
...Chapter 174: Apakah harus?....
..."Aku ketahuan bohong" kata Dashie....
... Dia bersembunyi di balik jaketnya sendiri....
... Hoshie ada disana menemui keduanya yang sedang menikmati wisata malam di pasar malam dekat kota....
... Melepas jaket yang digunakan untuk Dashie bersembunyi....
... Dia dengan sikapnya yang seperti ini sudah diprediksi oleh Ghazi....
..."Aku sudah melihatmu. Jadi, tak perlu bersembunyi lagi" kata Hoshie....
... Dia sudah menatap Hoshie lagi yang sudah ada di dekatnya sekarang lalu pria ini duduk disebelah kanannya dengan arti tatapan yang sama tidak mau menjauh dari gadis disebelahnya itu....
... Dia yang ada di sisi kiri adiknya duduk di kursi kayu bercat putih sambil memegang camilan dalam bowl kecil krem bergambar kartun....
... Mengambil satu camilan di dalam mangkuk satu suapan sambil melihat ke arah lain di sekitarnya itu....
... Jujur....
..."Aku tidak memberitahunya kita ada disini" kata Ghazi....
... Nada suara merasa bersalah....
..."Aku tahu" kata Dashie....
... Dia yang gemas kepada Dashie....
..."Hentikan itu. Kau terlihat bertambah lucu" kata Hoshie....
... Jam tangan hitam menyatu dengan kaos crop putih bergambar doggy berlengan pendek dengan celana jeans panjang oversize....
... Gadis itu ada disebelah kiri Hoshie sedang memakan cemilan keripik yang terbuat dari rumput laut sebagai taburan dari olahan kedelai....
... Dashie....
... Melihat waktu yang menunjukkan pukul tujuh lebih lima belas menit....
... Dan Hoshie melihatnya ketika ia memeriksa waktu....
..."Jangan khawatir kan aku terus. Aku sudah pergi mengecek tempat usahaku" kata Hoshie....
... Tatapan menakutkan dari Dashie untuk Hoshie....
... Membela diri....
..."Beneran. Aku nggak bohong" kata Hoshie....
... Ghazi yang masih ada disebelah kiri Dashie....
..."Aku sepertinya sudah menganggu kalian" kata Ghazi....
... Ghazi akan pergi bangun dari tempat duduknya sekarang....
... Kompak keduanya berteriak....
..."Jangan pergi!" ...
... Ghazi membatalkan niatnya untuk pergi dan kembali ditempat semula sambil menikmati camilan yang ada ditangan lanjut dimakannya kembali....
... Melihat langit yang cerah malam ini....
... Harapan....
..."Apa ada bintang malam ini yang akan jatuh?" tanya Ghazi....
... ...
... Hoshie....
... Dia dan persahabatan mereka....
... Adiknya sedang menyaksikan kekocakkan keduanya....
..."Kau ingin kita mengambil bulan itu untukmu!. Itu mustahil" kata Hoshie....
... Suara datar masih melihat ke atas langit....
..."Kau dan logikamu sedang bekerja" kata Ghazi....
... Ada di suatu waktu Ghazi pernah berada di dalam situasi ini dia bergerak melihat ke arah Hoshie....
... Hoshie sudah pergi menghilang dari sisi Dashie....
... Dia yang sedang memerankan kehilangan seseorang yang seharusnya masih ada disana bersama adiknya....
..."Dashie. Apa kau melihat Hoshie?" tanya Ghazi....
... Melihat ke arah sebelah kanan dimana ada Hoshie disampingnya tadi tapi ia tidak menemukan orang yang ia cari....
..."Dimana anak itu. Ku rasa tadi ada disebelahku" kata Dashie....
... Pergi kemana Hoshie sekarang tidak perlu dijelaskan oleh Ghazi jika gadis yang merupakan adik kembarnya itu akan bertanya banyak pertanyaan yang berakhir kecemasan akan perginya seseorang yang sedang ia cari....
... Bersikap tenang tanpa memikirkan sebuah masalah diperlihatkan oleh Ghazi....
..."Dia pasti akan kembali. Jangan khawatir, kita disini saja" kata Ghazi....
... Padahal hati dan pikirannya sedang sangat kacau akan keselamatan seseorang yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil itu....
... Tidak mungkin untuknya pergi meninggalkan adiknya sendirian terlebih dengan hilangnya Hoshie secara tiba-tiba melihat realita mereka berusaha juga ada di dekatnya saat itu juga tapi dia pergi tanpa sebuah kode sama sekali untuk Ghazi membuat kembaran dari Dashie ini lebih khawatir dari rasa khawatir adiknya yang sedang meminum raspberry mojito. ...
... Selesai minum....
... Melihat heran kepada kakaknya itu yang sering berubah mood dengan sangat cepat....
..."Kau baik-baik saja" kata Dashie....
... Mengalihkan pandangan agak ke sisi kanan sedikit lalu kembali menatap adiknya itu....
..."Blush on dipipimu" kata Ghazi....
... Dashie menyentuh pipinya sendiri sebelah kanan tapi semua terhenti oleh langkah kaki seorang wanita yang datang menuju ke arahnya bukan hanya Dashie yang melihatnya dengan tatapan terpesona dia melihat ke arah lain selain satu arah yang sama tak ada jauh yang berbeda dari apa yang dilakukan oleh Dashie....
... Dia wanita berkaos crop hitam dengan celana exercise hitam dengan pinggiran merah dan putih bergaris vertikal beserta jaket bomber oversize hitam dengan sepatu sport hitam bertali putih juga tas selempang putih kecil ia pegang ditangan kanannya itu....
... Mendatangi Dashie....
..."Kau melihat Hoshie?" tanya Pax....
... Dia masih terlihat mempesona hingga berada tepat di depan Dashie dan Ghazi....
..."Hah?" tanya Dashie....
... Ghazi....
... Melihatnya dari atas kepala hingga ujung kaki....
... Dia juga ikut terpesona dengan wanita yang mendatangi mereka berdua....
... Dia yang sudah mengenal Dashie....
... Membunyikan ibu jari sebelah kanan bersuara menyadarkan kedua duanya....
__ADS_1
... Hati dan pikirannya berbicara....
..."Tidak jauh beda dengan mantan kekasihnya itu" kata Dashie....
... Pax akan memberikan kunci mobil Hoshie kepadanya tapi dia tidak menemukan orang yang ia cari ada disana....
..."Tadi, aku sudah buat janji sama Hoshie tapi dia belum datang?" tanya Pax....
... Sudah mulai sadar....
..."Dia tadi ada disini tapi entah kemana perginya barusan" kata Dashie....
..."Baiklah. Aku akan menunggunya" kata Pax....
... Mengambil bagian dari kursi panjang kayu yang sama yang diduduki oleh kedua gadis kembar itu yaitu di tempat duduk Hoshie sebelumnya ada disana di sebelah kanan Dashie persis....
... Dashie jadi heboh sendiri....
... Mengirim pesan kepada Ghazi kakaknya yang sedang menikmati kesendirian mikirin diri sendiri dan sibuk sendiri....
..."Aku tidak tahu kalau mereka juga saling kenal. Gimana ini?" tanya Dashie....
... Pesan diterima dan terbaca langsung....
... Mode mengetik....
..." … "...
... Dia tertawa dibalik sikap santainya itu....
... Balas Ghazi....
..."Siapa yang bilang tidak suka Hoshie?" ...
... Diterima dan dibaca Dashie....
... Lalu, dibalas oleh Dashie....
..."Ya, aku" ...
... Ghazi langsung ketawa tanpa ditutupi lagi terlihat dengan layar ponsel yang sedang diketik lagi papan keyboardnya....
... Balas Ghazi....
..."Ya terus aku harus tanya langsung ke mereka. Mereka ada hubungan apa?" ...
... Diterima Dashie....
... Dia mulai kesal....
... Membalas lagi pesan dari kakak perempuannya itu....
... Diterima oleh Ghazi....
... Dia nggak langsung balas pesan itu tapi cuma ketawa respon yang diterima oleh adik perempuannya itu....
... Bagi Ghazi ini hiburan fresh dari seseorang yang tidak terduga dari adiknya sendiri....
... Pesan dikirim oleh Dashie lagi....
..."Ini beneran aku tanya. Kok tiba-tiba mereka saling kenal gitu?" tanya Dashie....
... Balas Ghazi....
... Dibaca oleh Dashie adiknya langsung....
..."Saingan mu memang berat" ...
... Pesan selanjutnya diterima oleh Dashie yang dikirim oleh Ghazi....
..."Sangat berat"...
..."Sangat berat"...
..."SANGAT BERAT"...
... Di pesan terakhir yang ia terima begitu jelas untuk dibaca meski ia baca ketika bangun tidur itu sudah membuat syok....
... Balas Dashie....
..."Senang melihat orang susah" ...
... Dibaca oleh Ghazi terus dibalas langsung oleh kakaknya itu....
..."SEMANGAT!" ...
... Nasehat yang diberikan oleh Ghazi membuat Dashie merasa insecure untuk sementara waktu itu sudah diketahui oleh kakak perempuannya itu yang sengaja melakukan ini....
... Alhasil adiknya kabur tanpa bilang apa-apa....
..."Ya kan berhasil" kata Ghazi....
... Tiga menit setelah Dashie pergi datang orang yang dibicarakan oleh kedua adik kakak kembar itu....
... Hoshie....
... Kehilangan satu orang yang tadi ada disana tapi sekarang berada entah dimana perginya....
... Disapa oleh Pax....
..."Kau cari Dashie, tadi dia pergi ke arah sana" kata Pax....
... Melihat ke arah Pax....
... Pax mengambil kunci mobil Hoshie dari dalam tas selempang putih kecilnya itu....
..."Ini. Aku kembalikan" kata Pax....
..."Kau masih membutuhkannya kan. Pakai saja dulu" kata Hoshie....
... Dia terus pergi setelah memberikan kunci mobil milik Hoshie....
... Cemas....
..."Hati-hati dijalan. Jangan pulang malam-malam" kata Hoshie....
... Hoshie memperhatikan Pax pergi dari arah belakang memastikan dia akan baik-baik saja pergi sendirian tanpa ditemani olehnya....
... Setelah memastikan dia akan baik-baik saja tanpa ditemani dirinya kemana dia akan pergi....
... Mengajak bicara Ghazi....
..."Dimana Dashie?" tanya Hoshie....
... Dia langsung menjawabnya dengan menunjukkan pesan yang sudah mereka saling kirim barusan sebelum Dashie pergi kepada Hoshie....
... Membaca pesan dari layar ponsel Ghazi....
... Dia tidak marah dan langsung mengejar ke arah kemana Dashie pergi....
... Ghazi masih disana dengan melihat langit malam yang sangat cerah....
..."Dan hanya aku sendiri disini" kata Ghazi....
... Di tempat kursus....
__ADS_1
... Rumy merasakan sesuatu yang mengganjal di pikirannya setelah menyaksikan kejadian di sore hari tadi mengenai Nawa....
... Kegiatan belajar mengajar di kelas masih berlangsung....
... Memeriksa kembali....
... Tak ada yang aneh dari perubahan sikap remaja laki-laki itu semua tampak berjalan sebagaimana mestinya sepanjang sore ini hingga kini Rumy melihat waktu sudah menunjukkan sekitar pukul tujuh lebih dua puluh menit....
..."Apa ini hanya perasaanku saja?" tanya Rumy....
..."Perasaan tidak nyaman ini" kata Rumy....
... Dia sadar dengan perasaan itu seakan memberinya sebuah alarm untuk diri agar jauh lebih berhati-hati dengan kini dan masa depan yang masih menjadi misteri....
... Menyentuh belakang kepala bagian lehernya dengan telapak tangan sebelah kanan dibalik rambut panjang lurusnya itu....
... Kepada diri sendiri....
..."Mengapa aku merasa setakut ini padahal tak ada yang aneh disini?" tanya Rumy....
... Berpikir lagi tentang diri sendiri....
..."Bagaimana dengan rencana dietmu?" tanya Rumy....
..."Semua tretment kecantikanmu sudah berhasil?" tanya Rumy....
..."Dan lebih penting lagi. Sudahkah kau sepintar orang itu?" tanya Rumy....
... Tamparan untuk diri sendiri....
..."Kau juga masih banyak kerjaan selain memikirkan orang itu!" kata Rumy....
... Dia remaja yang masih memakai seragam sekolah dengan buku buku dan alat-alat tulis diatas meja....
... Nawa yang mendengar apa yang dipikirkan tentang dirinya oleh Rumy....
... Dia melihat ke arah Rumy yang kembali lebih fokus mendengarkan penjelasan dari guru mereka didepan kelas saat ini....
..."Kenapa lagi, sepertinya aku nggak buat salah sama kamu?" tanya Nawa....
... Proses belajar mengajar tetap berlangsung selama beberapa puluh menit lagi kedepan....
... …...
... Tinggal lima menit lagi kelas kursus akademik yang mereka berdua ikuti akan selesai....
... Dia seperti orang yang sedang belajar bagaimana membuat orang bisa tertawa ragu akan membuat lelucon lucu kepada orang yang ia lihat masih fokus mendengarkan penjelasan dari pengajar di kelas mereka....
..."Jika aku melakukan itu pasti akan terlihat garing" kata Nawa....
..."Ternyata kata orang-orang benar aku memang sekaku itu" kata Nawa....
... Sadar diri....
..."Ada kalanya mendengarkan perkataan orang lain tidak begitu buruk" kata Nawa....
... Lima menit terakhir waktu mengikuti jam pelajaran di kelas kursus mereka berakhir....
... Melihat Nawa yang belum merapikan buku-bukunya yang berada di atas meja masih tertangkap sedang memperhatikan dirinya....
..."Ada apa?" tanya Rumy....
... Geleng-geleng kepala menolak untuk menjelaskan apa yang sedang ia pikirkan lalu merapikan buku-bukunya yang berada di atas meja dimasukkan kembali ke dalam tas ransel hitamnya itu....
... Nawa akan menyapa tapi tiba-tiba gadis itu sudah menghilang cepat sekali keluar mendahuluinya tanpa bilang-bilang....
..."Ada apa dengannya hari ini?" tanya Nawa....
... Dia selesai dengan buku-buku yang ada di dalam tasnya itu....
... Pergi dari ruang kelas yang disana juga masih ada siswa dan siswi lain yang bersiap juga untuk pulang setelah mengikuti kursus hari ini....
... Didepan pintu kelas menghadap ke arah barat....
... Melihat ke dua arah berbeda di lorong kelas di sebelah kanan dan kiri....
..."Dia cepat sekali perginya" kata Nawa....
... Dia berjalan menuju ke arah pintu keluar utama tempat kursus tersebut....
... Dari kelas lain menuju ke arah pintu keluar juga terlihat Namir yang baru keluar dari dalam kelas yang tidak jauh berbeda dengan Nawa kali ini ia juga sama sepertinya telah kehilangan jejak seseorang yang sudah lebih dahulu pergi meninggalkan mereka....
... Nawa menghampiri Namir....
..."Kau mencari Rumy?" tanya Namir....
..."Ya. Kau melihatnya?" tanya Nawa....
..."Tentu. Tadi kulihat, dia terburu-buru melewati kelasku" kata Namir....
... Mencari salah satu sahabatnya yang tidak terlihat di dekat Namir seperti biasanya....
..."Aku juga tidak melihat Eir. Dia tidak masuk kelas?" tanya Nawa....
..."Tadi, … dia juga buru-buru pergi setelah kelas selesai" jawab Namir....
... Menebak....
..."Apa aku sudah salah bicara dengan Rumy?" tanya Nawa....
... Dia tertawa dengan semangat dengan suara tidak terlalu keras....
..."Aku lupa kalau ini memang Nawa yang kukenal" kata Namir....
..."Hey. Aku juga manusia sama seperti kalian" kata Nawa....
... Dia berhenti tertawa....
..."Siapa yang bilang kau bukan manusia?" tanya Namir balik....
... Tak berapa lama juga bukan hanya dua orang sahabat mereka berdua yang hilang tanpa jejak melainkan juga gadis gadis disekitar mereka seakan beranjak pergi terburu-buru sama halnya dengan kedua sahabatnya yang lebih dulu pergi....
... Tiga puluh menit sebelumnya di pasar malam....
... Ketika Dashie dan Ghazi masih saling berkirim pesan lewat ponsel secara online dengan kedua jarak mereka yang sangat dekat bersebelahan persis....
... Adik dari Ghazi seakan tanpa memberitahu akan pergi kemana langsung saja pergi berlari dengan sangat cepat....
... Melihat adik perempuannya yang semakin jauh pergi dari hadapan....
..."Apa dia setakut itu kehilangan Hoshie?" tanya Ghazi....
... Beberapa menit kemudian setelah pencarian seseorang yang ia bilang sangat disayang melihat kenyataan kehebohan di ruangan dengan penuh lampu di sebuah bagian dalam gedung bertingkat salah satu pusat perbelanjaan di kota di pukul delapan lebih dua puluh menit....
... Mereka yang orang-orang bilang para pria tampan harus geser sementara oleh satu orang yang mereka anggap biasa saja akan tetapi tidak bagi para gadis yang ada didepan mereka lebih memilih pria yang sedang melakukan fan meeting....
..."Apa aku perlu membatalkan kontrak kerjasama dengannya?" tanya Hoshie....
..."Jangan gila. Kau jangan mengganggu bisnis ku" kata Jarrel....
... Dia yang ada di baris nomor tiga di antara keempat pria tampan yang ada di bagian lantai atas ketiga termasuk dirinya ada di acara fan meeting sedang diselenggarakan malam ini....
..."Aku harus sekeren pria itu" kata Namir....
... Jawaban yang sering ia dengar....
__ADS_1
..."Dunia hiburan sangat keras. Hatimu terlalu rapuh. Apakah kau mampu?" tanya Nawa....