Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 32: Tidak nyata.


__ADS_3

...Chapter 32: Tidak nyata....


... Bunyi alarm pagi ini sangat keras dan pemilik kamar itu sudah bersiap dengan setelan olahraga sebelum dia pergi satu buah kotak yang berisi sebuah gaun dibuka sebuah gaun....


..."Say hello untuk Callie" kata Dashie....


... Dia tahu bahwa sore ini ada sebuah acara ulang tahun seseorang yang dia kenal yang merupakan teman satu kampus....


..."Dia juga mengirimku sepasang sepatu" kata Dashie....


... Dibacanya secarik kertas pesan dari Callie....


..."Sorry. Aku hanya bisa membalas kebaikanmu dengan ini" kata Callie dalam kertas putih dengan tulisan tangan nya sendiri....


... Di rumah Hoshie....


... Luc sudah bersiap untuk pergi ke kantor....


..."Kau tidak akan bangun?" tanya Luc....


... Pelan berbicara menanggapi perkataan dari sahabatnya itu....


..."Ya" kata Luc....


... Tubuh Hoshie terasa sangat panas sama ketika dia sudah satu bulan ketika tidak mengambil aura milik manusia lalu Luc tertawa melihat Hoshie sambil merapikan dasi hitam yang sedang dia pakai berkaca di cermin kamar di ruang kamar Hoshie....


..."Kau tidak akan mati. Jangan khawatir" kata Luc....


... Luc pergi dengan jas hitam sepadan dengan bawahan celana formal hitam berbahan kain dan  tas kotak kantor hitam dia bawa....


... Tak ada Luc bahkan bayangannya sudah tidak ada di kamar dan Hoshie benar benar tidak bisa apa apa tanpa bantuan orang lain bahkan hanya untuk duduk dia sudah sangat kesulitan duduk....


...Ponselnya berdering pacarnya terus menghubunginya tapi yang ada dipikirannya hanyalah Dashie disaat sakit seperti ini....


... Mengingat waktu yang telah lama terlewat di angka kalender yang terpasang di dinding kamar angka tanggal disaat seseorang merawatnya ketika sakit seperti hampir sama dengan hari ini....


... Hanya dia yang mengetahui hal ini dan dia belum mengatakan ini kepada orang lain maupun sahabatnya yaitu Luc....


... Menelepon Aka dan langsung terhubung menjawab panggilan dari pacarnya....


... Layar ponsel dinyalakan oleh pemilik kuku bercat merah gelap....


... Baru bangun tidur dan mendapat panggilan telepon dari Hoshie melihat pukul berapa dia bangun pagi ini di layar ponsel yang sudah menyala....


..."Ya. Sayang" kata Aka....


... Tidak ada petir tapi dia langsung On setelah mendengar suara lembut dari seseorang yang dia sayang itu untuk sepagi ini mengatakan hal tidak masuk akal baginya tapi masuk akal untuk Hoshie....


..."Kita putus" kata Hoshie....


... Ingin menolak dan tidak setuju dengan keputusan gila dari pacarnya itu yang dalam satu detik yang lalu sudah memutuskannya dengan seenaknya sendiri dengan mudahnya berkata ini kepada Aka....


... Teriak ke dalam ponsel....


..."Hoshie … !" kata Aka....


... Hoshie mendengar teriakan dari Aka dari dalam ponsel keras terdengar dia jauhkan dari telinganya lalu melihat layar ponsel lalu ponsel segera dimatikan....


... Pemuda ini menghubungi orang lain dan itu adalah Dashie....


... Dashie sedang menutup lagi kotak yang berisi gaun yang berada di atas tempat tidur....


..."Ada apa sepagi ini dia meneleponku" kata Dashie....


... Tak ada suara ingin cepat gadis ini menutup panggilan telepon dari Dashie....


... Suaranya yang hampir habis berbicara kepada Dashie....


..."Aku sakit" kata Hoshie....


... Tidak percaya....


..."Kau bercanda" kata Dashie....


... Suara yang hampir habis lagi didengar oleh Dashie....


..."Aku akan panggil taksi untuk membawamu ke rumah sakit" kata Dashie....


... Dashie mengambil jaket hitam lalu memakainya lalu pergi ke suatu tempat yaitu rumah Hoshie dengan taksi yang dia pesan lima menit yang lalu pergi untuk berniat membawa Hoshie ke rumah sakit....


... Kembali kepada Hoshie yang sangat benar benar membutuhkan bantuan dari orang lain tapi masih sempat membuat alasan agar bisa bertemu dengan Dashie....


... Senyum itu masih tersimpan erat dari dalam kotak hadiah yang selalu dia simpan sendiri dan untuk dirinya tubuhnya memang sakit tapi tidak dengan hatinya penuh cinta untuk orang lain menunggu tidak sabar orang yang dia tunggu datang....


... Melihat layar ponsel melihat waktu yang semakin berkurang yang digunakan untuk Dashie dalam perjalanan dari rumah hingga sampai rumah pemuda itu seakan tidak sabar akan bertemu padahal kemarin malam sudah bertemu meski tidak diketahui oleh Dashie dalam mantra tidak terlihat....


..."Dia datang" kata Hoshie....


... Hoshie tidak berpura pura tidak sakit tapi disaat Dashie datang dia terkesan agak berlebihan lalu dibantu gadis ini untuk meninggalkan ruang kamar dibantu juga driver wanita yang akan membawa mereka ke rumah sakit driver yang sama yang baru saja membawa Dashie sampai ke rumah Hoshie....


... Sampai di luar rumah lalu pelan pelan Hoshie masuk kedalam taksi di kursi baris kedua mobil kemudian menyusul Dashie masuk ke dalam taksi duduk di sebelah kiri pemuda ini....

__ADS_1


... Taksi pergi keluar dari halaman rumah Hoshie....


... Panas sekali ketika kepala Hoshie bersandar di pundak sebelah kanan Dashie lalu gadis ini segera menyingkirkan kepala pemuda yang sedang sakit itu dari pundaknya tapi pemuda ini tidak mau....


... Kedua mata masih tertutup seperti sedang tidur, tidurnya orang sakit....


..."Aku tidak memiliki pacar lagi" kata Hoshie....


... Dashie tetap mendorong Hoshie menjauh darinya sampai sampai dia terbentur kaca jendela pintu mobil sebelah kanan di sampingnya persis....


... Mengerang kesakitan....


..."Aaah!" kata Hoshie....


... Driver wanita yang sedang mengemudi itu menahan tertawa kecil dengan kejadian yang dia lihat dan dengar dari kaca taksi yang ada diatas langit depan mobil tergantung menggambarkan jelas kondisi di belakang kursi kemudi seperti pada saat ini sebagai hiburan komedi di pagi hari yang tiba tiba saja mendung disaat Dashie melihat ke arah luar jendela setelah mendorong Hoshie barusan....


... Hoshie seakan tidak mau melepas orang yang ingin dia dapatkan bersandar lagi dan kali ini memeluk lengan kanan gadis ini tanpa rasa canggung....


..."Percaya padaku. Aku sudah tidak memiliki hubungan sama sekali dengan gadis itu" kata Hoshie....


... Lalu pemuda ini tertidur dengan suhu badan jauh lebih tinggi dari terakhir dia bersandar di pundaknya....


... Dashie lalu memeriksa kening pemuda ini seakan tidak percaya jika Hoshie sedang berkata jujur....


..."Kali ini dia jujur lagi" kata Dashie....


... Butuh dua belas menit untuk sampai di rumah sakit yang mereka akan datangi bersama dengan perjalanan dengan taksi di percepat agar sampai lebih cepat dari perhitungan Dashie sudah mengatakan hal ini kepada driver taksi yang mereka naiki yang juga sepemikiran dengannya agar mempercepat laju kendaraan roda empat yang dikemudikan bisa berjalan lebih cepat mengantar sampai ke tempat tujuan mereka....


... Di tempat lain di rumah Aka sendirian di kamar marah juga kesal kepada Hoshie dengan sikapnya kepadanya secara terus terang tanpa basa basi dengan sebaris kalimat mematikan dalam sebuah love relationship yang membuat sebuah pasangan berpisah....


... Masih tidak percaya dengan realita yang dia terima menggigit bibir berjalan bolak balik dengan piyama gaun merah mudah satin di dalam kamarnya sendiri sambil memegang ponselnya yang sesekali dia lihat cemas dan gelisah....


..."Apa aku berbuat salah?" tanya Aka....


... Sesuatu yang aneh akan terjadi kepada Hoshie jika setelah sekian lama tidak bersama dengan Dashie dan sekali bertemu dan akrab kembali makan akan terjadi hal seperti ini lalu tanpa sebab jelas dia tidak akan merasakan hal yang membuatnya tidak merasakan sakit ketika berdekatan dengan Dashie dan Hoshie menunggu saat saat ini lagi seperti waktu lalu juga pernah dialami kondisi ini membuatnya lemah tapi juga menguntungkan juga dia menikmati ini....


... Dengan mata tertutup senyum manis indah untuk Dashie lebih erat memeluk lengan Dashie....


..."Aku ingin seperti ini lebih lama lagi" kata Hoshie....


... Dashie meliriknya setelah kata kata yang dianggap aneh dari Hoshie terdengar....


..."Aku hanya ingin memberi sedikit kebahagiaan" kata Hoshie....


... Gadis ini sedang serius....


..."Lalu … ?" tanya Dashie....


..."Aku suka … " kata Hoshie....


... Pemuda ini melepas pelukannya dari lengan Dashie sedang menyimpan lagi waktu yang bisa digunakan agar Dashie tidak menjauh lebih cepat akibat tindakannya sendiri jika dia masih disana bersandar di pundak Dashie....


... Berjaga sendiri agar tetap berjaga membuka mata dengan wajah pucat itu ada Dashie melihat pemuda ini sedang sakit....


... Layar ponsel dia buka aktif membaca artikel sedang dilakukan semua rasa sedihnya semakin hilang semakin hilang disebabkan oleh berita yang dia baca secara online....


... Wajah itu menjadi pucat menjadi dingin gemetar ketakutan untuk diri sendiri dengan kesadaran yang dimiliki oleh Hoshie karena sedang sakit dia membelai rambut di sekitar telinga kanan Dashie....


..."Ada apa hmmm?" tanya Hoshie....


... Dashie menggelengkan kepala sambil menatap mata Hoshie lalu kembali melanjutkan membaca artikel berita lain yang akan dibaca selanjutnya dengan topik berita yang sama....


... Fokus berbicara dalam hati tentang diri sendiri....


..."Berita hilangnya remaja itu sudah muncul" kata Dashie....


... Flashback lagi tentang kejadian musnahnya seorang remaja yang ada di depan Dashie di dalam kereta ketika remaja laki laki itu terpergok akan mengambil aura milik seorang gadis yang bernama Rumy....


..."Dia benar benar pergi tapi … " kata Dashie....


..." … bukankah itu sebuah halusinasiku saja tapi kenapa ini … ?" tanya Dashie....


... Melamun dan ponselnya jatuh ke bawah lantai mobil....


... Respect untuk wanita di sebelah kirinya menyentuh dagu gadis itu....


..."Kenapa?" tanya Hoshie....


... Dashie menggelengkan kepala lalu mengambil ponselnya yang jatuh ke bawah lantai mobil dibawah kakinya....


... Hoshie menggenggam tangan kanan Dashie yang dingin sekali setelah membaca beberapa artikel tentang hilangnya seorang siswa laki laki yang pernah ia temui ketika akan pergi suatu tempat dengan tujuan berlibur secara mandiri....


..."Kau melamun. Kenapa, apa terjadi sesuatu?" tanya Hoshie....


... Taksi sudah sampai didepan rumah sakit lalu segera Hoshie dibawa kedalam rumah sakit dibantu Dashie dan driver taksi yang baru saja mengantar mereka....


... Menunggu diluar instalasi gawat darurat Dashie sendirian ketika Hoshie sedang mendapatkan pertolongan oleh seorang dokter perempuan dan beberapa perawat yang bertugas di pagi ini menunggu lima belas menit sudah....


... Berhenti di depan Dashie menarik tangan Dashie....


..."Jangan pergi" kata Hoshie....

__ADS_1


... Melepas tangan Hoshie yang menggenggam tangannya....


..."Kau tidak sakit separah itu" kata Dashie....


... Hoshie dibawa dengan ranjang rumah sakit dibawa ke ruangan yang akan ditempati Hoshie sebagai tempat perawatan di rumah sakit pemuda ini tak bisa melepaskan tangan Dashie sengaja dan tidak mau....


..."Lepaskan. Mereka melihat kita" kata Dashie....


... Hoshie melepas tangan Dashie menuruti apa yang dikatakan oleh gadis yang sedang ikut pergi menuju ruang perawatan....


... Butuh tiga menit setelah keluar dari lift keluar melewati beberapa kamar lalu sampailah di ruang perawatan Hoshie....


... Alat infus dipasang di tiang untuk menggantung alat infus lalu kedua perawat memakaikan selimut kepada Hoshie lalu pergi setelah memeriksa alat infus yang terpasang di tangan kanan Hoshie berfungsi dengan benar....


... Tinggal ada Hoshie ditemani Dashie....


... Menatap dengan bibir dan wajah pucat kepada Dashie memelas wajah itu....


..."Apa?" tanya Hoshie....


... Diam berbaring disana tetap dengan ekspresi itu....


..."Tidak" kata Hoshie....


... Memberikan satu kalimat untuk Dashie....


..."Aku ingin tidur saja" kata Hoshie....


... Hoshie sedang berusaha untuk tidur dan Dashie memperhatikan kalau hal itu pasti akan sulit seperti di waktu itu pemuda ini mengalami sakit yang sama seperti yang pernah dialami sebelumnya....


... Menghitung gerakan yang dilakukan oleh Hoshie dan hal itu tidak terjadi karena Hoshie benar benar sangat kesakitan berbaring di ranjang....


..."Aku melihatnya lagi" kata Dashie....


... Hoshie membuka mata dan wajah memelas ditujukan kepada Dashie lagi....


..."Ya. Aku takkan pergi" kata Dashie....


... Sudah jelas Hoshie senang dengan perlakuan ini....


... Dashie tidak jadi pergi ke sebuah acara yoga yang dibuka untuk umum yang diselenggarakan di area pantai yang rencananya pagi ini akan diikuti olehnya bersama Jarrel....


... Menutup mata lalu terbuka menatap Dashie yang duduk disebelahnya dengan kursi besi rumah sakit....


..."Mengapa banyak gadis suka padaku?" tanya Hoshie....


... Tertawa kecil dengan lelucon ini untuk Hoshie....


..."Ha ha ha" ...


... "Ya" kata Hoshie....


...  Diam....


..."Maksudmu, aku menyukaimu?" tanya Dashie....


... Tersenyum bangga mengajak bercanda Dashie....


..."Benarkan, itu kau bilang sendiri" kata Hoshie....


...  Membalas dengan bantal dipukul kepada Hoshie di tangan kiri tidak terlalu keras oleh Dashie....


..."Aku memanfaatkanmu" kata Hoshie....


..."Sudahlah" kata Dashie....


... Tangan kanan Hoshie meraih kepala Dashie yang dia baringkan di samping kiri Hoshie....


..."Kau sedang apa?" tanya Dashie....


..."Aku" kata Hoshie....


..."Aku sedang perhatian dengan mu" kata Hoshie....


... Dashie menggeser tangan Hoshie dari kepalanya lalu Hoshie memegang tangan kanan Dashie....


..."Tetap seperti ini" kata Hoshie....


... Pemuda ini mendengar suara isak tangis seseorang dari gadis di sebelahnya yang sedang menutupi wajahnya membaringkan kepala di sisi kiri Hoshie di sedikit tempat kosong yang juga bukan milik Hoshie meski tempat itu juga tempat untuknya berbaring tapi tempat kosong itu bukan sepenuhnya milik Hoshie....


..."Tebakanku benar. Kau sedang tidak baik baik saja kan" kata Hoshie....


... Belum merespon kata kata dari Hoshie lalu pemuda ini berniat lagi untuk menghiburnya lagi....


..."Kau sedang sedih kau boleh memelukku" kata Hoshie....


... Dashie melepas tangan Hoshie yang barusan menggenggam tangannya lalu segera Hoshie meraih lagi tangan Dashie menggenggamnya lagi  lembut. Dashie belum memperlihatkan wajahnya kepada Hoshie....


... Dashie selain masih sedih dengan diputuskan hubungan asmara yang berlangsung selama hitungan hari saja juga tentu memikirkan keraguan tentang dirinya sendiri tentang pemuda yang diberitakan menghilang itu belum jelas tentang kebenaran halusinasi atau itu benar dilakukan olehnya sendiri dengan tangannya sendiri....


..."Jika itu benar berarti aku … " kata Dashie....

__ADS_1


__ADS_2