Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 216: Reaksi.


__ADS_3

...Chapter 216: Reaksi....


..."Kau benar-benar menyukai Hoshie?" tanya Ghazi....


..."Ragu" kata Ghazi....


..."Entah siapa yang akan menjadi pilihanmu nanti yang jelas sekarang adalah kamu harus kejar apa yang kamu butuhkan" kata Ghazi....


... Pukul lima pagi....


... Suara mesin blender buah sedang dijalankan di dapur sekaligus ruang makan....


... Adiknya sedang membuat jus apel dengan potongan wortel dalam porsi untuk mereka bertiga....


... Xie baru bangun dari tidurnya duduk bersandar di meja makan....


... Memperhatikan dua adik perempuannya yang sedang serius membicarakan tentang masa depan....


... Dashie belum merespon apa yang dikatakan oleh kakak perempuannya itu....


... Satu gelas air hangat untuk kakak laki-lakinya itu dari Ghazi....


..."Thank you" ucap Xie....


... Masih mengumpulkan banyak nyawa setelah baru bangun dari tidurnya....


... Membela adiknya yang terlihat belum ingin membahas hubungan percintaannya bersama dengan Hoshie lebih jauh....


..."Dia kan baru saja putus dengan Rio berikan dia waktu sedikit lagi" kata Xie....


..."Aku tahu" kata Ghazi....


..."Kalau dia sukai cewek lain ya nggak apa-apa" kata Xie....


... Dashie....


... Menuang jus yang sudah siap diminum kedalam masing-masing gelas dengan ukuran yang sama untuk mereka bertiga secara perlahan....


... Satu gelas untuk kakak laki-lakinya setelah itu satu gelas lagi untuk kakak perempuannya sendiri....


..."Thank you" ucap Ghazi....


... Melihat isi komposisi jus didalam gelas yang dibuat oleh adiknya....


..."Kau sedang diet lagi?" tanya Xie. ...


... Rileks....


..."Tidak. Aku hanya ingin minum ini" jawab Dashie....


..."Oh" ucap Xie....


... Kakak laki-lakinya pergi menuju ke arah kamarnya untuk mempersiapkan diri pergi ke kantor....


... Sambil jalan menuju arah kamar....


..."Aku mandi dulu. Kalian jangan bertengkar lagi" kata Xie....


... Mengelak....


... Ekspresi wajah agak tidak setuju....


..."Siapa yang bertengkar?!" kata Ghazi....


... Di sekolah Nawa....


... Jam istirahat sekolah pertama....


... Semua siswi disana sedang terpesona dengan kehadiran dari sosok seorang Hoshie yang merupakan perwakilan dari perusahaan milik ibunya datang untuk memberikan sebuah kabar baik untuk salah satu siswa di sekolah tersebut....


... Nawa sedang meminum susu dari dalam botol kecil berbahan plastik dengan rasa manis dominan asam duduk didepan sebuah kelas bersama dengan kedua orang sahabatnya, Gan dan Ansel....


..."Dia bisa mendapatkan siapapun gadis yang dia inginkan" kata Ansel....


..."Aku tidak tahu bagaimana rasanya jadi wanita yang selalu di hatinya sekarang" kata Ansel....


... Dari Gan....


... Memberikan satu botol lagi susu yang sama yang tadi diminum oleh Ansel....


..."Thanks" ucap Ansel....


..."You're welcome" kata Gan....


... Belum tahu maksud dari kedatangan dari Hoshie ke sekolahnya....


..."Apa yang dia lakukan disini?" tanya Nawa....


..."Pria tampan memang penuh rahasia" kata Ansel....


... Kedua remaja laki-laki ini melirik ke arah gadis disebelah kanan mereka....


... Tidak terkejut....


..."Apa?" tanya Ansel....


..."Apa yang ku katakan benar adanya kan?" tanya Ansel....


... Membela diri....


..."Lalu bagaimana denganmu?" tanya Nawa....


... Lupa kalau ada Gan di sisi kanannya sekarang....


..."Kau juga sangat cantik" kata Nawa....


... Sadar akan kehadiran Gan lagi ada disebelah itu melirik ke arah Gan....


..."Sorry" kata Nawa....


... Gan santai lagi sambil minum susu fermentasi melihat ke arah ruang guru....


... Jeje terlihat akan masuk kedalam ruangan tersebut....


... Sedikit curiga....


..."Bagaimana kalau mereka berjodoh di masa depan?" tanya Gan....


... Ini baru terkejut....


..."Apa?!" ucap keduanya berbarengan....


..."Kenapa?" tanya balik Gan....


..."Itu mungkin saja" kata Si Ketua Kelas....


... Membela orang lain....


... Sedih raut wajahnya seketika didepan mereka....


..."Jangan begitu nanti kalau dia sedih gimana" kata Nawa....


..."Nggak setuju" kata Nawa....


... Jadi ikut-ikutan....


..."Benar banget kata Nawa. Kali ini aku sependapat dengan apa yang dia katakan" kata Ansel....


... Rileks....


..."Aku tidak meminta itu kepada Tuhan" kata Gan....


... Kesal....


..."Jangan macam-macam dengan doa mu!" kata Ansel....


... Datar tapi tetap bernyawa dalam isi pendapat sambil minum susu fermentasi lagi menggunakan sedotan kecil....

__ADS_1


..."Oke" kata Gan....


... Belum selesai dengan perdebatan dengan topik yang belum berganti....


..."Dia gadis baik pasti banyak cowok yang suka" kata Nawa....


... Realistis....


..."Kalau bukan penipu" kata Gan....


... Jadi ikutan rileks dalam situasi semacam ini....


..."Kau mewakili ku" ucap Nawa....


... Dia yang belum bisa mudah percaya dengan apa yang sahabatnya katakan....


... Sorot mata tajam untuk Nawa....


..."Aku nggak yakin dengan apa yang barusan kamu katakan" kata Ansel....


..."Itu hakmu. Mau percaya atau tidak" kata Nawa....


... Membalikkan keadaan....


..."Apa ini pria yang kukenal. So sweet" kata Ansel....


..."Kau mudah sekali mengubah pandangan orang lain tentang mu" kata Nawa....


..."Aku tidak sedang menggodamu" kata Ansel....


... Memisahkan dua orang yang terlihat akan bertengkar....


..."Hey. Sudahlah, kalian seperti anak kecil saja" kata Gan....


... Memperhatikan ruang guru dari arah mereka lagi dengan Hoshie yang baru saja keluar bersama dengan dua orang guru serta ada Jeje juga disana melakukan salam hormat menundukkan sedikit kepalanya ke bawah kepada guru serta Hoshie....


... Beberapa detik kemudian mereka berpisah pergi dengan tujuan yang berbeda sesuai rencana masing-masing dengan Hoshie pergi ke arah keluar sekolah sedangkan untuk Jeje pergi ke arah keluar dari depan ruang guru....


... ...


..."Kau tidak menyapa nya?" tanya Gan....


..."Tidak" jawab Nawa....


..."Maksudku, Jeje?" tanya lagi Si Ketua Kelas....


... Hening dalam beberapa detik dan kini giliran Gan serta Nawa yang terlihat tidak akur bahkan akan saling bertengkar seperti dua orang yang saling bermusuhan dipertemukan dalam satu tempat....


... Ansel....


..."Teruslah berkelahi. Aku tidak akan menghentikan kalian" kata Ansel....


... ...


... Hoshie terlihat sudah melewati pintu gerbang dengan menggunakan kendaraan roda empat yang di kemudikan tanpa seorang driver pribadi....


... Sedangkan untuk Jeje dia melewati mereka bertiga mengambil jalan di belakang mereka di koridor kelas adik kelas mereka dengan tanpa ingin menyapa banyak orang cukup dengan dunia yang sedang dilalui olehnya sendiri....


... Melihat sekilas dari arah belakang mereka bertiga melihat sesuatu yang cukup janggal jika disebut sebagai halusinasi atau apapun itu yang tidak nyata terlihat oleh sepasang mata....


..."Aku melihatnya lagi" kata Jeje....


..."Mereka berdua berbeda dari apa yang terlihat" kata Jeje....


... Mengacu pada diri Gan yang berbeda dengan Ansel dan Nawa dari ciri-ciri fisik yang terlihat dari aura hitam dan putih yang sesekali terlihat tanpa bisa disangkal itu adalah sesuatu milik keduanya yang ingin menangkap aura yang milik Si Ketua Kelas tapi tidak bisa dengan perisai pelindung yang terlihat sangat kuat terbangun dari dalam diri seorang Gan....


... Jeje menabrak segerombolan anak-anak lain yang sedang berjalan beriringan dengan arah yang berlawanan....


... Menunduk sambil minta maaf kepada mereka....


..."Sorry" kata Jeje....


... Dia melewati mereka lalu lanjut menuju ke arah anak tangga yang mengarah ke kelas lagi....


... Berbicara kepada diri sendiri....


..."Tanpa sebuah masalah ataupun beban" kata Jeje....


..."Aku hanya terlalu berlebihan dalam menanggapi semua ini" kata Jeje. ...


..."Atau aku yang sedang terjebak dalam sebuah manipulasi" kata Jeje....


... Tanpa disadari disaat dia bertabrakan dengan sekelompok siswa lain Nawa melihatnya dan segera pergi menghentikan candaannya dengan Gan yang akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruang guru sendirian sedangkan untuk Ansel pergi ke ruang komputer diajak oleh Yellow yang baru saja dari kantin sekolah....


... Di anak tangga yang sama Nawa berhasil mengejar Jeje berjalan disebelah kanannya menyusul dengan cepat....


... Menyadari keberadaan dari Nawa....


..."Katakan saja" kata Jeje....


... Menebak....


..."'Sorry" kata Nawa....


..."Untuk?" tanya Jeje....


... Terdiam saling melihat satu sama lain....


... Menatap Nawa begitu juga sedang dilakukan lebih awal oleh teman sekolahnya ini....


..."Soal kemarin?" tanya balik Nawa....


..."Sebentar" kata Nawa lagi....


... Ponselnya menerima panggilan telepon dari seseorang lalu segera Jeje pergi meninggalkan Nawa yang sedang berbicara dengan orang lain dari dalam ponsel....


... Dia terlihat tidak berbalik ke arah Nawa dalam langkah mantap yang dia ambil tanpa ragu tanpa ingin berinteraksi lebih dengannya....


... Nawa melihat ini melihat sebuah luka yang terpendam didalam diri seseorang yang tidak bisa terbaca atau terlihat dengan mudah hanya pemiliknya yang merasakan rasa sakit yang sangat tersembunyi....


..."Aku takut jika dia akan jatuh dalam perasaan itu" kata Nawa....


..."Tapi, ku pikir semua perasaan itu sudah tak berarti apapun" kata Nawa....


..."Kenapa hatinya sekeras itu?" tanya Nawa....


... Dari dalam telepon....


..."Kau mendengar ku?" tanya Namir....


..."Ya" ucap Nawa....


..."Kita pergi setelah pulang kursus" kata Namir. ...


... Dia melewati anak tangga lalu melewati beberapa kelas dan kini melewati kelas Jeje yang terdapat didalam sana seorang yang tadi diajaknya bicara tampak bersikap biasa lebih memilih untuk menyandarkan wajahnya diatas meja menghadap ke arah luar kelas dengan kedua mata tertutup tidak tidur terlihat oleh Nawa yang semakin melewati dirinya pergi ke arah lain dengan tujuan yang belum berubah....


... Hoshie meneleponnya tidak membicarakan tentang Jeje melainkan topik pembicaraan yang berbeda baru saja dibicarakan oleh keduanya baru saja selesai....


... Di dalam kelas sudah tersebar kabar dari siswa kelas lain yang terpilih mendapatkan sebuah beasiswa dari sebuah perusahaan dan nama yang terdengar disebutkan oleh teman-temannya adalah Jeje....


..."Dia yang mendapatkan beasiswa itu" kata Nawa....


..."Ini sebuah kebetulan atau … " kata Nawa....


..."Bukannya aku meragukan kemampuannya tapi perusahaan itu adalah milik Kak Hoshie" kata Nawa....


... Melihat layar ponsel dan dia ragu untuk menelpon Hoshie untuk bertanya mengenai hal ini....


... Melihat nomor kontak Rumy....


..."Apa ada ruang di hatinya untuk ku?" tanya Nawa....


..."Atau ini hanya sebuah perasaan sesaat" kata Nawa lagi....


... Bel sekolah berbunyi sebagai tanda masuk kedalam kelas untuk seluruh siswa....


... Gan masuk kedalam kelas....

__ADS_1


... Disusul dengan Ansel yang mendekat ke arah Nawa yang juga duduk bersebelahan dengan tempat duduknya di kelas....


... Ceria....


... Memandang wajah Nawa....


..."Lihat aku. Apa aku sudah mirip dengan Po Sansa?" tanya Ansel....


... Datar....


... Dia yang sedang melihat lurus kedepan....


..."Hentikan itu" kata Nawa....


..."Tidak akan" ucap Ansel....


... Ekspresi Nawa yang terlihat mulai kesal....


..."Oke. Sorry" kata Ansel....


... Dia melihat aura milik seseorang yang terlihat kuat sebagai aura ingin melenyapkan siapapun di depannya sekarang....


... Melihat ke arah lain lurus ke arah depan kelas dengan guru mata pelajaran selanjutnya yang baru saja datang dengan buku-buku yang ada di tangan wanita berkacamata minus dengan baju dinas berwarna krem berlengan dan celana panjang serta berambut pendek....


... Pelajaran kembali dimulai....


... Ansel melihat Nawa yang kembali dalam mode normal tidak terlihat marah seperti sebelumnya....


..."Aku tidak bisa membaca isi pikiran dari orang ini" kata Ansel....


... ...


... Pukul sepuluh lebih sepuluh menit....


... Nora masih ditempat kerja dan tak ada yang aneh dari setiap gerak-gerik yang dia lakukan tapi tidak dengan suasana hatinya yang terlihat sedih tapi dia tetap berusaha untuk profesional dalam bekerja....


..."Kau sedang sakit?" tanya Jarrel....


... Cuek....


..."Tidak" jawab Nora....


..."Lalu kenapa dengan wajahmu?" tanya lagi Jarrel....


..."Tak ada apa-apa. Kau jangan khawatir" ucap Nora....


... Masih perhatian....


..."Serius" kata Jarrel....


... Berusaha membuat suasana tidak seperti ini....


... Merapikan alat mesin untuk memperbaiki mobil ke dalam tempat awal di sebuah kotak hitam....


... Pria berseragam bengkel berwarna biru gelap ini melihat waktu di jarum jam di dinding kamarnya di ruang depan bengkel tanpa pemiliknya itu....


..."Nanti siang kita ingin makan apa?" tanya Jarrel....


..."Orang akan salah paham" ucap Nora....


..."Dashie dan Ved terbiasa dengan ini" kata Jarrel....


... Menghela nafas pendek sambil melihat ke arah Jarrel....


... Gadis yang sedang berada didepan pekerjaan di mejanya ini....


..."Semua yang dikatakan oleh Dashie tentang mu semuanya benar apa adanya" kata Nora....


... Dia pergi ke arah tukang paket yang datang mengirimkan beberapa minuman yang baru saja dia pesan untuk para karyawan di bengkel Ved....


... Menunggu sebentar....


... Nora kembali....


..."Ini untukmu" kata Nora....


... Dia duduk kembali di meja tugasnya....


..."Thanks" kata Jarrel....


... Meminum minuman yang diberikan oleh Nora....


... Melihat ke arah gadis yang juga temannya sekarang....


..."Dia kenapa hari ini?" tanya Jarrel....


... Mulai curiga....


..."Apa jangan-jangan?" tanya Jarrel....


... Mode bicara didalam hati....


..."Dia putus dengan Kak Xie. Dia benar-benar luar biasa" kata Jarrel....


..."Mereka baik-baik saja tapi hubungan percintaan mereka terlihat ambigu" kata Jarrel....


... Dashie ada di depan tempat kerja tak sengaja melihat Jarrel dan Nora sedang mengobrol....


... Mendekat ke arah mereka....


... Bersandar kedua lengan dengan tangan menyilang dan menyandarkan dagunya di atas jemari tangan di pembatas dinding disebelah kanan bengkel....


..."Dimana Ved?" tanya Dashie....


... Menengok siapa yang mengajak mereka bicara....


... Direspon langsung oleh Jarrel....


..."Dia tidak bilang padamu?" tanya balik Jarrel....


... Benar-benar tidak tahu dengan ekspresi wajah polos....


..."Bilang apa?" tanya Dashie....


..."Kalian ini" kata Jarrel....


..."Dia sedang sibuk di kafe barunya. Kalau ada waktu luang datang bersama ku, kebetulan aku juga ingin kesana" kata Jarrel....


... Ekspresi cute untuk Nora....


..."Kakak Ipar. Bagaimana kabarmu?" tanya Dashie....


... Semangatnya bertambah sepuluh persen....


..."Kau bisa lihat aku sekarang" kata Nora....


... Ceria....


..."Ohhhh. Nice!" kata Dashie....


... Fokus ke arah lain seakan sedang mencari seseorang selain Dashie....


..."Dimana bodyguard-bodyguard mu?" tanya Nora....


..."Sejak kapan aku … " kata Dashie....


... Tersadar....


..."Ahhhh. Hoshie, dia tidak datang sepertinya dia sibuk" kata Dashie....


... Mulai menganalisa situasi yang tidak memungkinkan untuk mengajak seseorang untuk mengobrol lebih lama terlebih dia harus kembali bekerja....


... Senyum keramahan....


..."Aku balik kerja dulu" kata Dashie....


... Dia beranjak pergi masuk ke dalam tempat kerja sambil berpikir tentang hal yang menurutnya tidak sesuai dengan reaksi yang diterima olehnya ketika mengajak ngobrol seorang Nora....

__ADS_1


__ADS_2