Call Me, You?

Call Me, You?
chapter 173: Tidak terburu-buru.


__ADS_3

...Chapter 173: Tidak terburu-buru....


..."Ini bakalan lama" kata Dashie....


... Berada di ruang makan rumah dengan menu makanan simple yang ia buat untuk dirinya dan kakaknya yang masih belum keluar juga dari dalam kamar....


... Dia yang bela-belain buat berangkat lebih pagi naik bus kabur tidak ikut dengan kakak laki-lakinya itu....


... ...


... Angka di jam dinding menunjukkan pukul setengah enam pagi....


... Dashie minum susu hangat tanpa gula dari dalam gelas yang berisi dua ratus lima puluh mililiter....


... Berteriak....


..."Ini hanya sementara!" kata Dashie....


..."Anggap saja seperti itu. Tersenyumlah!" kata Dashie....


..."Kemenangan ada di tanganmu!" kata Dashie....


... Dia dan menu sarapan sederhana yang sedang dinikmati lebih awal perlahan sedikit demi sedikit sambil menunggu kakaknya selesai bersiap untuk mengikuti kemana hari ini akan pergi....


... Jemari tangan dengan sandwich yang sedang dimakan....


..."Cinta pertama. Aku ragu" kata Dashie....


... Kakaknya sudah keluar dari dalam kamar dan kini didepan adiknya....


... Setelan baju merah muda dengan atasan menggunakan kerah Jewel dengan bawahan rok mini dengan potongan sederhana tidak terlalu ketat diatas lutut....


..."Kau tetap cantik. Ayo cepat kita bisa terlambat" kata Dashie....


... Mengambil salah satu kursi di meja makan lalu menyantap sandwich yang dibuat oleh adiknya itu....


... Dia datar berkata sebagai usahanya agar terlihat tetap tegar....


..."Ini lezat. Thank you" kata Ghazi....


... Mengangguk semangat dengan mulut tertutup sedang terisi makanan....


..."Hmmm" kata Dashie....


... Memperhatikan kedua mata kakaknya yang tidak lebam seperti orang yang baru selesai menangis....


... Dia merasa sedang diperhatikan oleh adiknya....


..."Kau sedang lihat apa?" tanya Ghazi....


... Dashie....


... Menggelengkan kepalanya sendiri....


... Menelan makanan yang baru saja ia kunyah....


... Marah-marah....


..."Kau pasti bilang "Apa kesalahan yang kuperbuat sehingga kau meninggalkanku?". Ya, kan?" tanya Dashie. ...


..."Sadarlah. Sebaik apapun seseorang, dia sudah meninggalkanmu" kata Dashie....


... Dia dan emosinya....


..."Kenapa kau urusi hidupku. Kau bahkan sudah menggantung Hoshie sangat lama" kata Ghazi....


..."Kau tidak tahu bagaimana menderitanya orang itu" kata Ghazi....


... Sandwich di kedua tangan sedangkan untuk Dashie sedang mendengarkan luapan emosi dari kakak perempuannya itu....


... Dashie tahu kalau kakaknya memang sangat pro dengan orang yang dekat dengannya itu....


..."Sekarang aku tanya, apakah dia bisa menjamin kebahagiaan mu?" tanya Dashie....


..."Hingga kau menderita begini" kata Dashie....


... Mengambil nafas cepat....


..."Tidak kan. Kalian baru pacaran belum menikah" kata Dashie....


... Kakak perempuannya tidak bisa menjawab pertanyaan dari adiknya itu....


... Kamis....


... Pagi, di sekolah....


... Pukul sembilan lebih empat puluh menit....


... Dia sedikit masih ragu kalau Ans akan menerima si ketua kelas tapi ketika melihat si ketua kelas....


..."Tidak jauh beda" kata Nawa....


..."Dua orang ini belum jelas apalagi sama-sama agak lumayan … " kata Nawa....


... Tanpa diduga oleh Nawa tangan sebelah kiri ketua kelas menabrak perutnya....


... Dia berhenti seakan baru saja menabrak sesuatu yang tidak terlihat....


... Seketika, menerima rasa sakit itu reaksi tanpa suara dengan wajah menahan rasa sakit....


... Memegang perutnya itu dengan tangan kanannya sendiri lalu melihat ke arah ketua kelasnya itu....


... Gan nampak mencari sesuatu tapi tidak ditemukan apapun yang membuktikan bahwa ia baru saja menabrak sesuatu....


..."Hantu atau apapun itu. I'm sorry" kata ketua kelas....


... Nawa masih disana dengan perutnya yang kesakitan akibat terkena tangan dari teman satu kelasnya itu....


... Mereka berdua pergi meninggalkan Nawa sendirian....


... Berteriak keras....


..."Gan!!!!!" teriak Nawa....


... Ketua kelas berhenti melihat ke arah belakang....


..."Lelucon yang garing" kata Gan....


... Ans tidak melihat Nawa akan tetapi ketua kelas seakan mendengar seseorang berteriak keras memanggil namanya dengan sangat kesal....


... Melepas tangan kanannya dari perutnya itu....


... Hidup terasa melelahkan untuk remaja laki-laki ini dan dia lebih memilih tidak meladeni permasalahan ini....


... Saling menjauh....


... Nawa pergi ke dalam kelas....


..."Ayo kita pergi" kata ketua kelas....

__ADS_1


... Setelah tidak menemukan apapun yang sedikit aneh mereka berdua pergi....


... Nawa juga tidak mendengar apapun tentang keduanya yang pergi bersama....


... Ans dan Gan....


... Mereka berdua menuruni anak tangga menyusul kemudian anak-anak yang lain juga ada disekitar area yang sama....


... Tidak menghitung berapa anak tangga yang mereka pijaki lalu di anak tangga terakhir tanpa saling melihat satu sama lain saling berpisah memisahkan diri memilih aktivitas mereka yang akan dijalani....


... Nawa....


... Dia yang diam-diam kembali mengikuti keduanya mendapatkan jawaban yang dari kedua dugaannya lagi....


..."Aku tidak tahu permainan apa yang sedang mereka mainkan" kata Nawa....


... Dia menghilang diantara teman-teman sekolahnya yang ada di dekat arah anak tangga yang juga menggunakan jalan yang sama digunakan oleh Ans dan Gan pergi ke suatu tempat yang mereka tuju....


... …...


... Pukul empat lebih sepuluh menit sepulang sekolah....


... Di depan sekolah ada pacarnya Soft yaitu Ren....


... Ren datang di sekolah Nawa tidak dengan wajah aslinya yaitu Stud....


... Turun dari mobil merahnya itu....


... Dia menunggu sengaja di sekitar Rumy ada disana menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan yang seharusnya ia terima dari orang lain....


... Nawa keluar melewati pintu gerbang sekolah datang menghampiri Rumy yang ada disana disekitar samping pintu gerbang sekolahnya sendiri menunduk kebawah sambil memainkan kaki kanannya kedepan dan ke belakang beberapa kali....


... Nawa datang turun dari atas motor lalu segera menghampiri Rumy....


... Mereka berdua saling menghampiri satu sama lain....


... Disaksikan langsung oleh remaja putri ini....


..."Bug!"...


... Pukulan dari arah kiri oleh seseorang....


... Nawa....


... Dia terjatuh seketika di sebelah motornya itu....


... Perut Nawa terkena pukulan dari seseorang yang merupakan pacar dari Soft. ...


... Rumy berusaha akan membantu Nawa untuk bangun lalu Ren segera mendorongnya menjauh dari Nawa ....


... Marah....


... Ren menarik kerah baju remaja laki-laki ini dengan kasar....


..."Bangun!" kata Ren....


... Tatapan senyum menjijikan untuk orang yang baru saja memukulnya itu....


..."Kau masih bisa tertawa setelah apa yang sudah kau lakukan!" kata Ren....


... Memaksa tangan Ren untuk melepas kerah bajunya itu meski orang itu tak ingin berhenti melakukan peringatan ini....


... Dia sudah tidak dalam cengkraman tangannya lagi....


... Dia sangat emosi....


... Helaan nafas panjang....


... Haruskah Nawa meladeni orang yang dengan mudah menyimpulkan kesalahan yang bukan ulahnya bahkan tidak tahu apa yang sudah pria di depannya itu tuduhkan kepada dirinya....


..."Berhenti mengganggunya!" kata Ren....


... Dia dan orang lain yang menyaksikan semua ini....


... Soft datang keluar dari sekolahnya lalu ikut bersama dengan pacarnya yang menariknya untuk ikut ke dalam mobilnya itu....


... Nawa yang melihat tatapan kebencian dari seseorang yang belum berubah untuk dirinya kini pergi bersama orang lain yang juga belum tentu bisa menjalankan perannya sebagai pelindung gadis yang sudah menjauh pergi masuk ke dalam mobil bersama dengan pacarnya itu....


... Rumy yang sudah bangun dari jatuhnya akibat didorong oleh Ren kembali mendekat dan membantu Nawa untuk tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain tentang dirinya....


..."Semua akan baik-baik saja. Aku tahu kau bisa mengatasi ini" kata Rumy....


... Akan memeriksa bagian perut Nawa yang terlihat masih dipegang oleh tangannya sendiri....


... Perhatian....


..."Itu pasti sakit" kata Rumy....


... Menatap Rumy....


... Nawa mencegah untuk remaja putri ini untuk menyentuh bagian perut yang tadi terkena pukulan....


..."Ini bukan apa-apa. Aku sudah terbiasa" kata Nawa....


... Rumy yang tidak percaya lalu akan memeriksa lagi kondisi Nawa....


... Dicegah lagi oleh Nawa dengan tegas....


... Menatap dengan lebih dalam kedua mata gadis di depannya itu lalu memegang tangan Rumy dengan lembut dengan tangan kanannya itu....


... Senyuman ramah....


..."Terima kasih sudah perhatian padaku. Tapi, aku baik-baik saja" kata Nawa....


... Rumy melepas tangan Nawa dari tangannya....


... Membalas senyum ramah milik Nawa dengan hal yang sama yang ia terima dari orang didepannya saat ini....


..."Aku percaya" kata Rumy....


... Nawa mengambil helm yang tadi ia bawa untuk Rumy yang ikut terjatuh ketika ia dipukul oleh Ren....


... Dia dari arah mereka teman-temannya yang baru menyaksikan perkelahian tanpa perlawanan yang dilakukan oleh seseorang kepada teman sekolahnya itu....


... Yellow dan Jeje....


..."Kenapa dia tidak melawan orang itu?" tanya Yellow....


... Dia dengan permen lolipop di tangan kanan....


..."Kau tidak tahu. Dialah pria baik pilihan sahabat kita" kata Jeje....


... Dia sedikit emosi....


..."Astaga. Kenapa aku punya sahabat yang sepolos ini, kita tidak tahu sifat asli seseorang sebelum kita pernah bertengkar dengan orang itu" kata Yellow....


... Dia dengan suara lembutnya itu....


..."Aku tahu tapi bukankah dia teman kita. Sudah seharusnya kita membelanya walau sedikit saja" kata Jeje....

__ADS_1


... Ans yang juga ada disana tapi tidak ingin berkomentar tentang masalah ini terlebih dia juga baru mengenal siapa itu Nawa tidak ada hak untuknya menilai baik dan buruknya orang lain sebagai caranya dalam bersosialisasi dengan orang lain....


... Dia pergi bersama yang lainnya setelah melihat perkelahian itu sedangkan untuk Yellow dan Jeje masih disana yang kemudian keluar dari sekolah baru saja ketua kelas mereka dengan motor sportnya yang juga melewati ketiga temannya itu....


... Gan melihat Ans yang sedang memperhatikan dua orang yang mereka kenal sambil berjalan menuju ke asisten pribadinya yang sudah menunggu di depan sekolah berdiri di sisi sebelah kiri mobil putih yang terparkir di sana bersama mobil lain milik siswa lainnya bersama driver pribadi mereka....


... Rumy dan Nawa....


..."Apa kau lapar?" tanya Rumy....


... Memberanikan diri untuk mencairkan suasana yang terasa sedikit tidak nyaman ini....


..." … atau … kita bisa makan dahulu sebelum pergi ke tempat kursus kita" kata Rumy....


... Dia dengan diri Nawa yang hangat terlihat dari senyumnya yang mengubah situasi yang tidak menyenangkan ini menjadi jauh lebih melegakan rasa khawatir gadis remaja ini....


... Puji Rumy....


..."Ini baru Nawa. Kau sangat berbakat dalam hal ini" kata Rumy....


... Nawa senang ketika ada seseorang yang memberikan penilaian positif tentang dirinya seperti yang dilakukan oleh Rumy saat ini sudah membuat hatinya kembali tenang....


... Dia dan senyum menggoda tak bisa ditutupi untuk Rumy....


..."Jika kau tetap menatapku seperti itu aku ingin … " kata Nawa....


... Remaja putri ini terlihat salah tingkah dengan sikap yang diberikan oleh teman tetangga sekolahnya itu....


... Ngambek lucu tapi tidak mengancam....


..."Aku akan naik bus saja" kata Rumy....


... Menarik Rumy agar tidak melanjutkan pergi menuju ke arah tempat perhentian bus di dekat sekolah mereka....


..."Mau kemana. Tetaplah bersamaku" kata Nawa....


... Kembali dengan pilihan yang akan diberikan kepada Rumy....


..."Kau mau itu?" tanya Nawa....


... Jeda satu detik....


... Sekali lagi....


..." … atau yang itu?" tanya Naw....


... Rumy memilih menepuk perut Nawa tanpa mau memilih tawaran pilihan yang diberikan oleh teman tetangga sekolahnya itu....


... Dia bertambah sakit perutnya setelah dipukul dengan pukulan ringan dari Rumy....


... Menggoda yang belum selesai....


... Dia terlihat mempesona....


..."Benarkah?" tanya Nawa....


... Agak manja kepada Rumy....


..."Tidak mau?" tanya Nawa....


... Ans....


... Seseorang akan mengubah moodnya mulai terlihat ngambek kepada Nawa....


... Wajah merasa bersalah....


..."Sorry. Oke" kata Nawa....


... Ans....


... Beranjak pergi dari bagian yang tidak ada dirinya dalam episode kisah mereka hari ini beranjak pergi menuju asisten pribadinya yang sudah menunggu sepuluh menit yang lalu setelah ia mendapatkan pesan bahwa ia sudah tiba untuk menjemputnya pulang....


... Ketua kelas....


... Dia sudah tidak khawatir lagi ketika orang yang ia sayang sudah melangkah pergi tidak memperhatikan kisah orang lain lagi menambah kecepatan berkendara dengan kendaraan roda duanya itu pergi ke tempat kerja....


... Ans....


... Dia dan apa yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya sendiri....


..."Dia bukan bangsa Blacwhe ataupun Xoco. Tapi, dia bisa melakukan itu" kata Ans....


..."Dia jelas-jelas hanya manusia biasa" kata Ans....


... Dia dengan senyum sinis kembali menanggapi informasi yang langka ini....


..."Dunia ini penuh teka-teki" kata Ans...


..."Dan aku hanya bisa banyak bicara" kata Ans....


... Masuk kedalam mobil bagian baris kedua dengan pintu mobil ditutup kembali oleh asisten pribadinya segera melanjutkan ke arah rumah barunya yang berada di sebelah persis rumah teman sekelasnya yang sudah pergi bekerja setelah pulang sekolah barusan....


... Ans....


... Masih memikirkan lagi hal apa yang bisa membuat teman Nawa bisa melakukan hal yang tidak bisa ia lakukan sebagai bangsa Blacwhe....


... Membuka jendela mobil sebelah kanan tempatnya duduk disana di kursi baris kedua di sebelah jendela mobil persis....


... Menghela nafas pendek....


... Melihat ke arah luar dari dalam mobil yang bergerak dengan kecepatan tidak terlalu berlebihan namun tetap cepat membawa keduanya pergi menjauh dari depan sekolah Ans....


..."Aku belum cukup dengan bukti yang sudah kudapatkan barusan" kata Ans....


..."Jelas-jelas tadi tangan gadis itu langsung menyerap racun yang Nawa terima dari orang itu" kata Ans....


... Curiga....


..."Apa ini alasan Nawa mendekati gadis itu?" tanya Ans....


..."Mengingat karakter para bangsa Blacwhe. Aku tidak percaya dia hanya ingin berteman saja" kata Ans....


... Dia dengan senyum jahatnya melirik ke arah kiri sebentar lalu memandang lurus ke depan....


..."Aku terlihat sekali iri dengan gadis itu" kata Ans....


... Dari mobilnya yang melaju ke arah pulang melihat kedua orang dengan Nawa yang mengendarai motornya itu membawa gadis yang ia lihat baru saja menyelamatkan nyawa orang yang sedang bersama dengannya saat ini....


... Bukan Ans kalau tidak curigaan terhadap orang lain....


..."Apakah dia juga sadar dengan kekuatan yang ia miliki itu?" tanya Ans....


..."Kalau dia belum tahu. Ini bisa berbahaya untuk dirinya sendiri" kata Ans....


... Kedua orang yang sedang ada di dalam pikiran gadis remaja ini sudah semakin menjauh pergi dengan kecepatan berkendara yang bisa dibilang tidak terburu-buru tapi terlihat sedikit mengebut....


... ...


... ...

__ADS_1


__ADS_2