
...Chapter 195: Melewati....
..."Ohh. Kepalaku pusing" kata Yellow....
... Dia pergi meninggalkan area dapur menuju kamarnya sendiri....
... Sambil jalan mengambil ponsel dan melihat beberapa panggilan tak terjawab dari ibunya beberapa menit yang lalu....
..."Aku harap dia baik-baik saja" kata Yellow....
... Berbalik ke arah pintu masuk rumah bergegas keluar untuk memastikan ibunya belum jauh pergi....
... Menelepon sekali lagi nomor ponsel ibunya....
... Belum ada tanggapan dari orang yang dia hubungi....
... Pesan suara operator seluler....
..."Nomor yang … " ...
... Sambil keluar dari dalam rumah dia terus menghubungi nomor ponsel ibunya lagi....
... Tiba didepan pintu yang kemudian dibuka lalu dia keluar setelah itu pintu tertutup lalu terkunci secara otomatis....
... Remaja sekolah menengah atas ini berlari keluar rumah dalam kondisi masih dengan hujan yang terbilang deras....
... Dia kehujanan lagi berlari mencari ke berbagai arah jalan lalu berlari lagi menuju jalan raya yang bisa ditempuh dengan berjalan lebih cepat....
... Enam menit kemudian....
... Dia di depan jalan raya melihat ke berbagai arah lagi apakah masih ada kesempatan untuk dirinya bertemu ibunya sendiri....
... Suara deras hujan....
..."Dia benar-benar pergi?" tanya Yellow....
... Tatapan kesedihan belum siap menerima semua kenyataan hidup yang dia terima ini....
..."Sungguh?" tanya gadis ini lagi....
... Dia langsung pergi kembali ke arah rumahnya dengan berjalan lebih pelan dari sebelumnya setelah mendapati dirinya tidak menemukan orang yang ia cari yaitu Ibunya sendiri....
... Hujan makin deras ditambah lagi banyak petir datang di langit....
... Dia sadar kembali dan berjalan lebih cepat kembali balik ke arah rumah sepuluh menit kemudian gadis ini tiba didepan rumah....
... Masuk ke dalam rumah menaruh sepatunya di balik pintu di bawah rak sepatu disebelah kiri bagian dalam pintu masuk....
... Pintu terkunci otomatis ketika Yellow masuk kembali kedalam rumahnya lagi....
... Suara hujan masih terdengar masuk kedalam rumah....
... Lantai basah terkena air hujan dari pakaian gadis remaja ini pergi berlalu menuju kamar....
... Ruang tamu yang hening terlihat kilatan petir memantul hingga kedalam ruangan masuk melalui jendela-jendela....
... Sepuluh menit kemudian Yellow keluar dari dalam kamar dengan celana pendek casual hitam oversize pendek selutut beserta kaos putih berlengan pendek oversize pula....
... Berjalan ke arah dapur sambil mengeringkan rambutnya yang basah setelah dibersihkan dengan handuk putih kering....
... Mencari sesuatu yang ada di lemari tempat menyimpan makanan instan....
... Teringat sesuatu....
... Pergi ke arah rice cooker....
..."Dia bahkan sempat memasakkan nasi sebelum pergi" kata Yellow....
... Menutup penutup rice cooker....
... Setelah memeriksa ketersediaan nasi dalam rice cooker selanjutnya gadis ini mengambil wajan lalu menyalakan kompor listrik menaruh olive oil ke dalam wajan anti lengket secukupnya lalu menunggu wajannya panas dalam tingkat sedang setelah itu mengambil telur lalu memecahnya menaruh ke dalam wajan....
... Telur digoreng....
... Menunggu beberapa detik lalu dibalik....
... Menunggu sampai matang sesuai selera orang yang sedang memasak ini....
... Lalu diulang kembali hingga dua telur sudah digoreng berada diatas piring putih sudah siap disantap dengan nasi merah diatas piring bundar putih....
..."Aku juga butuh sayur" kata Yellow....
... Pergi ke arah lemari pendingin membukanya lalu mencari beberapa selada serta tomat ceri. Dia juga mendapatkan mentimun dari dalam lemari pendingin tersebut....
... Pergi ke tempat mencuci sayuran dan buah....
... Sayuran yang sudah diambil dicuci bersih lalu dikeringkan sebentar sambil menunggu nasi yang sudah diambil tidak terlalu panas ketika dimakan....
... Waktunya untuk memotong mentimun secara menyamping lalu menaruhnya di atas piring beserta selada dan tomat ceri dalam satu tempat yang sama....
... Melihat menu makanan yang dibuat oleh diri sendiri....
..."Ternyata ini menu makanan yang sering dibuat oleh Jeje" kata Yellow....
... Mengambil tempat duduk dari salah satu kursi di meja bundar di ruang makan dekat dapur dengan tirai jendela yang terbuka tidak dengan jendela ruangan dengan tirai besi yang terpasang bergaya klasik yang ada di jendela ruang makan itu....
... Waktunya makan....
... Makan beberapa suap makanan dengan menggunakan sendok makan....
..."Mengapa dia pergi?" tanya Yellow....
..."Apa aku sangat membebani hidupnya?" tanya Yellow....
... Mengambil satu sendok nasi dengan telur goreng lagi....
... Datar nada suaranya....
... Untuk diri sendiri....
..."Aku tidak tahu. Apakah aku harus menangis, berteriak atau marah?" tanya Yellow....
..."Aku berdoa semoga dia akan kembali seperti biasa setelah pergi" kata Yellow....
... Mengirim pesan kepada seseorang untuk menanyakan apakah ada lowongan pekerjaan untuk dirinya....
... Mereka berdua saling mengirim pesan....
... Menerima panggilan dari orang yang sedang berkomunikasi lewat ponselnya itu....
..."Pukul sembilan ini. Bisa?" tanya Gan....
__ADS_1
... Melihat waktu di jam dinding yang menunjukkan tinggal tiga puluh menit lagi untuk dirinya sampai ditempat yang diberitahukan oleh teman sekolahnya itu....
..."Aku segera pergi" kata Yellow....
..."Oke. Thank you" kata Yellow....
... Segera menghabiskan menu makanan yang dibuatnya sendiri lalu segera pergi ke dalam kamarnya untuk bersiap melamar pekerjaan ditempat sahabatnya itu bekerja....
... Tiga menit kemudian....
... Dia sudah bersiap untuk pergi meninggalkan rumah lagi....
... Gadis dengan pakaian merah pastel baju feminim berlengan pendek dengan celana casual berbahan kain lembut panjang dibawah lutut persis berwarna merah pergi ke arah pintu depan rumah....
... Mengambil alas kaki coklat manis berhak tipis lalu mengambil salah satu payung yang ada di sebelah kiri rak yang ada di hadapannya itu....
... Yellow dengan tas berwarna gold siap untuk pergi keluar dari dalam rumah melewati pintu rumah yang langsung tertutup otomatis setelah ia keluar melewati pintu tersebut lagi....
... Membuka payung hijau yang tadi dia ambil dari sudut rumahnya sendiri....
... Dia pergi dengan situasi masih hujan....
... Orang yang berhasil mengambil nyawa ibunya masih ada disana menatap pintu yang tertutup secara otomatis dari dalam rumah....
... Dia bahkan melihat penghuni rumah yang berjalan pergi dengan payung hijaunya itu dari dalam jendela ruang tamu....
... Dua puluh menit kemudian....
... Di kafe yang sama dia bersama dengan salah satu sahabatnya juga sedang bertemu ditempat yang sama....
... Gan yang melihat situasi....
..."Kamu beneran mau kerja. Lihat dulu deh, gimana aku kerja disini. Nanti, kamu putusin buat milih mana yang bener bener yakin buat kamu" kata Gan....
..."Gitu ya, Gan. Kalau gitu aku lakuin saran dari kamu dulu deh" kata Yellow....
..."Oke. Kamu pilih meja di ruangan ini, aku kerja dulu" kata Gan....
... Mengambil meja yang berbeda dari salah satu meja di ruangan tersebut....
... Grady melirik ke arah Yellow yang baru saja duduk di salah satu meja....
... Mencari momen yang tepat....
... Grady sedang menunggu pacarnya yang baru saja pergi ke kamar kecil dengan membawa tas hitam dengan gaun merah mudanya itu....
... Pergi ke arah Yellow....
... Ceria....
..."Hayo!" kata Grady....
..."Kau sedang apa disini?" tanya Yellow....
..."Aku hanya ingin mengajak bicara tetangga ku. Apa itu salah?" tanya Grady....
..."Tidak juga. Tapi, lihat waktu juga" kata Yellow....
... Dari arah lain yang merupakan arah dapur datang seseorang mengantarkan sebuah secangkir berisi espresso....
... Menaruhnya di atas meja....
..."Ini pesananmu" kata Gan....
... Mode galak....
..."Fokus denganku!" kata Gan....
... Patuh....
... Mengangguk....
... Tapi hanya beberapa detik saja tetap lebih akrab seperti biasa ketika bersama dengan orang yang ada di sebelahnya saat ini dan itu dilihat langsung oleh si ketua kelas....
... Grady dengan kedua tangan menyilang disandarkan di atas meja bagian tubuhnya juga ikut bersandar di meja menatap Yellow yang sedang mencicipi espresso hangat yang dibuat langsung oleh si ketua kelas....
... Dia yang berada di depan pintu masuk dapur....
... Melihat keduanya....
..."Dia seperti anak singa yang patuh pada induknya" kata Gan....
... Pergi melanjutkan pekerjaan yang baru dimulai hampir satu jam yang lalu....
... Yellow sambil mengobrol lalu melihat ke sekitar kafe bagaimana para pelayan yang sedang melakukan tugas mereka....
... Masih menatap Yellow dengan tatapan lembut....
... Dia jadi malu....
..."Padahal kita sudah berteman sejak kecil. Kenapa kau masih malu ketika bicara denganku?" tanya Grady....
... Tambah dekat menatap gadis disebelah kirinya itu....
... Senyum manis untuk Yellow....
... Meledek....
..."Bahkan kedua pipimu jadi memerah" kata Grady....
... Dia belum berhenti untuk menggodanya....
... Kesal....
..."Pergilah. Jangan sampai dia salah paham" kata Yellow....
... Santai....
..."Biarkan saja" kata Grady....
... Masih kesal....
... Geleng-geleng kepala....
..."Padahal dia cantik banget" kata Yellow....
... Menggoda lagi....
..."Tapi, sepertinya kau lebih cocok jadi pacarku" kata Grady....
... Mendorong lebih jauh temannya yang tidak mau berhenti terus menggoda....
__ADS_1
... Dia menjauh lalu melihat dari arah lain menuju kamar kecil kafe yang sedang tertunduk merapikan tasnya....
..."Kita ngobrol lagi nanti. Pacarku sudah datang" kata Grady....
... Dari depan pintu masuk sebelah barat kafe melihat mereka berdua yang terlihat tidak lebih dari seorang teman tapi lebih....
... Diam dengan mata berkaca-kaca ingin menangis ditambah lagi pria yang ditaksir juga pergi dimeja yang lain yang kemudian datang seorang gadis yang juga seumuran dengannya itu lebih sebagai kekasihnya yang sebenarnya....
... Dia yang sudah tahu kalau ini akan terjadi jika seseorang disebelah kirinya tidak mau pergi ketika bertemu dengan orang yang membuatnya sedih....
..."Bagaimana kalau kita ganti tempat lain?" tanya Eir....
... Pandangannya tentang situasi ini....
..."Dia menghambat bisnis orang lain" kata Nawa....
... Kembali percaya diri....
..."Ayo kita makan disini" kata Eir....
..."Yakin?" tanya Nawa....
..."Dia bukan apa-apa ketimbang nilai ulangan sekolahku" kata Eir....
... Percaya diri....
..."Bandingkan denganku" kata Nawa....
... Eir dengan ekspresi datar tanpa emosi....
... Pergi lebih dulu mencari tempat untuk mereka mendiskusikan masalah pelajaran sekolah....
... Dia tak perlu mengatakan apa yang ingin didengar oleh seorang Nawa karena sudah jelas jawabannya adalah Nawa jauh lebih keren dari orang yang dia suka....
... Yellow masih memperhatikan ketua kelas yang masih dengan pekerjaan yang dia kerjakan bersama dengan karyawan lainnya melayani satu persatu pengunjung kafe mencatat lalu mengantarkan makanan diatas meja berulang dengan meja yang berbeda sesekali terlihat dia juga merapikan meja yang baru selesai digunakan para pengunjung untuk menikmati menu makanan yang mereka pesan....
... Dia terlihat kerepotan kali ini....
... Pergi ke arah dapur lagi lalu beberapa menit kemudian mengantar menu makanan kepada meja kedua temannya itu....
... Menerima pesanan makanan yang mereka berdua pesan....
..."Kau lembur lagi" kata Nawa....
..."Sepertinya aku sibuk?" tanya Gan....
... Dia pergi setelah menaruh semua makanan diatas meja kembali dengan kesibukan yang benar-benar seperti olahraga di pagi hari....
... Grady sudah mengidolakan seseorang sejak lama bahkan dia tahu hanya dengan langkah kaki yang mengarah ke tempat yang sama yang dia kunjungi saat ini bersama pacarnya terlebih dia adalah seorang bangsa Blacwhe....
... Dia senyum-senyum sendiri dan itu tulus tanpa sebuah kepalsuan seperti sering dia lakukan ketika bertemu para gadis....
... Mencari hal yang membuat kondisi Grady jadi terlihat jauh lebih bahagia....
..."Sayang kamu senyum sama siapa?" tanya wanita bergaun merah muda itu....
... Menatap wajah dan merapikan helai rambut kepala dibagian telinga sebelah kiri....
..."Kamu" kata Grady....
... Dia memang terlihat mempesona hanya dengan satu kali tatap saja....
... Bikin klepek-klepek langsung bagi si pacarnya itu....
... Dia juga menyentuh bibir pacarnya dengan lembut dengan jemari tangan kanan setelah merapikan helai rambut kepala gadis di depannya sekarang....
..."Kak aku pesan … " kata Rumy....
... Ketua kelas dan mesin pembuat kopi....
... Membuat kopi yang dipesan oleh Rumy....
... Gadis ini memperhatikan cara Gan sedang membuat kopi....
... Dia melihat ke berbagai arah seperti seorang detektif swasta yang sedang bekerja mengawasi apapun yang menjadi objek penyelidikan....
..."Grady" kata Rumy....
... Grady menangkap tatapan mata gadis ini lalu berbalik segera menghindar dari orang yang membuat gadis ini terkejut tanpa tanda koma....
..."Kalau tahu ada dia disini pasti aku tidak akan kemari" kata Rumy....
... ...
... Melihat lagi beberapa menu minuman yang dibuat oleh Gan yang sebentar lagi akan selesai kelimanya dibuat....
... Dia dengan menu makanan lain yang sedang dipanggang....
..."Aku sengaja datang hari ini ketika hari libur pagi karena pasti kau yang bertugas membuat semua ini" kata Rumy....
... Terdiam dan merasa pujian itu bukan seratus persen untuknya melainkan hanya sebuah pengalihan kisah orang lain yang saat ini terus melihat ke arah salah satu temannya itu....
... To the point....
..."Apa dia mengganggumu?" tanya Gan....
... Menaruh lima cup minuman diatas meja dekat Rumy....
... Rumy masih bungkam seolah tak ada apapun diantara keduanya....
..."Pria berwajah tirus itu. Dia masih terus mengawasimu, kau tidak terganggu?" tanya Gan....
..."Hah?" tanya Rumy....
... Gan mengambil beberapa lembar roti yang sudah selesai dipanggang lalu dibuat sandwich dengan isian chicken fillet goreng tepung beserta sayuran serta kondamen lainnya bertumpuk sesuai resep yang dianjurkan oleh Chef di kafe tempatnya kerjanya itu....
..."Ada Nawa juga disini. Kau ambil ini dan cepatlah pergi" kata Gan....
... Gan mempercepat cara kerjanya menyiapkan sandwich yang dipesan oleh temannya itu....
... Mengambil kotak makanan lalu segera memasukkannya kedalam tote bag yang digunakan untuk membawa makanan....
... Pembayaran dilakukan dengan cepat pula lalu Rumy berjalan lebih cepat menghindar dari segala hal yang akan merugikan itu....
... Rumy pergi lalu Grady tanpa pamit kepada pacarnya itu langsung mengejar kemana seseorang yang sudah lama diidolakannya itu....
..."Hai. Kau mau kemana?!" kata Si Pacar Grady....
... Dia juga melewati Yellow yang sedang sibuk memperhatikan apa yang dikerjakan oleh temannya sekarang....
... Melewati pintu yang sama yang juga digunakan oleh Rumy disaat datang dan pergi ke kafe yang terletak dibagian barat....
__ADS_1