
...Chapter 70: Ayo kita pergi!....
..."Apa kau tidak lelah, bekerja terus?" tanya Hot....
... Melirik ke arah Dashie....
... Mengambil tempat menjauh dari Dashie yang masih terus membaca buku di dekat mobil yang didalamnya ada Babe dan Pax yang sedang tertidur untuk istirahat siang....
... Melanjutkan obrolan dengan Nora....
..."Kau juga butuh meluangkan waktu untukmu sendiri" kata Nora....
... Suara nyaring itu menggema di telinga sebelah kanan rekan kerjanya itu....
..."Lalu aku makan apa?" tanya Nora....
... Santai menjawabnya....
..."Kau ingin makan apa?" tanya Hot....
... Dashie memperhatikan Hot lalu lanjut membaca bukunya lagi....
... Berusaha membuat rekan kerjanya menurunkan daya ledak emosi yang mulai memuncak....
..."Ya, ya. Aku juga sekarang sedang bekerja" kata Hot....
... Percakapan seru diantara mereka akhirnya berakhir lalu Hot kembali untuk menemui Dashie....
... Mencoba mencairkan suasana itulah niat dari Hot tapi lebih diawali oleh Dashie....
... Hot semakin mendekat dan kini sekitar tiga langkah darinya duduk sekarang....
..."Santai saja, kau tidak bisa berbohong" kata Dashie....
... Datang kembali di tempat duduk sebelumnya di sebelah kiri Dashie duduk melanjutkan membaca buku....
..."Kalian berpacaran?" tanya Hot....
... Menjawab santai....
..."Siapa?" tanya balik Dashie....
..."Kau dan pria yang ada bersama dengan mu disaat kita bertemu di sebuah kedai waktu itu" kata Hot....
..."Tidak" jawab Dashie....
... Membacakan prediksi masa depan hubungan Dashie dengan pemuda yang Hot maksud....
..."Kalau seperti ini kau akan jadi pacarnya" kata Hot....
... Menatap rekan kerjanya itu memeluk buku yang sedang dibaca....
... Menghela nafas pendek lalu memberikan kode agak kesal kepada Hot....
..."Apa?" tanya Hot....
..."Kenapa?" tanya Hot lagi....
... Belum selesai membela diri....
..."Marah saja. Kenapa dipendam?" tanya Hot....
..."Aku berkata benar kan" kata Hot....
... Berpindah pandangan matanya dari hadapan Dashie yang sedikit agak kesal belum pergi....
... Kini giliran Hot yang memasang wajah kesal jauh melebihi Dashie....
... Menawarkan diri....
..."Jangan mau sama dia lebih baik dengan ku" kata Hot....
... Kini Dashie membela diri....
..."Denganmu, kau yakin?" tanya Dashie....
... Emosinya mulai meredam, sedikit....
..."Sungguh. Kau tidak tahu bagaimana sikap sangat menyebalkan diriku ini" kata Dashie....
..."Jawab aku?" tanya Dashie....
... Menarik Hot agar kembali menatap Dashie....
... Mulai bersikap menyebalkan, disengaja....
..."Kau ingin tahu tidak?" tanya Dashie....
... Menghindar dengan sikapnya yang tidak ingin berdebat dengan rekan kerja barunya itu....
... Berkata serius....
..."Hentikan. Sikapmu membuatmu lebih cantik" kata Hot....
... Dashie juga berkata serius....
__ADS_1
..."Biasanya orang yang berkata seperti itu padaku sebentar lagi akan menipuku" kata Dashie....
... Hot akhirnya mengalah tidak ingin melanjutkan debatnya bersama dengan Dashie....
... Bicara di dalam pikirannya....
..."Dia tidak jauh berbeda dengan Nora" kata Hot....
... Hati dan pikirannya berteriak....
..."Wanita memang selalu ingin dimengerti tapi aku juga seharusnya dimengerti!" kata Hot....
... Masih ingin dimengerti....
..."Aku juga anak Ayah dan Mama" kata Hot....
... Mulai melanjutkan pekerjaan....
... Hot mencari waktu ketika Dashie kembali sibuk dengan buku yang dibacanya dari jarak tiga puluh sentimeter tanpa menyentuh atas kepala gadis di sebelah kanannya embun berasap putih dingin muncul dari telapak tangan mengarah pelan tanpa memberikan efek mengejutkan dalam satu detik....
... Tangannya kembali dengan ponsel membalas pesan kepada Nora yang sedang menunggu hasil kerjanya sejak tadi....
... Dashie seakan berada dalam sebuah dimensi yang pernah dikunjungi menembus ruang buram tak memiliki tanda tanda kehidupan sebagaimana mestinya jemari tangan mulai memberanikan diri menembus batas ruang berkabut hijau berpadu kabut putih lebih dominan....
... ...
..."Mereka tidak asing untukku" kata Dashie....
... Dashie mengikuti kemana dua orang yang dianggapnya tidak asing dengan peralatan mendaki dua duanya ada di tas yang berada di punggung mereka....
... Keduanya juga membawa tongkat masing-masing untuk membantu mempermudah melewati jalur pendakian....
... Udara terasa cerah mereka berdua kompak menengadah menatap langit lalu melanjutkan pendakian kembali....
... Dashie memperhatikan dengan teliti siapa gadis dengan atasan biru gelap dan bawahan celana panjang creme sedangkan yang satunya lagi seorang pria dengan setelan berwarna yang sama juga terlihat seumuran umur keduanya bergabung dengan komunitas resmi mendaki yang sama pula baju yang mereka pakai saat ini menjelaskan itu semua....
... Di area sebuah pegunungan, Dashie sedang menebak dirinya berada banyak terlihat nyamuk-nyamuk ada disekitar mereka berterbangan melewati datang juga kepadanya lebih tepatnya menembus raga....
..."Aku kembali menjadi bukan diriku" kata Dashie....
... Langkah kaki yang ingin terus melaju ingin mengikuti arah mereka mendaki tapi tidak dengan langkah kakinya yang memaksanya untuk berhenti kesakitan tangan kanan meraih batang kayu disekitarnya sedang berusaha dilakukan untuk bertahan agar tidak menyerah begitu saja terus melangkah mengikuti dengan mengingat lagi memori yang membuatnya terjebak dalam sebuah kebingungan....
... Pemuda itu tiba-tiba saja berhenti....
... Dashie ikut berhenti dengan tangan meraih satu pohon lagi yang lain....
... Dashie juga mendengar suaranya mengajak bicara lawan bicaranya tidak terlalu keras bicara tapi tetap saja terdengar dari heningnya pegunungan....
... Tatapannya berubah menjadi menakutkan dan itu pasti membuat gadis lawan bicaranya mengambil tindakan mundur satu langkah menjauh sebagai pertahanan diri....
... Memberikan kode permintaan tolong kepada para pendaki yang lain....
... Berteriak keras....
..."Tolong!" kata gadis itu....
... Berjalan cepat lalu berteriak lagi....
..."Tolong!" kata gadis itu....
... Pemuda itu mendekat lagi jauh lebih menakutkan dari ekspresi wajah sebelumnya lalu gadis itu juga lebih melangkah mundur menjauh lagi dari pemuda yang menjadi partner mendakinya dengan tetap memperhatikan sekitar memperhatikan jalan yang diambil tidak bisa berlari menjauh lebih cepat dari perkiraan yang akan diambil sebagai perlawanan diri....
... Lawan bicara gadis itu tidak peduli dengan area daki yang cukup curam jika berlari lebih cepat membuat salah satu dari mereka melangkah jauh lebih cepat dari aturan yang ada sudah pasti salah satu dari mereka atau keduanya bisa saja berakhir dengan mudah tanpa hal itu sudah diperhitungkan lagi dengan isi kepalanya penuh dengan hal kotor yang memicu dirinya ingin membunuh diri gadis yang sedang bersamanya kini tanpa peduli dengan dirinya yang ada adalah dirinya berkuasa menggenggam erat garis hidup gadis yang sedang melangkah jauh turun dari kejaran dirinya yang belum berhenti langkah kakinya lebih cepat mengejar gadis itu yang sedang ketakutan lari darinya yang begitu beringas....
... Gadis itu melewati Dashie menembus raganya tanpa bisa dirinya untuk bisa menyelamatkan gadis yang sedang berjalan lebih cepat berlari bisa dibilang keringat dari gadis itu terlihat muncul keringat dingin pucat khas wajah seseorang yang sedang ketakutan....
... Pemuda itu juga melewati Dashie menembusnya tanpa ada sebuah pencegahan lewat begitu saja entah mengapa pada saat ini, Dashie tidak merasakan apapun dari rasa sakit yang sebelumnya ada langkah kakinya jauh lebih cepat mengejar kedua orang didepannya....
... Dashie melihat gadis itu sudah berada dititik dimana disanalah dirinya harus memilih dua kematian yang siap merenggut nyawanya yang sangat berharga. Jika dirinya tidak turun dibawah yang bukan jalur pendakian maka nyawanya langsung akan berakhir. ...
... Gadis itu melihat partner dakinya semakin mendekat dengan langkah kaki beringas sangat mengerikan sudah jelas, itu juga lebih mematikan dari jurang yang ada di belakangnya saat ini tangannya memegang batang dari kayu yang tumbuh di sebelah kanan dengan kulit berlumut hijau muda bercampur hijau tua....
... Dashie entah kenapa mendengar langkah kaki yang semakin mendekat ke arah mereka dan dirinya itu dengan dua langkah kaki tapi Dashie lebih fokus kepada mereka berdua yang sedang berada di dunia yang berbeda dalam isi pikiran dan partner dari gadis itu semakin mendekat dengan tiga langkah kaki lagi akan sampai di dekat gadis yang ingin melarikan diri dari kisah yang akan menghapus jati diri....
... Pemuda itu akan mendekat dalam satu langkah berada tepat di depan gadis itu lalu disinilah pilihan itu bukan hanya membuat dirinya akan menyesali dari salah satu pilihan yang akan diambil....
..."Turunlah" kata partner dakinya....
... Lalu tanpa suatu keputusan lain yang bisa diambil oleh gadis itu dia lebih memilih untuk turun di pendakian yang bisa dibilang adalah jalur daki sebuah jurang di wilayah pendakian....
... Pemuda itu melihat gadis di bawahnya lebih memilih untuk berada di antara hidup dan mati tanpa rasa iba padahal bisa saja dirinya membantu gadis itu tapi tentu dengan belati bahkan pedang panjang yang ada di kedua tangannya siap menusuk gadis itu secara langsung senyum mengerikan itu ada dan tidak mudah untuk pergi membuat gadis itu merasa sangat sangat jijik tak ingin menerima bantuan dari tangan kotornya itu....
... Dia dengan akar akar pepohonan yang menjadi harapan harapan terakhirnya yang tidak ingin mengakhiri hidupnya sendiri tak ingin siapa yang ingin melakukan hal semacam ini jika itu bukanlah gadis itu....
... Mencekam dengan nyawa yang tidak berarti bagi orang lain, dia bertahan jaraknya dua meter curam jurang di bawahnya siap menerima....
..."Kau tidak ingin hidup?" tanya pemuda itu....
... Tanpa ragu....
..."Lebih baik aku mati di bawah sana!" kata gadis itu....
... Mengerikan senyum itu ada jauh lebih menakutkan diberikan di depan gadis yang sedang jijik itu....
... Berteriak keras....
__ADS_1
..."Tolong!" kata gadis itu....
... Belum ada yang datang itu yang diterima oleh gadis itu....
..."Tanganku siap menolong mu, berikan tanganmu" kata pemuda itu....
... Untuk apa gadis itu menerima bantuan dari laki-laki bengis terburuk bertopeng dengan wajah tak berdosa dalam satu kali tatap itu merasa tak bersalah apalagi berdosa sedang berencana melakukan tindakan tidak manusiawi ini....
... Kedua tangannya dingin mulai sulit untuk mempertahankan harapan harapannya dari akar akar pohon digenggam erat berkeringat gemetar ketakutan....
... Suara Dashie yang tidak bisa didengar dari teriakan teriakan yang sudah dilakukan belum juga ada yang datang untuk menolong gadis malang yang sedang bertahan agar tidak terjatuh ke bawah jurang mendengar langkah kaki dua orang yang datang tapi sampai saat ini detik detik waktu mengerikan ini sedang berlangsung belum juga terlihat siapa langkah langkah kaki yang didengar sedari tadi....
... Dashie berteriak keras menggema membuat burung-burung diatas pepohonan ketakutan pergi berteriak horor....
..."Tolong!" kata Dashie....
... Dia menjadi ikut sangat panik dengan tanpa bisa membantu sama sekali di hari tidak beruntung ini sedang menimpa seorang gadis yang jelas menangis dengan hari menyedihkan ini begitu juga Dashie yang mengulurkan tangan kanannya untuk membantu tapi tidak didengar....
... Berteriak lagi....
..."Tolong!" kata Dashie....
... Binatang binatang di atas mereka berterbangan ke atas langit lagi....
... Belum juga ada yang datang....
... Menjadi jauh lebih panik....
... Suara bengis penuh kejahatan datang lagi didengar oleh gadis itu dan Dashie....
..."Kau tidak lihat, aku siap menolongmu" kata pemuda itu....
... Uluran tangan pertolongannya sama sekali tidak digubris oleh gadis yang sudah tidak percaya sama sekali dengan pemuda yang sedang memberikan kepercayaan palsu ini....
..."Kenapa kau menganggapku sangat jahat?" tanya pemuda itu....
... Muak dengan segala apa yang keluar dari partner dakinya yang bertambah lagi membuatnya ingin muntah....
..."Kau pikir sendiri!" kata gadis itu....
... Dia, pemuda itu dengan kakinya sebelah kanan datang berusaha melakukan hal keji diluar nalar manusiawi lagi menginjak tangan gadis itu agar genggaman tangan gadis itu terlepas dengan mudah lalu kemudian jatuh ke bawah jurang....
... Apa yang bisa dilakukan oleh Dashie jika teriakan dan raganya saja tidak terlihat oleh siapapun dalam kondisi panik ia berteriak lagi sekeras mungkin sebisa mungkin lagi....
..."Tolong!" teriak Dashie....
... Burung burung di atasnya lagi berterbangan seakan mendengar teriakkan darinya lagi....
... Pemuda itu kembali menginjak tangan gadis itu tanpa berperikemanusiaan seperti yang sudah dilakukan beberapa kali di detik sebelumnya....
... Berteriak lagi, Dashie....
..."Tolong!" kata Dashie....
... Panik sedih ikut menangis dengan apa yang sedang disaksikan di depan matanya sendiri....
... Teriak lagi....
..."Siapapun tolong dia, tolong!" kata Dashie....
... Satu langkah kaki datang dibelakang pemuda bengis lalu terdengar satu langkah lagi datang menyusul....
... Gadis itu melihat dari bawah dengan sinar matahari menutup sebagian wajahnya menatap mereka berdua yang sedang bertarung sengit....
... Apakah dia akan senang dengan datangnya orang lain dan berharap orang itu akan menolongnya dari kekejaman partner dakinya tersebut, tidak. Sebuah pemikiran yang ada muncul dengan spontan tanpa berpikir keajaiban datang dari orang tersebut....
..."Apakah aku harus menolongnya?" tanya pemuda itu....
... Dia jauh lebih pucat dari kulit manusia dengan wajah dingin kejam dengan tindakan yang sudah diperhitungkan melihat situasi ini....
... Dia yang baru saja datang melihat tindakan keji seseorang yang belum berhenti menginjak-injak tangan gadis yang sudah berdarah mengalir dari tangannya yang terluka....
... Seseorang dibelakang datang juga setelah mendengar dan melihat beberapa binatang terganggu oleh sesuatu hal yang cukup aneh....
..."Kita perlu membantu mereka?" tanya pria yang jauh lebih dewasa dari pemuda yang datang lebih awal darinya itu....
... Dia juga dengan wajah pucat dan ekspresi wajah pucat yang hampir sama....
... Pemuda yang bisa dibilang juga seumuran dengan kedua orang yang sedang bertarung ini mengambil tindakan diluar pemikiran manusia biasa....
... Pemuda bengis itu lenyap didepan mata gadis itu....
... Gadis itu tanpa emosi terdiam melihat apa yang dilakukan oleh pemuda itu kepada partner dakinya tersebut....
... Dashie akan menjauh satu langkah dari pemuda itu....
... Satu wajah yang memiliki wajah pucat yang sama tanpa emosi kaget atau takut yang sedang tersembunyi dari dalam gadis itu dan Dashie....
..."Apa perlu sampai seperti ini?" tanya Luc....
... Hoshie lalu pergi meninggalkan gadis yang sedang tidak percaya dengan pertolongan yang diterimanya ini....
... Berhenti melihat ke sisi kanan sedikit tanpa berbalik ke belakang temannya itu....
..."Ayo kita pergi" kata Hoshie....
__ADS_1
... ...