
...Chapter 34: Jangan khawatir....
..."Dia membutuhkanmu cepat hubungi dia" kata Ved....
..."Ved!" panggil Xie....
... Xie yang baru saja pulang kerja mendapatkan panggilan telepon dari sahabat adiknya itu kemudian dengan jaket hitam dan celana pendek serta celana hitam pergi ditempat adiknya yang ada di rumah sakit setelah mendapat balasan pesan dari adiknya sendiri....
... Di parkiran rumah dia membuka penutup mobil yang akan digunakan untuk menjemput adiknya lalu mesin dinyalakan perjalanan akan dimulai....
... Terkejut....
..."Hahhhhh!" ...
... Tangan kanan didada ketakutan dengan adanya seseorang yang ada di dalam mobil dan dia melihat penutup mobilnya sudah robek....
..."Jendela mobil terbuka dan dia akan mengikutiku lagi" kata Xie....
... Pacarnya datang sudah berada di dalam mobil....
..."Kau lupa lagi mengunci mobilmu" kata Nora....
... Xie membuka pintu kemudi mobil lalu pergi dengan tujuan yang tidak berubah pergi kerumah sakit....
..."Kita baru jadian satu jam lalu kan bukankah kita tidak harus bertemu lagi" kata Xie....
... Tertawa lucu....
..."Kau tidak mungkin tidak merindukanku" kata Nora....
... Tidak marah juga tidak ingin menyuruh pacar barunya untuk turun dari dalam mobil yang sedang bergerak itu dengan kecepatan lumayan cepat dikendarai oleh Xie....
... Xie mungkin baru saja jadian dengan gadis yang juga seusia dengan adiknya itu belum terlihat cinta lebih terasa cinta yang tampak lebih oleh Nora kepadanya dengan ceria duduk di kursi disebelah Xie....
..."Tiba tiba kau tersenyum" kata Nora....
... Dia tidak tahu kalau yang sedang dipikirkan oleh Xie adalah rasa khawatir berlebih dengan adiknya yang mungkin saja tidak baik baik saja dengan situasi yang dia pikir disepanjang perjalanan....
..."Semoga dia baik baik saja" kata Xie....
... Nora berhenti memandang pacar barunya lalu membuka ponsel melihat sesuatu yang baru dia lihat tentang status hubungan percintaan Dashie yang sudah memiliki pacar baru yang tentu tidak dikenal oleh Nora....
..."Tampan sekali" kata Nora....
... Gadis ini berkata jujur dalam berkomentar tentang Hoshie....
... Mengajak bicara Nora....
..."Aku?" tanya Xie....
... Berkata Jujur lagi....
..."Ya" jawab Nora....
... Tidak mungkin untuk Nora berkata bahwa pacar temannya sangat tampan sedangkan dia juga sedang bersama pacarnya yang paling SWAG untuk dijadikan seorang pacar....
... Menjadi bijaksana versi menurut dirinya sendiri....
..."Mungkin aku bukan tipemu" kata Xie....
... Nora sedang melihat ponselnya lagi....
..."Wahhh. Dia malam ini sangat cantik" kata Nora....
... Xie yang sedang fokus mengemudi ada disana tetap fokus mengemudi dengan sedikit memberikan sikap ramah tidak mengajak bicara lebih banyak berkomunikasi membuat Nora agak sedih tapi dia menutupinya dengan baik dengan wajah ceria yang dia miliki....
... Menengok ke sisi kiri melihat ke arah Xie....
... Hatinya sedikit merasakan....
..."Apa aku bukan siapa siapa untuknya" kata Nora....
..."Aku juga ingin diajak bicara" kata Nora....
... Hingga sampai di tempat parkir rumah sakit pria yang sudah menjadi pacarnya ini membukakan pintu mobil di sisi kanan untuk Nora....
..."Ikut aku" kata Xie....
... Nora mengangguk ikut masuk kedalam rumah sakit mengikuti langkah pacarnya kemana akan pergi lagi lagi dia tidak merasa seperti bersama dengan seseorang yang dia harap akan memberikan banyak cinta....
..."Semua seakan membuatku berpikir negatif tentangnya" kata Nora....
... Masuk kedalam rumah sakit hingga masuk ke dalam lift rumah sakit berdua di dalam lift mereka berdua tak saling bicara dan ini bukan harapan dari Nora sekali lagi dia merasa harus terbiasa dengan sifat ini....
... Bersandar sedikit di dinding ruang lift dalam tujuh detik lalu kembali berdiri tegak dari samping kanan orang yang dia sayang....
..."Kenapa aku bisa menyukai pria ini?" tanya Nora....
... Nora mengambil langkah lebih awal untuk mengambil peluang untuk meraih lengan Xie memandang wajah Xie yang kaget dengan tindakan dari pacarnya saat ini dengan wajah imut manja tapi tetap gadis ini tidak mendapat balasan ekspresi sama seperti yang dia lakukan kepada Xie meskipun tak ada respon seperti itu tapi Xie tidak merasa terbebani jika Nora menggandeng tangan kanannya....
... Xie tidak memandang pacarnya lagi lalu pintu lift terbuka dan mereka keluar dari dalam lift bersama tanpa melepas tangan Xie mereka berjalan beriringan selayaknya sepasang kekasih biasanya....
... Melewati beberapa kamar kamar rawat pasien dan di temukanlah ruangan yang sudah Dashie katakan ketika dihubungi tadi lewat ponsel....
__ADS_1
... Situasi ini bisa dikatakan jika tidak terlalu baik untuk dua orang yang saling menatap satu sama lain yang sudah jelas mereka sudah saling mengenal dari tatapan yang tajam penuh kebencian keduanya tak bisa dibohongi....
... Dashie dan Hoshie saling menatap balik bertanya lewati kode hati....
..."Ada apa ini?" tanya Dashie....
..."Aku tidak tahu" jawab Hoshie....
... Jemari tangan Nora digenggam erat oleh Xie sakit dimulai sejak mereka bertemu di detik detik sebelumnya dan detik selanjutnya bertambah sakit genggaman tangan Xie....
... Berbisik Nora....
..."Tanganku sakit" kata Nora....
... Langsung Xie tidak menggenggam tangan Nora lagi....
..."Sorry" kata Xie....
... Wajah itu marah wajah marah itu menarik lengan Dashie dengan cepat membawanya keluar dari ruangan itu bersama juga dia menarik tangan kanan pacarnya agar ikut bersama pergi keluar dari ruangan tempat yang ada seseorang yang dia tidak ingin orang orang yang dia sayang dekat dengan orang itu. ...
..."Aku pergi, terima kasih cakenya" kata Dashie....
... Pergi mereka bertiga dari ruangan itu dan pandangan dengan pertanyaan siap untuk ditanyakan kepada orang yang sedang memegang gelas yang berisi jus buah dingin manis....
..."Kau kenal dia?" tanya Hoshie....
... Luc duduk dengan gelas diletakkan diatas meja sofa....
..."Tentu. Siapa yang tidak mengenal orang yang cukup dibanggakan di kantorku" kata Luc....
..."Oh" kata Hoshie....
... Luc duduk disana didepan potongan potongan kue dengan beberapa varian nama....
... Tidak terlihat marah jiwa keunikan milik Luc muncul secara tiba tiba dan ini sangat aneh bagi Hoshie....
..."Berhenti menatapku seperti itu. Mereka sudah pergi" kata Luc....
... Menanggapi santai dengan wajah polos....
..."Aku hanya ingin jus yang kamu minum" kata Hoshie....
... ...
... Pandangan menakutkan milik Luc datang sambil berjalan membawakan apa yang Hoshie inginkan dengan gelas baru dan isi yang sama dari botol yang berisi jus anggur.....
..."Aku ingin pergi saja dari sini" kata Luc....
... Hoshie menerima dengan senang hati....
... Luc pergi sesuai apa yang diinginkan oleh Hoshie tidak bercanda untuk Luc dan pemuda yang sedang sakit itu sudah tahu kalau hal ini akan terjadi....
..."Lebih baik dia pergi daripada akan melampiaskan kemarahannya padaku" kata Hoshie....
... Hoshie tidak tahu permasalahan yang terjadi diantara Luc dan kakaknya Dashie yaitu Xie tapi dia yakin mereka kurang baik dalam urusan jalinan pertemanan....
... Membiarkan Luc pergi yang sebenarnya banyak ruginya untuk Hoshie....
..."Mau gimana lagi" kata Hoshie....
... Hening seisi ruangan dengan suara Hoshie yang sedang kesakitan dengan seluruh badan sangat panas benar benar panas kambuh lagi bertambah panas semakin bertambah waktu malam....
... Sudah takut jika dia akan dimarahi oleh kakaknya yang sudah satu mobil juga dengan Nora berdua dengan Dashie yang baru tahu kalau Xie adalah kakaknya....
..."Apa sebaiknya aku pulang saja?" tanya Nora....
... Arah pulang kerumah Dashie biasa ditempat yang juga satu arah dengan tempat Nora tinggal saat ini....
... Tak ada percakapan sama sekali sejak dari dalam rumah sakit padahal Dashie siap tidak siap harus menerima apa yang akan dikatakan oleh kakaknya kepada dirinya....
... Deg degan sejak tadi juga takut jika dia akan dimarahi....
..."Bukankah dia sudah mengenal Hoshie" kata Dashie....
... Berpikir ulang mencari cari dimana letak kesalahan yang telah dia lakukan....
..."Aku juga sudah mengatakan ada satu teman lagi ada didalam sana" kata Dashie....
... Menggali menggali lagi letak kesalahan yang telah diperbuat dan akhirnya dia menemukannya....
..."Aku telah membuat kakak khawatir. Sorry" kata Dashie....
... Melihat ke kaca di dalam bagian atas mobil yang berada diatas kaca depan mobil mengarah ke arah belakang Xie melihat keduanya sedang ketakutan dan dia tahu hal itu menahan sejak tadi ingin tertawa dengan akting yang sedang diperankan....
..."Aku berhasil membuat mereka ketakutan" kata Xie....
... Xie tidak menjawab bahwa dia sudah memaafkan adiknya tapi dia mengatakan hal lain kepada mereka berdua....
..."Nora dimana tempat tinggalmu?" tanya Xie....
... Setelah mendapatkan alamat tempat tinggal dari pacarnya segera dia mengantar menuju alamat yang sudah dia dapat mengantar pacarnya lebih dulu lalu selanjutnya akan mengantar Dashie pulang....
... Dari dalam mobil Dashie melihat kakaknya berbicara dengan Nora tanpa terdengar olehnya dari jarak mereka dari dalam mobil tempat gadis ini ada disana hanya dua menit menunggu dan kakaknya sudah kembali....
__ADS_1
... Perjalanan pulang menuju rumah Dashie....
... Menunggu percakapan diantara mereka dan itu tidak terjadi sampai mobil berhenti sampai didepan rumah Dashie....
... Gemas dengan sikap kakaknya yang sejak dulu memang seperti ini lalu dia mengawali mengajaknya berbicara....
..."Aku senang kakak sudah punya pacar baru" kata Dashie....
... Detik ini akhirnya Dashie melihat lagi wajah mempesona milik kakaknya yang kembali ceria yang membuatnya lega....
..."Tadi, aktingku keren kan" kata Xie....
... Situasi ini jauh lebih baik dari harapan Dashie....
..."Kau cepat sekali mendapat pacar baru. Aku sampai kalah denganmu" kata Xie....
... Diam sesaat menanggapi keramahan kakaknya itu....
..."Tidak. Eh, belum kok" kata Dashie....
... Mengingatkan lagi Xie kepada seseorang yang pernah menjadi pacar adiknya itu....
..."Apa mungkin kau masih ingin balikan dengan anak itu?" tanya Xie....
... Terkejut sedikit dengan pertanyaan ini....
..."Hahhh. Mungkinkah?" tanya balik Dashie....
... Beberapa obrolan terjadi dan Xie memutuskan untuk pulang setelah Dashie sudah masuk kedalam rumah dan mendengar suara pintu terkunci dari dalam balik pintu masuk depan rumah....
..."Dia sudah ada dirumah. Aku tidak terlalu khawatir lagi" kata Xie....
... Empat menit berlalu Xie sudah tidak ada disana pergi setelah mengantar adiknya pergi lagi untuk ke suatu tempat lalu ada didepan rumah Dashie menghubungi ponsel yang aktif belum diangkat oleh pemilik nomor ponsel yang dihubungi dengan ponselnya....
..."Ya. Ada apa?" tanya Dashie....
... Memperhatikan lantai atas kamar seorang gadis yang membuka tirai jendela kamar diatas sana melihat ke arah luar saling menatap satu sama lain dengan ponsel yang masih saling terhubung....
..."Kau tidak bertanya kenapa aku disini?" tanya Ten....
... Lalu Dashie bertanya apa yang ditanyakan oleh mantan pacarnya itu....
..."Kenapa kau ada disini?" tanya Dashie....
... Menjawab mantan pacarnya memandang masih Dashie dari bawah rumah....
..."Kenapa kau tidak mencari seseorang yang lebih baik?" tanya Ten....
... Pertanyaan datang lagi di dengar dari Ten oleh Dashie....
...Gadis ini melihat ekspresi wajah itu wajah sedih yang hanya bisa dilihat olehnya dari wajah datar dingin milik Ten yang ditunjukkan kepada Dashie....
..."Ya. Aku sudah menjadi pacarnya" jawab Dashie....
... Dashie tak ingin bertengkar dengan seseorang yang pernah dia sayang menunggu pertanyaan lagi dari mantan kekasihnya lagi menunggu dan Ten mematikkan sendiri ponselnya lalu pergi meninggalkan Dashie yang belum menutup tirai jendela kamarnya yang tidak dia buka disaat menerima panggilan telepon dari Ten....
... Langkah kaki milik mantan kekasih Dashie masih terarah akan pergi kemana tujuan akhir dari perjalanan melewati bangunan bangunan tinggi di sekitarnya bayangannya terlihat jelas datang dari lampu lampu yang menyala di tembok tembok pembatas rumah....
..."Kenapa harus dia?" tanya Ten....
... Sedih dan merasa tidak berguna itu yang dirasakan oleh pemuda ini dengan apa yang telah menjadi garis hidupnya yang tidak bisa berubah meski dia menolaknya....
..."Bisakah aku mengubah takdir ini?" tanya Ten....
... Kedua mata berkaca kaca menatap langit malam....
..."Kau sudah tahu kalau aku sangat menyukainya" kata Ten....
... Hening untuk malam ini dengan suasana hati Ten yang sedang kacau tidak rela jika mantan pacarnya itu bersama dengan Hoshie yang dia tahu adalah sama sama bangsa Blacwhe sama sepertinya juga....
..."Dia bisa bersama dengan Dashie tapi kenapa aku tidak bisa" kata Ten....
... Hal ini terasa tidak adil untuk Ten kacau hatinya belum bisa menerima semua kenyataan ini benar benar sedang dialami dalam hidupnya lebih semakin nyata ketika malam hening datang lagi....
... Bergerak pergi lagi pergi semakin jauh dari arah rumah Dashie tanpa berbalik ke arah belakang pergi....
... Bagaimana perasaan Dashie setelah mendengar suara Ten dan bagaimana perasaan Dashie setelah melihat mantan pacarnya itu tidak baik baik saja tapi sedih lalu kekuatan yang dianggap sebagai magic hadir memerintah hatinya agar dengan cepat melupakan nama orang yang bernama Ten secepat itu dilakukan karena yang dia tahu semua tentang dirinya sudah berakhir....
... Dashie membuka tirai jendela kamar lagi melihat dari atas sana melihat Ten berjalan pergi tidak bersemangat meninggalkan rumahnya tanpa berbalik lagi....
..."Kenapa kau tidak berbalik?" tanya Dashie....
... Menunggu Ten berbalik lagi datang kepada dirinya yang melihat bahwa itu hanya harapan nya saja tidak dengan realita yang dihadapi oleh keduanya yang terjebak dalam keadaan yang serba rumit....
..."Setidaknya berbalik walau sekali saja" kata Dashie....
... Dan menunggu Ten berbalik lagi tapi dia bertambah jauh tangan kanan Dashie menghapus air mata yang jatuh di pipi sebelah kanan mengalir menutup kembali tirai kamar....
... Hoshie memanggil Dashie....
... Apakah Dashie akan mengangkat panggilan telepon dari Hoshie setelah peristiwa barusan dan dia menjawab panggilan telepon dari Hoshie....
..."Kau sudah sampai dirumah?" tanya Hoshie....
__ADS_1
... Disaat Hoshie menanyakan keadaannya saat ini disaat itulah Dashie sedang menghapus air matanya lagi....
..."Aku sudah sampai dirumah kau jangan khawatir" kata Dashie....