Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 190: Aku sudah tahu.


__ADS_3

...Chapter 190: Aku sudah tahu....


..."Apa kau sudah melihat semuanya?" tanya Dashie....


..."Kurasa aku butuh waktu lagi" kata Dashie....


..."Apakah perasaan mu telah menguasai logikamu?" tanya Dashie....


..."Tunggu. Sebentar lagi, bisakah kau menunggu. Ini hanya sebentar" kata Dashie....


... Segala yang tidak terlihat oleh kedua orang disana semakin jelas terlihat oleh pemiliknya tanpa bisa dikendalikan segala perubahan itu cahaya putih menyala ke arah hijau terang mengikuti kemana arah darahnya terus bergerak berputar terlihat disetiap detik dimulai disaat ia baru terbangaun di pukul menuju satu malam ini....


... Gerak tangannya ingin segera mengarah ke arah Hoshie tak ingin pergi....


... Terjebak dalam situasi dan kondisi seperti seakan belum percaya dengan apa yang pernah dikatakan oleh seseorang tapi nyata terjadi kepada dirinya bukan hanya sekedar ilusi yang pernah ia lihat sedikit sebagai tanda yang ia lihat sekarang ia belum yakin seratus persen atau lebih tepatnya belum menerima perubahan yang baru saja terjadi didepan matanya sendiri....


... Kepada diri sendiri....


..."Apa aku memiliki kekuatan supranatural atau super?" tanya Dashie....


..."Ahhh. Ini terlalu berlebihan, apa aku akan menumpas kejahatan di muka bumi. Itu tidak mungkin, lihat diriku" kata Dashie....


..."Manusia lemah yang harus terus berjuang untuk diri sendiri" kata Dashie....


... Melihat keduanya ketika Dashie sedang melamun....


... Penuh tanda tanda tanya....


... Menyenggol lengan kanan Dashie....


..."Dia belum sadar juga" kata Xie....


... Menarik rambut dibagian kepala atas gadis didepannya itu....


..."Sadar!" kata Hoshie....


... Sadar....


..."Apa lagi?!" kata Dashie....


..."Setidaknya kau sudah bernyawa. Makan itu" kata Hoshie....


... Dia duduk setelah berbaring sudah tidak ditempat yang sebelumnya sudah berpindah kamar ruang rawat untuk pasien rawat inap....


... Memberikan satu nampan berisi beberapa menu makanan tanpa minyak lebih ke arah healthy breakfast....


..."Kau juga tidak mau makan?" tanya Xie....


... Mengambil sweet potato yang di steam dari atas nampan yang ditaruh di sebuah kursi kecil diatas tempat tidurnya sekarang....


..."Habiskan. Cepat sehat biar cepat pulang" kata Xie....


... Mencairkan suasana....


..."Wahhh. Kakakmu penuh cinta" kata Hoshie....


... Tegas....


... Kepada Dashie....


..."Kau harus sehat biar bisa kerja lagi. Jangan seperti ini" kata Xie....


... Meledek....


..."Apa kau gagal berkencan gara-gara aku?" tanya Dashie....


..."Kencan apa. Lebih baik aku tidur" kata Xie....


... Dia yang tadi malam lebih memilih lembur untuk bekerja ketimbang aktivitas yang lain....


... Mengambil makanan yang sama ada di tempat makan milik Dashie lalu mengambilnya sedikit demi sedikit dengan jemari tangan setelah itu memakannya perlahan....


... Sepeuluh detik kemudian....


..."Kau tidur saja biar aku yang menjaganya" kata Hoshie....


... Masih membahas kejadian tadi malam....


..."Aku tidak percaya. Mungkin kalian akan melakukan ini dan itu?" tanya Xie....


... Tersedak keduanya....


... Mengambil air minum masing-masing dengan Dashie air hangat yang ada di gelas di meja makan kecil didepannya saat ini sedangkan Hoshie baru saja meminum air mineral dari dalam botol yang baru saja dibeli lima menit yang lalu....


... Melanjutkan memakan makanan yang mereka makan perlahan-lahan lagi....


... Menikmati sup ayam bumbu rempah....


... Tatapan mengancam itu belum berhenti untuk kedua orang yang masih dalam pengawasan ini....


..."Ku perhatikan bisnismu berjalan dengan lancar" kata Xie....


... Langsung tanggap....


..."Ya. Aku akan menjaga jarak dengan Dashie" kata Hoshie....


..."Baguslah. Kau memang pria pekerja keras" kata Xie....


... Melakukan negosiasi....


..."Tapi, itu tidak berarti kita berdua tidak boleh bertemu kan?" tanya Hoshie....


... Bermakna ganda....


..."Kalian bisa mengurusnya sendiri" kata Xie....


... Waktu bergerak mundur enam jam kebelakang....


... Dia melihat seseorang yang dia cari....


... Didepan pintu dibagian dalam balkon apartemen dia tidak ragu lagi untuk melangkah melewati pintu yang terbuat dari sebagian dari kaca dan kayu yang saat ini berhasil ditembus oleh remaja putri itu....


... Orang itu sedang terlelap tidur diranjang empuknya tanpa gangguan apapun....


... Suara keras ...


..."Dug!" ...


... Menarik keras kaki gadis itu langsung terjatuh ke lantai....


... Dia merintih kesakitan terbangun seketika dari tidur tenangnya itu tanpa jeda waktu memberi kesempatan gadis itu ditarik kaki sebelah kanannya melewati paksa pintu jendela yang terbuat sebagian dari kaca dan kayu menerobos dengan kuat memecah bagian bagian elemen pintu jatuh menimpa gadis yang sedang diseret itu....


... Mode suara tersamarkan dan tidak terlihat sengaja dilakukan meski terdengar pengecut ini hal yang setimpal dengan apa yang sudah gadis itu perbuat....


... Dia menarik cepat menempatkan gadis itu di tengah-tengah bagian lantai dekat balkon apartemen....


... Mencari....


... Dia sedang berusaha untuk melihat dengan siapa dia berhadapan sekarang....


... Membaca mantra lagi....


..."Dreskil!" ...


... Tidak berfungsi mantra yang dia ucapkan didepan salah satu makhluk didepannya sekarang yang juga tidak memiliki sebuah bayangan di cerahnya malam akibat cahaya datang....


... Dia mendekat dengan langkah kaki yang tidak terbaca dari mana arahnya kini akan menyerang kembali menjambak menariknya secara paksa tubuhnya didekatkan ke arah balkon apartemen lalu didorongnya mengarah ke arah kematian lebih cepat itulah niat sebenarnya mengapa makhluk itu datang dalam serangan yang belum berakhir ini....


... Suara pelan menekan menakutkan....


..."Teriak!" kata makhluk tersebut....


... Mulutnya ikut dibungkam dari arah dagunya yang siap mendorong Soft jatuh kebawah gedung apartemen....


... Dia melihat ke arah bawah gedung....


... Tertawa....


..."Kau pikir aku akan mati!" kata Soft....

__ADS_1


... Dengan suara lebih mengancam....


..."Kau pikir kau bisa hidup abadi!" kata makhluk tersebut....


... Dia belum berhenti dengan nada suara arogannya itu....


... Melihat lurus arah depan yang dia yakini penyerangnya ada didepannya sekarang....


..."Aku tidak akan mati meski kau membunuhku" kata Soft....


..."Kau lupa aturan hidup didunia ini. Semua tak bisa hidup abadi!" kata makhluk tersebut....


... Tertawa keras meski dia sudah berada diambang kematian....


..."Hahahaha!" ...


... Berbicara serius nada suara mengerikan....


... Percaya diri....


..."Aku tidak akan mati" kata Soft....


... Mendorong lebih jauh lagi ke arah kematian hanya dengan satu kali dorongan lagi dia akan pergi untuk selamanya pergi dengan segala kesombongan yang dia miliki....


... Berbisik....


..."Kau sudah tidak bergerak. Rasakan itu" kata makhluk tersebut....


... Soft merasakan apa yang dikatakan oleh makhluk yang sedang berbicara dengannya itu....


... Teriak....


..."Apa yang kau inginkan dariku?!" kata Soft....


... Berbicara lirih penuh kebencian....


..."Kau pasti menyukai momen ini" kata makhluk yang sama....


..."Ini yang biasa kau lakukan kepada orang lain" kata makhluk tersebut....


... Dia tertawa belum puas....


..."Dan kau sangat bangga melakukan itu" kata makhluk itu....


... Teriak....


... Tak ada rasa bersalah....


..."Lepaskan aku!" kata Soft....


... Masih tetap dengan wajah keangkuhan yang dipertahankan oleh gadis ini....


..."Jangan macam-macam denganku. Kau akan mendapatkan balasan dari semua ini" kata Soft....


... Dia dengan tangan menahan terus seakan tidak bisa melakukan apa yang menjadi niat awal....


... Dia tertawa....


..."Kau merasa kau adalah manusia tapi nyatanya tidak" kata Soft....


... Menghina....


..."Stupid!" kata Soft....


..."Kau yang paling menyedihkan" kata Soft....


... Dia tetap tidak bisa melakukan itu sebisa mungkin akal pikirannya ingin melakukan hal itu tetap saja tidak bisa....


..."Pilih saja. Hukuman mu sendiri atau aku yang akan memilihnya untuk mu" kata makhluk itu....


... Dia menghilang dari depan gadis itu tanpa meninggalkan jejak apapun yang tertinggal....


... Soft kembali dari situasi berbahaya yang dia dapat baru saja....


... Dia terjatuh di lantai bagian dalam balkon apartemen dengan kaki lemasnya akibat sebagian kekuatan yang dia miliki terserap oleh makhluk yang baru saja mendatanginya....


..."Dia yang paling menyebalkan" kata Soft....


... Dari sebrang apartemen tempat gadis ini berhasil selamat dari maut terdapat seseorang yang ada disana baru saja selesai menyaksikan seseorang sedang bermain-main dengan makhluk bernyawa....


... Melihat waktu di jarum jam di pergelangan tangan sebelah kanan....


..."Ini kurang asik" kata Gan....


..."Dia terlalu lunak kepada gadis itu" kata Gan....


... Dia pergi meninggalkan tempat itu menghilang begitu saja dengan siksaan yang didapat oleh gadis yang dilihatnya barusan....


... Soft sedang tersiksa dengan apa yang dia terima dengan sulitnya bernafas tapi dia masih bisa bernafas tubuhnya yang terasa seperti terbakar terkapar disana dilantai yang sama belum bisa pergi ataupun bangkit dengan mantra yang baru saja ia terima....


... Di waktu yang sama di rumah sakit....


... Nora yang datang terburu-buru setelah mendengar Dashie sedang ada dirumah sakit sedang bersama dengan Xie dan Hoshie....


... Mendorong Hoshie menjauh dari dekat Dashie....


... Hoshie menjauh bersama dengan jaraknya yang belum berubah tapi tidak dengan posisinya sekarang....


... Memeriksa pipi Dashie....


..."Kau kenapa. Ceritakan padaku, kenapa sampai ada disini?" tanya Nora....


... Dia dengan suaranya yang belum terdengar pulih....


..."Aku hanya kelelahan saja" kata Dashie....


..."Biarkan aku disini merawat mu. Oke" kata Nora....


... Merapikan selimut yang dipakai oleh teman perempuannya itu....


... Melihat ke arah Xie dan Hoshie....


..."Ada apa dengan kalian?" tanya Nora....


... Xie memilih untuk menjauh duduk di kursi yang lain lalu disusul oleh Hoshie....


... Mengambil kursi yang dipakai oleh Hoshie sebelumnya duduk disana didekat sebelah kanan Dashie....


... Meraih tangan kanan Dashie....


..."Tidurlah. Aku ada disini menjagamu" kata Nora....


..."Ra" panggil Dashie....


..."Ya" kata Nora....


..."Aku juga ingin melihatmu istirahat" kata Dashie....


... Hening dalam suara alat medis yang sedang berjalan....


... Senyum ceria....


..."Oke" jawab Nora....


..."Aku akan tidur disini. Kau juga tidur" kata Nora....


..."Tanganku sakit" kata Dashie....


... Melepas tangan Dashie....


..."Opss. Sorry, aku tidak akan melakukannya lagi" kata Nora....


..."Oh, ya. Aku bawakan yogurt dan es krim, kau mau yang mana?" tanya Nora....


... Melihat situasi tidak memungkinkan lalu mengambil keputusan....


..."Sorry. Kau pasti masih sedang tidak enak badan" kata Nora....


... Bergerak pergi ke arah dua orang yang duduk di luar ruang unit gawat darurat tersebut....

__ADS_1


... Memberikan satu es krim masing-masing untuk keduanya tanpa sebuah kata-kata yang ditinggal olehnya lalu segera pergi kedalam ruangan yang sama lagi....


... Mereka dengan es krim masing-masing....


..."Dia kenapa?" tanya Hoshie....


..."Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Xie....


..."Kau sudah membuatnya menangis lagi?" tanya Hoshie....


... Membuka es krim yang ia terima dari pacarnya itu....


..."Bagaimana bisa aku juga baru bertemu dengannya?" tanya balik Xie....


... Memakan es krim dengan satu kali gigitan....


... Hoshie juga memakan es krim yang sama yang dimakan oleh Xie....


..."Kalian jangan sampai putus" kata Hoshie....


..."Aku mendukung kalian" kata Hoshie....


... Jujur....


... Seperti orang yang sedang putus asa....


..."Aku tidak menjamin itu" kata Xie....


..."Kenapa padahal kalian cukup serasi?" tanya Hoshie....


... Melihat dengan tegas ekspresi yang ditunjukkan oleh Xie kepada orang disebelah kanannya itu....


..."Kau belum menjadi adik ipar ku. Kenapa aku merasa kita terlalu terbuka?" tanya Xie....


... Senang....


..."Aku rasa ini lampu hijau untukku" kata Hoshie....


..."Makan saja es krim mu itu" kata Xie....


... Nora keluar dari ruang unit gawat darurat tersebut....


... Berjalan melewati Xie tanpa sebuah kata sapaan terlihat sedang sangat serius akan hal yang mendesak....


... Dia keluar dan berada didepan rumah sakit sendirian diantara banyak orang disana yang juga sebagai keluarga dan kerabat pasien....


... Lima menit kemudian lalu menelpon seseorang tapi tidak diangkat oleh orang tersebut....


... Mengirim pesan kepada nomor yang sama kepada seseorang yang beberapa menit yang lalu baru saja ditelepon olehnya....


... Menunggu didepan rumah sakit....


... Tiga menit kemudian....


... Orang itu datang....


... Helaan nafas panjang....


... Terdiam....


... Melihat situasi apakah sudah aman untuk keduanya saling membicarakan sesuatu yang cukup serius....


..."Sudah lama aku ingin mengatakan hal ini padamu" kata Nora....


... Seperti tak ada beban sama sekali....


..."Katakan saja" kata Hoshie....


... Merasa tidak percaya dengan kenyataan yang benar-benar mengikat sisa waktu seseorang....


..."Aku tidak tahu alasan kenapa kau tidak ada lagi didalam daftar hitam bangsa Blacwhe yang harus aku lenyapkan. Tapi, ini" kata Nora....


..."Kau bercanda?" tanya Nora....


..."Ada apa dengan mu. Hahhh?!" kata Nora....


..."Kau benar-benar ingin mempercepat usiamu" kata Nora....


... Dingin....


... Menggesekkan kedua telapak tangannya beberapa kali sambil melihat ke arah Nora....


..."Kenapa kau cemas sekali. Aku juga santai-santai saja" kata Hoshie....


..."Lalu apa tindakanmu selanjutnya?" tanya Nora....


..."Tak ada" jawab Hoshie....


... Memegang kepalanya setelah mendengar pernyataan dari orang disisi kanannya itu....


..."Ya. Tuhan. Mengapa ada orang seperti dia?" tanya Nora....


..."Aku bukan manusia" kata Hoshie....


... Kini Nora terlihat jongkok sambil melihat ke arah Hoshie terlihat dari arah Xie sedang melihat keduanya yang ada didepan rumah sakit....


..."Aku tidak habis pikir dengan mu. Apa kau sangat menikmatinya?" tanya Nora....


..."Hooo. Ternyata benar bangsa Xoco memang terkenal dengan sifat ini" kata Hoshie....


... Akan memukul kaki sebelah kiri Hoshie tapi tidak kena dicegah oleh orangnya langsung yang menjauh dari serangan Nora....


..."Tidak semua bangsa kami sebaik yang kau pikirkan. Kau naif sekali" kata Nora....


... Masih khawatir....


..."Apa rencanamu. Aku akan membantumu" kata Nora....


... Keras kepala....


..."Aku akan baik-baik saja. Berhenti mencemaskan diriku" kata Hoshie....


... Bangun dari jongkoknya itu berdiri dan melihat ke arah Hoshie lagi....


... Marah....


..."Kau akan mati lenyap selamanya. Kau harus ingat itu!" kata Nora....


... Memohon....


... Melihat ke arah Nora....


..."Jangan katakan pada siapapun kalau aku akan pergi" kata Hoshie....


..."Apa Oryn juga sudah tahu?" tanya Nora....


..."Belum" jawab Hoshie....


..."Jangan sampai dia tahu. Bisa habis aku" kata Hoshie....


..."Itu keahlianmu kan" kata Hoshie....


... Tidak bisa berkata-kata....


..."Jeez!" kata Nora....


..."Kau memukul diri dengan hebat" kata Nora....


..."Kapan kau mengakhiri ini. Dia sudah memperhatikan kita sejak lima menit yang lalu" kata Hoshie....


..."Aku sudah tahu itu" kata Nora....


... Xie masuk kembali menuju ruang adiknya sedang dirawat sekarang....


... Nora....


... Dia pergi akan masuk kembali kedalam rumah sakit....


... ...

__ADS_1


__ADS_2