Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 155: Kau siapa?.


__ADS_3

...Chapter 155: Kau siapa?....


..."Sedang apa kau disini?" tanya Xie....


... Terkejut elegan....


... Pura-pura tidak dengar....


... Dia datang dari arah belakang Nora yang ada berada disana dibagian sekitar gedung sekolah Rumy....


... Dia berpikir kritis....


... Kepada diri sendiri....


..."Dia bisa melihatku?" tanya Nora....


..."Dia bisa?" tanya Nora lagi....


... Memilih acak segala ide yang bercampur rumit mencari ide mana yang harus ia pilih....


... Jarak mereka yang semakin dekat lalu menepuk pundak atas pacarnya yang terlihat dari kaca jendela yang terpantul gambar Xie disana tidak dengan dirinya....


..."Sayang!" panggil Xie....


... Berbalik kekasihnya jelas-jelas ia mendapatkan jawaban atas segala keraguan....


..."Kau melihatku?" tanya Nora....


... Dia mencubit pipi Nora sebelah kiri....


... ...


... Terkejut....


..."Hah!" kata Nora....


... Dia tidak tahu harus senang atau sedih yang jelas dia harus kabur secepatnya dari sana....


... Akan berkata sesuatu....


..."Aku … " kata Xie....


... Nora lari pergi meninggalkan kekasihnya....


..."Dia kenapa lagi?" tanya Xie....


... Dari arah lain dengan arah seratus enam puluh derajat ia menghadap ke arah selatan....


..."Xie!" panggil seseorang yang memakai kemeja putih dan celana formal hitam panjang serta sepatu kulit hitam pula....


... Menoleh Xie ke arah rekan kerjanya itu....


... Lalu melihat lagi kemana arah pacarnya yang tadi pergi....


..."Dia cepat sekali" kata Xie....


... Xie pergi menuju ke arah ruang kepala sekolah dengan rekan kerjanya yang menunggu didepan salah satu kelas....


... Rumy yang akan menuju ke ruang kesehatan sekolah....


... Tanpa sengaja menabrak Xie....


..."Maaf" kata Rumy....


... Kaget....


..."Kau sekolah disini?" tanya Xie....


... Dia mengangguk lalu langsung pergi dengan kaki yang berjalan agak pincang....


... Xie melihatnya pergi tanpa satu kata penjelasan dengan kondisinya sekarang yang tidak ia lihat dihari ia berada dirumah sakit disaat ia berkunjung menemui ibunya yang sedang merawat Ved....


... Dia langsung pergi menuju ruang guru sesuai tujuan awal alasan mereka datang ke sekolah ini....


... Rumy....


... Untuk remaja putri ini pergi dan tiga langkah lagi akan masuk keruang kesehatan sekolah....


... Dia masuk ke ruang kesehatan lalu mencari obat untuk mengobati luka yang ada di lutut kakinya itu....


... Duduk di ranjang ruang kesehatan....


... Disana dengan tirai yang terbuka dari salah satu tempat siswa mendapatkan pertolong medis....


... Membersihkan luka berdarah di bagian lututnya yang berdarah dengan alkohol medis yang ia tuangkan di atas kapas putih....


... Berpikir....


..."Aku merasakan ada yang aneh dengan hidupku ini. Bagaimana dengan kondisi Ved sekarang?" tanya Rumy....


..."Apakah dia manusia sepertiku?" tanya Rumy....


... Masih belum percaya....


..."Tapi, benarkah dia bisa menghilang?" tanya Rumy....


... Kebingungan sendiri....


..."Dia membuatku bingung karena aku melihatnya sendiri menghilang didepanku" kata Rumy....


... Mengingat lagi....


..."Dan itu nyata tanpa halusinasi atau hipnotis" kata Rumy....


... Menghela nafas....


..."Alam semesta berhasil membuatku bingung" kata Rumy....


... Nawa dan Si Murid Baru....


... Mereka berdua melihat dengan kedua mata mereka sendiri bagaimana dinding pelindung dari bangsa Blacwhe terbentuk hingga melindungi sekolah tetangga mereka....


... Energi menakutkan sampai terasa kepada Si Murid Baru....


... Meledek....


..."Kau tidak lihat matahari diatas sana. Kenapa kau sampai kedinginan?" tanya Nawa....


..."Aku berjanji akan membalas siksaan ini" kata Si murid baru....


..."Gaya pertemanan kalian membuatku takut" kata ketua kelas....


... Kedua teman kelas mereka heran dengan keduanya yang memanggilnya dengan nama "Murid Baru" sedangkan dia juga punya nama....


... Si teman mereka yang memakai bando merah....


..."Aku perlu memperbaiki perangkat lunak di dalam diriku" kata teman berbando merah....


... Raut wajah menjauh ditunjukkan kepada ketua kelas....


..."Namamu adalah Ans kan. Kita panggil dengan namanya, apalagi murid baru … murid baru" kata remaja putri berambut pirang sebahu....


... Gan sebagai ketua kelas juga tidak melakukan sebagaimana mestinya bagaimana memperlakukan seseorang dengan baik....


..."Ok. Ans, kita berdua salah" kata ketua kelas....


... Dingin....


... Tetap tidak mau mengubah panggilan teman kelas barunya itu....


..."Murid Baru nama yang bagus" kata Nawa....


... Dia yang selalu masa bodoh dan tidak mempedulikan perkataan orang lain tergambar jelas lebih jelas lagi disandingkan dengan Nawa....


..."Terserah kalian mau panggil aku apa" kata Ans....

__ADS_1


... Dia malu-malu ketika akan mengatakan ini....


..."Thank's" kata Ans....


... Bel berbunyi....


... Tanda siswa dan siswi harus masuk kedalam kelas....


... Nawa melihat layar ponsel sedangkan Ans sambil berjalan berada dibelakang ketiga teman kelasnya bersebelahan dengan Nawa yang ada di sisi kiri dibelakangnya persis belum pergi mengikuti mereka yang akan turun dari atas rooftop....


... Nawa berjarak dua langkah dari Ans....


... Dia masih melihat layar ponsel baru beranjak pergi dari tempat semula lalu gerak cepat tangan Nawa menyanggah bagian pundak tangan kanannya seperti akan merangkul dari arah belakang Ans....


... Ans terlihat akan terjatuh akibat efek dari dinding pelindung yang dibangun oleh salah satu bangsa Xoco yang memutar tinggi digedung sebelah sekolah mereka....


..."Thank you" kata Ans....


... Dia tak mengucapkan "You're welcome" misalnya untuk ucapan terima kasih yang teman barunya katakan....


... Berjalan menuruni anak tangga....


... Dia menaruh ponselnya setelah mengirim pesan kepada Rumy....


... Tanpa melihat ke arah Ans....


... Dia melepas tangannya yang menyanggah pundak Ans agar tadi tidak sampai jatuh....


... Di rumah Ved....


... Callie harus menerima bahwa ia sudah memaafkan kesalahan dari Hoshie atas apa yang sudah pria itu perbuat....


... Kesal, sudah jelas itu yang ia rasakan atas apa yang sudah diperankan oleh kenyataan ini....


... Dia sedikit bicara tapi ia tahu semuanya sudah disepakati oleh keduanya sebelum tugas ini dikerjakan oleh pemeran pengganti dirinya disaat berhadapan dengan Hoshie yang diketahui juga oleh Jarrel....


..."Aku tidak tahu aku harus berterimakasih atau marah dalam hal ini" kata Callie....


..."Kau berhak kecewa untuk ini" kata Ved....


..."Sorry. Seharusnya, aku yang harus berterimakasih kepada kalian" kata Callie....


..."Aku yang seharusnya meminta maaf. Ini demi kebaikan mu agar mereka tidak mencarimu" kata Ved....


... Hoshie yang memiliki masalahnya sendiri dan itu dikhawatirkan akan berdampak kepada orang-orang disekitarnya yang kebetulan pada hari itu mereka bertemu adalah kesempatan yang pas untuk menghabisi salah satu target mereka yaitu Callie jika keduanya tetap bertengkar di depan umum....


... Selama Jarrel memantau rumah tinggal lama Callie ketika di kampusnya dulu, dia mendapatkan informasi tentang pencarian seseorang yang dilakukan secara rahasia tentang siapa mantan kekasihnya yang bersalah dari bangsa manusia dan itu adalah Callie. Hal ini membuat Jarrel langsung mengabarkan informasi ini kepada Ved dini hari malam sebelum misi mereka dilaksanakan pada hari itu juga dan itu benar adanya....


... Memutar cincin yang ada di jari tengah sebelah kiri....


... Berbicara menatap wajah Ved....


..."Aku belum bisa berterimakasih kepada Jarrel. Dia sudah memantaunya sejak beberapa hari yang lalu" kata Callie....


..."Ok. Nanti, aku sampaikan atau kau bisa mengatakannya sendiri secara langsung lewat ponsel" kata Ved....


... Menghentikan memutar cincin di jarinya itu....


..."Sorry. Aku sudah merepotkan mu lagi" kata Callie....


..."Aku seharusnya yang berkata seperti itu" kata Ved....


... Callie melihat diatas meja tempat tidur Ved sudah terdapat beberapa origami dengan lima bentuk berbeda seperti katak, kupu-kupu, bintang, bunga mawar dan hati....


... Fokusnya teralihkan ke sebuah meja didekat Ved sedang berbaring sekarang....


... Dia yang ada disisi kanan Ved duduk dikursi ukir di sebelah tempat tidur mengambil salah satu origami yang sudah dibuat oleh Ved....


..."Ini buatan mu?" tanya Callie....


..."Kau suka?" tanya Ved....


... Ceria....


..."Aku suka sekali. Ini lucu" kata Callie....


... Menggelengkan kepala dengan jari manis tangan digerakkan ke kanan dan ke kiri didepan pria masih dalam pengawasan dokter ini....


... Mengambil origami dengan bentuk hati....


..."No no no. Aku ambil ini saja" kata Callie....


... Ved kembali mengambil kertas origami dari meja yang sama terdapat origami yang sudah ia bentuk lalu membuat seni kertas lipat lagi dengan bentuk yang berbeda....


... Callie melihat trik yang dilakukan oleh Ved dalam seni lipat kertas....


... Tertarik....


..."Aku juga ingin mencobanya?" tanya Callie....


... ...


... Mengambilkan satu kertas origami berwarna merah kepada Callie....


..."Coba saja" kata Ved....


... Menerima kertas origami....


... Wajah berseri-seri....


... ...


..."Ok" kata Callie....


... Mulai melipat kertas origami tersebut....


..."Begini?" tanya Callie....


... Pintu kamar yang terbuka penuh datang mengetuk pintu....


... Ved mengangguk memberi isyarat kepada perawatnya yang diizinkan masuk....


..."Katakan" kata Ved....


... Dia berbicara sesuatu....


..."Di luar ada seseorang yang bernama Hoshie datang sendirian" kata perawat tersebut....


..."Baiklah. Suruh dia masuk" kata Ved....


... Callie segera memakai kalung yang diberikan oleh Ved diwaktu pertama kali bertemu untuk mengubah dirinya kembali menjadi Owen....


... Dia dalam kurang satu detik langsung berubah identitasnya menjadi Owen lagi....


... Diantar oleh perawat Ved sampai didepan kamar Ved....


... Dia menyapa dengan tangan keatas telapak tangan terbuka sebentar....


... ...


... Hoshie datang membawa bingkisan buah berry....


..."Ini untuk mu. Kudengar dari Dashie kau menyukai ini" kata Hoshie....


... Menaruh diatas meja dekat tempat tidur Ved disebelah kanan....


... Hoshie bercermin merapikan rambutnya yang tadi sedikit terkena angin ketika berada dihalaman rumah Ved....


... Diatas meja itu tergantung cermin bergaya west elm....


... Selesai merapikan rambutnya itu lalu Ved menawarkan Hoshie agar duduk disalah satu kursi dikamarnya sekarang....


..."Kau boleh duduk disana" kata Ved ....


... Hoshie menerima tawaran dari Ved....

__ADS_1


... Duduk disebelah kiri Owen yang sibuk dengan layar tablet putih ke abu-abuan....


... Baik itu Owen ataupun Hoshie belum saling menyapa satu kalimat pun....


..."Kau sendirian?" tanya Ved....


... Mengangguk sedikit....


..."Begitulah" kata Hoshie....


... Bau-bau kecanggungan hadir didalam ruangan tersebut....


... Ved akan memperkenalkan Owen kepada Hoshie. Namun, ponselnya berdering terdengar nada ritme bunyi permainan biola....


... Beranjak bangun dari tempat duduk....


..."Sorry, aku keluar sebentar" kata Owen....


... Hoshie memperhatikan Owen yang berjalan keluar dari ruangan....


... Dia dan tas bergaya quilted putih dengan tali aksen mutiara gold ia genggam ditangn kiri berjalan pergi dari ruangan tanpa melihat Hoshie sama sekali....


... Untuk Hoshie....


... Dia sedikit mengingat dengan siapa ia duduk tadi bersebelahan dengan seorang wanita yang pernah ia temui secara tidak sengaja disuatu tempat....


..."Apa kau sudah mengenalnya?" tanya Ved....


..."Entahlah. Tapi, ku pikir kita pernah bertemu disuatu tempat" kata Hoshie....


..."Dia cantik?" tanya Ved....


... Curiga....


..."Apa maksud dari pertanyaan mu itu?" tanya Hoshie....


... Meledek lagi....


..."Apa kau takut dia sedih?" tanya Ved ...


... Sedikit seperti obrolan diantara para sahabat terjadi disini....


..."Dashie?" tanya Ved....


..."Ya. Aku menyukai gadis itu" kata Hoshie....


..."Yang mana?" tanya Ved....


..."Ya, jelas Dashie siapa lagi?" tanya balik Ved....


... Tiba-tiba jujur karena terharu dengan suasana....


..."Ternyata seperti ini rasanya bisa memiliki teman" kata Hoshie....


... Hening....


... Tanpa kalimat lagi ...


... Menunggu....


..."Baiklah. Nikmati buah buah berry itu. Aku pergi" kata Hoshie....


... Akan melewati pintu masuk kamar....


..."Terima kasih sudah datang" kata Ved. ...


... Berbalik ke arah Ved....


..."You're welcome" jawab Hoshie....


... Dia disana tak ada sepuluh menit lalu meminta izin untuk pulang dengan tujuan sebenarnya hanya ia yang tahu akan kemana setelah berkunjung ke rumah Ved....


... Perjalanan keluar dari rumah teman kuliahnya itu....


... Perawat Ved mengantar Hoshie sampai menuju depan pintu rumah....


... Tak ada satu orang pun selain keduanya berjalan melewati beberapa ruang....


... Hoshie berjalan terus lalu akhirnya sampai didepan pintu depan rumah....


... Perawat Ved memberi salam hormat menunduk kepalanya ke bawah sekitar lima belas derajat kepada Hoshie yang juga dibalas langsung oleh orang yang baru saja keluar melewati pintu depan rumah....


... Dia terlihat berjalan seperti terburu-buru untuk pergi ke suatu tempat....


... Owen melihatnya disaat pergi dengan diantar satu bodyguard sekaligus driver pribadinya sendiri....


... Hoshie pergi keluar dari halaman rumah Ved dengan kendaraan roda empat berwarna biru bergaya catchback....


... Menunggu lima menit diluar rumah lalu datang ibunya Dashie sendirian dengan membawa makanan....


... Sapa Owen....


..."Siang, Tante" kata Owen....


... Ramah....


..."Ini siapa cantik sekali. Kamu temannya Ved, ayo masuk kedalam" kata ibunya Dashie....


... Owen dibawa masuk bersama dengan ibunya Dashie....


... Di sekolah....


... Di dalam kelas guru sastra mereka menjelaskan bagaimana cara berakting dalam sebuah drama dengan sesekali memberikan kuis soal soal yang juga berkaitan dengan materi yang sedang diterangkan sejak beberapa menit lalu....


... Nawa....


... Dia diam-diam memperhatikan teman satu kelasnya itu....


... Jam pelajaran yang kedua masih berlanjut setelah bel masuk kedalam kelas di pukul sepuluh di dua puluh menit sebelumnya juga tidak terlihat menunjukkan kondisi stabil dari kekuatan Ans....


... Dia terlalu berterus terang....


..."Kau tidak mati?" tanya Nawa....


... Melirik tajam dengan rasa benci kepada teman sebelah kiri mejanya itu....


... ...


..."Kau saja yang mati lebih dulu" kata Ans....


... Tidak memperhatikan temannya lagi lebih memilih fokus melihat ke papan tulis dengan mind mapping yang digambar oleh guru mereka dengan cabang berisi penjelasan yang mudah dimengerti tergambar dari setiap bagian yang dia usahakan bisa mudah untuk di pahami....


... Hatinya berbicara tanpa mau menghadap Ans....


... Ans menghadap ke arah papan tulis....


..."Jelas-jelas kalau dia terkena pantulan kekuatan dari bangsa Xoco tapi syukurlah dia masih bisa hidup" kata Nawa....


..."Jangan sampai dia kambuh di waktu yang tidak tepat" kata Ans....


..."Aku memang sudah gila" jawab Nawa....


... ...


... Menghentikan obrolan fokus mereka tetap dengan penerangan materi di depan kelas seperti siswa yang lain....


... Nawa mulai khawatir tapi orang disebelahnya tidak peduli sama sekali....


..."Aku tidak bersikap sejauh itu" kata Nawa....


..."Aku tidak akan mengambil tahta mu" kata Ans....


..."Apa kita seakrab itu?" tanya Nawa....


... Melirik Nawa....

__ADS_1


..."Kau siapa?" tanya Ans....


__ADS_2