
...Chapter 129: Butuh mengerti....
... Darah bercampur daging di setiap mata terlihat lebih lagi dengan seseorang dengan genggaman tangan masih dengan darah yang tersisa dari dalam genggaman tangan berjatuhan ke bawah lantai kamar didepan mata gadis remaja yang juga berlumuran darah milik makhluk yang hancur di depan matanya sendiri....
... Dia tidak memberi banyak kata dengan lisan terkunci wajah yang tidak banyak perubahan seperti yang biasa ia lihat terlihat dari wanita dengan banyak pertanyaan dari tindakan pertolongan yang ia berikan kepada Po....
... Sisa darah dari genggaman tangan dijatuhkan tanpa ragu bersamaan dengan gumpalan darah berbau busuk tidak tertahankan....
... Bibirnya gemetar sisa keberanian untuk memanggil seseorang yang baru saja menolongnya....
..."Kakak" Panggil Po....
... Darah darah dan remahan daging yang hancur tadi pergi terbawa oleh serpihan es yang mencair mengikat mengubahnya menjadi udara....
... Po melihat sendiri tangan Dashie yang berselimut serpihan es tajam....
... Pandangan wanita di depan gadis remaja ini berpindah ke seluruh bagian ruangan dan kini ia menghilang lenyap bersamaan dengan darah dan remahan daging dari makhluk yang tadi akan mengambil aura miliknya tanpa sebuah mantra....
... Menepuk wajahnya beberapa kali....
..."Aku masih hidup" kata Po....
... Dia bisa bergerak lagi seperti semula sebelum makhluk mengerikan itu datang menyerang tanpa belas kasihan memilih secara acak siapapun yang bisa menjadi target utama....
... Menelepon nomor ponsel kekasihnya....
... Melihat Nawa yang masih belajar terlihat dari dalam kamar Po....
... Di dalam meja belajar ponsel Nawa ada di sisi depan helm juga tas ransel hitam sekolah yang biasa dipakai setiap hari....
... Po menelepon....
..." … "...
... Dia hanya bisa menghela nafas dalam melihat dirinya yang hampir saja mati....
..."Disaat ini tak ada siapapun yang bisa disalahkan" kata Po....
... Kembali menelepon nomor ponsel pacarnya....
..." … "...
... Nawa enggan menerima telepon dari kekasihnya sendiri tetap disana tanpa berbalik melihat keluar. Dia tetap seperti ini tidak jauh berbeda dari yang terlihat selama menjadi kekasih dari gadis ini....
... Pagi yang cerah....
... Nawa terlihat dengan motor sportnya keluar dari dalam tempat parkir melewati pintu masuk sekaligus pintu masuk kos kosan....
... Nawa melihat Po....
... Po tidak seperti keceriaan yang biasa ditampilkan di depan pacarnya yang super dingin dan cuek ini....
... Jalanan gang yang mendadak ramai oleh pengguna jalan lain juga termasuk dengan Po. Dia menggunakan motor matic gaya klasik kuning dengan seragam sekolah yang lengkap celana panjang olahraga yang ia pakai....
... Tak ada sapaan teriakan yang ia dengar dari Po yang melewati dirinya menggunakan juga menuju arah yang sama menuju sekolah....
..."Ada apa dengan gadis itu?" tanya Nawa....
... Masih di depan pintu masuk tempat kos kosan....
... Juga tidak jauh berbeda dengan seorang yang disayang oleh orang yang ia kenal melintas melewati pintu yang sama tanpa menyapa seperti biasa keramahan yang selalu ada dalam diri Dashie....
... Dia lewat di sisi kiri Nawa yang mengantri dengan kendaraan didepannya saat ini....
..."Ada apa dengan orang-orang dipagi ini?" tanya Nawa....
... Dashie sendirian berjalan di sisi kiri beriringan dengan para pejalan kaki lain....
... Dia semakin menjauh dari pandangan Nawa lalu Nawa juga pergi menambah kecepatan kendaraan roda duanya itu menuju tempat yang sama dimana kekasihnya ini sudah lebih dahulu pergi....
... Hoshie yang sudah menunggu bus lebih awal di perhentian bus....
... Melihat jarum jam di tangan pria bermasker medis hitam berlapis tiga ini menjadi diri sendiri....
... Satu dan seterusnya banyak para siswi sekolah menengah datang juga disana berada ditempat yang sama....
... Dia malu ketika ia tahu hanya dia dan beberapa gadis remaja disana juga satu siswa laki-laki yang percaya diri dengan dirinya ada disana tanpa sebuah gangguan....
..."Apa aku terlalu pagi?" tanya Hoshie....
... Menyilangkan kedua tangannya ke bagian depan perut dengan tas selempang ditaruh didepan perut yang tertutup oleh kedua lengan yang menyilang....
... Dia melihat Dashie dengan setelan merah celana panjang diatas lutut dan bajunya dengan kerah style turtle berlengan pendek....
... Dia dengan jaket jeans hitam polos yang ia pakai....
... Hoshie mengambil waktu untuk pergi dari tempatnya semula jangan sampai Dashie melihatnya ada disana....
... Dia diantara para penumpang bus yang masih menunggu bus datang....
... Melihat kiri dan kanan berdatangan juga para penumpang bus lain yang berbeda lawan jenis....
... Hoshie sudah memilih tempat muncul di antara para pria yang baru datang juga sedang menunggu bus....
... Dashie menjaga jarak agak melipir lagi menjauh dengan para remaja putri yang berada dalam satu tempat perhentian bus....
... Mendekat Hoshie lebih awal sebelum para pria di sekitarnya berhasil berada dekat dengan para wanita di dekat Dashie dan juga Dashie....
..."Sayang. Maaf sudah membuatmu menunggu lama" tanya Hoshie....
..."Kamu siapa?" tanya Dashie....
... Orang-orang mulai bersembunyi menertawakan Hoshie....
... Dia agak heran dengan orang yang menyapanya didepan banyak orang yang sudah pasti itu seorang Hoshie yang masih menggunakan masker....
... Membuka masker....
..."Ini aku" kata Hoshie....
... Semua remaja putri disana langsung terpesona oleh pesona yang dimiliki oleh pria yang mengaku sebagai pacar Dashie....
..."Wahh. Kau sangat tampan" kata Dashie....
..."Tentu" kata Hoshie....
..."Tapi, dia lebih tampan!" kata Dashie....
__ADS_1
... Membuka pintu mobil bagian depan tapi ia teringat sesuatu yang sepertinya akan tertinggal disana sendirian....
... Membawa Hoshie yang tertinggal di tempat perhentian bus....
... Membuka pintu mobil bagian kursi belakang masuk kedalam mobil dengan Dashie lalu menyusul Hoshie....
... Kakak laki-lakinya datang untuk mengantarnya pergi ke tempat kerja....
... Dia berpikir kemarin mereka bertengkar dan saat ini cepat sekali berbaikan....
..."Kalian sudah berbaikan?" tanya Xie....
... Melihat ke arah luar sisi jendela mobil masing-masing....
... Keduanya tidak menjawab pertanyaan dari pria yang sedang menyetir mobil itu....
... Jarak lima puluh meter lalu mobil berhenti sebentar dengan mesin yang masih menyala untuk Xie yang keluar untuk membukakan pintu mobil sebelah kanan di sebelah persis kursi kemudi....
..."Sorry. Aku sudah membuatmu menunggu" kata Xie....
..."Tidak juga" kata Nora....
... Nora sudah masuk kedalam mobil lalu pintu mobil ditutup oleh Xie....
... Nora memakai sabuk pengaman lalu Xie masuk kedalam kursi kemudi memakai sabuk pengaman lagi....
... Perjalanan berlanjut....
... Suara ponsel terdengar menyenangkan dari dua orang di kursi belakang sedang bermain game di ponsel mereka masing-masing....
... Nora yang sedang merapikan make up blush on yang tipis ia usapkan tipis dibagian tulang pipi kanan dan kiri secara bergantian....
... Xie menyalakan musik di dalam mobil....
... Nora yang sudah selesai dengan aktivitas merapikan hasil riasan di wajah....
... ...
... Belum terjadi apapun selain dari aktivitas mereka masing-masing yang belum berubah....
... Melihat ke arah luar jendela mobil yang terbuka separuh....
..."Atau hanya aku yang merasakannya. Diriku sesak sulit untuk bernafas" kata Dashie....
..."Ini terasa aneh" kata Dashie....
... Dia mengirim pesan kepada Dashie....
..."Kau baik-baik saja?" tanya Hoshie....
... Di sekolah....
... Po datang lebih awal dari Nawa memarkirkan motornya di parkiran sekolah....
... Menaruh helm diatas motornya lalu langsung pergi untuk ke kelas....
... Dia dengan dirinya yang tidak biasa....
... Nawa datang menyusul kemudian menyalakan klakson motornya kepada Po. ...
... Po tidak memedulikan siapa yang baru saja menyapanya dengan bunyi klakson dari motor yang ia gunakan....
... Nawa tiba di salah satu ruang bagian untuk motornya harus segera di parkirkan bersama kendaraan roda dua milik siswa yang lain....
... Mesin motor dimatikan oleh Nawa setelah itu melepas helm dengan cepat menaruhnya di atas motor yang sudah di parkirkan di sebelah motor siswa lain....
... Mengejar Po....
... Memanggil nama kekasihnya....
..."Po!" panggil Nawa....
... Dia tidak berbalik melihat siapa yang baru saja memanggilnya....
... Sekali lagi memanggil nama kekasihnya yang belum menoleh setelah dipanggil olehnya....
..."Sayang!" panggil Nawa....
... Mengejar lagi....
..."Po!" kata Nawa....
..."Po Sansa!" panggil Nawa....
... Dia belum juga berbalik berhenti dalam langkahnya menuju kelas....
... Berjalan Nawa dibelakang gadis yang merupakan kekasihnya dan siswa siswa lain melihat ini. Tapi, Nawa bersikap seperti biasa dingin cuek agar orang-orang tidak terlalu menyimpulkan bahwa mereka sedang bertengkar....
... Kepada diri sendiri....
..."Apakah aku harus mengikutinya?" tanya Nawa....
... Mencari pembenaran untuk diri sendiri....
..."Tidak. Ini hanya karena aku ada dalam kelas yang sama" kata Nawa....
... Sedikit sadar....
..."Apa mungkin karena semalam aku tidak mengangkat teleponnya?" tanya Nawa....
..."Dia kan sudah tahu kalau aku sedang belajar" kata Nawa....
... Po berubah menjadi sedikit menyerupai sifat dari kekasihnya sendiri....
... Mereka melewati adik-adik kelas mereka yang terdengar sedang meneriaki nama Nawa yang mereka lihat berjalan di bagian sisi tepi lapangan sekolah....
... Teriakan itu makin terdengar tapi keduanya kompak tidak menjawab atau merespon balik setiap sapaan yang diterima bukankah bisa memberikan kesan bahwa mereka memang pasangan serasi....
... Masuk ke area kelas yang berjajar menuju arah tangga menuju ke kelas mereka....
..."Dia akan tetap mengabaikanku?" tanya Nawa....
... Tidak mendapatkan respon kekasihnya yang berjalan terus menuju area anak tangga....
... Po yang masih memikirkan kejadian yang terjadi tadi malam menjadi tidak peduli dengan sekitar. ...
..."Dia tidak mungkin percaya jika aku bercerita tentang masalahku" kata Po....
__ADS_1
... Nawa dengan kedua jemari tangan di setiap sisi dimasukan kedalam saku celana biru gelap seragam sekolah yang ia pakai terus membaca isi pikiran kekasihnya yang tidak seperti biasa jauh lebih cuek memberikan setiap balasan sikap yang ia berikan....
... Penasaran....
..."Mengapa ia terus mengabaikan ku?" tanya Nawa....
..."Apa aku sudah berubah jadi jelek?" tanya Nawa....
... Berhenti sejenak untuk bercermin di kaca jendela sisi salah satu kelas....
..."Tidak juga. Masih tampan" kata Nawa....
... Kembali berjalan mengejar Po yang sudah jauh enam langkah darinya sedang mulai menaiki anak tangga....
... Melewati anak tangga gadis di depannya lalu ia juga melakukan hal yang sama....
... Nawa tidak tahu begini rasanya jika dicuekin oleh orang lain....
..."Ini sesuatu yang baru bagiku" kata Nawa....
..."Dia tidak terlihat sedang marah padaku tapi apa yang sebenarnya terjadi hingga dia masih mengabaikanku" kata Nawa....
... Po yang berhenti sejenak lalu melihat kekasihnya ada berjalan di belakangnya lalu menarik dengan cepat agar Nawa berada disisinya sekarang tapi itu dibatalkan tidak jadi ia lakukan....
... Dia tetap dengan dunianya sendiri ingin ini dan itu....
... Beberapa kelas sudah mereka lewati....
... Po masuk kedalam kelasnya sendiri lalu di belakang gadis ini datang Nawa yang duduk di sebelah kiri yang merupakan kursi yang biasa ia tempati....
..."Apa aku sangat terlambat?" tanya Nawa....
..."Dia membuatku salah tingkah" kata Nawa....
... Melirik ke arah pacarnya yang belum menanggapinya sama sekali sejak pertama bertemu di parkiran sekolah hingga kini ada berada di dalam kelas yang sama tetap saja respon ini yang diterima oleh remaja laki-laki itu....
... Po Sansa...
... Dia masih dalam kondisi mengantuk tapi ia sudah dipaksa secara otomatis jika mengingat lagi kejadian tadi malam....
... Isi pikirannya yang tidak bisa menolak rasa takut yang terus menyerang menguasai alam pikiran gadis remaja ini....
..."Apakah ini akan cepat usai?" tanya Po....
..."Hantu itu" kata Po....
... Dengan kenyataan yang ia lihat sendiri....
..."Hantu itu berbeda dari hantu yang kulihat sebelumnya" kata Po....
..."Bagaimana bisa hantu itu hancur didepan mataku?" tanya Po....
... Jam masuk sekolah masih tiga puluh menit lagi kelas sudah mulai berdatangan para siswa yang juga siswa siswi lain yang terdengar di luar kelas termasuk siswa kelas lain....
... Yellow datang dengan mango float disiapkan sengaja dari rumah untuk kedua sahabatnya....
... Kelas menjadi ramai....
..."Sayang. Coba ini!" kata Yellow....
... Dia menyuapi sahabatnya dengan cake yang ia bawa dalam sebuah kotak makan putih polos dengan tutup berwarna Cherry....
... Siap untuk memberi suapan pertama kepada Po....
..."Aaaaa" kata Yellow....
... Po Sansa menerima suapan dari Yellow tanpa sebuah paksaan ia menerima suapan dari sahabatnya itu lalu perempuan dengan jepit rambut berbentuk pineapple lurus panjang ini melirik ke arah Nawa yang sedang membaca buku komik....
... Dia menjadi galak tanpa sebuah alasan tidak ingin diganggu oleh orang lain....
..."Jangan melihatku" kata Nawa....
... Membela diri....
..."Kenapa kau jadi marah. Aku tidak berbuat jahat padamu" kata Yellow....
... ...
... Dia dengan menggerutu akibat dari sikap yang diperlihatkan oleh Nawa....
..."Ada apa dengan orang ini?" tanya Yellow....
... Nawa mendengar apa yang dikatakan oleh Yellow tapi apakah ia akan meladeni sahabat dari kekasihnya itu....
... Dia dan isi pikiran yang sudah rumit bertambah lagi kerumitan sikap Po yang sulit dipahami....
..."Tidak penting berkelahi dengan seorang wanita" kata Nawa....
... Kembali kepada Po sahabatnya yang tercinta....
... Memberi suapan mango float lagi kepada Po dengan patuh remaja putri ini menerima kebaikan dari Yellow....
..."Putri siapa ini bisa sepatuh ini" kata Yellow....
... Melirik ke arah Nawa lagi....
... Tidak mendapat respon dari Nawa....
... Datang Jeje ikut bergabung dengan mereka dalam satu meja yang sama masih dengan tas ransel hitam transparan yang ia pakai....
..."Aku juga mau?" pinta Jeje....
... Yellow memberikan kotak lain yang merupakan bagian yang disiapkan untuknya dari rumah....
... Membuka kotak yang sama bentuk dan warnanya seperti yang diberikan kepada Po....
... Jeje juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dilihat oleh Yellow tentang kondisi sahabatnya itu yang menjadi sangat patuh tanpa sebuah emosi....
... Melirik ke arah Nawa....
... Nawa yang sedang mulai tidak fokus dengan komik yang sedang dibaca berbicara dengan diri sendiri....
..."Apa lagi?" tanya Nawa....
..."Aku saja belum bisa mengerti tentang situasi ini" kata Nawa....
... ...
__ADS_1
... ...