
...Chapter 37: Apa ada yang salah?....
... Hoshie mendengar tangis Dashie dalam detik yang semakin bertambah waktu mereka saling terhubung satu sama lain lewat ponsel mereka belum ditutup keduanya tidak tahu apa yang dirasakan dengan kondisi ini Dashie menjadi lebih emosional dan Hoshie menyadari bahwa meski dia sudah menghapus tentang kejadian yang membuatnya terluka tapi dia tahu pasti kalau hati seseorang tidak bisa berbohong dengan tenang dia menahan rasa sakit yang dia rasakan....
..."Aku ada disini sudah jangan menangis lagi" kata Hoshie....
... Terisak menjawab kata kata dari Dashie....
..."Aku tidak tahu aku bisa sesedih ini" kata Dashie....
... Senyum manis oleh Hoshie untuk Dashie....
..."Mungkin kau menyukaiku" kata Hoshie....
..."Terserah apa katamu. Aku hanya merasa aku tidak baik baik aaja" kata Dashie....
... Menggoda lagi Hoshie....
..."Menyukaiku akan baik baik saja" kata Hoshie....
..."Sudahlah, aku tutup ponselnya" kata Dashie....
... Mereka berdua berhenti saling mengobrol lewat ponsel dan Hoshie tidak menyangka juga menangis sendirian disana menghapus airmatanya sendiri dengan tangan kanannya melihat air matanya sendiri....
..."Aku tidak menyangka aku bisa terharu dengan situasi ini" kata Hoshie....
... Dia menganggap dia sedang berhalusinasi lagi dan nyatanya tidak lalu siapa yang baru saja mengajaknya bicara lagi dalam ramai orang orang disana berjalan di jalan yang sama....
..."Apa yang sedang kau tangisi?" tanya seseorang itu....
..."Dia memang pantas mendapatkan itu" kata orang itu lagi....
...Mencari sumber suara itu berasal datang menggema jelas terdengar oleh Dashie....
... Apakah dia menemukan apa yang sedang dicari saat ini belum atau tidak hampir sama arti dalam kondisi Dashie sumber suara seorang pria baru saja mengajaknya bicara....
... Terdiam berdiri berbalik berganti dari satu arah ke arah lain bergantian mencari tapi tidak dia dapatkan siapa identitas suara pria itu....
... Tak ada hal aneh semua yang ada disekitarnya berjalan sebaigaimana mestinya senormalnya terjadi....
..."Kau siapa?" tanya Dashie....
... Isi hatinya berbicara....
..."Apa maksudmu berkata semua itu?" tanya Dashie....
... Dia juga sudah menghapus ingatan tentang menghilangnya Ren yang bukan Ren sebenarnya didepan Dashie dan Hoshie....
... Siapakah yang baru saja berbicara pada Dashie seakan mengetahui apa yang telah terjadi dengan Dashie tentang kisah hidupnya selama ini tentang kisah kisah yang seharusnya ada seperti kisah kisah yang telah dihapus oleh Hoshie tentang Dashie....
... Dia sedang ada disuatu tempat tidak bersembunyi melihat sejauh mana perkembangan dari kekuatan yang dimiliki Dashie....
..." … untukku ya untukku cepat pergi dari tempat ini" kata Dashie....
... ...
... Malam ini sangat ramai jalan yang diambil untuk menuju arah pulang lalu bagaimana dengan Ren yang telah pergi dan telah hilang dalam ingatan Dashie meski itu bukanlah Ren yang sesungguhnya tapi indera penglihatannya pernah melihat momen itu merasakan rasa sedih di hatinya menjadi tanpa sebab itulah yang di alami oleh Dashie....
... Sesuatu telah terjadi tapi dia tidak ingat apa itu sadar dia tetap sadar tidak linglung tahu arah kemana dia pergi dengan kedua kaki melangkah....
... Dia juga tidak lupa kalau beberapa langkah yang diambil juga mengarah ke suatu tempat yang tidak asing untuk seseorang itu yang dengan tas selempang hitam kantor dipakai keluar dari pintu kantor tempatnya bekerja kedua mata menatap Dashie yang belum berhenti berjalan pergi melewatinya dengan pandangan tetap lurus kedepan....
..."Dia tidak melihatku" kata Ten....
... Dashie benar benar melewati Ten begitu saja dengan segala ingatan yang seharusnya masih ada tapi sudah pergi tidak menjadi miliknya lagi dia dalam kondisi ini fokus dengan diri sendiri....
... Kepada diri sendiri....
..."Apa aku perlu menyapanya?" tanya Ten....
... Melihat mantan kekasihnya yang berjalan bertambah jauh meninggalkannya langkah demi langkah yang dia ambil seperti tak bisa menahan untuk sehari saja tidak berbicara denganya itu yang sedang dialami oleh Ten setelah putus dengan Dashie....
..."Dashie" kata Ten....
... Gadis itu tidak berbalik setelah Ten memanggilnya cukup keras dengan jarak sekitar enam langkah dari tempatnya berdiri memandang dari arah belakang Dashie tatapan memelas berkaca kaca membuat Ten nampak ingin sekali lagi ingin berteman dengannya....
..."Kita tidak bisa seperti dulu lagi" kata Ten....
... Langkah kakinya tertahan dengan awal langkah yang dia rasakan menggetarkan kekuatannya ingin mengambil aura milik orang yang dia sayang lebih jauh dari dugaannya tentang dirinya yang seperti ini....
... Dia hanya bisa melihat orang yang dia sayang semakin jauh pergi dari pandangannya tanpa bisa lebih memberi kesempatan untuk gadis itu juga terutama untuk dirinya lagi sedih ingin marah dengan kondisinya sekarang hatinya ingin mendekatinya lagi tapi dia juga ingat bahwa dia salah satu dari bangsa Blacwhe yang akan segera mengambil aura milik orang yang dianggap level A untuk dijadikan korban yang juga sedang dicari oleh bangsa mereka....
..."Berbaliklah" kata Ten....
__ADS_1
... Dashie tetap dengan langkah kaki yang diambil pergi meninggalkan orang yang ada disana berdiri didepan sebuah kantor....
... Suara suara kendaraan terdengar di sekitar mereka berbarengan dengan para karyawan kantor lain yang merupakan rekan kerja Ten....
... Menyapa Ten untuk mengajaknya makan malam bersama rekan rekannya setelah pulang kerja....
... Tapi, Ten menolak dan lebih memilih untuk mengikuti kemana Dashie pergi dengan jarak yang sudah diperhitungkan agar tidak sampai membahayakan nyawanya....
... Dashie belum sadar bahwa mantan kekasihnya sedang berjalan mengikuti dari arah belakang terus mengikuti....
... Sedangkan, di dalam ruang kantor tempat Luc bekerja datang seseorang dari bangsa Blacwhe sudah mengatur CCTV saat dia sudah berada disana dengan mode tidak terlihat raganya mengambil ponsel milik Luc dan menaruh surat pengunduran diri berhenti bekerja di perusahaan tempat Luc bekerja....
... Setelah mendapatkan ponsel dan menaruh surat pengunduran diri kerja milik Luc pria itu pergi dari ruang kerja tersebut pergi dengan cepat dia sudah berada didalam rumah Hoshie yang sedang kehilangan banyak darah berusaha menyembuhkan diri sendiri dengan kekuatan yang dimiliki dan peralatan medis yang ada di meja ruang tamu....
..."Ambil ini" kata pria tersebut....
.... Hoshie sedang sibuk dengan perban perban yang hampir selesai memperban luka di punggungnya memutar dari bahu atas sebelah kiri memutar sampai bawah ketiaknya memutar dengan beberapa lapis perban yang cukup tebal....
... "Kau tidak mati jadi ambil ini" kata pria tersebut....
... Pria itu menaruh ponsel milik Luc diatas meja bersebelahan dengan kotak medis yang terbuka....
... Melihat pria itu....
..."Dia sudah pergi?" tanya Hoshie....
... Tanpa wajah sedih....
..."Ya" kata pria itu....
... Lalu, dia akan segera pergi tapi langkahnya terhenti sejenak berbalik lagi kepada Hoshie....
..."Orang yang menggunakan identitas orang yang bernama Ren juga telah pergi" kata Pria itu....
... Teringat lagi....
..."Sorry. Pemilik senjata yang melukaimu adalah aku" kata pria itu....
... "Kau mengambil tugas ini?" tanya Hoshie....
..."Ya" kata pria itu....
... Melihat tanpa jiwa bersalah setelah melakukan itu kepada Hoshie....
... Tanpa ragu Hoshie menjawab langsung....
..."Ya" kata Hoshie....
... Pria itu pergi....
... Hening suasana didalam rumah masih sama lalu dia berpikir....
..."Aku beruntung anak itu tidak tahu identitas Dashie yang sebenarnya" kata Hoshie....
... Pemuda itu kembali dengan aktivitasnya sebagai siswa sekolah menengah atas yang mengikuti jam pelajaran tambahan yang dia ikuti di sebuah bimbingan belajar untuk para pelajar dari tingkat taman kanak kanak sampai dengan sekolah menengah atas yang ada berjarak lumayan dekat dengan pusat kota yang juga kebetulan dekat dengan tempat sekolahnya....
... Dia disana tidak hanya ingin belajar tapi juga sedang menyelidiki tentang seseorang yang ada terakhir kali bersama dengan rekannya sesama dari bangsa Blacwhe yang telah musnah saat pergi menggunakan kereta bawah tanah belum lama ini mencari tahu siapa yang telah sudah menghilangkan nyawa rekannya itu wajah itu sesekali diamati olehnya bukan hanya sekali ini tepatnya tapi sudah beberapa kali bukan hanya di satu tempat tapi dia sudah mengikutinya tanpa ada meninggalkan jejak kecurigaan oleh orang yang sedang dia ikuti dia melakukannya sejauh ini tanpa ada kesulitan....
... Gadis itu juga sedang berjuang memotivasi diri sendiri agar bisa mengikuti jam pelajaran tambahan lewat bimbingan belajar yang diikuti....
..."Dia terlihat seperti manusia biasa pada umumnya" kata pemuda itu....
... Gadis yang sedang diamati olehnya tiba tiba saja mengambil arah melihat ke arahnya langsung dia mengubah sikapnya seperti senatural mungkin agar gadis itu tidak mencurigainya....
... Rumy juga tidak sengaja melihatnya, dia hanya ingin mengambil pulpen yang jatuh yang arahnya pas dengan arah pemuda itu sedang mengamatinya....
... Pulpennya telah diambil dan kembali mengikuti proses belajar mengajar di kelas tersebut....
..."Apa ada pemuda tampan memperhatikanku?" tanya Rumy....
... Sadar diri....
..."Mustahil" kata Rumy....
... Lima menit lagi kelas akan berakhir detik waktu semakin berkurang waktu kelas yang sedang berjalan menunggu waktu selanjutnya dengan rencana yang sudah menjadi tujuan dan waktu sudah berlalu satu persatu siswa dan siswi didalam kelas bergegas pergi lalu Rumy melihat lagi ke arah pemuda yang sejak tadi memperhatikannya....
..."Dia cepat sekali pergi" kata Rumy....
... Orang yang sedang dicari sudah pergi dan menggunakan mode tidak terlihat kembali dengan cepat menunggu Rumy di dalam kelas....
... Rumy memakai tas ransel merah buku buku sudah dimasukkan kedalam tas beserta peralatan menulis lalu pergi meninggalkan kelasl diikuti oleh pemuda itu lagi....
... Keluar dari ruang ruang kelas lain para pelajar yang lain yang baru saja mengikuti kelas tambahan ditempat bimbingan belajar itu. Rumy merasa ada hal aneh yang sedang terjadi padanya lalu intuisinya berkata seperti ini berhenti berbalik melihat ke arah belakang lalu pemuda itu berhenti tepat dua langkah jarak mereka saling menatap tanpa disadari oleh Rumy tapi disadari oleh pemuda yang juga satu angkatan juga dengan Rumy berbeda sekolah....
__ADS_1
... Semua tak ada yang aneh semua dengan para pelajar yang bergerak pergi dari dalam kelas kelas dan berjalan melewati Rumy dan juga pemuda yang sedang di depannya itu....
... Kembali, Rumy melanjutkan langkahnya pergi melewati lorong kelas berjalan mengarah ke arah pintu keluar kelas kelas....
... Jarak itu tetap dipertahankan oleh Ten berada di belakang Dashie dan gadis ini akan melewati sebuah gedung dengan para pelajar yang mulai keluar dari dalam gedung itu menyapa dengan ceria....
..."Kakak!" kata Rumy....
... Dia mengejar Dashie lalu memeluknya seperti seorang adik perempuan yang manis....
..."Rumy" kata Dashie....
... Pemuda itu melihat Ten yang ada di belakang Dashie tanpa mode tidak terlihat yang sengaja dilakukannya ketika mengikuti Dashie....
... Remaja perempuan itu melihat Ten ada di belakang Dashie....
... Lambaian tangan wajah ceria menyapa dari jarak Dashie yang sedang dipeluknya....
..."Kak Ten!" kata Rumy....
... Dashie berbalik ke arah Rumy menyapa seseorang....
... Ten membalas salam sapa remaja perempuan itu dengan lambaian tangan pula dan tidak tertinggal senyum ramah miliknya sekali lagi....
... Dashie menjadi sedikit canggung dalam situasi ini dengan obrolan apa yang akan dibicarakan olehnya bersama dengan Ten....
..."Jadi, sejak tadi dia tidak tahu kalau aku sedang mengikutinya" kata Ten....
... Ten mendekat menekan kekuatannya yang ingin datang mendapatkan Dashie....
... Pemuda yang sedang mengikuti Rumy sedang mengamati situasi ini dan merasakan hentakan kekuatan kaki dari Ten yang menggetarkan pijakan kaki yang digunakan untuknya berdiri disana dengan jarak tujuh langkah dari arah Rumy dan Dashie....
..."Orang ini cukup berbahaya" kata Pemuda itu....
... Pemuda ini mengusap darah yang keluar dari mulutnya setelah getaran hentakan langkah kaki Ten yang bergetar sampai kepadanya. ...
..."Dia tidak pernah mengambil aura orang lain tapi dia juga lebih berbahaya" kata Pemuda itu....
..."Kalian tidak bertengkar kan" kata Rumy....
... Rumy meraih tangan mereka dan menyatukan kedua tangan mereka saling bergandengan tangan seperti sepasang kekasih....
... Canggung sudah pasti tapi Rumy tidak tahu kalau mereka sudah berpisah tetap memberikan semangat kepada keduanya yang terlihat canggung dengan kondisi ini....
... Berbicara didalam hati masing masing....
..."Apa aku harus melepas tanganku dari tangannya?" tanya Ten....
... Dashie merasa ini akan menimbulkan salah paham....
..."Rasanya sangat aneh" kata Dashie....
... Berpikir ulang untuk melepas tangan Dashie yang sedang berusaha melepaskan tangannya itu dilakukan agar menjaga perasaan Dashie....
..."Jika aku berkata kita sudah putus, itu akan membuatnya malu" kata Ten....
... Rumy sedang merasakan hal hal yang tidak seperti layaknya sepasang kekasih di antara keduanya tidak menunjukan kemesraan sama sekali....
..."Kami tidak bertengkar iya kan" kata Ten....
... Membaca situasi kemudian mengambil kode yang diberikan oleh Ten....
..."Sayang, kenapa kau tidak bilang kau sedang berjalan dibelakangku" kata Dashie....
... Pemuda itu tidak bertanya tanya dengan sikap mereka tapi langsung bisa menebak....
..."Mereka sedang berpura pura" kata pemuda itu....
... Memiliki sebuah ide tentang tebakannya memang benar mode tidak terlihat tidak aktif sementara waktu....
... Dari arah belakang Dashie dan Ten berjalan dia pergi mengarah ke arah Ten mendorongkan diri sendiri agar menabrak sesama bangsa Blacwhe itu terdorong lebih dekat kepada Dashie dengan sigap dia menjaga diri yang akan terjatuh kepada Dashie mengambil arah lain agar tidak terdorong oleh pemuda itu dan justru malah dia menabrak Rumy....
..."Sorry" kata Pemuda itu....
... Pemuda itu justru menabrak Rumy....
..."Ok, no problem" kata Rumy....
...Dia tahu situasi semacam ini tidak menguntungkan untuk dirinya lalu sesuatu yang tiba tiba saja keluar sebagai ide yang digunakan oleh pemuda ini secara spontan....
..."Kakak" kata Pemuda itu....
... Dashie merasa aneh dengan pemuda yang seumuran dengan Rumy memanggil Ten dengan sebutan kakak....
__ADS_1
..."Kakak?" tanya Ten....