Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 156: Sore ini.


__ADS_3

...Chapter 156: Sore ini....


..."Kau sudah bangun?" tanya Hot....


...Mata yang masih terpejam dengan ponsel ada di telinga kanan....


..."Hmmm" jawab Ghazi....


..."Sayang. Kau belum bangun?" tanya Hot....


...Belum ingin segera bangun dari tempat tidur....


..."Jam berapa sekarang?" tanya Ghazi....


..."Jam sepuluh lebih" kata Hot....


..."Yahh" kata Ghazi....


...Duduk masih dengan mata terpejam wanita berpiyama putih ini masih belum ingin segera meninggalkan tempat tidur....


..."Jam sepuluh lebih" kata Hot....


..."Ok. Aku akan bangun" kata Ghazi....


...Membuka mata....


...Dia bangun dari tempat tidur milik Dashie beranjak segera pergi ke kamar mandi....


...Lima belas menit kemudian....


...Dia keluar dari kamar sudah rapi dengan gaun bergaya kimono berlengan panjang hitam bermotif bambu dengan belahan rok di kedua samping kanan dan kiri dari tumit kaki hingga diatas lutut....


...Cermin digunakan untuk merapikan poni di rambut grey yang sudah terikat ke belakang menggunakan sebuah pita merah bersimpul....


...Tas bergaya minaudiere putih ada ditangan kiri serta cermin....


..."Ahh. Aku lupa sesuatu" kata Ghazi....


..."Nanti saja. Aku ingin sarapan dulu" kata Ghazi....


...Di perjalanan ke arah dapur....


..."Enaknya masak apa ya" kata Ghazi....


...Dia berniat untuk membuat salah satu menu simple yang bisa ia buat sendiri sebuah menu sehat sekaligus mudah dan cepat untuk dibuat....


...Akan tiba di area dapur rumah....


...Mencium bau masakan....


...Sampai di depan meja makan ada tutup makan diatas meja berwarna hijau dengan renda lalu dibuka oleh Ghazi....


..."Aku makan ini saja" kata Ghazi...


...Mengambil piring berwarna putih di rak piring lalu berjalan sedikit untuk mendekat ke lemari pendingin setelah itu mengambil nasi dari dalam rice cooker....


...Satu centong nasi ia ambil lalu ditambah satu centong putih lagi....


..."Nggak takut gendut?" tanya Ghazi....


..."Aku bisa tambah lagi nanti" kata Ghazi....


...Selesai mengambil nasi lalu satu sendok dan satu garpu ia ambil....


...Nasi dan kedua alat makan sudah ia ambil lalu ditaruh diatas meja....


...Dia dan sup tahu dengan rumput laut kuah bening....


...Mengambil sup dengan sendok....


...Mencicipi....


..."Thanks Mom" kata Ghazi....


...Dia yakin itu adalah masakan yang dibuat oleh ibunya....


...Dia mulai menyantap menu makanan yang tersedia diatas meja....


...Melihat sekitar dapur dengan tirai jendela sudah terbuka terkena angin sejuk dari arah luar rumah masuk kedalam area dapur....


...Mengambil sup dengan nasi hangat lagi dalam satu suapan....


..."Aku lupa yang ini" kata Ghazi....


...Mengambil menu lain yang dibuat dengan cara di steam dengan garpu....


...Ponsel di sebelah kanan tasnya bergetar....


...Dashie menelepon....


..."Kenapa?" tanya Ghazi....


..."Aku merindukanmu" kata Dashie....


...Dia melihat layar ponsel dengan raut wajah heran....


..."Kau kenapa. Apa terjadi sesuatu?" tanya Ghazi....


...Suara anak anak dan ombak pantai keras terdengar dari dalam ponsel....


...Mendekatkan ponselnya ke telinganya lagi....


..."Aku mencintaimu" kata Dashie....


...Obrolan diakhiri dari pihak adiknya itu....


...Ponsel kembali dalam kondisi semula....


...Melihat layar ponsel....


..."Dia kenapa?" tanya Ghazi....


...Menaruh ponselnya di tempat semula....


...Butuh waktu lima belas menit untuk Ghazi menyelesaikan sarapannya di meja makan....


...Terlihat dengan sarung tangan kuning ia mencuci piringnya di tempat mencuci piring dapur....


...Lima menit kemudian....


...Dia sudah memakai alas kaki bergaya low heeled sandals berwarna coklat tua....


...Membuka pintu depan rumah dia tidak terlihat sedang buru-buru kemudian menutup pintu....


...Dia agak terkejut akan kedatangan seseorang yang tidak terlalu ia tahu tapi tidak dengan orang itu....


..."Dashie atau Ghazi?" tanya Seymour....


..."Seymour?" tanya Ghazi....


...Menebak....


..."Ahhh. Kau pasti Ghazi kan, kalau Dashie tidak akan mengenalku?" tanya Seymour....


...Seseorang yang pernah ia ceritakan sebagai salah satu pacarnya dulu....


..."Kita bisa bicara disana ikut aku" kata Ghazi....


...Mereka menuju taman sebelah kanan rumah yang terdapat beberapa kursi di dekat meja panjang yang terbuat dari bongkahan kayu yang didesain tanpa harus mengubah bentuk kayu tersebut....


...Tiba di taman....


..."Silahkan duduk" kata Ghazi....


...Seymour duduk di salah satu kursi di meja panjang kayu tersebut....


...Ghazi pergi ke arah samping rumah yang berjarak dua meter untuk mengambil sesuatu dari dalam lemari pendingin yang ada dibalik pintu bagian dalam sebelah kanan....


...Dia mengambil dua minuman berbahan yogurt dengan berat dua ratus lima puluh mili liter menaruhnya di atas meja....


..."Terima kasih" kata Seymour....


...Dia yang mengetahui dengan siapa ia sedang bicara harus berhati-hati dengan gadis ini terlebih dia adalah mantan kekasih Hoshie yang dulu juga pernah disayang oleh sahabatnya sendiri....

__ADS_1


...Saling melihat satu sama lain....


...Dia hanya tersenyum dan aura bangsa Blacwhe itu sangat kental mengarah ke arah positif tak ada aura pembunuh yang biasa terlihat dan terasa oleh bangsa mereka....


...Didalam hati Ghazi....


..."Apa dia selalu memilih wanita dengan jenis seperti ini lalu ditinggalkan?" tanya Ghazi....


..."Awas saja kalau sampai adikku juga bernasib sama dengan gadis ini" kata Ghazi....


...Memuji....


..."Kau sangat cantik" kata Ghazi....


...Di tertunduk sambil tersenyum lalu menatap Ghazi lagi....


..."Kau jauh lebih menarik dariku" kata Seymour....


...Obrolan mereka berlangsung jika dihitung sekitar dua puluh menitan kurang dan Seymour memutuskan akan pergi setelah melakukan obrolan bersama dengan Ghazi....


...Ghazi yang melihat Seymour yang perlahan mengambil mobilnya keluar dari halaman rumah....


...Terlihat akrab di pertemuan pertama mereka secara langsung dari cerita yang pernah diceritakan oleh Hoshie sosok yang bernama Seymour....


...Dia sudah keluar dari dalam area rumah pergi mengendarai mobil mengambil arah sebelah kiri jalan tepat Ghazi berdiri di depan jendela depan rumah....


...Ekspresi agak sedikit kesal....


..."Hoshie!" kata Ghazi....


...Pukul setengah tiga setelah istirahat dan makan siang....


...Di pantai....


...Para pengasuh termasuk juga Dashie sedang bermain bersama anak-anak mereka tanpa harus dijelaskan atau dipertanyakan sudah menjawab bahwa mereka tidak ingin diganggu oleh siapapun....


...Melirik keduanya....


...Hoshie melihat ke arah Ghazi begitu sebaliknya....


..."Sepertinya, aku salah kostum" kata Ghazi....


..."Kau habis kabur dari mana lagi?" tanya Hoshie....


...Melihat keduanya lagi ke arah Dashie....


..."Rahasia" jawab Ghazi....


...Diantara pepohonan pantai yang berdiri disamping mereka....


...Suara teriakan keramaian para pengunjung pantai berbaur dengan suara ombak yang dalam kondisi sangat bagus untuk bermain papan selancar....


...Menggoda....


...Menunjuk ke arah seseorang yang sedang bermain papan selancar....


...Terkesan memaksa....


..."Lihat!" perintah Hoshie....


...Tidak mau melihat apa yang ditunjuk oleh jari telunjuk sahabatnya itu....


...Dari arah sebelah kiri wajah Ghazi dipegang dengan tangan kirinya memaksa sahabat perempuannya itu untuk melihat Jarrel yang sedang bermain ombak....


...Dia agak kesal tapi Hoshie tidak peduli....


..."Apa sih?!" kata Ghazi....


..."Lihat!. Orang itu!" kata Hoshie....


...Terpaksa ia melihat orang yang Hoshie tunjuk dengan jari telunjuknya....


..."Aku sudah melihatnya. Lepaskan tanganmu" kata Ghazi....


...Melepas tangannya dari pipi gadis dengan baju hitam style kimono itu....


...Diam tidak berkomentar....


..."Ada apa dengan isi kepalamu?" tanya Ghazi....


..."Jangan pedulikan isi kepalaku. Aku sedang memberimu sebuah ide bagus" kata Hoshie....


...Tatapan tajam dengan maksud dari sahabatnya itu yang baru saja akan memberikan sebuah ide....


...Hoshie yang langsung tahu kalau sahabatnya cepat paham dari kalimat yang baru saja ia ucapkan....


..."Tidak" kata Ghazi....


..."Beneran?" tanya Hoshie....


..."Ya" jawab Ghazi....


..."Are you sure?" Tanya Hoshie....


...Mendorong lengan Hoshie dengan tangan kanannya itu....


...Dia menjauh hampir jatuh akibat dorongan dari tangan Ghazi....


...Hoshie melirik serius ke arah Ghazi lagi....


..."Sorry. Tapi, aku belum yakin dia yang terbaik untukmu" kata Hoshie....


..."Hentikan. Kau membuatku takut" kata Ghazi....


..."Tidak apa-apa jika sakit di awal daripada nanti kamu nangis-nangis didepanku" kata Hoshie....


...Melihat ke arah Jarrel....


...Angin semilir datang melewati dua orang yang bersahabat ini....


...Tertunduk ke bawah di kedua kakinya sendiri....


...Pria dengan celana pendek pantai coklat serta atasan kemeja hijau army polos sedang mengeluarkan beberapa butir pasir dari kakinya yang ada di alas kaki hitam yang ia kenakan....


..."Dia pria baik dan pekerja keras" kata Hoshie....


...Belum ditanggapi oleh Ghazi....


...Hoshie selesai mengeluarkan pasir dari bawah kaki....


...Melihat ke arah ombak menyebar ke segala arah bibir pantai lalu melihat ke arah Ghazi lagi....


..."Aku seorang pria. Aku bicara dalam pandangan mata pria" kata Hoshie....


...Dia agak sedikit menjauhkan diri dari gerak wajahnya dari depan Hoshie....


..."Kenapa hari ini kau sangat serius sekali?" tanya Ghazi....


...Nasihat ekstrim datang lebih dari sebelumnya menurut Ghazi....


...Jemari tangan kiri masuk kedalam saku depan celana bagian kiri lalu memegang belakang telinga sebelah kanan dengan tangan kanan....


...Dia dengan ekspresi seperti sedang berbicara dengan adiknya sendiri....


..."Kau mulai lagi" kata Ghazi....


...Dia mengalihkan pandangannya dari wajah Hoshie yang masih terus melihatnya dengan serius....


...Hoshie mode sebagai kakak laki-laki....


...Hening....


...Lima detik....


..."Bila perlu jangan pacaran" kata Hoshie....


...Tatapan tajam dari Ghazi untuk Hoshie....


...Hoshie yang belum berhenti dengan ekspresi sebagai kakak....


...Mengalah....


..."Kita lihat saja nanti" kata Ghazi....

__ADS_1


...Menghela nafas panjang....


..."Ok" kata Hoshie....


...Dia belum menyerah....


...Ghazi sedang membalas pesan dari Hot....


...Jeda waktu yang ditunggu sekitar dua menit untuk melaksanakan misi selanjutnya....


...Melihat lagi ke arah sahabatnya itu....


...Ghazi sudah selesai membalas pesan dari Hot....


..."Bagaimana kalau aktor yang kamu idolakan itu. Kemarin, aku bertemu dengannya dan ia meminta nomor ponselmu, tapi belum aku kasih?" tanya Hoshie....


...Santai....


..."Pertanyaan mu sangat panjang" kata Ghazi....


...Ketidaksetujuan semakin jelas tentang hubungan percintaan antara Ghazi dan Hot....


..."Serius ini" kata Hoshie....


...Rileks....


...Melihat ke arah Hoshie....


..."Ini aku juga serius" kata Ghazi....


...Helaan nafas pendek....


...Sedih....


..."Baiklah. Aku siap menjadi pelindungmu" kata Hoshie....


...Dashie terlihat bersama dengan Jarrel yang memberikan kursus gratis bagaimana cara membangun istana pasir....


...Ghazi tidak pergi dan tetap disana dekat Hoshie....


...Dashie dan Jarrel....


...Jarrel bersama dengan anak-anak yang sedang asik bermain pasir....


..."Ku pikir hari ini kau sedang sibuk-sibuknya" kata Dashie....


..."Semua kuserahkan kepada asisten pribadi ku" kata Jarrel....


...Dashie yang sedang berusaha membaca isi pikiran dari Jarrel yang sedang menutupi kesedihan....


...Melihat Jarrel....


...Duduk diatas pasir gadis dengan baju pantai yellow terang ini lengan panjang dengan bentuk seperti bunga tulip menyanggah dagunya dengan siku kiri tangan yang menyentuh lutut sebelah kiri....


...Kejutan....


...Dia tersandung....


...Satu dari salah satu anak-anak datang membawa pasir dalam satu baskom kecil....


...Suara tangis sudah dimulai....


...Posisi badan tertelungkup menyentuh pasir....


...Anak itu menangis....


...Celana pendek berwarna hitam yang dipakai oleh Dashie basah terkena pasir yang sudah bercampur dengan air....


...Dashie akan membantu anak laki-laki yang baru saja terjatuh itu untuk bangun....


...Jarrel....


...Dia langsung ikut membantu anak laki-laki yang berusia empat tahun yang jatuh didekat Dashie....


..."Biar aku saja yang menggendongnya" kata Jarrel....


...Balita itu digendong oleh Jarrel....


...Dia sedang berusaha menghibur agar balita laki-laki itu tidak menangis lagi....


...Mode bukan sahabatnya Jarrel tapi gadis lain yang sedang melihat pemandangan ini....


...Dia senyum-senyum sendiri....


...Ekspresi ingin menjadi pacarnya tidak berhenti mengikuti kemana ia pergi menggendong balita yang ia gendong....


...Jarrel melihat situasi yang dianggap tidak biasa ini seakan bukan Dashie yang biasa diajaknya berkomunikasi terasa aneh itu penilaian yang ia simpulkan....


...Lima meter perkiraan Jarrel untuk melihat Dashie....


..."Dia sedang berpura-pura menghiburku" kata Jarrel....


...Makin ia terasa tidak nyaman....


...Dia mengambil sesuatu dari pasir disekitarnya lalu dilempar ke arah Dashie tapi tidak sampai mengenai tubuhnya....


..."Hentikan itu!" kata Jarrel....


...Menjadi penurut....


...Mode manis....


..."Ok" kata Dashie....


...Dia dan dua pengasuh di dekatnya membantu anak-anak yang sedang bermain pasir dengan beberapa kali ia juga mengusap wajah mereka yang terkena pasir....


..."Ini baru bagus" kata Jarrel....


...Waktu untuk memperhatikan dengan jelas dua orang yang ia kenal dari jarak ini sekitar dua puluh tujuh langkah jaraknya saat ini....


...Dia melihat ke arah lain dan menemukan dua orang sedang duduk di kursi pantai....


..."Mereka kemari" kata Jarrel....


...Kembali dengan balita yang ia gendong yang belum juga berhenti menangis tapi sudah lebih tenang dari gejala tantrum yang muncul di menit-menit lalu....


...Dari arah lain yang juga akan melewati dua orang yang sedang duduk di kursi pantai....


...Hoshie tidak menebak bahwa orang yang ia lihat adalah seseorang yang biasa pergi kemanapun teman kuliahnya pergi....


...Salah satu karakter Jarrel yang ia ketahui....


..."Kau bisa lihat sendiri bahkan disaat seperti ini dia terus bekerja" kata Hoshie....


...Membela pacarnya....


..."Pacarku juga tidak jauh berbeda" kata Ghazi....


..."Aku tahu. Dia memang seorang yang pekerja keras" kata Hoshie....


...Menambahkan kata-kata untuk kalimat selanjutnya untuk sahabatnya itu....


..."Menjadi pelindungku sangat sulit pasti karena aku selalu keras kepala" kata Ghazi....


...Hoshie jadi tidak ingin memberi nasihat lagi atas apa yang baru saja dikatakan oleh gadis yang sangat dekat dengannya sejak kecil itu....


...Sebagai wanita dia juga tidak menganggap semua nasihat dari sahabatnya itu seratus persen salah karena ia tahu hati seseorang bisa berubah....


..."Tapi, apa salahnya jika aku menaruh kepercayaan pada orang lain" kata Ghazi....


..."Nasihatnya membuatku tersadar lagi bahwa ia juga hanya manusia biasa" kata Ghazi....


..."Aku bukan manusia super kuat yang bisa mengendalikan segalanya" kata Ghazi....


...Rintik hujan jatuh bertambah lebat....


...Ombak-ombak yang belum berhenti datang disaat hujan sedang jatuh sederas derasnya....


...Hoshie mode sabar....


...Jarrel sedang mengobrol bersama dengan Dashie....


..."Sore ini. Aku mau nonton film, kau mau ikut?" tanya Jarrel....

__ADS_1


__ADS_2