Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 133: Watermelon mint soda.


__ADS_3

...Chapter 133: Watermelon mint soda....


... Keluar dari toko reparasi dengan mendapatkan kenyataan bahwa ponselnya rusak parah tidak bisa dibetulkan lagi....


... Pemilik toko reparasi itu sampai sudah paham dengan keduanya yang sering datang dengan masalah yang sama....


..."Apa salahnya ponselmu, aku ganti?" tanya Hoshie....


... Dashie yang terlanjur sayang dengan ponsel yang ia beli dengan hasil kerjanya sendiri seakan tidak rela jika harus menggantinya dengan yang baru....


..."Mau gimana lagi ini sudah rusak" kata Hoshie....


... Membuat sebuah pilihan....


..."Bagaimana kalau diganti dengan ponselku?" tanya Hoshie....


... Dia yang masih kesal....


..."Ponselmu yang seharga motor sport itu!" kata Dashie....


..."Tidak mau!" kata Dashie....


... Getar ponsel dari seseorang yang terus menghubungi nomor ponselnya belum juga berhenti diangkat oleh Hoshie....


... Ditarik oleh Hoshie pergi menuju pusat perbelanjaan yang berada tidak jauh dari tempat mereka saat ini berada....


..."Kita mau kemana?" tanya Dashie....


..."Cari ponsel" kata Hoshie....


... Di sebuah toko ponsel yang ada di salah satu pusat perbelanjaan....


... Suasana macam apa yang ada ketika dua orang yang sudah menjadi mantan kekasih saling bertemu....


... Hoshie yang tidak ingin kehilangan seseorang yang ia sayangi jelas sekali belum melepas tangan kiri Dashie sekalipun ia harus dipaksa untuk melepaskannya....


..."Apa tanganmu tidak sakit?" tanya Ten....


... Dashie melihat tangannya yang masih digenggam erat tanpa rasa sakit oleh Hoshie....


..."Lepaskan tanganku" kata Dashie....


..."Tidak. Dia akan merebutmu dariku" kata Hoshie....


... Dia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Hoshie dan berhasil tapi segera ditarik kembali tangan Dashie agar tetap berada dalam genggaman tangannya....


... Disana bukan hanya ada Ten yang sedang bertugas melakukan survei pasar tentang produk yang baru dua hari perusahaan mereka luncurkan melainkan beberapa staf yang khusus di bagian penjualan dan pemasaran sedang menjalankan tugas pekerjaan mereka....


... Hoshie membawa pergi Dashie dari hadapan mereka....


... Dashie memberikan salam sapa dengan jemari tangan kanan terbuka senyum tidak tergantikan oleh mantan kekasihnya hadir lagi....


... Menebak....


..."Dia rivalmu?" tanya rekan kerjanya....


... Belum dijawab oleh Ten....


..."Kurasa itu benar" kata rekan kerjanya....


... Rekan kerjanya yang memakai setelan kemeja putih dan celana hitam formal sepatu hitam dan jam tangan silver serasi cocok dengan kulitnya yang cerah terlihat senyum-senyum sendiri setelah melihat situasi ini....


... Dashie kembali lagi bersama dengan Hoshie bukan untuk Ten lagi....


..."Kak Shawn. Kau sangat tampan!" kata Dashie....


..."Semangat!" kata Dashie....


... Melihat ke arah Ten yang sedikit terkejut dengan kejutan ini....


..."Kak Ten, kau juga selalu keren!" kata Dashie....


... Sapaan itu datang lagi untuknya dari orang yang masih ia harap menjadi orang yang selalu berada disisinya....


... Dashie dibawa pergi lagi oleh Hoshie yang tetap ingin membawanya untuk mencari sebuah ponsel yang dijual di dalam toko....


... Shawn masih dengan kesibukannya dengan laporan penjualan yang ia terima dan sedang diperiksa....


... Melihat dokumen yang ada di meja....


..."Kau pasti penasaran kenapa aku mengenalnya" kata Shawn....


... Dia dengan senyum tipis....


..."Dia tetanggaku. Kau pasti belum tahu kan" kata Shawn....


... Dia tidak ingin melanjutkan pertanyaan yang ingin segera ditanyakan itu akan membuat orang lain menilainya sebagai pria pencemburu pergi melanjutkan tugas pekerjaan yang harus segera selesai dikerjakan bersama timnya yang juga sedang bekerja....


... Hoshie yang duduk manis menunggu Dashie yang sedang memilih bertanya tentang spesifikasi ponsel yang akan ia beli satu persatu....


... Dalam hati Hoshie....


..."Kenapa dunianya selalu dikelilingi oleh pria keren?" tanya Hoshie....


... Percaya dirinya kambuh lagi....


..."Dan bukan hanya aku saja pria tampan yang ia kenal" kata Hoshie....


... Membicarakan tentang Shawn....


..."Dia berteman dengan Ten pasti tidak jauh sama baiknya" kata Hoshie....


... Tak usah diceritakan secara langsung kalau dia sedang insecure kepada gadis yang sedang memilih ponsel di depannya ini....


..."Dan ia kini dimiliki oleh Rio. Si super cepat dalam kompetisi itu" kata Hoshie....


... Dashie sudah dengan pilihan ponsel yang ia pilih lalu menunjukkan kepada Hoshie....


... Dia mengambil kartu elektronik dari dalam dompet hitam yang ia ambil dari dalam tas selempang kuning yang ia pakai....


..."Ini" kata Hoshie....


... Hoshie membayar ponsel milik Dashie sebagi ganti rugi telah merusak ponselnya sekali lagi....


... Kartu elektronik milik Hoshie dikembalikan lagi kepada pemiliknya....


..."Sudah" kata Dashie....


..."Tak ada lagi. Bagaimana dengan toko ini?" tanya Hoshie....


... Menarik pergi laki-laki yang ada di dekatnya itu yang sudah berbicara kemana-kemana....


..."Ini beneran. Kau mau toko ini?" tanya Hoshie....


... Dashie yang sudah terbiasa dengan lelucon yang ia dengar dari lisan temannya itu....


..."Ayo kita pergi!" kata Dashie....


... Dia tidak bisa dibiarkan jika sedang ingin menggunakan uang harus segera dibawa menjauh dari sesuatu yang membuatnya tertarik....

__ADS_1


... Mereka berdua melewati Ten dan Shawn yang sedang bekerja sambil melakukan salam perpisahan dilakukan oleh Dashie ramah kepada keduanya yang beranjak pergi keluar dari dalam toko....


... Shawn sengaja ingin membuat Ten lebih bergerak maju untuk kisah asmara yang terlihat tidak ada kemajuan....


..."Dia sangat lucu bukan" kata Shawn....


... Ten belum ingin secara terbuka membahas mantan kekasihnya kepada rekan kerja satu kantornya....


..."Dia yang selalu berangkat sekolah bersamaku" kata Shawn....


..."Aku berniat menjadikannya pacar tapi dia sudah disukai oleh rekan kerjaku" kata Shawn....


... Shawn yang juga sudah berteman sejak kecil dengan Dashie juga saling follow di akun sosial media masing-masing tentu tahu informasi bahwa keduanya pernah menjadi sepasang kekasih meski ia tahu hanya beberapa saat hubungan percintaan keduanya akhirnya berakhir....


... Ten yang melakukan obrolan singkat ini bersama dengan Shawn sedikit salah tingkah ketika salah satu rekan kerjanya mengetahui kisah asmaranya berjalan dengan sangat singkat....


... Dia sudah selesai dengan pekerjaan yang ia kerjakan....


..."Aku sudah selesai" kata Shawn....


... Menepuk bahu atas sebelah kiri Ten lalu pergi dengan dokumen yang sudah didapatkan akan segera ia laporkan kepada kantor pusat tempat ia juga bekerja disana bersama orang yang baru saja mendapatkan motivasi dari dirinya....


... Ten dengan pekerjaan yang masih harus ia kerjakan dengan akan segera melihat event teknologi peluncuran produk baru perusahaan di sebuah event pameran....


... Jalan raya di pukul setengah enam sore ...


... Cukup ramai seperti biasa....


... Ten yang menggerakkan jari telunjuk mengetuk beberapa kali kemudi mobilnya dengan tetap fokus menyetir....


... Sepuluh menit berkendara lalu ia pinggirkan mobilnya ke arah sebelah kiri jalan yang diperbolehkan untuk mobil berhenti dengan mesin yang masih menyala....


... Masuk ke dalam sebuah restoran cepat saji yang menyediakan fasilitas drive thru....


... Jendela mobil terbuka ia mulai memilih menu makanan yang akan dipesan secara otomatis dari layar yang tersedia....


... Bergerak lagi mobil di bagian kedua tahapan untuk melakukan pembayaran makanan....


... Ten melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu elektronik....


... Proses pembayaran selesai lalu giliran untuk mengambil makanan yang sudah dipesan....


... Dia sudah dengan menu fast food yang ia dapat barusan setelah itu ia pergi untuk pekerjaan yang sudah menunggu....


... Kepada diri sendiri....


..."Hidupku sungguh membosankan?" tanya Ten....


..."Ku rasa tidak juga" kata Ten....


... Di rumah sakit....


... Dari sikap Ghazi yang diperlihatkan jadi bingung mana yang soulmate dan mana best friend....


... Kepanikan yang ditunjukkan nggak beda jauh....


... Ved yang masih lama mencerna bagaimana seseorang bisa sangat khawatir....


..."Kalau Oryn. Dia nggak heran tapi si Hoshie" kata Ved....


..."Kenapa dia begitu istimewa di hidup mereka?" tanya Ved....


..."Aku terlalu jelas iri kepada orang itu" kata Ved....


... Rumy yang sedang menghitung berapa waktu lagi ia bisa pulang dari rumah sakit beserta membayangkan kumpulan tugas yang pasti akan menggunung harus dikerjakan sendiri....


... Hati dan pikiran yang sedang berusaha tetap tenang....


... Remaja ini lalu dengan tugas sekolah yang ia terima dari ketua kelas yang sudah di terima dari kemarin....


..."Kau dimana?" tanya Ghazi....


... Dia menerima telepon dari Hoshie memutuskan untuk keluar dari dalam ruangan tersebut berpapasan dengan Aka yang akan masuk kedalam ruangan sambil melihat Ghazi yang keluar....


... Duduk didekat Ved....


..."Ada apa dengan gadis itu heboh sekali?" tanya Aka....


..."Dia hanya menjalani apa yang membuatnya bahagia" kata Ved....


..."Menurutku hidupnya sangat bahagia" kata Aka....


... Empat menit kemudian....


... Salah satu sahabat Ved datang kembali untuk menjenguknya dan ia adalah Rio....


... Ved menyambutnya seperti selayaknya seorang sahabat....


..."Kau datang sendirian?" tanya Ved....


... Menaikkan bahu ke atas sedikit dengan kedua tangan terbuka lebar menaikkan ke atas sambil membawa makanan....


..."Kau bisa lihat sendiri" kata Rio....


... Aka yang sedang minum ice tea lemon....


... Ramah....


..."Ada Aka. Sejak kapan disini?" tanya Rio....


... Balasan keramahan dengan tangan kanan terbuka menyapa Rio....


... Selesai minum....


... Mengatur nafas satu detik....


..."Hai. Sejak tadi malam" jawab Aka....


... Menaruh makanan untuk mereka bertiga makan diatas meja dekat lemari pendingin....


..."Sendirian?" tanya Rio lagi....


... Mengambil kursi lain yang juga tersedia disana untuk keluarga atau kerabat yang datang menjenguk pasien....


..."Tidak. Ada orang lain yang menjaga Ved" kata Aka....


... Rio duduk disisi kiri Aka yang sedang duduk menghadap disebelah kiri Ved yang sedang duduk di ranjang pasien....


... Ved menyimak....


... Aka mengingat sesuatu lalu mengajukan pertanyaan kepada Rio....


..."Rio. Aku tidak melihat Dashie?" tanya Aka....


..."Dashie" kata Rio....


..."Iya. Dashie, dia sekarang pacarmu kan?" tanya Aka....


..."Dia bilang mau langsung pulang setelah bekerja" kata Rio....

__ADS_1


... Dengan kata-kata yang seratus persen yakin dengan jawaban yang diberikan oleh Rio....


..."Oh begitu" kata Aka....


... Tenang dengan sikapnya ketika menghadapi sahabat perempuan Ved....


... Mengangguk pelan masih menjaga kontak mata kepada Aka....


..."Ehmmm" jawab Rio....


... Watermelon mint soda ada dalam genggaman Rio dalam sebuah gelas beserta penutup dan sedotan transparan....


... Memperhatikan apa yang diminum oleh Rio....


... Menunjuk apa yang sedang Rio minum....


... Ekspresi ceria....


..."Bukankah. Ini minuman kesukaan pacarmu?" tanya Aka....


... Rio yang berkata jujur....


..."Kalian saling memahami satu sama lain. Kapan kalian damai lagi?" tanya Rio....


... Rio tidak tahu maksud dari perkataan yang dikatakan oleh Aka adalah agar ia tidak membahas batasan masa lalu mereka yang bisa dibilang kurang baik....


... Dalam isi pikiran Aka....


..."Jangan sampai dia juga bilang kalau kemarin aku juga bertengkar dengan Dashie" kata Aka....


... ...


... Dia yang paham maksud dari Aka tapi tidak peduli....


..."Apa kau sudah minta maaf. Kasihan dia jatuh?" tanya Rio....


... Dia akhirnya sadar kalau orang yang ada di depannya saat ini tidak bisa diajak kerjasama yang membuat gadis ini enggan untuk melanjutkan obrolan dengan tidak di jawabnya pertanyaan dari Rio barusan....


... Ved menangkap maksud dari lirikan gadis remaja di sebelah kanannya itu....


..."Mungkin dia juga sefrekuensi denganku" kata Ved....


... ...


... Mengetahui juga menyaksikan pertengkaran diantara kedua orang yang diketahui sebagai sepasang kekasih....


... Menebak....


..."Aku tebak mereka sudah putus" kata Rumy....


... Ved yang juga tidak yakin dengan kelanjutan hubungan percintaan kedua sahabatnya yang masih bertahan....


..."Sembilan puluh delapan persen tidak yakin" kata Ved....


... Dia dengan isi hati dan pikiran masih berada dalam batasan....


..."Siapa yang setuju kalau topik obrolan ini menjengkelkan?" tanya Ved....


... Melirik ke arah Rumy....


... Kode saling tidak menyukai tergambar di wajah keduanya tanpa harus bekerjasama ingin topik obrolan ini cepat berakhir....


... Rio tak sengaja menyaksikan situasi ini....


..."Apa Dashie datang kemari lagi?" tanya Rio....


..."Belum" jawab Ved....


..."Aku ingat terkahir kali. Dia datang bersama ku" kata Rio....


... Rumy jadi tambah tidak menyetujui kalau hubungan keduanya tetap berlanjut....


... Dia yang tanpa memberi kesan mendukung perpisahan mereka....


..."Kalian pantas putus" kata Rumy....


..."Aku yakin orang disebelah ku juga berpikir demikian" kata Rumy....


... Gadis remaja yang ada di sebelah Ved yang tetap tenang dalam kondisi seperti ini....


... Siapa yang tahu isi hatinya yang sedang meronta sulit mengerjakan soal-soal yang ia terima dari ketua kelasnya yang baru terisi sepuluh dari lima puluh soal dari satu mata pelajaran matematika di tugas pertama....


..."Masalahku lebih sulit dari masalah mereka" kata Rumy....


..."Siapa yang akan menolong ku?" tanya Rumy....


... Dia yang sudah membalas pesan yang dikirimkan oleh Nawa....


... Orang yang tidak diduga datang mulai memberi salam kepada orang-orang yang sudah lebih dulu berada di kamar pasien yang ia kunjungi....


... Rumy masih sibuk dengan pekerjaan rumah dari sekolah....


..."Kau pasti butuh bantuan ku" kata Nawa....


..."Oh, Naw. Aku tidak melihat pacarmu" kata Rumy....


..."Tadi, dia mau ikut tapi tidak jadi" kata Nawa....


... Dia menaruh makanan buah-buahan strawberry dan Cherry di atas lemari pendingin di dekat ranjang rawat Rumy sebelah kanan pasien remaja putri ini sedang dirawat....


... Duduk ditempat duduk yang sebelumnya digunakan untuk Ghazi disana duduk disebelah kanan gadis ini sedang duduk diatas ranjang pasien....


... ...


... Mendekat kepada Rumy....


..."Coba kulihat" kata Nawa....


... Dia melihat tugas sekolah yang sedang dikerjakan oleh Rumy....


... Nawa sedang mengajarkan Rumy bagaimana menyelesaikan soal-soal satu persatu secara detail....


... Aka dengan kedua sahabatnya itu....


..."Siapa remaja itu?" tanya Aka....


..."Dia sepupu Hoshie" jawab Ved....


... Jujur setelah mengamati....


..."Wajah mereka lumayan mirip" kata Rio....


... Oryn melihat seseorang sudah mempersiapkan segalanya secara rapi tanpa siapapun orang terdekat mereka tahu....


... "Haruskah dia mengetahui rencana ini" kata Oryn....


... Semuanya telah diputuskan secara matang sejauh ini sebagai keputusan yang terbaik. Adakah seseorang yang akan sedih atau menangis adalah sebuah ketidakmungkinan yang ia yakini tidak pernah terjadi sebagai salah satu harapan yang ia yakini ia bisa dapat dari ketulusan orang lain....


... Koper berwarna chic putih ia tarik siap dengan penerbangan beberapa menit lagi....

__ADS_1


..."Aku akan pergi. Jangan pernah mencariku" kata Po....


... ...


__ADS_2