
...Chapter 189: Selesai bertengkar....
..."Kau sudah baikkan sekarang?" tanya seorang remaja laki-laki....
... Dashie mulai membuka mata dengan pandangan yang masih kabur....
... Melihat seseorang yang tidak dikenal oleh Dashie....
... Dia adalah remaja laki-laki yang beberapa jam yang lalu bertemu dengannya disaat bersama dengan Hoshie disaat di lantai dua sebuah pusat perbelanjaan....
..."Kau siapa?" tanya Dashie....
..."Aku yang tadi menemukanmu pingsan di depan rumah sakit" kata remaja laki-laki itu....
... Dia masih dalam keadaan belum sepenuhnya pulih....
..."Terima kasih. Boleh aku tahu namamu?" tanya Dashie....
... Dia menaruh obat milik Dashie diatas meja sebelah kanan ranjang tempat Dashie berbaring sebagai pasien....
..."Namaku Grady. Ini obatmu" kata Grady....
..."Aku harus pergi sekarang. Jaga dirimu" kata Grady....
... Dia akan beranjak bangun dari kursi pengunjung di dekat Dashie disebelah kanan dekat kakinya....
..."Boleh aku minta nomor ponselmu?" tanya Dashie....
..."Nomor ponselku. Oke, … " kata remaja laki-laki itu....
... Mereka berdua saling bertukar nomor ponsel satu sama lain setelah bertukar nomor ponsel kemudian mereka berpisah sedangkan untuk Dashie dia masih disana dengan selang infus yang masih menempel di tangan sebelah kiri....
... Dia pergi terlihat sambil menelepon seseorang sedangkan untuk Dashie dia memilih berbaring disana melihat langit ruang unit gawat darurat dengan para pasien lain yang juga sedang mendapatkan pertolongan medis....
... Melihat layar ponsel yang sudah menunjukkan pukul sembilan lebih tujuh menit....
... Menaruh ponselnya lagi disisi kanan lengan tangannya lalu berusaha untuk tertidur lagi....
... Di sebuah bar yang juga berada di salah satu kota....
... Rasa tidak nyaman sedari tadi dirasakan oleh Hoshie dengan alasan yang tak jelas terus hadir di dalam diri pemuda ini....
... Dia berulang kali melihat ke segala arah disana bersama teman tongkrongannya dibawah lampu berwarna terang berganti warna di setiap detik telah dilewati lalu lirikan itu datang dari orang disebelahnya....
..."Apa yang kau cemaskan lagi?" tanya Fable....
..."Entahlah" kata Hoshie....
..."Kalau kau tidak nyaman pulanglah" kata Fable....
..."Aku pergi sebentar" kata Hoshie....
... ...
... Dia pergi dengan membawa ponselnya keluar melewati para pengunjung yang masih asik menari di bar yang juga diikuti dengan teman-temannya yang sedang menari....
... Dia berjalan menuju arah keluar bar yang dia datangi....
... Jarak antara tempat usaha bilyard miliknya bersebelahan persis dengan bar yang dia datangi barusan....
..."Apa dia sudah tidur?" tanya Hoshie....
... Dia belum menelepon nomor ponsel Dashie lagi setelah mendapatkan pesan secara langsung dari Dashie bahwa dia akan segera istirahat sesaat setelah pulang dari mengunjungi pameran tadi sore....
..."Apa terjadi sesuatu. Kenapa perasaanku tidak nyaman begini?" tanya Hoshie....
... Memasukkan ponselnya ke dalam saku jas yang dia pakai sebelum pergi ke tempat usahanya sendiri lalu dengan langkah sedang tidak terburu-buru ia pergi....
... Pukul sepuluh malam kurang lima menit....
... Nawa....
... Melihat keluar....
... Dia di bagian dalam jendela kamarnya sendiri yang masih terbuka dengan buku-buku yang ada di sisi bagian dalam jendela ditumpuk beserta peralatan menulis yang juga ada disana bersebelahan dengan buku catatan berwarna kuning sebagai warna covernya....
... Menunggu salah satu dari dua orang yang ada di depan tempat tinggalnya pergi sudah jelas itu adalah Gan....
... Terlihat marah tapi nggak juga....
..."Kau mau pulang sekarang?" tanya Ans....
... Tanpa basa-basi....
..."Ya jelas. Aku sudah ngantuk" jawab Gan....
... Bersikap seperti anak kecil....
..."Tapi, aku belum ingin kamu pergi" kata Ans....
..."Tapi, aku ingin pulang" kata Gan....
... ...
..."Nona kesayanganku. Kita bertemu besok pagi. Oke" kata Gan....
..."Kau tidak tinggal sebentar?" tanya Ans....
... Marah....
..."Kita mau ngapain. … terus dan terus?" tanya Gan....
..."Aku harus istirahat setelah bekerja" kata Gan....
... Berbisik di telinga sebelah kiri Gan....
..." … "...
... Ekspresi cute....
..."Kau sudah gila!" kata Gan....
..."Kau mau ku antar kerumah orang tuamu!" kata Gan....
... Membalik keadaan....
..."Memang apa yang akan kita lakukan?" tanya Ans....
... Melepas tas backpack hitam milik Ans yang dia bawa yang dihadapkan ke depan....
... Dia dengan wajah malu....
..."Ini tasmu!" kata Gan....
... Menerima tasnya kembali....
... Meraih tangan kanan Gan....
... Sedih....
..."Apa kau benar-benar akan pergi?" tanya Ans....
... Menghela nafas pendek....
... Tidak marah....
..."Besok kita ketemu lagi" kata Gan....
..."Tapi, aku tidak mau kamu pergi sekarang" kata Ans....
... Ans akan memeluk Gan tapi langsung dicegah oleh remaja laki-laki ini....
..."Kendalikan dirimu. Ini sudah malam, pergi dan tidurlah" kata Gan....
..."Aku takut akan merindukanmu" kata Ans....
..."Apa kau sedang bosan?" tanya Gan....
__ADS_1
..."Ya. Aku sedang bosan" kata Ans....
... Menatap kedua mata Ans....
... Tidak bisa berkata-kata dengan apa yang dikatakan oleh orang yang dia sayang ini....
... Dia langsung melepas genggaman tangannya dari tangan Gan lalu berlari ke arah anak tangga berbalik kemudian ke arah Gan sambil melambaikan tangannya....
..."Bye bye" kata Ans....
... Dia menaiki lagi anak tangga masuk kedalam gedung menuju arah kamarnya....
... Nawa....
... Memberikan satu jempol kepada Si Ketua Kelas yang kembali membuat seseorang dengan mudahnya patuh berbeda sikapnya ketika diajak bicara olehnya meski sudah sangat lembut cara komunikasi telah dia lakukan tetap saja tak bisa mengubah sikap Ans terhadap remaja laki-laki ini....
... Gan sudah melihat cahaya lampu di kamar Ans dinyalakan dan dia memberikan sapaan kepadanya sebelum dia pergi dengan sepeda motornya itu....
... Si Ketua Kelas bersiap pergi dari depan gedung tersebut....
... Ans melihatnya hingga benar-benar pergi dari depan gedung....
..."Kenapa dia buru-buru sekali?" tanya Ans....
... ...
... Nawa....
... Pukul dua belas kurang sepuluh menit....
... Sibuk lagi dengan buku bacaan yang dia baca....
... Seseorang datang tiba-tiba seharusnya dia terkejut tapi dia tetap diam saja fokus dengan buku yang sedang dia baca....
... Suara rileks....
... Sambil melihat ke arah luar jendela dari arah satu meter....
..."Dia sedang tidak bisa diganggu" kata Hoshie....
... Hoshie tidak merasakan keberadaan adanya Dashie di sekitar gedung berlantai enam itu....
..."Aku tidak menangkap sinyal keberadaannya" kata Hoshie....
... Merasa tetap di cuekin dan sadar diri sedang mengganggu orang lain....
... Dia pergi....
... Nawa melihat Hoshie yang sudah tidak ada di ruang kamarnya lalu mengingat sesuatu yang membuatnya sampai terlupa kalau sejak pertemuan mereka tadi sore di pusat perbelanjaan keduanya belum bertemu lagi....
... Melanjutkan belajar lagi dengan buku yang dibaca kembali....
... Hoshie....
... Dia tidak menemukan keberadaan Dashie di tempat tinggalnya yang lain baik itu di rumah di dekat toko lilin milik Jarrel maupun dirumah di tempat kedua orang tuanya tinggal....
..."Disana juga tidak ada siapapun" kata Hoshie....
... Berbicara rumah Xie yang tidak berpenghuni malam ini....
... Didepan rumah orang tua Dashie....
..."Aku harus mencarinya kemana lagi" kata Hoshie....
... Di rumah sakit....
... Dashie melihat Hoshie sudah ada di sisi kanan duduk dengan kepala bersandar di atas tempat tidurnya dengan kedua tangan berada dibawah wajahnya lengan saling bersebelahan di dekat tangan gadis ini melihat dia dengan kondisi yang sedang tertidur itu....
... Hoshie....
... Terbangun....
..."Sayang. Kau sudah bangun, kamu butuh sesuatu?" tanya Hoshie....
... Diam tanpa kata menatap wajah Hoshie....
... Meraih jemari tangan kanan Dashie....
..."Suhu tubuhmu sudah menurun" kata Hoshie....
... Dashie belum berkata apapun dengan tatapan itu seakan mengartikan sebuah kebencian kepada dirinya entah apa yang sedang ada didalam pikiran gadis yang dia sayang, Hoshie mulai khawatir akan masa depan....
..."Aku ingin memelukmu" kata Dashie....
... Terdiam. Hoshie sejenak....
..."Kau tidak ingin menciumku?" tanya Dashie....
... Sedikit syok tanpa kata....
..."Aku ingin tidur denganmu?" tanya Dashie....
... Mulai canggung....
..."Tidak mau?" tanya Dashie....
... Hening....
... Melepas tangan Dashie lalu tertunduk ke bawah....
... Berpikir dalam....
... Mencerna apa yang barusan dikatakan oleh seseorang yang selalu ia katakan adalah orang yang dia sayang selama ini dengan kata-kata yang dia dengar saat ini membuat dirinya berpikir ulang tentang segala tindakan serta momen yang telah mereka lalui bersama....
... Menatap wajah Dashie....
..."Kau sedang sakit. Aku tidak mungkin melakukan itu padamu" kata Hoshie....
... Terdiam lagi lalu hening lagi....
... Menunduk sejenak lalu menatap wajah Dashie lagi....
..."Aku mencintaimu bukan karena nafsu sesaat" kata Hoshie....
... Serius....
..."Kenapa kau tidak mau?" tanya Dashie....
..."Sekarang tidak. Bagaimana kalau besok aku ingin melakukannya denganmu?" tanya Dashie....
... Menggenggam tangan kanan Dashie lagi....
..."Katakan dimana kesalahan ku lagi. Aku akan segera memperbaikinya tapi jangan seperti ini" kata Hoshie....
..."Aku ingin menciummu dan tidur denganmu. Kau tidak mau?" tanya Dashie....
... Dia dengan wajah bersalahnya tak bisa disembunyikan dari depan Dashie....
... Menyandarkan diri di tangan gadis yang dia sayang menghadapkan wajahnya ke arah kanan....
..."Jangan pernah menyuruhku untuk pergi" kata Hoshie....
..."Karena itu akan membuatku sedih. Jangan pernah lakukan itu" kata Hoshie....
..."Sekarang, aku menginginkan itu padamu" kata Dashie....
... Suaranya lembut menenangkan....
..."Jangan bercanda" kata Hoshie....
... Merendah suaranya pelan tapi tetap jelas didengar oleh orang disebelah kanannya itu....
..."Kau tidak mau?" tanya Dashie....
..."Aku tidak ingin mendengarnya lagi" kata Hoshie....
... Helaan nafas panjang....
__ADS_1
..."Tapi, aku mau" kata Dashie....
... Menatap wajah Dashie....
... Tiga detik kemudian memeluk tangannya di bagian perut orang yang dia sayang ini dengan kepala masih di genggaman tangan kanan Dashie dengan kondisi dan situasi diusahakan senyaman mungkin untuk menciptakan ketenangan di dalam situasi yang tidak menguntungkan bagi keduanya ini....
... Di atas selimut putih itu mereka saling memahami lagi dan memulai lagi arti dan makna hubungan percintaan mereka....
..."Apa hal yang akan membuatmu percaya bahwa aku benar-benar mencintaimu?" tanya Hoshie....
..."Katakan saja" kata Hoshie....
... Masih serius....
..."Aku ingin tidur denganmu" kata Dashie....
... Menatap Dashie....
... Suaranya pelan tapi lebih terdengar seperti anak kecil sedang menjelaskan kesalahan yang telah diperbuatnya....
..."Itu lagi. Kenapa kau ingin sekali tidur denganku?" tanya Hoshie....
..."Aku juga tahu kalau aku sangat keren tapi nggak gini juga" kata Hoshie....
... Tambah pelan suaranya tapi masih didengar oleh gadis di depannya sekarang....
... Tidak menatap Dashie lagi lebih memilih bersandar di tangan gadis yang dia sayang lagi....
..."Padahal kau sedang tidak mabuk tapi bicaramu seekstrim ini" kata Hoshie....
..."Aku ingin … " kata Dashie....
... Memotong pembicaraan itu....
..."Tidak mau!" kata Hoshie....
..."Aku mau" kata Dashie....
... Menarik tangan Hoshie yang sedang menggenggam tangan kanannya itu....
..."Ayo lakukan itu" kata Dashie....
..."Aku tidak mau berpisah ataupun menjauh darimu" kata Hoshie....
... Itulah makna yang ditangkap dari obrolan yang dibuat oleh orang yang dia sayang saat ini yang baru saja sedang menguji seberapa besar cintanya kepadanya selama ini tanpa harus melakukan pertengkaran atas ketersinggungan yang bisa saja ditangkap oleh Hoshie dari semua pertanyaan dari gadis yang dia sayang secara langsung....
..."Jangan bertanya hal yang aneh-aneh lagi" kata Hoshie....
... Dia memulai lagi....
..."Kau tidak mau?" tanya Dashie....
..."Siapa yang tidak mau tidur denganmu. Itu penghinaan sekali" kata Hoshie....
... Tidak memeluk Dashie lagi lalu menarik kursi yang dia duduk disebelah kanan Dashie lebih dekat....
... Tatapan serius juga mengajak bicara serius....
..."Aku juga seorang pria tidak mungkin hal itu … tidak pernah terpikirkan olehku" kata Hoshie....
... ...
... Merasa tersiksa dengan pertanyaan yang dia dapat dari Dashie....
..."Tapi, aku tidak ingin pergi secara perlahan dari hidupmu" kata Hoshie....
..."Aku tetap ingin melakukan itu denganmu" kata Dashie....
... Berpikir dalam....
... Merasa ada sesuatu yang lebih mendetail dari makna kalimat yang baru saja didengar lagi dari Dashie....
..."Jika aku melakukan itu denganmu bagaimana kalau kau pergi?" tanya Hoshie....
... Dia belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hoshie....
..."Aku ingin tetap melakukan itu denganmu" kata Dashie....
..."Dan aku tidak mau pergi" kata Hoshie....
... Belum ada kalimat didengar dari lisan Dashie lagi selama tiga menit....
... Lima menit berlalu....
..."Jika aku melakukan itu denganmu. Aku janji tidak akan pergi" kata Hoshie....
... Melepas genggaman tangan Hoshie....
..."Aku akan pergi" kata Dashie....
... Wajah memohon....
..."Jangan pergi. Jangan begini, aku tidak ingin kita bertengkar terus" kata Hoshie....
... Pukul satu malam kurang sepuluh menit....
... Di balik tirai lain di ranjang pasien lain di sebelah kiri Dashie terbuka seketika muncul kemudian seseorang yang baru saja terbangun dari tidurnya tanpa sepengetahuan kedua orang yang ada disana setelah beberapa menit baru selesai mengobrol serius....
..."Apa kalian tidak lelah terus bertengkar?" tanya Xie....
... Dia beranjak bangun dari atas ranjang pasien dengan pakaian kasual celana hitam pendek dan kaos hitam serta jaket jeans biru gelapnya itu memasukkan kedua tangan ke setiap bagian sisi kanan dan kirinya masing-masing lalu dia pergi ke arah keluar unit gawat darurat tempat adiknya sedang dirawat....
... Saling menatap satu sama lain....
... Menutup Wajahnya dengan tangan kirinya itu....
..."Ini memalukan sekali" kata Dashie....
... ...
..."Ayo kita menikah" kata Hoshie....
... Memukul Hoshie dengan bantal yang ada di sebelah lengan kirinya itu....
..."Kenapa tidak mau. Dia sudah mendengar pembicaraan kita" kata Hoshie....
... Dia yang masih malu....
..."Terserah kau sajalah" kata Dashie....
..."Kita menikah?" tanya Hoshie....
..."Bukan itu. Entahlah!" kata Dashie....
... Hoshie jadi merasa lega ketika melihat senyum gadis yang dia sayang lagi....
... Menarik bantal yang sedang digunakan untuk menutupi wajahnya Dashie....
... Tidak diizinkan oleh pemiliknya....
..."Aku tidak akan mengatakannya lagi" kata Dashie....
... Menggoda....
..."Katanya kamu mau" kata Hoshie....
... Pura-pura tidak ingat....
..."Aku lupa aku lupa" kata Dashie....
... Menggoda lagi....
..."Lupa apa?" tanya Hoshie....
... Xie datang setelah pergi sebentar dari kamar kecil....
... Berada dibelakang Hoshie lalu mengambil kursi lain yang tersedia di dalam ruang unit gawat darurat itu duduk di sebelah kiri adiknya....
__ADS_1
... Dashie masih dengan bantal yang menutupi sebagian wajahnya yang mengintip kedatangan kakaknya yang sudah ada disebelah kirinya saat ini....
..."Kalian sudah selesai bertengkar?" tanya Xie....