Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 139: Sore ini.


__ADS_3

...Chapter 139: Sore ini....


..."Happy ending" tegas Hoshie menegaskan....


... Melihat ke arah Dashie yang sedang melihat lurus kedepan....


..."Ini terdengar egois tapi aku juga menginginkan hal itu" kata Hoshie....


... Dashie belum merespon apa yang dikatakan oleh orang yang berada di sebelah kirinya itu....


... Meraih tangan kiri Dashie....


... Belum berhenti menatap gadis didepannya saat ini....


..."Aku hanya ingin mengatakan ini tak ada yang lain" kata Hoshie....


... Menambahkan lagi dengan semua yang Dashie lihat benar-benar tanpa ditutup-tutupi....


..."Kau percaya atau tidak itu pilihanmu. Aku menyerahkan semuanya padamu" kata Hoshie....


... Melepaskan genggaman tangan Hoshie....


..."Orang-orang akan salah paham dengan kita" kata Dashie....


..."Sorry" kata Hoshie....


... Sorot mata yang pernah ia lihat datang kembali dari sorot mata orang lain yang juga salah satu dari sahabatnya yang lain. Ghazi....


... Udara sudah semakin bertambah dingin bukan berasal dari udara yang datang secara alami dari alam melainkan dari seseorang yang berada didekatnya. Seseorang yang belum ingin segera ia tinggalkan dalam situasi yang bisa dikatakan berbahaya untuk dirinya....


... Happy ending, itu yang diinginkan oleh Hoshie tapi apakah itu sejalan dengan takdir yang sudah tertulis tentang akhir cerita jika mereka berdua tetap bersatu....


... Gadis itu masih dengan sorot mata itu....


..."Aku memang sangat egois" kata Hoshie....


..."Kedatangan ku tidaklah tepat"kata Hoshie....


... Dashie merasa dirinya sudah cukup menjadi pendengar yang baik....


... Menarik tangan kanan Hoshie....


..."Aku lapar. Ikut aku" kata Dashie....


... Tertahan....


..."Kau tidak ikut denganku?" tanya Dashie....


... Penghinaan yang ia terima dan didengar sendiri oleh Rio membuatnya sulit untuk tidur sejak pulang dari tempat bermain golf. Kepalanya menjadi sakit secara langsung jika mengingat hal itu meski ia berusaha untuk melupakan tapi apakah ini akan mudah hal ini pasti sulit untuk Dashie....


... Hoshie tak bisa berkata banyak dalam situasi semacam ini ketika melihatnya diam tanpa banyak bicara jauh membuat dirinya dalam posisi serba salah....


... Di kedai mie....


... Melihat mangkuk dengan mie yang masih panas beserta topping daging sapi dan sayuran serta jamur yang dibuat secara homemade tanpa saus dan bumbu pedas....


... Dia hanya memandang semangkuk mie yang ada di depannya itu....


... Hoshie juga enggan menyantap makanan yang mereka pesan sebelum Dashie mau memakan lebih awal....


... Orang-orang juga terlihat menikmati mie yang sama dengan apa yang mereka pesan dengan topping yang berbeda sesuai menu yang mereka pesan....


... ...


..."Kau tadi bilang lapar. Makanlah" kata Hoshie....


... Dashie mulai menikmati mie yang ada di mangkuk yang masih hangat....


... Hoshie juga mulai menyantap mie dengan topping yang sama dengan apa yang Dashie makan....


... Menunggu adanya obrolan lagi tapi setelah tiga menit berlalu mereka berdua tetap diam dan lebih memilih menghabiskan mie yang sedang disantap....


..."Habiskan ini lalu kita pergi" kata Dashie....


... ...


... Hoshie mengangguk menyetujui....


... Rasa panik di setiap melihat Dashie itu yang ia rasakan dan sembunyikan akan ketakutan kehilangan orang yang selama ini dia cari setelah menyadari bahwa semua didunia ini tak akan bertahan abadi bagaimanapun manusia berusaha tetaplah hukum itu tetap berlaku....


... Dia tidak pedulikan lagi setiap rasa sakit yang ia terima ketika bersama dengan orang yang sudah ia temukan ini....


... Dia yang berjalan beriringan dengan Dashie....


... Memohon didalam hatinya yang gelisah....


..."Katakan sesuatu lagi" kata Hoshie....


..."Aku mohon. Jangan diam begini" kata Hoshie....


... Hari sudah gelap matahari sudah sepenuhnya tenggelam di bagian barat....


... Arah mereka menuju tempat tinggal Dashie masih membutuhkan beberapa puluh langkah lagi....


... Dia lupa tidak memakai jaket hanya memakai kemeja motif tropis dengan dominasi kuning dari motif yang tergambar hitam dan celana casual hitam pendek serta alas kaki coklat berbahan kulit....


..."Dia pasti kedinginan" kata Hoshie....


..."Dia dalam mode tidak ingin diperhatikan oleh orang lain" kata Hoshie....


... Padahal Hoshie ingin sekali memberikan perhatian kepada gadis yang ia sayang disaat situasi hatinya tidak baik-baik saja seperti sekarang....


..."Apa dia akan tetap seperti ini?" tanya Hoshie....


... Dia dengan bayangan masa depan yang menakutkan tidak ingin hadir dalam pribadi seseorang....


..."Lalu bagaimana kedepannya aku harus bersikap?" tanya Hoshie....


... Hoshie menanyakan tentang bagaimana masa depan mereka kedepannya jawabannya sudah ada saat ini ketika ia menanyakan hal itu tentang perubahan yang sudah diperlihatkan oleh orang lain. Dialah orang pertama yang sudah melihatnya sendiri....


... Semua akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu tapi apakah itu akan semudah itu dan apakah semua orang bisa seberuntung itu. Tidak....


... Itulah yang ditakutkan oleh wanita yang ada di sebelah kirinya saat ini....


... Dia masih belum mengajaknya bicara lagi setelah selesai makan malam di sepuluh menit yang lalu di kedai yang sama....


... Tentang Rio....


..."Orang itu ternyata segila ini" kata Hoshie....


... Sadar diri kemudian....


..."Ahh. Aku bahkan jauh lebih buruk dari orang itu" kata Hoshie....


... Dia akhirnya mengajak bicara orang yang ada di sebelah kanannya itu....

__ADS_1


... Dia melihat Hoshie dengan tatapan kebencian....


..."Jangan pernah mencintai orang yang tidak benar-benar kau cintai" kata Dashie....


..."Apa aku salah mengatakan ini?" tanya Dashie....


... Dashie melangkah lagi berjalan menyusuri jalan pulang....


... Hoshie kembali mengikuti kemana Dashie ingin pergi....


... Tak ada respon apapun yang harus dikatakan oleh Dashie lagi padanya seakan hanya didunia ini hanyalah ada dirinya tak ada yang lain untuk mau peduli lebih tulus dari dirinya sendiri....


..."Aku" kata Dashie....


... Dia tak melanjutkan kata-katanya lagi....


... Dia juga sedang banyak pikiran bagaimana orang yang dianggapnya sudah pergi kini hadir dan bahkan menghubungi nomor ponsel sahabatnya sendiri dengan suara yang tidak berubah sama sekali seperti Callie yang ia kenal....


..."Bagaimana aku bisa menjelaskan semua ini kepadanya?" tanya Hoshie....


... Dia yang memiliki banyak problem di dalam isi kepalanya sedang mencari jalan keluar dari segala macam masalah yang saling berkaitan dengan keduanya....


... Dia mulai pesimis....


..."Semua tidak semudah itu mengubah pandangan orang lain terhadapku" kata Hoshie....


..."Kenapa masalah jadi serumit ini?" tanya Hoshie....


... Dashie yang belum seceria hari sebelum hari ini....


... Hoshie jadi sulit untuk menggoda gadis yang ia sayang lagi membuat dirinya kesal terus kesal ingin sekali memberi pelajaran kepada Rio....


... Teringat dari peringatan dari kedua sahabatnya itu....


..."Jika itu terjadi tamat riwayat mu!" ...


... Hoshie mengingat kalimat peringatan dari Ghazi dan Tuan Oryn Mason berulang-ulang agar dia tidak lupa akan batasan diri....


..."Dia yang salah malah orang lain yang menderita" kata Hoshie....


... Rio di stadion lapangan basket....


... Pertandingan sudah berakhir orang-orang juga sudah mulai bergegas pergi tapi tidak dengan Rio yang masih melihat lurus kedepan tapi tidak seperti yang dibayangkan dengan realita yang sedang dipikirkan....


... Stud yang sudah pergi dengan kekasihnya juga sahabat perempuannya, Seymour....


... Sendirian di sana tak ada orang yang mengenal atau menyapa lagi selain mereka bertiga....


..."Haruskah aku yang meminta maaf" kata Rio....


..."Semua yang kukatakan adalah kebenaran" kata Rio....


..."Tapi, kenapa aku yang terlihat paling bersalah" kata Rio....


..."Dia memang pintar membuat cerita seakan dialah yang paling dikorbankan" kata Rio....


... Rio yang terus diawasi oleh Ghazi dan Nora....


... Mereka berdua dalam mode tidak terlihat belum pergi dari tempat yang sama. ...


... Rasanya salah satu rekan dari bangsa Xoco yang sama itu tidak ingin terus disana bukan apa-apa tapi ia tidak ingin mendapatkan teguran dari atasannya dengan pekerjaan yang tertunda akibat ulah seseorang bukan karena Ghazi melainkan tentu Rio....


..."Jika aku menyalahkan orang lain terus, ini akan mengganggu pola pikir ku" kata Nora....


... ...


... Pola pikirnya agak tergoyahkan antara persahabatan atau pekerjaan mana yang harus ia pilih....


..."Tidak apa. Tunggu tujuh menit lagi" kata Nora....


... Itulah waktunya yang tersisa untuknya digunakan untuk istirahat setelah seharian bekerja mencari para bangsa Blacwhe yang sudah ada di dalam daftar hitam makhluk Blacwhe yang tergolong berbahaya....


... Hati dan pikirannya sedang diatur menjadi mode selalu sabar dan bahagia....


... Dia mulai emosi....


..."Untuk apa dia disana padahal jelas-jelas tidak peduli dengan Dashie" kata Nora....


..."Dia pura-pura sedih dengan apa yang sudah diperbuat" kata Nora....


... Dia dengan kemarahan yang tidak terlampiaskan....


..."Kenapa ada pria semacam itu?" tanya Nora....


... Ghazi yang berperan sebagaimana realita kehidupan menghajar diri seseorang yang terluka....


..."Semua takkan berpihak kepada seseorang yang sudah terluka selain dirinya sendiri" kata Ghazi....


... Direspon oleh Nora....


..."Kau kini kembali lagi" kata Nora....


..."Aku tidak pernah berubah" kata Ghazi....


..."Jangan pernah menunjukkan wajah sedihmu didepan orang lain" kata Ghazi....


... Rio menghubungi nomor ponsel Jarrel....


... Jarrel menerima panggilan dari Rio....


... Jarrel menanggapi panggilan telepon dari salah satu sahabatnya itu....


..."Ada apa?" tanya Jarrel....


..."Kau bisa temani aku minum?" tanya Rio ...


..."Minum. Dimana?" tanya Jarrel....


..."Tempat biasa" jawab Rio....


... Menyetujui permintaan dari salah satu sahabatnya itu....


..."Ok" jawab Jarrel....


... Jarrel yang sedang ada disana sesuai juga dalam mode tidak terlihat sedang terus memperhatikan sosok orang yang membuat sahabatnya sedih....


... Dia dengan tidak ingin persahabatan mereka jadi rusak akibat tindakan yang akan ia lakukan kepada Rio. Rasa ragu yang ia miliki membuatnya enggan untuk menyapa orang yang ia tahu adalah orang yang bisa dipercaya oleh ketiga sahabatnya yang lain....


..."Kenapa semua seakan membiarkan semua ini terjadi tanpa ada balasan setimpal?" tanya Jarrel....


..."Keadilan?" tanya Jarrel....


..."Aku terdengar sangat idealis" kata Jarrel....


..."Semua tetap sama tak ada yang membela siapa yang seharusnya dibela" kata Jarrel....

__ADS_1


... Di rumah sakit....


... Ved yang sudah juga mengetahui bahwa salah satu sahabatnya sudah putus menjadi kelegaan dengan harapan yang selama ini ia inginkan terkabul juga....


..."Kau tidak memberitahu pertengkaran mereka kepada yang lain?" tanya Rumy....


..."Ini tidak begitu mengejutkan" kata Ved....


... Dia dengan setenang itu sambil memakan sup hangat dengan tangan yang terlihat masih sulit untuk digerakkan walau dengan menyuapi dirinya sendiri....


..."Kau tidak butuh bantuan ku?" tanya Rumy....


... Dia tanpa basa-basi....


..."Aku tidak suka menyusahkan orang lain" jawab Ved....


... Dia yang ingin membantunya tanpa basa-basi juga merespon perkataan Ved....


..."Aku tidak akan berniat merayumu atau menipumu!" kata Rumy....


..."Lihat. Kau bahkan masih sulit untuk makan sendiri" kata Rumy....


... Dia tetap dengan pendiriannya yang tidak berubah dengan tetap santai terus berinteraksi dengan gadis remaja yang juga berada dalam ruang pasien yang sama....


..."Aku tidak ingin merepotkan orang lain" kata Ved....


... Dia yang tidak ingin menahan rasa kesalnya selama menjadi teman sesama pasien....


..."Tuan genius … tidak jadi" kata Rumy....


... Dia memakan olahan sup ikan....


..."Lanjutkan kalimat mu" kata Ved....


... Masih kesal....


..."Tidak akan" kata Rumy....


... Merasa bersalah dari sifat datar cuek anak jenius ketika sudah mulai perhatian kepada orang lain. ...


..."Lanjutkan, aku pasti akan mendengarkanmu" kata Ved....


... Rumy jadi kesal tapi ia berpikir jika hal ini diceritakan akan jauh lebih berbahaya dengan orang yang sedang mereka maksud terlebih lagi dengan orang yang terlihat sangat menyayangi wanita sudah ia anggap sebagai kakak perempuannya itu. ...


..."Habiskan makanan. Jangan sampai terbuang" kata Ved....


... Rumy terlanjur tidak ingin mengajak orang ini bicara lagi sebagai rencananya....


... Makan malam sebelum tidur....


... Dua menit....


... Hingga sepuluh menit berlalu Rumy sudah menghabiskan makanan di meja kayu kecil yang ada di depannya sekarang....


... Melirik ke arah Ved....


... Menangkap lirikan mata dari Rumy....


..."Dia sungguh membutuhkan bantuanku" kata Rumy....


..."Aku dengar" kata Ved....


... Dia yang tidak bisa membicarakan orang yang ada di sebelah kanannya meski hanya didalam hati menjadi sulit untuk menyimpan apapun yang sedang ia pikirkan sehingga jadilah seperti ini gaya komunikasi mereka berdua....


... Dia dan hatinya lagi yang berkomentar....


..."Biarkan saja. Aku akan menunggunya sampai mengatakan sendiri" kata Rumy....


..."Rumy tolong aku" kata Rumy....


... Ditanggapi oleh Ved....


..."Tidak akan pernah" kata Ved....


... Dia jadi kesal lagi....


..."Terserah!" kata Rumy....


... Ren yang ada disana untuk menjenguk salah satu sahabat asli dari pemilik raga yang ia gunakan saat ini....


... Dia sedang mencari cara agar dugaannya tidaklah keliru bahwa Ved juga sama dengan dirinya sebagai salah satu dari bangsa Blacwhe....


... Dia sudah seperti detektif profesional sedang menjalankan sebuah misi....


... Meski cara komunikasi keduanya yang tergolong tidak terlalu akrab sebagai sesama pasien....


..."Apakah dia juga sama sepertimu?" tanya Rumy....


... Dia tanya apa, orang ini jawab apa....


..."Jangan dekati orang ini" kata Ved....


..."Kenapa?" tanya Rumy....


... Agak sedikit menekan nafas suaranya....


..."Pacarnya galak!" kata Ved....


... Belum berhenti membela diri sendiri....


..."Kalian bukan tipeku" kata Rumy....


... Sorot mata dari salah satu bangsa Blacwhe ini tidak pernah hilang meski kekuatan miliknya sudah diambil oleh Hoshie....


... Dia mengamati setiap gerak-gerik dua orang yang masih dalam perawatan medis ini....


... Mulai curiga....


..."Aku seperti sedang dikelabui oleh mereka" kata Ren....


..."Jangan bilang dengan sikap diam dalam ketenangan ini membuktikan mereka tidak ada apapun" kata Ren....


... Menilai apakah keduanya cocok menjadi sepasang kekasih atau tidak....


..."Jika lihat mereka juga cocok" kata Ren....


... Dari lift rumah sakit seseorang yang merupakan seorang siswi yang juga satu kelas dengan Rumy sudah bersiap untuk menemui kekasihnya yang sedang menjenguk seseorang yang ia harus anggap sebagai sahabat....


... Keluar dari dalam lift....


... Menghitung berapa kamar pasien lagi yang harus ia lewati untuk sampai di ruang rawat Ved....


... ...


... ...

__ADS_1


__ADS_2