
...Chapter 51: Baby, It's okay....
..."Baby, It's okay" kata seseorang itu....
... Menggenggam erat besi ranjang tempat tidur....
... Kali ini bertambah rasa takutnya lagi jauh lebih dari sebelum pria ini menunjukkan jati diri yang ditanggapi oleh Dashie sebagai hantu....
... Muncul dalam bayangan yang menyempurnakan diri menjadi wujud manusia di hadapan gadis ini lalu satu pukulan melayang di wajah pria ini secara reflek meninju tangan Dashie menggenggam jemari tangan kanan....
..."Buggg!" ...
... Pemilik wajah itu berganti posisi dengan wajah memerah biru akibat pukulan keras dari Dashie yang membuat hidungnya juga terluka berdarah keluar dari lubang hidung sebelah kiri tepat disebelah wajahnya yang baru saja dihajar cukup menyakitkan jika dilihat dalam satu kali saja....
..."Argghh!" ...
... Mengerang kesakitan....
..."Stop!"...
..."Stop!" ...
... Dia meminta agar Dashie tidak meninjunya lagi. Namun, permintaan itu tidak dituruti oleh Dashie langsung sekali lagi satu pukulan menimpa wajahnya lagi membuat pria ini terpental keluar dari dalam rumah lalu segera menjaga diri tidak dalam kondisi bisa terluka menahan dorongan kekuatan penolakan dari Dashie agar tidak membentur tanah akibat jatuh dari lantai atas kamar....
..."Apakah aku datang terlalu cepat?" tanya pria berwajah pucat itu....
... Kembali turun dan berdiri diatas tanah kembali dengan raga tidak terlihat....
... Dashie dengan keberanian diri membuka tirai jendela kamar melihat keluar memeriksa apakah hantu yang dia tinju sudah pergi....
..."Aku akan pulang kerumah tapi ini sudah terlalu malam" kata Dashie....
... Menutup tirai jendela kembali duduk didalam kamar sambil memikirkan solusi....
... Dia melihat lampu kamar masih menyala karena merasa bersalah akhirnya pria tersebut memutuskan untuk pulang saja....
..."Aku bertemu manusia sekuat itu" kata pria tersebut....
... Jika ada waktu lagi dia ingin bertemu dengan gadis yang baru saja ditemuinya barusan bersemangat bagai hentakan drum yang terdengar keras di dalam ponsel yang dinyalakan sambil mendengarkan musik disaat perjalanan pulang menggunakan alat transportasi yang beroperasi malam yang sudah sepi dengan para pekerja yang baru saja pulang dari lembur bekerja....
..."Ini penemuan yang sangat langka" kata pria tersebut....
... Pria ini penuh semangat di hari yang menginjak tengah malam mengikuti melodi musik yang berputar dengan dance dance yang atraktif kedua tangan tak peduli dengan sekitarnya yang melihat antara merasa takjub juga tidak juga dengan semangat yang mungkin bisa terlalu tumpah melimpah di malam waktunya beristirahat....
... Tak ada yang membuatnya peduli dengan penilaian yang orang lain berikan sifat positif ini tetap menjadi miliknya sampai bus berhenti dan tempat perhentian sudah tiba waktunya turun dari dalam bus....
..."Rumahku, aku pulang" kata pria tersebut....
... Berlari kencang tidak kencang juga sesuai apa yang biasa orang orang lakukan berapa kecepatan yang digunakan untuk berlari....
..."Apa ini rasanya bisa hidup lagi?" tanya pria ini....
... Sedangkan untuk Dashie bersiap dengan jaket tebal masih dengan setelan piyama hitam berlengan dan bawahan panjang dengan tas selempang yang berisi uang secukupnya untuk digunakan bekal berlari meninggalkan rumah mengunci dengan cepat untuk pergi ke rumah salah satu temannya....
... Berlari keluar dari dalam gang rumahnya tidak teratur berapa kecepatan yang diambil yang jelas itu tergolong cepat....
... Wajahnya ditutupi masker hitam dengan jaket yang menutup kepala berwarna hitam mengusahakan diri agar bersikap tegar dan berani semua yang di pakai segalanya serba hitam dari atas kepala sampai sepatu boots yang dipakai diambilnya secara acak sambil berlari dari rak sepatu dekat pintu jendela rumah depan....
..."Ini pesananmu" kata teman Dashie....
... Dua porsi dimsum dan satu botol air mineral sudah diatas meja sebuah kedai dekat rumah yang berada didepan gang....
... Duduk seorang perempuan ikut bergabung makan malam bersama dengan nasi goreng ditaruh didepannya bersama air mineral dari botol minuman yang sama seperti yang Dashie akan minum....
..."Kau sedang apa, duduk!" kata wanita tersebut....
..."Hey, kau galak sekali" kata pemuda tersebut....
..."Nix turuti saja dia" kata Dashie....
... Mereka duduk di kursi yang berbeda di meja yang sama....
... Satu dimsum diambil dengan sumpit oleh Dashie....
... Kepulan uap panas nasi goreng milik Deby yang bertabur banyak toping buatan sendiri diambil satu sendok makan bau gurih sudah tidak bisa ditanyakan lagi dilahap dalam satu suapan....
..."Wahhh. Kau juga membuat ini sendiri" kata Dashie....
..."Ya, bagaimana rasanya?" tanya Deby....
..."Top!" kata Dashie. ...
... ...
... Nix juga menikmati dimsum dengan isian dagiang sama seperti Dashie juga mengambil nasi goreng buatan Deby sedangkan Deby mengambil dimsum milik Dashie....
..."Woahhhh!" kata Dashie....
..."Ini sangat lezat" kata Dashie....
..."Coba dimsumnya juga" kata Deby....
... Deby menyuapi Dashie....
..."Aku tidak ingin pulang" kata Dashie....
... Tertawa tanpa suara menutup mulut satu sama lain kedua gadis ini....
..."Kalian lupa ada aku juga disini" kata Nix....
... Deby geleng geleng kepala pada Nix lalu mengambilkan empat sendok nasi goreng miliknya dalam satu piring kecil untuk Nix....
..."Terima kasih" kata Nix....
... Nix menjadi lebih patuh ditengah tengah kedua gadis yang sedang asyik makan malam di waktu istirahat para pelayan di kedai yang beroperasi setiap sepanjang malam....
..."Apa aku mengganggu pekerjaan kalian?" tanya Dashie....
__ADS_1
..."Tidak sama sekali" jawab Nix....
..."Aku tidak melihat Ved, kalian tidak bertengkar kan" kata Deby....
... Tangan kiri memberikan kode penolakan lambaian tangan lalu Nix mengacungkan jempol kepada teman kuliahnya dengan jemari tangan kanan setelah itu makan satu dimsum lagi dengan sumpit yang artinya makanan yang dia makan sangat lezat....
... Berpose seperti sedang serius memikirkan sesuatu Deby sedang melakukan hal itu dengan sendok di tangan kiri digenggam jemari jemari tangannya yang agak bersandar sikunya di kursi yang diduduki....
..."Aku teringat seseorang tapi siapa yah?" tanya Deby pada diri sendiri....
..."Ahhh, Hoshie. Bagaimana dengan bocah itu?" tanya Deby....
... Agak sedikit tidak setuju dengan isi pikiran Deby di momen ini jelas wajah kesal itu langsung saja tanpa basa basi bereaksi....
..."Kau tak perlu bertanya tentang bocah itu" kata Nix....
..."Dia selalu baik baik saja" lanjut Nix....
... ...
... Suara tawa bersemangat mengisi waktu yang sedikit terganggu jika membahas tentang seseorang. ...
..."Dia, baru tadi sore aku bertemu dengannya" kata Dashie....
..."Bilang saja kau cemburu tak usah memasang wajah seperti itu" kata Deby....
... Mempertahankan pendapatnya....
..."Siapapun akan marah jika menjadi aku" kata Nix....
..."Sudahlah pada akhirnya dia menjadi milikmu" kata Dashie....
... Sindiran dengan ekspresi wajah tetap seperti gadis yang tergila-gila dengan seorang pria tampan....
..."Womanizer" kata Deby. ...
... Mengetuk dahi Deby dengan gagang sumpit dimsum....
..."Hentikan imajinasimu itu" kata Nix....
..."Aduh!" kata Deby....
... Tertawa kecil dengan tindakan Nix pada Deby....
... Siapa yang memakai jaket silver semua terlihat putih dari atas sampai bawah dengan wajah cukup mudah untuk dikenal oleh ketiga orang yang sedang makan malam bersama dalam satu meja....
..."Aku tidak salah tempatkan?" tanya Hoshie....
... Melihat Deby....
..."Hey, Deb" sapa Hoshie....
... Melihat Nix....
..."Nix" kata Hoshie....
... Menerima sapaan temannya yang sudah jelas kurang suka dengan kedatangan Hoshie....
..."Selalu" jawab Hoshie....
..."Kau lapar pesanlah sesuatu" kata Dashie....
..."Sudah tentu" kata Hoshie....
... Hoshie memesan beberapa menu yang kemudian dicatat oleh Nix dan dibuat olehnya meninggalkan kedua temannya bersama mengobrol dengan Hoshie....
... Butuh dua belas menit makanan disiapkan oleh Nix....
..."Nasi goreng mu" kata Nix....
... Duduk kembali Nix di kursi dekat Dashie di sebelah kanannya sedangkan Hoshie ada di sebelah kiri Deby....
..."Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Hoshie....
..."Santai saja, aku disini hanya ingin makan" kata Hoshie....
... Waktu yang digunakan oleh Dashie disana belum penuh tiga puluh menit sudah dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang dianggapnya sebagai hantu, hantu yang tadi masuk kedalam rumahnya....
... Melihat ke arah bawah disisi kanan agak ke arah Nix yang duduk disebelahnya....
..."Apa dia mengikutiku?" tanya Dashie....
... Hoshie memperhatikan Dashie yang bersikap sedikit aneh lalu kemudian melihat ke arah sekitar dalam kedai....
..."Dia sedang melihat apa?" tanya Hoshie....
... Kemudian karena penasaran dengan apa yang sedang di lihat oleh Dashie, dia mencari sesuatu hal yang dianggap Dashie cukup menarik....
... Meraih tangan Dashie sedangkan untuk Deby dan Nix lumayan terkejut dengan wajah polos mereka melihat perhatian yang diberikan oleh Hoshie terus sambil makan dimsum dengan sumpit masih menggigit di mulut....
..."Apa dia berbuat tidak nyaman padamu?" tanya Hoshie....
... Terkejut elegan....
..."Oh" kata Dashie....
..."Tidak, tidak sama sekali" kata Dashie....
... Dashie terkejut dalam diam Hoshie bisa melihat seseorang yang dianggapnya sebagai hantu ternyata bukanlah seorang hantu akan tetapi manusia sepertinya juga....
..."Mereka bisa melihat pria itu lalu benarkah dia manusia sungguhan" kata Dashie....
..."Atau makhluk supranatural" kata Dashie....
... Berpikir sambil makan nasi goreng milik Deby....
..."Aku terlalu banyak nonton film fantasi" kata Dashie....
__ADS_1
... Hoshie belum melepas tangan Dashie yang terasa sedikit gemetar ketakutan ketika melihat pria tersebut santai dengan menu makan malamnya sendiri....
... Nix tidak ingin Hoshie dengan perhatiannya kepada Dashie terlalu lama....
... Melepas paksa tangan Hoshie dari tangan kiri Dashie....
..."Peranmu sudah berakhir!" kata Nix....
... Deby tertawa tanpa suara melihat kekocakan rekan kerjanya itu menutup sebagian mulutnya dengan jemari tangan kanan yang memegang sendok besi berwarna silver....
... Perhatian Hoshie berhasil dihentikan oleh Nix....
... Pria misterius itu sengaja melakukan ini dengan tujuan memperkenalkan diri sedikit demi sedikit siapa dirinya kepada Dashie....
..."Oh, dia berteman dengan salah satu bangsa Blacwhe rupanya" kata pria tersebut....
... Tak ada rasa khawatir dalam kondisinya yang dibuat sebisa mungkin relax dengan keadaan malam di pinggir jalan yang masih berlalu lalang dengan aktivitas orang orang....
... Kemudian, Nix membunyikan jemari tangan dalam satu petikan memecah keheningan....
..."Pic!"...
..."Kalian sedang memikirkan apa?" tanya Nix....
..." Tidak" jawab Hoshie....
... Kembali makan malam....
..."Shie!" panggil Nix....
..."Apa?" tanya Hoshie....
..."Aku ingin tahu, kenapa kau tahu Dashie ada disini?" tanya Nix....
... Akan mencicipi dimsum milik Dashie dengan sumpit yang erat menggenggam dengan satu dimsum ditangan lalu menghadap berkata kepada Nix, dan berkata "Aku lapar lalu teringat tempat ini"....
..."Oh" kata Nix....
... Deby melerai keduanya sudah jelas sedang mempertunjukkan aksi kecil ketidakrukunan....
..."Hey, sudahlah. Habiskan makanan kita" kata Deby....
..."Setuju" kata Dashie....
... Rasa penasaran....
..."Apa kalian sudah jadian?" tanya Nix....
... Hoshie memandang Dashie begitu sebaliknya....
..."Aku sedang menunggu jawaban darinya" kata Hoshie....
... Menepuk pundak sebelah kiri Hoshie dari depan oleh Nix....
..."Nikmati perjuanganmu" kata Nix....
... Tidak terlalu suka atau yang lebih tepatnya kurang nyaman dengan perlakuan mereka yang dirasa berlebihan mengistimewakan Dashie terlebih ada orang selain dirinya ada didalam satu meja yang sama....
..."Apa yang kalian bicarakan, aku bukan seorang putri" kata Dashie....
..."Aku bukan siapa siapa, aku hanya seorang pejuang" kata Dashie....
..."Aku minta maaf, ok" kata Hoshie....
... Rasa kantuk yang kuat dirasakan oleh Dashie yang belum berani untuk kembali ke rumahnya sendiri jika teringat seseorang bisa dengan mudah masuk kedalam rumah bukan terpaksa meninggalkan rumah ini merupakan salah satu alternatif yang dilakukan oleh dirinya sendiri dengan niat melindungi diri untuk menekan rasa takut dan kekhawatiran jikalau hal semacam tadi atau bisa saja lebih dari itu mungkin bisa saja menimpa dirinya yang hanya seorang diri didalam rumah....
... Tiga puluh menit sudah mereka makan malam dan kedua teman mereka kembali bekerja melayani orang orang yang memesan makanan....
... Beberapa orang datang cukup meramaikan lagi kedai dan ini menjadi kesempatan untuk Hoshie menanyakan apa penyebab gadis di depannya itu gemetar ketakutan setelah melihat orang yang tadi ada di meja lain di dekat mereka asyik mengobrol....
..."Apa orang tadi berbuat jahat padamu?" tanya Hoshie....
... Menatap mata Dashie berusaha ingin membantu, dan ia berkata "Benar, kau tidak ingin bercerita?" tanya Hoshie....
... Dashie tetap bungkam dengan apa yang dia alami melempar hal lain fokus dengan makanan yang belum dihabiskan di meja....
..."Aku tidak tahu kenapa aku selalu memikirkan Ren dan dia tidak bisa dihubungi dalam beberapa hari ini" kata Dashie....
... Hoshie menilai bahwa usahanya telah berhasil menghilangkan ingatannya lagi terlebih ini lebih baik untuknya ketimbang mengetahui hal yang sebenarnya yang terjadi pada Ren....
... Menenangkan suasana....
..."Kita tidak harus tahu kemana perginya orang lain dan lagi dia sudah dewasa" kata Hoshie....
..."Ya, kau benar tapi aku khawatir terjadi sesuatu dengannya" kata Dashie....
... Entah sampai kapan Hoshie akan melakukan hal semacam ini kepada Dashie dengan alasan demi kebaikannya lalu bagaimana jika dia juga akan pergi kondisinya pasti akan jauh lebih tidak bisa dipastikan tentang reaksi yang akan ada....
..."Sementara dan ini hanya sementara bukan" kata Hoshie....
..."Hanya sementara aku bisa melihat wajahnya" kata Hoshie....
..."Dia masih gadis ku" kata Hoshie....
... Menghabiskan secara pelan pelan makanan yang dipesan olehnya dan lebih lebih lama lagi lebih memilih memandang Dashie yang sedang fokus menghabiskan makan malam....
... Sambil membuat menu makanan yang dibuat untuk para pengunjung kedai yang datang kedua teman mereka tidak bisa tidak melewatkan momen ini terlebih jarak mereka yang dekat melihat secara langsung sikap Hoshie yang membuat kepala pusing....
..."Orang sepertinya akan mudah mendapatkan apa yang dia mau" kata Nix....
..."Kau masih dendam padanya" kata Deby....
..."Tidak juga" kata Nix....
..."Lisanmu berkata tidak tapi tidak hatimu" kata Deby....
... ...
__ADS_1