Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 147: Bertahan.


__ADS_3

...Chapter 147: Bertahan....


... Dia kembali....


..."Aku minta air ini" kata Nawa....


... Dia duduk di kursi didepan mereka lalu meminum air minum milik Hoshie dalam satu dua hingga tiga tegukan secara bertahap habis satu botol....


... Bersandar di kursi yang ia duduki....


... Dia dengan nafas yang sedikit terengah-engah melihat kembali Dashie dan Hoshie....


..."Ada apa?" tanya Nawa....


... Belum memberikan tanggapan atas apa yang mereka lihat terjadi kepada Nawa....


... Dia dengan kerah leher penuh darah dan sisi kiri ujung mulutnya yang berdarah memar memerah juga membiru seperti habis berkelahi....


... Melepas kemudian sweater biru gelap seragam sekolah yang bisa dibilang terdapat robek di beberapa bagian depan maupun belakang menaruhnya di atas kursi....


... Lengan kemeja yang juga sudah dalam kondisi hampir sama dengan sweater yang ia lepas barusan tapi terlihat darah di beberapa bagian lebih jelas....


... Akan membuka kancing kemeja yang ia pakai satu persatu....


... Langsung Dashie bersembunyi di pundak sebelah kanan Hoshie begitu juga terlihat oleh ketiga teman satu kelasnya menghindar untuk melihat Nawa yang sedang melepas pakaiannya....


... Hoshie membantu Dashie melihat ke arah dimana wanita yang sedang meminta bantuannya sekarang....


... Mode sedikit batuk pelan dengan mengepalkan tangan kirinya mengarah sedikit ke mulut....


... Nawa langsung mengambil satu kaos berwarna putih dan juga jaket hitam berbahan kain katun tebal dari dalam tas ransel hitamnya itu....


... Memakai kaos lalu duduk bersandar di kursi dengan menghela nafas setelah melewati sesuatu yang akhirnya selesai....


... Dashie mengambil peralatan medis yang mungkin dibutuhkan untuk Nawa....


..."Pakai ini" kata Dashie....


... Dia beranjak dari bersandar di kursi yang ia duduki lalu mengambil obat luka yang memang ia butuhkan setelah berkelahi dengan seseorang....


..."Kau habis berkelahi?" tanya Hoshie....


..."Ehmmm" jawab Nawa....


..."Berapa orang lawan mu?" tanya Hoshie....


..."Lima" jawab Nawa....


..."Siapa yang menang?" tanya Hoshie....


... Memegang lengan kanan Hoshie....


... Dashie langsung mencegah Hoshie untuk menanyakan pertanyaan pertanyaan lain untuk siswa sekolah menengah atas ini lagi....


... Dia dan Dashie menunggu sampai emosinya kembali bisa dikendalikan....


... Nawa berusaha cepat untuk memberi obat luka yang ada di wajahnya....


... Butuh waktu tiga menit hingga ia selesai dengan plester yang ia tempelkan di beberapa bagian wajah seperti di bagian hidung, alis sebelah kiri dan ujung bibir sebelah kiri atas sudah mendapatkan obat luka....


...Melirik ke arah sisi kanannya dengan ketiga orang yang sedang berpura-pura tidak ingin melihat kondisi ini jauh melebihi yang ia lihat dari pertengkaran yang terjadi kepada Dashie, Rio, dan juga Hoshie yang baru saja selesai....


... Bangun lalu mengambil makanan yang ada di meja ketiganya yang sedang belajar bersama....


..."Aku minta ini" kata Nawa....


... Ketiganya merelakan mengangguk heran....


... Membawa beberapa cemilan kue juga puding dari meja teman sekolahnya....


... Dari apa yang mereka lihat bukan berarti mereka yang ada disana tanpa terkecuali dengan Hoshie tidak pernah melihat seorang remaja berkelahi tapi ini terjadi kepada Nawa....


... Suara santai dengan pertanyaan yang ia katakan....


..."Apa kalian tidak pernah melihat orang berkelahi?" tanya Nawa....


..."Hentikan. Aku bahkan bisa melihatnya setiap hari" kata Hoshie....


..."Itu pasti sakit" kata Dashie....


... Hoshie sedang memeriksa apakah ia menggunakan kekuatannya untuk melawan mereka semua yang baru saja melakukan pengeroyokan....


... Dia yang langsung paham maksud dari tatapan rasa curiga menakutkan dari Hoshie yang sering sekali ia lihat ketika dalam kondisi seperti ini....


..."Tidak. Aku tidak melakukannya" kata Nawa....


..."Yakin?" tanya Hoshie....


..."Ya" kata Nawa ...


..."Kau berbohong" kata Hoshie....


... Salah satu teman satu kelasnya datang untuk menghampiri pengunjung yang baru saja datang....


... Dia tidak merespon terkejut ataupun heran dan bukan berarti dia tahu akan masalah yang dihadapi oleh temannya itu....


..."Kau mau pesan apa?" tanya Gan....


... Menyapa....


..."Gan. Kau bekerja disini?" tanya Nawa....


... Datar menjawab....


..."Oh, ya. Kau mau pesan apa?" tanya Gan....


... Nawa memesan makanan mengatakan setiap menu yang ia pesan lalu dicatat oleh Gan langsung....


..."Sudah. Itu saja" kata Nawa....


..."Tak ada yang lain?" tanya Gan....


..."Ya" jawab Nawa....


... Pergi dengan menu makanan yang ia tulis di buku kecil menggunakan pulpen biru....


... Terhenti....


... Kembali kepada meja yang barusan ia tinggalkan....


..."Aku tidak akan melaporkan ini" kata Gan....


... Lalu dengan ekspresi datar belum berubah ia akan pergi melanjutkan pekerjaan....


... Dia sedikit ingin lebih akrab dengan ketua kelas....


..."Ok. Thanks" kata Nawa....


... Kembali lagi....


... Mengingatkan hal yang tidak harus diingatkan tentang sebuah momen yang tidak terlalu lama berlalu....


..."Oh ya. Tempat yang kau duduki adalah tempat kesukaan Po Sansa ketika berada ditempat ini" kata ketua kelas....

__ADS_1


... Nawa jadi tidak berkata apa-apa setelah mendengar penjelasan dari ketua kelas mereka....


... Ketua kelas berlalu pergi seakan dia secara tidak langsung menghakimi seseorang yang dengan mudahnya menyatakan cinta dan dengan mudahnya mudah melupakan orang lain....


... Di meja itu juga terdapat sebuah nama yang ditulis bersama dengan nama seseorang yang ia suka selama ini dan di lihat oleh Dashie juga Hoshie yang juga berada di meja yang sama....


..."Rumy x Po Sansa" kata Nawa....


... Suaranya terdengar lumayan didengar orang-orang yang ada disana dua nama yang tidak asing untuk dipanggil oleh Nawa....


... Dia duduk disana memakan puding dan kue secara bergantian yang ia ambil dari ketiga temannya yang ada di sisi meja lain berada disisi arah kanan ia duduk dengan suasana hati yang tidak tenang dengan keberadaan diri sendiri....


... Dashie dan Hoshie saling menjauh menjaga jarak menjauh sekitar tiga puluh sentimeter dari jarak mereka yang bisa dibilang cukup dekat....


... Ketiga teman sekelasnya kembali dengan aktifitas mereka belajar bersama lagi tanpa lagi ingin melihat peristiwa yang akan membuat mereka juga sedih dengan apa yang akan disaksikan dalam setiap bagian cerita....


... Nawa dengan waktu yang tidak tepat dia tidak menyangka juga ada sisi manusia yang ia miliki muncul disaat seperti ini air mata yang jelas tertahan ketika ia melihat kedua nama itu bergabung menjadi satu dalam meja yang sama....


... Memakan puding lebih cepat menambah lagi hingga ia terlihat seperti akan tersedak....


... Mengalihkan situasi yang tidak nyaman ini....


..."Hari ini Rumy akan pulangkan. Aku akan ikut Kak Dashie pergi ke rumah sakit" kata Nawa....


... Jeda waktu empat detik....


... Dashie mengambil buah cherry di depannya dengan garpu tersenyum hangat kepada Nawa seperti seorang kakak perempuan sedang bicara kepada adiknya....


..."Sayang. Aku tidak akan memaksamu untuk datang" kata Dashie....


... Sambil bicara mempertahankan senyum hangatnya menatap ke arah Hoshie....


..."Iya kan. Hoshie" kata Dashie....


... Mengangguk....


..."Ya" jawab Hoshie....


... Beberapa menit kemudian....


... Dashie mendapatkan notifikasi dari sebuah unggahan di salah...


... satu media sosial seseorang dan Hoshie juga mendapatkan notifikasi yang sama....


... Terdengar seseorang sedang bernyanyi diiringi dengan alunan musik terlihat di sana juga teman-temannya yang menjadi pengiring disaat seseorang yang mereka kenal sedang bernyanyi....


... Mereka menikmati musik yang mereka mainkan....


... Pria dengan kaos merah dan celana hitam panjang serta sepatu sports yang ia pakai sedang bernyanyi layaknya seorang penyanyi papan atas....


..."Kenapa dia sekeren ini?" tanya Dashie....


..."Aku salah satu penggemarnya" kata Hoshie....


..."Aku sudah tahu" kata Dashie....


... Melihat ke arah semua sisi cafe....


... Sadar....


..."Pantas. Dia mentransfer uang kepadaku ternyata ini alasannya" kata Dashie....


..."Apa perlu kita samperin?" tanya Hoshie....


... Menolak secara lembut tapi agak kesal....


..."Tidak perlu. Jika itu kita lakukan, dia akan mengirimkan lebih banyak uang lagi padaku" kata Dashie....


..."Ini akan membuat seseorang salah menilai tentangnya. Padahal, dia memang orang yang loyal" kata Dashie....


... Dia yang langsung pergi setelah pulang kerja pergi ke tempat kumpul teman-temannya bermain musik seperti yang biasa Dashie tahu sebagai seorang adik dari salah satu kebiasaan kakaknya itu....


..."Bisnis bilyard kamu bagaimana?" tanya Dashie....


..."Lumayan" kata Hoshie....


... Tahu maksud dari pertanyaan yang baru didapat dari Dashie....


..."Iya. Iya, jangan khawatir. Sudah ada managerku yang menangani ini" kata Hoshie....


... Sikap takutnya tidak bisa disembunyikan dari orang yang sedang mengajaknya bicara dengan sikapnya yang terbilang serius....


... Lima belas menit sudah berlalu pesanan yang dipesan oleh Nawa datang dibawa oleh Gan....


... Dia kini jauh lebih baik dalam mengendalikan emosinya didepan teman satu kelasnya itu....


... Menaruh pesanan diatas meja....


..."Ada apa denganmu. Aku bukan ketua kelasmu jika diluar sekolah" kata Gan....


... Datang satu orang yang bisa dibilang sepertinya mengenal seseorang yang sudah memakai kaos setelah selesai berkelahi tadi....


... Datang menyapa....


..."Gan!" panggil mereka....


... Gan tidak merespon lebih dia pergi setelah menjalankan tugas kembali dengan pekerjaan yang masih harus dikerjakan. ...


... Salah satu dari mereka menyapa ketua kelas Nawa seperti bersama dengan teman mereka sendiri....


... Duduk satu siswa laki-laki yang memakai seragam celana merah kotak kotak dengan garis hitam dan kuning dengan atasan hitam sebagai kemeja berlengan pendek beserta jaket bomber di tangan ditaruh kemudian di atas tas Nawa....


... Remaja laki-laki dengan poni belah rapi mode seperti para model cover majalah internasional....


..."Aku minta ini" kata remaja laki-laki....


... Semua yang ada disana mendapatkan satu kejutan lain lagi datang menyusul satu orang remaja perempuan dengan memakai seragam sekolah rok hitam pendek dengan celana olahraga hitam dengan tepian garis putih dan kemeja putih pendeknya yang terlihat dengan darah mengenai sebagian bajunya....


... Sepatunya juga terlihat ada darah yang menempel belum terlalu kering....


..."Ini untukku kan" kata gadis remaja itu....


... Bersandar di kursi yang sama berada diantara Nawa dan satu temannya lagi....


... Dia selesai minum air mineral yang ia minum....


... Hoshie langsung sembunyi di balik pundak Dashie begitu juga dengan kedua remaja laki-laki yang ada di sebelahnya itu bersembunyi tidak menyaksikan melihat ke arah lain....


..."Ini panas sekali" kata gadis remaja di sebelah keduanya....


... Melepas sweater seragam yang ia gunakan lalu mengikat rambut lurusnya dengan ikat rambut berbahan karet berwarna merah maroon....


... Nawa batuk sebentar....


..."Sudah?" tanya Nawa....


..."Sudah" kata gadis remaja itu....


... Mereka sedang lebih memilih merelaksasi raga mereka masing-masing setelah terlihat keduanya bisa dikatakan sulit dan tidak nyaman untuk mereka menanyakan hal yang masih sedang panas-panasnya seperti memakan sebuah menu makanan yang baru matang....


... Pantas saja Nawa memesan banyak air mineral juga makanan yang sudah ada diatas meja....


..."Ini pesananmu" kata Nawa....

__ADS_1


... Memberikan spaghetti bolognese untuk remaja putri di sebelahnya itu....


... Dia beranjak bangun dari tempat duduknya sekarang....


..."Aku pergi ke kamar kecil sebentar" kata gadis remaja itu....


... Temannya yang satunya lagi menawarkan hal baik....


..."Mau kuantar?" tanya remaja laki-laki itu....


... Tatapan galak....


..."Mau macam-macam denganku!" kata remaja putri itu....


... Pantas saja Nawa sedari tadi berhati-hati sekali ketika mengajak temannya itu bicara ternyata dia seperti ini....


... Itulah yang ada di dalam pikiran si murid baru....


... Dia dengan seragam yang berhasil kabur dari kejaran tanpa luka sedikitpun....


..."Hey. Naw, apa mereka kakakmu?" tanya remaja laki-laki itu....


... Menyapa hormat menundukkan kepalanya ke arah bawah kepada kedua orang yang terlihat seperti sepasang kekasih....


... Dashie dan Hoshie membalas sapaan remaja laki-laki ini....


... Hanya butuh tiga menit remaja putri itu sudah kembali....


..."Geser!" kata remaja putri itu....


... Nawa langsung memberi jalan ketika ia datang lalu kembali duduk di tempatnya semula di antara Nawa dan temannya yang ada di sebelah kiri....


... Namir sedang makan puding yang sedang dimakan juga oleh Nawa. ...


..."Namir!" panggil remaja putri itu....


..."Iya. Eir" jawab Namir....


..."Pasangkan ini" kata Eir....


... Dia memakaikan plester untuk meredakan nyeri otot berukuran kira-kira sekitar sepuluh sentimeter....


... ...


... Dia gadis yang memakai kaos hitam polos tak berlengan....


..."Diam sebentar. Ini akan terasa sakit" kata Namir....


... Baru akan menempelkan plester tersebut lalu dia dengan rasa sakit yang ia dapat....


... Berteriak tidak terlalu keras....


... Memukul pundak Namir dengan tangan kanan....


..."Pelan-pelan!" kata Eir....


..."Ini sudah pelan-pelan" kata Namir....


... Nawa sedang menikmati spaghetti bolognese sambil melihat layar ponselnya....


... Selesai membantu memasangkan plester lalu melihat ke arah Hoshie....


... Mengedipkan mata sebagai arti salam pertemanan....


..."Hello. Kakak ganteng" sapa Eir....


... Mengangguk lalu melihat ke arah Dashie....


..."Kenapa kau melihatku?" tanya Dashie....


... Dashie sedikit lucu dengan respon yang ia berikan ketika Hoshie disapa oleh gadis remaja itu....


... Dia memohon....


..."Ayolah sekali saja. Kau cemburu" kata Hoshie....


... Terdengar aneh oleh ketiga orang disana begitu juga oleh Dashie sekali lagi....


... Dia dengan cat kuku abu-abu dengan glitter silver diseluruh jemari tangannya....


... Memegang tangan Dashie....


..."Dia mulai lagi" kata Namir....


... Dia mode seorang cenayang....


... Dashie melihat remaja dengan bulu mata lentik serta mata indah bulat penuh menyatu dengan wajahnya yang bulat berponi seperti serial dia komik....


..."Aku ramal kalian akan jadian" kata Eir....


..."Ok" kata Dashie....


... Dashie mengangguk mengiyakan ramalan dari gadis remaja yang baru saja melepas jemari tangannya....


... Nawa memberikan makanan milik Eir....


..."Makanlah ini sebelum mengembang" kata Nawa....


... Dia menuruti apa yang dikatakan oleh temannya itu....


... Nawa memperhatikan tiap luka pukulan yang temannya dapat....


..."Ini pasti sakit?" tanya Nawa....


..."Ya pasti sakitlah. Kau sendiri juga" kata Eir....


... Dia memberikan satu suap untuk Nawa....


..."Bantu aku. Apakah ini pedas?" tanya Eir....


... Nawa membantu untuk mencicipi spaghetti yang sudah ia pesan untuk sahabatnya itu....


... Namir cuma bisa ketawa jahat ketika mendengar temannya mendapat luapan kemarahan dari salah satu temannya itu....


..."Aku lebih suka melihatnya begini" kata Nawa....


..."Lama kelamaan, dia bisa jatuh cinta padamu" kata Namir....


... Nawa terlihat santai tidak sedingin ketika bersama teman-teman satu kelasnya yang baru....


..."Itu juga bagus" kata Nawa....


..."Ada apa dengan kalian?" tanya Eir....


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...

__ADS_1


__ADS_2