
...Chapter 131: Tetap menawan....
... Berteriak sudah ia lakukan tapi apa ada orang yang mendengarkan teriakan dari gadis remaja ini, tak ada satupun. Semua sudah terencana dengan rapi agar penyiksaan ini berjalan dengan sesuai rencana....
... Suaranya lirih semakin berkurang dengan bertambahnya waktu akibat banyak darah yang terus keluar dari bagian tubuhnya yang terluka....
..."Lepaskan aku. Aku mohon" kata Po....
... Dia dengan wajah seseorang yang ia ketahui sebagai kekasihnya sendiri sudah membuat luka baru dengan senjata tajam yang keluar dari bagian tangan seseorang yang dicintai sebelumnya setelah perilakunya yang seperti ini pasti akan membuat rasa cintanya menjadi sebuah ketakutan....
... Teriakkan dari arah lain yang masih dalam area sekolah menggemparkan seisi sekolah....
... Dia tidak kehilangan aura tapi ia kehilangan banyak darah akibat serangan tidak manusiawi....
... Suara seperti jeratan tali terdengar....
... Tangan remaja putri ini terlepas dari genggaman tangan Nawa....
... Di berbaring diatas lantai gudang yang terbuka cahaya terlihat dari sisi ia melihat Nawa yang terikat serpihan es kuat tanpa bisa bergerak....
... Po sudah dengan sisa harapan yang ia miliki....
... Dia tetap disana ingin berusaha melepaskan diri dari jeratan benda dingin yang masih terus mengikat kuat raganya itu....
..."Ini pasti sakit" kata Nora....
... Dia menghampiri gadis remaja ini lalu menyentuh dahinya dengan lembut terasa sangat dingin sesuatu dari dalam tangan wanita ini keluar lalu menyebar dalam satu detik keseluruh tubuh gadis remaja yang ia beri pertolongan itu....
... Melepas tangannya dari dahi gadis remaja di depannya sekarang....
... Berpindah langsung di depan Nawa....
..."Jangan bergerak. Itu akan semakin mengambil semua kekuatanmu" kata Nora....
..."Apa yang terjadi denganmu. Kenapa sampai seperti ini?" tanya Nora....
... Dia sudah semakin meredam kekuatan dari sebagian milik bangsa Blacwhe itu....
... Nawa terjatuh dan ia tidak sadarkan diri....
... Nora juga menyentuh dahi remaja laki-laki itu dalam satu detik kekuatan yang berasal dari dalam dirinya menyebar ke seluruh tubuh sama dengan apa yang terjadi kepada Po dengan luka-luka yang sembuh dengan sendirinya....
... Po sudah mulai bisa untuk duduk sendiri....
... Menggerakkan kakinya yang tadi terluka....
..."Kau sudah bisa berjalan lagi" kata Nora....
... Po sudah dalam kondisi normal tanpa rasa sakit ataupun luka ada tersisa dalam raga....
... Begitu juga dengan kondisi Nawa yang mulai stabil....
... Petikan jemari tangan digerakkan oleh jemari tangan kanan bangsa Xoco ini kepada gadis remaja ini....
... Po menghilang dari hadapan mereka....
..."Dia tidak akan mengingat ku tapi tidak menjamin dengan ingatan yang lain" kata Nora....
... Nora juga pergi dari dekat Nawa yang semakin sadar dimana dia berada sendirian di luasnya gudang sekolah....
..."Kenapa aku disini?" tanya Nawa....
..."Dimana Po?" tanya remaja laki-laki ini....
... Semua yang ada didepan mata tak luput dari pantauan dan ia melihat empat buku yang tadi ia bawa keluar dari dalam perpustakaan bersama seseorang yang ia cari sekarang....
... Bangkit dari tempatnya duduk saat ini untuk mengambil buku-buku yang dipinjam oleh Po....
... Di taman sekolah....
... Dia membuka kedua matanya mendapatkan kenyataan bahwa ia ada di bagian taman sekolah sendirian....
... Dia melihat kedua tangan lalu bahunya setelah itu kedua kakinya....
... Serpihan es jatuh dari bulu matanya begitu juga ujung kuku jemari tangan dengan serpihan es yang sama mengikat kuat....
..."Siapa yang akan mendukungku kalau ini tidak nyata?" tanya Po....
... Dia melihat sebuah kode di bagian telapak tangannya sendiri yang bergambar kristal salju putih mengikuti arah garis tangan yang perlahan hilang....
..."Bukankah ini adalah tanda yang sama disaat aku mendapatkan pertolongan" kata Po....
..."Berarti. Tadi?" tanya Po....
... Menerima kenyataan yang ada....
..."Tadi, sungguhan!" kata Po....
... Yellow yang baru keluar dari dalam ruang guru bersama ketua kelas di kelasnya....
... Dia memperhatikan seseorang yang mirip dengan sahabatnya belum juga masuk kedalam kelas yang tidak biasa dilihat dari karakter sahabatnya itu....
..."Apa yang sedang kau lakukan. Kau tidak masuk kelas?" ...
... Pesan yang dikirimkan oleh Yellow kepada sahabatnya itu sambil memberi kode dari jarak jauh disaat ia sedang melewati deretan kelas adik kelas mereka akan kembali ke dalam kelas....
..."Hah!" syok remaja ini....
..."Jam sebelas siang!" kata Po....
... Po yang ada di area taman sekolah segera berjalan dengan cepat agar bisa mendapatkan waktu lebih tidak lebih malu karena tidak masuk kedalam kelas tepat waktu....
..."Tunggu" kata Po. ...
... Melihat ke sekitar untuk berjaga-jaga bahwa ia tetap dalam kondisi aman tanpa penyerangan yang ia anggap itu nyata benar-benar terjadi. Sehingga ia lebih berjalan menuju ke kelasnya dengan berjalan lebih berhati-hati tidak ingin rasa gugup cemas nya menguasai diri....
..."Aku tidak peduli jika aku terlambat yang terpenting adalah keselamatan ku" kata Po....
... Dia tidak sadar kalau dari arah seseorang juga sedang terlambat akan masuk ke kelas di mata pelajaran selanjutnya. ...
... Nawa berganti arah terus lurus melewati anak tangga berencana untuk pergi ke ruang kesehatan....
..."Kenapa tubuhku pada sakit?" tanya Nawa....
... Dia enggan pergi ke kelas lebih memilih untuk tidak mengikuti pelajaran tapi sepertinya kebiasan itu sudah mulai ingin ia tinggalkan berbalik lagi ke arah anak tangga....
... Po melihatnya berjalan lebih cepat dari kecepatan langkahnya bisa dibilang lari sambil menaiki anak tangga....
..."Dia tidak melihatku kan" kata Po....
... Dia berjalan mempercepat langkah menuju ke kelas....
..."Sungguh ini sudah sangat terlambat untuk masuk ke kelas" kata Po....
__ADS_1
... Nawa dengan empat buku tebal yang ia bawa masuk ke dalam kelas dilihat oleh kekasihnya yang ada di belakangnya berjarak dua belas langkah....
... Belum juga sampai di depan pintu ia melihat Nawa disuruh keluar lagi oleh guru yang sedang mengajar di jam pelajaran yang sudah pukul sebelas siang lebih....
..."Kamu juga bapak hukum sama seperti Nawa!" kata guru matematika mereka....
... Po yang tidak bisa membela diri dengan alasan yang ingin dibuat harus pasrah dihukum untuk berdiri didepan kelas dengan tangan keatas sampai pelajaran selesai....
... Guru matematika mereka masuk kembali ke kelas untuk melanjutkan mengajar materi....
... Nawa melihat Po begitu juga sebaliknya....
..."Kau habis dari mana?" tanya Po....
..."Aku" kata Nawa....
..."Perpustakaan" jawab Nawa....
... Diserang dengan kenyataan arah datang yang tadi ia lalui....
..."Aku melihatmu dari arah gudang?" tanya Po....
... Tidak bisa melanjutkan kebohongan....
... Jawaban datar tapi jelas terdengar terjawab oleh kekasihnya ini....
..."Ya. Kau benar, aku habis dari gudang sekolah. Kenapa?" tanya Nawa....
... Ikut menjawab pertanyaan dengan jawaban datar....
..."Tidak apa-apa" jawab Po....
..."Sudah?" kata Nawa....
..."Ya mau tanya apa lagi" kata Po....
... Butuh lima puluh menit lagi untuk menyelesaikan hukuman yang sedang mereka jalani. ...
... Po melihat jarum jam di tangan....
... Waktu tinggal empat puluh menit lagi....
..."Sebentar lagi selesai" kata Nawa....
... Dalam hati Po....
..."Untuk apa aku lebih perhatian padanya" kata Po....
... Nawa mendengar isi hati kekasihnya yang terdengar masih kesal sejak tadi pagi....
... Meninggalkan sepasang kekasih yang sedang menjalankan sebuah hukuman....
... Dia yang sedang bersama dengan seseorang dengan satu kubu yang sama....
..."Dia bukan orang yang kau cari?" tanya Hot....
..."Kau bisa lihat sendiri. Dia sangat manis" kata Nora....
... Berkata jujur....
..."Dia hampir melenyapkan nyawa orang lain" kata Hot....
..."Aku tahu isi hatimu berbeda dengan apa yang kau katakan" kata Nora....
... Dia menghilang dari sisi rekan kerjanya dengan cepat....
... Hot belum pergi dia masih ingin hasil pengamatan yang lebih dari apa yang dilaporkan oleh rekan kerjanya yang telah pergi....
... Dia mengambil rock candy yang ada didalam tas selempangnya....
... Membuka bungkus permen dengan rasa peppermint lalu menikmatinya sambil melihat pemandangan sekolah yang ia datangi....
..."Siapa yang memicunya bertindak seperti itu?" tanya Hot....
... Dia yang sedang dalam mode tidak terlihat mendengar suara kicau burung merpati yang hinggap di gedung di sekitar atas gedung merdu....
... Dia dengan cuaca yang sedikit mendung tapi dengan hal yang masih tetap sama cerah seperti saat ia pertama kali melihatnya tak ada yang berubah....
..."Dia masih tetap sama" kata Oryn....
... Dia belum berhenti melihat seseorang yang pernah ada didalam hatinya hingga seseorang datang untuk menyembuhkan....
... Dia bersinar dengan caranya sendiri....
..."Apa benar semua itu?" tanya Oryn....
..."Kau sudah melupakan ku?" tanya Oryn....
..."Bisakah kita jangan bertemu lagi?" tanya Oryn....
... Dia yang sedang dilihat oleh Oryn adalah seseorang yang memiliki kenangan yang sudah lama menghilang dengan sendirinya oleh waktu. ...
... Dia teringat orang yang sudah menyembuhkan luka yang hingga kini belum sembuh tapi ia juga kembali bertemu dengan pemicu luka itu untuk kambuh kembali....
... Hujan....
... Oryn kehujanan disana tapi tidak ingin pergi tetap ingin menahan pertemuan secara sepihak ini bertahan sebentar lagi....
..."Apa ini rindu?" tanya Oryn....
..."Dia akan menangis si penyembuh luka ku" kata Oryn....
... Dia dan hanya dirinya yang tahu kisah lama ini....
... Mencintai dalam memori usang tidak begitu buruk untuk dikenang apa ini sebuah ungkapan dari waktu yang panjang yang sulit untuk dipercaya untuknya bertahan untuk melupakan seseorang yang sudah seharusnya dilupakan tapi benarkah wajahnya sudah bisa dilupakan....
..."Waktu panjang ini. Kau dan aku" kata Oryn....
..."Aku sudah percaya bahwa kita tidak pernah akan bersama" kata Oryn....
... Dia yang sedang melihat hujan turun dari balik salah satu jendela kelas bagian dalam tersenyum kepada udara dilangit yang ia pandang tepat mengarah kepada Oryn yang belum pergi....
... Dia yang pernah ia sayang ternyata lebih memilih orang lain....
... Dia dengan payung hitam....
..."Dia memang sangat cantik" kata Hoshie....
... Terkejut....
... Melihat sahabatnya itu....
..."Ya Tuhan!" kata Oryn....
__ADS_1
... Datar sikap Hoshie....
... Dia dengan pakaian serba hitam menyatu dengan warna hitam payung yang ia gunakan....
..."Kisah yang telah berlalu" kata Hoshie....
... Dia sedang berusaha menawarkan sebuah ide yang jangan sampai diterima apalagi direalisasikan oleh Oryn....
..."Bagaimana jika aku memberitahu Ghazi tentang Nona cantik itu?" tanya Hoshie....
... Dia mulai ngegas....
..."Jangan macam-macam!" kata Oryn....
... Dia kembali dengan tatapan yang datar dengan lisan yang sedang ingin membuat lelucon ringan....
..."Ternyata kau sangat setia" kata Hoshie....
..."Hentikan!" kata Oryn....
..."Aku tidak akan berhenti" kata Hoshie....
... Mereka berdua tidak langsung pergi dengan tujuan mereka yang berbeda tetap disana....
... Sosok yang ia cari tentu seseorang yang ia anggap sebagai adiknya sendiri yang ia lihat sendiri sedang mendapatkan sebuah hukuman bersama kekasihnya dari salah satu guru mereka....
... Hoshie menyapa Nawa dari arahnya masih memakai payung hitamnya itu....
... Seperti kakak yang baik hati dengan lambaian tangan menyapa diperhatikan oleh Oryn yang juga sama masih dalam mode tidak terlihat....
..."Dia bisa melihat kita?" tanya Oryn....
..."Dia sudah melihatmu sejak tadi" kata Hoshie....
... Berpikir ulang memikirkan sebuah hal yang tidak seharusnya bisa dilakukan oleh bangsa Blacwhe....
... Dia yang sedari tadi melihat ke arah seseorang yang merupakan masa lalu mereka....
... Agak sedikit canggung untuk seorang Oryn Mason disaat seperti ini....
... Dia sangat bangga tanpa sebuah beban....
..."Kau takut sekali. Dia bisa membaca isi pikiranmu" kata Hoshie....
... Oryn yang langsung menangkap maksud dari tindakan yang sedang Hoshie perlihatkan....
... Dia tertawa ringan sambil tersenyum dengan bangga kepada diri sendiri....
..."Rupanya kau ingin aku menjadi orangmu" kata Oryn....
... Masih bangga....
..."Aku memang sehebat itu" kata Oryn....
... Dia juga dengan bangga kepada dirinya sendiri....
..."Aku adalah investor terbaikmu" kata Hoshie....
... Dia tertawa kaget ingin menjadi investor bagi bisnis sahabatnya....
..."Berapa kali kau menawarkan diri menjadi investor ku" kata Oryn....
..."Aku belum berminat" jawab Oryn....
... Menggoda lagi Hoshie kepada sahabatnya itu....
..."Kau tidak mau?" tanya Hoshie....
... Masih tetap tidak terlalu paham dengan masalah ini....
..."Aku masih menyimpan nomornya. Kau mau?" tanya Hoshie. ...
... Oryn pergi dari sisi kiri Hoshie yang masih disana melihat kondisi kedua remaja yang sedang menjalani hukuman....
... Meski ia sudah menyapa remaja itu hanya membalas sapaannya hanya dengan lirikan mata mengerikan seperti sebuah ciri khas dari bangsa Blacwhe yang juga dimiliki olehnya sejak dulu....
... Dia hanya mengatakan....
..."Untuk apa mereka semua datang kemari" kata Nawa....
... Itu yang terdengar dari isi obrolan secara telepati yang dilakukan oleh keduanya....
... Hoshie melihat ke sisi lain dari salah satu masa lalunya yang tetap menawan yang sedang menyilangkan kedua tangan didepan perut....
..."Wanita itu sungguh membuat ku tidak ingin pergi" kata Hoshie....
... Hoshie langsung pergi dari atas gedung....
... Nawa yang melihat orang yang tadi memakai payung hitam diatas gedung sekolah sudah pergi....
..."Dia berisik sekali" kata Nawa....
... ...
... Kekasihnya mendengar apa yang dikatakan olehnya langsung cukup keras terdengar....
... Dia dengan lirikan mata menakutkan....
..."Siapa yang berisik sejak tadi aku diam saja?!" kata Po....
... Bell istirahat sudah berbunyi tanda pelajaran yang diikuti oleh para siswa sudah selesai....
... Hukuman belum selesai sampai guru mereka keluar dari dalam kelas mereka....
... Menunggu dengan tetap dalam posisi hukuman yang dijalani....
... Dua detik hingga detik yang ke enam guru mereka keluar dari dalam kelas....
..."Hukuman kalian sudah berakhir" kata guru mereka....
... Dia pergi setelah mengatakan itu kepada mereka....
... Mereka dengan hukuman yang sudah berakhir....
... Melihat Po yang melihat kedua telapak tangannya sendiri....
..."Tanda ini masih ada" kata Po....
... Sebuah tanda bahwa ia pernah ditolong oleh salah satu bangsa Xoco....
... Melihat balik kekasihnya yang sedang melihatnya....
..."Apakah dia juga memiliki tanda ini?" tanya Po....
__ADS_1