
...Chapter 52: Siapa orang itu?....
... Orang orang disana datang dan pergi tidak dengan Dashie yang siaga belum bisa mengistirahatkan mata sedangkan untuk Hoshie ada tertidur di meja dengan wajah bersandar di lengan siku tangan kanan menjadi patuh....
... Berbicara dengan nada pelan....
..."Biarkan aku saja" kata Deby....
..."Tidak, aku ingin membantumu" kata Dashie....
... Membereskan piring piring yang ada diatas meja para pengunjung kedai yang sudah pergi setelah selesai makan....
... Dashie mengelap meja dengan sebuah kain sedangkan Deby sudah dengan piring diatas nampan yang berukuran sedang membawa piring piring dari meja yang sedang di lap oleh Dashie....
..."Dia tidak bisa diam" kata Deby....
..."Apa ini alasan Hoshie selalu menempel padanya" kata Deby....
... Menyindir terus terang....
..."Apa kau iri pada temanmu sendiri?" tanya Nix....
..."Siapa yang tidak iri jika memilki pria setampan Hoshie" kata Deby....
..."Kau sedang melantur sudah lanjutkan pekerjaan kita" kata Nix....
... Hoshie yang tertidur dua jam yang lalu dan terbangun empat menit yang lalu masih menutup mata dengan kedua telinga mendengar segala aktivitas yang ada tajam menerima isi obrolan tentang masalah sosial yang baru saja timbul di menit menit yang lalu tentang gadis yang dilihatnya sekarang dengan membuka mata terlihat sedang merapikan beberapa meja makan bersama karyawan kedai yang lain selain Deby dan Nix....
... Disaat Dashie berbalik melihatnya langsung menutup mata lagi menghindar agar tidak diketahui kalau dia sudah terbangun....
... Hatinya berbicara tentang Dashie....
..."Kapan dia akan selesai dengan semua itu?" tanya Hoshie....
... ...
... Menunggu....
... Air mengalir dari tempat mencuci tangan yang tersedia di dalam kedai kedua tangan Dashie dibasuh dengan air yang mengalir keran dari dalamnya busa sabun luruh pergi ikut mengalir terbawa air membersihkan kedua tangan lalu mengambil tisu yang ia bawa dari dalam tasnya sendiri mengambil beberapa mengeringkan telapak tangan kemudian duduk ditempatnya semula di meja yang sama ada Hoshie sedang tertidur menurut Dashie....
... Sadar akan kehadiran seseorang dan ia tahu siapa yang ada datang....
... Mengambil dua lembar tisu dari dalam tasnya lagi lalu mengusap keringat yang ada di bagian dahi dan pelipis sebelah kiri Hoshie....
..."Kau berkelahi dengan siapa lagi" kata Dashie....
... Di pelipis sebelah kiri Hoshie terdapat luka seperti goresan akibat dipukul seseorang dan membiarkan luka goresan goresan lebam membiru....
..."Apa dia akan seperti ini terus?" tanya Dashie....
... Menerima perhatian tindakan empati dari Dashie kemudian Hoshie terbangun lalu Dashie tidak melanjutkan membersihkan darah yang ada di pelipis kepala orang yang baru tebangun dari tidur pulasnya itu....
..."Sudah pukul berapa?" tanya Hoshie....
... Layar ponselnya dinyalakan ditunjukan pukul berapa sekarang....
... Agak condong kepalanya kepada layar ponsel Dashie....
..."Sudah pukul tiga pagi" kata Hoshie....
... Ada Jarrel yang tiba tiba datang sendiri agak kaget dengan adanya Dashie dan Hoshie disana lalu datang ikut bergabung dengan mereka....
... Berbicara kepada Nix....
..."Nix, aku pesan biasa" kata Jarrel....
... Mengambil tisu milik Dashie yang ada dimeja....
..."Aku sengaja mengganggu kalian, sorry" kata Jarrel....
... Tidak merasa terganggu oleh kedatangan Jarrel lalu mengambil kacang panggang diatas meja yang ada didalam piring....
... Hoshie sedang makan kacang panggang mengupas kulit kacang berlanjut....
... Memberikan kacang yang sudah dikupas kulitnya untuk orang yang ada disebelah kiri Jarrel....
..."Untukmu" kata Hoshie....
... Menerima dengan tangan kanan....
..."Terima kasih" kata Dashie....
... Mengambil kesempatannya untuk bicara....
..."Sudahlah berhenti memamerkan semua itu padaku, aku sudah paham" kata Jarrel....
..."Kau ingin aku kupaskan kacang?" tanya Dashie....
... Menolak....
..."Tidak, jangan sampai orang ini marah hanya karena kacang panggang" kata Jarrel....
..."Kau sendiri saja, dimana yang lain?" tanya Dashie....
..."Yang lain" kata Jarrel....
... Menerima pesanan yang sudah dibuat oleh Nix diatas meja dengan kepulan uap hangat makanan....
..."Hmmmm, mereka sedang bermain game" kata Jarrel....
..."Oh" kata Hoshie....
... Sengaja berkata didepan Hoshie tentang orang lain....
__ADS_1
..."Ten juga belum pulang" kata Jarrel....
..."Dia juga mencarimu" kata Jarrel....
... Melirik Hoshie yang agak sedikit berubah lebih sikapnya ketika membicarakan mantan kekasih Dashie itu yang kapan saja bisa mendapatkan hati Dashie kembali....
... Tidak peduli dengan respon yang diberikan oleh temannya itu....
..."Oh ya, ini untukmu" kata Jarrel....
..."Terima kasih" kata Dashie....
... Perhatian seperti biasanya kepada sahabatnya itu....
..."Ada apa dengan wajahmu, kau terlihat pucat" kata Jarrel....
..."Aku tidak apa apa" jawab Dashie....
... Dia merasa tidak terlindungi merasa mulai rasa perhatiannya lebih kepada orang lain tidak kepadanya yang lebih awal datang ketimbang orang lain yang dikatakan sebagai sahabat itu harus menerima fakta ini membuatnya menjadi sedikit crazy menerima semua mengalir dan dia tidak mau hal ini terus berlanjut....
..."Kau juga suka makan puding kan" kata Dashie....
... Jarrel tertawa melihat ekspresi wajah Hoshie yang seperti anak kecil yang tidak mau kehilangan mainannya....
... Satu potong puding susu diberikan oleh Dashie dengan garpu kecil untuk Hoshie....
..."Kau tidak mau?" tanya Dashie....
... Menerima satu potong puding dari Dashie....
..."Kau terlalu menyayangi gadis ini, bagaimana jika dia diambil orang?" tanya Jarrel....
..."Jangan bercanda" kata Hoshie....
... Tidak mau kehilangan....
..."Dia masih ada didepan ku" kata Hoshie....
... Sengaja menakut nakuti temannya itu....
..."Dia akan pergi" kata Jarrel....
..."Tidak!" kata Hoshie....
... Tidak peduli dengan jawaban dari Hoshie yang tidak ingin dan tidak mungkin kehilangan sahabat perempuannya itu Jarrel tetap dengan pendiriannya santai lanjut menghabiskan nasi goreng....
... Lain halnya dengan Hoshie yang merasa selalu kedatangan dari Jarrel selalu membawa kenyataan yang bisa saja terjadi dengan semua kata kata jujurnya yang meyakinkan setiap didengar tapi jiwa manusianya hadir bila semua bisa saja tidak terjadi dengan keyakinan ini dia mulai tenang kembali....
... Hoshie memakai lagi jaket yang tadi dilepas olehnya lalu jatuh sebuah botol obat dibawah kaki Dashie....
... Dashie langsung mengambil botol tersebut....
..."Apa kau sakit?" tanya Dashie....
..."Ini hanya obat tidur" jawab Hoshie....
... Jarrel yang ada disana melihat nama obat yang ada didalam botol yang dipegang oleh Hoshie....
..."Itu hanya sebuah obat tidur" kata Jarrel....
..."Ya, jangan berpikir aneh aneh" kata Hoshie....
... Dari jauh masih ada disana pria asing yang datang menemui Dashie memantau tidak juga pergi bersama orang lain yang juga sedang memantau seseorang ada didalam satu mobil yang sama dengan kemudi mobil ada ditangan wanita itu tidak asing untuk mereka yang ada di dalam kedai itu jika saja keluar dari kendaraan yang sedang ada dalam kendali setelah tugasnya mencari rekan kerjanya berhasil ditemukan dan pria ini menghubunginya setelah makan malamnya selesai....
..."Kau diselamatkan oleh gadis itu" kata gadis itu....
..."Ya" jawab pria itu....
..."Namanya adalah Dashie" kata gadis tersebut....
..."Darimana kau tahu?" tanya pria itu....
..."Dia teman sekolahku" jawab gadis itu ...
..."Nora, apa lagi yang tidak ku ketahui tentang mu?" tanya pria tersebut....
..."Bagaimana dengan dirimu, Hot?" tanya Nora....
... Kopi hangat sudah yang kedua cup yang sekarang di konsumsi oleh Nora....
... Daftar daftar nama yang sudah diselesaikan misinya dengan target foto foto yang ada di layar tiap slide dilihat oleh Hot....
... Di dalam tablet itu juga tentu terdapat potret Hoshie yang belum berhasil diselesaikan dari antrian targetnya yang lain yang juga menunggu....
... Tidak percaya dengan begitu banyak dari bangsa Blacwhe yang sudah di bersekan juga target target yang akan menyusul itu....
..."Aku tidak ingin menjadi pacarmu" kata Hot....
... Nora tertawa tidak keras terdengar....
..."Hahahaha"...
... Tapi rasa yang terdengar menakutkan untuk Hot yang mau tidak mau harus percaya dengan tugas yang diambil olehnya tak jauh berbeda dengan dirinya....
..."Aku sangat mencintai pacarku" kata Nora....
..."Pria super cuek itu memang tipemu" kata Hot....
..."Dia idaman semua wanita" kata Nora....
..."Cinta memang buta" kata Hot....
... Menutupi semua tentang kisah asmaranya yang tidak sehangat terlihat seperti kisah asmara antara Dashie dan Hoshie yang bisa ditebak bukanlah sepasang kekasih sesungguhnya hanya menjalani kisah pura pura mereka tapi mereka sangat nyata....
__ADS_1
..."Tumben sekali kau banyak bicara, apa kau sedang kesepian?" tanya Hot....
..."Tidak juga" jawab Nora....
... Rekan kerjanya hanya asal bicara saja tapi pertanyaan itu membuat dirinya menyadari bahwa yang dikatakannya benar adanya....
... Perhatian yang diberikan oleh pacarnya tidak seperti apa yang diceritakan malahan sebaliknya jauh lebih tidak ada kemajuan sama sekali tapi bukan berarti dia ingin lebih cepat menyingkat waktu asmara mereka....
... Layar ponselnya dilihatnya kembali dan orang yang disebutnya sebagai pacar tak menghubungi atau mengirim pesannya sama sekali jika tidak diawali olehnya sendiri....
..."Aku juga ingin kau bertanya padaku" kata Nora....
..."Bertanya, kau sudah makan" kata Nora....
..."Aku juga ingin mendapatkan ucapan selamat malam darimu" kata Nora....
... Layarnya bersih lebih banyak menerima semua kisah sedih diatas sedangkan orang itu masih bisa menghubungi orang lain....
..."Kakak masih lembur?" tanya Dashie....
..."Hello, adikku yang manis" kata Xie....
... Berbagi kabar lebih sering perhatiannya diberikan kepada adiknya tirinya sendiri ketimbang dengan pacarnya sendiri....
..."Bagaimana kabarmu dengan Nora?" tanya Dashie....
... Ponselnya tiba tiba mati dan tidak bisa dihubungi lagi nomor kontak kakak tirinya itu melaui ponselnya lalu satu pesan diterima oleh Dashie dari Xie....
..."Sorry, nanti kita lanjut lagi. Kakak harus kerja lagi" kata Xie....
... Menatap kesekitar yang semua memperhatikan wajah gadis ini dengan sedikit kecurigaan....
..."Berhenti berpikir yang aneh aneh" kata Dashie....
... Keduanya geleng geleng kepala memberi isyarat ketidaktahuan mereka memang tidak pura-pura....
... Nora mendengar suara yang dibilangnya sebagai pacar idamannya itu sedang berbicara dengan orang lain lewat sebuah panggilan telepon dengan seorang wanita....
... ...
... Tertunduk sedikit kearah bawah menahan rasa sedih itu lalu kembali melihat orang orang yang ada didalam kedai sedang berlanjut berbincang tanpa sebuah beban....
..."Aku tidak ingin secepat ini melepasnya" kata Nora....
..."Aku tidak tahu kenapa aku sangat menyukainya" kata Nora lagi....
... Ponselnya dalam mode hening berbeda dengan Xie yang sedang melihat bingkai foto mereka yang terpajang di meja kerja menyadari segala awal asmara yang dijalani olehnya bersama dengan Nora memberi rasa sedih yang tidak terlihat namun terasa dalam menyakitkan lalu bingkai foto itu ditaruh lagi di meja kerjanya semula. Semua pekerjaan sudah diselesaikan sejak pukul sembilan malam tadi yang dilakukan sekarang adalah bersandar di kursi kerja di rumahnya sendiri sendirian didalam kamar lalu berbalik kursinya bangun dari sana pergi untuk berbaring ditempat tidur mengambil satu buah buku komik yang ada di sisi kiri tempat tidur tersedia terpajang di antara banyak koleksi buku dan komik dalam satu rak lemari....
..."Kau memesan kopi saja dilihat dari kondisimu pasti kau belum makan" kata Hot....
..."Tidak perlu mengurus ku" kata Nora....
..."Ya ampun segalak itu. Aku hanya sedikit ingin perhatian" kata Hot....
... Dashie sedang membayangkan wajah kakaknya yang lebih cuek ketika sudah bersama dengan pacar pacarnya yang dahulu dan sekarang sedang menjalin kisah asmara bersama teman sekolahnya itu perasaan sedih sudah pasti akan didapat oleh Nora sudah diketahui oleh Dashie tanpa harus temannya itu bercerita karena ini sudah biasa dilihatnya dari tentang kisah asmara Xie sebelum sebelumnya....
... Hal ini menjadi salah satu hal yang dipikirkan oleh Dashie karakter ceria yang selalu diusahakan olehnya dari setiap sikap yang terlihat ketika bersama dengan orang lain....
..."Aku tidak tahu kenapa sikapnya tidak berubah sejak dulu seperti itu" kata Dashie....
... Karakter yang dikenalnya sejak kecil yang cenderung sangat pendiam dan tak memberi banyak simpati dan empati kepada orang lain selain untuk keluarga....
... Dashie tersadar dari lamunan yang berjalan dalam lima belas detik barusan oleh luka luka yang ada di pelipis Hoshie segera mengambil dua plester yang ada didalam tasnya....
..."Sebentar" kata Dashie....
... Melepas plastik perekat plester lalu menempelkannya di pelipis Hoshie....
... Jarrel melihat perhatian Dashie lagi untuk kesekian kalinya....
..."Satu lagi" kata Dashie....
... Hoshie menurut saja dengan perlakuan perhatian ini membuatnya senang menyentuh lukanya yang dibalut dengan plester oleh Dashie....
... Tidak iseng jika itu bukan seorang Jarrel....
..."Kau sengaja agar sahabat ku perhatian padamu kan" kata Jarrel....
..."Ya" jawab Hoshie....
... Jarrel juga tidak lupa dengan siapa pemuda yang diajaknya bicara dengan siapa orang yang telah membuat seseorang tersakiti baik psikis atau fisik. Dia tidak lupa kisah tersembunyi ini tersimpan sementara dari sisi lain seorang Hoshie....
... Meski itu bukanlah Jarrel yang menyukai gadis itu, mungkinkah orang itu juga tidak akan bersikap sama tidak bisa dibayangkan bagaimana seorang Hoshie begitu tega menyiksa seseorang yang dikatakan adalah orang terdekatnya sendiri....
..."Dia bahkan tidak merasa bersalah" kata Jarrel....
..."Apakah dia juga selanjutnya?" tanya Jarrel....
..."Seperti korbannya yang lain" kata Jarrel....
... Deby menyadarkan Jarrel yang sedang melamun sedangkan yang lain sedang mengobrol....
..."Kau kenapa?" tanya Deby....
..."Ya, kau kenapa? tanya Dashie kemudian....
... Jarrel sering terlihat melamun setelah Callie pergi dan itu disadari oleh Dashie yang juga tidak mendapatkan kabar darinya beberapa hari saja sudah membuatnya cemas tentang keadaannya apakah benar benar sedang baik baik saja....
... Menepuk bahu belakang Jarrel sebelah kiri memberikan senyum motivasi kepadanya yang diketahui sedang merindukan seseorang. Jarrel membalas senyum kepedulian dari sahabatnya, Dashie....
..."Sudahlah, kau membuatku terharu" kata Jarrel....
..."Semua akan baik baik saja" kata Dashie....
__ADS_1
... ...
... ...