
...Chapter 97: Sorry....
... Po pergi menuju ke kelas bersama ketua kelas mereka....
... Dia berada berjalan dibelakang Nawa dengan mengambil jarak sekitar lima meter....
... Dia menunggu sampai pacarnya berbalik ke arah belakang untuk menyadari bahwa ada Po berjalan di arah dan tujuan yang sama....
... Menjadi seorang idola di sekolah sudah menjadi hal yang biasa bagi remaja laki laki yang masih menjadi pacar gadis yang memakai masker biru di belakangnya....
... Seorang yang benar-benar dingin dan cuek selalu melekat ada pada diri seorang Nawa. Bukan hanya satu dua orang yang seakan memuja Nawa hampir sebagian besar para gadis remaja di sekolahnya saat ini tidak jauh berbeda dengan di sekolahnya sebelum ia pindah....
... Sudah seharusnya dia memiliki banyak teman di sekolahnya sekarang tapi menyendiri adalah keputusan yang diambil mengurangi aktivitas komunikasi bersama para siswa lain seperti menghindar mengobrol bersama ketua kelasnya tadi yang berusaha menyapa lebih awal setelah memarkirkan kendaraan mereka....
... Semua mendapatkan perlakuan yang sama oleh dinginnya karakter seseorang....
... Dia naik tangga diikuti oleh para siswa dan siswi lain dibelakangnya....
... Po masih memperhatikan detail gestur tubuh pacarnya itu....
..."Bukan hanya denganku saja, dia bersikap seperti itu tapi … " kata Po....
..."Sadar atau tidak. Aku baginya bukanlah siapa-siapa" kata Po....
... Jauh lebih sadar sekaligus membela diri....
..."Ya. Aku bukan siapa-siapa baginya tapi kan aku pacarnya" kata Po....
... ...
... Melewati beberapa kelas lagi untuk sampai di kelas mereka....
... Po mengejar Nawa yang akan masuk ke kelas setelah melewati satu kelas lagi....
... Nawa terkejut....
... Merangkul Nawa seperti teman sendiri bukan sebagai pacar sikapnya diambil disaat bersama dengan pacarnya....
... Melihat senyum semangat Po....
..."Sayang!" sapa Po....
... Suara berat khas remaja laki-laki....
..."Po" kata Nawa....
... Setelah melihat ekspresi wajah Nawa membuat Po bingung dengan kalimat lain yang akan diucapkan kepada pacarnya....
... Nawa langsung menyimpulkan kalau Po sedang salah tingkah....
... Berhenti sejenak....
... Akan memuji keindahan yang ada dalam diri Po....
... Jemari tangan sebelah kanan menyentuh bibir Po dengan lembut....
... Dia juga tersenyum menatap Po....
..."Aku suka warna bibir mu" kata Nawa....
..."Hah?!" kata Po....
... Dia menjauh sedikit menjaga jarak dengan pacarnya itu....
... Melihat ke sekeliling lalu menarik cepat Nawa agar menjauh dari teman-teman mereka yang sedang memperhatikan mereka berdua....
... Nawa berhasil ditarik oleh Po duduk di kursi duduknya seperti biasa sedangkan untuk Po ada disebelah kanan kursi tempat duduknya sendiri....
... Kini Nawa menjadi berbeda dari yang dia kira lebih manis sikapnya terhadap Po....
... Melihat ke arah kanan mengajak bicara Po....
..."Kamu kurang suka kalau aku memujimu" kata Nawa....
... ...
... Dia masih malu dengan pujian yang diberikan oleh Nawa....
... Menyanggah kepala dengan tangan kanan....
... Melihat ke arah Nawa....
..."Tapi, jangan didepan banyak orang" kata Po....
... Sekali lagi....
..."Tapi, aku tidak bohong kalau bibirmu sangat cantik" kata Nawa....
... Teman-teman mereka yang tadi menyaksikan kemesraan mereka menjadi berbeda sikap dan tingkah mereka berusaha menyesuaikan diri dengan kisah asmara orang lain....
... Nawa belum berakhir dengan sisi lainnya yang belum pernah diketahui oleh Po....
..."Aku hanya mengatakan apa yang harus ku katakan" kata Nawa....
..."Apa aku salah" kata Nawa. ...
... Po tidak menyangka ada sisi polos yang dimiliki oleh kekasihnya itu yang belum membuat hatinya berbalik arah....
... Menawarkan alternatif pujian yang ditawarkan oleh Nawa kepada Po....
..."Atau kau lebih suka aku bilang kamu cantik" kata Nawa....
..."Sudahlah" kata Po....
... Dia terlihat malu-malu ketika mendapat rayuan dari kekasihnya itu....
... Nawa sedang menikmati momen yang sedang berlangsung ketika melihat pacarnya bertambah lucu ketika salah tingkah setelah dipuji oleh dirinya....
... Suaranya lebih terdengar manly lagi....
..."Po!" panggil Nawa....
... Po menutup wajahnya diatas meja....
... Sekali lagi dengan nada suara yang sama....
..."Po!" panggil Nawa....
... Po belum menanggapi kata-kata manis yang dikatakan oleh Nawa....
... Bel jam pertama kelas tanda proses belajar mengajar dimulai....
..."Po. Po Sansa!" kata Nawa....
... Dia mulai menunjukkan wajahnya yang tersipu malu dan Nawa baru bisa tenang setelah menatap wajah pacarnya sebelum akhirnya pelajaran olahraga dimulai....
... Waktu kembali mundur dua jam setengah sebelumnya....
... Pukul setengah lima pagi Dashie sudah terbangun dari tidur....
... Melihat ke arah luar jendela kamar....
... Mengumpulkan jiwa yang belum sepenuhnya sempurna setelah baru saja terbangun dari tidur....
... Hari dingin dipagi hari menyambutnya sempurna dengan suara turunnya hujan menimpa atap rumah bersemangat membangunkan penghuni rumah....
... Tidak melihat Ghazi ada didekatnya....
... Menyingkirkan selimut....
... Mencari sepasang slipper beruang coklat miliknya....
... ...
..."Dimana slipper ku?" tanya Dashie....
... Tidak menemukan slipper miliknya....
... Mengambil tindakan selanjutnya yang seharusnya dilakukan setelah terbangun dari tidur....
... Lalu turun dari tempat tidur lalu merapikan sejenak selimut diatas tempat tidur....
... Melihat tempat tidur sudah cukup rapi....
... Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri....
... Selesai dari kamar mandi....
... Waktu yang digunakan untuk membersihkan diri....
..."Waktuku berkurang sepuluh menit" kata Dashie....
__ADS_1
... Siap menuju dapur....
... Langkah pertama adalah membuka pintu kamar lalu menutupnya kembali....
... Satu persatu kembali hadir didalam ingatan Dashie....
... Langkah tanpa hambatan menuju arah dapur....
... Dan semua terhenti oleh kakaknya yang duduk santai melihat kekasihnya yang sedang memasak didapur....
..."Dimana aku mendapatkan pacar sepertinya?" tanya Dashie....
..."Dia ada disekitarmu" kata Ghazi....
..."Siapa?" tanya Dashie....
... Ghazi belum ingin menjawabnya dia lebih fokus dengan membantu mengupas telur rebus setengah matang....
... Dashie melanjutkan langkah untuk mengambil gelas minum....
... Mengambil air mineral dalam botol yang tersedia di dalam lemari pendingin....
... Duduk disebelah kakaknya....
... Satu gelas ada diatas meja lalu melirik kakaknya....
... Menuangkan air mineral dari dalam botol kedalam gelas minum....
..."Kak Xie sudah bangun?" tanya Ghazi....
..."Dia terdengar sedang mandi" kata Dashie....
... Ghazi selesai memotong jamur dan kentang....
... Dashie mengambil alih tugas Ghazi....
... Dashie membantu memotong sayur hijau yang ada di sebelah kirinya....
... Pertanyaan yang menyegarkan untuk pasangan yang terlihat tidak pernah saling berselisih apa lagi bertengkar di depannya. ...
... Penilaian untuk Hot....
..."Aku baru tahu kakakku sangat menyukaimu" kata Dashie....
..."Dia pria terbaik yang kumiliki" kata Ghazi....
..."Aku sayang Ghazi" kata Hot....
... Dashie malah geleng-geleng kepala dengan apa yang dikatakan oleh pacar kakaknya....
... Memotong sayuran brokoli di atas talenan kayu....
..."Pasangan yang sangat serasi" kata Dashie....
... Hot dengan suasana hatinya yang baik....
..."Adik Dashie mau makan apa?" tanya Hot....
... Ini jauh lebih dari yang dipikirkan oleh Dashie....
..."Aku akan masak sendiri!" kata Dashie....
... Keduanya terdiam....
..."Dia tidak jauh berbeda denganku" kata Ghazi....
... Kembali dengan aktivitas mereka....
... Dashie menggunakan kompor lainnya yang juga berada di dapur untuk membuat sarapan untuk dia dan kakaknya yang akan segera berangkat kerja....
... Lima menit kemudian....
... Xie datang dengan rambut kepala yang sedikit basah setelah habis mandi tadi....
... Memasuki dapur....
... Di meja sudah terdapat menu sarapan yang sudah matang dibuat oleh Ghazi dan Hot....
... Dashie sedang sibuk membuat sup cream kentang....
... Menghampiri Dashie....
..."Ini sup kesukaanmu" kata Dashie....
... Memperhatikan keduanya....
... Ghazi sedang memakan potongan wortel yang sengaja disiapkan untuk dirinya selain untuk digunakan untuk membuat menu sarapan....
..."Sayang!" panggil Hot....
... Memberikan potongan wortel yang sudah dicuci olehnya kepada Hot....
... Melihat ke arah kemana Ghazi sedang fokus memperhatikan hal lain selain dirinya....
... Memperhatikan dalam empat detik lalu melanjutkan membuat tumis sayur dan jamur....
... Membaca arti dari kedekatan mereka berdua....
..."Apa benar tidak ada sedikitpun perasaan timbul di antara mereka?" tanya Ghazi....
... Memakan wortel lagi....
..."Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan situasi ini?" tanya Ghazi....
... Suara hujan deras tidak dengan suara petir datang pagi ini....
... Seisi ruangan sudah mulai tercium bau harum dengan menu masakan yang sedang dimasak secara bersamaan dalam bagian tempat yang berbeda di dalam ruang yang sama....
... Memberikan satu sendok masakannya untuk Ghazi dari dalam piring kecil putih....
... Mencicipi masakan dari Hot....
..."Bagaimana?" tanya Hot....
... Berkata jujur....
..."Always delicious" kata Ghazi....
..."Benar?" tanya Hot....
..."Yes" jawab Ghazi....
... Ghazi kembali memperhatikan kedekatan di antara kakak dan adiknya yang di nilainya tidak biasa....
... Dua puluh lima menit menghabiskan waktu untuk membuat sarapan dipagi hari dengan tugas yang terbagi rata mengurangi waktu yang seharusnya dihabiskan dengan jumlah menu diatas meja makan....
... Dashie akan mencicipi daging ikan bumbu rempah....
..."Masih panas. Pelan-pelan" kata Xie....
..."Ok" kata Dashie....
... Sambil memakan masakan buatan dari Oryn....
... Diam melihat situasi di detik kapan akan memulai tema obrolan yang akan dibicarakan oleh Ghazi....
... Dashie yang sedang memotong beberapa bagian ikan masakan buatan kakak laki-lakinya bersabar sampai tidak terlalu panas untuk dimakan....
..."Adikku" kata Ghazi....
..."Hmmm" jawab Dashie....
... Berbicara mencondongkan kepalanya ke arah adiknya....
..."Apakah aku perlu menerima tawaran pekerjaan dari Jarrel?" tanya Dashie....
... Dia memberikan jawaban sesuai perannya sebagai sahabatnya....
..."Jarrel. Dia menawarkan pekerjaan untuk mu?" tanya Dashie....
..."Ya" kata Ghazi....
..."Dia juga baru-baru ini menawarkan banyak pekerjaan untuk ku" kata Dashie....
... Berpikir sejenak....
... Melihat kakak laki-lakinya yang sedang membagi kentang oven untuk Dashie....
..."Tunggu" kata Dashie....
..."Dia memang terlalu baik kepada orang-orang di dekatnya" kata Dashie....
__ADS_1
..."Lalu kakak akan menerimanya?" tanya Dashie....
... Mengambil salad yang dibuat oleh Hot....
..."Aku. Tidak mungkin dengan karakterku yang pemalas ini" kata Ghazi....
... Hot tidak memberikan responnya tentang pesan yang dikirim oleh Jarrel kepadanya yang ia dapat dari kekasihnya sehingga inilah keputusannya setelah menerima tawaran pekerjaan dari sahabat Dashie....
... ...
... Xie memberikan kentang oven untuk Dashie....
..."Terima kasih" kata Dashie....
... Lalu memberikan dua buah kentang oven untuk Hot....
..."Ini untuk Tuan Oryn Mason" kata Xie....
... Dashie yang ia tahu tentang kakaknya yang sulit menerima orang lain di keluarga mereka....
... Curiga....
... Menatap kakak laki-lakinya....
..."Apa ada yang disembunyikan dari kami?" tanya Dashie....
... Tidak bisa tidak jujur menjawab pertanyaan dari adiknya itu....
..."Parfummu tadi jatuh karena ku" kata Xie....
..."Sorry" kata Xie....
... Hot tidak berkomentar jika sudah tentang parfum....
... Dia sedikit membuat kesan sedang batuk sambil melirik ke arah Ghazi....
... Mendapatkan sorotan mata tajam dari Ghazi....
..."Itu parfumku" kata Ghazi....
... Jawaban singkat....
..."Oh" kata Xie....
... Dia mulai marah sesuai dugaan Hot maka tindakan selanjutnya adalah bagaimana caranya agar pacarnya tidak marah....
..."Aku hanya ingin memindahkan obat tidur pacarmu lalu tak sengaja menyenggol parfum itu" kata Xie....
..."Sorry" kata Xie....
... Xie sudah ancang-ancang untuk lari jika mendapat serangan dari adiknya yang marah....
... Dashie sedang memakan kentang oven dari Xie....
..."Sudah sayang. Tak apa" kata Hot....
... Dia belum meredam amarahnya....
..."Sayang. Sudah" kata Hot....
... Setelah dilerai oleh kekasihnya baru Ghazi menjadi lebih tenang tidak akan lagi ingin memarahi kakak laki-lakinya itu....
... Dashie memakan perlahan daging ikan bumbu rempah masakan Xie....
... Terlihat lebih merenung dengan apa yang ada tiba-tiba terlintas dalam pikirannya....
..."Mungkinkah tadi malam Hoshie dan Rio berkelahi" kata Dashie....
..."Aku harap itu semua hanya mimpi" kata Dashie....
... Mengingat lagi apa yang dianggapnya sebagai mimpi tentang apa yang menimpa mantan kekasihnya....
..."Apa terjadi sesuatu dengannya?" tanya Dashie....
... Mengingat lagi tentang kondisi Hoshie yang juga jauh lebih memprihatinkan dari Rio....
..."Tapi, apa yang terjadi dengan Hoshie. Seingatku terakhir kali kulihat dia tidak separah itu" kata Dashie....
... Melihat layar ponsel yang belum mendapatkan kabar dari keduanya di pagi ini....
... Melihat sekelilingnya yang terlihat baik-baik saja tidak ada hal yang aneh atau mencurigakan....
..."Apa hanya aku yang aneh disini?" tanya Dashie....
... Memakan nasi dengan ikan dalam satu sendok....
... Ghazi tersadar dengan Dashie yang tidak berbicara selama lima menit berlalu disaat menikmati sarapan pagi di meja yang sama ini....
..."Sayang. Kamu kenapa?" tanya Ghazi....
... Kembali fokus dengan orang-orang disekitarnya....
..."Apa Hoshie datang kemari?" tanya Dashie....
... Terdiam ketiga orang disekeliling Dashie....
..."Tidak. Dia tidak datang kemari" jawaban Ghazi....
..."Kalau Rio?" tanya Dashie lagi....
... Melirik ke arah Oryn....
..."Dia juga tidak datang kemari. Ada apa dengan mereka?" tanya Xie....
... Menjawab tanpa ragu perlahan terdengar tetap jelas oleh mereka....
..."Tapi entah kenapa tadi malam seakan mereka datang kemari" kata Dashie....
... Hot memberikan kesaksian....
..."Semalam kami bermain tenis meja sampai pukul dua belas malam. Tapi, tak ada seorangpun lagi selain kami berdua" kata Hot....
... Dashie yakin bahwa mereka berdua memang datang ke rumah tadi malam....
... Khawatir....
..."Apa kau bermimpi buruk lagi?" tanya Xie....
..."Aku harap begitu" kata Dashie....
... Menghentikan Dashie dari segala pertanyaan dari memori yang ia miliki....
..."Anggap saja itu adalah mimpi. Habiskan makananmu" kata Ghazi....
... Dashie perlahan menghabiskan makanan lagi....
... Ghazi juga mengambilkan salad untuk Dashie....
..."Makan yang banyak" kata Ghazi....
..."Makasih" kata Dashie....
... Semuanya sudah dengan tujuan mereka setelah selesai menikmati menu makanan pagi....
... Mobil terparkir di depan sebuah toko makanan tradisional yang ramai dengan para pembeli berdatangan....
... Disana dengan jendela yang sedikit terbuka dari sebelah kemudi mobil yang dikemudikan oleh Hot....
... Cuaca pagi yang cerah setelah hujan....
... Belum saling bicara selama perjalanan dari rumah....
... Berbicara menghadap pacarnya begitu sebaliknya....
... Bertanya tentang kejelasan tindakan seseorang....
..."Jadi, kau benar-benar membuat adik ku mengingat semua kenangan yang seharusnya bisa dihapus?" tanya Ghazi....
..."Ya" jawab Hot....
..."Jadi sekarang dia akan perlahan mengetahui segala sesuatu tentang bangsa Blacwhe atau Xoco" kata Ghazi....
..."Aku tahu aku salah tapi dia juga harus tahu siapa Hoshie sebenarnya" kata Hot....
... ...
... ...
... ...
... ...
__ADS_1