
...Chapter 164: Balik....
..."Dia tidak sepenuhnya menyebalkan. Kau hanya perlu lebih mengenalnya" kata Ghazi....
... Menatap kakak perempuannya itu....
... Di terlihat sedih....
..."Aku tidak membicarakan orang itu" kata Dashie....
... Mengambil satu slize grapefruit dari atas mangkuk kecil lalu memakannya....
... Suara Dashie sedang menggigit buah orange di kedua tangan....
..."Aku tidak tahu kenapa ini sangat sulit untukku" kata Hoshie....
..."Mengapa dari semua genre kehidupan ini aku mendapatkan genre ini?" tanya Hoshie....
..."Aku harus memilih tetap bertahan atau aku … " kata Hoshie....
... Dia tidak menangis tapi dia terdengar sangat sedih dari setiap kata yang diucapkan....
..."Aku memang orang jahat sangat jahat tapi apakah aku tidak pantas untuk mendapatkan kesempatan kedua itu" kata Hoshie....
... Dia dengan jarak yang tidak berbeda melihat kondisi teman sesama bangsa Blacwhe itu....
... Dashie yang seakan merasakan sesuatu yang membuat dirinya menjadi sedih tanpa sebuah sebab melihat ke sekitar tapi ia tidak tahu apa yang ia sedang cari....
... Hatinya terasa sakit seakan perlahan menyiksa membuatnya sulit untuk bernafas ini kali pertamanya merasakan hal itu lalu tanpa diduga rasa sakit itu pergi tanpa membekas lagi tapi apa yang sedang terjadi kepada Hoshie yang jauh berbeda dengan masih merasakan rasa sakit yang baru saja dialami oleh Dashie....
..."Kau ingin merenggut nyawanya. Aku bahkan tak tega jika masih tetap berada didekatnya dan lebih memilih menjauh" kata Ten....
... Melihat dengan tatapan sini kepada Hoshie....
..."Kau yakin bisa mengubah sikapmu ini" kata Ten....
..."Tapi, aku juga masih ingin hidup" kata Hoshie....
... Dia tertawa seakan tak percaya kata-kata itu muncul langsung dari lisan seorang Hoshie....
..."Kau lupa kita bukan manusia yang sempurna" kata Ten....
... Melihat rekan sesama bangsa Blacwhenya itu....
..."Aku yakin, dia juga mencintaiku seperti dia mencintai manusia yang sempurna tak pernah membedakan tentang apapun" kata Hoshie....
..."Kini kau jauh lebih mirip dengan manusia" kata Ten....
..."Kau tiba-tiba menjadi sekutu ku" kata Hoshie....
... Dia tertawa lagi sambil melihat wajah Hoshie lagi sekilas lalu melihat pemandangan kota di waktu pagi ini....
..."Kasihan. Aku hanya kasihan padamu" kata Ten....
..."Aku akan mengunjungi makammu maka bertahanlah" kata Ten....
..."Aku yakin dia akan bahagia jika ia kembali padamu" kata Hoshie....
... Dia bicara jujur....
..."Dia jauh lebih menyayangi dirimu lebih daripada dia menyukaiku" kata Ten....
..."Dan kau selalu membuatnya menangis" kata Ten....
... Dia marah dengan sikapnya yang tegas dalam berkata didetik-detik seperti sebelumnya....
..."Padahal kau sangat menyukainya tapi sedikit kebohongan masih tetap ada dalam setiap tindakan mu" kata Ten....
... Dia menghilang dari pandangan sesama bangsa Blacwhe yang ia kenal sebagai rivalnya selama ini....
... Merasa bersalah dengan cinta dan kasih sayang yang sudah ia berikan hanya untuk Dashie hanya akan membuatnya terluka seperti itu....
... Hal ini juga diketahui oleh bangsa Blacwhe lain yang juga mendengar kisah seperti ini jika salah satu dari bangsa Blacwhe benar-benar menyukai orang lain maka rasa sakit seperti itu akan muncul tidak mengenal batas waktu atau tempat tanda seperti ini bisa kapanpun muncul....
... Hoshie yang melihat lagi unggahan tentang Dashie yang memakan grapefruit....
... Dia yang sedang memakan potongan buah semangka mengambil gambar dirinya sendiri beberapa kali lalu mengunggah di akun sosial media yang sama yang saat ini juga dibuka oleh Dashie tidak lupa memberi tanda akun gadis yang sedang makan grapefruit itu di foto dirinya yang sudah diunggah....
..."Hooo. Sweet"....
... Dia memberi komentar dari unggahan gambar yang baru saja di unggah oleh Hoshie....
... Hoshie....
... Dia balik mengomentari potret yang diunggah oleh Dashie....
..."Darling"....
... Lagi....
... Mode mengetik....
... Berhenti sejenak lalu mengurungkan niatnya untuk berkomentar lagi tapi mengirim pesan kepada orangnya langsung lewat pesan biasa....
..."Hug me!"...
... Dibaca oleh Dashie tapi tidak dibalas oleh gadis ini....
... Dia yang sudah memiliki sebuah janji bertemu dalam urusan bisnis dengan orang lain....
... Pukul delapan pagi....
... Sudah rapi dengan kemeja putih serta setelan jas dan celana formal abu-abu hitam serta alas kaki sepatu hitam dengan kaos kaki hitam....
... Dia dengan dasi hitam perpaduan putih silver membuat temannya yang memakai setelan hitam serta kemeja putih rapi serta alas kaki hitam serta kaos kaki hitam pula....
..."Kau terlihat lebih seperti gangster dengan kacamata itu" kata Jarrel....
... Dia sudah memakai kacamata hitam....
... Dia menilai apa yang dilihatnya tentang Jarrel....
..."Siapa yang terkesan seperti penipu dengan kacamata itu?" tanya Hoshie....
... Kacamata yang digantung di kerah kemeja bagian dada dengan kancing yang tidak terkancing penuh....
... Jarrel yang berkata tanpa pura-pura....
..."Ada apa dengan hari ini. Kau tiba-tiba ingin ikut denganku?" tanya Jarrel....
..."Miracle" kata Jarrel....
... Dia dengan kepercayaan dirinya lagi....
..."Aku adalah keajaiban di dunia ini" kata Hoshie....
..."Terserah. Ayo cepat!" kata Jarrel....
... Dia juga sudah menyiapkan kendaraan pribadi sendiri yang disiapkan untuk digunakan dalam perjalanan mereka untuk menuju ke berbagai tujuan....
... Melempar kunci mobilnya kepada Jarrel....
... Dia menangkapnya segera lalu masuk kedalam kursi kemudi mobil lalu disusul oleh Hoshie masuk kedalam kursi sebelah kemudi mobil....
__ADS_1
... Menyalakan mesin....
... Dia agak sedikit menyindir....
..."Biasanya hanya Dashie yang boleh menyentuh mobil mu" kata Jarrel....
... Dia yang masih dengan semangat pagi....
..."Kau teman Dashie" kata Hoshie....
..."Awal yang baik" kata Jarrel....
... Mobil bergerak pergi meninggalkan halaman rumah teman kuliahnya itu....
... Perjalanan di mulai....
... Dia dan pekerjaan temannya yang baru dimulai satu jam lamanya....
... Jujur dengan apa yang dia kerjakan....
... Menilai kinerja Jarrel sebagai salah satu sales penjualan di dalam proyek perumahan yang ia baru mulai itu....
..."Kita masih punya banyak jam yang harus di lewati" kata Jarrel....
... Hoshie mode pekerja keras yang tidak ingin banyak bicara tapi ingin segera melewati pekerjaan yang harus mereka selesaikan hari ini....
... Pergi ke salah satu pusat perbelanjaan kota....
..."Bukankah kalau di mall milik mu akan cepat mendapatkan banyak costumer" kata Hoshie....
... Suara merendah....
..."Kau belum merasakan sensasi dari pekerjaan ini" kata Jarrel....
... Berkeliling di dalam mall menawarkan berbagai jenis tipe perumahan yang dibuat dari salah satu proyek dari anak perusahaan milik Jarrel....
... Tiga puluh menit berkeliling disebagian tempat mall dan belum mendapatkan satu customer....
... Jarrel melihat sebuah peluang dari keramaian dibagian gedung berlantai enam tersebut....
... Menunjuk ke arah jalan lain pusat perbelanjaan yang mereka datangi....
..."Ayo kita pergi ke arah sana" kata Jarrel....
... Hoshie menuruti perintah dari atasan berada mengejar Jarrel untuk tetap berjalan dengan langkah dan jarak yang sama berdampingan....
..."Kau sudah melakukan ini sendirian?" tanya Hoshie....
..."Seringkali juga ditemani oleh Asisten pribadi ku" jawab Jarrel....
... Terdengar semakin akrab dari cara komunikasi keduanya....
..."Lalu dimana dia?" tanya Hoshie....
... Menjelaskan tugas bagian pekerjaan temannya itu....
..."Kau menggantikan tugasnya jadi dia sedang berada di kantor pusat" kata Jarrel....
... Sudah menduga akan mendapatkan pertanyaan ini dari seorang Hoshie....
..."Aku Asisten pribadi mu!" tanya Hoshie....
..."Sadarlah. Kita sedang dalam posisi pekerjaan yang sama" kata Jarrel....
... Tidak menyangka juga kalau Hoshie tidak akan marah jika ia dimarahi olehnya secara langsung menjadi penurut....
..."Ok" kata Hoshie....
... Dia merasa tak berguna....
... Menyadarkan orang lain....
..."Apa yang sedang kau lamunkan?" tanya Jarrel....
... Dia dengan kesadaran yang sudah kembali....
..."Kapan ini akan berakhir?" tanya Hoshie....
..."Ini baru dimulai lain kali jangan ikut" kata Jarrel....
... Dia sedang mengerjakan pembangunan proyek perumahan yang juga didalam sana terdapat kerjasama antara Jarrel dan Hoshie sebagai salah satu investornya....
... Dua jam berada disana dan mereka belum mendapatkan customer dan mereka belum istirahat tetap melanjutkan pekerjaan yang sudah mereka mulai....
... Keisengan Jarrel dimulai lagi....
... Nada suaranya dibuat menjadi terdengar sedikit kesal....
..."Besok. Aku tidak akan mengajakmu lagi" kata Jarrel....
..."Kenapa harus gitu?" tanya Hoshie....
... Bicara jujur....
..."Biasanya dua jam aku sudah dapat dua costumer tapi lihat!" kata Jarrel....
... Hoshie langsung bangun dari kursi yang diduduki yang dijajar di depan sebuah toko peralatan musik pergi dengan peralatan tempur yang digunakan untuk menjadi sales perumahan lagi....
... Jarrel mendapatkan sebuah perlawanan dari seseorang dari gerak pekerja keras yang semakin terlihat oleh rekan kerjanya itu....
..."Dia dengan segala kemampuan yang dia miliki pasti bisa mendapatkan customer meskipun hanya satu saja. Itu adalah sebuah keberuntungan" kata Jarrel....
... Jarrel juga pergi dengan arah jalannya sendiri yang ia ambil masih didalam pusat perbelanjaan yang mereka jelajahi....
... Hoshie....
..."Jangan nyerah dulu lah. Harus membuat Dashie bangga" kata Hoshie....
... Di sekolah Nawa....
... Pukul sebelas siang....
... Dia melihat arah jarum jam yang berputar di ruangan kelas yang terpasang di dinding ruang kelas di atas papan tulis dengan kapur berbagai warna sebagai media alat menulis....
..."Dia kemana?" tanya Nawa....
... Baru saja melihat ke arah meja tempat duduk Ans....
... Dia belum kembali setelah istirahat pertama dengan tasnya juga yang ia bawa pergi....
..."Aku tidak mengajari anak itu untuk bolos sekolah" kata Nawa....
..."Kenapa dia belum kembali ke kelas lagi?" tanya Nawa....
... Waktu belum berhenti berputar meski secara sembunyi-sembunyi ia menghubungi nomor ponsel gadis yang ia tunggu belum juga muncul setelah beberapa kali dihubungi dengan pesan yang juga Nawa kirim berulang kali kepada Ans....
..."Sekalian saja ponselnya dimatikan kalau dia begini terus" kata Nawa....
... Hoshie yang hampir menyerah lalu bangkit lagi hingga kini dipukul dua belas siang kurang sepuluh menit belum juga mendapatkan satu customer pun....
... Menghela nafas panjang tertunduk sebentar lalu kembali menegakkan arah pandangan berjalan lagi akan menghampiri para pengunjung lain....
... Dari arah seseorang dengan jaket hitam dengan mawar merah muda di bagian belakang jaket yang ia pakai....
__ADS_1
... Gadis dengan masih memakai seragam biru gelap dengan panjang diatas lutut sekitar lima sentimeter sebuah rok lipat disetiap sisi serta kemeja putih dengan dasi biru gelap sama dengan sweater yang ia kenakan langkah kaki dari sepatu tali hitam dengan kaos kaki panjang dibawah lutut berjalan cepat dia usahakan agar bisa menyapa seseorang....
... Dia menganggetkan Hoshie....
..."Kakak!" panggil Ans....
... Dia dengan nafas sedikit terengah-engah....
... Hoshie yang bertemu dengan seorang gadis remaja yang masih memakai seragam sekolah ada disekitar pusat perbelanjaan sendirian....
..."Kau masih ingat aku?" tanya Ans....
... Dia dalam proses mengingat orang lain....
... Mengingatkan lagi....
..."Kau teman dari kakak yang bernama Dashie itu kan?" tanya Ans....
..."Aku teman sekelas Nawa?" tanya Ans....
... Dia ingat sekarang....
..."Aku ingat. Kita pernah bertemu di sebuah tempat makan. Benarkan" kata Hoshie....
... Melihat ke sekitar gadis remaja yang baru ditemui itu secara tidak sengaja....
..."Kau sendirian. Dimana yang lain?" tanya Hoshie....
... Dia dengan sikapnya yang ceria....
..."Aku sendirian tak ada yang lain" kata Ans....
... Tidak penasaran tapi khawatir....
..."Kau sedang apa disini?" tanya Hoshie....
... Dia tanpa sebuah kebohongan....
..."Aku sedang bosan" kata Ans....
... Hoshie berpikir setelah mendengar jawaban dari gadis remaja didepannya itu....
... Dia mengingatkan tentang salah satu karakternya dulu ketika masih sekolah menengah atas....
... Tentang diri sendiri....
..."Kenapa dia mirip dengan ku?" tanya Hoshie....
... Berusaha tetap terus mengakrabkan diri kepada orang dewasa yang sedang diajaknya bicara itu....
... Merebut satu brosur yang dipegang oleh Hoshie....
..."Ini apa?" tanya Ans....
... Dia membaca isi brosur dari brosur yang diambil barusan dari tangan Hoshie....
... Padahal Hoshie belum melakukan sesi promosi....
... Dia membuat kaget....
... Bersemangat sekali....
..."Aku mau rumah ini!" kata Ans....
... Menunjuk sebuah rumah kepada Hoshie yang ada di dalam brosur....
... Dia langsung menelpon seseorang lalu dengan cepat ia datang dengan jarak mereka hanya tiga puluh meter yang Hoshie sudah hitung dari arah seseorang sedang berbicara dengan Ans melalui sebuah telepon pintar....
..."Tunggu sebentar. Please" kata Ans....
... Dia terlihat berlari seorang dengan setelan casual sepeti anak kuliahan biasa....
..."Kakak bisa mengurus ini untukku" kata Ans....
... Tiga orang yang berada dalam satu meja yang sama melakukan sebuah kerjasama dengan posisi gadis remaja didepannya sekarang sebagai customer pertama dari Hoshie....
... Setelah memberikan penjelasan dengan rumah yang ia promosikan....
..."Kau tidak ingin memeriksa perumahan yang ingin kau beli itu?" tanya Hoshie.i...
..."Ini ku serahkan pada asisten ku. Dia bisa mewakili ku" kata Ans....
... Hoshie bergegas pergi menuju rumah yang akan dibeli oleh Ans dengan seorang wanita yang merupakan Asisten pribadi remaja putri yang merupakan teman sekolah Nawa....
... Hoshie mengirim sebuah pesan kepada Nawa. ...
... Pukul dua belas siang kurang sepuluh menit....
... Nawa membuka pesan dari Hoshie....
... Kepada diri sendiri....
..."Kenapa ada seseorang yang mirip denganku?" tanya Nawa...
... Dia menelepon Ans....
... Tidak diangkat lagi dan ia tidak menyerah....
... Menelepon ulang Ans....
... Duduk di meja kantin sekolah bersama teman-teman sekelasnya....
..."Aku tidak melihat Ans sejak tadi" kata ketua kelas....
... Santai....
..."Dia pasti akan kemari" kata Yellow....
... Menebak....
..."Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Jeje....
... Ponselnya terhubung dengan ponsel milik Ans....
... Nawa memulai dengan obrolan ringan menanyakan keberadaannya sekarang ada dimana padahal dia sudah tahu dari Hoshie....
... …...
..."Sedang apa kau disana. Kau tidak balik lagi?" tanya Nawa....
..."Aku malas kembali ke sekolah" jawab Ans....
... Dia dengan nada suara mengancam....
... Membuat takut tanpa pura-pura orang-orang disekitarnya ketika mendengarnya berbicara dengan seseorang dari dalam ponsel....
... Membentak keras....
..."Kau ingin aku menyeretmu pulang!" kata Nawa....
... Dia yang tidak takut dengan ancaman Nawa....
... Balik membentak Nawa....
__ADS_1
..."Silahkan saja!" kata Ans....