Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 105: Semudah itu.


__ADS_3

...Chapter 105: Semudah itu....


... Pria dengan lemonade mango di tangan dalam satu cup sedang duduk di kursi yang tersedia berseberangan dengan satu jalan sedang menunggunya sambil terus melihat layar ponsel. Seorang pria dengan kaos oversize putih tie dye dominasi merah muda dan kuning sebagai coraknya bawahan celana hitam dipakai dengan sepatu sports hitam....


... Dashie baru saja keluar dari pintu masuk tempatnya sekarang tinggal....


..."Mau sampai kapan kau tetap berada disini?" tanya seorang penghuni lain....


... Dia dengan tas belanjaan dan kaos casual dan rok panjang sebuah setelan merah maroon seorang ibu rumah tangga dengan rambut terikat menggendong balita laki-lakinya yang memakai setelan exercise biru berjalan melewati Dashie....


... Dashie dengan celana hitam sepatu hitam dengan atasan berbahan jeans tak berlengan serta tas biru putih kotak kotak rambutnya dikepang menjadi dua bagian. ...


..."Gadisku" kata Hoshie....


... Hoshie memperhatikan Dashie dari arahnya sekarang duduk menikmati lemonade mango tempatnya bersandar duduk disana diatasnya jalan panjang dengan pagar cukup kuat dan kokoh menuju gang lain terdapat juga orang-orang yang sudah memulai aktivitas mereka....


... Di jalan diantara mereka berdua lalu lalang orang-orang dengan kesibukan mereka....


... Memakan roti lapis vegetarian buatan homemade sama dengan minuman yang ia minum sekarang....


... Menangkap kedua pasang mata yang sedang memperhatikannya sedari tadi....


... Hoshie menyapa dari arahnya dengan menaikkan cup berisi jus buah yang ada di tangan kanan....


... Dashie menerima kode darinya dengan sikap yang biasa selayaknya seseorang yang sudah saling mengenal....


... Dari arah lantai kedua gedung kamarnya melihat Nawa yang sudah siap dengan tas ranselnya untuk berangkat ke sekolah....


..."Aku khawatir kenapa mereka masih saling bertemu" kata Nawa....


... Dia membuka tirai kamar lapis pertama agar matahari masuk kedalam ruangan tersebut....


... Mengambil tas ransel setelah selesai memakai sepatu hitam bertali hitam....


... Mengambil helm dari meja lalu dia mengambil kunci motor dan ponsel lalu ia memasukkan kedalam saku dalam jaket bomber biru lalu kunci pintu kamar diambil lalu keluar dengan pintu terkunci dari luar....


... Dia berjalan menuju anak tangga yang mengarah turun ke lantai pertama gedung....


... Sampai di lantai pertama....


... Dashie dan Hoshie sudah terlihat di depan pintu masuk depan gedung tersebut....


... Mengambil motor sportnya dari parkiran dalam gedung lima lantai....


... Membutuhkan waktu sebentar untuk berhasil membawa motor sportnya keluar dari dalam parkiran gedung....


... Motornya siap dinyalakan mesin kendaraan pribadinya keluar dari dalam gedung melewati pintu masuk sekaligus keluar....


... Dia melihat ke arah sebelah kiri dengan memegang kedua stang motor....


... ...


... Di arah tersebut kedua orang sedang berjalan beriringan bersama dengan percakapan yang dilakukan oleh mereka terlihat akrab seperti biasa....


... Helm ia pakai kemudian Nawa menaiki motornya lalu menyalakan mesin motor pergi perlahan jauh dari tempat semula mengambil arah sebelah kanan dari depan gedung baru saja remaja laki-laki ini berdiri dengan membawa kendaraan roda duanya itu....


..."Dia pasti sudah mendapatkan pesan dariku" kata Nawa....


... Nawa pergi dengan kendaraan roda duanya tentu menuju sekolah....


... Untuk Dashie dan Hoshie....


..."Kita akan pergi kemana?" tanya Hoshie....


... Mau heran tapi ini Hoshie....


..."Ku pikir kau sangat sibuk" kata Dashie....


..."Tidak. Tidak untuk mu" kata Hoshie....


... Dia tambah nggak heran sudah terbiasa dengan kata katanya itu....


..."Berikan padaku" kata Dashie....


... Dia mengambil dua sandwich dan lemonade mango yang tadi ditawarkan oleh Hoshie....


... Memberikan makanan dan minuman dari tangannya kepada Dashie....


... Dashie tak sengaja melihat goresan merah dari tangan Hoshie yang barusan digunakan untuk membawa makanan dan minuman yang sekarang ada ditangannya....


... Menarik tangan kanan Hoshie....


... Berhenti sejenak....


..."Apa ini?" tanya Dashie....


... Memeriksa detail luka ruam pada telapak tangan Hoshie....


..."Ini hampir berdarah" kata Dashie....


... Menarik sebentar Hoshie ke sebuah tempat duduk yang tersedia di sekitar depan sebuah bangunan toko peralatan menulis dan membaca....


... Menaruh makanan dan minumannya yang berada dalam karton ditaruh diatas kursi disebelah kanan Dashie....


... Duduk bersebelahan dengan Hoshie yang berada disebelah kirinya saat ini....


... Mengoleskan krim ruam yang selalu ia bawa ketika pergi kemanapun untuk berjaga-jaga....


..."Aku kan sudah bilang kita pergi kedokter tapi kau tidak mau" kata Dashie....


... Hoshie tentu senang senyum-senyum sendiri mendapat perhatian dari Dashie....


... Mengoles lagi krim ke bagian lain telapak tangan Hoshie lagi di sisi dekat ibu jari telapak tangan sebelah kanan....


... Dia dengan ekspresi seperti orang yang baru selesai mengomeli seseorang yang bisa dibilang dekat dengannya seperti kepada keluarganya sendiri....


..."Sudah" kata Dashie....


... Menaruh salep ruam ke tasnya lagi....


... Menunjuk ke hatinya....


..."Disni juga sakit" kata Hoshie....


... Dia menjadi galak lagi....


..."Jangan bercanda" kata Dashie....


... Mengambil tangan kanan Hoshie lagi lalu meniupnya perlahan agar cream yang dioles ditangannya cepat meresap kedalam kulit....


..."Pasti ini sakit" kata Dashie....

__ADS_1


..."Tidak" jawab Hoshie....


..."Jangan pura-pura tanganmu saja sampai gemetar begini" kata Dashie....


... Hoshie langsung menahan lagi rasa sakitnya dari hadapan Dashie yang memang sangat sakit....


..."Sudah tidak" kata Hoshie....


... Menatap Hoshie....


..."Teruskan ini" kata Dashie....


... Meniup lagi telapak tangan Hoshie dengan ruam memerah itu....


... Sudah sering ia melihat kondisi temannya ini mengalami gejala ruam ruam ditangan atau dibagian tangannya yang lain....


..."Ayo kita menikah" kata Hoshie....


... Menatap serius wajah Hoshie...


..."Menikah" kata Dashie....


..."Yang benar saja. Jangan bercanda terus" kata Dashie....


... Meniup telapak tangan Hoshie lagi....


... Memperhatikan dengan teliti apakah sudah mulai menyerap ke kulit krim ruam yang tadi diberikannya kepada telapak tangan Hoshie....


..."Ku rasa sudah terserap" kata Dashie....


..."Ayo kita pergi" kata Dashie....


... Hoshie kembali patuh kepada Dashie mengikuti kemana ia akan pergi....


... Tatapan dari Hoshie untuk Dashie dari sebelah kanan Dashie....


..."Perhatikan jalan mu" kata Dashie....


..."Aku tidak secantik mantan-mantanmu" kata Dashie....


... Belum berhenti memperhatikan gadis disebelahnya itu....


... Jauh lebih galak dari sebelumnya....


..."Perhatikan jalanmu!" kata Dashie....


... Dia langsung patuh....


..."Siap!" kata Hoshie....


... Berjalan beriringan di sisi jalan sebelah kiri dengan sisi kanan mereka yang beberapa orang dengan kendaraan mereka melakukan mobilitas....


..."Kapan aku harus mengunjungi mu?" tanya Hoshie....


..."Aku takut mengganggu bisnis mu" kata Dashie....


..."Mengganggu. Jika aku tak bertemu dengan mu" kata Hoshie....


... Berjalan lebih cepat dari sebelumnya setelah mendengar Hoshie semakin berbicara manis kepadanya....


... Hoshie mengejar Dashie....


... Teriak....


... Langkahnya dipercepat dan akhirnya bisa mengejar gadis yang ia sayang....


... Dashie yang melihat jarum jam di jam tangan di pergelangan tangan sebelah kirinya menunjukkan pukul enam lebih lima menit....


... Jalanan yang mereka lewati masih basah akibat hujan deras semalam suara pijakan kaki ringan terdengar mengisi setiap sudut jalan....


..."Rio pasti akan marah jika melihat kita bersama" kata Hoshie....


... Melirik dengan tatapan tajam kepada Hoshie....


..."Ada apa dengan diriku?" tanya Hoshie....


..."Aku hanya bertanya. Sorry" kata Hoshie....


... Gadis itu pergi berjalan lebih cepat lagi meninggalkan Hoshie yang baru saja berhenti sama dengan dirinya yang saling menatap satu sama lain dalam beberapa detik....


... Hoshie mengejar Dashie lagi....


... Teriak....


..."Jangan tinggalkan aku!" kata Hoshie....


... Sebuah kata-kata yang terdengar terlalu berlebihan di pagi hari seperti ini bagi Dashie namun tidak dengan Hoshie yang sedang menikmati situasi....


... Hoshie kembali berjalan beriringan dengan Dashie dengan ceria seceria matahari yang terbit di pagi ini dari arah timur arah mata angin....


..."Cepat kita bisa ketinggian bus" kata Dashie....


... Dia menarik cepat Hoshie yang berjalan disisinya yang ikut lebih cepat dari sebelumnya mereka berjalan bersama....


... Menunggu bus....


... Bus belum datang dan orang-orang sudah mulai berdatangan dengan tujuan yang sama sedang menunggu alat transportasi publik yang akan mereka gunakan untuk sampai ke tempat tujuan mereka....


... Dari belakang mereka Po datang juga menunggu bus untuk alat transportasi menuju ke sekolah....


... Dia menebak....


..."Itu kan Kak Dashie dan Hoshie" kata Po....


..."Ya. Benar, itu mereka" kata Po....


... Setelah dua menit bus yang ia tunggu belum juga datang jika dilihat dari waktu yang ia ambil untuk menunggu bus terlalu awal dari seperti hari hari biasanya....


... Dia mendengar percakapan keduanya dari percakapan lain selain mereka yang melakukan komunikasi sosial....


..."Kau belum lapar?" tanya Dashie....


..."Aku sangat lapar tapi lihat semua tempat duduk sudah penuh" kata Dashie....


... Dashie ingin membuat Hoshie tidak khawatir....


..."Aku janji akan habiskan makanan ini" kata Dashie....


..."Aku tahu kamu selucu itu" kata Hoshie....


... Menolak penilaian dirinya dari Hoshie....

__ADS_1


..."Selucu itu" kata Dashie....


..."Apa aku salah berkata jujur" kata Hoshie....


... Dashie tidak ingin mengikuti alur yang sedang dibuat oleh Hoshie melihat situasi dan kondisi didepan banyak orang itu akan terlihat mereka sebagai sepasang kekasih dan itu bisa menimbulkan kesalahpahaman dengan terlalu lama terlena denga arah yang Hoshie berikan bisa juga lama kelamaan dia bisa jatuh hati padanya....


... Po yang melihat keduanya begitu dekat bukan sebagai sepasang kekasih kedekatan mereka lebih kuat dari hanya sekedar rasa cinta biasa melainkan sesuatu hal yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata....


..."Seharusnya mereka bersama" kata Po....


... Bukan hanya Nawa yang merasakan sebuah sesuatu yang mengerikan sedang tersamarkan oleh keakraban yang terlihat akan tetapi remaja putri ini pun tidak jauh berbeda....


..."Entah apa ini. Aku merasakan ada sesuatu yang janggal" kata Po....


... Tatapan mata remaja ini berubah dari kagum menjadi tatapan kesedihan....


..."Aku tidak tahu bagaimana rasanya jika mereka berpisah" kata Po....


..."Ini lebih menyedihkan ketika aku diabaikan oleh Nawa" kata Po....


... Bus datang dan mereka berdua masuk kedalam bus yang sama begitu juga dengan Po yang kebetulan akan menggunakan bus yang datang dirute yang sama seperti yang mereka gunakan saat ini....


... Dia memakai masker hitam duduk disisi lain dalam bus berada disebelah kiri persis baris mereka duduk berjajar di dalam bus....


... Dia memakai hand sanitizer untuk kedua telapak tangannya menepuk nepuk sebentar lalu akan memakan makanan yang diberikan oleh Hoshie....


... Memberikan kepada Hoshie....


..."Kau harus mencobanya" kata Dashie....


... Satu suapan dari sandwich yang Dashie ambil dari tangan kirinya memegang sandwich salmon panggang menggunakan tangan kanan....


... Hoshie menikmati suapan dari Dashie dengan aura positif saling memberikan sebuah arti ia tidak sedang berpura-pura ketika bersama dengan Dashie dengan perasaannya itu....


... Dashie juga mengambil sandwich dari tangannya lalu memakannya....


..."Woahhh. Ini lezat sekali" kata Dashie....


... Dia juga tanpa sedang berpura-pura bahwa sandwich yang ia santap memang lezat....


... Bus yang cukup ramai fokus dari Po tertuju kepada mereka berdua yang tampak natural dengan cara mereka berkomunikasi saling memberi dan menerima membuat gadis remaja ini kembali kagum sekaligus iri dengan mereka berbeda dengan dirinya bersama dengan Nawa....


..."Kita berdua masih begitu awal untuk sedekat itu" kata Po....


..."Atau aku yang terlalu berharap" kata Po....


... Dari belakang mereka dengan masker hitam yang dibuka sebentar lalu menepuk bahu belakang sebelah kiri Dashie....


... Dashie menengok ke arah belakang begitu juga Hoshie....


... Dia melihat seseorang yang merupakan kekasih dari kakaknya....


..."Apa aku mengganggu kalian?" tanya Nora....


... Merespon dengan cepat....


..."Tidak sama sekali" jawab Dashie....


..."Lanjutkan makan mu" kata Nora....


... Dashie melanjutkan sarapan pagi yang diberikan oleh Hoshie tadi dan dengan lirikan mata dinginnya kembali menghadap arahnya semula tidak melihat ke arah Nora lagi....


... Sebuah sapaan peringatan dari Nora untuk Hoshie untuk tidak terlalu dekat dengan Dashie dan itu yang terpikirkan oleh salah satu bangsa Blacwhe itu....


... Hatinya yang berkomentar dengan jawaban yang sudah diketahuinya....


..."Dia seharusnya melakukan tugasnya dengan baik. Ada apa dengannya yang sedikit melunak" kata Hoshie....


..."Aku tidak boleh meremehkannya" kata Hoshie....


... Isi kepalanya terbaca oleh Nora....


..."Aku bisa mendengar mu" kata Nora....


... Berbalik ke arah Nora yang sedang melihat ke arah luar jendela....


... Melihat Hoshie....


..."Kau ingin berkata sesuatu?" tanya Nora....


... Hoshie tidak ingin memperpanjang masalah yang sudah ada tentang mereka berdua yang tidak sama sekali pernah ingin akrab....


... Hoshie kembali melihat ke arah Dashie yang sedang menikmati makan pagi....


... Nora kembali memakai maskernya lagi menikmati perjalanan menuju tempat kerjanya lalu bus berhenti di tempat perhentian bus disinilah gadis sekolah menengah atas yang bernama Po beserta para penumpang lainnya turun....


... Po melewati baris kursi yang duduk berjajar oleh Dashie dan Hoshie lalu mengantri untuk turun dari dalam bus dengan para penumpang yang lain....


... Hoshie yang sudah mengetahui bahwa ada Po dengan masker hitam yang ia pakai tertutupi separuh wajahnya tetap mengenali siapa kekasih dari seseorang yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri....


..."Nawa kembali dengan sifatnya itu" kata Hoshie....


... Sudah tahu arah mereka tidaklah berbeda tidak bisakah dia menjemput pacarnya setidaknya jika dia tidak menyukai orang itu pasti bisa kan basa-basi sedikit....


..."Dia benar-benar" kata Hoshie....


... Sedikit tanggapan tentang hubungan percintaan yang dijalin oleh Po dan Nawa....


... Dashie mendengar apa yang dikatakan oleh Hoshie....


..."Tadi kau bicara dengan ku?" tanya Dashie....


..."Sebentar" kata Hoshie....


... Dia membetulkan beberapa helai rambut Dashie yang akan menerpa area bibir karena terkena angin yang datang dari luar jendela bus....


..."Sudah" kata Hoshie....


..."Tolong geser sebentar" kata Hoshie....


... Dashie membawa dirinya terdorong kedepan memberikan celah untuk Hoshie mengambil tindakan menutup sedikit jendela yang terbuka disebelah kanan Dashie....


..."Sudah" kata Hoshie....


... Dashie kembali bersandar di kursi bus yang ia duduki saat ini....


..."Thanks" kata Dashie....


..."You're welcome" kata Hoshie....


... Dia, gadis dari salah satu bangsa Xoco dibelakangnya tidak yakin bahwa Hoshie akan berubah semudah itu....

__ADS_1


... ...


__ADS_2