Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 161: Keeper.


__ADS_3

...Chapter 161: Keeper....


..."Kau ingin tetap dekat dengan orang itu" kata Seymour....


..."Kau belum bisa menjawabnya?" tanya Seymour....


..."Percaya atau tidak. Dia bisa berubah kapanpun dia mau" kata Seymour....


..."Dia akan mendapatkan pengganti mu dengan mudah jika dia tidak berhasil mendapatkan mu" kata Seymour....


..."Camkanlah itu!" kata Seymour....


... Pukul sebelas malam....


... Seymour pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri setelah mengatakan apa yang harus ia katakan. Dari mana Seymour ataupun saling mengenal adalah dulu mereka berada dalam satu pendakian yang sama tapi beda komunitas yang pada saat itu gadis yang bernama Seymour itu berada dalam satu komunitas yang sama bersama dengan Hoshie....


... Didepan tempat tinggal Dashie....


... Semakin malam dan ia sudah tidak melihat Seymour dengan mobilnya melaju pergi dari jalan yang sama yang sedang ia pijaki....


..."Kenapa semua orang membencinya?" tanya Dashie....


..."Aku juga tak menganggap diriku spesial" kata Dashie....


... Yang jelas penjelasan dari Seymour membuat keraguan yang ia rasakan kepada Hoshie semakin bertambah tapi tidak harus mengatakan secara terus terang kepada Hoshie....


... Untuk diri sendiri....


..."Apakah aku harus memutuskan pertemanan dengannya segera?" tanya Dashie....


... Dari jendela kamar Nawa melihat Dashie baru saja bertemu dengan seseorang yang juga ia kenal sebelumnya sebagai kekasih dari Hoshie....


... Dia menutup lagi tirai putih bagian dalam tirai tebal berwana abu-abu....


... Dia dengan nada suaranya yang datar tapi rasa kesal itu yang terdengar dari lisannya....


..."Rasakan. Ini akibat ulahnya sendiri" kata Nawa....


..."Wanita itu juga tidak salah. Salahnya sendiri meninggalkan wanita yang benar-benar mencintainya dengan tulus" kata Nawa....


... Dashie melihat jendela kamar Nawa yang masih menyala lampu didalam sana lalu kembali untuk masuk kedalam gedung kos kosan akan kembali di kamarnya lagi....


... Nawa. ...


..."Dia jelas membicarakan itu disini agar aku tahu dan apa yang dikatakannya benar" kata Nawa....


... Masih kesal....


..."Terserah orang itu saja" kata Nawa....


... Waktu berjalan mundur satu jam yang lalu....


... Seorang gadis remaja sudah ada berdiri menunggu seseorang yang belum juga datang sejak lima belas menit yang lalu....


... Dia sudah menghubungi nomor ponsel Hoshie berulangkali tapi tidak diangkat....


... Mengirim pesa pun tidak dibaca apalagi dibalas oleh Hoshie....


... Mengumpat....


..."Dia belum berubah sama sekali" kata Soft....


... Sepuluh menit kemudian Hoshie datang diantar oleh bodyguardnya sendiri....


... Mesin mobil dimatikan lalu Hoshie turun dari kursi baris kedua dari mobil hitamnya itu....


... Terlihat oleh Hoshie....


... Seseorang sedang menunggu di sebuah tempat yang cukup ramai....


... Menghela nafas....


... Dia akan kabur dari seorang gadis yang sudah menunggunya cukup lama....


... Berjalan lebih cepat....


... Gadis itu mengejar Hoshie....


... Memegang pergelangan tangan sebelah kiri Hoshie....


..."Berhenti!" kata Soft....


..."Kau akan kabur lagi?!" kata Soft....


... Berhasil menghentikan Hoshie yang akan kabur....


... Hoshie tidak ingin melakukan obrolan sama sekali dengan gadis remaja ini....


... Soft menatap wajah Hoshie akan tetapi tidak dengan Hoshie yang terkesan sengaja menghindari pertemuan ini....


..."Tatap aku!" kata Soft....


..." …Kak Hoshie!" panggil Soft....


... Suaranya terdengar merendah tidak terdengar ada kemarahan sama sekali dari dalam diri Hoshie....


..."Kenapa?" tanya Hoshie....


... Dia akan mulai melihat sekitar mereka ketika mulai membicarakan hal yang cukup penting tentang sebuah masalah lalu dihentikan oleh Hoshie....


..."Stop!" kata Hoshie....


... Memberi saran....


..."Ini sangat berbahaya sekali. Jadi, lebih baik kau jangan terlalu ikut masuk dalam masalah ini" kata Hoshie....


..."Tapi" kata Soft....


... Dia mulai menyadari akan sesuatu....


..."Tunggu!" kata Soft....


..."Mungkinkah?" tanya Soft....


... Diam sebentar....


... Melihat ke arah lain di arah selatan sebuah bangunan dibelakang Hoshie....


... Kemudian, melanjutkan kalimat yang akan diucapkan lagi dari lisannya....


... Hoshie akan pergi lalu pergelangan tangan yang masih tertahan kuat oleh gadis remaja yang dulu satu sekolah dengan adiknya....


..."Kau sudah tahu itu adalah ulahnya?" tanya Soft....


... Dia tidak ingin melanjutkan apa yang sejak tadi ingin dibahas secara mendetail oleh Soft....


..."Aku harus bekerja" kata Hoshie....


..."Kak, sekali saja percaya padaku" kata Soft....


... Dia menyentuh kepala bagian atas Soft dengan lembut....


..."Kau gadis cerdas. Pulanglah, jadilah anak yang cerdas seperti dulu" kata Hoshie....


... Melepas tangannya dari atas kepala Soft....


... Tersenyum hangat seperti sedang bersama seorang adik kecil....


..."Ok?" tanya Hoshie....


..."Ini akan bertambah malam" kata Hoshie....


... Dia belum mendengarkan nasihat dari Hoshie....

__ADS_1


... Soft belum ingin pergi....


..."Apa kau belum pernah tahu siapa diriku?" tanya Hoshie....


..."Sudah, bukan?" tanya Hoshie lagi....


..."Aku Si penghancur hidup orang lain" kata Hoshie....


... Soft baru bisa menerima nasihat dari apa yang dikatakan oleh Hoshie yang juga sudah diketahui olehnya bagaimana ia pernah menghancurkan orang lain....


... Dia disana menunggu sampai gadis ini pergi mengendarai kendaraan roda empatnya sendiri....


... Dia mulai menyalakan mobil berwarna merah yang ia kendarai sendiri perlahan pergi meninggalkan halaman bangunan tempat bermain bilyard itu....


... Pria ini melihatnya sampai dia benar-benar pergi tak terlihat lagi oleh kedua matanya lalu pergi akan menuju anak tangga dengan gemerlap lampu menyala sejak beberapa jam lalu disana juga masih ada banyak para pengunjung yang datang beberapa orang dan secara rombongan akan memasuki tempat hiburan malam yang sama....


..."Dari keduanya, siapa yang bicara jujur?" tanya Hoshie....


..."Mereka memiliki banyak kemiripan" kata Hoshie....


... Sedangkan orang lain mengikuti kemana Soft pergi tanpa bisa dilihat oleh siapapun termasuk Hoshie....


... Dia ada disebelah kursi kemudi mobil yang dikendarai oleh gadis remaja ini....


... Menghitung waktu yang terus berputar di jam tangan di pergelangan tangan kiri dalam satu gerakan saja racun-racun itu siap untuk disebarkan di dalam mobil yang sedang berjalan itu....


..."Apa hari ini?" tanya orang tersebut....


..."Semua waktu sangat cocok untukmu" kata orang tersebut lagi....


..."Kau memang pantas mendapatkan ini" kata seseorang itu....


... Perjalanan menuju sebuah taman kota....


... Membutuhkan sepuluh menit untuk sampai disana jika tidak macet seperti malam ini....


... Memarkirkan mobil ditempat parkir taman....


... Mematikan mesin mobil lalu keluar dari dalam kemudi mobil....


... Dia dengan celana panjang dan kaos hitam panjang serta jaket jeans hitamnya itu....


... Suara pintu mobil ditutup dari luar oleh Soft....


... Pergi ke arah belakang mobil lalu membuka bagasi mobil untuk mengeluarkan papan skateboard dengan dominasi warna merah serta warna kuning dan hitam sebagai pemanis gambar di papan skateboard tersebut....


... Menutup pintu bagasi mobil....


... Suara mobil terkunci dari kunci mobil yang ditekan oleh remaja putri dengan papan skateboard di tangan kirinya itu....


... Dia datang sendirian tanpa siapapun bermain sendirian dengan papan panjang kayu yang ia mainkan di lintasan berbahan semen....


..."Dia bicara atau tidak sama saja" kata seseorang itu....


... Dia dan dirinya yang bersandar di kursi taman melihat Soft sedang bermain skateboard di antara para pemain yang lain yang juga sedang berlatih meningkatkan skill salah satu olahraga yang mereka mainkan....


... Stud sedang memperhatikan kekasihnya yang mungkin dianggap olehnya sebagai kekasihnya atau hanya sebagai salah satu bagian dari misi yang sedang ia kerjakan....


... Dia dengan racun ditangan siap menebar ke siapapun yang ia inginkan baik itu bangsa Blacwhe maupun bangsa Xoco....


... Stud berbaring diatas kursi taman....


... Bosan....


... Bangun, lalu bersandar lagi di kursi yang sama....


... Berbaring lagi dan akhirnya tertidur di sana....


... Waktu mundur lagi....


... Pukul sembilan kurang sepuluh menit....


... Memutar iklan lagi yang baru saja ia tonton....


... Rumy lewat lagi....


... Pergi ke dapur lagi....


... Beberapa menit terus balik lagi terus bawa mie instan lagi untuk diantar ke salah satu meja komputer....


... Balik lagi....


..."Kau sudah memutar iklan itu berapa kali?" tanya Rumy....


... Dia tetap fokus dengan iklan yang ia tonton berulang kali....


... Penasaran....


... Penasaran akan hal apa yang bisa membuat orang lain tidak bisa merasa bosan dengan apa yang dia lihat....


..."Apa yang membuat iklan ini menarik?" tanya Rumy....


..."Lihat akting keduanya, sungguh natural ditambah lagi dialog dan segala yang mendukung dalam pembuatan iklan ini. Itu semua terkesan sederhana tapi tetap bisa diterima oleh semua kalangan" kata Eir....


..."Kita tahu aktris dan aktor ini sedang naik daun tapi coba lihat, mereka semua melakukannya dengan profesional" kata Eir....


... Rumy....


..."Apa kau akan membeli produk ini?" tanya Rumy....


..."Kenapa tidak, aku akan membelinya sebagai suatu penghargaan atas usaha mereka melakukan promosi" kata Eir....


... Paket datang....


... Rumy melihat nama perusahaan yang tadi ia lihat di iklan yang baru saja diputar oleh Eir....


... Eir menerima paket membayarnya secara cash on delivery....


..."Ku kira hanya aku yang suka makan disini" kata Rumy....


... Eir datang dengan pesanan makanan pergi kembali ke meja yang sama dekat meja komputer tempat temannya menjaga warung internet didepan rumahnya sendiri....


... Dia duduk di kursi disebelah kiri Rumy....


..."Ini untukmu dan ini untukku" kata Eir....


... Rumy melihat temannya makan lagi....


... Memaksa....


..."Makanlah. Aku sengaja membeli dua porsi" kata Eir....


... Walaupun ia tidak tertarik tapi dia tidak bisa menolak makanan dari teman barunya ini....


... Dia bahkan memakan perlahan tiap gigitan makanan yang dia makan merasakan bagaimana setiap rasa ditiap bagian bisa menjadi rasa yang menyatu yang bisa masuk dilidah para konsumen....


... Rumy jadi ikutan cara makan seperti yang sedang dilakukan oleh Eir....


... Crunchy daging ayam terasa sangat crispy tapi tidak terlalu garing ditambah lagi selada juga bahan lainnya yang biasa ia lihat di toko-toko yang juga menjual makanan yang sama dengan apa yang ia makan....


... Rumy sedang menunggu penilaian tentang makanan yang sedang dia makan....


... Saat diam lagi....


... Memakan lagi hingga makanan ditangannya tinggal separuh....


... Berhenti sejenak untuk meminum minuman yang juga ia pesan dalam satu tempat yang sama dengan makanan yang belum habis ia makan....


..."Bagaimana menurut mu?" tanya Eir....


... Sambil memegang makanan yang sama dengan apa yang dimakan oleh temannya itu....


..."Not bad" jawab Rumy....

__ADS_1


..."Bagaimana menurut mu?" tanya Rumy....


... Senyum kepuasan....


..."Ini menyihir ku" kata Eir....


... Jeda waktu enam detik....


..."Oh ya. Kudengar disekolah mu ada siswa yang hilang lagi?" tanya Eir....


..."Beritanya sudah menyebar di sekolah mu?" tanya balik Rumy....


..."Ya. Bisa dikatakan begitu" kata Eir....


... Mengingat lagi kejadian yang telah lalu....


..."Seingatku juga sebelumnya ada berita seperti ini pernah terdengar disekolah mu" kata Eir....


..."Dan bahkan disiarkan di televisi" kata Eir....


... Dia menjawab singkat dan jelas....


..."Ya" kata Rumy....


... Waktu berjalan maju....


... Pukul sebelas malam lebih....


... Kembali di waktu Seymour sudah pergi dari depan tempat tinggal Dashie....


... Dia berbalik....


... Terkejut....


..."Kau masih disini?" tanya Dashie....


... Hoshie bergerak maju untuk keluar dari dalam jalan menuju anak tangga gedung....


... Saling melihat satu sama lain....


... Dia sedang menahan rasa kesal setelah melihat seseorang yang datang dengan berita tentang dirinya yang benar apa adanya....


... Dashie tidak jadi melangkah lagi masuk ke dalam kos kosan....


..."Kau membuatku takut" kata Dashie....


... Hoshie belum berhenti untuk mendorong Dashie dari langkahnya menjauh dan keluar dari dalam bagian gedung yang ia datangi....


... Berhenti tepat didepan sedikit berdiri disebelah kiri pintu masuk kos kosan....


... Kedua tangan di saku depan celana masing-masing, dia melihat ke bagian kanan bawah lalu menatap Dashie lagi....


..."Kau ingin bicara sesuatu?" tanya Dashie....


..."Kalau tidak, aku akan pergi" kata Dashie....


... Dia agak bergerak pergi meninggalkan Hoshie yang sedang marah....


... Hoshie tidak ingin Dashie pergi meninggalkan dirinya yang belum memulai pembicaraan dengan tangan sebelah kanannya memegang dengan cepat teman kuliahnya itu membuat gadis ini tidak jadi pergi....


... Membentak....


..."Dengarkan aku!" kata Hoshie....


... Dia yang sudah sering dibentak orang lain....


... Menatap kedua mata Hoshie....


..."Apa yang ingin kau katakan?" tanya Dashie....


... Dia berbicara dengan nada suara yang belum berubah....


..."Kau tidak merasakan semua itu" kata Hoshie....


... Dashie belum berkomentar....


..."Sungguh kau tidak menyadarinya?" tanya Hoshie....


... Membentak lagi....


..."Di sini!" kata Hoshie....


... Suasana hening dengan masih banyak orang disekitar dengan aktivitas mereka....


... Suaranya merendah terdengar....


..."Sekali saja" kata Hoshie....


... Dashie belum berkomentar juga....


... Dia yang sedang marah tapi tidak mengartikan sepenuhnya itu sebagai sebuah kemarahan....


... Suara rendah menekan....


..."Sekali saja" kata Hoshie....


... Membentak lagi....


..."Why?!" kata Hoshie....


... Dia tetap menatap kedua mata Hoshie dengan diusahakan tidak merasa ketakutan akibat bentakan dari pria didepannya sekarang....


... Suaranya yang tidak menekan lagi tapi terdengar mendorong jauh orang lain dari sisinya....


..."Aku tidak masalah dengan semua ini tapi … " kata Hoshie....


..."Sekali saja percaya padaku" kata Hoshie....


... Dashie terdiam tanpa sebuah ekspresi....


..."Entah berapa lama lagi aku menunggu tapi aku mohon jangan seperti ini" kata Hoshie....


... Dia kini terdengar sedang memohon kepada seseorang....


..."Jangan pergi. Dengarkan aku, jangan pergi" kata Hoshie....


... Kini giliran untuk Dashie bicara....


... Bernafas lembut terdengar helaan nafas pendek Dashie....


..."Kau mendengar semuanya?" tanya Dashie....


... Dia yang sedang menahan segalanya....


..."Ya" kata Hoshie....


... Dia yang terlihat lelah dengan apa yang sudah ia dengar tentang Hoshie....


..."Jika kau ingin aku melupakan semua kata-katanya maka aku akan lakukan itu" kata Dashie....


... Melihat ke arah lain ke atas langit disisi kanan sedikit lalu menatap wajah Dashie lagi....


... Suara menekan....


..."Seperti ini?" tanya Hoshie....


..."Jangan seperti ini. Ini jauh lebih membuatku takut" kata Hoshie....


... Dia datar suara tanpa emosi....


..."Bagaimana bisa?" tanya Dashie....


... Memejamkan mata sejenak lalu menatap mata Dashie lagi....

__ADS_1


..."Kamu ada disini" jawab Hoshie....


... ...


__ADS_2