
...Chapter 73: Diam-diam....
..."Mantra ku berhasil" kata Ren....
...Mantra yang diucapkan kepada Rumy berhasil menghapus ingatan Rumy tentang dirinya yang sudah hampir mengambil aura milik seorang perawat yang tidak dikenal di dalam rumah sakit tadi pagi....
...Ren baru saja melihat Rumy yang sudah pergi dari tempat makan tersebut bersama dengan temannya....
...Di sisi lain perhatian juga diberikan oleh Rumy tentang orang yang pernah dilihatnya didalam mimpinya benar hanya sebatas itu saja ingatan tentang pemilik wajah itu bukan ingatan tentang kejahatan yang telah diketahui gadis ini yang telah terhapus....
...Hal ini sangat mudah baginya sama seperti yang dilakukan oleh bangsa Blacwhe yang lainnya yang pernah terjadi seperti dalam kasus seseorang....
...Gadis itu pergi dengan memori yang dimiliki yang memiliki rasa ketakutan tidak melebihi ketakutan yang seharusnya akan membuatnya lari dengan hanya sekali lagi melihat seseorang yang memanfaatkan indentitas orang lain....
...Gadis yang dimaksud oleh Ren pergi dengan perasaan hampa seperti kehilangan sesuatu dalam diri namun dia tidak biasa menyadari apa yang telah hilang....
...Dia hanya bereaksi sama seperti merasa pernah bertemu orang yang mirip dengan orang yang ada didalam mimpi....
..."Aku baru tahu dia ada di duniaku" kata Rumy....
..."Apa ini sebuah kebetulan saja" kata Rumy....
...Dia berbalik ketika berjalan beriringan dengan Po melihat ke Ren yang juga sedang memperhatikannya dari meja di dalam cafe lalu peristiwa saling menatap ini berakhir dengan Rumy yang sadar ini tidak harus diteruskan....
...Mereka berdua pergi dari pandangan Ren yang masih bersama dengan Aka dan Ved....
...Menunggu dua menit berlalu untuk Ren membuat sebuah keputusan....
..."Aku akan pergi sebentar. Aku akan kembali" kata Ren....
...Meminta izin kepada Aka dan gadis disebalah kirinya mengiyakan....
...Ved sedang menjadi penonton sebuah hubungan yang dianggapnya tidak sebatas basa-basi saja tidak dengan anggapan sahabat perempuannya yang lebih akan mengarah menjadi korban....
...Satu menit belum menjadi bukti bahwa seseorang sedang menipu seorang wanita menebak lagi berapa waktu yang akan dibuang oleh seseorang yang memiliki bekal sebuah kepercayaan diri tinggi tanpa membaca diri dan tidak lebih memahami apa yang pantas dimiliki olehnya....
...Mungkin pemikiran ini terlalu kasar untuk menilai seseorang terlebih lagi seseorang itu adalah sahabatnya sendiri tapi pria ini sedang menilai apa yang tergambar dalam kisah mereka yang sebenarnya tanpa menambahkan atau mengurangi dalam sebuah tebakan beralasan yang tidak mungkin dijelaskan kepada wanita yang sedang menunggu seseorang yang seharusnya tidak perlu ditunggu....
...Mengambil potongan cake dengan garnish kelopak bunga mawar bertabur gula diatasnya halus manis....
..."Dia tidak akan kembali" kata Ved....
...Menolak kebenaran....
..."Lagi lagi kau sedang membuat ku takut" kata Aka....
...Mengambil potongan kecil cake yang sama lagi....
..."Itu pekerjaan ku" kata Ved....
...Aka mengambil cupcake yang sama dengan cupcake yang dimakan oleh Ved....
..."Manis bukan?" tanya Ved....
..."Lumayan" jawab Aka....
..."Habiskan" kata Ved....
...Ved memutuskan untuk pergi setelah menghabiskan satu cup cake yang diambilnya dari piring milik sahabatnya itu....
...Satu menit berlalu....
...Meneguk lagi minuman ice coffe didalam cup....
..."Aku ada pekerjaan yang perlu dikerjakan tak apa kan aku pergi" kata Ved....
...Belum ada ekspresi terbentuk dari wajah menawan itu....
..."Emmm. Pergi saja" kata Aka....
...Ved pergi bukan karena tidak kasihan kepada sahabatnya itu tapi memberikan sebuah pelajaran kepada orang lain secara langsung akan membuatnya jauh lebih sadar tanpa harus dengan kata kata yang tidak dibutuhkan untuknya dalam kisahnya sendiri....
...Tanpa sebuah permintaan maaf yang diterima olehnya orang itu belum juga datang kembali sesuai apa yang dijanjikan dalam waktu beberapa menit yang lalu sudah sepuluh menit gadis itu menunggu tapi sosok itu belum juga kembali....
...Dia masih menunggu....
...Orang-orang sudah mulai pergi dalam menit menit selanjutnya sedangkan gadis itu sedang berusaha menghabiskan makanannya satu persatu secara perlahan sendirian dengan menerima kenyataan yang tidak ingin diterima bertahan tetap di meja yang sama disetiap detik gadis ini harus menerima fakta sebuah kebohongan....
...Lima belas menit berlalu makanan yang dimiliknya semakin berkurang dari atas meja dimakan olehnya....
...Ren belum datang dan gadis ini tetap kekeh menunggu....
...Melihat ke sekitar dengan pengunjung yang baru ada di meja sekitar cafe....
...Dari tempat yang sama Xie yang sedang menikmati waktu luangnya bersama dengan Nora dengan jarak mereka yang tidak jauh memperhatikannya yang belum pergi seperti sedang menunggu seseorang dengan gerak-gerik yang bisa dibaca dengan mudah bahkan jika orang lain melihat sikap yang ditunjukkan oleh Aka pasti akan sama menyimpulkan....
...Gadis itu sedang menghentikan hujan hujan yang seharusnya turun dari atasnya begitu lebat sungguh kesabarannya sedang disia-siakan tapi tetap saja begitu banyak stok kepercayaan yang dimiliki belum habis dikeluarkan dalam pertemuan pertama lagi mereka berdua....
...Sudah dua puluh menit berlalu dan dia belum pergi....
...Xie yang sudah selesai makan siang bersama dengan Nora bergegas pergi dari cafe masih melihat seseorang yang sedang menunggu orang lain....
...Pacarnya digandeng erat tangan kirinya oleh Xie mereka mulai pergi meninggalkan cafe tersebut....
...Dua menit berlalu dan ditambah lagi tiga menit selanjutnya....
...Inilah hasil yang diterima oleh Aka yang tetap keras kepala setelah nasehat yang sudah diberikan oleh sahabatnya sendiri tidak didengar dicerna dengan baik bahkan lima menit selanjutnya tetap disana memberikan kepercayaan diri yang belum habis....
..."Seharusnya aku menjauhi Ved" kata Aka....
...Menolak fakta....
..."Dia selalu berkata seakan tahu semua tentangku" kata Aka....
__ADS_1
...Dengan pengunjung pengunjung baru yang berdatangan kini Aka memutuskan untuk pergi dari tempat itu tanpa mendapatkan sebuah janji yang ditepati pergi dengan wajah kesal tetap tidak mau menerima kepalsuan dari orang yang di sayang....
...Ren benar-benar tidak datang sesuai apa yang dikatakan oleh sahabatnya sendiri, Ved....
...Mengambil tempat yang tidak terlalu ramai masih di tempat perbelanjaan sama disebuah kursi besi yang berjajar di dekat sebuah dinding yang bergambar mural cartoon lucu....
...Berlalu-lalang orang-orang disana dengan didominasi anak-anak bersama kedua orangtuanya dilihat oleh Aka....
...Aka bersandar di dinding tempatnya duduk saat ini menengadah ke langit sambil menutup mata....
...Tiba-tiba air matanya mengalir dengan sendirinya lalu gadis ini mengambil tisu dari dalam tas merah mudanya langsung segera menghapus air matanya sendiri dengan tisu yang ia ambil dari dalam tas....
..."Kenapa kau menangis?" tanya Aka....
...Tertunduk menghapus air matanya lagi....
..."Apa dia sengaja melakukan ini padaku?" tanya Aka....
...Belum juga sadar....
..."Tidak. Tidak mungkin dia sengaja melakukan ini" kata Aka....
...Membela orang yang sama lagi....
..."Aku yakin dia bukanlah orang seperti itu" kata Aka....
...Sedikit sesegukkan menangis....
..."Mungkin telah terjadi sesuatu dengannya sehingga dia tidak bisa datang" kata Aka....
...Lalu Aka akan menghubungi nomor ponsel Ren tapi jari jemarinya mencegah hal itu dilakukan tersadar ini sedikit berlebihan dengan sikap yang akan diambilnya....
..."Jika aku melakukan ini. Aku akan terlihat bodoh di matanya" kata Aka....
...Logikanya berkata demikian tapi berbeda dengan isi hatinya yang memberikan perintah untuk menghubungi pria yang membuatnya menunggu hingga tiga puluh menit sudah....
...Nomor ponselnya aktif tapi panggilan telepon darinya tidak diangkat meski sudah tiga kali gadis ini menghubunginya yang lebih memilih menyibukkan diri dengan kehidupannya yang lain....
...Sebuah kekecewaan diterima lagi oleh Aka....
...Kini dia pergi berjalan pulang sendirian dalam langkahnya yang terlihat tidak bersemangat tanpa ditemani oleh siapapun....
...Berpapasan dan juga melewati banyak orang kondisinya yang seperti akan menimbulkan banyak pertanyaan jika tetap dipertahankan lebih lama kembali mengambil sikap menawan yang biasa dimilikinya....
...Aka menutupi semua itu dari balik sisi yang didesain seketika berjalan anggun melewati banyak orang bersikap tidak menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian dengan bekal kesedihan....
...Enam belas menit sebelumnya di sebuah rumah sakit....
...Mengetuk pintu dari luar kamar rawat inap....
..."Kau saja!" kata Rumy....
..."Kau saja" kata Po....
...Mereka berebut untuk tidak berdiri didepan persis pintu sebuah kamar rawat pasien....
...Pintu dibuka....
...Fable membukakan pintu kamar dari dalam seseorang sedang berbaring melihat ke arah luar jendela, Hoshie....
...Sedangkan satu orang lagi terbangun dari sofa didalam ruangan tersebut, Poet....
...Nawa sedang mengunyah potongan buah yang diberikan oleh Fable....
...Menikmati asam manis buah menatap kedua orang yang ada datang menjenguk....
..."Mereka datang" kata Nawa....
...Hoshie yang sedang berusaha berbalik tapi tidak bisa semudah itu membalikkan badan ke arah mereka berdua yang menerobos pertahanan Fable....
...Po menerobos Fable....
...Sapaan itu datang dari Rumy....
..."Good afternoon" kata Rumy....
...Po memeriksa kondisi Nawa menyentuh pipi dahi pacarnya yang sedang memakan buah dengan pipi sebelah kiri tembam akibat mengunyah buah....
...Nawa menerima perhatian tindakan dari Po....
...Poet dengan kondisi yang masih menyadarkan diri setelah bangun dari tidur siang mulai beradaptasi dengan situasi didalam ruangan....
...Fable melirik ke arah Rumy....
...Berbisik disebelah Rumy....
..."Ku kira kau pacarnya" kata Fable....
...Ikut berbisik....
..."Dugaan mu terdengar lucu" kata Rumy....
..."Jujur saja. Dia lebih cocok denganmu" kata Fable....
...Dalam kondisi masih menyadarkan diri dari rasa kantuk Poet yang berjarak tidak jauh dari Rumy dan juga Fable yang sedang saling berbisik mendengar terpaksa dua orang yang sedang membicarakan sesuatu....
..."Jangan dengarkan paman itu" kata Poet....
...Fable mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Poet menunjuk khusus untuk dirinya....
...Poet membuka botol air mineral lalu meminum air tersebut satu teguk....
...Dashie tidak melihat ada orang lain selain Fable sebelumnya yang membuatnya tidak bersikap ramah tidak seperti saat ini dilakukan dengan Fable lebih bersikap lebih memberi senyum formal kepada seseorang yang jauh lebih dewasa darinya....
__ADS_1
...Dashie lebih patuh diam melihat Nawa yang mendapat perhatian dari pacarnya....
..."Kau tidak duduk?" tanya Poet....
...Lalu Fable mempersilahkan untuk Rumy duduk di sofa bersebelahan dengan Poet....
...Mengambil celah dua sofa dari sofa panjang ruangan tersebut....
...Fable memberikan satu botol air minum masih utuh tersegel untuk Rumy dari dalam kulkas....
..."Untukmu" kata Fable....
...Dan satu botol lagi untuk Po ditaruh diatas meja didepan Rumy dan Poet....
...Hoshie yang tidak tidur menikmati pemulihan yang sedang dijalani dibalik tirai putih yang menutupi sebagian jendela kamar rumah sakit tersebut....
...Mendengar pembicaraan yang sedang di obrolkan oleh mereka tanpa bisa ikut bersama bergabung....
..."Sejak kapan kau bersikap seperti anak kecil" kata Hoshie....
...Dia juga tidak bisa membalas pesan atau berbicara dengan Dashie dengan panggilan telepon yang masuk dari gadis kesayangannya yang sudah tujuh kali menelepon sejak siang tadi....
..."Aku tidak tahu kenapa tubuh ku sesakit ini" kata Hoshie....
...Hati dan pikirannya berbicara tidak terarah....
..."Aku kira aku akan segera pergi" kata Hoshie....
...Perhatian Rumy juga terbagi memperhatikan diam melihat kondisi Hoshie dari tempatnya sekarang duduk disebelah Poet disebelah kirinya lalu ada Fable disebelahnya lagi....
...Poet sedang membaca komik yang sengaja dibawa dari dalam apartemen milik Luc....
...Fable yang tetap sibuk dengan buku tebal yang dibaca olehnya dilanjutkan kembali....
...Ketakutan yang tersembunyi dari Hoshie....
..."Jangan sampai dia mengajakku berbicara" kata Rumy....
...Nawa yang sesekali melihat Rumy yang sedang memperhatikan orang yang sudah dianggapnya sebagai kakak laki lakinya itu....
..."Ada yang ingin kau tanyakan padanya?" tanya Nawa....
...Po melihat ke arah dimana Nawa mengajak bicara seseorang....
...Rumy melihat Nawa lalu menerima sinyal pertanyaan yang tertuju padanya....
...Pertanyaan yang memecah suasana didalam ruangan....
...Poet yang sadar sedari tadi seseorang sedang memperhatikan sahabatnya yang sedang tidak berdaya karena sakit....
..."Kenapa aku merasa aku harus pergi?" tanya Rumy....
...Pencegahan....
..."Hey, santai saja. Kita tidak ingin mengusir mu" kata Poet....
...Memberikan satu komik untuk Rumy....
..."Baca ini" kata Poet....
...Rumy menerimanya lalu membuka buku komik itu....
...Po kembali fokus perhatian kepada pacarnya yang sedang sakit menyuapi potongan buah berwarna-warni sedikit demi sedikit....
...Poet tersenyum merasa lucu dengan apa yang dilakukan oleh remaja putri disebelah kanannya itu....
...Membetulkan buku komik Rumy yang dibaca terbalik....
..."Baca dengan benar" kata Poet....
...Mengangguk....
..."Oh" kata Rumy....
...Delapan belas detik kemudian datang dengan terbiasa melihat karakter milik sahabatnya seperti biasa ketika ada seorang wanita yang membuatnya tertarik....
...Fable berkata apa adanya....
..."Gadis manis ini memang tipemu" kata Fable....
...Rumy sedang benar-benar fokus membaca komik yang diberikan oleh Poet tidak pedulikan kalimat yang baru saja dikatakan oleh Fable untuk sahabatnya....
..."Dia mendengarnya tapi kurasa dia lebih tertarik dengan komik yang kuberikan" kata Poet....
..."Hentikan. Dia masih sangat kecil" kata Fable....
...Percakapan yang terang-terangan tanpa berbisik meski tidak menganggu suasanan didalam ruangan tersebut cukup serius dicerna makna dari obrolan yang mereka perdebatkan....
...Fable dan Poet kembali dengan aktifitas mereka berdua yang dilakukan lebih awal oleh Rumy membaca buku di tangan....
...Kali ini berbisik suara yang dikatakan dari kata-kata yang dikeluarkan dari lisan Rumy....
...Memanggil kedua orang disebelah kirinya....
..."Kakak!" kata Rumy....
...Membaca komik....
..."Hmmm" kata Poet....
..."Kalian tidak melihat sesuatu hal aneh disini?" tanya Rumy....
...Berbisik lebih mendekat suaranya lebih serius diucapkan oleh Rumy....
__ADS_1
...Menunjuk ke arah Hoshie....
..."Benarkah. Kalian tidak merasakan hal aneh terjadi kepada kakak itu?" tanya Rumy....