Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 177: Detik detik.


__ADS_3

...Chapter 177: Detik detik....


... "Seseorang sedang menunggumu"...


... Apakah itu benar?....


... Dia ada disana sendirian dengan rasa cemasnya menunggu kehadiranmu bahkan beberapa detik saja sangat berharga jika tidak dilalui bersama denganmu sungguh mengharukan jika hal itu terjadi begitu nyata untuk kehidupan orang lain....


... Dia masih dalam mode tidak terlihat juga masih dengan pengaruh mantranya sendiri membuat dirinya tidak mudah menghilangkan rasa sakit akibat pertarungan barusan hadir di hadapan seorang pria yang terlihat sedang sangat cemas di seberang di sebuah tempat lalu dia melihat dirinya yang sudah berlumuran darah dengan raga yang mengalami rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan kenapa ia bisa merasakan rasa sakit itu dan kini mereka saling melihat satu sama lain lagi dengan balasan senyum dari gadis itu datang lagi mengobati rasa cemasnya yang terus mengganggu....


... Pria itu berlari cepat mendatangi wanita yang ia cemaskan sedari tadi yang akan jatuh lalu ia segera menangkapnya dengan gesture tubuh diusahakan jangan sampai orang-orang mencurigai keberadaan wanita yang saat ini sedang berada dalam pelukannya itu....


... Sedih ia mengajaknya bicara....


..."Apa yang terjadi padamu?" tanya Gan....


... Wanita itu memejamkan kedua matanya dengan rasa sakit yang semakin pergi terbawa oleh Gan yang menyerap rasa sakit itu dalam aura yang ia miliki menyala hijau muda ke arah terumbu karang....


..."Kenapa kau tak memberitahuku. Aku pasti akan datang" kata Gan....


... Dia dengan suara yang masih merasakan rasa sakit....


..."Kau sedang bekerja. Aku tidak ingin mengganggumu" kata Ans....


..."Aku lebih suka kau selalu menggangguku daripada cemas karena menunggumu" kata Gan....


..."Apa kau tidak tahu betapa cemasnya aku sejak tadi?" tanya Gan....


... Percaya diri....


..."Kau memang selalu menyayangiku" kata Ans....


... Dia sedikit tertawa senyum-senyum sendiri....


..."Akhirnya, kau sadar juga" kata Gan....


..."Aku selalu sadar akan hal ini" kata Ans....


..."Berhenti memelukku. Kau sudah pulih" kata Gan....


... Gan menjauhkan diri dari dirinya yang berdekatan dengan Ans teman satu kelasnya itu....


... Dia yang sudah pulih akibat pertolongan dari temannya itu merasa ada yang aneh dengan kesimpulan yang ia dengar dari teman satu kelasnya itu....


... Dia dengan mode terlihat mengejar Gan dari arah belakang....


... Memeluk lagi....


... Dia marah-marah....


..."Lepaskan!" kata Gan ...


... Dia sudah berusaha untuk melepaskan pelukan dari teman satu kelasnya itu....


... Manja....


..."Tidak mau" kata Ans....


... Memaksa....


... Nada suara lembut....


..."Harus mau" kata Gan....


... Memberikan satu syarat....


..."Bagaimana kalau kita melakukan itu?" tanya Ans....


... Dia langsung akan melepaskan pelukan dari Ans lagi tapi gadis ini tetap tidak mau jika persyaratan yang dia berikan tidak dikabulkan sekarang juga....


... Berkata dengan penuh perhatian....


..."Kita tidak boleh seperti ini. Jika kita ingin berteman lebih lama lagi" kata Gan....


... Nawa dan Namir ada disana menyaksikan hal ini dihadapan mereka....


... Disusul oleh teriakan dua gadis remaja yang sejak tadi mereka cari baru ditemukan mengajak di kafe tersebut....


... Salah tingkah....


... Keduanya langsung bersikap sebagaimana mestinya lalu keduanya langsung memisahkan diri kabur dari situasi canggung ini....


..."Apa kau mengenal pria yang dipeluk oleh Ans?" tanya Namir....


... Dia menghindar....


..."Tidak" jawab Nawa....


... Dia masuk kedalam kafe....


..."Tidak. Jelas-jelas, dia mengenalnya" kata Namir....


... Namir yang sedang menunggu dua sahabatnya yang hampir tiba di depan kafe melihat pergi Ans yang sedang berusaha agar tidak menjadi pusat perhatian dari orang-orang tentang kedekatannya bersama dengan remaja yang juga seusia dengannya itu....


... Gan yang menerima pesan dari Ans....


..."Terimakasih"...


... Satu pesan lagi diterima oleh Si ketua kelas....


..."Taste the it?" ...


... Dia tidak percaya dengan tawaran ini....


... Mode mengetik....


..." … "...


... Terkirim....


..."CRAZY!"...


... Terbaca oleh Ans....


... Dia dengan kemarahan yang terlihat dari wajahnya yang diperlihatkan dan terlihat oleh Nawa yang menyaksikan sendiri....


... Menaruh daftar menu makanan di depan Nawa....


... Sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya lagi sebelah kanan....


..."Kalian sudah berciuman?" tanya Nawa....


... Dia dan reaksi yang disebabkan oleh pertanyaan dari teman satu kelasnya itu....


..."Apa aku harus melakukannya di depanmu?" tanya Gan balik....


..."Ya" jawab Nawa....


... Sebuah obrolan yang disaksikan oleh ketiga sahabatnya yang berada dalam satu meja yang sama dengan Nawa....

__ADS_1


... Tidak bisa berkata-kata dengan apa yang mereka dengar tentang obrolan yang tidak seharusnya mereka dengar....


... Dia yang langsung menangkap apa isi obrolan mereka....


..."Apa kau cemburu kalau dia lebih memilihnya?" tanya Namir....


... Penolakan....


..."Tidak" kata Nawa....


... Namir langsung mengambil menu makanan dan memberikannya kepada kedua sahabat perempuannya untuk segera memilih makanan yang akan mereka pilih....


... Kedua sahabat perempuannya langsung menuruti apa yang dikatakan oleh Namir....


... Gan dan kisah asmaranya bersama dengan Ans....


... Tak terduga....


..."Selamat ya bos" kata Nawa....


... Menghela nafas....


..."Apa aku harus menceritakan segalanya padamu?" tanya balik Gan....


... Dia semangat....


..."Ya terserah" kata Nawa....


..."Cepat. Kau mau pesan apa?" tanya Gan....


... Mereka memberitahu ketua kelas menu makanan apa saja yang akan mereka pesan dan ia segera mencatatnya di note kecil di tangan berwarna kuning dengan pulpen hitam....


..."Ada lagi?" tanya Gan....


..."Sudah" jawab Rumy....


... Tapi tidak untuk Nawa....


..."Ada lagi" kata Nawa....


..."Yang tadi?" tanya Nawa....


... Loading....


... Dia kesal tapi tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi pertanyaan dari Nawa dengan topik yang sama mengenai Ans....


..."Halo Genius!" kata Gan....


..."Apa kabar dengan para gebetan mu?" tanya Gan....


... Dia pergi dengan daftar menu makanan pesanan mereka berempat yang akan diberikan pada karyawan kafe di bagian dapur....


... Nawa....


... Dia tersenyum dengan komentar yang ia dapat....


..."Dasar mereka sama saja" kata Nawa....


... Pukul sembilan lebih sepuluh menit....


... Di depan pusat perbelanjaan....


... Hoshie....


..."Kita berpisah disini" kata Hoshie....


... Ghazi datang dengan mobil milik Xie untuk menjemput adiknya....


... Hoshie berkendara dengan kecepatan yang lumayan tinggi untuk menemui seseorang yang sekarang masih koma di tempat yang sudah diketahui dimana dia sekarang berada....


... Perjalanan menuju tempat yang ia tuju....


..."Kurang empat puluh menit lagi" kata Hoshie....


... Perjalanan untuk sampai ketempat tujuan membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit lamanya....


... Sudah memeriksa ke segala arah kalau saat ini tak ada yang mengikutinya....


... Dia dengan musik yang diputar di dalam mobil dengan jemari tangan kanan dibawah dagu dengan jari telunjuk mengarah ke bawah bibir kemudian mobil ditangani oleh tangan kiri sudah berganti dikendalikan oleh tangan kanan lalu kedua tangan mengambil kendali kemudi mobil....


..."Aku juga ragu ini akan berhasil atau tidak" kata Hoshie....


..."Sejauh ini gadis itu belum mengetahui ini" kata Hoshie....


... Mengingat lagi kejadian hadirnya monster yang ada di salah satu pusat perbelanjaan beberapa menit yang lalu....


..."Dia menonaktifkan kekuatan ku sebelum menyerang gadis itu" kata Hoshie....


..."Dia gadis tangguh" kata Hoshie....


... Musik di dalam mobil terus berputar dan perjalanan masih cukup jauh tinggal lima belas menit lagi....


... Melihat ke kanan dan kiri spion mobil berkendara masih dalam kondisi stabil dengan kondisi jalan yang mulai jarang dengan ada bangunan di sekitar tempat yang akan dituju oleh Hoshie....


... Hari semakin malam tapi belum terlalu malam....


... Termasuk ponsel miliknya selain itu juga dia menerima banyak sekali notifikasi dari kedua ponsel yang bukan miliknya melainkan milik Luc dan Oryn....


..."Jika mereka pergi akan seberapa kayanya diriku" kata Hoshie....


..."Kau sudah mulai gila dengan jalan pikiranmu" kata Hoshie....


..."Mereka masih punya keluarga" kata Hoshie....


... Tiba-tiba saja dirinya yang lain datang semakin merubah moodnya yang ceria menjadi sangat sedih entah apa alasan atas perubahan ini belum diketahui....


... Bertahan dengan mood yang diinginkan ternyata tidak semudah yang ia bayangkan....


... Rasa ingin mengambil aura milik manusia kini hadir kembali dengan segala aura miliknya yang kini muncul dari dalam diri menyelimuti diri....


..."Tidak. Jangan sekarang" kata Hoshie....


..."Aku tidak inginkan hal itu" kata Hoshie....


... Dia dengan tatapan penuh hasrat ingin membunuh siapapun yang akan ia temui berusaha agar dia bisa segera sampai di tempat tujuannya kini tak bisa berhenti ditengah perjalanan seperti itu....


..."Siapapun jangan ada yang menolongku" kata Hoshie....


... ...


... Karena di posisinya saat ini adalah saat dimana ia akan membunuh siapapun yang ada di dekatnya yang ia butuhkan saat ini hanyalah dirinya sendiri....


... Tinggal dua menit lagi untuknya sampai ditempat ada disana salah satu sahabatnya sedang menjalani perawatan yang masih dalam keadaan koma tak mungkin ia menyerah dengan waktu yang sedikit ini....


... Tiba di halaman sebuah bangunan berbentuk bungalow dengan cat putih di luar bangunan dengan lampu yang terpasang di setiap sudut rumah hangat memberi kesan pertama ketika mulai memasuki halaman bangunan bergaya klasik tersebut....


..."Aku tidak bisa mengulur waktu" kata Hoshie....


... Berlari keluar dari dalam mobil untuk masuk kembali melewati dinding yang sudah ia bangun dengan sebagian kekuatan yang ia miliki menyembuhkan perlahan salah satu sahabatnya yang hanya memiliki waktu dua puluh menit mulai dari Hoshie keluar dari dalam mobilnya lalu berlari keluar masuk kedalam rumah itu....

__ADS_1


... Papan nama yang terbaca di baju putih yang wanita itu kenakan dari gaun hitam bernama Malachi....


..."Kau datang tepat waktu" kata Dokter Malachi....


..."Bagaimana dengan perkembangan kondisinya sekarang?" tanya Hoshie....


..."Sesuai yang sudah saya terangkan dari awal. Ini tergantung bagaimana pasien ini bertahan" kata Dokter Malachi....


... Sembilan menit yang semakin berkurang dari dua puluh menit yang sudah berlalu adalah waktu yang sangat berharga bagi Oryn Mason....


... Pria yang masih dengan peralatan medis juga dengan alat bantu pernafasan yang masih digunakan untuk membantunya tetap bertahan kembali Hoshie memberikan sisa kekuatan yang ia miliki yang terlihat sendiri dari Dokter Malachi dengan aura yang hampir habis tapi tidak ingin untuk Hoshie segera berhenti membantu sahabatnya yang sedang sekarat itu....


... Dua jemari tangan kanan Hoshie menyentuh sisi leher bagian kanan sahabatnya itu menyalurkan auranya kembali dari sebelumnya dinding penyembuh yang telah ia buat dalam beberapa puluh jam kebelakang yang masih berfungsi juga membantu proses penyembuhan yang masih berlangsung....


..."Jangan membuat orang lain menangis. Bertahanlah" kata Hoshie....


..."Dia masih menunggumu" kata Hoshie....


... Ditempat kerja ketua kelas....


... Dua puluh lima menit yang lalu dia yang baru selesai menelepon Ans....


... Dia sudah selesai dengan pekerjaannya hari ini bersiap untuk pulang....


... Remaja laki-laki dengan kemeja kotak-kotak hitam agak sedikit kehijauan dan putih sedikit ke arah hijau pula dan kaos putih lengan pendek serta celana jeans abu-abu pendeknya serta jaket jeans biru yang ia pakai lalu tas sekolah berbentuk selempang lumayan besar ia pakai di bahu sebelah kanan. Dia sedang bersiap dalam perjalanan pulang dengan helm ditangan kiri menuju ke arah pintu lift untuk turun di lantai pertama mengambil sepeda motornya....


... Di depan pintu lift lalu datang pengunjung lain di pusat perbelanjaan tersebut....


... Orang itu ada di sisi kanan Gan selanjutnya saling melirik satu sama lain....


..."Kau ingin menjadi musuhku" kata Gan....


... ...


... Berhenti membalas lirikan sinis dari Nawa....


... Melihat ke pintu masuk lift....


..."Sejak kapan kita berteman" kata Nawa....


... Pintu lift terbuka berhenti satu detik menunggu sebentar lalu secara bergantian masuk ke dalam lift dimulai oleh ketua kelas....


..."Aku curiga orang sesibuk dirimu selalu ada disekitarku" kata Gan....


... Disusul oleh Nawa masuk ke dalam lift....


... Menekan lantai nomor satu....


... Orang yang ada di sebelahnya tidak menekan nomor lantai lift yang akan dituju karena dia juga akan menuju ke lantai yang sama dengan Si Ketua kelas....


... Lift berjalan....


..."Apa kau menyukai ku?" tanya Gan....


..."Percaya diri sekali" kata Nawa....


..."Tentu. Aku keren" kata Gan....


... Membela diri....


..."You're not my type" kata Nawa....


... To be honest....


..."Ahhh. Dia tipe mu dan kau ditolak" kata Gan....


..."Dia sudah masa lalu" kata Nawa....


... Meledek....


..."Really. I don't believe you" kata Gan....


... Reality....


..."You never trust me" kata Nawa....


..."Yes" jawab Gan....


... Tidak mau kalah dengan perdebatan ini....


..."Bagaimana kalau Ans ku jadikan pacar?" tanya Nawa....


... Dia sedang mempertahankan apa yang menjadi miliknya....


..."Cari mati!" kata Gan....


... Sisi lain dari lirikan sinis itu datang lagi kepada Gan....


..."Just kidding. Okey" kata Nawa....


... Pintu lift terbuka....


... Nawa mempersilahkan si ketua kelas keluar dari dalam lift lebih dahulu lalu menyusul Nawa sendiri....


... Mengikuti arah kemana ketua kelasnya akan pergi....


... Berbalik....


... Dia dengan peran emosi yang direncanakan bukan dirinya yang sebenarnya....


..."Kau bukan Ans. Berhenti mengikuti ku!" kata Gan....


..."I have a yellow card" kata Nawa....


... ...


... Berjalan lagi melanjutkan kemana arah untuknya mengambil kendaraan roda dua miliknya yang dia parkir di salah satu bagian tempat parkir yang mereka masuk ini....


... Menemukan motornya lalu juga dengan Nawa yang mengambil motornya yang terparkir tidak jauh dari motor si ketua kelas....


... Gan sedang memakai helm hitamnya itu....


... Selesai memakai helm lalu akan mengajak bicara Nawa....


..."Kemana aku harus pergi?" tanya Gan....


..."Ikuti arahanku" kata Nawa....


... Hoshie....


... Menunggu lima menit lagi adalah waktu terakhir sebagai kesempatan untuk Oryn Mason menentukan apakah dia akan berhasil tersadarkan diri atau sebaliknya berita buruk itu akan menjadi miliknya....


... Dinding pelindung yang dibangun oleh Hoshie sudah mulai dihilangkan oleh waktu yang digunakan oleh Hoshie untuk mempertahankan kondisi kesehatan sahabatnya itu....


... Tiga menit lagi....


... Tinggal satu menit detik detik yang menentukan apakah orang yang belum sadarkan diri di depannya akan tetap bertahan....


... Nawa datang bersama dengan Gan....

__ADS_1


..."Tolong bantu kami" kata Hoshie....


__ADS_2