Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 169: Serba salah.


__ADS_3

...Chapter 169: Serba salah....


..."Aku bawa mobilmu" kata Pax....


..."Bawa saja. Aku juga sudah isi penuh bahan bakarnya tadi" kata Hoshie....


... Pukul lima sore di depan sebuah pameran elektronik dan teknologi....


... Hoshie sedang melihat rivalnya yang sedang bekerja ikut bagian dalam sebuah event pameran yang diikuti oleh perusahaan tempatnya bekerja....


... Dia dengan penampilan ala sales perumahan....


..."Kau bekerja?" tanya Ten....


..."Aku. Aku hanya mewakili Oryn yang sedang cuti bekerja" kata Hoshie....


..."Oryn Mason itu. Orang yang bertanggung jawab dalam event ini. Aku belum melihatnya sejak tadi pagi" kata Ten....


... Waktu kembali di pukul sepuluh lebih sepuluh malam....


... Dashie dan Hoshie sudah menunggu orang yang ada didalam kursi kemudi yang semakin datang mendekati mereka....


... Xie....


..."Ya ampun. Ini hanya dugaan ku saja atau mereka memang sudah jadian" kata Xie....


... Mobil berhenti didepan mereka....


... Kaca jendela mobil dekat kemudi dibuka oleh Xie dari dalam....


... Dia yang habis pulang lembur kerja....


..."Sorry. Membuat kalian menunggu" kata Xie....


... Diam sejenak....


..."Aku saja yang mengemudikan mobil" kata Xie....


... Mereka berdua masuk kedalam mobil di kursi belakang kemudi....


... Dia membelikan satu buah boneka gajah berwarna abu-abu yang lumayan besar sudah duduk di sebelah kursi kemudi....


... Pria dengan dasi yang tidak terpasang begitu rapi tapi masih dipakai dengan kemeja hitam mulai mengemudi dengan nyaman seperti biasa....


..."Kau jadi menginap dirumah ku?" tanya Xie....


..."Ya" jawab Hoshie....


... Dia yang baru pulang kerja tidak jauh beda dengan kondisi Hoshie saat ini yang terlihat lelah tapi tetap terjaga....


... Suara di dalam mobil yang sedang bergerak dengan dua jendela mobil yang terbuka di sisi kiri tempat duduk Dashie dan di sebelah kanan tempat boneka gajah duduk dengan sabuk pengaman dengan patuh....


... Dia jaket hitam miliknya yang tertinggal didalam mobil kakaknya itu menutup wajahnya yang juga sudah ingin cepat-cepat pulang untuk istirahat....


... Ans dan Gan....


... Laju motor ketua kelas ia pelankan kecepatan yang ia ambil....


... Remaja laki-laki dengan jaket bomber biru agak kehitaman dengan kaos putih dan kalung silver yang melingkar di lehernya serta celana jeans yang ia pakai bersama sepatu hitam sport sekolah juga kaos kaki putih....


... Melihat gadis yang ia boncengi....


... Dia dengan rok semi kulit hitam style skort serta atasan dengan model kerah spaghetti strap dengan motif bunga mawar berwarna merah dengan dedaunan hijau kerlap-kerlip berselimut jaket bomber yang sama dengan yang dipakai oleh ketua kelas....


... Tiba-tiba motor yang mereka naiki memberikan kode ingin berhenti di tengah perjalanan menuju arah pulang....


..."Kau rela jalan kaki?" tanya Gan....


... Gan mengendarai motornya itu semakin menepi di pinggir jalan....


... Dan motor itu benar-benar berhenti....


... Dia yang sudah tahu akan di marahi untuk kesekian kalinya....


... Turun dari atas motor. ...


... Dia dan suasana malam yang belum terlalu sepi dekat dengan perhentian bus....


..."Bagaimana bisa motormu mogok begini?!" kata Ans....


... Di juga ikutan marah....


..."Siapa juga yang suruh ikut dengan ku?!" kata Gan....


... Marah-marah....


..."Kenapa kau membentak?!" kata Ans....


... Padahal dia hanya marah-marah tidak sampai membentak teman sekelasnya itu....


... Merasa akan menjadi korban manipulasi seseorang....


... Ini baru membentak....


..."Kau akan menjadikan ku korban kemarahan mu lagi!" kata Gan....


... Dia tidak terima....


..."Ya. Lagian biasanya juga kau terima terima saja" kata Ans....


... Dia belum selesai kesal kepada lawan bicaranya ini....


..."Jangan ikuti aku. Pesan taksi saja saja!" kata Gan....


... Cara komunikasi keduanya membuat orang-orang yang melihat mereka berdua merasa ngeri tapi mereka dari para pejalan kaki yang ada di jalan pinggir jalan yang melewati bangunan toko dan lainnya yang buka di malam ini dan mereka berdua tidak terlalu peduli akan hal itu....


... Melanjutkan berdebat tanpa ingin berhenti....


... Bukan pengusiran hantu atau sebagainya....


... Membentak....


..."Ya Tuhan. Ans!" kata Gan....


... Mengeluh tidak tahan lagi dengan sikap temannya ini duduk di bahu jalan dengan motornya yang benar-benar butuh perbaikan....


... Ans berdiri ada disebelah kanan Gan....


... Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sendiri....


..."Hentikan semua ini. Apa kau tidak lelah terus mengikuti ku?" tanya Gan....


... Tidak mau patuh....


..."Tidak mau" kata Ans....


... Xie akan melewati sebuah perhentian bus....


... Gan....


... Melepas kedua telapak tangannya dari wajahnya sendiri....


... Menatap ekspresi Ans yang tidak tega untuk Gan terus membentak dan memarahinya terus....


..."Hidupku sudah sulit. Jangan membuatnya bertambah sulit" kata Gan....


... Percaya diri....


..."Apa aku sudah membuatmu kesal lagi. Ya, maaf" kata Ans....


... Dia mengeluh dengan helaan nafas panjang menjambak rambut kepalanya sendiri....


..."Hentikan. Semua sikapmu ini" kata Gan....

__ADS_1


..."Kau membuatku … " kata Gan....


... Dia belum selesai mengucapkan kalimat yang akan dia katakan selanjutnya....


... Lucu menjawab kalimat yang dikatakan oleh Gan....


..."Tak mau" kata Ans....


... Melihat tidak bisa marah lagi kepada Ans karena hari sudah semakin malam dengan kondisinya yang juga sudah lelah setelah baru pulang kerja barusan....


... Jalanan kota tidak terlalu ramai juga tidak terlalu lengang....


... Dia melajukan kecepatan berkendara dengan cukup menyenangkan tidak berlebihan dalam berkemudi....


... Melihat salah satu karyawannya yang mengalami kesulitan dengan masalah kendaraan yang ia gunakan....


... Berhenti tepat sebelum melewati keduanya....


... Jendela mobil sebelah kemudi dibuka dari dalam mobil....


..."Masuklah bersama kami" kata Xie....


..."Bos" kata Gan....


... Mereka belum merespon mau ikut dengan mobil Xie....


... Hoshie yang belum tertidur di dalam perjalanan dengan jendela mobil disampingnya yang belum terbuka....


... Tiga detik berlalu....


..."Dua puluh meter lagi ada bengkel resmi disana" kata Xie....


... Jendela mobil disebelah kanan Hoshie dibuka dengan cepat lalu dia melewati Hoshie yang sedang duduk tenang....


..."Kalian jangan khawatir. Kalian tidak sendiri" kata Dashie....


..."Ikutlah bersama kami" kata Dashie....


... Menunggu sebuah jawaban dari keduanya....


... Gan akan menjawab penawaran dari Bosnya itu tapi langsung dijawab oleh gadis remaja disebelahnya itu....


..."Tidak terima kasih. Tapi, saya tidak tega melihat pacarku mendorong motornya sendirian" kata Ans....


... Gan mode tak bisa berkata-kata tersihir oleh kata-kata dari gadis disebelah kanannya itu....


... Melirik ke arah kakak laki-lakinya itu....


... Dashie jadi agak berpikir ini jauh melebihi kisah cinta orang lain....


... Dia jadi marah dengan suara lembut yang dikeluarkan....


..."Berhenti mengganggu orang lain" kata Dashie....


... Xie yang jadi serba salah bagaimana keputusannya untuk membantu orang lain ternyata tidak berjalan sesuai ekspektasi....


... Dia jadi bos yang amat bijaksana....


..."Ok" kata Xie....


... Dia dengan sedikit meledek tapi juga merasa seseorang sudah mendapatkan orang yang sangat baik untuk menjadi pacarnya di usianya yang masih sangat muda....


..."Ini sudah malam. Hati-hati kau harus waspada di setiap celah malam ini" kata Xie....


..."Kami pergi" kata Xie....


... Hoshie....


... Dia masih dengan Dashie yang baru pergi setelah menutup jendela mobil disebelahnya itu....


... Hoshie bisa bernafas dengan normal lagi....


... Helaan panjang....


... Xia yang juga melihat apa yang dilakukan oleh adiknya....


..."Mereka agak mirip seperti dua orang yang pernah kukenal" kata Xie....


... Saling melihat satu sama lain diawali oleh Hoshie lalu Dashie kemudian lalu saling berpaling bersamaan melihat keluar jendela....


... Dari arah spion mobil yang di kendarai oleh Xie dua remaja itu terlihat dengan tidak bertengkar seperti sebelumnya ia lihat dari kejauhan sebelum menyapa keduanya barusan....


... Mereka melanjutkan perjalanan pulang lagi....


... Ans dan ketua kelas....


... Mendorong motor keduanya kompak belum bertengkar lagi....


... Hatinya luluh....


... Memulai obrolan lagi....


..."Tadi, kau bersungguh sungguh mengatakan itu kepada mereka?" tanya Gan....


... Dia dengan mudah menjawab pertanyaan yang sulit bagi Gan untuk menanyakannya kepada teman satu kelasnya itu....


..."Tidak. Aku hanya bersikap baik saja" kata Ans....


... Menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya menghadapi gadis yang sedang diajak bicaranya lagi....


... Kode akan marah....


..."Lalu, kenapa kau berkata seperti itu didepan mereka?" tanya Gan....


... Santai....


..."Aku kan sudah bilang. Aku adalah gadis baik" jawab Ans....


... Dia dengan kekesalan yang tertahan di dalam hati dan pikirannya....


... Lembut nada suaranya....


..."Jangan sentuh motorku" kata Gan....


... Dia tidak mau mematuhi apa yang dikatakan oleh ketua kelasnya itu....


... Berhenti mendorong motornya lalu menatap mata Ans tegas dari sorot matanya diperlihatkan kepada Ans....


... Ans melepaskan kedua tangannya dari belakang motor Gan....


..."Iya, iya" kata Ans....


..."Kau boleh ikuti aku tapi jangan berulah lagi" kata Gan....


... Mendorong motornya lagi menuju bengkel resmi yang tadi ditunjukkan oleh bos tempatnya bekerja juga sudah diketahui olehnya....


... Dia memulai obrolan lagi....


..."Gan" panggil Ans....


..."Ya" kata Gan....


... Dia dengan kalimat awalnya lagi tentang kejelasan mereka....


..."Seharusnya aku bukan tipemu lagi dan seharusnya kau membenciku?" tanya Ans....


... Dengan mudah menjawab pertanyaan dari Ans....


..."Tidak. Untuk apa aku membencimu" kata Gan....


... Dia yang tidak ingin membahas masalah asmara di waktu yang sudah menjelang semakin malam ini....


... Pura-pura marah tapi terlihat tidak demikian....

__ADS_1


... Kaget....


..."Ikuti saja aku. Jangan terus bicara!" kata Gan....


... Teriak....


..."Kau manusia paling menyebalkan!" kata Ans....


... Menekan suaranya kepada Ans....


..."Ya. Aku menyebalkan. Pergilah dari hadapan ku!" kata Gan....


... Dia dengan jiwa kompetitifnya yang kembali muncul....


... Suara kemarahan dari Ans....


..."Tidak akan. Aku tidak bisa dikalahkan oleh mu!" kata Ans....


... Dua kalimat yang sama yang seringkali didengar hampir di setiap pertemuan mereka....


..."Aku menyebalkan dan kau tidak mau denganku … tapi kenapa kau selalu mengikuti ku?" tanya Gan....


... Emosi belum hilang....


..."Kau membuatku bingung. Paham!" kata Gan....


... Dia bersikap seakan-akan mereka berdua tidak sedang bertengkar....


..."Tapi aku suka, kita tetap seperti ini" kata Ans....


..."Tetap tidak bisa?" tanya Gan....


... Tiba-tiba diam....


... Mereka tahu dan paham betul segala gerak-gerik mereka sedang diperhatikan oleh bangsa Blacwhe yang bisa kapan saja menyerang keduanya yang secara tidak sengaja mereka saksikan sendiri tapi pura-pura tidak mengetahui segala apa yang sudah mereka lihat meski mereka tidak melihat keberadaan mereka para pengawas tak kasat mata itu ada kalanya mereka harus bersikap seperti menjalani kehidupan mereka seperti sehari-hari mereka lakukan melihat siapa mereka dan kekuatan mereka yang masih dalam tahap awal belum sehebat seseorang yang mereka kenal....


... Ans meraih jaket Gan dari arah belakang dengan sangat kuat tidak akan melepaskan jaketnya meski Gan akan memarahi atas sikapnya seperti seakan terlalu bergantung kepada orang lain padahal dia tidak selemah yang orang lihat....


..."Aku sudah membeli rumah yang berada persis di sebelah rumahmu" kata Ans....


... Dia mengingat rumah yang ada di sebelah rumahnya sekarang....


..."Apa?!" kata Gan....


..."Itu sangat luar biasa mahal. Kau kacau tingkat tinggi" kata Gan....


..."Aku tidak peduli" kata Ans....


..."Tapi, aku peduli. Itu kan uang untukmu kuliah nanti" kata Gan....


... Si ketua kelas yang tahu bahwa Ans sudah bekerja keras untuk mengumpulkan uang itu hingga sebanyak itu....


..."Kau jangan khawatir. Aku masih punya cadangan uang lagi" kata Ans....


..."Tapi, aku takut kehilanganmu" kata Ans....


... Makna dari kalimat "Aku takut kehilanganmu" adalah aku takut mereka dengan mudah melenyapkan ku....


... Memulai peran mereka lagi sesuai rencana yang sudah mereka rencanakan....


... Mencairkan suasana....


..."Apa aku cinta pertamamu?" tanya Ans....


... Dia terpaksa berbohong dan Gan juga tahu akan hal ini....


..."Ya. Sejak saat pertemuan kita di waktu itu" kata Gan....


... Dia berkata dengan kata yang berarti mendalam....


... Mental sang pemimpinnya datang kembali....


..."Jangan pernah bertanya dengan makna seperti itu lagi kepada lelaki manapun selain diriku" kata Gan....


... Dia sebagai seorang perempuan pada umumnya....


..."Kenapa?" tanya Ans....


..."Siapapun orang itu maka dia dengan mudah meremehkan mu, menyakitimu lalu menginjak-injak harga dirimu berulang kali sesuka hatinya" kata Gan....


..."Paham!" kata Gan....


... Dia mengingat kalimat ini juga pernah dikatakan oleh salah satu mantannya tapi ia tidak ingin mengingat lagi siapa yang sudah mengatakan nasihat ini kepadanya....


... Mengubah suasana yang akan romantis kembali seperti area peperangan....


..."Hentikan itu. Mulai sekarang jangan pernah menasehati ku lagi dengan kalimat itu" kata Ans....


... Pandangan dari seorang laki-laki....


..."Aku berkata secara realita tak ada bumbu rayuan dalam setiap kalimat ku itu" kata Gan....


..."Kau masih belum percaya juga" kata Gan....


... Dia juga berbicara dalam posisinya mewakili para wanita....


..."Pria yang berkata seperti itu juga terkadang akan mudah pergi dengan hanya satu kesalahan yang dibuat oleh pasangannya sendiri" kata Ans....


... Usil....


..."Sepertinya itu pengalamanmu sendiri" kata Gan....


... Dia dan kemarahannya sendiri....


..."Semua pria memang sama saja" kata Ans....


..."Buat aku jadi cinta terakhirmu' kata Gan....


... Melihat ekspresi gadis yang ada di sebelah kirinya kini sambil memegang jaket hitamnya itu....


... Dia tidak mendengarkan kalimat terakhir yang baru saja dikatakan oleh Si Ketua kelas....


... Menunggu waktu yang tepat....


... Mengalihkan pembicaraan dari topik pembicaraan mereka sebelumnya....


... Dia dan rasa penasaran tentang kepribadian yang dimiliki oleh si ketua kelas....


..."Apa yang kau suka?" tanya Ans....


..."Ans" jawab Gan....


... Helaan nafas pendek dari Ans....


..."Apa kau tidak bosan terus mengatakan itu?" tanya Ans....


..."Ans tidak membosankan" kata Gan....


... Semua tidak seperti ekspektasi Nona Ans. ...


... Itu yang sudah ia bayangkan selama ia akan mengatakan hanya mau ikut mendorong motor teman kelasnya itu....


... Tak ada yang bisa dibohongi ataupun ditutupi dari wajah Nona muda yang sedang berada disebelah kiri Gan ini....


..."Sudah kubilang kau pesan taksi saja" kata ketua kelas....


..."Aku tidak selemah itu" kata Ans....


... Dia jadi serba salah....


... Ikutan emosi....


..."Jadi, salahku dimana!" kata Gan....

__ADS_1


__ADS_2