
...Chapter 136: Sementara waktu....
..."Situasi kali ini sudah membuat semua orang disini tidak nyaman" kata Hoshie....
..."Apakah aku pemicunya?" tanya Hoshie....
... Penilaian Hoshie terhadap Rio....
..."Dia seperti serigala yang menyamar sebagai domba" kata Hoshie....
... Hoshie yang duduk bersandar melihat layar ponsel melihat lagi peningkatan penjualan produk skincare yang dibintangi oleh aktor yang diidolakan oleh kedua sahabatnya yang sekarang sedang melihat layar ponsel mereka dengan aktivitas yang berbeda dari apa yang sedang Hoshie kerjakan....
... Hujan....
... Makin deras lagi....
... Menunggu tidak bisa dibilang juga rasa tahu dari penasaran yang seperti sudah jelas tidak terlalu penting bagi ketiganya untuk mendengar melihat dan mengerti akan hubungan percintaan orang lain....
..."Rumah baruku?" tanya Dashie....
..."Bukankah situasi seperti ini melelahkan" kata Dashie....
..."Siapakah yang bisa hentikan semua ini?" tanya Dashie....
... Dia sinis tertawa dalam diri dengan pertanyaan yang ia lontarkan sendiri masih enggan memulai obrolan....
... Rio yang masih berpikir apakah ia harus bergabung dalam circle pertemanan yang ada di depannya sekarang....
... Terlebih mereka tidak pernah menjadi orang-orang yang pernah dekat tidak lebih dari kedekatannya bersama dengan Dashie....
... Melihat ke segala arah orang-orang yang berada dalam lingkaran pertemanan baru ini....
..."Perlukah aku harus beradaptasi?" tanya Rio....
..."Waktu tidak berpihak padaku" kata Rio....
..."Ini konyol tapi bukankah aku selalu memiliki keberuntungan" kata Rio....
..."Gadis ini tidak mungkin mengatakan kepada mereka kalau kita berdua sudah putus" kata Rio....
... Oryn yang dengan kode santai saling memberi petunjuk tentang keduanya yang tidak bisa mereka berdua baca apa isi hati dan pikiran mereka....
... Sesuatu yang aneh dengan kondisi ini seharusnya mereka berdua bisa dengan mudah terbaca dengan kekuatan mereka....
... Hoshie melirik ke arah kanan dan kirinya....
..."Apa yang sedang kalian lakukan. Hentikan!" kata Hoshie....
... Ternyata semua ini ulah dari Hoshie yang mencegah siapapun mengetahui permasalahan pasangan ini termasuk dirinya juga tidak mengizinkan orang lain tahu sesuatu yang sudah seharusnya mereka ketahui....
... Pesan diterima oleh Hoshie....
... Ponselnya menerima beberapa kali pesan yang dibaca langsung kemudian....
..."Terimakasih sudah mengingatkan kami" kata Ghazi....
... Tergabung dalam grup obrolan yang sama....
... Oryn mengirimkan emoticon seseorang yang memberikan hati beberapa kali emoticon yang sama terkirim diterima oleh keduanya....
... Oryn lalu bermain game online lagi....
... Menghela nafas kembali lalu bersandar di kursi panjang berwarna krem kursi yang sama digunakan untuk Hoshie bersandar....
..."Perlukah kita lari dari tempat ini?" tanya Hoshie....
..."Kau seperti anak kecil. Kau sudah kalah?" tanya Oryn....
... Lirikan dari Hoshie jauh lebih menakutkan datang kembali dan Oryn tidak peduli....
..."Lihat apa?!" kata Oryn....
... Datang satu pesan dari Ghazi dari grup obrolan ini....
..."Aku ingin menghajarnya" kata Ghazi....
... Hoshie bergerak menjauh dari dekat sahabat perempuannya itu menyerahkan masalah ini kepada sang ahlinya....
... Berpindah tempat kini mereka berdua dengan posisi Hoshie ada di sisi kanan Dashie....
... Jadi tambah canggung dalam situasi ini tapi ini pilihan yang terbaik daripada Ghazi ngamuk dan siapa yang akan bisa mengendalikan semua hal yang mungkin bisa saja tidak bisa dikendalikan bahkan jika itu Tuan Oryn Mason....
... Suara petir keras terdengar dari langit luar gedung....
... Apakah waktu yang terus bertambah ini akan mengubah situasi canggung ini menjadi lebih meredam sepertinya itu akan sulit....
... Ini sungguh membuat keduanya sulit untuk mengakhiri ini bagaimana harus memilih akhir yang baik-baik saja atau tidak mengakhiri hubungan percintaan mereka yang sudah terlihat tidak bisa diselamatkan....
... Benar lima belas menit sudah berlalu keduanya belum juga saling mengobrol ataupun sekedar saling menyapa tidak sama sekali ada dalam waktu yang sudah berlalu itu semua tanpa ingin memberi warna dalam sebuah kisah asmara mereka berdua....
... Bunga cinta semua yang ada sulit untuk tumbuh bermekaran diantara keduanya bahkan jika ia mulai menumbuhkan dedaunan di ranting kering yang ada langsung seketika mati tanpa serangan dari musim panas datang bersama....
... Dia dengan mode tetap menahan rasa curiga....
..."Kalian seperti tidak berniat membuat drama sama sekali" kata Ghazi....
..."Bicaralah. Jangan diam saja" kata Ghazi....
... Dashie di menit-menit selanjutnya mencari lagi hal hal yang bisa membuatnya memberikan sebuah kesempatan kepada seseorang yang dulu pernah menjadi salah satu sahabat terbaiknya....
... Dia dengan duduk tetap tenang dengan situasi seperti ini....
... Sekali lagi....
... Minum satu tegukan teh tanpa gula....
..."Kenapa kau tidak pernah ajarkan aku cara memaafkan?" tanya Dashie....
..."Bagaimana aku harus mengucapkan terimakasih dengan hal semacam ini?" tanya Dashie....
__ADS_1
..."Aku terlihat seperti manusia paling naif sedunia" kata Dashie....
... Dashie meletakkan cangkir yang masih dengan teh hangat....
... Dia mengetahui bahwa mantan kekasihnya masih belum mengganti status profil di akun sosial media miliknya bahwa mereka berdua sudah putus beberapa hari yang lalu lantas tak ingin mengatakan kebenaran ini kepada orang-orang yang ingin mengetahui akan kebenaran ini....
..."Aku menunggu ia pergi sendiri" kata Dashie....
..."Bila perlu lebih cepat lebih baik" kata Dashie....
... Sadar atau tidak Rio seakan menunggu waktu semua orang tahu dengan lisan mantan kekasihnya sendiri untuk mengakui atas berakhirnya hubungan asmara mereka hingga akhirnya semua kesalahan dengan mudah dilimpahkan kepada Dashie untuk alasan lain yang juga bisa didapatkan untuk mengambil kekuatan dari ketidaktahuan orang-orang akan masalah yang sebenarnya lalu berpihak kepadanya dengan tujuan memberi tekanan emosional yang sudah jelas bisa dibayangkan jika hal itu dialami oleh gadis yang sedang tetap bersikap tenang dalam situasi yang tetap canggung seperti ini....
... Hati dan pikirannya yang sedang terus dikendalikan....
... ...
..."Oh ini sungguh menjengkelkan" kata Dashie....
..."Tahan. Dashie, orang sepertinya memang ada didunia ini" kata Dashie....
... Xie yang ternyata ada di pusat olahraga bermain golf bersama dengan salah satu kolega bisnis ayahnya....
... Menunggu situasi yang dirasa tidak ada kemajuan baik itu merugikan atau menguntungkan semuanya berjalan ditempat sebuah alarm bahaya untuk seseorang harus segera mendapatkan pertolongan....
... Melirik ke arah kedua adiknya yang membutuhkan bantuan....
... Dia dengan pakaian golf dengan tinggi badan sekitar seratus delapan puluh sentimeter lebih datang....
..."Ayo kita pulang" kata Xie....
... Menarik keduanya diawali dengan meraih tangan kanan Dashie....
... Tatapan tegas dari sang kakak ia terima lagi....
..."Ya. Aku ikut denganmu" kata Ghazi....
... ...
... Tanpa kata-kata banyak dikatakan oleh kakak laki-laki dari si kembar kepada ketiga orang yang ada disana yang tak bisa berkutik ketika kakak laki-laki mereka datang....
... Xie yang berhasil menarik kedua adiknya menjauh dari ketiga orang yang ada dalam ruangan terbuka dengan para orang-orang yang mengikuti olahraga golf....
... Di teras depan gedung dekat pintu masuk tempat olahraga tersebut....
... Jemari tangan memegang bagian tengah dahinya yang mengeriyat lalu memejamkan kedua mata dalam beberapa detik....
... Dia tidak tahu harus bicara dari mana untuk menasehati kedua adiknya ini....
..."Kau ingin memarahiku. Lakukan saja" kata Dashie....
... Adiknya sudah mengatakan hal ini membuat kakak laki-lakinya tidak tega untuk memberi banyak nasihat yang mungkin bisa melukai perasaan salah satu adiknya itu....
... Ditambah adik yang satunya lagi yang mengutarakan isi hatinya....
..."Maafkan aku. Sungguh, aku tadi ingin menghajarnya" kata Ghazi....
..."Bisakah kalian lebih mencintai diri kalian" kata Xie....
..."Berpikirlah mereka bisa hidup tanpa kalian" kata Xie....
..."Sebelum baik kepada orang lain nomor satukan diri kalian terlebih dahulu. Paham!" kata Xie....
... Menjawab bersamaan kedua adik kembarnya itu....
..."Ya" kata keduanya....
... Dashie langsung menjalankan perintah apa yang dikatakan oleh kakak laki-lakinya itu....
... Xie dan Ghazi mengejar kemana adiknya akan pergi....
... Terjadi saling kejar mengejar....
..."Kau tidak tahu apapun?" tanya Xie....
..."Tak ada yang kusembunyikan darimu" kata Ghazi....
... Di ruang santai untuk para pengunjung di tempat bermain golf....
... Hoshie yang sibuk dengan layar ponsel sesekali melihat ke luar jendela besar....
... Hujan belum berhenti seperti ada hal yang ia tunggu....
... Dia dan Oryn seperti enggan untuk pergi dari sana alih-alih untuk mengejar kedua gadis yang sudah pergi sepuluh menit yang lalu dari ruangan tidak hanya mereka berdua ada disana....
... Oryn yang lebih terlihat menikmati setiap derai hujan yang menyejukkan sambil memberikan waktunya untuk beristirahat untuk sementara waktu untuk beberapa menit untuk mengisi daya energi....
... Dia sudah hampir tiba ditempat yang akan ia tuju hampir tiga langkah lagi dari balik lelaki yang membuat kakaknya geram....
... Dashie ditarik pergi oleh Xie dengan cepat juga Ghazi yang menyetujui tindakan tanpa sebuah rencana spontan diambil oleh kakaknya itu....
..."Ikut aku!" kata Xie....
... Dashie berhasil ditarik oleh keduanya menjauh dari orang yang mereka maksud tanpa harus dijelaskan bagaimana hasilnya jika mereka dipertemukan lagi dalam situasi yang penuh dengan emosi....
... Rio berbalik ke arah belakang seperti mendengar suara Dashie ada didekatnya....
... Hoshie tak perlu ditanya lagi dia memang melihat Dashie pergi dibawa oleh kedua saudaranya itu....
... Sekarang giliran Hoshie untuk mengatakan sesuatu kepada Rio....
..."Kau sudah putus dengannya?" tanya Hoshie....
... Dijawab segera tanpa jeda oleh Rio....
..."Apa urusannya denganmu?" tanya Rio ...
... Dia tertawa sinis tanpa rasa takut....
... Hening suasana disana masih terdengar hujan sangat deras....
__ADS_1
... Dia mulai bergerak dengan apa yang akan dikatakan oleh Rio....
... Suara datar menekan diusahakan tidak terlalu mencolok....
..."Katakan saja. Kapan kalian putus?" tanya Hoshie....
... Sikap meremehkan kepada Hoshie....
..."Lihat. Siapa yang bicara denganku, dia Tuan Muda itu?" tanya Rio....
... Hoshie yang tidak peduli dengan apa yang dikatakan olehnya yang terus menghina orang lain yang terlihat dari cara dia memperlakukan orang yang dianggap masih sebagai pacar....
... Pertanyaan tidak terduga dari seorang Rio....
... Meneguk teh dari dalam cangkir yang sama dengan tuangan yang kedua....
... Selesai minum teh dari dalam cangkir....
..."Kau akan menampungnya?" tanya Rio....
... Hoshie langsung menarik kerah baju Rio....
... Oryn berusaha menarik memisahkan kedua pria ini yang akan berkelahi di depan umum....
..."Lepas!" kata Oryn....
..."Apa yang kalian lakukan?!" kata Oryn....
... Orang-orang melihat situasi mulai sedang dalam kondisi kacau....
... Dia dengan dirinya yang merasa paling hebat....
... Suara berbisik yang tak nyaman untuk didengar kedua telinga Hoshie....
..."Dia lebih memilihku itu berarti aku lebih baik darimu" kata Rio....
... Hoshie ingin sekali memberi pelajaran kepada orang paling menjengkelkan yang ada di depannya sekarang....
... Tangan kanan Hoshie yang sedang menahan rasa amarah menggenggam kuat ingin segera menghajar mulut orang ini yang dia tahu masih menjadi pacar dari Dashie....
... Rio melihat itu....
..."Pukul aku. Kau suka menghajar orang kan" kata Rio....
... Menunjukan wajah sebelah kanannya itu kepada Hoshie....
..."Pukul sekarang. Ayo pukul aku" kata Rio....
... Dia tertawa bangga....
..."Kau tidak berani bukan. Pantas saja gadis itu lebih memilihku" kata Rio....
..."Seharusnya kau sadar anak muda" kata Rio....
... Dia tertawa puas seperti peran antagonis yang biasanya melekat di dalam diri Hoshie....
... Untuk Oryn, untuk apa ia harus mengikuti alur yang dibuat oleh orang yang bukan selevel dengannya dan untuk apa mengajak bicara Rio....
..."Kapan kita seakrab itu?" tanya Oryn....
..."Tidak pernah dan aku tidak tertarik" kata Oryn....
... Dia kembali menjadi penonton terbaik di dalam situasi ini....
... Dari ketiga orang yang ada di lantai atas gedung tersebut menyaksikan apa yang sedang ketiga pria itu lakukan dengan suasana hening diterpa derasnya hujan masih terdengar suara mereka sedang membicarakan apa....
... Xie yang duduk di sebelah jendela besar tempat kedua adiknya ada disana mendengar apa yang mereka bicarakan....
... Ghazi yang tak perlu ditanya lagi dengan akhir yang didapat dari percakapan mereka....
... Dia duduk disebelah Xie disebelah kiri yang menghadap adik mereka yang tetap ingin mendengar kata-kata yang keluar menyakitkan didengar secara langsung....
... Dia belum mengatakan apapun kepada semua yang ada disana....
..."Mengapa orang seperti itu masih ada?" tanya Dashie....
..."Kenapa?" tanya Dashie....
..."Dan orang sepertiku harus hilang dari dunia ini?" tanya Dashie....
... Menghadap ke arah kedua kakaknya itu....
..."Kenapa?" tanya Dashie....
... Dia pergi dari ruangan tersebut untuk menyelesaikan semua kegaduhan dari drama yang tak ingin ia melanjutkan dari setiap episode yang tidak ingin ia sengaja tampilkan kepada orang lain....
... Kali ini mereka tidak mencegah apapun yang akan dilakukan oleh Dashie setelah apa yang dilakukan oleh Rio....
... Rio melihat dimana saat ini orang yang sedang mereka bicarakan mendengar semua yang ia katakan. Ya, semuanya membuat pria ini tak bisa untuk membela diri bahwa ia tidak bersalah dan hanya wanita yang ada di sisi atas lantai ke dua gedung ini di sebelah kanannya duduk saat ini sebagai pelaku utama dari permasalahan yang mereka alami....
... Di turun dari anak tangga ruangan tersebut....
... Disana terlihat jelas seseorang dengan raut wajah kecewa tercurahkan kepada seseorang....
..."Berikan tasku" kata Dashie....
... Hoshie memberikan tas selempang hitam bergaya maskulin milik Dashie yang ia masih pakai....
... Hoshie dengan rasa melebihi kasihan ini tidak bisa berkata apa-apa atas perlakuan Rio selama ini menganggapnya bukanlah sebagai sahabat atau kekasih melainkan sebuah objek semata....
... Dia tak ingin mengucapkan salam perpisahan atau apapun kepada Rio. Baginya semua yang ia dengar dan seharusnya ia tak dengar dari seseorang yang tidak pantas diucapkan kepada wanita didengarnya secara langsung....
... Dashie pergi....
... Semua tertahan untuk menghibur seseorang yang sedang sangat sedih membutuhkan seseorang disampingnya tapi disaat ini hal semacam itu baginya adalah sebuah kepalsuan....
..."Biarkan dia sendiri untuk sementara waktu" kata Ghazi....
... ...
__ADS_1