
...Chapter 143: Milik Pacarku....
..."Kau berpura-pura tetap tenang setelah semua peristiwa itu?" tanya Seymour....
... Hoshie belum menjawab pertanyaan dari mantan kekasihnya itu....
... Dia merapikan jaket miliknya yang dipakaikan kepada wanita di depannya sekarang....
... Menatap mata Hoshie dengan ketulusan....
... Mata Hoshie yang juga menatap mantan kekasihnya itu....
..."Jawab aku" kata Seymour....
..."Hah" kata Seymour....
..."Kau terlalu baik untukku" kata Hoshie....
... Dia meraih kedua tangan Hoshie....
..."Katakan jika kau sedang sedih. Katakan jika kau ingin menangis, jangan seperti ini" kata Seymour....
... Dia dengan mata yang menahan tangis dari rasa khawatirnya terhadap Hoshie....
..."Kenapa?" tanya Seymour....
..."Apa aku salah bicara?" tanya Seymour....
... Dia dengan sifatnya yang kini hadir kembali....
..."Tidak. Kau selalu yang terbaik untukku" kata Hoshie....
... Tak ada banyak kata lagi yang dikatakan oleh Seymour kepada Hoshie tentang rencana apapun ataupun hak yang mulai terbaca oleh mantan kekasihnya ini yang bisa Hoshie lakukan diluar dari yang bisa diketahui....
... Hoshie terbangun dari tidurnya masih berada diruangan yang sama terakhir kali ia mengobrol dengan Pax dan Ren tadi malam....
... Lima belas menit kemudian....
... Dia wajahnya di cermin kamar mandi....
..."Tak ada yang berubah dari diriku" kata Hoshie....
..."Dia selalu mencemaskanku" kata Hoshie....
... Hoshie dengan pandangan kabur berusaha bertahan agar tidak terjatuh di depan wastafel kamar mandinya sendiri....
... Dia memegang bagian dari dinding dekat wastafel di depannya kuat dengan tangan itu....
... Cincin dengan bentuk naga berwarna silver masih ia kenakan terlihat bersama menutup sebagian kecil saraf di jari telunjuknya itu....
... Kepada diri sendiri....
..."Ada apa dengan tubuhku lagi?" tanya Hoshie....
..."Kenapa sesakit ini?" tanya Hoshie....
... Rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan kini hadir kembali sebagai akibat yang sudah jelas itu karena ia sudah lama tidak mengambil aura milik manusia....
... Meski ia menahan segalanya tetap saja rasa sakit itu tetap ada tidak pernah pergi meski ia ingin tapi itu adalah aturan yang harus ia terima....
... Dia melihat cermin melihat dirinya masih dengan tawa tersenyum menertawakan diri sendiri yang hampir gila....
... Menyemangati diri sendiri....
..."Apa kau selemah itu?!" kata Hoshie....
... Dia berusaha bangkit dari rasa sakit yang ia derita keluar dari tempat itu dalam keadaan yang jelas tidak baik-baik saja....
... Sulit untuk berjalan ia terlihat sambil menyentuh tiap-tiap bagian dinding ruangan untuk mencapai tempat yang ia butuhkan untuk mengistirahatkan tubuh....
... Dia berhasil duduk di kursi panjang di ruangan tersebut....
... Menutup kedua mata menahan rasa sakit dari dalam tubuh yang belum berhenti menyiksa setiap bagian saraf tubuhnya itu....
... Semua terasa panas tapi ia juga merasakan dingin yang luar biasa....
... Melihat pukul berapa sekarang ia baru saja bangun dari tidur....
..."Masih setengah tujuh pagi. Aku belum terlambat" kata Hoshie....
... Dia bersandar di sofa tersebut melihat ke arah langit kamar dengan pandangan yang mulai bertambah kabur lagi sulit untuk melihat lebih fokus....
... Pria dengan kemeja pendek hijau toska dengan kalung silver melingkar di leher serta celana berbahan kain bergaya casual berpadu dengan jaket abu-abu mengkilap....
... Melihat beberapa sepatu di rak yang berada dekat dengan pintu masuk ruangan di bagian sebelah kiri ia sekarang ia duduk menghadap di lemari yang berisi banyak sepatu....
... Dia bangun menuju ke rak sepatu yang berjarak sekitar enam langkah dari posisi dirinya ada duduk barusan di atas sofa hitam....
... Mengambil sepatu tanpa memilih lagi tidak ada waktu untuk itu....
... Ia mengambil sepasang sepatu sport yang bisa digunakan untuk bermain bola basket dan sekaligus untuk lifestyle....
... Duduk kembali di tempat duduknya semula....
... Memakai kaos kaki motif catur satu persatu dimulai dari sebelah kanan....
... Selesai....
... Lalu melanjutkan memakai kaos kaki sebelah kaki kirinya....
... Lanjut memakai sepatu dari sebelah kanan lalu seterusnya....
... Dia mengambil nafas sejenak lalu bersandar pada sofa yang ia duduki lagi....
..."Ini bukan saatnya untuk bersantai" kata Hoshie....
... Dia pergi dari ruangan itu menghilang pergi ke suatu tempat....
... Dia sudah tiba di atas rooftop sebuah bangunan sekolah yang berseberangan dengan sekolah Nawa....
... Hoshie melihat Nawa yang sedang membaca sebuah buku komik....
... Dia membuka permen lolipop rasa yogurt yang ia ambil dari dalam saku jaket abu-abunya itu....
... Menghubungi nomor ponsel Nawa....
..."Aku akan mengganggumu" kata Hoshie....
... Membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit untuk mereka berdua mendiskusikan sesuatu dimulai pukul enam lebih tiga puluh empat menit....
... Obrolan mereka berdua selesai....
... Hoshie pergi dari rooftop gedung sekolah di gedung seberang gedung sekolah yang Nawa tempati....
... Kurang lima belas menit lagi jam pelajaran pertama di sekolah dimulai....
__ADS_1
... Ketua kelas dan Nawa....
..."Ada apa disana?" tanya ketua kelas....
... Ketua kelas yang ikut melihat ke gedung sekolah di sebelah sekolah mereka....
... Nawa dengan komiknya yang dibaca kembali....
..."Ada perlu apa?" tanya Nawa....
..."Ikut aku ke ruang guru" kata ketua kelas....
... Agak sedikit trauma jika mendengar kalimat yang barusan ia dengar....
... Belum mengikuti perintah ketua kelas....
..."Untuk apa?" tanya Nawa....
..."Aku tidak akan mengerjai mu. Ayo ikut saja" kata ketua kelas....
... Ketua kelas pergi lebih awal lalu disusul oleh Nawa di belakangnya menjadi patuh secara tiba-tiba....
... Dia dan ketua kelas yang menjadi akrab....
... Nawa yang berkata jujur....
... Berjalan beriringan....
... Di sisi kiri ketua kelas....
..."Oh ya. Aku boleh tahu namamu?" tanya Nawa....
... Tidak heran dengan sikap Nawa ini sebagai ketua kelas yang sudah diberi mandat ia dengan sikap bijaksana yang ia harus miliki....
... Menguatkan mental siap ketika mulai berteman dengan siswa baru di sebelah kirinya itu....
..."Namaku. Panggil aku, Gan" kata ketua kelas....
... Dia dalam hatinya....
..."Dia bahkan baru mengenal namaku" kata ketua kelas....
... Dan Nawa mendengar apa yang dikatakan di dalam hatinya mengenai salah satu karakter yang ada pada dirinya itu....
... Nawa....
... Dia sudah terbiasa dengan orang-orang yang sering berpendapat tentang gaya interaksi yang dipraktekkan kepada orang lain seperti yang terjadi saat ini....
... Perjalanan ke ruang guru....
... Di ruang guru Nawa dan ketua kelas mendapatkan tugas untuk membawa beberapa buku yang cukup banyak dan perlu dua orang untuk membawanya ke dalam kelas mereka....
... Ketua kelas pergi lebih awal dengan buku-buku yang ia bawa lalu disusul oleh Nawa....
... Wali kelas mereka memanggil Nawa....
..."Kamu Nawa kan. Bisa bapak bicara sebentar?" tanya Wali kelas mereka....
... Nawa berhenti menghampiri wali kelas mereka sedangkan ketua kelas memutuskan untuk menunggu diluar ruang guru sambil melihat seseorang yang bisa dibilang sebagai siswi baru yang juga merupakan siswa pindahan seperti seseorang yang tadi ke ruang guru bersama....
... Bukan hanya siswa dan siswi lain yang memperhatikan siswi tersebut melainkan juga si ketua kelas....
... Dari jauh ia melihat dan akhirnya gadis remaja itu menghampirinya dengan berniat membantu sekaligus menanyakan sesuatu sebagai hal wajar ketika baru pertama kali masuk ke sekolah baru....
... Nawa sudah selesai membicarakan sesuatu dengan wali kelasnya lalu pergi untuk menyusul ketua kelas yang ternyata masih menunggu disekitar depan ruang guru yang terlihat akan beranjak pergi menuju ke kelas mereka....
..."Dia sedang bicara dengan siapa?" tanya Nawa....
... Berhasil menghampiri keduanya lalu dengan cepat ia mengambil buku yang dibawa oleh gadis yang terlihat asing yang tidak pernah ia lihat sebelumnya sebagai siswa di sekolahnya....
... Interaksi terjadi diantara mereka bertiga secara singkat....
... Dia dengan sifat dingin tetap ada masih dipelihara....
... Kepada siswi baru....
..."Kau butuh informasi?" tanya Nawa....
... Menunjuk ke arah ruang guru dengan wajahnya yang mencondongkan diri ke sebuah bangunan di sebelah timur....
..."Disana. Kau bisa pergi ke ruang guru" kata Nawa....
... Mereka berpisah di tempat itu di depan deretan ruang kelas yang merupakan adik kelas ketua kelas dan Nawa....
... Dia tidak berbalik untuk melihat lagi gadis yang ia duga sebagai siswi baru yang juga sama seperti dirinya sebagai siswa pindahan di sekolah tersebut. Namun, ia baru saja merasakan kedatangan seseorang yang merupakan salah satu dari bangsa Blacwhe sama sepertinya....
..."Ini semua tidak kebetulan kan?" tanya Nawa....
... Mereka berlalu pergi menjauh dari gadis itu begitu sebaliknya ia juga dengan sikap yang berbeda yang dilakukan oleh Nawa, ia berbalik sesaat sebelum pergi ke ruang guru untuk melihat ke arah seseorang yang juga sama-sama merupakan bangsa Blacwhe....
... Kembali dengan tujuannya untuk pergi ke ruang guru....
... Nawa yang belum ingin berbagi kisah asmara dengan orang lain....
... Ketua kelas....
..."Kau pasti sedih dengan kepergian Sansa" kata ketua kelas....
... Dia menjadi pendengar yang baik....
..."Aku tidak menyangka niatnya untuk pindah akhirnya terjadi juga" kata ketua kelas....
... Nawa yang baru mengetahui hal ini dari ketua kelas mereka....
..."Pindah?" tanya Nawa....
..."Ya. Pindah" kata ketua kelas....
... Nawa baru tahu dia sudah merencanakan ini meski ia sudah menjadi pacarnya....
... Merenung....
... Dia jadi tambah merasa bersalah kepada pacarnya itu yang tidak mendapatkan perhatian darinya sebagaimana seorang pacar yang baik....
... Suasana yang mendung mendukung situasi kali ini dengan kondisi hati remaja laki-laki yang sedang patah hati ini....
..."Kau pasti sudah tahu ini. Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu sekarang" kata ketua kelas....
..."Dia memang teman yang baik" kata ketua kelas....
... Dia yang sudah satu kelas dengan Po Sansa sejak pertama masuk sebagai siswa sekolah menengah atas disekolah yang sama terasa ini sulit untuk dijelaskan dalam obrolan yang mereka bicarakan sepanjang perjalanan menuju ke kelas kembali....
... Dia dengan kewaspadaan yang tetap terjaga....
... Dugaan sementara....
__ADS_1
..."Kau melamun?" tanya ketua kelas ...
..."Didepan ada anak tangga. Perhatikan jalanmu" kata ketua kelas....
... Dia mendengar nasihat dari ketua kelas yang melihatnya sedang tidak fokus....
... Mereka berdua dengan buku-buku menaiki anak tangga dengan kecepatan langkah kaki yang dipercepat agar cepat sampai di kelas dengan waktu satu menit lagi bel masuk akan berbunyi tanda yang berlaku untuk semua kelas dimulai dengan aktivitas belajar mengajar di sekolah....
... Di kelas....
... Tujuh menit berlalu di jam pertama kelas dimulai dengan aktivitas seperti kelas pada umumnya tak ada spesial tapi semua berubah ketika ada salah satu murid baru yang tiba masuk ke dalam kelas bersama wali kelas mereka....
... Proses perkenalan murid baru sedang dimulai....
... Gadis itu melihat ke arah Nawa dan apa yang dilakukan oleh Nawa tidak ingin menjadi seseorang yang unik tapi ini memang dirinya yang ia tahu....
... Disela-sela perkenalan....
... Melihat ke arah Nawa sambil menebak....
..."Dia tidak mendengar ku bicara" kata gadis itu....
... Perkenalan murid baru selesai dan kursi kosong yang akan ditempati oleh gadis itu adalah kursi yang pernah ditempati oleh mantan kekasih Nawa....
... Dia duduk di kursi tersebut....
... Melirik ke arah Nawa....
... Remaja laki-laki yang lebih sibuk dengan dunianya sendiri....
... Proses belajar mengajar berlangsung kembali....
... Dia yang lupa bawa pulpen....
..."Dimana pulpenku?" tanya gadis itu....
... Melihat meja teman satu kelasnya yang ada di sisi kirinya persis....
... Melirik ke arah Nawa....
... Berbisik ...
..."Hey. Boleh ku pinjam pulpen mu?" pinta gadis itu....
... Nawa tanpa banyak kata langsung meminjamkan pulpen berwarna pink miliknya dari mejanya saat ini....
..."Ini" kata Nawa....
... Menerima pulpen dari teman satu kelasnya itu....
..."Terima kasih" kata gadis itu....
... Sesekali gadis ini melihat ke teman satu kelasnya yang memiliki karakter yang tidak terlalu suka belajar tapi tidak dengan kenyataan yang dia lihat bahwa dia sangat rajin dan pintar. ...
... Waktu pembagian penilaian hasil dari tugas yang baru saja dibagikan oleh ketua kelas mereka....
..."Kapan aku mengalahkan mu?" tanya ketua kelas....
... Dia tetap dengan lembar kertas yang langsung membaca hasil koreksi tugas yang sudah mendapatkan penilaian itu....
... Beberapa detik untuk mengoreksi lalu segera dimasukkan kedalam tas....
... Kembali dengan mata pelajaran yang sedang berlangsung di dalam kelas....
... Di kantin sekolah....
... Nawa yang sudah dengan menu makanan ditangan mencari tempat duduk yang masih tersedia....
..."Ikut denganku!" ketua kelas memerintah lagi....
... Nawa menjalankan perintah dari ketua kelasnya lagi....
... Mereka berdua satu meja yang sama dengan siswi baru yang tadi masuk ke dalam kelas mereka....
... Dari arah lain juga dua orang tidak memiliki tempat untuk menyantap menu makanan yang sudah mereka pesan tadi....
..."Apa kita masih harus berteman dengannya?" tanya Jeje....
..."Sepertinya iya" kata Yellow....
... Mereka ikut bergabung dengan mereka yang merupakan teman satu kelas sahabatnya yang sudah pergi pindah sekolah ke luar negeri....
... Canggung....
... Yellow ada di sisi kanan murid baru tersebut sedangkan di sebelah kirinya ada Jeje....
... Si murid baru yang tetap berada di posisinya sebagai siswi baru yang manis belum saling mengenal satu sama lain....
... Nawa tetap tenang menyantap menu makanan yang ada di depannya sekarang....
... Ketua kelas yang sudah merasakan kehororan setelah kedatangan kedua orang ini....
... Memakan udang goreng tepung dengan sumpit....
... Membaca kemana arah cerita ini akan dimulai....
..."Jangan sampai dia berteman dengan mereka" kata ketua kelas....
... Jeje yang langsung membaca pikiran seseorang yang juga pernah dua tahun satu kelas dengannya....
... Menatap ketua kelas dengan menusuk langsung tidak membuatnya takut....
..."Jika kau menyukaiku. Katakan saja" kata Jeje....
... Ketua kelas yang merespon dengan geleng-geleng kepala lalu memakan menu makanan yang ada di depannya lagi....
... Murid baru....
..."Aku akan kembalikan pulpen itu nanti" kata murid baru....
..."Ide bagus" kata Nawa....
..."Tapi, lebih bagus jika pulpen itu untukku" kata Nawa....
... Meneguk air mineral dalam botol dalam satu tegukan....
... Dia dengan tegas mengatakan....
..."Dia milik pacarku" kata Nawa....
... ...
... Suasana disana bertambah canggung....
... ...
__ADS_1