Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 194: Terdiam.


__ADS_3

...Chapter 194: Terdiam....


..."Bukannya aku nggak ngizinin kamu berteman sama cowok tapi kita nggak tahu isi hati dan pikiran mereka. Bagaimana kalau terjadi sesuatu sama kamu, aku bisa sedih" kata Hoshie....


... Dashie mendengar nasihat panjang yang diberikan kepadanya langsung dari orang yang masih terhubung lewat ponsel....


... Berbalik ke arah belakang Dashie....


... Ghazi sudah terlihat akan terbangun dari tidurnya....


... Buru-buru....


..."Kita lanjutin lagi nanti. Oke" kata Dashie....


... Hoshie....


... Alarm di ponselnya berbunyi sebagai tanda waktunya untuk bekerja lagi sebagai sales penjualan rumah....


... Balik lagi pada Dashie....


... Sebenarnya Ghazi belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan terbangun setelah mereka berdua melakukan sebuah obrolan tatap muka lewat ponsel secara online....


... Ya, dia sedang berbohong dan entah kenapa dia tiba-tiba nangis sendirian di depan cermin meja belajar di depannya itu. Tak bisa mengungkapkan apa yang ada di hatinya kepada orang lain. Tak bisa percaya juga untuk cerita ke siapapun bahwa dia sedang sedih dengan alasan yang hanya dia sendiri yang tahu akan hal itu....


... Wajahnya bersandar di atas meja sambil melihat ke arah luar jendela....


... Terkejut....


..."Kenapa aku ada disini?" tanya Hoshie....


... Mode tidak terlihat langsung diaktifkan....


... Dia berada didalam kamar Dashie tanpa kekuatan mantra yang sudah diucapkan lalu segera membaca situasi secara langsung tentang peristiwa ini....


..."Hey. Aku seperti ada didalam drama itu" kata Hoshie....


..."Tidak mungkin" kata Hoshie....


... Terdiam....


... Mendengarkan samar-samar suara dari seseorang yang sedang menangis sendirian bersandar di atas meja sambil melihat ke arah luar jendela....


..."Dia terlihat sangat ceria tadi" kata Hoshie....


..."Tapi ini berbanding terbalik dari apa yang kulihat" kata Hoshie....


... Ikutan sedih....


... Mendekat ke arah Dashie....


... Akan mengusap atas kepalanya lalu terhenti oleh serpihan benda seperti es tajam datang tak mengizinkan untuk Hoshie memberikan perhatian....


..."Kenapa?" tanya Hoshie....


..."Apa aku sudah menyakitimu lagi?" tanya Hoshie....


... Suara tangis yang menyusup di sela-sela angin sepoi-sepoi yang datang diikuti dengan gerimis tipis saling menyatu masuk perlahan kedalam ruang kamar dilangit yang mulai semakin bertambah mendung....


... Beberapa detik kemudian Hoshie pergi dengan sendirinya tanpa keinginannya sendiri....


... Hoshie....


... Dia kembali di ruang ganti di salah satu ruangan billiard....


... Dia dengan kemeja hitam dan celana hitam serta dasi deep red sedang memilih sepatu apa yang akan dikenakan untuk berangkat kerja....


..."Aku pakai ini saja" kata Hoshie....


... Memilih sepatu formal berwarna suede bersama dengan kaos kaki berwarna navy....


... Dia dengan rambut yang sudah disisir rapi bercermin sekali lagi....


..."Kenapa aku seperti bos gangster?" tanya Hoshie....


... Percaya diri....


..."Tapi, lihat. Apa ada bos gangster setampan ini?" tanya Hoshie....


... Realita....


..."Tapi, tetap saja Dashie belum menerima ku" kata Hoshie....


... Semangat....


..."Jangan menyerah" kata Hoshie....


..."Kamu luar biasa" kata Hoshie....


... Sekali lagi bertambah percaya diri nada suaranya....


..."Kamu hebat!" kata Hoshie....


... Dia dengan peralatan tempur yang dia miliki serta kunci mobil yang dia ambil dari dalam lemari di dekat tempat menyimpan dasi....


... Akan memasukkan berkas dokumen ke dalam tas hitam selempang formalnya itu....


... Ayahnya yang masih ada didalam ruangan yang sama melihat putranya yang sudah sering dia lihat dengan sikapnya yang seperti ini....


..."Kau mau buang-buang uang lagi?" tanya Presdir Hartley....


... Minum kopi dari cangkir diatas meja miliknya....


..."Kerja. Biar bisa sukses seperti Ayah" kata Hoshie....


... Belum percaya....


..."Sepertinya kau bukan anakku" kata Presdir Hartley....


... Sedikit tawa dari dalam diri Hoshie....


..."Baiklah. Aku mau jalan-jalan" kata Hoshie....


... Putranya sedang bersemangat untuk berangkat kerja....


... Dashie....


... Dia melihat kakaknya yang sedang sangat tertidur pulas meski masih di pagi hari ternyata semua itu berdasarkan alasan kalau kemarin dia sudah bekerja sejak pagi hingga malam untuk membuat coklat sebagai persediaan barang dagang ibu mereka membantu ibunya di rumah yang saat ini bekerja sendirian....


..."Dia seharusnya sedih tapi dia lebih memilih untuk tidur" kata Dashie....


... Yellow dan Jeje....


... Mereka berdua sedang menunggu bus....


..."Kau sudah menghubungi nomor ponsel Soft?" tanya Jeje....


..."Sudah dan dia tidak menjawab panggilan dari ku" kata Yellow....


..."Apakah dia akan putus dengan pacarnya?" tanya Jeje....


..."Entahlah" jawab Yellow....


... Ada sesuatu yang membuat salah satu dari remaja putri itu merasa kondisi tubuh mereka dalam keadaan sakit terutama di bagian kepala....


... Tak ada kunang-kunang dari apa yang terlihat oleh indera penglihatan yang dia perhatikan secara langsung melihat banyak kendaraan dan orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka....


..."Kenapa kepalaku pusing?" tanya Jeje....


..."Padahal aku tadi baik-baik saja" kata Jeje....


..."Apa aku perlu ke dokter sekarang tapi … nanti saja tunggu sebentar. Mungkin sebentar lagi bakalan sembuh sendiri setelah aku minum obat" kata Jeje....


... Sedikit kehilangan konsentrasi sudah terlihat dari fisik gadis remaja ini yang hampir saja terjatuh sedikit ke arah kanan dekat dinding yang ada di tempat perhentian bus....


... Menangkap teman sekelasnya yang hampir terjatuh....


..."Kau kenapa?!" kata Yellow....


... Dia memegang lengan sebelah kiri sahabatnya yang terasa tidak dalam kondisi sehat....


..."Suhu tubuhmu panas sepertinya kau sedang sakit" kata Yellow....


... Melihat ke arah sekitar....


... Menemukan sebuah apotek lalu menarik sahabatnya itu untuk pergi kesana....

__ADS_1


..."Aku baik-baik saja. Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Jeje....


..."Kau harus minum obat sekarang" kata Yellow....


... Dibawa secara paksa oleh sahabatnya itu untuk pergi ke apotek....


... Penolakan....


..."Tidak mau" kata Jeje....


..."Ini anak ngeyel banget sih" kata Yellow....


... Mau tidak mau Yellow harus berhasil membawa temannya agar mau pergi ke apotek untuk membeli obat setelah melihat kondisi Jeje yang sedang demam tinggi....


... Sudah mendapatkan obat dari apotek yang dibeli oleh Yellow....


... Memberikan obat itu lalu membuka satu botol air mineral untuk Jeje....


..."Kau harus makan sesuatu sebelum minum obat ini" kata Yellow....


... Jeje menerima obat sekaligus air mineral dari tangan Yellow....


..."Aku akan mengawasimu sampai kau minum obat" kata Yellow....


... Dia memaksa Jeje agar mau makan cemilan setelah itu minum obat demam....


... Memakan roti isi coklat yang juga tadi dibelikan oleh Yellow sekaligus di toko obat yang sama....


... Terlihat dia melakukan dengan cepat tapi tetap sesuai kemampuannya bagaimana ia bisa mencerna....


... Satu tegukan dan dua tegukan air mineral diminum dari dalam botol lalu segera minum obat dengan satu dua tegukan air mineral dari tempat yang sama....


... Melirik ke arah Yellow....


... Menghitung waktu mundur selama dua puluh detik....


... Di mulai ...


... Hingga saat detik yang ke dua puluh tiba....


..."Aku pergi!" kata Jeje....


... Yellow....


... Diam....


... Terkejut sedikit....


..."Semua orang akan pergi hingga pada waktunya" kata Yellow....


... Seorang remaja laki-laki duduk disebelah kanan remaja putri ini....


... Melirik ke arah Yellow....


..."Lihat gadis itu. Dia salah satu dari mereka" kata Yellow....


..."Sudah gitu dia nggak berbalik untuk ngucapin salam perpisahan" kata Yellow....


... Menyentuh bagian hatinya lalu melihatnya lagi....


..."Definisi kecewa menurut ku. Bagaimana menurutmu?" kata Yellow....


... Melihat ke arah kanan ternyata ada temannya datang tanpa diundang....


... Helaan nafas pendek....


..."Hufft" kata Yellow....


..."Orang cantik nggak bisa diginiin" kata Yellow....


..."Emang kamu cantik?" tanya Grady....


..."Kamu pikir?" tanya balik Yellow....


... Menyadari....


..."Yellow cantik kok" kata Grady....


..."Itu khayalan ku" kata Yellow....


..."Hari ini, kau ada acara?" tanya Grady....


..."Tidak. Memang kenapa?" tanya Yellow....


..."Aku bosan. Ayo kita jalan-jalan" ajak Grady....


... Yellow menjauh sedikit dengan meninggalkan tatapan mata yang menakutkan....


..."Kenapa?" tanya Grady....


..."Aku sadar. Kau bukan pacarku" kata Yellow....


... ...


... Bicara lebih terbuka....


..."Lahhh. Memang kalau jalan-jalan bareng kita dibilang pacaran. Ya, enggak lah" kata Grady....


..."Jaman apa ini" kata Grady....


... Untuk diri sendiri....


..."Aku juga pengen punya pacar" kata Yellow....


... Sadar....


..."Tunggu" kata Yellow....


... Melirik lagi ke arah temannya....


... Galak....


..."Jadi pacarmu?. Aku bukan gadis polos yang mudah kau bohongi!" kata Yellow....


... Tambah marah-marah....


..."Mau kamu apa sih. Kamu pengen aku dilabrak pacarmu" kata Yellow....


..."Aku nggak punya pacar" kata Grady....


..."Kemarin siapa yang datang ke rumahmu?" tanya Yellow....


... Jujur....


..."Pacarku" kata Grady....


..."Mau kamu gimana?" kata Yellow....


... Usil dan super pede....


..."Wahhh. Jujur saja kita juga cukup serasi" kata Grady....


... Kaget....


..."What's?" tanya Yellow....


... Memutuskan untuk pergi....


... Teriak....


..."Kau mau kemana?!" kata Grady....


..."Tunggu aku!" kata Grady....


... Berbalik....


... Berhenti keduanya saling melihat satu sama lain....


..."Jangan ikuti aku!" kata Yellow....


... Berbalik pergi meninggalkan temannya itu....


... Yellow pergi menuju tempat perhentian bus kembali....


... Grady mengejar temannya lagi belum menyerah dengan keusilan yang ingin terus dilanjutkan....

__ADS_1


... Mengirim pesan kepada ibunya....


..."Mah. Apa menu makan siang ini?" tanya Yellow....


... Mendapatkan balasan dari ibunya....


..."Masak sendiri"....


... Untuk diri sendiri....


..."Kasian" kata Yellow....


... Dia dan orang yang ada disebelahnya yang belum pergi ikutan menunggu bus datang juga....


... Hujan turun lagi....


... Deras dan tambah deras....


... Menarik temannya itu agar menjauh lagi dari depan jalan agar tidak terkena jatuhnya air hujan dari atas atap tempat perhentian bus....


..."Sekalian saja hujan-hujanan" kata Grady....


..."Pria ini memang sangat baik" kata Yellow....


... Akan melepas jaket miliknya dan memberikan itu kepada gadis disebelahnya itu....


... Tatapan penolakan....


..."Mau apa?" tanya Yellow....


... Bicara kenyataan....


..."Kau tidak kedinginan hujan sangat deras?" tanya Grady....


..."Jelas-jelas kau sedari tadi bersin-bersin. Pakai saja jaketmu, jangan khawatirkan aku" kata Yellow....


... Penolakan sekali lagi....


..."Ibumu akan sedih jika kamu sakit" kata Yellow....


..."Kenapa kau tahu?" tanya Grady....


... Sulit untuk percaya bahwa dia harus menjelaskan pertanyaan yang Grady tanyakan....


..."Jelas tahu, kamu kan tetangga ku" kata Yellow....


... Tiba-tiba ingat....


..."Aku lupa kau tetanggaku" kata Grady....


..."Jeezz" kata Yellow....


... Melihat ke arah lain jalan sambil menunggu bus datang lagi....


..."Oh ya. Nanti, aku makan di rumahmu lagi boleh?" tanya Grady....


... Penolakan keras....


..."Jangan!" kata Yellow....


..."Kenapa?" tanya Grady....


..."Ibuku lagi nggak masak" kata Yellow....


... Tahu dan sudah tahu....


..."Kamu mau masak sendiri?" tanya Grady....


..."Ya, iyalah. Makanya jangan makan di tempatku" kata Yellow....


... Terlalu jujur....


..."Iya. Aku baru ingat masakanmu tidak enak" kata Grady....


... Dia yang jadi kesel....


..."Terus … . Maumu apa sih?" tanya Yellow....


... ...


... Polos seakan tidak terjadi apapun....


... Memasukkan kedua tangannya kedalam jaket bomber hitam semi kulit yang dia pakai....


..."Aku ingin pulang" kata Grady....


...Mengeluh....


..."Ahhhh. Aku lapar" kata Grady....


... Terdengar menyusul kemudian petir di sekitar mereka datang....


... Menunggu bus yang juga dilakukan oleh orang-orang yang datang satu persatu bergantian menaiki bus sesuai arah rute perjalanan mereka....


... Enam menit sudah berlalu lalu giliran keduanya untuk menuju bus yang baru saja tiba....


... Mengantri masuk bersama para penumpang lainnya....


... Melihat ke arah Grady....


..."Kenapa dia pergi?" tanya Yellow....


... Sudah giliran dia untuk masuk ke dalam bus setelah dua penumpang yang lebih masuk lebih dulu ke dalam bus....


... Yellow masuk ke dalam bus sambil berjalan mencari tempat duduk yang tersisa untuknya duduk melihat ke arah luar lagi dan tidak ditemukan kemana perginya tetangganya itu....


... Bus berjalan meninggalkan tempat perhentian bus tersebut lalu gadis remaja itu mendapatkan salah satu kursi penumpang untuknya beristirahat sampai dia tiba ditempat tujuan....


... Dia dan isi pikirannya sendiri....


..."Dia selalu seperti ini. Tiba-tiba datang lalu pergi. Apa dia hantu, kurasa iya" kata Yellow....


..."Entah apa yang membuat diriku terasa ada yang janggal ketika bersama dengan temanku sendiri" kata Yellow....


..."Dia terlihat memiliki aura negatif tapi tidak dengan sikap yang ditunjukkan setiap harinya" kata Yellow....


... Dua telapak tangan yang digesekkan berulang kali dengan suhu udara yang cukup dingin dengan situasi masih dengan hujan deras....


... Melihat ke arah belakang sejenak lalu segera kembali melihat ke arah luar jendela sebelah kanan di kursi baris nomor empat bus dengan dua kursi berjajar duduk sendirian di dalam baris kursi yang dia dapat....


... Sepuluh menit kemudian....


... Yellow tiba didepan salah satu perhentian bus yang mengarah ke arah tempat tinggalnya....


... Dia turun dari dalam bus dengan cepat berlari menuju arah rumah dengan ponsel yang terus berdering di dalam saku celana hitamnya beberapa kali secara berulang....


... Dengan mudah tulisan tangan ditulis diatas kertas putih dibuat oleh orang tersebut....


... Di waktu itu pula sebuah note ditulis diletakkan diatas meja makan rumah dengan tulisan tangan sebisa mungkin sama persis dengan tulisan tangan wanita yang sudah terkapar tak sadarkan diri dengan kepala penuh luka darah berceceran di atas lantai semakin pergi menghilang begitu juga dengan raga pemiliknya....


... Yellow datang melewati pintu gerbang rumah....


... Berlari melewati halaman rumah dengan sepatu kuning yang basah terkena air hujan dan sedikit lumpur yang terbawa setelah berlari....


... Membuka pintu dengan menggunakan kata sandi biasa yang digunakan untuk masuk kedalam rumahnya sendiri....


... Jejak darah dan raga itu berhasil menghilang terbawa udara tanpa meninggalkan jejak sedikitpun didalam rumah....


... Teriakan sang putri jelas menggema di dalam rumah bercat putih gading hangat tapi tak ada balasan dari siapapun....


... Mencari ke bagian sisi rumah namun tidak ada satupun orang selain dirinya ada didalam rumah itu....


..."Ibu pergi. Jangan cari ibu lagi" ...


... Sebuah note dengan tulisan tangan ibunya sendiri baru saja dibaca oleh putrinya....


... Terdiam....


... Air hujan berjatuhan dari bajunya yang basah terkena air hujan barusan....


... Tiga menit yang lalu....


..."Bug!"...


... Suara pukulan terdengar dari salah satu ruang rumah....

__ADS_1


... Dia berusaha untuk bangkit lalu terus menghubungi nomor ponsel seseorang yang merupakan putrinya sendiri....


__ADS_2