Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 151: Membuat kaget.


__ADS_3

...Chapter 151: Membuat kaget....


..."Hari ini dia kenapa?" tanya Hoshie....


...Kelima bangsa Blacwhe hancur berubah menjadi air bukan lagi darah yang terlihat oleh Hoshie melainkan langsung berubah menjadi serpihan es lalu dalam satu detik berubah mencair pergi jatuh ke tanah menguap di udara....


...Nora melihat Hoshie yang terlihat mundur satu langkah menjauh dari salah satu bangsa Xoco ini....


...Dia melihat bayangan dari bangsa Xoco itu bayangan transparan tidak akan terlihat oleh indera penglihatan manusia....


...Galak....


..."Berhenti melihatku!" kata Nora....


...Hoshie memegang pergelangan tangan kiri Dashie....


...Dia tidak tahu kalau Nora bisa galak begini....


..."Aku akan menjauh darimu" kata Hoshie....


...Dashie yang tidak tahu alasan yang membuat seseorang yang ada di dekatnya ketakutan....


..."Ada apa?" tanya Dashie....


...Orang yang ia lihat sejak tadi belum pergi....


...Masih melihat satu sama lain antara Hoshie dan Nora....


..."Tidak apa-apa. Ayo kita masuk menemui kakakmu" kata Hoshie....


...Hoshie mengajak Dashie agar menjauh dari tempat Nora mengeksekusi para bangsa Blacwhe yang terlahir asli sebagai bangsa Blacwhe yang menyamar sebagai kelima pelajar yang tadi menyerang ketiga remaja yang berhasil kabur dari kejaran mereka semua....


...Nora melihat ke arah lantai dua tempat dimana ada kekasihnya yang ada disana membelakangi arah jalan raya tempat ia ada disana berdiri di dekat sebuah toko makanan....


...Hoshie sedang berusaha agar terus menjauh dari Nora yang sedang dalam mood positif yang ia rasakan saat ini....


...Nora pergi menghilang setelah menyelesaikan sebuah tugas....


...Orang-orang terlihat melihat orang yang ia sayang tidak sebagaimana mestinya melihat seorang wanita....


...Dia dengan cepat melepas jaket silver yang ia pakai lalu memakaikannya secara langsung....


..."Kau kenapa lagi?" tanya Dashie....


..."Kau terlalu cantik" kata Hoshie....


...Dashie menerima perhatian dari Hoshie....


...Lalu menggenggam jemari tangan kiri Dashie dengan erat kembali kepada rencana mereka semula....


...Dashie tidak begitu paham dari sikap protektif yang ia terima dari teman kuliahnya itu....


...Masuk ke area tempat parkir kendaraan roda empat menuju pintu lift....


...Dari arah belakang mereka masih ada disana memperhatikan bagaimana seseorang sedang berusaha untuk melindungi orang yang ia sayang....


...Melirik ke arah Xie....


..."Kita tidak memiliki pikiran yang sama kan?" tanya Nawa....


..."Kakak pergi" kata Xie....


...Dia dengan kedua ujung tangan masuk ke kedua saku celana depannya berjalan menuju ke arah pintu lift....


...Nawa sudah tidak merasakan keberadaan dari jejak kelima bangsa Blacwhe yang sejak tadi mengejar mereka....


...Melihat keluar dinding pembatas lantai dua yang mereka tempati....


..."Mereka semua sudah pergi" kata Nawa....


...Bersamaan bergerak ke arah kemana mereka harus pergi....


...Namir sedang memakai jaket....


...Eir yang ingin bergabung dengan ketiga gadis remaja yang merupakan teman sekolah Nawa....


...Kepada Nawa....


..."Aku akan ikut mereka?" tanya Eir....


..."Ikut aku saja" kata Nawa....


..."Tapi" kata Eir....


...Namir sudah selesai dengan jaket yang ia pakai....


...Satu tawaran lagi datang untuk gadis ini....


..."Atau ikut aku saja?" tanya Namir....


...Akhirnya, ia memutuskan untuk memilih dari dua tawaran bantuan dari kedua sahabatnya itu....


..."Aku ikut Namir" kata Eir....


...Ketiga teman satu sekolah Nawa berpisah disana dengan arah yang akan mereka ambil diperjalanan pulang memang berbeda arah....


...Ketiga remaja dengan seragam berbeda ketiganya pergi ke area parkir kendaraan roda dua....


..."Kenapa kau tidak ikut denganku. Kita kan satu arah?" tanya Nawa....


..."Aku tadi pagi berangkat sekolah bersama dengan Namir. Jadi, pulang juga harus sama dia" kata Eir....


...Namir cuma bisa tertawa dengan cara berpikir dari salah satu sahabatnya yang bisa berpikir sampai sejauh ini....


...Heran juga tapi mereka tahu sahabatnya ini memang seperti ini....


..."Terima kasih sudah mau direpotkan setiap hari" kata Eir....


..."Kau membuat ku berpikir kita bisa berjodoh" kata Namir....


..."Bersabarlah. Kau akan menunggu setidaknya sekitar sepuluh tahun atau lebih" kata Nawa....


..."Aku pernah nonton film itu" kata Namir....


...Tidak habis pikir dengan pola pikir kedua sahabatnya yang terlampau jauh berpikir kedepan....


..."Ahhh. Kepalaku pusing" kata Eir....


...Sahabat kedua remaja laki-laki itu berjalan lebih awal didepan mereka dengan jarak langkah dari jarak keduanya yang juga sedang pergi menuju tempat parkir roda dua ada disisi bagian depan ruangan luas tempat mereka berada sekarang....


...Pintu lift terbuka....


...Mereka bertiga masuk kedalam ruang lift yang sama....


...Dashie berada diantara kedua pria ini....


...Hening....


...Belum ada obrolan....


...Melihat satu sama lain....


..."Ada apa?" tanya Xie....


...Dan akhirnya, mereka berdua tidak bisa menahan segala yang ada didalam pikiran....


...Dashie tak ada aba-aba langsung to the point....


..."Kau sedang patah hati?" tanya Dashie....


...Xie....

__ADS_1


...Melihat ke segala arah seperti seseorang yang sedang salah tingkah....


..."Ada apa dengan semua orang. Mengapa menanyakan pertanyaan yang hampir sama?" tanya balik Xie....


...Dia meledek kakaknya lagi....


..."Kau terlihat malu-malu" kata Dashie....


...Untuk Hoshie....


...Dia sudah tidak bisa menahan tawa setelah membaca isi pikiran seseorang....


...Bersandar ke dinding lift beberapa kali menutupi wajahnya yang sedang menahan tawa....


..."Kau juga kenapa?" tanya Xie....


...Menghadapkan wajahnya ke arah Xie....


...Kedua jemari tangan memberikan kode penolakan....


..."Tidak. Tidak, aku tidak ingin membahas ini" kata Hoshie....


...Dia ingin tertawa sejadi-jadinya setelah melihat wajah kakak dari orang yang ia sayang itu....


...Dia yang ingin usil....


..."Apa kau dan Nora sedang bertengkar?" tanya Hoshie....


...Dia mengelak tapi mengiyakan apa yang ditanyakan oleh Hoshie....


..."Darimana kau tahu itu?" tanya Xie....


...Hoshie yang kembali usil....


..."Pipi kakak memerah" kata Hoshie....


...Dashie masih menjadi penonton yang baik....


...Pintu lift terbuka....


...Keluar keduanya dari dalam lift lalu disusul oleh Xie dibelakangnya....


...Hoshie yang tak ingin mendapatkan sebuah masalah dari apa yang baru saja ia lakukan bersembunyi dibalik Dashie kabur sebagai cara tercepat untuk mendapatkan perlindungan....


...Hoshie puas sekali dengan apa yang baru saja ia lakukan kepada Xie....


...Berjalan pergi ke Cafe....


...Xie yang tidak melihat sebuah keanehan lagi disekitar tempat ia ada mengobrol bersama remaja-remaja tadi hingga kini masuk kembali kedalam area pusat perbelanjaan. Ia juga tidak melihat hal yang aneh itu lagi ada didalam diri seorang Hoshie yang Hoshie lihat juga bersamaan disaat Nora masih ada disekitar mereka seperti apa yang sudah diketahui keberadaannya dan bagaimana ia sedang menjalankan sebuah misi tidaklah salah dengan semua yang dilihat oleh Xie. Itu juga dilihat oleh Hoshie dan Nawa yang sedang mencegah sebuah racun yang berasal dari bangsa Blacwhe yang sengaja disebar untuk memancing Hoshie ataupun Nawa tidak bisa mengendalikan kekuatannya dengan kemungkinan terburuk mereka berdua bisa langsung menghilang ditempat. Hal ini sudah diketahui oleh keduanya sejak beberapa jam yang lalu dengan aura hitam dan putih milik bangsa Blacwhe pekat tersebar bersama racun tak kasat mata tak terasa apapun oleh siapapun bahkan oleh Hoshie dan Nawa....


...Melihat ke arah belakang....


..."Aku heran. Aku kira tadi melihat kabut pekat itu juga disekitar tempat ini" kata Xie....


...Hoshie....


...Memikirkan hal lain juga tentang Nora....


...Melirik ke arah Xie....


...Berbicara tanpa kata....


..."Dia cukup membantu" kata Hoshie....


...Bangsa Blacwhe yang tersebar di sekitar pusat perbelanjaan yang sengaja digunakan untuk memicu salah satu dari mereka mengeluarkan kekuatan hingga akhirnya hal mengerikan sekaligus menyedihkan itu tidak mereka alami....


..."Mereka memang mudah menjatuhkan orang lain" kata Hoshie....


...Berbicara tentang salah satu kelompok yang sudah merencanakan ini untuk melenyapkan keduanya dengan lebih awal membuat mereka sekarat hingga sekarang meski salah satu dari mereka sudah kembali pulih tetap saja mereka harus tetap waspada karena mereka sudah menjadi salah satu dari daftar hitam bangsa Blacwhe sebelum dan setelah mereka sekarat beberapa hari lalu....


..."Apakah itu juga racun yang pernah membuat Nawa tak sadarkan diri?" tanya Hoshie....


..."Sepertinya iya" kata Hoshie....


...Disana masih ada Callie bersama dengan Jarrel sedang asik mengobrol....


...Jarrel melihat mereka bertiga yang ada disana masuk kedalam kafe yang sama ada mereka berdua belum pergi....


...Bangun dari tempat duduknya lalu juga disusul oleh Callie....


...Menyapa....


...Menunduk kepala mereka sekitar tiga puluh derajat ke bawah....


..."Kak Xie" sapa Jarrel bersamaan juga Callie....


..."Kalian sudah lama disini?" tanya Xie....


...Dashie dan Hoshie mengira orang yang disapa oleh kedua sahabat mereka itu sudah memeriksa tempat usahanya ternyata ia baru datang....


...Dalam pikiran Dashie....


..."Sedari tadi ia pergi kemana?" tanya Dashie....


...Setelah menyapa keduanya lalu...


...Xie pergi ke arah ruangan bagian manager cafe yang sedang bekerja....


...Petugas keamanan pusat perbelanjaan datang menemui Jarrel akan melaporkan sesuatu....


...Jarrel dan salah satu karyawannya pergi keluar kafe sebentar untuk membicarakan sesuatu yang terlihat penting dari cara mereka berinteraksi terlihat dari dalam ruangan tempat ketiga orang duduk disalah satu meja....


...Jarrel dan salah satu petugas keamanan....


..."Pemilik cafe ini baru saja melaporkan adanya indikasi tanda kebakaran di beberapa titik pusat perbelanjaan ini tapi setelah kami periksa itu … " kata petugas keamanan tersebut....


...Ia menjelaskan bahwa kondisi situasi di dalam pusat perbelanjaan dalam keadaan baik-baik saja dan untuk mengantisipasi hal tersebut semua petugas keamanan yang bertugas sudah tersebar ke seluruh bagian tempat pusat perbelanjaan dengan tujuan agar bisnis yang sedang berjalan ini bisa berjalan lancar....


...Jarrel kembali....


...Mengambil tempatnya kembali di baris kursi yang sama di sebelah kanan Callie....


...Melihat ke arah Hoshie....


...Dia yang sedang mengetik di layar ponselnya....


..."Kau ingin bertanya sesuatu?" tanya Hoshie....


...Jarrel tidak menanggapi perkataan dari Hoshie....


...Hoshie masih dengan mengetik pesan di layar ponselnya....


...Selesai dengan pesan yang sudah ia kirimkan kepada seseorang....


...Menaruh ponselnya di atas meja bersebelahan dengan ponsel Dashie....


..."Dashie" panggil Hoshie....


...Dia yang bersandar di baris kursi yang sama....


...Melihat ke arah Hoshie....


..."Ya" kata Dashie....


..."Aku harus pergi sekarang" kata Hoshie....


..."Sorry. Aku tidak bisa mengantarmu ke rumah sakit" kata Hoshie....


..."Ok. No problem" jawab Dashie....


...Dashie akan melepas jaket yang tadi diberikan oleh Hoshie yang saat ini masih dikenakan oleh gadis ini....

__ADS_1


..."Pakai saja. Kau bisa kembalikan nanti" kata Hoshie....


...Dia mengambil ponselnya yang ada di sebelah kiri ponsel Dashie...


...Terlihat buru-buru....


..."Aku pergi" kata Hoshie....


...Melihatnya hingga dia pergi dari meja tersebut berjalan cepat keluar dari cafe....


...Kembali dengan kedua sahabatnya....


...Xie keluar dari ruang kantor manager cafe....


...Dia kembali menjadi orang yang dikagumi oleh orang-orang yang ada disekitarnya yang terlihat oleh para pengunjung yang membicarakannya secara diam-diam dengan nada suara yang pelan berbisik tapi pada akhirnya didengar oleh ketiga orang disana yang dalam kesibukan sendiri tak sengaja mendengar setiap kata pujian....


...Xie tidak bisa menghubungi nomor ponsel Nora meski sudah ia lakukan untuk kedua puluh kali....


...Dia senyum-senyum sendiri ketika mengingat kejadian tadi sore ketika di studio....


...Dashie temannya Jarrel....


...Mendekat membuat kaget kakak laki-lakinya itu....


...Mendekatkan lengan kirinya kepada Xie....


...Melihat mata adiknya....


..."Kau sedang apa?" tanya Xie....


..."Aku curiga" kata Dashie....


..."Apa?" tanya balik Xie....


...Dengan tangan kanan menekan bahu atas Dashie....


...Mendorong adiknya agar menjauh....


...Dashie menjauh dari dekat Xie....


...Kembali usil....


..."Kau dan Hoshie ada yang kalian sembunyikan?" tanya Dashie....


...Berkata jujur....


...Suara super terdengar rendah hati....


..."Tidak ada" jawab Xie....


...Jarrel melihat ke arah mereka berdua lalu kembali dengan film yang sedang ia tonton....


...Callie dan Jarrel melihat satu layar tablet yang sama dengan film yang sedang mereka saksikan....


...Dashie masih tidak ingin mengakhiri keusilannya....


...Mendekat kepada kakaknya lagi....


..."Benarkah?" tanya Dashie....


..."Tidak ada" jawab Xie....


...Ceria....


..."Ok" kata Dashie....


...Menjauh dari Xie....


...Dashie mode adik yang manis tak banyak meminta permintaan kepada kakaknya itu....


...Xie kembali menelpon Nora....


...Ponselnya aktif kembali....


...Menunggu panggilan telepon darinya diangkat oleh kekasihnya....


...Tiga detik lalu hingga sepuluh detik...


...Tidak diangkat....


...Dia menebak tapi terdengar usil lagi kepada kakaknya itu....


..."Kau tidak terlihat sedih dan senyum-senyum sendiri pasti ada sesuatu" kata Dashie....


...Menghela nafas panjang dengan tingkah adiknya yang sering ia lihat....


..."Kau terlalu perhatian kepada orang lain. Jadi, sering sakit hati kan" kata Xie....


..."Itu yang biasa kulihat darimu" kata Dashie....


..."Kenapa malah balik ke aku?" tanya Xie....


...Mengubah arah duduknya lalu menatap kakaknya itu....


..."Aku sering melihatmu juga sama sepertiku meski dalam konteks yang berbeda" kata Dashie....


...Mengalihkan pandangan dengan tujuan mengakhiri topik obrolan ini....


...Dashie tidak mau menyerah dengan apa yang belum diketahui....


...Menarik kakaknya lagi agar menatapnya ketika diajak bicara....


..."Lihat aku!" kata Dashie....


...Mengikuti perintah adiknya dengan pasrah....


..."Ya. Ini" kata Xie...


...Sabar menunggu apa yang akan dikatakan oleh adiknya yang ia ketahui sedang dalam ruang rasa keingintahuan yang tinggi....


...Dashie tersenyum dengan arti misterius....


..."Ingat. Jangan terlalu masuk kedalam ruang yang terkunci" kata Xie....


...Mengangguk pelan sebagai tanda ia paham dengan nasihat kakaknya itu....


...Xie jadi salah tingkah akibat sikap adiknya ini....


..."Tak perlu cerita" kata Dashie....


...Menebak....


..."Aku pikir ini baik untukmu" kata Dashie....


...Belum paham maksud dari ucapan adiknya....


..."Kau membuatku harus menceritakan semua kisah ku" kata Xie....


...Dia dengan senyum menyenangkan....


..."Tidak. Itu tidak perlu" kata Dashie....


...Xie menunggu....


...Membuat kaget....


..."Aku pergi!" kata Dashie...


...Mengambil ponsel dan tasnya lagi....


...Dia dengan suara usilnya....

__ADS_1


..."Selamat ya!" kata Dashie....


...Dia pergi setelah mengatakan itu kepada ketiga orang di meja yang sama yang akan segera ia tinggal pergi....


__ADS_2