
...Chapter 170: Apakah aku harus pergi?....
... Dia yang seperti ini dan dia yang seperti itu....
... Setelah motor selesai diperbaiki keduanya berpisah dengan kendaraan masing-masing. Ans dijemput asisten pribadinya sedangkan Gan menggunakan motornya sendiri setelah selesai diperbaiki menuju arah pulang....
... Pulang dengan arah yang berbeda yang mereka ambil sudah berpisah di depan bengkel motor....
... Xie yang masih mengemudi dengan kecepatan tidak terlalu cepat menyempatkan memberikan tiga paket skincare yang biasa digunakan oleh adiknya itu....
... Hoshie melihatnya....
..."Tadi, kakak juga sekalian membelikan untuk kalian berdua" kata Xie....
... Xie kembali fokus menyetir....
... Di dalam totebag yang berwarna merah muda dengan varian yang berbeda untuk kedua adik perempuannya itu....
... Dia yang berusaha untuk selalu bisa diandalkan untuk wanita yang ia sayang....
... Sedih....
..."Kenapa tak bilang. Aku akan langsung bawa dari pabriknya" kata Hoshie....
... Jujur....
..."Kau akan membawakan satu gudang penuh. Kau sudah pernah melakukan itu" kata Dashie....
..."Semua itu untukmu tapi kau mengancam tidak mau bertemu denganku" kata Hoshie....
..." … dan akhirnya kita menjual barang-barang itu secara online" kata Hoshie....
... Menjadi penengah....
..."Dia memang seperti ini" kata Xie....
... Di rumah Xie....
... Duduk sambil nonton layar televisi....
..."Kau belum jadian dengan adikku?" tanya Xie....
..."Hmmm" jawab Hoshie....
... Melihat ke arah Hoshie....
... Dia dengan susu hangat di tangan yang ada dalam gelas berukuran dua ratus gram....
... Meneguk satu tegukan lagi susu hangat didalam gelas....
... Melihat layar televisi lagi....
..."Ini pasti sulit untuk mu dan adikku" kata Xie....
... Memberi jeda dalam tiga detik....
..."Aku bahkan masih terngiang jelas apa yang sudah dikatakan oleh anak brengsek itu kepada Dashie" kata Xie....
... Jujur....
..."Aku bahkan sudah membencinya sejak pertama kali mengenalnya" kata Hoshie....
..."Ingin sekali memukul wajahnya berulangkali" kata Hoshie....
..."Tapi … " kata Hoshie....
..."Aku kira karakter itu akan menghilang terbawa oleh circle pertemanan mereka dan nyatanya tidak" kata Hoshie....
... Dia tak mendengar lagi respon dari kata yang diucapkan oleh orang yang ada di sebelahnya sekarang....
... Orang itu sedang sibuk membalas pesan dari kekasihnya itu....
... Dia senang karena keduanya bisa saling memberi kesempatan untuk saling perhatian dan pengertian satu sama lain tidak seperti hubungan kisah yang dulu yang sangat rapuh kapan saja akan bisa berakhir dengan sangat mudah....
... Hoshie juga meneguk susu hangat yang tinggal dua tegukan lagi akan habis terminum lalu ia segera habiskan untuk bersiap tidur....
... Melihat sekitar ruang lalu beranjak bangun dari sofa berwarna khaki yang ia duduki lalu berjalan pergi ke arah jendela kaca yang luas yang mengarah ke pemandangan kota yang juga disana terlihat tempat tinggal Dashie....
... Bertanya kepada diri sendiri....
..."Apa ini hanya firasatku saja?" tanya Hoshie....
... Semua yang terlihat oleh indera penglihatannya terasa tenang dan baik-baik saja tanpa masalah apapun....
... Didepan rumah sendiri....
... Dia ada disana belum tidur masih dengan setelan baju tidur berwarna putih berbahan kain dengan motif bintik bintik hitam jarang dengan lengan dan celana berukuran panjang....
..."Dia ada dimana belum juga pulang jam segini?" tanya Gan....
... Melihat rumah seseorang yang belum pulang hingga pukul sebelas malam lebih empat puluh menit....
... Menelepon nomor yang sama berulang kali tapi tetap tidak ada jawaban dengan kondisi ponsel tidak aktif....
... Mulai emosi....
..."Angkat Ans. Cepat!" kata Gan kesal....
... Dia bilang akan kembali setelah urusannya selesai dengan seseorang tapi dia belum juga pulang setelah lama ketua kelas menunggunya....
... Menyesal....
__ADS_1
..."Kalau jadi begini, aku tadi mengikuti terus kemana dia pergi" kata Gan....
... Dia mendapatkan sebuah pesan dari Ans lalu segera ia pergi dengan sepeda motornya itu untuk menjemput orang yang sedang ia cemaskan saat ini....
... Waktu bergerak mundur ke belakang....
... Pukul sepuluh lebih dua puluh menit....
... Dia baru saja tiba di apartemen tempat tinggalnya sendiri tak ada siapapun selain dirinya yang ada disana sambil merokok....
... Dia dan semua yang ia lihat seperti biasa pemandangan di atas apartemen itu....
... Dia sudah menghisap rokok elektrik itu dalam kelima isapan seakan seseorang sudah menunggu waktu yang tepat menunggu waktu untuk melepaskan semua racun yang ada di jemari tangannya yang terbuka....
... Rokok elektrik itu jatuh dari atas balkon apartemen dari tangan gadis itu jatuh ke bawah lantai paling bawah luar dari apartemen yang saat ini ia ada di lantai ke tiga puluh sembilan....
... Dia jatuh tak berdaya di bawah batas balkon bagian dalam berusaha meraih apapun yang bisa membantunya untuk tetap bertahan....
... Apa tujuan dari racun bangsa Blacwhe itu disebarkan tentu agar nyawa gadis itu pergi tanpa meninggalkan sebuah jejak kematiannya....
... Gadis itu memegang lehernya sendiri dengan kuat....
... Dia juga datang dengan menahan rasa sakit luar biasa....
... Mode tidak terlihat oleh siapapun termasuk bangsa Blacwhe ataupun Xoco sekalipun sebagai rencananya sejak awal jika kemungkinan terburuk yang tidak menguntungkan dirinya bisa terjadi sudah diperhitungkan lebih awal....
... Suara hentakan kaki dari sepatu yang ia pakai terdengar oleh gadis itu....
... Wajah pucat gadis itu berubah memerah saraf dan urat dari luar kulit terlihat semakin jelas menenekan raganya sendiri dengan rasa sakit yang tidak pernah ia rasakan dan ia tidak bisa berteriak atau bergerak leluasa yang dia bisa seperti biasa tidak mungkin bisa sama. Dia dengan sisa rasa sakit kesakitan perlahan sengaja bangsa itu mengeluarkan racun-racun itu masuk menyerang tubuh gadis itu dengan tujuan agar dia menerima dengan sepenuh hati tapi tidak dengan realita racun-racun itu memaksa untuk semakin cepat menghilangkan rasa sakit itu untuk selama-lamanya hingga pemilik raga yang ia serang kali ini tersiksa dengan cara kematiannya sendiri....
... Dia menginjak perut gadis ini tanpa suara hentakan kaki keras terdengar tapi menekan perlahan-lahan dengan senang hati menyiksanya dengan kakinya itu....
... Mengangkat kaki yang menginjak perut gadis ini....
... ...
... Gadis itu merasakan tiap detik adalah neraka di dunia yang sangat menyiksa dirinya....
..."Siapapun tolong aku?!" kata Soft....
... Dia marah tapi tak bisa berbuat apa-apa dari rasa sakit yang ia alami detik demi detik seakan merenggut perlahan nyawanya dengan pasti....
... Semakin kuat mencekik diri sendiri akibat racun yang terus menerus masuk tanpa henti kedalam mulutnya melewati tenggorokan menyiksa semakin menyiksa ketika udara beracun itu masuk kedalam kedua paru-parunya itu....
... Dia mengeluarkan banyak darah akibat reaksi yang diakibatkan oleh rusaknya bagian dalam organ dalam miliknya itu merambat dari mulai paru-parunya hingga bagian dalam organ tubuhnya yang lain juga....
... Kedua tangannya lemas hingga tak bisa lagi menyentuh lehernya sendiri tak ada lagi usaha dirinya untuk mencegah udara beracun itu tidak mudah masuk kedalam raga....
... Semakin banyak darah keluar dari mulutnya lalu terdiam melihat kedua sorot mata yang berubah tak normal menjadi memerah seakan bercampur darah kedua bola matanya semakin keruh dengan merah gelap menjadi bertambah menghitam pekat....
..."Aku tidak ingin berakhir seperti ini" kata Soft....
... Ponselnya ia ambil....
..."Hoshie" kata seseorang dengan suara tersamarkan....
... Sinis tentang nama yang baru saja ia sebutkan di layar ponsel gadis itu....
..."Tak ada gunanya kau menelpon orang ini" ...
... Ia genggam dan remuk ponsel gadis itu dengan genggaman tangannya langsung....
... Membekap mulutnya dengan tangan kanan kuat menekan....
..."Dimana gadis penyiksa itu?" tanya seseorang yang sama....
..."Bagaimana rasanya jika hal itu juga dirasakan olehmu?" tanya orang yang sama....
... Dia menghentikan membekap mulut Soft dengan hempasan cepat....
..."Melelahkan dan membosankan sekali" kata orang yang sama itu....
... Dia tertawa keras....
... Tanpa henti ia lakukan ketika kekuatan racun itu semakin menyebar kedalam setiap bagian di dalam tubuh Soft....
... Berhenti tertawa....
... Sorot mata tajam untuk gadis di depannya sekarang....
... Lantai tempatnya berbaring sudah basah terkena darahnya sendiri yang keluar dari setiap pori-pori kulit merembes hingga menyentuh sepatu pemilik racun yang berhasil masuk kedalam raga Soft....
..."Aku bisa melenyapkan mu dengan cepat tapi … itu tidaklah asik" kata orang itu....
..."Ini jauh lebih menyenangkan dari yang aku duga" kata orang yang sama....
... Bau amis darah khas bangsa Blacwhe juga tercium dari darah milik Soft yang berceceran di lantai semakin menusuk hidung dengan bau busuk yang kian tercium tertinggal....
... Jangankan untuk melawan untuk memohon pun ia tak bisa....
... Dia dengan melihat langit malam yang luas malam ini sendirian disana....
... Siapapun bangsa Blacwhe ataupun Xoco yang melihat racun ini maka mereka enggan untuk menolong baik itu dari bangsa mereka atau tidak seperti yang terlihat oleh seseorang yang tertahan untuk pergi dengan batasan diri untuk menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan....
... Dia dijambak rambutnya dengan sangat brutal di seret lalu dilemparkan ke dinding bagian luar kamar apartemennya....
..."Bugghh!" ...
... Dia lebih dari merintih kesakitan....
... Dia berhasil dilempar di dinding terjatuh di sana dengan serpihan kaca dari bagian dinding yang ia tabrak baru saja ikut jatuh menimpa sebagian bahu hingga pinggangnya....
__ADS_1
... Dia disana tidak bisa terbangun meski ia tahu itu sangat sakit menambah rasa sakit yang ia terima dari racun yang masih terus masuk kedalam tubuhnya tanpa henti lagi....
... Kedua matanya terbuka melihat apa yang ada didepan mata tak ada yang bisa dilihat selain dirinya yang sedang kesakitan dengan luka yang belum ingin pergi atau menyembuhkan diri sendiri dengan mudah seperti yang biasa ia dapat dari kelebihan menjadi salah satu dari bangsa Blacwhe....
... Benar-benar tak berfungsi sama sekali semua kekuatan yang ia miliki disana hanya ada dia dan dirinya sendiri menunggu kedua matanya yang melihat dunia yang sudah tidak begitu jelas kabur sudah ia lihat sekarang....
... Masih sempat tersenyum....
..."Apa aku akan segera mati?" tanya Soft....
..."Ternyata sesakit ini" kata Soft....
... Mengasihani diri sendiri....
..."Dan tak seorangpun yang bisa menolongku. Malangnya diriku ini" kata Soft....
... Air matanya belum berhenti keluar dari sudut mata sebelah kirinya yang merupakan air mata rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata....
..."Sorry" kata Ans....
... Bertanya kepada diri sendiri....
..."Kenapa aku sejahat ini?" tanya Ans....
... Melihat kedua tangan sendiri....
..."Lihat kedua tangan ini" kata Ans....
..."Seharusnya ku gunakan untuk menolong orang lain" kata Ans....
... Dia sedih ingin menghukum diri sendiri....
..."Tapi, … " kata Ans....
..."Aku tetap tidak berguna" kata Ans....
... Dia melihat dari kejauhan seseorang sedang membutuhkan pertolongannya tapi ia tetap tidak bisa melakukannya dengan batasan yang ia miliki....
... Semuanya ia lihat....
... Ya, semuanya ia lihat dengan mata kepalanya sendiri perlahan gadis remaja di seberang gedung tempat ia ada disana saat ini sedang menyewa sebuah hotel berbintang lima untuk diri sendiri....
... Suara tangisnya pun ia dengar dengan sangat jelas suara tangis seseorang yang sedang sangat kesakitan dengan rasa sakit luar biasa tak ada yang bisa menolongnya. Dia masih dengan banyak racun dari bangsa Blacwhe yang berterbangan terlihat di udara oleh Ans sendiri....
..."Apakah itu yang akan terjadi padanya?" tanya Ans....
..."Dia akan segera lenyap" kata Ans....
..."Aku sungguh lebih jahat dari orang itu" kata Ans....
... Dia melihat Gan terus menghubungi nomor ponselnya berulang kali sejak sejam yang lalu dan dia tidak menanggapi rasa cemasnya tapi ia tahu ia perlu bantuan dari orang tersebut....
... Sadar diri....
..."Kau ingin dia lenyap dihadapanmu" kata Ans....
..."Tunggu sebentar" kata Ans....
..."Sebentar lagi, tunggu aku. Tetaplah disana untukku" kata Ans....
... Beberapa menit kemudian lalu dia memutuskan untuk menelepon Gan dan memberitahukan padanya bahwa ia sangat membutuhkan pertolongan darinya sekarang juga....
... Pukul sebelas lebih empat puluh empat menit....
... Dia mengirim pesan suara kepada Gan dimana dia harus menjemputnya....
... Selesai mengirim pesan kepada Gan lalu ia melihat racun-racun itu menghilang dari udara terlihat dari balkon bagian dalam apartemen seseorang dan dia juga pergi dengan batasan yang ia miliki mengharuskan diri agar segera menjauh dari tempat itu....
... Memakai lagi jaket bomber yang sama saat berboncengan dengan Gan dalam perjalanan menuju bengkel motor dan mobil lalu ia mengambil tas ranselnya yang ada diatas ranjang....
... Ponselnya sudah ada ditangan dia pergi menuju pintu masuk dan keluar kamar tersebut....
... Berhasil keluar dari dalam kamar yang sudah ia sewa kurang dari satu jam itu....
... Melewati beberapa kamar pergi dan kini ia berdiri di depan sebuah pintu lift....
... Lift terbuka....
... Masuk ke dalam lift sendirian dengan kondisinya yang tidak cukup stabil setelah menyaksikan itu semua....
..."Apa yang sudah kulakukan disini kabur tidak berguna sama sekali" kata Ans....
... Dia dengan tatapan kosong lalu berubah seketika ketika ada dua orang yang tidak terlihat saling mengenal juga masuk ke dalam lift yang sama....
... Dia kembali dengan ekspresi ngeselin yang biasa orang lain lihat dari tampilan yang ia tunjukkan di dunia luar dengan lirikan mata wanita yang merasa diri paling perfect dengan sikap yang terkesan suka merendahkan orang lain bahkan jika bertemu dengan orang yang ia tidak kenal seperti saat ini ia praktekkan lagi kepada dua orang yang ada di dalam lift tersebut tanpa melakukan banyak gerakan gestur tubuh atau kata berlebih itu sudah mencerminkan dirinya sebagai wanita super ngeselin yang harus dijauhi....
... Pintu lift terbuka....
... Mereka ada di lantai pertama keluar bergantian dari dalam lift pergi menuju arah mereka sendiri ingin pergi....
... Dia melihat waktu di jam tangan sebelah kanan....
..."Seharusnya tiga menit lagi. Dia akan datang" kata Ans....
... Pergi menuju resepsionis dengan mengembalikan kunci kamar yang baru saja ia sewa....
... Selesai....
... Pergi untuk keluar dari dalam hotel melewati pintu otomatis yang bergerak memutar arah masuk dan keluar untuk para pengunjung hotel tersebut....
... ...
__ADS_1