Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 59: Begini begitu


__ADS_3

...Chapter 59: Begini begitu....


... Xie sampai geleng geleng kepala melihat Hoshie datang lagi dirumahnya dan Dashie belum menanggapi ajakan permintaan maaf darinya....


... Dari dalam kamar melihat dari jendela kamar....


... Mengelap miniatur mainan yang ada didalam lemari buku diambil satu persatu oleh Xie berjajar berbaris menunggu untuk dirawat oleh pemiliknya....


... Tidak memakai baju dengan celana pendek hitam....


... Di halaman sebelah rumah tepat dibawah kamar Xie....


... Bahkan angin saja terdengar datang melewati keduanya yang berinteraksi suara mereka lebih terdengar seperti sayup sayup angin sebaliknya seakan tanda tanda kehidupan yang memprihatinkan....


... Berbicara sendiri....


..."Kalian bisa bertengkar atau saling berteriak" kata Xie....


..."Bicara tapi seperti tidak bicara" kata Xie....


... Xie memindahkan miniatur mobil dan sepeda motor miliknya kedalam kamar menaruh diatas meja dengan ponsel yang menunggu untuk diangkat setelah pacarnya kembali menelepon....


... Hoshie menarik tangan Dashie yang lebih sibuk dengan layar ponsel lalu menaruh ponsel yang sedari tadi menjadi alat yang berhasil membuatnya sebal....


... Tiba-tiba menjadi begini begitu....


..."Bicaralah, yah yah" kata Hoshie....


... Menjauhkan jarak dari Hoshie dengan kedua tangan yang masih digenggam oleh Hoshie lembut dan Dashie merasa sesuatu yang mencurigakan bisa saja terjadi diantara mereka....


... Wajah penuh pertanyaan dari gadis kaus yellow muda dengan model kerah Jewel tak berlengan dan celana kain pendek....


... Wajah memelas tapi menambah Dashie tidak percaya....


..."Terimalah aku" kata Hoshie....


..."Alasannya?" tanya Dashie....


..."Karena, karena aku mencintaimu" kata Hoshie....


... Melepas kedua tangannya dari genggaman kedua tangan Hoshie....


..."Jangan bercanda terus" kata Dashie....


... Berkata jujur....


..."Tidak, aku tidak berbohong" kata Hoshie....


... Dashie tidak pergi dari tempat duduknya kembali menulis nama nama di label makanan untuk para pelanggan toko ibunya yang sudah memesan coklat....


..."Kau perlu bantuan ku?" tanya Hoshie....


..."Duduk saja dan bermain dengan ikan ikan itu" kata Dashie....


... Menatap Dashie lalu melihat kolam lagi....


... Hoshie dengan box berisi pakan ikan koi menabur ke segala arah kolam yang berisi sepuluh ikan koi yang sedang berenang berebut makanan yang diberikan olehnya sedikit demi sedikit....


... Tiba tiba seperti anak kecil....


..."Dashie" kata Hoshie....


... Sibuk menulis....


..."Hmmmm" jawab Dashie....


... Memastikan keberadaan diri....


..."Sayang ku?" panggil Hoshie....


...Menyebut namanya dengan jawaban kepastian hubungan mereka....


..."Hoshie!" kata Dashie....


..."Ya, yah. Aku tahu, aku salah" kata Hoshie....


... Akhirnya mengakui kesalahannya sendiri kepada Dashie....


..."Maaf soal tadi pagi, sungguh aku tidak tahu mantanku akan semarah itu" kata Hoshie....


... Tatapan tajam kepada Hoshie....


..."Kau hanya perlu meminta maaf saja, dia sudah jadi mantanmu" kata Dashie....


... Menjadi lebih sadar....


..."Aku juga salah, tapi kita berdua memang tidak saling berhubungan sudah satu bulan ini" kata Hoshie....


... Tatapan Dashie berubah menjadi lembut dan tidak menunjukkan kemarahan....


..."Hmmmm" kata Dashie....


..."Jadi, kita jadian sekarang?" tanya Hoshie....


... Dashie memberikan satu buah white chocolate di mulut Hoshie dengan tidak marah tidak juga mempercepat waktu....


..."Ini manis" kata Hoshie....


... Menghembuskan nafas lembut dengan kondisinya yang kembali ditolak oleh Dashie untuk kesekian kalinya....


... Dashie sedang menunggu wajah marah yang mungkin bisa dimiliki oleh Hoshie menunggunya untuk kesekian kali dari setiap penolakan....


... Yang terlihat malah Hoshie asyik bermain dengan ikan ikan peliharaan ibunya dan tidak begitu menghiraukan situasi yang membuatnya sedih sebuah hal yang membuat lagi Dashie curiga dengan sikapnya ini untuk kesekian kalinya terkadang dia tidak marah sama sekali meski dibentak olehnya membuat ini tidak wajar bagi Dashie....


... Tentang Hoshie menurut Dashie....


..."Aku tidak tahu, apakah aku harus senang atau apa?" tanya Dashie....


..."Dia kembali tak memiliki sifat itu, apa dia sedang menipuku?" tanya Dashie....


... Hoshie mengambil satu ikan menaruhnya diatas tangannya gembira seakan puas hanya dengan bermain dengan seekor ikan mengajak bicara ikan ditangan dan tidak mempedulikan Dashie yang melewatinya pergi dengan pekerjaan yang sudah selesai....

__ADS_1


... Dashie berpapasan dengan Xie di halaman depan rumah....


..."Dimana temanmu?" tanya Xie....


..."Bermain dengan ikan ikan" kata Dashie....


..."Oh" jawab Xie....


... Xie belum selesai dengan kekasihnya yang sejak tadi pagi menghubungi dan baru diangkat olehnya ketika jam sekarang sudah pukul lima sore....


... Mengambil tempat menjauh dari Hoshie yang terlihat tenang dan itu jauh lebih berhati-hati untuk mengambil sikap itulah tindakan yang dilakukan oleh Xie setahunya tentang pribadi teman adiknya itu yang sering terdengar informasi yang didapat olehnya dari orang orang kepercayaan....


... Untuk Nora....


..."Sebentar" kata Xie....


... Menutup speaker ponsel menurunkan tingkat suara yang akan didengar oleh pacarnya ketika akan berbicara dengan Hoshie....


..."Dia tidak marah, dia memang seperti itu" kata Xie....


... Lalu pergi melanjutkan mengobrol dengan pacarnya yang sedang menunggu Xie mengajaknya berbicara lagi dari dalam ponsel....


... Mengangguk sambil bermain air dari dalam kolam dengan ikan ikan yang mengerubungi tangan kanannya yang menabur makanan untuk mereka....


... Lalu Dashie kembali setelah menaruh label label tadi diatas meja ruang makan....


... Menunggu Hoshie mencuci kedua tangan dari air kran dekat kolam ikan....


..."Marahlah" kata Dashie....


... Selesai mencuci kedua tangan lalu menatap Dashie....


..."Untuk apa?" tanya Hoshie....


..."Kau terlalu baik" kata Dashie....


..."Ternyata, aku membuatmu takut" kata Hoshie....


..."Sorry" kata Hoshie....


... Salam perpisahan dari Hoshie dari lambaian tangan dan senyum menawan untuk Dashie tidak tertinggal menutup hari ini mengiringi matahari yang mulai tenggelam langit sudah berubah warna dengan awan menguning bercahaya semakin gelap dengan bertambahnya waktu untuk Dashie yang juga sedikit kasihan dengan apa yang sudah dilakukan kepada Hoshie....


... Ada sesuatu yang dirasa sedikit janggal atau apalah itu yang dirasakan olehnya ketika Hoshie pergi tapi Dashie belum menemukan hal misterius itu....


... Melihat pukul berapa sekarang lalu kakaknya menariknya untuk membuat adiknya mengikuti kemana kakaknya pergi tidak jauh keluar dari rumah kira kira melewati dua rumah dari letak rumahnya dengan baris yang sama menghadap ke arah selatan....


..."Duduk disini dan temani kakak untuk potong rambut" kata Xie....


... Tidak hanya mengganti gaya rambutnya sendiri melainkan juga mengganti gaya rambut adiknya sekaligus mengganti warna rambut adiknya dengan warna pilihannya sendiri....


..."Kalian tidak berubah tetap kompak sejak kecil" kata bibi pemilik salon....


... Niat untuk mengantar kakaknya pergi mengubah gaya rambut ini malah mengganti mengubah gaya rambutnya sendiri sedangkan untuk Xie sibuk dengan gaya dan warna rambut apa yang akan dipilih yang akan di aplikasikan untuknya sendiri....


..."Bibi, tolong buat adikku bertambah cantik" kata Xie....


... Bibi berlipstik ungu ombre berkata, dan ia berkata "Ok, siap!"....


..."Kenapa aku nurut nurut saja?" tanya Dashie....


..."Bibi senang kalian jarang sekali terlihat bertengkar" kata bibi berlipstik ungu. ...


... Mengelak sedikit....


..."Tidak juga, kami hanya sedang menunda semua itu" kata Dashie....


... Xie menanggapi dengan suara santai melihat layar ponsel....


..."Maafkan adikku yang sedikit menggemaskan ini" kata Xie....


... Wajah cemberut dengan mulut berbicara sendiri tanpa suara dan bibi pemilik salon melanjutkan memotong rambut panjang Dashie....


... Merasa ada yang kurang dari diri mereka....


... Lima belas menit yang berharga sudah berlalu sekarang saatnya mulai mewarnai rambut....


..."Sudah lama Bibi tidak melihat Ved, bagaimana kabarnya sekarang?" tanya Bibi pemilik salon....


... ...


... Langsung merespon penuh semangat....


..."Dia, dia selalu sibuk dengan bisnis bisnisnya" kata Dashie....


... Ikut meramaikan suasana dengan pura-pura batuk....


..."Uhuk uhuk"...


..."Ehmm ehmm!" kata Xie....


..."Iya, iya kakak. Aku salah, sorry" kata Dashie....


... Suasana terpecahkan oleh bibi pemilik salon....


..."Bibi senang bisa melihat kalian berteman tapi bibi sedikit khawatir jika kalian mulai saling menjauh" kata bibi pemilik salon....


... Menatap wajah bibi dari cermin lebar didepannya berusaha untuk menenangkan hati dan pikiran bibi ini....


..."Bibi jangan khawatir, kami berdua selalu menjalin hubungan baik" kata Dashie....


... Hening didalam salon dengan suara suara hasil pekerjaan bibi pemilik salon waktu mengisi memberi warna pada rambut Dashie....


... Sepuluh menit berlalu lalu bergerak semangat....


... Xie sudah berhasil mendapatkan model dan warna rambut yang sesuai dengan yang diinginkan lalu menunjukkan kepada Bibi pemilik salon....


..."Bibi, bagaimana kalau yang ini?" tanya Xie....


..."Ini Xie banget" kata Bibi pemilik salon....


..."Ok" kata Xie....

__ADS_1


... Xie mengambil dua permen berwarna biru dari dalam kaleng kaca yang dijual di toko lalu memberikannya kepada Dashie....


..."Ini, buka sendiri bungkusnya kau bukan anak kecil lagi" kata Xie....


... Menerima permen dari Xie....


..."Siapa yang mau terus di manjakan" kata Dashie....


... Membuka bungkus permen dari Xie sendiri lalu menunggu pewarna rambut bekerja lebih baik dari depan cermin menengok kekanan dan kekiri lampu lampu toko yang sudah mulai menyala dinyalakan oleh Bibi pemilik salon lalu kembali melanjutkan pekerjaan memotong rambut Xie....


... Melihat cermin didepannya lagi sambil menikmati permen dengan rasa blackcurrant....


... Sekelebat bayangan hitam seperti lewat dibelakang mereka dirasakan kehadirannya oleh Dashie langsung berbalik ke arah belakang namun tak ada apapun selain ketiga orang didalam toko termasuk dirinya setelah itu pergi berjalan menjauh dari kursi tempat duduk salon pergi melihat ke arah luar toko....


..."Seperti ada sesuatu lewat tadi dibelakang ku" kata Dashie....


... Dashie tidak menemukan hal aneh yang dimaksud dalam pemikirannya lalu kembali berjalan akan duduk ditempat duduknya semula namun terhenti langkahnya tiga langkah selanjutnya dari langkah awal kembali berbalik lagi....


..."Aku harap aku hanya salah kira" kata Dashie....


... Dia kemudian tertawa dengan gigi yang terlihat dengan mulut merah bagian luar dan dalam matanya bulat besar menakutkan berwujud selayaknya manusia dalam bentuk bayangan....


..."Hahahaha" ...


... Suara menakutkan itu mengejutkan Dashie yang berhenti melanjutkan langkahnya lagi kembali duduk di tempat semula sedang memegang bagian atas kursi untuk bersandar dengan tangan kanan yang merespon erat setelah mendengar sebuah suara tawa dari arah yang tidak jauh....


... Bayangan hitam itu bersembunyi diatas toko tempat Dashie ada didalam sana lalu pergi menghilang dengan gerakan waktu hitungan detik saja sebelum ada orang yang melihat keberadaannya....


..."Aku anggap ini hanya halusinasi ku saja" kata Dashie....


... Sembilan puluh lima persen berharap....


..."Ya, itu hanya halusinasi ku saja" kata Dashie....


... Duduk kembali ditempat duduknya semula memandang dirinya sendiri didepan cermin lalu Xie mengajak bicara....


... Melirik sedikit ke arah kanan melihat adiknya yang terlihat ketakutan tanpa sebab....


..."Kau kenapa?" tanya Xie....


... Tersadar dari lamunan....


..." Oh, aku. Aku tidak apa-apa" jawab Dashie....


... Majalah bergambar seorang model wanita berambut pendek dengan warna kuning keemasan beserta jepit rambutnya dikepala diambil oleh Dashie dibuka bagian halaman secara acak lalu dibaca olehnya untuk mengalihkan rasa takut....


... Udara dingin di penutup hari datang jauh lebih dingin tidak seperti biasanya membuat Xie memeriksa kembali cuaca hari ini secara online melalui ponsel dan cuaca tidak berubah tetap dalam keadaan cerah tidak berawan apalagi akan datang hujan....


... Berbeda dengan Dashie yang bereaksi dengan kondisi cuaca yang tiba tiba saja mengubah suhu udara disekitar mereka tampaknya tidak berpengaruh apapun padanya padahal Xie sedang berusaha menahan cuaca dingin yang sedang berlangsung....


..."Setelah ini kau ada kegiatan apa?" tanya Xie....


... Membuka lembar halaman majalah yang sedang dibaca....


..."Mengantar coklat ke pelanggan Mama" kata Dashie....


... Perhatian seperti biasa....


..."Aku akan mengantarmu" kata Xie....


..."Tidak perlu, aku akan pergi ke bibi Linus" kata Dashie....


..."Nanti, aku akan pergi diarah yang sama. Bagaimana kalau kita pergi bareng?" tanya Xie....


..."Ide bagus" kata Dashie....


... Mengontrol jenis kayu tentang kualitas meja satu persatu dengan stik stik kayu juga bola bola berwarna warni saling terjadi tawar menawar barang yang akan dijual kepada pembeli dengan sedikit tawar menawar yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak diantara pembeli dan penjual sedang yang di lakukan oleh Hoshie bertemu langsung dengan pengusaha penjual meja biliar....


..."Aku tidak melihat pujaan hatimu" kata pemilik usaha....


..."Biasalah" kata Hoshie....


..."Biasanya dia yang memilihkan barang yang akan kau beli" kata pengusaha tersebut....


... Menutup mulutnya yang akan tertawa kecil....


..."Padahal aku sudah berusaha" kata Hoshie....


... Transaksi pembelian lima meja biliar sesuai dengan kualitas model dan harga yang diinginkan didapat oleh Hoshie berlangsung lalu mobil mobil pengangkut meja meja biliar tersebut datang berbaris untuk mengangkut mengantarkan sampai ditempat usaha Hoshie....


... Hoshie memperhatikan dan membantu mengarahkan para pekerja dari toko disaat setiap meja yang diangkut ke atas mobil satu persatu bergantian. ...


... Setelah semua meja meja biliar tersebut siap dibawa ke tempat usahanya lalu Hoshie membuka pintu mobil tipe SUV masuk kedalamnya lalu menyalakan mesin....


... Dari arah belakang semua barang barang belanjaan Hoshie mengkuti mengiringi disepanjang jalan....


..."Sudah pukul berapa ini?" tanya Hoshie....


... Jarum jam sudah menunjukkan hampir pukul setengah tujuh malam....


... ...


... Kira kira membutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai ditempat tujuan Hoshie. Sebuah waktu yang cukup jika menghitung berapa lama semua meja meja itu ditaruh di setiap bagian ruang yang sudah dipersiapkan sebelumnya rapi....


... Pukul tujuh lebih sepuluh menit setelah pekerjaannya sudah selesai dikerjakan....


..."Kau datang sendiri?" tanya seorang bertopi hitam....


..."Ya" kata Hoshie....


..."Tidak ada sama sekali?" tanya temannya lagi....


..."Kau bisa lihat" kata Hoshie....


... Berjalan beriringan dan semua menyapa kedatangan Hoshie....


... Yang lain sedang bersama pasangan mereka sedangkan untuk Hoshie dengan dirinya sendiri yang membuat mereka terasa aneh untuk seorang Hoshie....


..."Beneran, nggak ada sama sekali kali ini?" tanya temannya yang lain berjaket kulit biru....


..."Didalam sana kau bisa bebas memilih" kata temannya itu....

__ADS_1


... Hoshie tidak menanggapi dengan serius perkataan dari temannya yang dianggapnya sudah menjadi hal yang wajar tentang dirinya yang mereka sudah kenal....


__ADS_2