
...Chapter 148: Berbisik....
..."Sebentar" kata Hoshie....
... Dia mengambil sesuatu yang ada di bawah bulu mata bawah Dashie....
... Jemarinya berhasil mengambil satu bulu mata yang jatuh di sebelah kanan bawah bulu mata Dashie....
... Menunjukkan kepada Dashie....
..."Ini" kata Hoshie....
..."Oh. Terima kasih" kata Dashie....
..."Sama-sama" kata Hoshie....
... Dashie menyimpan bulu matanya yang jatuh itu ke dalam dompetnya....
... Hoshie tidak mau berhenti memperhatikan gadis yang ada disebelahnya itu....
... Dipergoki oleh Dashie....
... Dia dengan merah warna pipinya memerah alami terlihat oleh semuanya....
... Malu-malu....
..."Kau sedang apa. Hentikan" kata Dashie....
... Dia dengan senyum menyenangkan miliknya diberikan hanya untuk Dashie....
... Belum berhenti sampai disitu mengambil satu potretnya bersama dengan teman satu kampusnya ini tanpa persiapan....
..."Dapat" kata Hoshie....
... Dia sedikit kesal-kesal tidak terlalu tapi akhirnya berusaha untuk merebut ponsel Hoshie untuk melihat fotonya yang tersimpan didalam ponsel pria yang ada di sebelah kirinya itu....
... Semua melihat....
... Secara tak sadar mereka kembali akur lagi tidak seperti hari-hari yang lalu....
... Hoshie tidak mau mengalah untuk memberikan ponselnya kepada Dashie sedangkan untuk Dashie tidak mau menyerah agar bisa mendapatkan apa yang ia mau....
... Masih duduk di baris kursi yang sama terlihat tangan Hoshie sudah bergerak keatas dengan Dashie yang mengejar kemana arah tangannya pergi jangan sampai tertangkap oleh Dashie....
... Nawa sedang menghitung waktu berapa lama hal ini bisa mereka saksikan....
... Dashie mendapatkan apa yang dia mau....
... Melihat satu sama lain....
... Dengan tangan kanan berhasil mendapatkan ponsel Hoshie yang ada di sebelah tangan kirinya yang bergerak keatas dengan posisi Hoshie hampir akan bersandar di sisi kiri paling ujung kursi yang mereka duduki juga Dashie secara tidak sadar sudah mendorong seseorang menjauh untuk mendekat ke arah love language....
..."Kau hampir memelukku" kata Hoshie....
... Ponsel Hoshie didapat oleh Dashie....
... Jadi salah tingkah keduanya....
... Dashie merapikan rambutnya yang tidak berantakan sedangkan Hoshie merapikan kaos dan kalungnya yang sedikit berubah cara memakainya....
... Melihat ke arah lain yaitu bersamaan melihat ketiga remaja didepan mereka yang merasa tidak perlu untuk pergi....
... Hening....
... Tapi, tidak dengan meja lain dengan aktivitas sibuk yang tidak mempedulikan meja-meja lain selain meja mereka sendiri....
... Sudah menemukan fotonya tapi Dashie masih salah tingkah dengan pura-pura mencari fotonya yang tadi diambil oleh Hoshie....
... Hoshie meminjam ponsel Dashie....
... Mengirim pesan kepada nomornya sendiri....
..."Apa kita terlihat aneh?" tanya Hoshie....
..."Kau yang membuat situasi ini menjadi aneh!" kata Dashie....
... Mengetik lagi....
..."Tapi, tadi …" ...
... Menghapus ketikannya lalu menggantikan kalimat yang akan dikirim kepada gadis disebelahnya itu....
..."Kau boleh memelukku"...
... Satu pesan dikirim kepada ponselnya....
... Pesan dari Dashie....
..."Apa yang kau lakukan dengan ponselku!" ...
... Dashie memberikan ponsel Hoshie lalu diterima oleh pemiliknya langsung diterima dua tangannya yang masih memegang ponsel gadis disebelahnya ini....
... Hoshie memberikan ponsel Dashie yang ia pinjam....
... Mengambil ponselnya lagi dari tangan Hoshie....
... Melihat ponselnya lalu melihat isi galeri yang masih tersimpan foto Dashie yang ia ambil tadi....
... Hoshie yang senyum-senyum sendiri melirik ke arah Nawa....
... Nawa yang asyik dengan ponselnya sendiri begitu juga dengan kedua temannya itu....
... Raut wajah yang berubah menjadi sebuah kekhawatiran yang tidak biasa....
... Dia mendapatkan sebuah suara langkah kaki dari seseorang yang pernah ia tahu sangat tahu tanpa harus seseorang harus menceritakan segalanya tentang siapa dirinya sebenarnya....
... Mengirimkan pesan kepada semua teman-temannya yang ada di sana....
..."Kita harus pergi" kata Nawa....
... Mereka mengambil jaket dan tas mereka masing-masing dengan gerakan waktu yang sebisa mungkin seefisien mungkin agar jangan sampai menjadi saksi pertengkaran yang bisa saja akan segera terjadi ditempat yang sama mereka ada disana....
... Yellow dan Jeje yang sudah menerima pesan dari Nawa lagi....
..."Kalian harus percaya padaku" ...
... Pesan kedua yang sudah dikirim kepada mereka berdua....
... Ini tidak pernah dilakukan oleh Nawa meski mereka sudah berteman semenjak berteman juga dengan Po....
... Murid baru....
..."Kalian mau kemana?" tanya murid baru....
... Yellow membawa tas milik murid baru....
... Dia tanpa menjelaskan lalu menariknya pergi dengan cepat menjauh dari meja tempat mereka melakukan belajar bersama....
__ADS_1
... Semua seakan terburu-buru dengan secara kompak pergi dari tempat yang sama menuju jalan yang sama....
... ...
... Berjalan cepat pergi dari ruangan cafe....
... Mereka sudah melewati salah satu pintu masuk juga pintu keluar kafe....
... Hoshie juga merasakan sesuatu hal yang mengerikan akan menimpa dirinya ditambah lagi pesan yang baru saja ia terima dari Nawa....
..."Aku merasakan keberadaan Kak Callie" ...
... Dia sudah membaca pesan itu....
... Dia bahkan tidak mengirim pesan balik kepada Nawa menyembunyikan rasa takutnya ini di depan Dashie....
... Dashie melihat suasana masih normal-normal saja tak ada hal yang membuat keadaan menjadi sesuai yang dipikirkan oleh Hoshie....
... Jemari tangan dengan cat kuku abu kehijauan dari kedua telapak tangan menutup mulutnya....
..."Oh my God!" kata Dashie....
... Dia berlari menuju ke arah seseorang begitu juga orang yang sedang dituju oleh Dashie....
... Pemilik sepatu boots hitam datang dengan rasa rindu untuk sahabatnya ini....
... Dia dengan celana hitam casual pendek, kaos putih berbalut jaket baseball merah di setiap bagian ujung dan kancingnya dengan dominasi warna peach....
... Ada bersama dengan Jarrel disamping kiri dengan rasa senang yang tidak bisa diungkapkan karena bisa bertemu lagi dengan orang yang ia suka....
... Hoshie tidak bisa kabur dari situasi ini....
... Jarrel yang berpindah melirik dari kedua orang yang ia sayang menuju ke arah Hoshie....
... Saling berbicara tanpa suara....
..."Kau boleh menertawakan ku" kata Hoshie....
..."Siapa juga yang akan menertawakanmu" kata Jarrel....
... Keduanya memutuskan untuk duduk bersama di meja dimana ada Hoshie yang ada belum pergi dari tempatnya semula....
... Menjadi hening....
... Saling melihat satu sama lain....
... Salah satu karyawan Xie datang untuk membagi dan mencatat menu apa yang akan dipesan keduanya yang baru datang ke kafe....
... Hoshie tidak ada yang aneh dalam sikapnya ketika melihat Callie disana duduk di sebelah kiri Jarrel....
... Mereka berdua sudah selesai memesan menu makanan....
... Callie melihat Hoshie dengan tatapan biasa tak ada rasa kebencian yang seharusnya selalu ada....
..."Aku tidak tahu kau akan kemari" kata Dashie....
... Dia dengan suaranya yang bening menenangkan hati....
..."Aku juga tidak sengaja mampir kemari" kata Callie....
... Jarrel dan Hoshie sedang berperan menjadi pria yang sangat patuh tidak banyak bicara di momen pertemuan dua sahabat....
... Dashie yang benar-benar tidak tahu akan bertemu dengan sahabatnya sedang menganalisa bagaimana reaksi Callie disaat bertemu dengan Hoshie....
... Dia berpikir....
... Perkenalan ulang yang dilakukan oleh Dashie....
... Menunjuk ke arah Hoshie....
... Hoshie sudah bersiap dengan konsekuensi apapun yang akan ia terima....
..."Oh ya. Kau masih ingat dia kan?" tanya Dashie....
... Menatap Callie kepada Hoshie....
... Dia melihat Hoshie menatapnya dalam tiga detik....
..."Dia kan teman kuliah mu kan" kata Callie....
... Jeda waktu yang lumayan sedikit lama sekitar sepuluh detik....
... Hoshie yang agak terkejut dengan jawaban yang ia terima bahwa Callie tak mengenalnya lebih dari yang ia tahu bahwa ia hanya sebatas teman kuliah Dashie....
... Menyadarkan Hoshie yang terlihat agak sedikit melamun....
..."Kau baik-baik saja kan?" tanya Dashie....
... ...
... Dia mengangguk sikapnya seperti biasa seperti sikap setiap bersama dengan orang yang ia sayang ini....
... Melihat Jarrel yang sedang sibuk dengan urusan bisnisnya menerima panggilan telepon terlihat dari luar cafe....
..."Ok" kata Dashie....
..."Kita bisa memulai obrolan kita" kata Dashie lagi....
... Hoshie bersandar di kursi dengan kedua tangan memegang ponsel....
... Kedua sahabat ini asyik dengan obrolan yang sedang mereka bicarakan....
... Jarrel kembali lalu duduk disebelah kanan Callie lagi....
... Lima menit kemudian lalu ditambah lima menit lagi waktu sudah berlalu mereka duduk di meja yang sama....
... Jarrel melihat ke arah Hoshie....
... Bicara tanpa suara lagi....
..."Berhenti melihatku seperti itu!" kata Hoshie....
..."Siapa yang tertarik dengan masalah mu?!" kata Jarrel....
..."Si anak pintar ini" kata Hoshie....
... Callie tidak membahas tentang Hoshie yang Dashie tahu ia adalah mantan kekasihnya yang jahat. Ini membuatnya bertanya dengan sikap tenang yang ditujukan oleh sahabatnya ini....
... Dia berpikir ulang mungkin ia salah lihat tapi ia yakin mantan kekasih sahabatnya ini adalah Hoshie orang yang ada di sisi kirinya saat ini....
... Sesekali ia juga melihat Hoshie yang tenang dengan aktivitasnya sendiri begitu juga Jarrel yang terlihat tidak usil seperti yang ia tahu....
... Menunjukkan sebuah foto....
..."Aku lupa memberitahumu kalau ini adalah foto mantan pacarku" kata Callie....
... Callie menunjukkan fotonya saat masih menjadi pacar dari seseorang yang ada disana memakai identitas aslinya....
__ADS_1
... Dashie melihat foto Callie bersama Hoshie agak kaget untuk apa yang barusan ia lihat tertutupi dengan sikapnya yang tidak menunjukkan keterkejutan akan hal yang ia ketahui....
..."Ada apa ini. Kenapa bisa berubah?" tanya Dashie....
... Melihat ke arah Hoshie....
... Foto itu berubah menjadi potret orang lain yang tidak Dashie kenal dan tidak pernah bertemu sama sekali....
..."Aku tidak tahu kemana ia pergi" kata Callie....
..."Kau sudah mencarinya?" tanya Dashie....
... Dia dengan gestur tubuh penolakan....
..."Tidak. Aku tidak ingin berurusan lagi dengannya" kata Callie....
..."Sayang sekali. Padahal, dia lumayan tampan juga" kata Dashie....
... Tawa kecil hadir dalam diri Callie....
..."Bagaimana jika suatu hari nanti kalian bertemu lagi?" tanya Dashie....
..."Entahlah. Itu belum terjadi" kata Callie....
..."Oh Callie. Jika aku terlahir sebagai pria, aku ingin menjadi pendampingmu" kata Dashie....
... Dia tersenyum cantik....
..."Benarkah. Aku juga mau menjadi istrimu" kata Callie....
... Menu makanan yang mereka berdua pesan datang....
... Menaruh satu-persatu makanan diatas meja....
... Gan langsung pergi setelah mengantar makanan di meja yang ia pikir disana terdapat salah satu teman sekolahnya....
... Akan masuk ke area dapur cafe lagi....
..."Dimana mereka semua?" tanya Gan....
... Dia kembali dengan pekerjaan....
... Hoshie....
... Tak ada yang bisa terbaca dari dalam pikiran wanita yang pernah menjadi wanita paling ia sayang dalam hidupnya dulu....
... Dia tidak lupa dengan semua kenangan manis yang pernah ia lewati tapi dunianya sudah berubah dan itu memaksanya untuk mengubah semua tentang dirinya bahkan ia juga terkadang tidak mengenali siapa dirinya saat ini. ...
... Permintaan maaf yang belum sempat ia katakan kepada wanita yang menjadi sahabat orang yang saat ini menjadi orang yang ia sayang tak ingin yang lain. Tapi, apakah ini juga akan menjamin seseorang bisa langsung memberikan kepercayaan kepadanya jika semua kisahnya yang terbilang kelam itu diketahui oleh orang yang ia lihat saat ini dengan rasa tersembunyi sebuah rasa akan takut kehilangan....
... Bertanya kepada sepinya hati diri sendiri....
..."Siapa yang akan memberiku kesempatan kedua?" tanya Hoshie....
..."Bagaimana kalau dia akan lari pergi sejauh mungkin seperti yang terjadi kepada Callie?" tanya Hoshie....
... Mereka mengobrol selama kira-kira satu jam lebih jika dihitung dari awal bertemu....
... Dari luar cafe....
... Mode tidak terlihat oleh siapapun....
... Tanpa disadari oleh ke empat orang yang ada di dalam sana akan kehadiran mereka....
... Menunggu....
... Menunggu akan kehancuran seseorang akan hal sepele yang bisa langsung melenyapkan seseorang siapapun diantara mereka semua yang sedang terus diawasi oleh kedua orang diluar sana....
... Dua orang tanpa bayangan dengan tujuan visi dan misi yang sedang mereka jalankan....
..."Sekali gadis itu salah melangkah maka nyawa taruhannya" kata seorang wanita....
..."Kenapa kau memilih kasus ini?" tanya seorang pria....
..."Aku" kata wanita itu....
..."Penasaran. Itulah alasanku" jawab wanita itu....
... Menjelaskan apa yang harus ia jelaskan....
..."Tidak mungkin" kata pria itu lagi....
... Mereka sedang mengincar nyawa dari salah satu mereka bahkan lebih dari salah satu dari mereka bisa saja lebih dari apa yang bisa mereka lakukan mungkin keempat orang disana bisa menjadi korban mereka selanjutnya....
... Disana didalam sana mereka berempat sudah mulai saling terbuka tanpa saling melihat sisi kelemahan orang lain dan itu terlihat dari arah mereka berdua yang belum akan pergi yang tidak mengenal batas waktu dalam bertugas....
... Menunjuk ke arah Hoshie....
..."Lihat pemuda itu" kata pria itu....
..."Ada apa dengannya?" tanya wanita rekan kerjanya....
... Sinis suaranya membicarakan tentang seseorang....
..."Seharusnya dia sudah lama mati tapi entah berapa nyawa yang ia miliki" kata pria tersebut....
..."Kudengar dia sudah tidak dalam target bangsa Xoco" kata wanita itu....
... Sambung lagi....
..."Kita hanya menunggu waktu itu tiba. Hari kematiannya" kata wanita itu lagi....
... Hoshie dan Jarrel yang sedikit ikut dalam obrolan keduanya....
... Tidak untuk keduanya yang mewaspadai di setiap arah dari mana saja akan datangnya bahaya untuk mereka berempat tentu siap merenggut nyawa salah satu dari mereka atau bahkan mereka semua....
... Tanpa saling membuka seseorang dengan mudah bisa membaca isi hati dan pikiran dalam tujuan mereka masing-masing yang hanya mereka berdua yang tahu begitulah cara mereka untuk tetap bertahan....
... Di tempat parkir pusat perbelanjaan....
... Mereka berenam belum pergi dari sana....
... Apa yang mereka tunggu dari balik dinding pembatas secara sembunyi-sembunyi melihat ke arah bawah salah satu pusat perbelanjaan tersebut....
... Berbisik....
... Remaja dengan kaos tanpa lengan hitam serta celana semi kulit hitam dan sepatu hitam dengan tali putih....
..."Mereka sudah pergi?" tanya Eir....
... Baru saja seorang remaja laki-laki melihat ke arah bawah dari balik dinding tempat parkir kendaraan roda empat....
..."Belum" jawab Nawa....
... Ketiga remaja yang ikut terjebak dalam situasi ini....
... Mereka ada disebelah kanan Eir dibalik dinding yang sama....
__ADS_1