dan orang yang dia tunggu belum juga memberi kabar....


... Wajah kesalnya tidak ada tapi dia berpikir ada apa dengan Hoshie yang tiba-tiba tidak memberi kabar....


..."Tidak seperti biasanya dia seperti ini" kata Dashie....


... Menyadarkan diri....


..."Hey, kau seperti pacarnya saja" kata Dashie....


... Lanjut membaca lagi setelah beberapa detik memikirkan orang lain yang tidak berada didekatnya....


... Akhirnya mengajak bicara Dashie....


..."Apa kau tidak ingin bicara denganku?" tanya Hot....


... Santai menjawab pertanyaan dari Hot....


..."Aku takut kau tidak mau bicara denganku" kata Dashie....


..."Apakah aku terlihat sekeren itu?" tanya Hot....


... Menjawab pertanyaan dengan santai lagi....


..."Anggap saja seperti itu" jawab Dashie....


... Raut wajah sedikit serius ada didalam diri rekan kerjanya yang mulai mengenal dengan siapa orang yang diajaknya bicara....


... Menatap Dashie yang sedang membaca buku....


..."Dunia ini memang penuh kemustahilan dan sedikit yang percaya akan hal itu bahkan mereka yang percaya akhirnya berputus asa" kata Hot....


..."Hey!" kata Hot....


..."Apa kau mendengarnya?" tanya Hot....


... Membalik halaman buku yang sedang dibaca lagi lalu melihat Hot....


..."Ya. Aku mendengarmu" kata Dashie....


... Mengeluh tentang kehidupan orang lain....


..."Apa?" tanya Hot....


... Membaca bukunya lagi....


..."Tidak. Kenapa jadi kau yang marah?" tanya Dashie....


... Harus terbiasa dengan komunikasi yang sedang berlangsung terjadi diantara keduanya....


... Dashie belum berkomentar lagi setelah pembicaraan itu....


..."Oh ya dari mana kau dapat buku itu?" tanya Hot....


... Melanjutkan pembicaraan....


..."Aku saja sulit untuk mendapatkannya" kata Hot....


... Tanpa basa-basi....


..."Mantan pacarku" jawab Dashie....


... Melihat Dashie lalu tertawa merasa lucu dengan suara sedikit muncul dengan menggeleng-gelengkan kepalanya....


... Suatu hari di rumah sakit yang tenang seseorang akhirnya menyerah....


... Disana ada dua orang sahabatnya yang sedang terjaga sedari tadi didalam ruangan perawatan....


... "Mungkin nanti kita jarang bertemu" kata Hoshie....


... "Apa kau akan pergi jauh?" tanya Dashie....


... "Ya" jawab Hoshie....


... ...


... Menghela napas pendek....


... "Ya sudah pergi saja" kata Dashie....


... ...


... Memberikan pertanyaan lagi kepada Dashie....


..."Kau tidak mau ikut?" tanya Hoshie....


..."Ikut?" tanya Dashie....


..."Untuk apa?" tanya Dashie lagi....


... Satu pertanyaan lagi dari Hoshie....


... "Kau juga tidak mencegahku?" tanya Hoshie....


... "Apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Dashie....


... Percaya diri menjawab....


... "Kamu" kata Hoshie....


... Ponsel dimatikan oleh pihak wanita....


... Hot ketika sedang usil....


..."Mungkin kau juga takut ditipu oleh orang itu" kata Hot....


... ...


... ...


... ...


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2