
...Chapter 123: Lima belas sentimeter....
...Dia yang sedang melihat grafik saham yang ia beli yang terlihat di layar komputer....
...Hoshie sedang meniup semut-semut yang masuk kedalam toples kaca yang berbahan kaca dengan bentuk tabung setinggi lima belas sentimeter di atas meja di sebelah kanan komputer....
...Dia mengambil kesibukan ini menepuk sekaligus meniup semut-semut itu agar mau keluar dari dalam tempat coklat coklat truffle ada didalamnya baru tadi sore ia masukkan kedalam benda berbentuk tabung tersebut....
..."Apa ini caramu memperlakukan orang yang kamu sayang?" tanya Pax....
...Dia kembali dengan latihan psikotes yang sedang ia pelajari....
..."Tidak juga. Ini tidak menjamin semua itu" kata Hoshie....
..."Disana juga masih banyak coklat" kata Pax....
...Melihat ke arah sebuah rak....
...Dia dengan coklat coklat yang masih dalam kemasan box tertutup rapat dengan plastik yang belum terbuka di sisi lain rak yang ada di dekat meja belajar....
...Dia dengan wajahnya seperti anak kecil ingin menangis....
..."Tapi, ini juga coklat kesukaanku" kata Hoshie....
..."Berapa umurmu sekarang?" tanya Pax....
..."Dua puluh tahun" jawab Hoshie....
...Pax tidak menyangka pertanyaan itu akan dijawab oleh Hoshie yang sudah tanpa perlu dijawab juga ia sudah tahu....
...Wanita yang memakai kacamata minus ini kembali dengan lagi dengan latihan psikotes yang ia pelajari saat ini sambil sesekali mendengar Hoshie yang tanpa gangguan dengan aktivitas yang ia inginkan sambil makan coklat....
..."Kenapa mereka tidak mau pergi?" tanya Hoshie....
...Dia terdengar akan menangis lagi....
..."Ayo cepat pergi!" kata Hoshie....
...Di rumah sakit....
...Kira-kira sudah pukul delapan lebih tiga menit....
...Rumy melirik kearah sebelah kanan untuk melihat rekan pasien yang juga berada diruang yang sama sedang memakan bola bola jelly dengan buah-buahan sebagai isian....
...Dia dengan tusuk bambu bola bola jelly didalam tusuk bambu yang ia pegang dingin dicelupkan satu kedalam tempat makan kecil berbentuk beruang yang berisi coklat cair kental....
...Jelly dingin terasa lembut dalam satu gigitan oleh Ved....
..."Apa dia sedang lapar?" tanya Rumy....
...Rumy bersama dengan ibunya yang sedang tidur setelah seharian menjaga putrinya di sofa....
...Hening juga disana ada ibunya Dashie yang juga sedang istirahat disebelah ibunya Rumy sama sama sedang tertidur untuk merilekskan tubuh dan pikiran....
...Rumy melihat arah jam dinding di ruangan yang menunjukkan pukul delapan lebih tujuh menit dengan jarum jam yang masih terus berputar maju....
...Kembali melihat kondisinya dirinya yang ingin cepat pulang dari rumah sakit....
..."Apa dia menikmati kondisi ini. Dia seakan tidak pernah terlihat sedih" kata Rumy....
...Mendapatkan tanggapan dari Ved....
..."Kau ingin lari. Coba saja kalau bisa" kata Ved....
..."Jahitan di perut mu belum kering. Kau masih butuh pertolongan medis saat ini" kata Ved....
...Rumy melihat Ved....
...Ved selesai memakan jelly yang ia makan lalu menaruhnya di atas meja disebelah kanan ranjang medis yang ia gunakan untuk duduk sekaligus mendapatkan perawatan....
...Rumy yang sudah ingin keluar dari rumah sakit berusaha untuk mendengarkan dan menerima nasihat apapun yang dikatakan oleh Ved....
..."Apa aku harus marah padanya. Tidak juga, dia satu-satunya orang yang menjadi temanku saat ini" kata Rumy....
...Berpikir positif....
..."Mungkin dia bisa menjadi relasi diwaktu yang akan datang" kata Rumy....
...Ved yang sudah mulai bisa menggerakkan tubuhnya untuk secara mandiri bangun dari atas tempat tidur berniat untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur....
...Dia berusaha sendiri untuk tetap menahan rasa sakit disaat berjalan itu jelas terlihat dari pandangan mata Rumy tanpa sebuah kebohongan disaat ia lihat orang yang sedang membawa tiang beserta selang infus yang ia bawa menuju ruang kamar mandi tertatih ingin rasanya Rumy membantu tapi ia juga melihat kondisinya yang juga tidak jauh berbeda....
..."Jika aku bilang kasihan aku takut itu hanya rasa simpati sementara" kata Rumy....
..."Tapi, jika aku membangunkan bibi atau ibuku. Itu akan membuatnya merasa direpotkan" kata Rumy....
...Ved membuat Rumy ketar-ketir dengan kondisinya yang tetap berusaha sebisa mungkin tidak ingin terus merepotkan orang lain dengan kondisinya yang membutuhkan pertolongan....
...Orang yang sedang diperhatikan oleh Rumy akhirnya bisa masuk kedalam kamar mandi sendiri lalu menutupnya dari dalam terdengar pintu sudah terkunci dari luar....
...Rumy menyetel musik lalu mengaktifkan headphone bluetooth yang ia pakai dengan memainkan musik dari dalam ponsel....
...Dia sudah memilih lagu lalu mengaktifkan data yang kemudian melihat akun sosial media miliknya....
...Dia tidak mendapatkan pesan dari banyak orang kecuali pihak sekolah, Dashie, Po dan juga tentu Nawa yang sudah mengirimkan banyak pesan....
...Dia menghitung delapan pesan yang ia terima dari Nawa sore ini yang baru ia baca....
..."Apa aku perlu membalas pesan pada bocah ini?" tanya Rumy....
..."Dia dengan informasi ini" kata Rumy....
...Nawa mengirimkan informasi beberapa hal-hal mengenai taruhan beberapa yang mungkin bisa dibilang cukup membuat jiwa para pemain permainan dengan biasa bertaruh dalam hal materi tergiur....
..."Apa dia seputus asa ini. Ku pikir, dia akan cepat mendapatkan teman dengan hobinya ini" kata Rumy....
__ADS_1
...Dia mengirim pesan ketika tahu bahwa pesan-pesan yang sudah ia kirim kepada Rumy sudah terbaca....
..."Kau tertarik bergabung?" tanya Nawa....
...Balas Rumy....
..."Aku sedang tidak berminat"...
...Terbaca oleh Nawa....
...Dibalas lagi pesan dari Rumy....
..."Kita pasti menang dan lagi kulihat kau juga berbakat"...
...Balasan pesan emotikon jengkel dari Rumy untuk Nawa....
...Nawa senyum-senyum sendiri setelah mendapatkan balasan dari Rumy. Lalu, ia juga balik membalas pesan dari Rumy....
..."Sudah" kata Nawa....
...Dia memberikan gif dengan gambar orang yang sedang menari....
...Po melihat baru saja pacarnya mengirim pesan kepada Rumy....
..."Rumy?" tanya Po....
..."Ya" jawab Nawa....
...Ketiga orang yang ada dalam satu meja melihat Nawa dengan sekilas mulai curiga....
...Melihat tatapan semua orang yang melihatnya dalam satu meja itu....
..."Aku dengan privasi ku" kata Nawa....
...Kondisi kembali berjalan stabil tanpa rasa curiga seketika disetel oleh semesta....
...Ten yang sedang berusaha untuk menjaga suasana hati mantan kekasihnya sedang kembali bersikap sebisa mungkin membuat Dashie nyaman seperti sebelum mereka jadian lalu sesuatu yang tidak perlu dijelaskan keduanya tampak terlihat tanpa rasa curiga tetap akrab didepan Po dan Nawa....
...Dia sedang berharap dalam diam dalam situasi yang tidak membawa beban ini....
..."Aku harap perusak suasana itu tidak datang" kata Po....
...Untuk Nawa yang mendengar apa yang dikatakan oleh kekasihnya....
..."Akan seperti apa jika orang itu datang dan apalagi orang itu yang belum tahu pertengkaran itu" kata Nawa....
...Yang dikatakan oleh Po ada benarnya juga satu kubu dengan isi pikiran kekasihnya yang lebih khawatir apalagi jika Hoshie datang jika ada Rio ditempat itu juga....
...Ten yang sedang bersikeras memperbaiki hubungan pertemanan....
..."Ini foto-foto mu?" tanya Dashie....
..."Ya" jawab Ten....
...Dia sedikit agak malu ketika Dashie melihat foto-fotonya yang sudah beberapa hari diunggah di akun sosial medianya yang juga diikuti oleh Dashie begitu juga sebaliknya....
..."Ini backgroundnya terlalu kece" kata Dashie....
...Dia sedang melihat foto-foto lainnya lagi sebuah kegiatan yang sering dilakukan ketika mereka bertemu....
...Ten jadi malu akibat dari penilaian Dashie....
...Po yang melihat foto dari Ten berbisik kepada Nawa....
..."Pemilik fotonya keren banget" kata Po....
...Nawa agak mulai menjauh sedikit dengan penilaian dari kekasihnya tentang seseorang....
...Melihat Nawa lalu menariknya agar tetap berada dekat disisinya....
..."Jangan jauh-jauh dariku!" kata Po....
...Nawa tidak pernah melihat pacarnya segalak ini sejak mereka jadian membuat remaja laki-laki ini langsung patuh....
...Menunggu adegan yang lainnya dari keduanya, Dashie dan Ten....
..."Wahhh. Ini terlalu keren" kata Dashie....
...Ten belum memberikan reaksi balik kepada gadis yang sedang menilai fotonya....
...Salah satu foto yang di potret dengan landscape hitam putih bergaya estetik dibawah sinar lampu diantara bangunan dan tanaman berkayu yang berfungsi ganda selain sebagai penghias taman juga pepohonan....
...Bahu Ten ditepuk karena ia belum mendengarnya bicara lagi....
..."Argh!"...
...Dia sedikit kesakitan akibat dipukul oleh Dashie....
..."Kenapa kau diam saja?" tanya Dashie....
...Dia tidak ingin situasi ini diganti oleh suasana yang lain tetap dengan Ten yang mengeluarkan pesonanya tanpa harus banyak bicara atau melakukan apapun membuat kekasih dari Nawa menjadi nyaman berada dekat dengan pria yang sedang mengobrol dengan Dashie....
..."Ya Tuhan. Nawa!" kata Po....
...Nawa juga merasa pesonanya juga tidak jauh berbeda dengan dirinya yang mengalah demi kedamaian mencegahnya untuk langsung cemburu....
...Dashie dan Ten yang sudah lama sekali bagi mereka untuk bisa mengobrol senyaman ini tanpa sebuah masalah tapi tetap saja didalam hati dan pikiran Ten harus menjaga agar tidak terjadi salah paham jika seseorang tiba-tiba saja datang dan itu adalah Rio....
..."Ini juga. Kau masih menyimpan foto kita" kata Dashie....
...Foto mereka disaat hari pertama jadian yang di unggah oleh Ten dalam akun sosial media yang ia buka dilihat bersama dengan Dashie....
...Ten melihat Dashie yang sangat senang ketika mengobrol bersama membuatnya tiba-tiba saja merasa berpikir bahwa gadis yang ia kenal itu sedang merasa sedih....
...Dia yang ikut senyum tipis dari bibir merah kecilnya memperhatikan sikap Dashie dengan tangan ia gerakkan dibelakang kursi Dashie dibagian atas....
__ADS_1
..."Apa dia sedang menyembunyikan rasa sedihnya didepan orang lain?" tanya Ten....
...Dia diam menatap kedua mata Ten....
...Ten jadi ikut menatap kedua bola mata Dashie....
...Po dan Nawa sedang menjadi penonton lagi....
...Mereka berdua tertawa manis secara bersamaan....
..."Kenapa kau sedari tadi cuma bilang iya dibalik senyummu itu?" tanya Dashie....
...Dia didalam hatinya yang sangat merindukan Dashie....
..."Tolong jangan bersikap seperti ini di depan ku" kata Ten....
...Dashie yang tidak ingin orang yang diajak bicara dengannya seperti pendingin ruangan tanpa berekspresi langsung saja mencubit pipi Ten....
...Dia juga mencubit kedua pipi wanita yang baru saja mencubit pipi sebelah kirinya itu....
..."Kapan kita akan menghentikan ini?" tanya Ten....
...Mata mereka yang berbinar saling melihat satu lama lain....
...Dashie yang berkata tidak ada yang dikurangi atau ditambah melepas tangannya dari pipi pria didepannya saat ini....
...Lalu disusul juga Ten melepas kedua pipi wanita yang ia cubit....
...Dashie menutup wajahnya lalu sedikit bersandar dikursi yang ia duduki menghadap Ten....
..."Kau kenapa?" tanya Ten....
..."Aku malu" jawab Dashie....
...Menunjuk ke arah wajah Ten....
...Dia menjadi mencari kesalahan yang ia perbuat yang tidak ia sadari....
..."Ada apa dengan diriku?" tanya Ten....
...Dashie masih menutup Wajahnya....
...Berhenti menunjuk tangannya kepada wajah Ten....
...Mereka berbisik tanpa bisa didengar oleh kedua remaja disana....
...Ten menjadi salah tingkah setelah pujian yang diberikan oleh Dashie....
..."Sayang sekali dia sudah punya pacar" kata Ten....
...Dashie yang sedang mencari cara agar tetap membiasakan diri agar tidak marah lagi kepada mantan kekasihnya ini....
...Po yang terlihat ikut senang dengan pemandangan ini....
...Berbisik....
..."Aku berlayar diperahu ini" kata Po....
...Dia agak tidak setuju dengan pilihan kekasihnya....
..."Berlayar apanya" kata Nawa....
..."Kau pasti lebih memilih perahu yang satunya lagi" kata Po....
...Pacarnya malah lebih memperjelas apa yang dipikirkan oleh Nawa dengan hanya satu kali tebakan....
...Dia yang memiliki pemikiran yang berbeda dari kekasihnya itu....
...Dia didalam isi pikirannya sendiri....
..."Kalau saja ada Rumy disini, ini bisa jadi taruhan yang besar" kata Nawa....
..."Aku ingin mengubahnya tidak peduli salah atau benar yang penting aku menang" kata Nawa....
...Nawa yang melihat tajam kepada Ten ditangkap oleh Ten yang juga tahu maksud dari kode yang diberikan oleh sesama bangsa Blacwhe tersebut....
...Dia menanggapinya dengan biasa sudah sewajarnya jika Nawa memberikan peringatan kepada siapapun bangsa Blacwhe yang akan mendekati siapapun itu dari bangsa manusia....
...Xie yang datang sendirian untuk memeriksa tempat usaha menemukan adiknya yang ada disana bersama dengan orang yang pernah ia lihat....
...Duduk disebelah kanan Dashie....
..."Apa aku mengganggu kalian?" tanya Xie....
...Dia yang sudah tahu tentang adiknya yang putus dengan mantan kekasihnya yang ada duduk di sebelah kiri adiknya itu tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya walau ditutupi wajah super keren itu....
...Nawa yang sudah cukup jika mereka tetap disana akan melihat semua yang tidak seharusnya dilihat oleh orang lain termasuk dengan dirinya membawa pergi Po yang tidak tahu alasan dari kemarahan yang ada di dalam diri Xie....
...Dia tetap belum paham dengan situasi yang sedang genting ini....
..."Kita mau kemana?" tanya Po....
..."Ikut aku!" kata Nawa....
...Po melambaikan tangan sebagai salam perpisahan kepada Dashie....
...Nawa membawa Po pergi agar cepat menjauh dari pertikaian yang bisa saja muncul tanpa diragukan lagi....
...Xie yang menarik kursi yang masih digunakan untuk duduk adiknya menjauh lebih menjauh dari Ten sejauh lima belas sentimeter....
...Ten yang tidak gentar atau merasa direndahkan oleh kakak dari orang yang masih dianggap orang terdekatnya ini....
...Dashie yang tiba-tiba saja kembali dengan sisi lainnya yang pernah dilihat oleh Xie....
...Xie sudah mulai merasakan perubahan yang terlihat dari tangan kanan adiknya yang terlihat muncul serpihan es menjalar dari ujung tangan hingga ke pergelangan tangan hingga siku menguat serpihan es itu....
__ADS_1
...Bukan hanya dia yang melihat ini tapi juga Ten....
...Ten mengambil jasnya lalu memakaikannya kepada Dashie....