Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 49: Dia.


__ADS_3

...Chapter 49: Dia....


... Selayaknya panggung teater dengan dua orang pemeran utama terkena sinar terang dari atas panggung pertunjukkan....


... Lisannya akan menjawab kecanggungan yang dibuat oleh Nawa....


... Semua penonton menunggu keputusan yang akan diputuskan oleh Rumy....


... Remaja laki laki manis semakin penasaran dengan keramaian yang ada disekitar sahabatnya itu....


..."Rumy, ayo kita pulang!" kata remaja laki laki itu....


..."Kita harus bekerja" katanya lagi....


... Remaja itu mengajak Rumy untuk membonceng sepedanya untuk segera pulang kerumah lalu dengan langsung patuh Rumy menuruti perintah remaja itu....


..."Sorry" kata Rumy....


... Terburu buru langsung membonceng sepeda yang dibawa oleh remaja laki laki yang ada di jalur untuk pesepeda....


..."Kita bertemu lagi nanti, aku pulang!" teriak Rumy....


... Nawa baru saja secara tidak langsung mendapatkan sebuah penolakan dari Rumy dan hal itu membuatnya tak mau rencananya untuk mendapatkan hati Rumy terhalang oleh orang lain yang jelas terlihat dia jauh lebih baik lalu Nawa mengejar Rumy yang sudah jauh pergi bersama temannya itu sekitar lima belas meter....


... Aksi mengejar terjadi yang juga dilihat oleh Jarrel yang baru saja menutup pintu taksi yang dinaiki oleh Owen persis melewati mereka Nawa berlari cukup kencang....


... Taksi yang dinaiki oleh Owen baru saja pergi dan Jarrel memperhatikan Nawa yang sedang mengejar sesuatu yang sudah Jarrel perhatikan dengan siapa terakhir orang yang diajak bicara dan apa yang dibicarakan mereka....


... Nawa berlari sekuat tenaga untuk mengejar Rumy dan akhirnya bisa menghentikan mereka berdua yang pergi untuk perjalanan pulang....


... Nafas tidak tergopoh gopoh seperti seharusnya seseorang baru saja selesai berlari lumayan kencang apalagi muncul keringat tidak sama sekali....


..."Berhenti!" kata Nawa....


... Mereka berhenti....


... Rumy turun dari sepeda temannya itu....


..."Kenapa kau mengejar ku?" tanya Rumy....


..."Katakan apa yang membuatmu tidak menerima ku?" tanya Nawa balik....


... Mulai paham dengan alur topik pembicaraan yang sedang di bicarakan oleh kedua orang yang sedang mulai memanas....


... Mengajukan pertanyaan kepada Rumy....


..."Apa aku harus pergi?" tanya teman Rumy....


..."Jangan!" kata Rumy....


..."Ok" kata teman Rumy....


... Teman Rumy melipir berusaha melindungi diri menjauh dari mereka tidak pergi....


... Seakan tidak percaya ketika dengan siapa seseorang berteman akan saling terpengaruh baik sedikit atau banyak karakter yang akan terbentuk dengan sendirinya tanpa disadari seperti telah diketahui dengan siapa Nawa berteman membuat Jarrel bertambah fokus kepada Nawa seberapa besar pengaruh Hoshie kepada si remaja jenius memperhatikan dari jauh arahnya mendengar dan melihat apa yang mereka sedang bicarakan....


..."Aku seperti kembali di masa masa itu lagi" kata Jarrel....


..."Pada akhirnya mereka akan berpisah" kata Jarrel....


..."Si peramal ini sok tahu sekali" kata Jarrel lagi....


... Nawa baru pertama kali ditolak oleh seorang gadis yang biasanya selalu ditembak lebih awal oleh para gadis....


... Dibilang cantik yang memang cantik dibilang kurang cantik tidak juga jika dilihat secara fisik penilaian Nawa kepada Rumy yang memiliki kecantikan seperti seorang wanita pada umumnya....


..."Jawab aku pasti ada yang salah denganku?" tanya Nawa....


... Jarrel menilai usaha lebih yang dilakukan oleh Nawa sungguh luar biasa....


..."Jika dilihat dengan teliti mereka cukup serasi" kata Jarrel....


... Kedua tangan menyilang didepan perutnya memerhatikan seksama asmara kedua remaja di tengah tengah kesibukan malam....


..."Aku menyukai orang lain" kata Rumy....


... Nawa melepas tangan Rumy membiarkannya pergi bersama pulang dengan temannya yang masih menunggu....


... Apakah remaja ini kesal atau bahkan sedih jawabannya adalah tidak sama sekali....


... Dia menganggapnya sudah berlalu dan terlupakan setelah cerita mereka berakhir dengan kepergian Rumy menjawab dengan singkat pertanyaan dari Nawa....


... Taksi datang mengantar Nawa pulang sedangkan Jarrel dengan rencana selanjutnya yang harus dikerjakan....


... Sesampainya dirumah ada Hoshie yang sudah pulang dengan terlihat sibuk dengan layar laptop di meja yang ada tersedia di halaman rumah....


... Melewati Hoshie begitu saja....


..."Siapa yang membuatmu tersiksa?" tanya Hoshie....


..."Apa kau tidak lapar?" tanya Hoshie....

__ADS_1


... Akan sampai di depan pintu depan rumah sorotan mata tajam lurus kepada Hoshie....


..."Aku butuh aura" jawab Nawa....


... Lalu, remaja ini masuk kedalam rumah melewati pintu depan rumah....


... Hoshie agak sedikit khawatir jika sudah membahas tentang aura....


..."Aku tidak yakin, dia bisa tersiksa" kata Hoshie....


... Datang tiba tiba dari dalam rumah muncul duduk di kursi sebelah kiri tempat Hoshie duduk dengan jari telunjuk tangan kanan menyentuh laptop....


..."Astaga!" kata Hoshie....


... Tangan kanan menyentuh tengah dadanya sendiri terkejut hadirnya Nawa....


..."Apa kau baru ditolak wanita?" tanya Hoshie....


..."Kenapa aku bisa ditolak?" tanya Nawa....


... Menjadi penasehat cinta sambil menepuk bahu sebelah kanan Nawa siap memberikan kata kata mutiara....


..."Wajahmu yang jadi masalah" kata Hoshie....


... Tiba tiba menjadi remaja yang polos....


..."Mungkin saja, wajahku sudah tampan dan aku juga pintar" kata Nawa....


... Menahan tawa yang terlanjur tak bisa ditahan....


... Nawa heran dengan tingkah yang dilihat mengenai perubahan Hoshie akhir akhir ini seakan sedang tidak berbicara dengan Hoshie yang ia kenal....


..."Kau jauh lebih sakit dariku" kata Nawa....


... Lalu pergi menghilang dari hadapan Hoshie setelah mengatakan hal itu....


... Hoshie kembali dengan sikap yang tidak jauh berbeda dari Nawa yang tadi ada mengajaknya bicara dingin menakutkan....


..."Aku seperti tidak punya harga diri" kata Hoshie....


... Menilai dirinya lagi, dan ia berkata "Menyebalkan"....


..."Sudah berapa lama aku tidak menghirup aura" kata Hoshie....


..."Kurasa sudah cukup lama" kata Hoshie....


... Terkulai lemah diatas tempat tidur sendirian menahan hasrat untuk mengambil aura milik orang lain berganti posisi berbaring lalu geser ke arah samping kanan dan kiri tempat tidur lalu selanjutnya tengkurap dengan dua bantal dibawah kepala dengan lampu kamar tidak menyala dibiarkan tidak dihidupkan untuk mengurangi efek sakit kepala yang mulai menyerang dengan seragam sekolah yang tidak sempat diganti juga selimut belum terpakai terdorong kedua kaki lemah dengan segala keinginan yang tidak terbatas memaksanya untuk berhenti dari segala aktivitas....


..."Kau butuh aura?" tanya Hoshie....


... Meski suaranya lirih akan tetapi masih bisa didengar oleh telinga Nawa....


..."Aku ingin mengambil nyawamu" kata Nawa....


... Merasa harus menjauh dengan kondisi Nawa....


..."Ya, aku memang manusia penuh dosa" kata Hoshie....


... Sambil memegang gagang pintu akan menutupnya namun diurungkan niatnya lalu berbicara dengan Nawa lagi....


..."Jangan coba coba ingin mati" kata Hoshie....


... Lalu pintu kamar Nawa ditutup dari luar oleh Hoshie yang pergi ke kamarnya sendiri yang berada di sebelah kanan kamar Nawa sambil melihat layar ponselnya lagi dan tangan kiri memegang erat laptop....


... Nawa melihat ke arah pintu kamar yang sudah tertutup dengan kedua mata terbuka tidak begitu jelas melihat....


..."Kenapa ada manusia seperti itu?" tanya Nawa....


... Sesaat kemudian remaja ini pergi entah kemana dari dalam kamar tanpa sepengetahuan Hoshie....


... Tatapan kosong milik remaja ini melihat ke arah sekitar menyeluruh seperti mencari sesuatu yang dicari lalu melangkah pergi diantara kerumunan orang orang yang ada di sebuah tempat keramaian yang ada di sebuah jalanan yang masih berada dalam satu kota tempat tinggalnya sekarang belum berhenti mencari memilih siapa pemilik aura yang dibutuhkan....


... Pendengarannya menangkap suara suara dari berbagai arah secara acak bercampur menjadi satu kesatuan masuk melewati daun telinga....


... Pandangannya jelas melihat segala arah membaca tingkat aura bagian tiap orang yang dilihat tak cukup dengan aura yang dibutuhkan olehnya saat ini dari arah belakang tidak terlalu jauh seseorang masih memantau gerak remaja ini akan pergi dan orang itu adalah Jarrel yang sedang dalam mode tidak terlihat oleh siapapun termasuk oleh Hoshie yang sedang menyamar seperti yang dilakukan oleh Jarrel yang juga sedang mengawasi kemana Nawa yang pergi dengan aura dingin yang sangat kuat siap melakukan tindakan yang bisa saja tidak diduga oleh dua orang yang jauh lebih dewasa usia mereka dari Nawa....


... Tekanan yang dimiliki oleh Nawa semakin kuat bisa ditebak inilah saat pertama kalinya seorang dari bangsa Blacwhe ingin mengambil aura milik manusia....


... Dia akan mencari target yang benar benar sangat sempurna untuk dijadikan seorang korban....


... Ya, akhirnya dari arah timur melihat target yang cukup sempurna dijadikan korban dengan jarak tiga puluh empat kaki untuk Nawa sampai disana melewati banyak orang yang sedang berjalan acak dengan dua arah mencari celah pergi dengan cepat menuju target Nawa. ...


... Apa yang terjadi selanjutnya sebuah harapan kosong sedang diterima oleh Nawa....


... Langsung mencari memutar arah dengan cepat kemana perginya target yang baru saja ditemukan hilang sudah tanpa jejak sama sekali dari tempat semula....


... Suara berat serak menakutkan terdengar dari Nawa....


..."Siapa yang mengambil targetku?" tanya Nawa....


... ...

__ADS_1


... Target Nawa seorang wanita berusia sekitar dua puluhan tahun telah hilang begitu saja dengan sangat cepat tanpa suatu tanda bahwa wanita itu sedang mengalami penyiksaan oleh siapapun bahkan ini jauh lebih cepat ketika dari bangsa mereka mengambil aura milik manusia yang pernah Nawa pelajari....


... Bagaimana dengan Jarrel dan Hoshie yang berhasil mengejar Nawa yang dalam keadaan terdiam ditengah tengah banyak orang tanpa menunjukkan ekspresi apapun dengan tatapan lurus kedepan lalu pergi dari tempat itu berjalan dengan langkah mengikuti bagaimana orang orang disana berjalan dalam keramaian malam. ...


..."Sesuatu telah terjadi dan anak ini menyembunyikan itu" kata Hoshie....


..."Jika dia mengambil aura milik orang lain pasti tingkat aura miliknya akan otomatis bertambah" kata Jarrel....


... Didalam raga Nawa tidak nampak ciri ciri yang Jarrel dan Hoshie maksud bahkan lebih cenderung aura manusia yang berwarna putih yang lebih kuat menekan aura bangsa Blacwhe berwarna seperti api hitam membara masuk kedalam raga....


... Nawa merasa ada yang aneh dengannya setelah kejadian yang baru saja terjadi membuatnya berpikir lebih dari biasanya jika berbicara tentang bangsa Blacwhe....


... Terhenti dalam melangkah....


..."Seperti ada yang terlewat tanpa ku ketahui" kata Nawa....


... Nawa mengalihkan topik yang sedang dipikirkan olehnya mencegah kemungkinan ada salah satu atau bahkan dari bangsanya sendiri sedang mengawasi setelah melihat ketidaktahuan milik siapa kekuatan sebesar itu di depannya sendiri....


... Menelepon seseorang untuk mengalihkan apa yang sedang dipikirkan....


... Satu kali dihubungi dan panggilannya di matikan secara sepihak oleh orang yang sedang dihubungi....


... Tidak menyerah untuk mengulang hal yang sama....


... Dimatikan lagi secara sepihak lalu sekali lagi usahanya belum berhenti....


... Suara wanita menjawab panggilan dari nomor kontak yang ditelepon oleh Nawa....


..."Ya, kau cari siapa?" tanya seorang dari dalam ponsel....


..."Apa Rumy ada?" tanya Nawa....


... Wanita itu menjawab dengan suara bersemangat....


..."Tidak ada, apa ada hal yang ingin disampaikan?" tanya wanita itu....


... Obrolan mereka ditutup tanpa sebuah pesan yang akan dikirimkan oleh Nawa kepada wanita yang barusan diajaknya bicara agar bisa disampaikan kepada Rumy....


..."Padahal dia sendiri adalah Rumy" kata Nawa....


... Menaruh ponsel di saku dalam sebelah kanan jaket hitam yang dipakai....


..."Kenapa jam segini dia terdengar sangat sibuk sekali?" tanya Nawa....


... Rumy dengan rambut terikat sebahu berwarna hitam kecoklatan berponi depan juga apron abu abu mengikat setelan olahraga lengan dan bawahan celana panjang merah maroon menaruh beberapa pesanan mie instan dalam mangkuk untuk para pengunjung warung internet depan rumahnya bekerja bersama temannya yang tadi mengajak pulang bersama....


..."Kau istirahat saja ini sudah malam" kata teman Rumy....


..."Bagaimana dengan orang tuaku?" tanya Rumy....


... Sudah tidak bisa berkomentar lagi jika Rumy sedang rajin bekerja....


... Nawa langsung berlari dengan cepat meninggalkan keramaian tempat itu lalu menghilang tanpa bisa terlepas dari pengawasan kedua orang dewasa yang sejak tadi ada mengawasi....


... Sebuah tempat yang cukup ramai ketika hari sudah mulai malam dengan desain seperti rumah kaca terlihat jelas kegiatan yang dilakukan di dalam sana hampir full meja yang terisi dengan para pelanggan yang ada di depan layar monitor komputer....


... Nawa memutuskan untuk masuk ke dalam tempat yang sedang sibuk itu....


... Rumy sedang mengambil beberapa lembar kertas kosong yang akan digunakan untuk mencetak sebuah dokumen dari pelanggan yang duduk di sebelah kursi kosong di sebelah kiri Rumy....


..."Kau sibuk?" tanya Nawa....


... Langsung Rumy terkejut dengan kedatangan Nawa didalam tempat usaha orang tuanya itu....


..."Ya ampun!" kata Rumy....


..."Kau tidak sibuk?" tanya Rumy....


... Orang yang sedang menunggu Rumy mencetak beberapa lembar dokumen menggeser sedikit kursi yang sedang didudukinya ke arah kiri lagi kira kira tiga puluh sentimeter dari kursi kosong yang ada di sebelah kiri Rumy....


... Nawa mengambil inisiatif untuk duduk mengambil kursi kosong di sebelah kiri Rumy....


... Rumy menghela nafas seakan tidak ingin mendengar rayuan tidak langsung itu....


..."Tidak, jika tentang Rumy" kata Nawa....


... Hoshie hanya bisa geleng-geleng kepala sendiri melihat kedekatannya dengan seseorang yang tidak jauh dari kehidupan seseorang yang juga sekarang sedang dekat dengannya....


..."Apa dia sedang bercanda atau bagaimana?" tanya Hoshie....


..."Jangan dia juga, Naw" kata Hoshie....


..."Atau dia belum berhenti untuk menyelidiki tentang kematian sahabatnya itu" kata Hoshie....


... Jarrel merasakan aura kedamaian dari dalam diri Nawa ketika bersama berbicara dengan Rumy membuatnya memutuskan untuk mengakhiri misi hari ini cukup sampai disini saja yang kebetulan ponsel di saku bajunya menelpon seseorang yang sedang membutuhkan bantuan....


... Jarrel pergi setelah membaca situasi jauh lebih aman tanpa dia lanjut mengawasi Nawa sedangkan untuk Hoshie pergi menyamar sebagai orang lain masuk ke dalam warung internet yang sedang dikunjungi Nawa....


..."Ya, saya segera datang" kata Jarrel....


... ...

__ADS_1


__ADS_2