
...Chapter 48: Bisa dijelaskan?....
..."Bukankah kau mendengarnya" kata Rumy....
..."Mereka mengajakku bicara" kata Rumy....
..."Cuap ... cuap ... cuap ... cuap ... " kata Rumy....
...Jauh lebih bersemangat bicara kepada diri sendiri....
..."Terkadang aku menjadi merinding dengan kedatangan mereka, oh tidak!"....
..."Mari kita dengar lagi, sudah ... ?" tanya Rumy....
..."Belum, kalau begitu dengarkan sekali lagi" kata Rumy....
..." ... , sulit untuk didengar. Ayo coba dengarkan jauh lebih tenang" kata Rumy....
...Nyanyian itu datang diantara bisikan bisikan mistis dipukul lima sore lebih lima menit....
...Suara bisikan menghantui ruangan menimbulkan rasa takut bagi mereka semua yang ada disana jika mereka juga melihat dan mendengar apa yang dirasakan oleh gadis yang duduk di meja depan kelas....
...Dinding pelindung seakan sudah terbentuk kuat dari dalam diri gadis ini yang membuat suramnya bisikan bisikan itu bagai sekelompok suara bagai benda yang memaksa ingin didengar di setiap ketukan pukulan benda yang beruang hampa tak terisi apapun benar benar kosong yang gelap dingin setiap sudut ruang kelas yang menyala lampu terang lantas tak membuat bisikan bisikan horor itu menyikir malah bertambah bersemangat menyebarkan aura mistis di ruangan yang damai tak bisa berhenti yang tak perlu membutuhkan pengusir hantu....
..."Apa semua itu bisa menyelesaikan masalah?" tanya Rumy....
...Lirik kanan dan kiri aura dingin nan horor dalam sekejap saja menghilang lenyap tanpa jejak membuat situasi ini lebih tak masuk akal tapi nyata....
...Setelah mencari penyebab suara suara bisikan bisikan menghilang jawaban itu ada datang dengan aura berbeda....
...Ikut tercengang....
..."Wahhhh, apa dia manusia?" tanya Rumy....
...Melihat sekali lagi para siswi yang ada di dalam kelas....
..."Pantas" kata Rumy....
...Horor dan lebih horor lagi ketika datang seorang asisten pengajar baru di kelas mereka....
..."Apakah dia sedang menjual wajah?" tanya Nawa....
..."Aku ingat siapa orang ini bukankah dia salah satu teman kakak" kata Nawa....
..."Salah satu temannya yang jenius itu" lanjut Nawa....
...Secara tak sengaja tiba tiba kedua remaja ini saling menatap satu sama lain dalam waktu tiga detik....
...Menjadi salah tingkah lalu menghindar memalingkan muka ke arah lain dengan tetap fokus kembali mendengarkan materi yang sedang diajarkan oleh Jarrel didepan kelas....
...Jarrel yang sedang di tantang untuk mau menjadi seorang asisten seorang dosen merasa ini adalah pengalaman berharga terlebih dengan karakternya yang terkenal seperti apa terkenal di teman teman kuliahnya....
..."Jangan sampai orang itu melihatku" kata Jarrel....
...Yang dia maksud adalah sahabatnya itu, Dashie....
..."Tidak biasanya Ved memberikan tugas seperti ini. Dia memang sengaja" kata Jarrel....
...Tidak terlihat kaku malahan terlihat sangat keren gaya presentasi mahasiswa tingkat semester empat ini membuat semua para siswi didalam sana seperti tidak berkedip ketika presentasinya sedang berlangsung....
...Mungkin Nawa bisa jadi mewakili semua siswa laki laki yang juga ikut kursus sore ini tidak bersikap lebih biasa saja tapi malah merasa tersaingi meskipun itu hanya sedikit tampak dari sikap mereka yang sedikit bersimpati kepada Jarrel hanya menunjukkan bahwa mereka ingin cepat mendapatkan ilmu yang disampaikan oleh Jarrel lalu selesai, pulang....
..."Apakah waktu semakin melambat?" tanya Nawa....
..."Terjadi saling tarik menarik antara cinta dan tekanan" kata Nawa....
...Memberi waktu sejenak untuk para siswa dan siswi yang berjumlah empat puluh di dalam kelas mengerjakan soal soal yang dibagikan oleh Jarrel dalam lembaran kertas satu persatu dengan soal soal acak yang berbeda soal dari setiap lembar yang diterima oleh tiap siswa dan siswi....
...Jarrel juga mengamati lingkungan kelas yang sedang diajarnya tentang bagaimana cara pengajarannya bisa tidak masuk mudah dipahami oleh mereka....
..."Apakah aku terlalu berpihak ke satu sisi?" tanya Jarrel....
..."Sebagian dari mereka seperti terlihat tidak puas dengan cara mengajarku" kata Jarrel....
...Pada suatu waktu memang tidak terlalu buruk jika memiliki seorang pengajar yang sesempurna itu tapi apakah hal ini tidak akan mengganggu dalam proses kemajuan intelegensi para siswa....
...Siswi ini mulai tidak nyaman dengan keadaan ini lalu apa yang dipikirkan oleh Rumy tentang situasi seperti ini tidak baik untuk jangka waktu kedepannya maka setelah selesai membaca semua soal lalu dia berpikir untuk mengajukkan pertanyaan kepada asisten pengajarnya yang baru ini....
..."Kak Jarrel, bolehkah saya bertanya?" tanya Rumy....
...Jarrel yang sedang duduk di meja tugasnya lalu terbangun menanggapi pertanyaan yang akan diajukan oleh Rumy....
..."Boleh, silahkan saja" kata Jarrel....
__ADS_1
...Rumy bangun dari kursi tempat duduknya dan penuh percaya diri dengan pertanyaan yang sudah disiapkan....
...Mengambil nafas melihat sekeliling kelas yang tak segan menatap ke arah Rumy....
...Diawali dengan memperkenalkan diri....
..."Nama saya Rumy" kata Rumy....
..."Maaf jika mungkin Kakak akan sedikit terganggu dengan pertanyaan saya tapi ... " kata Rumy....
...Detik detik Rumy harus percaya diri dengan pertanyaan yang akan diajukan olehnya....
...Menunggu dalam dua detik....
..."Apakah kakak sudah punya pacar?" tanya Rumy....
...Agak terkejut tapi ini jauh dari ekspektasi yang Jarrel bayangkan jika akan ditanya oleh muridnya sendiri di awal pertemuan pertama mereka di depan banyak siswa dan siswinya yang lain dengan pertanyaan seperti itu....
...Reaksi yang diluar dugaan tentang Rumy berani bertanya tentang masalah pribadi orang yang baru ditemuinya ini juga membuat satu kelas merasa terkejut....
...Jarrel menanggapi pertanyaan ini sebagai sebuah awal perkenalan mereka menjawab atas pertanyaannya sendiri alasan apa mengapa dia merasa cara mengajarnya seperti memihak salah satu pihak dari mereka....
...Menjelaskan dengan caranya sendiri tanpa sebuah karangan pengaturan yang dibuat agar terkesan dia adalah orang yang sedang jatuh cinta sebagaimana seseorang jatuh cinta tanpa sebuah hal hal yang banyak disembunyikan....
..."Sudah" jawab Jarrel....
...Jawaban dari Jarrel membuat patah hati langsung dalam mimpi yang baru dimulai oleh para gadis yang ada di dalam kelas....
..."Saya sangat mencintainya, saya sangat beruntung bisa mendapatkannya" kata Jarrel....
..."Baiklah, kakak sudah jawab pertanyaan ini lalu apa ada pertanyaan lain?" tanya Jarrel....
...Setelah pertanyaan ini di jawab lalu selanjutnya para siswa dan siswi mengerjakan soal soal yang diberikan oleh Jarrel dengan jauh lebih tertib berkurang bisikan rasa penasaran para siswi siswi dikelas yang membuat Nawa berpikir bahwa ini adalah rencana Rumy sebenarnya bertanya pertanyaan itu kepada pengajar baru, Jarrel....
..."Dia tidak bermaksud untuk menyatakan perasaannya tapi ternyata ini alasannya" kata Nawa....
...Dia berbalik melihat seseorang yang dirasa sedang memperhatikannya sejak tadi ketika empat puluh detik yang lalu disaat itu juga Nawa membuat alasan gestur tubuhnya agar tidak tertangkap basah sedang memperhatikan Rumy....
...Lalu, kembali mengerjakan tugas yang diberikan Jarrel seperti yang sedang dilakukan siswa dan siswi yang lain....
...Setelah ditanya dengan pertanyaan dari Rumy tadi membuat Jarrel teringat lagi dengan Callie yang sudah lama tidak bisa ditanya kabar dan berbagi kabar membuat perasaan rindu kembali datang menyerbu menyerang menembus pertahanan hati....
..."Tak ada salam perpisahan yang kau berikan" kata Jarrel....
..."Bisakah kau tidak berubah" kata Jarrel....
..."Semua masih disini" kata Jarrel....
...Dalam waktu tiga puluh menit Nawa sudah menyelesaikan empat puluh soal matematika yang diberikan oleh Jarrel di meja tugas....
...Lalu kembali di tempat duduknya kembali dengan posisi kepala bersandar siap tertidur diatas meja....
...Tidak merasa heran tentang Nawa bagi Jarrel tapi tetap meski mengetahui siapa Nawa itu sebenarnya Jarrel mengoreksi hasil pekerjaan murid yang merupakan tergolong siswa jenius itu....
...Jarrel berkomentar tentang hasil pekerjaan Nawa, dan ia berkata "Jawaban yang memuaskan"....
...Melihat ke arah Nawa dan siswa serta siswi lain yang ada didalam sana tidak merasa heran akan hal ini....
...Berbeda dengan Rumy yang tidak peduli dengan aksi Nawa yang selalu diketahui menakjubkan yang ada di dalam pikirannya setidaknya keputusannya mengikuti kursus ini bisa membuat perubahan daya pikirnya lebih baik lagi dalam beberapa tingkat....
..."Darimana orang itu berasal sepertinya dia bukan penghuni bumi" kata Rumy....
..."Aku yakin dia bukan manusia" kata Rumy....
...Apa yang dikatakan di dalam hatinya didengar oleh Nawa dengan sangat jelas juga didengar oleh Jarrel yang sudah berhasil menangkap radar milik keduanya akan menjadi akrab di masa depan....
..."Ini sebuah tebakanku saja" kata Jarrel....
..."Apa selama ini dia salah memilih jalan?" tanya Jarrel....
...Menunggu taksi yang sudah dipesan oleh Callie dengan barang belanjaan yang ada di kedua tangan ada didepan sebuah toko yang berjarak disebelah persis tempat kursus saat ini Jarrel mengajar....
...Jalanan sedang ramai ramainya dengan para pejalan kaki dan pekerja kantor yang pulang kerja serta para siswa yang berhamburan keluar dari tempat kursus berbaur dengan mereka....
...Dari arah jarak lima belas meter Jarrel melihat Callie sedang sendirian dengan barang belanjaan di kedua tangan....
...Terdiam terpaku menatapnya dengan mata berbinar seakan tak terpengaruh dengan orang orang yang ada disekitarnya berlalu lalang datang pergi angin lembut menerpa rambut indahnya lalu merapikan dengan jemari tangan dengan gelang kerlap kerlip dominasi kristal putih bersinar di bawah lampu di bawah atap sebuah toko yang menjual tanaman dengan suara suara gemerincing dari bebatuan dekorasi menggantung di atap terbawa angin di sisi kanan dan kiri Callie....
...Seorang siswi dengan ikat rambut hitam akan melewati Jarrel....
..."Permisi" kata siswi tersebut....
...Jarrel tersadar kemudian memberikan jalan kepada siswi yang akan melewatinya lalu setelah itu kembali melihat seseorang yang dianggapnya sebagai Callie....
__ADS_1
..."Ternyata dia bukan Callie tapi Owen" kata Jarrel....
...Pergi mengejar Owen yang masih menunggu taksi yang dia pesan lewat ponsel barusan belum datang....
..."Owen!" sapa Jarrel....
...Menyapa Jarrel pada Owen yang juga merasa terkejut dengan penampilan orang yang dia kenal terasa berbeda kali ini cukup membuat Callie terpesona....
...Telapak tangan digerakkan ke kanan dan kiri didepan wajah Owen yang masih diam terpaku....
..."Hey, kenapa diam saja?" tanya Jarrel....
...Senyum salah tingkah hadir dalam diri Owen ketika Jarrel sedang berbicara padanya....
..."Jarrel!" kata Owen....
...Berputar mengolah mencari cara agar tidak bersikap berlebihan ketika pada situasi bagaimana harus bersikap agar tidak jelas terpesona dengan penampilan Jarrel....
...Jarrel melihat barang belanjaan Owen yang terlihat cukup banyak....
..."Berikan itu padaku, aku akan bantu bawakan" kata Jarrel....
..."Oh, ini" kata Owen....
..."Sebentar lagi taksi yang kupesan akan datang" lanjut Owen....
...Jalanan sedang cukup sibuk meski tidak terjadi macet mungkin akan membutuhkan lima menit atau tujuh menit lagi sampai taksi yang dipesan oleh Owen datang di tempatnya menunggu lalu Jarrel mengambil barang belanjaan Owen untuk membantunya meringankan pekerjaan....
...Senyum menawan itu datang lagi....
..."Setidaknya aku bisa berguna disini" kata Jarrel....
..."Terima kasih" kata Owen....
...Owen memikirkan topik apa yang akan dibicarakan saat bersama Jarrel ketika bersama dengannya dia juga harus berhati hati agar orang lain tidak curiga bahwa dia sedang menyamar menjadi orang lain terutama bagi Jarrel kewaspadaan ini selalu ditanamkan di dalam pikirannya....
..."Bagaimana kabarmu?" tanya Owen....
..."Baik" jawab Jarrel....
...Owen sedikit beberapa kali menganggukkan kepala kebawah sambil menatap wajah Jarrel yang juga dengan gestur wajah ramah....
...Secara tidak sengaja Nawa melihat mereka berdua yang sedang mengobrol di depan sebuah toko, jiwa rasa ingin tahu pemuda ini muncul lalu Rumy yang ada di sebelah kirinya yang juga sedang menunggu bus datang melihat fokus orang lain ada ditempat lain bukan disini di tempat perhentian bus menengok kemudian gadis di sebelah kiri Nawa kearah dimana Nawa terlihat begitu sangat penasaran akan sesuatu....
...Rasa kagum kepada kedua orang yang sedang dilihat oleh Rumy membuatnya termotivasi dalam masalah romansa di masa depan yang ingin dicapai ketika dalam satu kali tatapan ini meresapi indahnya mereka jika memang sepasang kekasih bukan karena mereka terlihat serasi dengan segala kesempurnaan yang mereka miliki akan tetapi gadis ini berpikir tentang caranya sendiri....
..."Bisakah aku juga seperti mereka" kata Rumy....
...Wajahnya memerah sedih bercampur rasa terharu dengan salah satu hal fantastis di penutup malam indah ini....
..."Pasangan yang sangat serasi" kata Rumy....
...Kemudian, Nawa kembali fokus dengan bisnisnya sendiri tidak lagi tertarik dengan Jarrel dan wanita yang ada di sebelahnya itu....
...Rumy melihat Nawa dari posisinya ada dimana harus mengambil sikap kapan harus membangun batas bersosialisasi dengan si remaja misterius ini jadi dia mulai terdiam sebelum orang yang ada di sebelahnya mengajak berbicara lebih awal....
..."Kemana setelah ini kau akan pergi?" tanya Nawa....
..."Kau bicara denganku?" tanya Rumy....
..."Ya" jawab Nawa....
...Wajah mengesalkan tapi tidak lebih mengesalkan dari maksud pertanyaan dari Jarrel itu....
..."Kemana lagi, ya pulang" jawab Rumy....
...Wajah itu lagi super mengesalkan....
..."Aku hanya tanya, ada apa denganmu?" tanya balik Nawa....
...Ingin marah tapi buat apa tanpa harus menuntut sudah jelas tergambar dari wajahnya bahwa jangan terlalu lama mengajak bicara Nawa....
...Mengambil nafas dalam dengan hatinya yang menggerutu....
..."Hanya basa basi saja" kata Rumy....
..."Belajar dari kebodohan itu!" kata Rumy....
...Tempat perhentian bus yang sedang sesak dengan orang orang yang menunggu bus mereka bergantian datang dan pergi sesuai rute arah pulang sedikit yang berbicara cukup terdengar kata kata yang terucap dari apa yang mereka katakan....
...Jiwanya yang entah terbuat dari apa menawarkan sesuatu yang dianggapnya tampak sebuah tawaran biasa tapi bagi setiap wanita atau bahkan selain Rumy itu hal yang berarti....
..."Aku menyukaimu" kata Nawa....
__ADS_1
...Rumy dan Nawa menjadi pusat perhatian....