
...Chapter 57: Seperti kencan pertama....
... Terpukau....
..."Bagaimana kau bisa secantik ini?" tanya Ved....
..."Ini pujian untukku, terima kasih" kata Owen....
..."Tidak jauh berbeda sama cantiknya" kata Ved....
... Pujian apa adanya dari Ved membuat Owen sedikit tersipu malu lalu tersadar dengan cepat kembali dengan rencana mereka selanjutnya yang sudah mereka bicarakan....
... Melihat jarum jam di jam berwarna putih berbahan kayu di pergelangan tangan sebelah kiri menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi....
..."Dimana Jarrel?" tanya Owen....
..."Dia" kata Ved....
... Berkata jujur....
..."Dia sibuk bahkan di hari libur seperti ini" kata Ved....
... Senyum menenangkan di raut wajah Ved....
..."Tenang saja, dia pasti datang tadi sudah dia berpesan ini" kata Ved....
... Di sebuah tempat makan sekaligus untuk tempat nongkrong yang tersedia untuk semua kalangan usia....
... Nawa memesan menu makanan seperti appetizer dan main course serta dessert semuanya satu porsi dari setiap jenis menu....
... Tidak sedang menebak melainkan melihatnya sendiri menjadi speechless di hari pertama Nawa ingin mengenal gadis yang satu meja dengannya sedang menyebutkan lebih banyak nama menu yang dipesan olehnya dan semua itu tergolong menu makanan yang cukup berat bagi seorang gadis seusianya....
... Ekspresi menerima kenyataan dengan wajah rupawan yang tetap dipertahankan oleh Nawa....
..."Sudah?" tanya Nawa....
... Senyum tanpa dosa....
..."Ya" jawab Rumy....
... Gadis ini sedari tadi diperhatikan oleh banyak remaja remaja putri yang seusia dengan mereka yang juga berada di dalam restoran sekaligus kafe yang sudah mulai ramai berdatangan orang orang disana apalagi di hari libur seperti ini membuat tempat makan ini jauh lebih sibuk....
... Rumy mendengar sedari tadi mereka lebih memuji Nawa bahkan kali ini pun mereka belum berhenti membicarakan remaja di depannya itu....
..."Gadis itu beruntung sekali bisa mendapatkan pacar setampan itu" kata seorang gadis bergaun putih simple lengan balon....
... Sambil akan makan Cheese cake di garpu merah kecil....
..."Aku harap mereka tidak putus" kata gadis satunya lagi yang berpakaian tomboy atasan putih dan celana hitam jeans panjang....
... Nawa sedang melihat layar ponsel....
... Rumy memperhatikan Nawa dengan suara suara semacam itu riuh menghibur bagi Nawa yang terlihat cuek dan belum banyak bicara tidak juga untuk Rumy yang agak heran dengan penilaian mereka tentang teman barunya itu....
... Penasaran dan kini jauh lebih memperhatikan wajah Nawa mencari tahu apa yang membuat Nawa terlihat sangat istimewa bagi gadis gadis yang sedari tadi memujinya belum berhenti hingga sekarang....
..."Hey, apa kau dengar semua gadis gadis itu sedang memujamu?" tanya Rumy....
... Masih menyentuh layar ponselnya sendiri....
..."Apa kau cemburu?" tanya Nawa....
... Heran dengan pertanyaan Nawa....
..."Cemburu, aku?" tanya Rumy....
... Tersadar dari sikap cueknya bergerak lebih condong wajahnya mendekat kepada Rumy....
... Agak terpaku....
..."Kau lihat aku, aku memang tampan" kata Nawa....
... Kedipan mata Rumy didepan Nawa lalu menyentuh dahi Rumy dengan jari telunjuk tangan kanan mundur menjauh mengambil jarak dari tatapan mata Nawa....
..."Kau bukan tipeku" kata Rumy. ...
... Jari telunjuk tangan kanan Rumy berhenti menyentuh dahi Nawa lalu Nawa kembali duduk seperti posisi semula....
... Percaya diri....
..."Aku akan menjadi tipemu" kata Nawa....
..."Tidak mungkin" kata Rumy....
..."Mungkin saja" kata Nawa....
..."Terserah kau saja" kata Rumy....
... Menjadi jalan untuk menggoda Rumy....
..."Terserah aku?" tanya Nawa....
... Makanan yang mereka pesan datang setelah menunggu tiga puluh menit....
... Sepasang remaja itu terlihat akrab dengan obrolan obrolan yang terdengar tidak menjemukan terus saja ada banyak topik yang bisa digunakan sebagai bahan obrolan mereka berada di sebelah persis salah satu jendela lebar dengan kotak kotak kayu dan setiap jendela sinar matahari masuk terlihat dari tempat mereka berada pemandangan jalanan dengan lalu lalang berbagai macam kendaraan dengan bagian dalam jendela terpajang pot pot bunga berdaun hijau khas untuk penyejuk ruang tamu....
..."Kau suka dengan semua menu makanan ini?" tanya Nawa....
... Mengangguk....
__ADS_1
..."Emm" kata Rumy....
..."Perutmu tidak apa apa?" tanya Nawa....
..."Makanlah, kau seperti pacarku saja" kata Rumy....
..."Kau tidak suka kalau aku perhatian dengan mu?" tanya Nawa....
... Memakan satu buah popcorn chicken....
... Kedua pipinya sedikit lebih chubby....
..."Tidak juga, tapi orang orang akan mengira kita sedang berkencan" kata Rumy....
... Nawa berdiri membentuk wajahnya dengan ekspresi lebih ramah terkesan natural membuat Rumy menjadi curiga dengan sikapnya ini....
... ...
... Nawa mengambil nafas dalam lalu akan mengatakan sesuatu di depan banyak orang di dalam sana....
..."Selamat pagi semuanya" kata Nawa....
... Riuh ramai didalam tempat makan itu terhenti sejenak menjadi terfokus dengan Nawa....
... Dia terlihat lebih ceria lagi dari detik sebelumnya dan Rumy sedang memperhatikan serta menunggu kalimat selanjutnya yang akan dikatakan oleh temannya itu....
..."Aku ingin mengumumkan bahwa" kata Nawa....
... Semua menunggu kata kata yang akan dikatakan oleh Nawa lagi....
... Nawa menarik Rumy agar berdiri di samping kirinya dengan tangan kirinya meraih lengan atas gadis ini dari arah belakang....
... Rumy sudah berdiri disamping kiri Nawa menatap semua mata yang sedang memperhatikan mereka berdua....
..."Gadis yang sedang bersama dengan ku ini adalah pacarku" kata Nawa....
... Rumy melepas tangan kiri Nawa dari lengan atasnya lalu kembali memaksa Nawa untuk duduk patuh kembali....
... Berbisik....
..."Apa kau sedang sakit?" tanya Rumy....
... Tidak merasa menyebalkan....
..."Tidak, aku sehat" kata Nawa....
... Rumy melanjutkan memakan spaghetti carbonara yang tadi dipesannya dengan lahap....
..."Aku ingin menghilang dari sini" kata Rumy....
... Seakan sudah memprediksi bahwa hal itu akan terjadi Nawa sudah bersiap dengan gelas yang berisi air mineral dingin memberikan lebih tepatnya membantu Rumy yang tersedak akibat kondisi situasi yang dibuat oleh Nawa ini....
... Rumy menerima gelas yang berisi air minumnya sendiri lalu menghentikan Nawa yang akan memberi perhatian lebih akan menyentuh pundak atas bagian kiri....
... Memperhatikan hal apa yang menarik perhatian temannya itu....
..."Ved, kau sedang melihat apa?" tanya Owen....
..."Tidak, ayo kita duduk disana" kata Ved....
... Ved dan Owen pergi menuju meja salah satu restoran tersebut yang sudah lebih awal direservasi olehnya dua jam sebelum mereka datang....
... Mengambil kursi yang akan digunakan untuk tempat duduk lalu Ved mempersilahkan Owen untuk duduk lebih awal....
... Menerima perlakuan baik dari Ved....
..."Thanks" kata Owen....
... Sambil masih melanjutkan makan bersama dengan Nawa tiba tiba fokus Rumy teralihkan dengan tindakan yang dilakukan oleh Ved untuk Owen....
... Memotong steak medium sebagai main course yang tadi dipesannya lalu memakan potongan daging sapi lembut tersebut menggunakan garpu....
... Tidak mengagetkan Rumy....
..."Apa aku kurang tampan?" tanya Nawa....
..."Lagi dan lagi" kata Rumy....
... Nawa sudah melihat siapa yang baru saja membuat pandangan mata gadis didepannya itu teralihkan belum kembali menatapnya lagi sebelum dia menghentikan....
... Nawa kembali membuat fokus Rumy hanya bersama dengannya saja dan itu adalah anggapannya sendiri tidak pada kenyataannya yang terjadi adalah Rumy tidak bisa berkedip dengan pria yang sedang bersama dengan Owen yaitu Ved....
..."Apa yang sedang kau lakukan, kau akan mengganggu pacar orang lain" kata Nawa....
... Menebak dengan percaya diri....
..."Dia bukan pacarnya" kata Rumy....
..."Kata siapa?" tanya Nawa....
..."Sikap wanita itu tidak menunjukkan bahwa mereka adalah sepasang kekasih" kata Rumy....
... Menyentuh pipi sebelah kiri Rumy dengan lembut membuat tetap perhatiannya hanya untuk Nawa....
..."Kau tetap milikku" kata Nawa....
..."Aku milik orang tuaku" kata Rumy....
... Nawa berpikir apa yang dikatakan oleh Rumy memang benar lalu Rumy kembali dengan Nawa yang sedang mengajaknya bicara....
__ADS_1
... Owen sedang melihat sesuatu sedangkan untuk Ved sibuk dengan pekerjaannya di layar tablet....
... Pria itu sedang membuat candaan rileks di sebuah waktu hangat diantara orang orang yang ada di dalam restoran menambah keromantisan hubungan mereka. Wanita itu bergaun cream anggun berbaur keemasan tidak berlengan dengan panjang diatas lutut menutup wajahnya sesekali menahan tawa dari lelucon yang dibuat oleh seorang pria dengan kemeja hitam dan celana hitamnya bersepatu kulit coklat yang bisa dibaca oleh orang lain disekitar mereka bahwa mereka adalah sepasang kekasih....
... Owen belum berhenti memperhatikan mereka berdua....
... Kembali mereka saling memukul manis bercanda wanita itu juga menutup mulutnya lagi setelah kekasihnya membuat lelucon lagi senyum keduanya sungguh membuat orang orang menilai mereka adalah pasangan yang serasi bahkan untuk Owen memberikan respon yang sama tidak jauh berbeda....
... Rumy kembali memperhatikan Owen....
... Owen melihat keduanya saling memberi satu suap selanjutnya potongan cake lembut dengan buah buahan sebagai topping menerima lalu pria itu merangkul kekasih wanitanya dengan rasa penuh cinta dan agak sedikit malu malu saling memandang lalu tertawa kecil dengan situasi bahagia ini....
... Melihat lebih jauh makna dari gambaran visual benda bergerak yang dirasa agak sedikit pertanyaan muncul setelah beberapa kali mengikuti apa yang dilakukan oleh Owen....
..."Disana tidak ada siapapun, apa yang sedang dilihatnya?" tanya Rumy....
... Sebuah meja tidak ditempati oleh pengunjung restoran lain yang berada di dekat jendela yang juga berada di dekat Rumy dan Nawa lebih tepatnya satu meja di depan mereka setelah melewati pintu masuk restoran tersebut tetap saja ini membuat Rumy agak sedikit bingung....
... Kembali dengan masa kini....
..."Mengapa aku teringatnya lagi?" tanya Owen....
... Ved dengan kesibukan sendiri sebenarnya sedari awal bertemu dengan Owen tidak sedikitpun gerak apapun yang dilakukan oleh Owen terlewatkan bahkan disaat hal tadi dilakukan olehnya yang tiba tiba saja mengingat kenangan kisah asmaranya bersama dengan seseorang....
... Menyadarkan diri....
..."Untuk apa kau mengingat orang seperti dia lagi" kata Owen....
... Melupakan memang adalah cara terbaik tapi tidak semua hal bisa dengan mudah untuk dilupakan dengan mudah sebuah keberuntungan yang selama ini diharapkan bisa didapatkan olehnya setelah berhasil terlepas dari bayangan Hoshie....
... Ved memberikan satu helai tisu dari saku jaketnya untuk Owen....
..."Kau menangis" kata Ved....
... Menerima tisu tersebut dari tangan Ved lalu menghapus air matanya dari kedua pipinya yang basah terkena air mata....
..."Terima kasih" kata Owen....
... Rumy menjadi lebih mengarah ke melamun setelah beberapa waktunya diberikan untuk bersimpati kepada orang lain tentang orang lain yang baru saja terlihat meneteskan air mata....
... Nawa menghapus makanan yang sedikit menempel di bibir dan pipi sebelah kanan Rumy dengan sebuah tisu dengan motif boneka beruang dari dalam tas ranselnya....
... Moodnya berubah lebih tidak seperti akan mengajaknya bertengkar terlihat lebih manis dengan suara yang lebih manis pula lembut terdengar namun tidak menggoda....
..."Sebenarnya kau tidak buruk juga" kata Rumy....
... Tidak percaya....
..."Hah?" tanya Nawa....
... Belum sadar bahwa ini nyata....
..."Aku?" tanya Nawa....
... Lalu Nawa melihat dua orang yang dilihat tadi oleh Rumy....
... Mencubit pipi sebelah kanannya sendiri belum juga percaya....
... Berbalik bertanya dengan pertanyaan yang pernah ditanyakan oleh Rumy kepadanya sebelumnya....
..."Kau sedang sakit?" tanya Nawa....
... Suaranya kembali lembut terdengar oleh Nawa....
..."Tidak" kata Rumy....
... Tidak ada mantra dan tindakan yang dilakukan olehnya untuk membuat Rumy menjadi lebih patuh seperti ini tapi Nawa berpikir ini adalah hal baik terlebih lagi dia tidak harus mengeluarkan banyak energi untuk membuat seseorang berubah lebih mudah terkendali....
... Berbalik pada Owen yang berubah dengan cepat dari perasaan itu perasaan luka menyedihkan yang sudah seharusnya harus dilupakan tanpa perlu berbalik lagi tidak perlu hanya akan menambah ledakan ledakan kemarahan di dalam hatinya yang selalu dianggapnya adalah sebuah kerugian besar telah menipu dirinya sendiri dengan segala sikap manipulatif seseorang....
... Seseorang yang membuat Owen mengingat luka itu lagi sedang menghubungi seseorang ada di seberang jalan restoran tersebut tentu sedang menghubungi nomor ponsel Nawa....
..."Kakak sudah sampai dimana?" tanya Nawa....
... Kendaraan kendaraan melewati jalan di depan Hoshie berlalu lalang datang dan pergi tidak membuat dirinya lupa dengannya....
... Hoshie melihat ke arah restoran tempat mereka telah membuat janji bertemu bersama lalu melihat ada seseorang yang pernah disakitinya tidak mungkin kehadirannya akan diterima meski dengan wajah baru itu....
..."Aku" kata Hoshie....
..."Aku tidak bisa bertemu denganmu sekarang, sorry" kata Hoshie....
... Lalu tidak lama kemudian wajah itu berubah bukanlah wajah seseorang yang dikenalnya yang bernama Callie melainkan orang lain yang juga dikenalnya, Owen....
... Memperhatikan lebih jelas siapa orang yang baru saja dianggapnya sebagai mantan kekasihnya itu....
..."Ternyata dia bukanlah Callie" kata Hoshie....
... Hoshie berbalik akan pergi meninggalkan tepi jalan dan menghubungi orang lain di balik mobil convertible merah yang menghadap ke arah barat dan Owen melihatnya dari arah belakang yang dianggapnya juga tidak asing jika dilihat lebih seksama....
... Ved kemudian meminta tolong Owen untuk membantunya memberikan pendapatnya dalam rencana bisnis baru tentang makanan yang rencananya akan dibangun dalam waktu dekat....
... Hoshie dengan kacamata hitam yang sudah dipakai sejak awal datang dengan mobilnya berbalik lagi melihat ke arah restoran tepatnya melihat ke arah Owen lalu membuka pintu mobil masuk dengan cepat menyalakan mesin mobil, pergi....
... Hoshie mengingat kembali waktu ketika betapa jahatnya dirinya memukul seorang gadis yang seharusnya disayang akan tetapi sebaliknya dia lebih banyak memberikan luka yang jelas akan tetap membekas menjadi ingatan yang tidak bisa dilupakan dengan mudah bukan hanya untuk Callie jika gadis itu bukanlah Callie tetap saja tak ada perbedaan sama saja perbuatannya sangatlah jahat....
..."Darimana saja kamu, kenapa baru sadar sekarang?" tanya Hoshie....
... ...
__ADS_1
... ...
... ...