Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 41: Peduli dengan mu lagi.


__ADS_3

...Chapter 41: Peduli dengan mu lagi....


... Menyalakan televisi lalu bersandar di kursi panjang ruangan tersebut....


... Langsung tidur....


... Orang ini tidak tahu bahwa seseorang baru saja datang dengan banyak luka yang dia dapat setelah keduanya berhasil selamat dari suatu tempat sebuah tempat yang hampir saja menjadi  tempat terakhir mereka berdua bisa menghirup udara bebas....


... Hoshie ada di sofa lainnya sekarat diruang menonton televisi dengan volume suara yang tidak keras terdengar oleh seluruh isi penghuni rumah....


... Orang disebelah Hoshie terbangun....


..."Sejak kapan kau kemari?" tanya Nawa....


...  Rasa sakit ditahan oleh Hoshie....


..."Sejak tadi" jawab Hoshie....


... Nawa pergi mencari peralatan medis yang berada di salah satu bagian depan ruang tiap tiap kamar anak anak panti asuhan yang sudah menghentikan aktivitas mereka untuk beristirahat....


... Berbicara lirih....


..."Sudah kubilang aku tidak apa apa" kata Hoshie....


... Hoshie menerima alat alat medis yang diberikan oleh Nawa lalu remaja ini melanjutkan menonton acara televisi malam ini sambil memakan kue keju....


..."Bisa tidak ganti channelnya" minta Hoshie....


... Nawa melirik Hoshie yang sambil menggigit satu kue keju dari tangan kanannya perlahan....


..."Ok" kata Nawa....


... Berapa persen lagi luka yang didapat oleh Hoshie yang membuat daya tahan tubuhnya berbagi ke bagian bagian tubuhnya yang terluka sudah menyembuhkan dengan sendirinya memang perlahan tapi sampai kapan hal semacam ini bisa terus terjadi padanya, dia tidak tahu kapan hal ini bisa berakhir dengan rasa bosan yang dirasakan sambil membalut luka luka yang sudah diterima....


..."Ini sungguh melelahkan" kata Hoshie....


... Enam menit kemudian Nawa mematikan televisi karena sudah semakin malam takut menimbulkan suara yang akan mengganggu anak anak panti yang sedang tertidur....


..."Kau tertarik dengan rumahku?" tanya Hoshie....


... Memegang ponsel berhenti sejenak menyentuh layar ponsel lalu melihat kearah Hoshie yang sedang mengajaknya bicara....


..."Turunkan harganya bisa kan" kata Nawa....


... Menggunting perban lagi yang ada di sisi kiri tempatnya duduk di sofa....


..."Kau tidak perlu menyewa langsung tinggal saja denganku" kata Hoshie....


... Sangat responsible....


..."Aku. Tidak, tidak kau jauh lebih bahaya jika didekati" kata Nawa....


... Menaruh obat merah didalam kotak peralatan medis lagi dilakukan oleh Hoshie....


..."Oke" kata Hoshie....


..."Aku lebih nyaman disini" kata Nawa....


... Langsung menyambungkan kata kata yang Nawa baru saja katakan kepada Hoshie....


..."Misimu sudah selesaikan" kata Hoshie....


... Melanjutkan lagi kalimat yang akan diucapkan untuk Nawa....


..."Orang itu sudah pergi" kata Hoshie....


... Yang dimaksud oleh Hoshie adalah tugasnya untuk mengawasi gerak gerik teman mereka yang menyamar sebagai Ren yang sudah lama pergi tidak kembali....


..."Orang itu sungguh kasihan sekali bahkan disaat pergi tak ada yang mencarinya" kata Nawa....


... Menginggat waktu disaat Ren menghilang yang merupakan salah satu penghuni panti asuhan tersebut yang kembali datang ditempat tinggalnya sejak kecil kembali dengan wajah miliknya tapi bukanlah Ren yang sebenarnya datang bersama dengan Nawa. Itulah awal peran mereka di tempat penuh kenangan ini....


... Hoshie selesai dengan perban perban yang sudah mengikat di bagian tubuhnya yang terluka bersandar di sofa tanpa mengingat lagi rasa sakit yang ada....


..."Bagaimana dengan sekolahmu?" tanya Hoshie....


... Senyum Nawa merespon merasa aneh dengan pertanyaan yang diajukan oleh Hoshie....


..."Kau bukan mereka tak perlu perhatian padaku" kata Nawa....


... Hoshie tidak merasa heran dengan jawaban itu karena jawaban kali ini tidak jauh berbeda dengan makna jawaban jawaban yang didengarnya dengan makna yang sama....


..."Kau butuh seorang kakak kan. Aku bisa melakukannya" kata Hoshie....


...Menjawab tanpa rasa takut....


..."Mengapa aku merasa tidak yakin dengan niat baikmu?" tanya Nawa....

__ADS_1


... Mau marah tapi Hoshie sadar diri kalau waktu ini tidak tepat merespon berlebih dengan seorang anak kecil baginya itu....


... Berbicara sedikit menekan nada suara....


..."Kau akan meluapkan semuanya padaku!" kata Hoshie....


... Wajah datar tanpa rasa bersalah setelah mengatakan hal tadi kepada Hoshie....


..."Sorry" kata Nawa....


... Melanjutkan mengatakan kalimat selanjutnya kepada Hoshie....


..."Ini kue untuk mu" kata Nawa....


... Hoshie menerima tawaran kue keju yang ada didalam kotak makan yang terbuat dari plastik yang bisa digunakan berulang ulang....


... Dashie sudah ada di dalam kamarnya sendirian  berbaring dengan sisa energi sudah berganti piyama hijau siap untuk tidur dengan selimut yang ditarik menutup separuh raga menutup matanya lalu terbuka lagi sedang menjalani proses tidur....


... Jarum jam di dinding kamar berbunyi seperti biasa terdengar tidak begitu jelas Dashie sudah mulai tertidur pulas mata tertutup perlahan....


... Seseorang yang tidak dikenal olehnya  menyapa ramah....


..."Akhirnya kau pulang"....


... Suara itu wajah itu asing untuknya tapi tidak untuk mereka yang ada di dalam ruangan dengan dinding jendela lebar terbuka angin datang membawa tirai tirai menari sedang menjauh lalu kembali di sisi jendela....


... Pria itu menyapa lagi menyusul yang lain yang berpakaian klasik baik itu perempuan atau laki laki menyapa seperti seseorang yang saling mengenal lama terikat berhubungan baik sikap yang mereka tunjukan kepada Dashie yang masih merasa asing dengan semua tempat dan tentang mereka....


... Dashie mencari celah dari mereka pergi dari keramaian tempat dan orang orang yang membuatnya asing sekaligus membawanya semakin berada dalam perasaan takut menyadari mengambil rasa sadar tentang keberadaanya yang memang bukanlah seharusnya ada ditempat itu dan kini dia terus pergi melewati mereka keluar menuju sebuah arah tempat dimana udara terasa lebih membuatnya terlepas dari kekuatan tekanan yang dirasakan bukanlah tempat yang seharusnya ada disana tapi tidak seperti dugaan harapan yang diharapkan melainkan hal itu terjadi menjadi puncaknya dan tempat itu adalah puncak dari ketidaknyamanan itu yang bukanlah benar benar dunia miliknya selama ini. ...


..."Aku tidak ingin terjebak dalam dunia ini" kata Dashie....


... Sebuah mayat menghitam berbaring diatas tempat tidur mengering berselimut kain cukup tebal pandangan matanya menjadi kabur seketika melihatnya didepan mayat tersebut lalu tersadar kembali dengan pandangan yang lebih jelas melihat siapa yang ada didalam ruang yang terdapat sebuah nama pemilik ruangan tersebut adalah namanya sendiri ketakutan terbangun kemudian dari mimpi buruknya membuka mata menatap langit kamar hening suasana tengah malam menginjak ke arah pagi ini. Wajahnya berkeringat tidak terlihat baik baik saja kondisi suasana hati dan pikirannya dalam hening detak jarum jam dinding terdengar mengisi suara ruangan....


..."Mengapa aku menjadi mayat?" tanya Dashie....


... Mengatur napas yang terengah engah....


... Bertanya kepada diri sendiri lagi, dan dia berkata "Siapa mereka?"....


... Perjalanan menuju arah pulang yang cukup dramatis untuknya hingga memberi efek sampai didalam alam mimpi yang baru saja terjadi membuatnya sulit untuk melanjutkan tidur kembali sebagai dugaannya saat ini yang sedang berusaha untuk tidur lagi memiringkan arah tidurnya disisi kanan memeluk bantal kotak biru. ...


... Waktu semakin berlalu langit gelap semakin berubah terang matahari hangat pagi cerah menyelimuti langit....


... Seseorang yang sedang melakukan aktivitas pagi dengan setelan olahraga berwarna hijau berlengan dan celana panjang sepatu putih tali olahraga sebagai alas kaki akan melewati depan rumah Owen dengan jendela kamarnya yang terbuka terlihat dari arah tempat Ved sedang jogging....


... Keluar seorang gadis dengan membawa dua kantong kresek hitam lumayan besar di kedua sisi tangan....


... Berjalan ke tempat pembuangan sampah lalu kemudian membuka penutup sampah setelah itu membuang sampah yang ada di kedua tangannya berdasarkan sampah organik dan non-organik yang sebelumnya sudah dipisah sebelum akan dimasukkan ke dalam tempat sampah yang ada depan rumah....


... Selesai membuang sampah ditempat sampah lalu menutup kembali penutup sampah tadi lalu datang Ved menyapa Owen....


..."Morning!" kata Ved....


... Membalas sapaan dari Ved....


..."Morning" kata Owen....


... Mereka berdua mengobrol cukup serius dengan jarum jam yang bergerak memutar di lihat oleh seseorang yang sedang ada diatas motor matic klasik biru laut serta memakai helm hitam gaya retro dengan kacamata tidak hitam mengawasi keduanya yang sedang mengobrol....


..."Siapa gadis itu?" tanya wanita ini....


... Penasaran....


..."Aku baru melihatnya" kata wanita ini lagi....


... ...


... Dengan waktu tiga menit yang mereka gunakan lalu di detik selanjutnya mereka mengakhiri obrolan mereka yang terlihat Ved pergi melanjutkan jogging lagi sedangkan gadis yang diajaknya bicara barusan masuk kembali kedalam rumahnya dengan mengunci pintu gerbang rumah dari dalam terlihat dari pantauan wanita yang mengawasi keduanya....


... Berbeda dengan Dashie yang sudah dua ratus meter berlari dari arah rumahnya sekarang dia sedang berhenti jongkok mengambil napas sejenak setelah berlari di pagi ini seseorang memberikan air mineral dalam botol dingin menyadari seseorang datang dia menengadah keatas menatap wajah yang ada di bawah langit bercahaya cerah oleh matahari dan gadis ini tetap bisa langsung mengenali siapa orang itu....


..."Ambil ini dan istirahatlah. Kau sudah cukup lelah" kata Ten....


... Mengambil waktu yang berharga kali ini Ten menunggu sampai gadis yang diajaknya bicara bisa membalas keramahan yang dia lakukan....


..."Ayolah!" kata Ten....


... Pria ini menarik Dashie agar duduk di salah satu ayunan di taman tempat mereka bertemu setelah olahraga lari pagi ini bersama diantara orang orang yang lainnya juga yang sedang berolahraga secara kebetulan di waktu dan tempat yang sama....


... ...


... Mengusap keringat di sisi kanan dan kiri wajah mantan pacarnya dengan lembut tatapan mata itu diberikan lagi kepada Dashie yang juga menatap mata indah itu belum mengalihkan pandangan mantan pacarnya....


..."Sudah" kata Ten....


... Kemudian, dia membuka tutup botol air mineral yang masih tersegel lalu memberikannya kepada Dashie....

__ADS_1


... Dashie menerima air minum dari tangan Ten....


..."Bicaralah, jika kau tidak suka" kata Ten....


... Dashie menatap Ten yang sedang meneguk air mineral miliknya di depan gadis ini....


..."Jangan memaksakan diri bahwa kau bisa mengatasi segalanya" kata Ten....


... Dashie lalu menutup air mineral dari Ten....


..."Kau tidak haus?" tanya Ten....


... Menggelengkan kepala Dashie menjawab pertanyaan dari Ten yang kemudian menaruh botol air mineral yang habis sepertiga diminum di sisi kanannya duduk sekarang....


... Seakan orang yang sedang ada disisinya saat ini tahu isi hatinya yang membuatnya sesak terisi penuh oleh banyak hal yang tidak ingin diceritakan tapi dia butuh seseorang untuk berbagi cerita tentang dirinya yang kini menjadi sedikit berubah menurut versi dirinya sendiri....


..."Benarkah. Aku bisa melakukannya?" tanya Dashie....


... Penuh percaya diri....


..."Kenapa tidak bisa?" tanya Ten balik....


... Ponsel Dashie berdering dan orang yang sedari tadi menghubunginya lewat ponsel adalah salah satu maksud dari nasehat yang dia berikan....


... Dashie berpikir ulang tentang nasehat yang diberikan oleh mantan pacarnya yang memberikan nasehat ketika dia tahu bahwa sejak tadi terlihat darinya layar ponsel Dashie sedang di hubungi oleh Hoshie....


... Ten mengambil botol berisi air mineral di sisi kanan tempatnya duduk lagi....


..."Kalian tidak jadian kan?" tanya Ten....


... Tersenyum lagi sambil minum air mineral di tangannya lagi sedangkan ponsel Dashie sudah kelima kalinya berdering panggilan telepon dari Hoshie belum juga diangkat oleh Dashie....


..."Aku mengenalmu dan semua itu bukan style mu" kata Ten....


... Ponsel Dashie berhenti berdering....


... ...


..."Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya Dashie....


... Tatapan tanpa kepalsuan untuk Dashie....


..."Aku?" tanya Ten pada diri sendiri....


..."Bisakah kau menungguku sebentar lagi?" tanya Ten....


... Dashie belum mengiyakan permintaan dari Ten yang sedang berusaha bersungguh sungguh tentang perasaannya pada gadis ini....


... Menunggu jawaban dari Dashie namun dia sadar jika memintanya untuk menjawabnya sekarang juga itu berarti dia sangat egois setelah apa yang telah diperbuat olehnya kepada Dashie tempo hari pasti sangat membuat gadis yang disayang ini menjadi sedih....


... Dari dalam tas kecil selempang yang dipakai oleh Ten diambil sebuah kotak putih dengan pita satin manis diatas penutupnya diberikan kepada Dashie....


..."Apa ini?" tanya Dashie....


... Langsung menjawab pertanyaan dari Dashie....


..."Pakailah ini, jika kau mau menungguku" kata Ten....


... Dashie merasa tidak yakin dengan keberadaan nya di sana jika terlalu lama di dekat Ten....


..."Terima ini. Berikan padaku jika kau tidak yakin" kata Ten....


... Dashie menerima sebuah kotak dari Ten dan pergi melanjutkan lari paginya di arah berbeda yang akan Dashie ambil....


... Berhenti berbalik kepada Dashie setelah delapan langkah menjauh dari Dashie menyuruh Dashie untuk berlari lagi melanjutkan apa yang seharusnya akan dilakukan oleh Dashie....


... Dalam hati sambil melihat dan menerima kode tangan yang diberikan oleh Ten kepadanya lalu Dashie berbalik berjalan bertambah kecepatan langkah kakinya menjauh dari Ten yang sedang memperhatikan Dashie semakin menjauh darinya lalu dia juga mengambil jalan sendiri yang dia pilih....


... ...


... Pagi yang cerah sebelum jam pelajaran pertama sekolah dimulai baru sampai Rumy di dalam halaman sekolah setelah baru turun dari dalam bus bersama siswa dan siswi lainnya yang juga bersekolah di sekolah yang sama berjalan terus melewati lapangan sekolah yang berumput hijau segar menuju bangunan kelas....


... Mendapatkan satu notifikasi dari dalam ponsel lalu melihat layar ponsel mengetahui seseorang telah mengajaknya untuk berteman tanpa Rumy ketahui dari arah belakang seseorang yang merupakan teman sekelasnya berlari penuh semangat menuju arah Rumy yang akan menanggapi pertemanan baru dari notifikasi yang diterima....


..."Rumy!" teriak seorang remaja putri sambil menepuk pundaknya....


... Rumy kaget spontan ponselnya jatuh di atas rumput dan tidak jadi menanggapi notifikasi yang baru saja diterima oleh Rumy dari seseorang yang baru dikenalnya tanpa sengaja....


... Teman sekelas Rumy mengambil ponsel teman kelasnya itu yang terjatuh....


..."Oh. Sorry" kata teman satu kelas Rumy....


... Rumy menerima ponselnya dari teman kelasnya....


..."Ok. No problem" kata Rumy....


... ...

__ADS_1


__ADS_2