
...Chapter 152: Tanya kabar....
... Pukul delapan malam....
..."Kakak. Kau bisa tolong aku" kata Soft....
... Melihat ke arah Soft....
..."Aku tidak akan pergi. Siapa yang bilang aku akan pergi?" tanya Stud....
... Berbicara tentang salah satu takdir bangsa Blacwhe....
..."Kudengar jika kekuatan kita diambil maka usia kita akan cepat berakhir" kata Soft....
... Membetulkan poni kekasihnya dengan jemari kanan....
..."Tidak selamanya begitu" kata Stud....
..."Aku juga tidak percaya tapi itu realita yang kita harus terima" kata Soft....
... Soft menangis ketika memeluk Stud, dia benar-benar tidak ingin kehilangan seseorang yang ia sayang....
... Stud yang tidak ingin membahas hal sensitif ini kembali diingatkan oleh kekasihnya yang sudah mengetahui kebenaran tentang dirinya....
..."Dia sudah mengembalikan kekuatan ku" kata Stud....
... Melepas pelukannya dari Stud dengan ekspresi tidak percaya....
..."Dia. Aku tidak percaya dengan orang itu" kata Soft...
... Menyalakan rokok dengan pemantik berbahan alumunium berwarna silver....
..."Itu benar" kata Stud....
..."Apa syarat yang ia ajukan?" tanya Soft....
... Dia menghisap rokok dengan tangan kanan mengeluarkan asap melalui mulut dan hidungnya bertahap....
..."Jawab aku" kata Soft....
..."Rahasia" kata Stud....
... Duduk di taman kota melihat bintang yang bertaburan di langit juga diantara para pengunjung yang lain sedang bermain skateboard....
... Melihat bintang jatuh....
..."Ayo kita buat permohonan!" kata Soft....
... Mereka berdua dengan kursi klasik bergaya Eropa duduk disana membuat sebuah permohonan....
... Selesai membuat permohonan....
..."Apa permintaanmu?" tanya Stud....
..."Rahasia" jawab Soft....
..."Apa ini, kau meniru ku" kata Stud....
... Stud terlihat tak bisa menghentikan senyum itu untuk Soft. ...
... Nawa....
... Di pukul sembilan lebih dua menit malam....
... Dia ada di atas rooftop gedung berlantai tempat sekarang ia tinggal....
... Dia dengan sepatu yang baru saja ia gantung di atas kayu tempat menjemur pakaian dengan tali besi panjang berbaris tiga....
... Tali sepatu menggantung di sisi tali baris pertama tepat didepan Nawa....
... Selesai menggantung sepasang sepatu yang ia cuci lalu duduk di kuris yang berbentuk kayu dengan lebar sekitar dua meter dan tinggi satu meter....
... Membuka penutup kaleng susu tanpa gula kemudian langsung meminumnya....
... Satu tegukan....
... Ditaruh disebelah kanan tempat ia duduk sekarang....
... Menghirup udara segar malam ini sendirian disana....
... Mengubah suasana yang tidak terlalu ramai menjadi lebih tenang....
... Menduga....
..."Dia membalasku" kata Nawa....
... Rumy membalas pesan darinya....
... Mengetik....
... Pesan terkirim....
... Menunggu pesan terbaca....
... Sudah terbaca...
... Mode mengetik....
... …...
..."Itu cinta pertamamu?" tanya Hoshie....
... Kaget....
..."Astaga!" kata Nawa....
... Dia berada disisi kiri Nawa duduk bersebelahan dengan mata kaki kanan berada diatas lutut kaki kiri juga kedua tangannya menyilang di atas perut....
..."Jangan tanya. Aku memang salah" kata Nawa....
..."Baguslah. Kau mengakui itu" kata Hoshie....
... Meminum susu dari dalam kaleng sebelumnya....
... Selesai minum dalam tegukan kedua....
... Melihat langit yang cerah malam ini....
..."Apa kau ingin bertemu kak Dashie. Aku akan memanggilnya untukmu?" tanya Nawa....
... Dia tertawa dengan nada suara seakan meledek Nawa....
..."Tidak perlu repot-repot" kata Hoshie....
... Berkata jujur tentang orang yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri....
... Dingin dan sinis....
..."Aku heran kenapa kak Dashie mau berteman dengan mu" kata Nawa....
... Membalikkan keadaan....
..."Kau juga!" kata Hoshie....
... Santai....
..."Pelankan suaramu. Kau berlebihan sekali" kata Nawa....
..."Aku lupa sedang berbicara dengan siapa" kata Hoshie....
... Kepada diri sendiri....
..."Ada apa denganku?" tanya Nawa....
... Menunjuk tangan kanan ke diri sendiri....
..."Sepertinya aku memang aneh" kata Nawa....
... Hoshie sedang melihat salah satu toko online yang menjual pakaian olahraga....
... Memilih setelan bermain bola basket....
... Melihat ke layar ponsel Hoshie....
..."Kau akan membeli itu bukankah kau tidak suka bermain bola basket" kata Nawa....
..."Manusia bisa berubah" kata Hoshie....
... Dia ingin tertawa dengan jawaban yang diberikan oleh orang disebelah kirinya itu....
..."Kau manusia?" tanya Nawa....
..."Empat puluh persen darahku adalah manusia" kata Hoshie....
... Masih tetap tidak yakin....
..."Aku tidak yakin dengan diriku sendiri" kata Nawa....
... Tatapan sinis....
__ADS_1
..."Maksudmu?" tanya Hoshie....
... Dia masih tidak peduli jika Hoshie bisa marah....
..."Aku membicarakan diriku sendiri bukan kau yang ku bicarakan" kata Nawa....
... Tiba-tiba dengan mood baik cepat langsung berubah memaafkan....
... Menawarkan minuman yang sama dengan apa yang sedang Nawa minum....
... Mendorong beberapa kaleng yang masih dengan plastik perekat dalam sembilan kaleng di sisi kanan Nawa....
..."Ambillah. Aku beli banyak" kata Nawa....
... Sibuk melihat layar ponsel lagi....
..."Aku akan mengambilnya nanti" kata Hoshie....
... Terlihat serius lagi dengan pergerakan grafik di saham yang baru saja ia beli....
... Sedikit melihat ke arah layar Hoshie....
... Tegukan ketiga....
... Dia minum susu dalam kaleng yang sama....
..."Kau sudah pulih?" tanya Nawa....
..."Belum sepenuhnya" jawab Hoshie....
... Bicara realita....
..."Tapi, kau terlihat sangat sehat" kata Nawa....
..."Aku tidak perlu menjelaskan, kamu juga sudah tahu jawabannya" kata Hoshie....
... Dari bawah gedung terdengar suara klakson mobil yang baru saja tiba di depan tempat penyewaan tempat tinggal ini....
... Dia keluar dari dalam mobil sebelah kanan kemudi....
... Suaranya terdengar sedang berbicara dengan orang yang disebut sebagai kakak laki-lakinya itu....
..."Dia datang" kata Nawa....
..."Ya. Aku tahu" kata Hoshie....
... Meledek....
..."Tak ada yang tidak kamu ketahui tentangnya" kata Nawa....
... Menjawab santai....
..."Entahlah. Aku hanya manusia biasa" kata Hoshie....
... Dia jadi kesal ketika mendengar Hoshie mengulangi kalimat itu lagi....
..."Lagi dan lagi. Berhenti mengucapkan kalimat itu" kata Nawa....
... Dia malah balik tanya kepada Nawa....
..."Apa kau kesal?" tanya Hoshie....
... Diam....
... Dia dalam mode bijaksana menyudahi lelucon yang dibuat oleh orang yang ada disebelahnya itu....
... Hoshie mode rileks....
... Tiga menit berlalu....
... Hoshie mengambil satu kaleng susu disebelah kanannya saat ini....
... Belum membuka tutup kalengnya....
..."Kau sudah tahu kan?" tanya Hoshie....
..."Tentang?" tanya Nawa....
..."Kejadian tadi sore?" tanya balik Hoshie....
..."Kau juga" kata Nawa....
... Memuji kecerdasan Nawa....
..."Tidak salah memang berteman dengan orang pintar sepertimu" kata Hoshie....
... Tertawa sinis....
..."Aku tidak lupa. Kau yang sudah memberitahuku lebih awal" kata Nawa....
..."Kau juga sudah bekerja keras" kata Hoshie....
..."Mungkin kita akan dianggap cuma bisa ngomong tapi nggak kerja" kata Nawa....
..."Orang-orang tidak peduli seberapa lelah usaha yang kita lakukan" kata Hoshie....
... Nawa menghentikan obrolan untuk sementara waktu....
... Jarum jam biru di tangan Hoshie berputar setiap detik hingga kini telah beranjak pukul sembilan lebih dua puluh menit....
... Dia yang tiba-tiba muncul....
... Terkejut....
... Bergerak mundur beberapa sentimeter ke belakang kakinya....
..."Ya Tuhan!" kata Dashie....
... Dia dengan membawa seprai dan selimut yang baru saja dicuci akan segera dijemur....
... Tenang....
... Tetap percaya diri....
..."Aku bukan hantu tapi Hoshie" kata Hoshie....
... Pergi melanjutkan kemana ia harus pergi....
... Dia ingin usil....
... Dashie sedang menjemur cover bantal yang berbahan satin berwarna merah muda....
..."Kau sudah cuci jaketku?" tanya Hoshie....
... Menunjuk ke arah jaket yang masih ia pakai....
..."Ini?" tanya balik Dashie....
... Tidak menghiraukan Hoshie yang belum ingin berhenti menggoda lebih fokus menyelesaikan kain yang harus dia jemur di ketiga baris di tiang yang terbuat dari besi begitu juga talinya....
... Selesai menjemur sprei dan selimut langsung pergi meninggalkan mereka berdua di rooftop....
..."Mau kemana?" tanya Hoshie....
... Sambil jalan ke arah anak tangga....
... Menjawab santai....
..."Ya tidur" kata Dashie....
... Dingin dan cuek sikapnya sama dengan orang yang ada di sebelah kanannya itu....
... Dashie menuju ke bawah lantai kamarnya....
..."Dia berubah ketika sudah berganti waktu" kata Hoshie....
... Melihat Nawa yang tidak jauh berbeda....
... Nawa yang diam-diam sudah mengirim pesan kepada Dashie sesaat ketika orang disebelah kirinya ini baru saja sampai di gedung ini....
... Isi dari pesan Nawa....
..."Kakak sudah pulang. Dia sedang datang berkunjung"....
... Balas Dashie....
... ...
..."Ok. Thank you"....
... Hoshie melihat ke arah bawah gedung....
... Dia melihat mobil Xie masih terparkir di depan tempat ini dengan tanpa pemiliknya ada disana ataupun didalam gedung lalu tak berapa lama Dashie keluar....
... Sendirian....
... Menyalakan mobil lalu pergi menggunakan mobil tersebut....
... Mengikuti dari arahnya sekarang seseorang tidak pergi ke arah rumah kakak laki-lakinya melainkan mengambil jalan lain lurus terus menuju ke arah selatan yang mengarah ke arah jalan raya....
__ADS_1
... Dashie pergi dengan masih menggunakan jaket milik Hoshie dengan setelan olahraga dengan atasan putih lengan panjang dan bawahan celana hitam panjang yang semuanya polos tanpa gambar....
..."Kau butuh bantuanku?" tanya Hoshie....
..."Tidak. Terimakasih, aku akan menemui ibuku di rumah sakit" kata Dashie....
..."Ibumu baik-baik saja kan?" tanya Hoshie....
..."Ya" kata Dashie....
... ...
... Dia dengan ponsel di bagian atas mobil memutuskan untuk mengakhiri obrolan mereka karena ia sedang mengemudi....
... Hoshie dengan masih tidak percaya....
..."Apakah menjadi manusia tidak lelah. Dia terus ada waktu membantu orang lain" kata Hoshie....
... Menaruh ponsel kedalam jaket hitam yang ia pakai....
... Berbicara tentang orang yang ada berdiri di atas rooftop itu dekat pembatas rooftop....
..."Kau bahkan membawa dua jaket jika akan menemuinya" kata Nawa....
... Membela diri....
..."Aku takut dia lupa membawa jaket" kata Hoshie....
... Waktu bertambah suasana semakin berkurang orang-orang dengan segala aktivitas mereka di malam hari....
... Rooftop yang sepi tidak ada salah satu penghuni kamar di gedung tersebut pergi duduk santai setelah melakukan banyak aktivitas setelah kepergian Nawa dan Hoshie diatas sana....
... ...
... Di rumah sakit....
... Ved memutuskan untuk menjalani perawatan rawat jalan lebih memilih melalui masa pemulihan dari luka-luka yang ia miliki di rumahnya sendiri....
..."Mah. Apa ada yang kurang?" tanya Dashie....
..."Sudah. Tadi, baru saja dibawa oleh kakakmu menuju mobil" kata Ibunya Dashie....
... Para perawat sudah selesai melepas alat infus yang dipasang di tangan kanan Ved....
... Kursi roda dibawa oleh Xie membawanya mendekat ke arah ranjang pasien di sebelah kiri Ved akan turun dari atas tempat tidur....
... Ved dibantu suster pria dan juga Xie duduk di kursi dorong rumah sakit....
... Pelan-pelan lalu Ved berhasil duduk di kursi dorong tersebut....
... Satu tas berukuran lumayan kecil berisi obat untuk persediaan untuk diminum selama dua minggu dibawa oleh ibunya Dashie....
..."Semua barang-barang milik Ved sudah ada disini" kata Ibunya Dashie....
... Ved yang sudah memakai piyama hijau muda dengan jaket hitam dengan berat ringan yang ia pakai....
... Ved akan dibantu oleh perawat tersebut didorong sampai ke pintu masuk mobil. ...
... Membawa Ved menuju keluar ruangan bersama dengan Dashie dan Xie yang berada di belakang ibunya yang baru saja melewati pintu masuk kamar pasien....
... Berjalan melewati beberapa kamar....
... Xie merebut tas milik Ved dari tangan adiknya....
... Dashie akan merebutnya kembali tapi tidak diperbolehkan oleh kakaknya itu....
... Berhenti di depan pintu masuk lift....
... Menekan tombol diluar pintu lift sebelah kiri....
... Sepuluh detik kemudian pintu lift terbuka....
... ...
... Mereka masuk ke dalam lift....
... Perawat itu kemudian menekan nomor satu tombol lantai didalam lift yang akan mereka datangi....
... Menunggu....
... Beberapa detik kemudian pintu lift terbuka dan mereka semua keluar dari dalam lift tersebut....
... Xie berjalan seperti berlari lebih awal berniat untuk mengambil mobil dari area parkir rumah sakit untuk didekatkan di pintu masuk rumah sakit....
... Dua tas milik Ved yang ia bawa sambil berlari cukup cepat tapi tidak terkesan sedang terburu-buru....
... Terlihat dari arah mereka Xie sudah melewati pintu masuk rumah sakit yang terbuka secara otomatis....
... Mereka dalam perjalanan keluar dari gedung tempat orang-orang sedang mendapatkan perawatan medis....
... Langkah hati-hati keluar dari rumah sakit dibantu oleh perawat yang mengantar bersama dengan Xie masuk kedalam mobil bagian kanan di sebelah kemudi....
... Dashie menunggu didekat ibunya sampai Ved berhasil duduk didalam mobil....
..."Thank you. Nurse" kata Dashie....
... Setelah mengucapkan banyak terima kasih kepada perawat tersebut lalu pintu masuk Ved ditutup oleh Xie dari arah luar....
... Sedangkan ibunya Dashie menyusul masuk kedalam mobil bagian belakang kursi kemudi persis selanjutnya adalah Dashie yang duduk dibelakang kursi Ved yang sudah ada di dalam mobil....
... Menutup rapat mobil ibu dan putrinya dengan hampir bersamaan....
... Perjalanan menuju rumah Ved....
... ...
... Tujuh menit perjalanan sudah waktu yang mereka lalui....
..."Meskipun kau nanti ada perawat yang merawatmu tapi Bibi akan sering menjenguk mu" kata ibunya Dashie....
... Dia masih bisa tersenyum dengan kondisi tubuhnya yang seperti itu....
..."Terima kasih, Bibi. Aku sudah sangat merepotkanmu" kata Ved....
..."Tidak. Anggap saja Bibi seperti ibumu" kata ibunya Dashie....
... Dia menyembunyikan kenyataan tentang seseorang....
... Ved melihat dari arah kaca di dekat kemudi berada diatasnya melihat teman masa kecilnya yang sedang berusaha agar tidak tidur....
... Perjalanan tinggal beberapa menit sekitar sepuluh menit lagi akan sampai dirumah Ved....
..."Jika kamu ngantuk tidur saja" kata Xie....
... Masih bersikap tetap siaga....
..."Tidak akan" kata Dashie....
..."Sudahlah. Kau boleh tidur nanti ibu bangunkan kalau sudah sampai" kata ibunya....
... Mengangguk pelan....
... Tapi, dia tidak ingin kalau ia sampai tidur dalam perjalanan pulang....
... Melihat keluar jendela mobil....
... Gedung-gedung dan bangunan lainnya sudah terlewati tak terasa menit menit itu sudah berlalu membawa Dashie dan mereka semua sampai didepan rumah Ved....
..."Kita sudah sampai" kata Xie....
... Dia melihat adiknya yang beneran nggak tidur....
... ...
... Xie dirumahnya sendiri....
... Jendela kamar tertutup dengan tirai putih belum tertutup penuh....
... Melihat waktu di sisi sudut sebelah kiri atas ponsel....
... Pukul sepuluh lebih empat puluh menit....
... Mengirim pesan kepada pacarnya....
..."Kau sudah tidur?" tanya Xie....
... Satu pesan dari ke sekian banyak pesan yang dikirim baru akan dibalas....
... Mode mengetik....
... Melihat waktu di layar ponsel sudah pukul sepuluh lebih lima puluh menit....
..."Jangan tanya kabar aku lagi!" ...
... Xie agak tidak percaya akan mendapatkan pesan ini dari kekasihnya sendiri....
... Balas Xie....
..."Kenapa?" tanya Xie....
__ADS_1
... Tidak dibaca apalagi dibalas oleh Nora....
... ...