
...Chapter 108: Orang itu....
..."Hentikan semua itu" kata Dashie....
... Hoshie melihat ke arah dirinya dengan alasan apa yang membuat dirinya seakan memang harus dijauhi....
..."Apa aku sudah membuatmu sedih?" tanya Hoshie....
..."Tidak" jawab Dashie....
... Bertanya tanya dengan perubahan sikap wanita di depannya saat ini....
... Menatap satu sama lain....
..."Berhenti berkata terus menyukaiku" kata Dashie....
... Kata kata Dashie yang sudah sering didengar ini menjadi sebuah jawaban untuk kesekian kalinya didengar dan membuatnya bertambah tidak ingin berhenti untuk mengatakan betapa ia sangat menyukai gadis ini....
... Meraih tangan kanan Dashie dengan wajah penuh harap....
..."Kau boleh mengatakan itu tapi aku tidak ingin pergi" kata Hoshie....
..."Menyerah lah sekali saja" kata Dashie....
... Hoshie menjadi khawatir dengan apa yang diucapkan oleh Dashie barusan dengan cukup serius tidak seperti biasanya ia dengar kata-kata yang sama itu....
..."Sorry. Aku sudah mengganggumu" kata Hoshie....
..."Kau selalu begini dan aku tidak ingin kita berpisah" kata Hoshie....
... Hoshie datang lebih dekat menghapus air mata yang jatuh di pipi Dashie dengan kedua tangan menyeka lembut....
... Penuh perhatian kepada Dashie seperti biasa....
..."Apa sesuatu telah terjadi katakan padaku?" tanya Hoshie....
..."Kau terlalu baik padaku" kata Dashie....
... Hoshie menjadi serba salah kini lebih memilih sedikit menjaga jarak sikapnya kepada Dashie dengan alasan gadis di depannya sekarang bukanlah miliknya tapi milik orang lain....
..."Sorry" kata Hoshie....
... Dia tetap dengan perhatian lagi kepada Dashie....
..."Apa dia sudah bertindak kasar padamu?" tanya Hoshie....
... Dibantah segera oleh Dashie dengan nada suara menjadi sedikit galak....
..."Siapa?!" kata Dashie....
... ...
... Dia pergi meninggalkan Hoshie yang sedang kebingungan sendiri....
..."Aku harus ingat sedang berbicara dengan seorang wanita" kata Hoshie....
... Dia tidak menyerah dan mengikuti lagi kemana akan Dashie pergi sesuai kesepakatan mereka berdua akan pulang bersama setelah mereka pulang bekerja....
... Dia mengajukan pertanyaan kepada Dashie....
..."Apa aku boleh mengikutimu?" tanya Hoshie....
... Berbalik segera Dashie menatap Hoshie....
..."Kau tidak ingin ikut dengan ku?" tanya balik Dashie....
... Dia berjalan mengejar agar berada disisinya berjalan beriringan menuju tempat perhentian bus....
... Hoshie yang datang kembali dengan wajah ceria dan semangat ada didalam raut wajahnya lagi....
... Dashie dan Hoshie jalan beriringan dengan suasana sejuk di sore hari di area pejalan kaki di bawah pohon dengan bermekaran bunga juga berjatuhan bunga berwarna kuning di sisi kanan mereka persis di pembatas jalan....
..."Berhenti menatapku" kata Dashie....
..."Tidak mau" jawab Hoshie....
..."Ya sudah terserah kau saja" kata Dashie....
... Dalam hatinya berbicara lain dan itu terbaca oleh Hoshie secara langsung....
..."Dia akan membuatku jatuh cinta" kata Dashie....
... Hal ini membuat Hoshie bertambah senang saat berada disisinya kali ini setelah sekian lama menunggu jawaban dari pernyataan cinta yang ia ungkapkan kepada Dashie tapi tak lantas membuat Hoshie puas dengan isi hati seseorang yang sudah mulai menerima dirinya dengan alasan yang sudah jelas seseorang itu telah dimiliki oleh orang lain dengan cinta yang ia nilai lebih kuat dari apa yang ia rasakan saat ini....
... Meski itu hanya sebuah dugaan tentang kekuatan cinta antara Dashie dan juga Rio akan tetapi hal ini tetap membuat hatinya sedih tanpa tergambar di dalam wajahnya yang ceria berjalan beriringan dengan gadis yang ia sayangi....
..."Aku tidak melihat Rio" kata Hoshie....
... Dia santai menanggapi pertanyaan dari Hoshie....
..."Kau tahu dia selalu sibuk kerja" kata Dashie....
... Nada suara yang mengartikan perasaan yang tidak suka terhadap orang lain....
..."Ya. Aku tahu itu" kata Hoshie....
... Dan Dashie mengetahui makna dari nada suaranya itu....
..."Kau jujur sekali dalam mengungkapkan sesuatu" kata Dashie....
..."Jujur. Aku hanya berkata dia memang pekerja keras" kata Hoshie....
..."Lihat. Kau tetap sama meski dengan jawaban yang berbeda" kata Dashie....
... Hoshie sekarang berubah ngambek ketika membahas dirinya yang jealous kepada Rio dengan malu-malu tak ingin membicarakan orang yang tak ada disana bersama dengan mereka....
..."Ok. Ok, sorry" kata Dashie....
..."Kau tidak perlu meminta maaf. Kau tidak salah" kata Hoshie....
..."Sorry" kata Dashie....
__ADS_1
... Menatap Dashie penuh harap....
..."Kapan kalian putus?" tanya Hoshie....
... Dashie tidak menanggapi serius pertanyaan yang Hoshie katakan padanya....
... Dan menunggu bus tetap ditempat mereka sedang menunggu bus dengan arah tujuan yang sama....
... Dia berbisik dalam jarak dua puluh sentimeter....
..."Dengar. Aku menunggu kau putus dengannya" kata Hoshie....
..."Hmmm" kata Dashie....
... Hoshie dengan ekspresi penuh semangat mengatakan hal itu kepada Dashie....
... Suasana sedang ramai tepat ketika para pekerja pabrik mulai pulang bekerja....
... Berbisik lagi kepada Dashie....
..."Tolong aku!" kata Hoshie....
... Melihat ke arah Hoshie ikut berbisik....
..."Ada apa?" tanya Dashie....
..."Gadis-gadis itu selalu memperhatikan ku" kata Hoshie....
... Dilihat oleh Dashie memang benar apa yang dikatakan oleh Hoshie sebagai aduan sekaligus ingin terus diperhatikan oleh gadis yang ia sayang itu....
..."Salah siapa jadi orang keren" kata Dashie....
..."Bela aku" kata Hoshie....
... Dashie sekali lagi melihat sisi dari salah satu orang terdekatnya ini....
..."Nikmati saja" kata Dashie....
... Sebuah kata-kata yang juga sering didengar oleh Hoshie ketika dirinya dalam situasi yang tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh Hoshie sekarang justru lebih membuat pria ini ingin lebih menggoda Dashie jauh lebih sering ketika gadis-gadis itu belum berhenti menatapnya juga membicarakan tentang dirinya....
... Suaranya kini bertambah keras manja seperti berbicara kepada pacarnya sendiri....
... Merangkul lengan kiri Dashie dengan penuh kasih sayang....
..."Sayang. Kita jadi makan malam dimana?" tanya Hoshie....
... Menyingkirkan perlahan tangan Hoshie dari lengan kirinya itu....
... Berbisik kepada Hoshie....
..."Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Dashie....
... Hoshie tidak menjawab dan meraih merangkul lengan kiri Dashie lagi dengan manja bersandar kepalanya di bahu atas sebelah kiri Dashie....
... Berbisik....
..."Orang-orang melihat kita" kata Dashie....
... Suaranya menjadi galak....
..."Apa kita tidak akan pulang bersama?" tanya Dashie....
... Langsung segera Hoshie dengan sikapnya yang berubah tidak bersandar dan merangkul lengan kiri wanita di sebelahnya tersebut....
... Dia melirik Dashie lagi dan dia melihat gadis itu tidak ngambek dengan apa yang baru saja ia perbuat bermanja kepada Dashie....
..."Sorry" kata Hoshie....
..."Ya" jawab Dashie....
... Bus yang mereka tunggu datang lalu keduanya masuk kedalam bus yang sama secara bergantian diawali dengan Dashie lalu Hoshie....
... Perjalanan ke tempat event pameran....
... Semua tampak biasa saja dengan apa yang dilihat oleh keduanya dengan mendengarkan lagu yang diputar dari ponsel Hoshie saling berbagi headset untuk mendengarkan lagu yang diputar....
... Jemari tangan yang memegang telinganya sendiri dari berbagai arah datang sebuah mantra menyatu bersekutu untuk menyerang Dashie langsung ditangkap secara halus oleh serpihan halus kristal es tanpa disadari kekuatan mantra itu membeku menghitam dihancurkan oleh kekuatan yang Dashie miliki melindungi diri Dashie secara otomatis mengenali tanda bahaya....
... Uap udara dingin mengubah suhu udara yang tidak seharusnya embun dingin hadir didalam bus dari dalam kaca jendela yang hanya bisa dilihat oleh Dashie....
... Dashie masih mengamati apa yang terasa asing di matanya....
... Ketika Hoshie akan mengajak bicara Dashie embun yang akan membentuk kristal es itu menghilang tanpa bekas dengan gerakan waktu yang sangat cepat tak bisa dilihat oleh Hoshie....
..."Kau sedang melihat apa?" tanya Hoshie....
... Masih memperhatikan kaca jendela....
..."Tidak. Tidak ada apapun" jawab Dashie....
... Semua kembali dengan situasi apa yang dilihat orang-orang yang juga ada didalam bus sama halnya dengan yang dilihat oleh pria di sebelah kirinya itu....
..."Ini lagu kesukaanmu" kata Hoshie....
... Dia memutar lagu kesukaan Dashie dari dalam ponselnya....
... Dia dengan perubahan dirinya yang selalu dianggapnya sebagai sebuah halusinasi dan tetap kali ini tetap sebagai halusinasi....
... Melihat meluas pandangan melihat ke sekeliling arah matanya ke segala arah apa yang ada di depannya tanpa melihat ke arah belakang....
..."Aku hanya manusia biasa tidak jauh berbeda dengan mereka" kata Dashie....
... Menggenggam tangannya kuat....
..."Tak ada yang berubah dariku" kata Dashie....
... Sedangkan untuk Hoshie sedang menahan rasa takutnya ketika melihat sendiri Dashie sedang menggenggam erat jemari tangan kanannya sendiri serius memperhatikan tanpa menghiraukan Hoshie yang juga sedang melihat perkembangan dari kekuatan yang dimiliki oleh gadis yang merupakan salah satu dari bangsa Xoco ini....
... Dia sedang bertarung dengan masa depan....
..."Jangan sampai kekuatannya membunuhku" kata Hoshie....
__ADS_1
... Dia tetap cool dalam situasi akan merenggut nyawanya melihat Dashie sudah berhenti dengan eksperimen kecil pembuktian bahwa dirinya adalah manusia biasa....
... ...
... Membuka jemari tangan kanan Dashie yang tadi digenggam erat oleh dirinya sendiri....
..."Tak ada apapun. Lihat, aku berhalusinasi lagi" kata Hoshie....
... Hoshie bernapas lega bisa tetap disisi gadis yang ia sayang belum menghilang menjadi debu yang bisa saja hal itu terjadi padanya jika berada dekat dari salah satu bangsa Xoco....
... Melihat diri sendiri....
..."Aku masih hidup" kata Hoshie....
..."Kau masih hidup?" tanya Dashie....
... Dashie sedang melihat Hoshie....
..."Aku hanya sedang melamun saja. Jangan khawatir" kata Hoshie....
... Lagu kesukaan dari Dashie akan segera berakhir diputar dari dalam ponsel Hoshie....
... Dashie berhenti menatap Hoshie mencari arah lain dengan tanpa emosi tidak jauh berbeda dengan pria yang ada di sebelah kirinya itu tapi ini membuat Hoshie menebak bukan sekedar menebak setelah mengamati kakaknya yang pernah mengalami hal yang sama ketika di awal kekuatannya muncul tanpa terduga ataupun direncanakan beberapa tahun yang lalu....
... Kini lagu kesukaan Hoshie sedang diputar dari dalam ponselnya mengganti lagu kesukaan Dashie yang sudah selesai waktu diputar menjadi lagu kesukaannya sendiri dari lagu yang diputar secara acak....
... Kembali melihat ke arah Hoshie secara tidak sengaja melihat seseorang yang ada di sebelahnya saat ini berubah menjadi orang lain....
... Dashie mencari Hoshie mungkin saja berpindah di kursi yang lain masih didalam bus yang belum berhenti di perhentian bus selanjutnya. Namun, pencarian itu sia-sia tak ada Hoshie di dalam bus tersebut dengan kenyataan ini Dashie melihat semua yang dikenakan oleh pria yang ada di sebelahnya saat ini memakai pakaian yang sama dengan apa yang dipakai oleh Hoshie....
..."Sepertinya ada yang salah denganku" kata Dashie....
... Dia mencoba memeriksa pria di sebelahnya itu memperhatikan raut wajahnya....
..."Apa kau berubah pikiran?" tanya Hoshie....
... Wajah orang lain itu kembali menjadi wajah Hoshie yang ia kenal tidak ada perbedaan atau kekurangan apapun tetap seorang Hoshie....
..."Apa yang kau bicarakan?" tanya Dashie....
... Percaya diri tingkat dewa....
..."Tentang kita?" tanya Hoshie....
... Dashie masih belum ingin berhenti memperhatikan pria yang ada di sebelahnya itu masih dengan rasa penasaran bagaimana bisa wajahnya berubah dengan cepat....
..."Aku rasa ada yang salah denganku" kata Dashie....
... Menatap Hoshie dengan sikap bersahabat....
..."Apa ada sesuatu yang berubah dalam diriku?" tanya Dashie....
... Dia sedang mengamati dari jarak saling duduk bersebelahan....
..."Tak ada. Kau tetap Dashieku" kata Hoshie....
... Dia tidak bisa membaca isi hati dan pikiran gadis disebelahnya itu lagi....
... Belum puas dari jawaban yang diberikan oleh Hoshie....
..."Sungguh?" tanya Dashie....
..."Iya" jawab Hoshie....
... Orang-orang disana sedang memperhatikan mereka yang terlihat seperti bukan teman biasa dan mereka adalah Deby dan Nix yang secara tidak disadari oleh keduanya ada dalam bus yang sama dengan memakai masker biru duduk dalam kursi bus dalam baris yang sama persis di depan baris kursi belakang bus....
..."Kalian sangat serasi" kata Nix....
..."Benarkan. Deb?" tanya Nix....
... Dia yang juga masih memakai masker yang sama berwarna biru sesuai protokol kesehatan....
..."They always match wherever and whenever" kata Deby....
..."Yes. I agree" sambung Nix....
... Hoshie yang tidak ingin orang yang ia sayang berada didekat orang-orang yang tidak ingin masuk di dalam kehidupannya tanpa memberikan alasan menarik tangan Dashie memberikan kode agar tidak terlalu dekat dengan mereka bukan karena status mereka tapi melihat beberapa kali cara dari salah satu mereka memperlakukan Dashie....
... Hoshie menunjukkan dirinya yang sedikit beramah-tamah dengan teman kuliah mereka....
... Dashie membaca gerakan sikap Hoshie terhadap mereka segera sedikit senyum sapa membalas sapaan dari kedua teman kuliahnya itu....
... Duduk melihat ke arah depan menunggu waktu yang tepat untuknya bertanya mengenai hal yang semakin waktu bertambah melewati waktu sebelumnya....
..."Ada sesuatu yang membuatmu tidak suka kepada mereka?" tanya Dashie....
... Hoshie tidak menjawab itu berarti bahwa pria di sebelahnya sedang agak marah dan tak ingin ditanya lagi tentang masalah yang belum ingin diceritakan kepada Dashie tentang mereka....
... Dashie sedang berusaha melepas genggaman tangan dari Hoshie yang belum terlepas dari tangan kirinya....
... Jemari tangan kiri Dashie berhasil terlepas dari genggaman tangan Hoshie setelah tiga menit berusaha untuk melepaskan....
... Sepuluh menit lagi dari dua puluh menit waktu yang biasa ia miliki jika tidak terjadi kemacetan didalam perjalanan dari wahana outbound tadi yang berada di dekat ditempat bisnis Hoshie sebentar lagi akan sampai di tempat dirinya akan menjemput putri atasannya dari asuhan pamannya....
..."Bagaimana jika suatu hari nanti keadaan akan berubah?" tanya Dashie....
..."Aku tetap mencintaimu" kata Hoshie....
... Menatap Hoshie dari arah samping tulus dengan apa yang ingin dikatakan olehnya kepada Hoshie....
..."Bagaimana jika aku memilih orang lain?" tanya Dashie....
..."Aku pasti sedih" kata Hoshie....
..."Bagaimana jika aku menikah dengan orang lain?" tanya Dashie....
... Menatap mata Dashie dengan kejujuran....
..."Aku akan menjadi orang baru. Orang baru yang tidak kau kenali sama sekali" kata Hoshie....
... ...
__ADS_1
... Dashie dan Hoshie tertawa bersama ketika memerankan sebuah adegan drama yang pernah mereka tonton bersama dengan Luc....