Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 46: Siapa mereka?.


__ADS_3

...Chapter 46: Siapa mereka?...


... Karyawan Ved tidak mengetahui kalau Bos mereka sedang tidak baik baik saja....


..."Jangan sampai mereka tahu tentang kondisiku sekarang" kata Ved....


... Sikapnya dibuat sebisa mungkin agar orang lain tidak mudah menyadari bahwa dia sedang sedikit tidak enak badan....


..."Ini sudah beberapa kali aku alami" kata Ved....


..."Saat ku periksakan ke dokter hasilnya semua bagus tak ada yang mencurigakan dari dalam tubuhku ini" kata Ved....


... Memperdalam merasakan dimana letak sumber rasa sakit yang sedang dirasakan dari dalam tubuh....


..."Lalu, ini apa?" kata Ved....


... Melihat ke arah luar jendela ruang kerja sambil bersandar di kursi di meja kerjanya mendengar suara jatuhnya hujan yang juga mengenai kaca jendela yang sedikit terbawa angin....


... Mendengar memperhatikan merasakan keadaan situasi yang tidak biasa terjadi kali ini....


..."Atau hanya aku yang bersikap berlebihan saja" kata Ved....


... Ved mengusap keringat di dahi dan kemudian lanjut dibagian leher belakang kepala dengan termometer yang ada di mulut....


..."Tiga puluh enam derajat Celcius" kata Ved....


... Suhu badannya setelah di cek dengan termometer juga tergolong cukup normal....


..."Alat ini tidak rusak kurasa baru beli lagi kemarin" kata Ved....


... Kenapa Ved merasa ragu dengan kondisinya sekarang karena yang dia rasakan adalah rasa panas yang luar biasa dirasakannya saat ini secara tiba tiba tapi setelah di ukur dengan alat pengukur suhu badan hasilnya normal normal saja....


..."Apa aku perlu ke dokter lagi tapi ini sudah berapa kali" kata Ved....


... Pagi sebelum siang sebelum hujan lebat siang ini, Hoshie sudah menunggu didepan rumah berada didalam mobil dikursi pengemudi mobil....


... Hoshie menunggu Nawa sambil bermain ponsel melihat harga saham pagi ini....


..."Apa Nawa sudah berangkat?" tanya Hoshie....


... Menghitung tiap waktu sudah berapa lama remaja yang sedang ditunggunya belum juga keluar dari dalam rumah....


... Pintu mobil sebelah kanan Hoshie dibuka oleh Nawa....


... Wajah tidak kesal juga tidak senang ada di raut muka remaja disebelah kanan Hoshie....


..."Ada apa dengan wajahmu itu?" tanya Hoshie....


..."Ayo kita pergi" kata Nawa....


... Hoshie berencana pergi ke beberapa sekolah mengantar Nawa mengikuti tes masuk sebagai murid sekolah pindahan baru....


... Sekolah pertama yang didatangi oleh Nawa dan Hoshie sebuah sekolah negeri pada umumnya tidak berekspektasi lebih jika Nawa akan diterima mengingat jejak yang dimiliki olehnya juga pasti akan dipertimbangkan ulang jika menerima siswa seperti Nawa yang tergolong sangat aktif....


... Hoshie menunggu diluar ruang kelas tempat Nawa mengikuti beberapa tes akademik yang diikuti oleh remaja tujuh belas tahun itu....


... Menunggu selama satu setengah jam dari tes akademik dan tes wawancara sekaligus menunggu keputusan pihak sekolah apakah Nawa layak menjadi siswa di sekolah tersebut dengan waktu yang terus berjalan cukup menjadikan kejutan untuk Nawa....


... Setelah menunggu waktu lima belas menit lagi akhirnya mereka harus menerima dengan lapang dada bahwa mereka harus berusaha lebih keras lagi untuk mencari sekolah lain untuk melanjutkan pendidikan Nawa yang terjeda sementara waktu....


..."Kau tidak sedih?" tanya Hoshie....


... Seperti tidak terjadi apapun....


..."Untuk apa?" kata Nawa....

__ADS_1


... Tidak berputus asa dengan hasil pertama usaha yang dikerjakan lalu selanjutnya Hoshie pergi mengantar Nawa lagi untuk mengikuti tes di sekolah lainnya....


... Masih dalam perjalanan menuju ke sekolah tujuan....


..."Apa dikeluarkan dari sekolah adalah sebuah kejahatan?" tanya Hoshie....


... Nawa sedang melihat layar ponsel....


..."Aku ingin semua ini cepat teratasi" kata Nawa....


..."Kamu memang manusia super percaya diri" kata Hoshie....


..."Aku sudah terbiasa" kata Nawa....


... Hoshie tidak merespon lebih lagi untuk sementara waktu hingga sampai di sekolah selanjutnya dan Nawa sedang mengikuti prosedur tes yang harus dikerjakan untuk bisa masuk di sekolah yang didatanginya kini....


... Waktu yang Nawa miliki bisa dibilang sangat berharga untuk menentukan apakah kali ini bisa lolos dan menjadi siswa tetap lagi....


... Dan akhirnya setelah menunggu selama dua jam lebih setelah melalui diskusi panjang kepala sekolah dan para guru yang bertugas di bagian kesiswaan di sekolah itu, keputusan itu didapat oleh Nawa....


..."Jangan terlalu menonjol ingat nasihat ku ini" kata Hoshie....


..."Kau tak perlu mengantarku sampai ke kelas" kata Nawa....


..."Aku, tidak akan" kata Hoshie....


... Hoshie pergi setelah Nawa diterima di sekolah barunya dan Nawa diantar oleh salah satu guru disekolah tersebut menuju ruang kelas baru....


... Guru super kece, seorang guru wanita yang berambut lurus dengan rambut panjang diatas bahu dengan perangai lembut bersedia untuk mengantar Nawa yang terkesan dingin dan terlihat seperti seorang siswa yang memberikan kesan misterius serta tak banyak bicara....


... Dia berjalan dibelakang guru perempuan itu dengan sopan tidak melihat ke arah kanan atau kiri kelas yang dilewatinya....


... Siswi siswi disana melihat kedatangan seorang siswa baru yang cukup menghebohkan mereka....


... Isi pikirannya sedikit merespon sambutan siswa siswi yang ada di dalam kelas yang baru saja dilewatinya....


..."Bagaimana mereka jika melihat Kak Hoshie?" tanya Nawa....


... Tidak ada yang spesial bagi Nawa semua dianggapnya biasa biasa saja ketika masuk ke dalam kelas mengikuti pelajaran dengan tertib dan mengingat pesan dari orang yang dianggapnya kakak itu agar tidak terlalu menonjol diantara semua siswa di sekolah barunya itu lalu Nawa duduk di kursi bangku paling pojok dekat jendela dengan penyinaran sinar matahari mengenai tubuhnya jauh lebih banyak itulah tempat duduk yang tersedia di dalam kelas untuk Nawa....


... Menjadi cuek itu yang dilakukan oleh Nawa dan tidak ingin diajak atau mengajak mengobrol teman teman di kelasnya itu. ...


... Remaja ini tidak ada yang berubah dari sekolah lamanya tetap bersikap seperti ini tidak jauh berbeda terlepas dari perkelahian yang sering dilakukan di sekolah lamanya....


... Terlihat malas malasan ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung tapi jika ditanya dia bisa menjawab dengan benar seperti yang terjadi saat ini. Nawa sedang mengerjakan soal matematika di depan kelas sendiri dalam waktu cukup singkat dan menjelaskan bagaimana caranya bisa mengerjakan soal tersebut dengan detail dan penjelasan yang sederhana diberikan oleh Nawa sehingga terlihat tidak membingungkan untuk semua pendengar yang ada di kelas tersebut....


... Wajah itu tetap milik Nawa tetap dingin dan seperti apa yang dimiliknya hanya biasa saja tak membuatnya menjadi luar biasa....


... Apa yang menurutnya biasa biasa saja berbeda dengan siswa dan siswi lain yang menyaksikan kejeniusan siswa baru ini terutama para siswi siswi di dalam kelas menjadi jauh lebih heboh....


... Pesan yang diterima oleh Nawa tetap sama dari Hoshie....


..."Jangan terlalu menonjol"....


... Pesan itu dibaca oleh Nawa di pergantian jam pelajaran yang ketiga ketika menunggu guru sejarah yang akan datang sebentar lagi didalam kelas....


... Balas Nawa kepada Hoshie....


..."Aku terlanjur keren"....


... Hoshie mengirim lagi pesan kepada Nawa....


..."Semoga kau bertemu cinta pertamamu"....


... Nawa tidak membalas pesan dari Hoshie karena jam pelajaran ketiga sudah dimulai....

__ADS_1


... Tidak terlalu keras berbicara tapi beberapa siswa dan siswi yang berada di dekatnya mendengar apa yang di katakan oleh Nawa....


..."Cinta pertama" kata Nawa....


... Berbalik di sisi lain dari dalam gedung kelasnya saat ini sedang mengikuti jam mata pelajaran sejarah pandangannya teralihkan ke gedung lain di sisi kanan tepat di sebelah gedung sekolah mereka....


... Dengan tetap mendengar apa yang di paparkan oleh guru sejarahnya yang sedang menerangkan materi ada hal yang membuatnya membagi fokus lebihnya kepada sesuatu hal yang dianggapnya cukup menarik untuk disaksikan....


..."Apa aku akan sering melihat semua itu lagi?" tanya Nawa....


..."Kira kira diantara mereka siapa yang paling bersalah" kata Nawa....


... Nawa dalam beberapa detik menikmati perkelahian antara beberapa siswi yang berusaha mengeroyok seorang siswi lain yang masih menggunakan seragam yang sama ada di dalam sebuah ruang kosong dengan tirai cokelat terbuka sebagian yang membuatnya mendapatkan sebuah celah secara tidak sengaja melihat peristiwa itu terjadi diantara para siswi yang merupakan murid murid dari sekolah lain yang ada di gedung sekolah disebelah persis sekolah barunya ini....


... Nawa kembali lebih memfokuskan diri untuk mengikuti pelajaran yang masih berlangsung di dalam kelas sambil menggenggam jari jemari tangan kanannya lalu seketika jendela yang ada di gedung sekolah di sebelah gedung kelas Nawa pecah hancur terdengar suara pecahan kaca cukup keras hingga terdengar sampai ke kelas mereka yang berjarak kira kira lima puluh meter....


... Senyum sinis ada di wajah Nawa....


... Sedangkan proses belajar mengajar terhenti sementara ketika kejadian ini berlangsung terjadi di gedung tempat beberapa siswi yang sedang berkelahi di dalam salah satu ruangan kosong gedung sekolah yang tertangkap bekelahi oleh Nawa dari tirai yang sedikit terbuka diantara jendela jendela ruangan....


..."Kurasa itu sudah cukup" kata Nawa....


... Bagi orang orang hal semacam ini jarang terjadi terlebih dengan kondisi gedung yang dibangun dengan teliti dan tidak asal asalan itu cukup kokoh dan megah untuk dikatakan sebuah bangunan sekolah bisa mengalami hal semacam ini dalam waktu singkat terlihat dari pihak sekolah tersebut datang untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi disana kenapa jendela di ruangan tersebut mendadak pecah hampir tak tersisa....


... Lantas bagaimana dengan siswi siswi yang tadi ada didalam ruangan gedung itu dalam beberapa menit mereka sudah tidak terlihat oleh Nawa lalu selanjutnya datang orang orang masuk kedalam ruangan kosong gedung tersebut....


..."Mereka sudah pergi" kata Nawa....


... Kejadian ini mengejutkan banyak pihak tentunya tapi proses belajar mengajar harus tetap berjalan sebagaimana semestinya berjalan dan hal ini keputusan para guru yang mengajar di kelas kelas di gedung tempat Nawa ada di dalam salah satu ruang kelas yang juga sedang mengikuti aturan yang sedang berlangsung....


..."Akan cukup menyenangkan bermain-main dengan mereka" kata Nawa....


... Kata katanya bisa berarti sebuah ancaman atau dia mulai dengan nalurinya yang dalam waktu lumayan lama tertidur terkunci di dalam diri Nawa atau bisa jadi ada sebuah alasan bahkan rencana lain yang menjadi motivasi baru untuk bertahan dengan di lingkungan baru....


..."Akan jauh lebih mengasyikkan jika aku ada disana" kata Nawa....


..."Mereka akan jauh tidak mengenalku" kata Nawa....


... Dengan wajah patuh ia berkata seperti itu di dalam isi pikirannya yang tidak diketahui oleh orang orang yang ada didekatnya saat ini yang menangkap kesan bahwa Nawa sedang menjadi salah satu siswa yang baik didalam kelas....


... Ledakan kaca jendela gedung sekolah itu membuat sebagian siswa dan siswi di beberapa kelas teralihkan konsentrasi mereka dari proses belajar mengajar didalam kelas yang sedang berlangsung membuat sebuah kehebohan tentang apa yang terjadi barusan di gedung sekolah mereka. Namun, hal itu tidak terlalu menjadi perhatian seorang gadis yang sedang menyalakan kran wastafel di toilet siswi yang sedang digunakan untuk membasuh mukanya yang terdapat beberapa luka dari bagian wajah dengan darah segar keluar mengalir belum berhenti cukup banyak tapi tidak membuatnya menjadi trauma bisa jadi mungkin karena sudah terbiasa....


..."Sampai kapanpun aku tidak Sudi menjadi babu kalian" kata gadis itu....


... Tiga sampai tujuh lembar tisu wajah telah digunakan untuk membersihkan darah yang ada di wajahnya itu dibuang di tempat sampah yang ada di bawah di dekat sebelah kanan tempat mencuci muka tempat gadis ini ada di dalam sana sendirian....


... Bajunya yang kembali sobek di beberapa bagian serta lusuh terkena debu setelah selesai berkelahi tadi dengan beberapa teman teman sekelasnya cukup membuat penampilannya compang camping....


... Selesai dengan baju ganti kini gadis ini kembali ke kelas dengan seragam olahraga....


... Semua melihat tapi semua juga sedang menjalankan peran mereka untuk tidak ikut campur dengan urusan pribadi teman sekelas mereka ini dan hal ini tidak membuat gentar mentalnya yang sudah dilatih hampir setiap hari dengan perlakuan diskriminasi yang dianggapnya membosankan....


... Gadis ini memeriksa apakah kursi yang akan didudukinya terdapat sebuah jebakan lagi seperti hari sebelumnya dia dapati yang membuat lumayan mengesalkan jika diingat kembali kejadian di waktu kunyahan kunyahan permen karet dan lem bercampur jadi satu menempel diatas kursi milik gadis berseragam olahraga ini....


..."Mereka tidak mungkin menyerah" kata gadis ini....


... Gadis ini menikmati udara bebas duduk di kursi miliknya itu sambil kembali membaca buku menunggu guru mata pelajaran selanjutnya datang. Baginya tidaklah begitu sakit luka luka yang di perban yang ada di wajah dan bagian tangan serta kakinya yang memang benar sakit....


... Berbisik dan berbisik beberapa teman sekelasnya terdengar oleh gadis ini tapi apa yang akan didapat jika memperdulikan mereka yang ada di dalam isi pikirannya adalah bagaimana hari ini dia bisa mengikuti pelajaran di sekolah lalu pulang seperti siswa siswi lain pada umumnya bersekolah....


..."Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu dan uangku hanya untuk menyerah kepada mereka" kata gadis ini....


... Tak berapa lama siswi siswi yang gadis ini maksud datang dengan luka luka yang juga didapat dari perkelahian mereka barusan yang berusaha mengeroyok teman satu kelas mereka secara tak seimbang yaitu satu lawan empat orang....


... Kedua jari jari mereka menunjuk mata gadis yang memasang diri dengan jiwa dan wajah penuh percaya diri itu tak menunjukkan rasa gentar sama sekali kepada mereka justru wajah mengesalkan bagi keempat teman satu kelasnya itu yang terpasang jelas di wajahnya....

__ADS_1


..."Siapa mereka?" kata gadis ini....


... Guru mata pelajaran bahasa datang dan kembali terkejut dengan kondisi beberapa siswi di dalam kelasnya yang akan diajar materi pelajaran olehnya yang memiliki banyak luka luka yang cukup menarik jika ditelusuri lalu sebelum kelas di mulai diawali dengan mengabsen nama nama murid murid di kelas dengan hanya memanggil nama nama yang memiliki kondisi seperti selesai berkelahi....


__ADS_2