
...Chapter 104: Kekasihku....
... Gadis remaja itu dengan kendali salah satu bangsa Blacwhe berada di dalam kereta bawah tanah mengikuti kemana dia pergi seseorang yang tanpa wujudnya nyata telah memberikan mantra dengan sempurna tanpa seseorang pun bisa untuk menebak atau membaca bahwa remaja putri itu sedang mengalami kondisi tidak sadarkan diri dengan kendali seseorang yang tidak dikenalnya....
... Di dalam gerbong kereta yang sama ada seseorang yang tidak dikenal olehnya sama dengan orang-orang yang ada di sekitarnya saat ini sedang menggunakan fasilitas publik untuk menuju tempat tujuan mereka....
..."Akhirnya, aku bisa menemukanmu" kata seorang remaja laki-laki....
... Dia mengendalikan sekitar dengan kekuatannya dengan mudah membuat semua yang ada didalam sana tidak menyadari apa yang sedang dilakukan olehnya....
... Gadis remaja itu sudah mulai perlahan diambil aura miliknya dengan patuh....
... Aksinya masih berlangsung dalam beberapa detik....
... Seketika seseorang tanpa sengaja merasakan getaran milik pemilik aura gadis remaja yang sedang diambil oleh remaja laki-laki tersebut....
... Jarak mereka yang tidak begitu jauh dalam gerbong yang sama sekitar lima meter tanpa kendalinya langsung mendekat untuk mencegah apa yang dilihatnya terasa aneh secara alamiah raganya memusnahkan ragq remaja laki-laki tersebut....
... Dari sisi lain orang itu ada disana menyaksikan dengan rasa puas dengan ekspresi wajah biasa tak menunjukkan reaksi ketakutan atau merasa bersalah setelah melihat itu semua....
... Dalam beberapa detik semua kembali dengan mantra yang sudah menghilang....
... Dashie ketakutan dalam diam mencari tempat untuk duduk kembali setelah kejadian itu dengan kondisi yang belum sepenuhnya sadar dengan kemunculan kekuatan yang ada dari dalam tubuhnya secara tiba-tiba. Sebuah takdir yang membuatnya harus menerima bahwa dirinya adalah salah satu dari bangsa Xoco....
..."Ketenangan itu adalah benar milik salah satu bangsa Xoco" kata orang tersebut....
... Meremehkan gadis itu sekali lagi....
..."Aku hanya menunggu sampai kapan dia akan bertahan" kata pria tersebut lagi....
..."Bangsa Xoco itu terlalu dini untuk sebuah misi" kata seseorang tersebut....
... Dan kali ini senyum menakutkan dari wajah pucat itu puas dengan rencana yang baru saja ia laksanakan tanpa mengotori tangannya sendiri....
... Salah satu dari bangsa Blacwhe tersebut dalam ketenangan duduk di salah satu kursi di dalam kereta diantara para penumpang lain sedang mengamati perubahan selanjutnya yang dialami oleh Dashie....
... Dashie terbangun dengan keringat dingin tidak baik-baik saja....
... Dia melihat ke arah luar jendela dari tempat tidurnya hujan terlihat masih sangat deras....
... Melihat ponselnya yang masih pukul setengah dua belas malam....
..."Aku bermimpi ini lagi" kata Dashie....
... Sebuah mimpi dimana Bloom pergi didepan matanya sendiri yang ia tahu dari Rumy bahwa remaja laki-laki itu adalah kekasihnya yang menghilang belum juga kembali....
... Ingatan yang masih terekam jelas bahwa kasus menghilangnya remaja laki-laki tersebut dirinya ikut andil secara langsung....
..."Apa yang sudah ku lakukan?" tanya Dashie....
..."Apa aku monster?" tanya Dashie....
... Dashie dalam lingkaran rasa bersalah luar biasa setelah sadar dengan apa yang dia lakukan tanpa mencari tahu alasan sebab akibat mengapa dirinya bisa melakukan perbuatan jahat seperti itu....
... Kepada diri sendiri berbicara dari dalam hati dan pikirannya....
..."Apa aku harus ke kantor polisi untuk melaporkan ini?" tanya Dashie....
..."Tapi, aku bukan pembunuh. Ada apa dengan diriku?" tanya Dashie....
... Mengingat lagi apa yang dilihatnya tempo hari dengan ingatan yang kini telah kembali setelah terhapus oleh Hoshie. Sebuah ingatan tentang Ren yang menghilang tanpa jejak didepan mereka berdua dalam perjalanan menggunakan alat transportasi publik di malam yang belum terlalu malam....
... Suara guyuran hujan masih sangat jelas terdengar dan terlihat oleh Dashie dari dalam kamar....
..."Apa aku harus menghubungi nomor ponsel Hoshie?" tanya Dashie....
..."Tapi, … " kata Dashie....
... Membatalkan niatnya untuk menanyakan perihal tentang hal ini kepada teman kuliahnya tersebut....
... Dashie di dalam kamar sendirian dengan masalah yang membuatnya sulit untuk tidur....
..."Aku bisa gila sendiri!" kata Dashie....
..."Siapa remaja itu sebenarnya?" tanya Dashie....
... Dashie sudah mencari alamat rumah serta profil asli dari remaja laki-laki yang bernama Bloom itu tapi tetap saja tidak menemukan hal apapun yang ia ketahui adalah dia berasal dari sebuah panti asuhan....
... Sebuah panti asuhan yang juga merupakan tempat tinggal Ren sejak kecil sudah tidak ada yang lain selain itu....
... Dia menghubungi nomor ponsel Ren....
..."Nomor yang anda tuju sedang … "...
... Sebuah kode bahwa Ren tidak bisa dihubungi oleh Dashie....
... Menutup seluruh raga selimut merah muda yang ada di atas tempat tidurnya....
... Membuka lagi dan bernafas dengan nafas panjang....
... Menghubungi nomor ponsel Hoshie tapi situasi yang tidak biasa orang tersebut sedang tertidur sangat pulas hingga ponselnya yang bergetar tidak didengar olehnya meski berada dekat berjarak lima puluh sentimeter dari jaraknya tidur ada diatas meja dekat ranjang di dalam kapal....
..."Angkat. Aku mohon" kata Dashie....
... Tapi tetap tidak diangkat oleh Hoshie....
... Kemudian detik bertambah mulai untuk Dashie berusaha untuk menenangkan diri....
... Menarik nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan melalui hidung dan mulut....
... Hujan belum reda tetap dengan tingkat intensitas yang tidak jauh berbeda dengan waktu menit menit sebelumnya....
... Dari luar gedung dengan payung transparan....
... Seseorang dengan pakaian serba hitam berlengan dan celana panjang tanpa bisa terlihat oleh manusia pada umumnya....
... Menatap jendela kamar Dashie dengan lampu kamar yang masih menyala berwarna kuning terang....
..."Kau memang harus merasakan ini" kata seorang pria....
..."Ini baru awal untuk mu" kata seorang pria tersebut....
... Getaran itu dirasakan oleh Nawa juga Dashie yang ada didalam kamar mereka masing-masing....
... Melihat kearah luar jendela....
..."Siapa yang memiliki kekuatan sebesar ini?" tanya Nawa....
... Dashie tidak menemukan tanda-tanda telah terjadi gempa beberapa detik yang lalu....
..."Tidak ada gempa sama sekali. Kau berhalusinasi lagi" kata Dashie....
... Dia pergi menghilang dibawah hujan yang turun sangat deras....
... Nawa kembali menutup tirai jendela berwarna putih kamar lalu kembali berbaring ditempat tidurnya sambil membaca buku. Sedangkan untuk Dashie dia lebih memilih melakukan meditasi sebagai salah satu cara untuk menenangkan pikirannya yang sedang kacau....
... Dia yang sedang membaca buku terbesit dipikiran tentang kekuatan yang baru saja dirasakan olehnya....
__ADS_1
..."Siapa yang menjadi incarannya?" tanya Nawa....
... Setelah melakukan investigasi tempat yang akan digunakan untuk tempat tinggalnya sementara yang dilakukan dalam beberapa hari yang lalu....
..."Kurasa dia bukan berasal dari wilayah ini" kata Nawa....
..."Apa dia mengejarku?" tanya Nawa....
... Mengingat dirinya yang pernah ikut dalam sebuah organisasi rahasia dari bangsa Blacwhe, ini membuatnya berpikir secara mendalam dampak akibat dari keputusannya keluar dari organisasi tersebut. Meski ia melepas sebuah kasus tanpa ada sebuah tuntutan kewajiban memaksanya tetap menjalankan sebuah misi....
..."Tapi, mungkinkah mereka bisa melepasku" kata Nawa....
..."Aku tidak yakin mereka bisa melunak dengan mudahnya" kata Nawa....
... Malam yang masih panjang belum enggan untuk melepas air hujan untuk segera berhenti dengan cepat....
... Pagi yang cerah....
... Hot yang sedang lembur lagi seperti hari-hari biasa baru saja selesai membersihkan diri sudah wangi juga berganti pakaian floral dengan dominasi warna kuning cerah dedaunan hitam berpadu dengan hitam....
... Merapikan celana katun hitam dengan panjang selutut lalu melihat sandal hitam yang ia pakai....
... Selesai dengan itu lalu merapikan rambutnya berkaca di kaca spion mobilnya sendiri tas selempang hitam yang ia pakai dibagian depan....
..."Dor!" ...
... Secara sembunyi-sembunyi kekasihnya mengagetkan Hot....
... Berbalik dengan semangat yang belum pernah habis untuk kekasihnya....
... Mendapati tempat makan biru laut dengan penutup kuning di empat tingkat kotak makan ditangan Ghazi....
..."Kau bawa apa?" tanya Hot....
... Ceria....
... Menunjukkan kotak itu kepada kekasihnya....
..."Aku bawa ini untuk mu" kata Ghazi....
... Wajah heran....
..."Kau yang buat?" tanya Hot....
..."Sudahlah" kata Ghazi....
... Ghazi menarik membawanya ke area tempat makan para staf yang bekerja membantu Hot dalam jalannya acara pameran....
... Atap yang teduh dengan angin yang sejuk suasana pagi yang ceria dengan matahari hangat baru saja terbit....
... Hot tidak ragu-ragu untuk mencicipi makanan yang dibuat oleh Ghazi....
... Satu persatu makanan dimakan pelan....
... Baru saja memakan sandwich mini isi smoke beef beserta kondamen sayur yang lain ada dalam satu sandwich....
..."Bagaimana?" tanya Ghazi....
..."Lezat" jawab Hot....
... Tidak biasanya Ghazi membuatkan masakan untuknya yang seingatnya pernah dilakukan oleh Ghazi terakhir kali ketika saat Ghazi kelas tiga sekolah menengah atas dulu....
... Ghazi melihat layar ponsel didepan pacarnya terlihat jelas gadis ini sedang mencari pekerjaan....
... Memakan telur rebus yang sudah terpotong oleh Ghazi menjadi dua bagian dengan garpu....
... Ghazi menatap Hot disaat sedang memakan masakan dari pacarnya itu....
... Gadis dengan baju blouse putih dengan kerah Bardot dan celana jeans biru pendek diatas lutut juga tak lupa sneaker hitam bertali hitam dengan kaus kaki putih bergaris vertikal hitam putih. Siapa yang tidak melihat mereka ada disana dipagi hari diwaktu aktivitas sarapan pagi....
... Hot sesekali melihat ke arah kanan dan kiri secara pelan melihat ke sekitar. ...
... Ekspresi wajah milik Ghazi memancarkan aura sedang bahagia sedangkan suasana disana meski ramai akan tetapi tetap tenang....
... Rileks dengan kondisi ini....
... Akan mengambil sandwich lagi dari salah satu kotak makan....
..."Hanya aku yang makan?" tanya Hot....
... Mengangguk menjawab manis wajah kekasihnya didepannya sendiri....
... Hatinya yang berkomentar dengan sikap Ghazi ini....
..."Jangan seperti itu. Aku jadi tergila-gila padamu" kata Hot....
... Dia pelan lagi memakan sandwich mini dengan isian keju dan smoke beef yang dipanggang dengan dilapisi keju mozarella meleleh ...
...dipanggang lagi....
... Menggigit sandwich....
..."Baby I love you" kata Ghazi....
... Dia agak tersedak dengan berpura-pura tetap cool didepannya....
..."And only you" kata Ghazi....
... Menghabiskan dengan cepat sandwich yang baru saja dimakan lalu mengambil air mineral yang juga dibawa oleh Ghazi setelah itu meminumnya....
... Mengambil satu lembar tisu yang tadi ia ambil dari dalam mobil lalu mengusap mulut dengan tisu tersebut....
..."Besok, tak masalah jika kamu nggak masak untukku" kata Oryn....
... Mood cerianya tiba-tiba saja berubah....
..."Apa tidak enak?" tanya Ghazi....
... Mencoba salah satu sandwich buatannya....
... Merasakan lebih teliti tiap bagian kondamen roti lapis panggang yang ia buat sendiri itu....
..."Tidak buruk kan?" tanya Hot....
... Pipi tembem kekasihnya terlihat sebelah kiri sedang memakan sandwich....
... Mengangguk....
... Kemudian memakan pelan bagian roti yang baru saja dimakan olehnya....
..."Terimakasih sudah membuat semua ini untuk ku" kata Hot....
..."Apa kau tahu apa yang kuinginkan saat ini?" tanya Hot....
... Menjawab....
..."Apa?" tanya Ghazi....
__ADS_1
... Keinginan dari Hot....
..."Ayo kita habiskan ini bersama" kata Oryn....
..."Ok!" kata Ghazi....
... Menerima suapan ubi manis dari Hot....
... Memandang pacarnya dengan senyum ceria....
..."Kau cantik sekali hari ini" kata Hot....
... Memberikan buah anggur untuk Hot....
... Hot menerimanya....
... Aura positif saling terpancarkan satu sama lain....
..."Oh ya. Mulai jam berapa kau membuat semua ini?" tanya Hot....
... Menjawab apa adanya....
... Sedikit mengingat selama dua detik....
..."Seingatku sekitar pukul lima pagi" kata Ghazi....
..."Pagi sekali" kata Hot....
... Setelah beberapa suapan Ghazi memilih untuk melihat Hot yang sedang memakan menu makanan....
... Dia mengirim pesan kepada Dashie tapi belum dibalas mencoba menghubungi nomor ponselnya....
... Satu pesan diterima oleh Ghazi....
..."Aku sedang perjalanan ke tempat kerja" kata Dashie....
... Pesan dari adiknya sudah dibaca olehnya sendiri....
... Sebuah pertanyaan datang dari kekasihnya, Oryn....
..."Zi" panggil Hot....
..."Hmmm" jawab Ghazi....
... Selesai membalas pesan dari Dashie....
... Menatap kedua mata pacarnya itu....
..."Aku ingin tahu seberapa besar kau mencintaiku?" tanya Oryn....
... Terdengar lebih serius nada suara kekasihnya dengan pertanyaan itu....
..."Sembilan puluh persen cinta dan sepuluh persen … " kata Ghazi....
... Penasaran....
..."Sepuluh persen?" tanya Hot....
... Menunggu....
..."Sepuluh persennya adalah rahasia" kata Ghazi....
..."Sembilan puluh persen itu terlalu banyak" kata Oryn....
..."Lalu idealnya berapa?" tanya Ghazi....
... Memberikan tawaran yang lumayan bagus untuk dipertimbangkan untuk Ghazi....
..."Bagaimana kalau sepuluh persen saja?" tanya Oryn....
... Responsif untuk Ghazi dengan tawaran ini....
... Emosinya mulai goyah....
..."Sepuluh persen!" kata Ghazi....
..."Aku nggak mau" kata Ghazi....
... Pagi yang membuat suasana disana menjadi ramai dengan obrolan mereka diantara obrolan orang-orang yang juga ada disana....
... Menjelaskan....
..."Aku yang sembilan puluh persen dan kamu sepuluh persen?" tanya Oryn....
... Melihat sedih pacarnya....
..."Tidak mau" kata Ghazi....
..."Aku pilih sembilan puluh persen" kata Oryn....
... Masih sedikit bad mood....
..."Terserah" jawab Ghazi....
... Ghazi mengambil telur rebus dengan garpu hal yang sama juga diikuti oleh pacarnya itu....
..."Habiskan makanan mu sebentar lagi kau akan kerja kan" kata Ghazi....
... Tersenyum manja dengan kekasihnya yang tidak marah lagi padanya....
..."Berhenti merayuku" kata Ghazi....
..."Ya. Iya, Ghaziku" kata Oryn....
... Memakan ikan panggangnya lagi dengan menggunakan garpu....
... Presdir Jo datang bersama dengan Babe putrinya. ...
... Semua staf berdiri memberi salam hormat kepada orang yang memiliki kepentingan dalam proyek yang mereka kerjakan....
... Menyapa Ghazi....
..."Adik ipar. Kau kemari?" tanya Presdir Jo....
... Ghazi berdiri dan juga Hot memberikan salam hormat kepada Presdir Jo....
..."Selamat pagi" kata Ghazi....
... Putrinya memanggil Ghazi sebagai Dashie....
..."Kak Dashie" kata Beib....
... Dia langsung ingin digendong oleh Ghazi tentu ditanggapi langsung oleh kekasih Oryn Mason ini....
... Babe berada dalam gendongan Ghazi....
... Duduk dalam satu meja yang sama kemudian....
__ADS_1
... ...