
...Chapter 181: Bukan orang baik....
..."Dia menatapku. Menatapku dari ujung sana" kata Dashie....
..."Apa mereka juga melihatnya. Kurasa tidak" kata Dashie....
... Dia ada disebrang sungai berada diantara pepohonan dan satu kursi panjang taman yang menghadap tidak jauh dari pinggir sungai sebuah kursi yang sama seperti yang mereka tempati sejak sepuluh menit yang lalu....
... Arah matanya hanya tertuju kepada gadis yang ada disebelah remaja laki-laki itu yang berada di sebelah kirinya persis....
... Dia melihat sebentar ke arah Hoshie akan tetapi sepertinya orang yang ia lihat juga benar-benar tidak melihat orang yang sama dengan apa yang dia lihat dan memperhatikan dirinya sejak awal....
... Mencurigakan. ...
... Tidak, dia tidak memiliki tatapan mata yang berbeda dari sebuah arti kebencian ataupun niat jahat untuk sementara ini....
..."Apakah aku mengenal orang itu?" tanya Dashie....
..."Jika dipikir ulang aku tak pernah melihatnya sebelumnya lalu siapa dia?" tanya Dashie....
... Hoshie....
..."Ada apa dengan dirimu?" tanya Hoshie....
... Jujur....
..."Aku melihat seseorang" kata Dashie....
..."Siapa?" tanya Hoshie....
..."Dia tipeku" jawab Dashie....
... Nawa melipir semakin menjauh dari keduanya yang terlihat akan mengalami situasi yang sulit bagi pria dewasa yang ia lihat mulai cemas....
..."Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Hoshie....
..."Hanya aku yang tahu" kata Dashie....
..."Sepertinya aku berjodoh dengan orang itu" kata Dashie....
... Ini tambah membuat Hoshie beranggapan dia sedang dalam kondisi terancam....
..."Apa kita perlu memeriksakan isi kepalamu?" tanya Hoshie....
..."Tidak perlu. Aku sehat dan baik-baik saja" kata Dashie....
... Penasaran....
..."Apa dia bisa mencintaimu melebihi cintanya aku?" tanya Hoshie....
... Yakin....
..."Sepertinya iya" jawab Dashie...
... ...
... Marah-marah lucu....
..."Sebenarnya dia siapa?" tanya Hoshie....
... Dia dengan penuh percaya diri dengan orang yang dia lihat pasti bisa menerima dan mencintai dirinya dengan tulus....
... Sedih....
..."Padahal aku sudah menemukan mu lebih awal" kata Hoshie....
..."Tapi, kau malah memilih orang lain" kata Hoshie....
... Dia melihat ke arah lain dengan wajah sudah pasti masih sedih tapi tidak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan orang yang sangat dia sayang itu....
..."Kita kan sudah dua tahun kenal Shie. Masa kau tidak sedikitpun tertarik padaku" kata Hoshie....
..."Siapa orang itu. Aku ingin melihatnya" kata Hoshie....
... Memandang Dashie....
... Memelas ingin sekali dipilih lalu dia mendapatkan senyuman itu dari gadis di depannya sekarang....
... Menunjuk ke arah seseorang....
..."Dia pria berkemeja putih panjang dengan celana hitam panjang serta … alas kaki coklat ini" kata Dashie....
... Menunjuk diri sendiri....
..."Aku?" tanya Hoshie....
... Merasa berada di dunia mimpinya sendiri....
... Belum percaya....
..."Pasti kau sedang bercanda" kata Hoshie....
... Dia menggelengkan kepalanya sambil mempertahankan senyumnya itu....
... Hoshie jadi sangat senang dengan jawaban yang diberikan oleh Dashie....
..."Jadi, … kita?" tanya Hoshie....
..."Aku ingin memelukmu" kata Hoshie....
... Hoshie memeluk Dashie....
... Dia sangat senang pada akhirnya gadis yang dia sayang akhirnya memilihnya setelah menunggu selama dua tahun ini....
..."Kau terlihat berbeda dengan kacamata minus itu" kata Dashie....
..."Kau selalu cantik dimataku" kata Hoshie....
..."Aku tidak bisa bernafas" kata Dashie....
..."Ohhh. Sorry" kata Hoshie....
... Melepas pelukannya dari Dashie lalu memegang kedua tangannya dengan menunggu jawaban kepastian yang belum ia dengar sendiri dari lisan Dashie....
..."Apa kita resmi menjadi sepasang kekasih?" tanya Hoshie....
... Menggelengkan kepala dengan lisan tertutup....
... Terdiam....
... Memeluk Dashie lagi....
..."Terserah. Kita mau pacaran atau tidak yang jelas aku selalu siap kapanpun menjadi pacarmu" kata Hoshie....
..."Aku tidak janji tidak akan berinteraksi dengan banyak wanita tapi aku janji kalau Hoshie adalah milik Dashie" kata Hoshie....
... Melepas pelukannya itu....
... Dia menggandeng tangan kiri Dashie dengan senyuman lembut selangkah demi selangkah ia bisa mendapatkan rasa kepercayaan dari wanita yang ada di sebelah kanannya itu....
... Padahal Dashie juga tidak seratus persen berbohong tentang apa yang ia lihat tentang seseorang yang ia lihat hingga kini masih memperhatikan keduanya di pinggir sungai lalu mengenai pendapatnya tentang Hoshie tidaklah berbohong dia memang tipenya yang selama ini dia cari entah akan berakhir bagaimana kisah asmara mereka berujung semua itu tergantung waktu yang menuntun mereka apakah bisa benar-benar bersatu....
... Melihat ke arah yang sama....
... Dia sudah pergi entah kemana cepat sekali hilang dari perhatian dari Dashie....
..."One Kiss. Please" kata Hoshie....
..."No" jawab Dashie....
..."Not today but tomorrow" kata Hoshie....
..."No" jawab Dashie....
... Bersemangat....
__ADS_1
..."I'm waiting for that day" kata Hoshie....
..."Dasar pria" kata Dashie....
... Percaya diri....
..."Aku memang seorang pria" jawab Hoshie....
... Dia yang tidak mau melepas tangan Dashie mengikuti kemana gadis ini pergi melangkah menyusuri jalan pinggir sungai dengan pemandangan langit yang mulai gelap dengan matahari mulai terbenam di bagian langit barat....
... Usil....
..."Shie. Apa kau tidak bosan selalu melihatku setiap hari?" tanya Dashie....
..."Tidak. Aku tak bisa lakukan itu" jawab Hoshie....
... Jujur dengan wajahnya itu....
..."Tapi aku bosan" kata Dashie....
... Dia yang sadar....
..."Itu alasanmu mengatakan bahwa aku adalah tipemu" kata Hoshie....
..."Begitulah" jawab Dashie....
..."Apa aku harus jadi membosankan untuk membuatku menjadi tipemu?" tanya Hoshie....
..."Ya" jawab Dashie....
... Sesungguhnya, Dashie sedang berada dalam ketakutan untuk saat ini ketika baru saja melihat seseorang misterius yang ia lihat sedang memperhatikan dirinya dengan kenyataan dia bukanlah orang yang pernah ia kenal atau pernah bertemu sebelumnya tapi dia merasa tidak asing dengan orang itu....
..."Lihat. Wajahmu terlihat pucat lagi" kata Dashie....
... ...
... Kedua tangannya juga berubah seperti apa yang terjadi di bagian wajahnya itu semakin bertambah pucat....
... Memeriksa wajah Hoshie....
... Menyentuh kedua pipinya dengan lembut....
... Menatap Hoshie....
..."Suhu tubuhmu normal-normal saja" kata Dashie....
... Meraih kedua tangan Dashie yang menyentuh wajahnya itu....
..."Apa yang akan kita lakukan?" kata Hoshie....
... Diam....
... Saling menatap satu sama lain....
..."Apa yang sedang kau bicarakan?!" kata Dashie....
... Menggoda....
..."Kau boleh melakukan itu" kata Hoshie....
... Berjalan menjauh dari Hoshie....
... Teriak....
..."Ayolah!" kata Hoshie....
... Dia tambah jauh dari pandangan Hoshie....
... Mengejar....
..."Tunggu!" kata Hoshie....
... Mereka berdua bukanlah sama-sama cinta pertama yang sedang mereka jalani akankah semua rasa cinta ini tetap bertahan meski dari keduanya sadar suatu hari nanti hal yang mereka takutkan akan datang tapi mereka ingin mengisi hari mereka dengan kebahagiaan yang bisa dinikmati hari ini....
... Dashie merasa seseorang sedang mengajaknya bicara tapi tidak dengan lisannya tapi dengan hati kecilnya yang tersimpan untuk dirinya sendiri....
..."Aku adalah pacarmu. Kau pasti lupa" kata seorang pria....
..."Terserah. Kau mau percaya atau tidak" kata pria tersebut....
..."Aku datang hanya memberi tahu hal ini" kata pria itu....
... Dia mendengar suara Hoshie baru saja mengatakan hal itu di dalam hatinya. Sedangkan, dia tidak merasa bahwa Hoshie adalah kekasihnya entah kapan mereka pernah bersama sama sekali Dashie tidak pernah mengingat hal itu....
..."Apa aku salah dengar?" tanya Dashie....
..."Aku bisa mendengar Hoshie berbicara meski dia sedang tidak berbicara padaku" kata Dashie....
... Tersadar seseorang belum berhenti terus menatapnya sedari lima menit yang tadi....
..."Apa aku setampan itu?" tanya Hoshie....
... Jujur....
..."Tak perlu aku memujimu semua orang sudah lakukan itu" kata Dashie....
..."Aku anggap ini adalah pujian" kata Hoshie....
... Dari seseorang yang pernah ia temui mengatakan bahwa tetaplah berpikir semua yang dikatakan oleh pria ini tidaklah nyata karena itu adalah kekuatan terakhir untukmu bertahan....
... Menilai dan menganalisa siapa diantara keduanya yang benar dalam berkata terasa mulai sedikit melelahkan tentang hidup yang sudah sulit ini yang masih harus mengurusi kehidupan orang lain lagi....
... Menatap wajah Dashie....
... Teringat sesuatu....
..."Aku ingin tahu alasan kamu belum mau menerimaku jadi pacarmu?" tanya Hoshie....
..."Aku" kata Dashie....
... Dia dengan dirinya yang terlihat rapuh akan siapa dirinya....
..."Aku takut" kata Dashie....
..."Aku takut kalau aku mencintaimu lebih dari kamu menyukaiku" kata Dashie....
..."Sedangkan, aku hanya dengan diriku sendiri tak ada yang lain" kata Dashie....
... Dia jadi nangis....
..."Jangan bahas ini lagi. Ini membuatku sedih" kata Dashie....
... Memeluk Dashie....
..."Lebih baik kau pergi sekarang daripada aku tidak bisa melihatmu nanti" kata Dashie....
... Meledek....
..."Aku merasa sangat dicintai oleh gadis ini" kata Hoshie....
... Tiba-tiba kesal....
... Menatap Hoshie yang sedang terharu sekaligus senang....
..."Sepertinya kau sangat senang" kata Dashie....
..."Of course" jawab Hoshie....
... Akan melepaskan pelukan dari Hoshie....
... Nada suara rendah hati....
..."Lepaskan aku" kata Dashie....
..."Tidak mau" kata Hoshie....
__ADS_1
... Akan marah....
..."Lepaskan!" kata Dashie....
... Senyum menggoda lalu melepas pelukannya dari Dashie....
... Dia dengan aura penuh cinta....
..."I love you" kata Hoshie....
..."I know!" kata Dashie....
... Dia malah pergi meninggalkan Hoshie yang akan menggodanya lagi setelah apa yang baru saja ia dengar sendiri isi hati dari wanita yang dia sayang itu yang sudah mau sedikit terbuka akan perasaannya yang selama ini disembunyikan dengan hati-hati....
... Mengejar Dashie....
... Tidak....
... Dia berbalik ke arah lain yang dipilih oleh Dashie....
... Gadis itu tidak mendengar langkah kaki Hoshie datang untuk mengejarnya lagi....
... Berbalik....
... Teriak....
..."Hoshie!" kata Dashie....
... Menunggu....
... Dia sudah selesai dengan urusannya lalu berbalik lagi untuk melanjutkan mengejar Dashie....
... Hoshie memperlihatkan kunci mobilnya yang terjatuh di tanah disekitar tempat tadi dia berdiri di sekitar semula ia semakin pergi ke arah Dashie....
... Tersenyum hanya kepada Dashie....
..."Berikan tanganmu" kata Hoshie....
..."Untuk apa?" tanya Dashie....
..."Aku tidak akan pergi. Aku janji" kata Hoshie....
... Dia mulai bisa mengendalikan emosinya lalu memberikan lembut senyuman yang biasa dilihat oleh Hoshie....
... Mengizinkan Hoshie untuk menggenggam tangan kirinya lagi....
..."Kau tetap untukku" kata Hoshie....
... Dia belum berhenti dari rasa senang ketika mengetahui kalau cintanya tidak sepenuhnya ditolak tapi seseorang butuh waktu untuk menerima orang lain untuk masuk ke dalam ruang yang tidak bisa tersentuh oleh siapapun selain pemiliknya sendiri....
... Seakan waktu tidak ingin cepat berakhir sedangkan matahari sudah hampir sepenuhnya seratus persen terbenam menyisakan cahaya merah dari matahari disebelah barat belum merubah langit menjadi hitam sepenuhnya....
..."Aku lapar. Ayo kita makan malam bersama" ajak Hoshie....
..."Kita akan pergi makan dimana?" tanya Dashie....
..."Kamu pengen kemana?" tanya Hoshie....
..."Kini giliran ku pergi ketempat yang kamu suka" kata Dashie....
... Memilih tempat yang direkomendasikan oleh Hoshie....
... Dia mulai searching tempat itu satu persatu sambil berjalan menuju ke arah tempat Hoshie memarkirkan mobilnya yang berjarak sekitar sepuluh meter dari arah sekarang yang semakin mendekat ke mobil tersebut bersama dengan Dashie....
..."Bagaimana dengan tempat ini?" tanya Dashie....
..."Okey" kata Hoshie....
... Dari panduan map secara online mereka akan sampai ditempat yang akan mereka tuju sekitar sepuluh menit dengan kondisi jalanan yang tidak macet....
... Sebelas menit perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai ditempat tujuan mereka....
... Mereka makan malam bersama dengan nuansa musik dengan melodi yang dipilih menampilkan pemain biola....
..."Kau suka ini kan?" tanya Dashie....
... Hoshie menerima makanan yang diberikan oleh Dashie dalam satu suapan....
... Mereka terlihat menikmati menu makanan yang mereka pesan....
... Mereka ditawari untuk melakukan foto bersama dengan kamera film yang juga tersedia bagi para pengunjung restoran lainnya....
..."Kita harus mencobanya" kata Dashie....
... Mereka berfoto bersama lalu menunggu hasil foto mereka memunculkan gambar dengan sendirinya ditaruh diatas meja makan tempat mereka makan....
... Lanjut menghabiskan menu makan malam....
... Beberapa menit kemudian lalu foto mereka sudah siap untuk dipasang di papan yang disana juga terdapat foto dua pasang kekasih yang dia kenal....
... Dia berusaha untuk meyakinkan potret yang dia lihat....
..."Mengapa gambar wajah pria ini berubah?" tanya Dashie....
... Wajah seseorang yang menggunakan wajah orang lain yang dilihat oleh Dashie sebagai orang lain yang bernama Veer tapi semakin lama berubah menjadi wajah Hoshie....
..."Kini berubah lagi menjadi wajah Veer yang duduk mesra bersama dengan Callie" kata Dashie....
... Dia menempelkan fotonya bersama dengan Hoshie di sebelah kanan persis foto sahabatnya bersama dengan mantan kekasihnya yang bernama Veer....
... Kembali di meja yang sama di sana masih ada Hoshie....
... Dia sedang menahan segalanya yang ingin segera meledak dari dalam isi kepalanya masih bisa di sempatkan untuknya tersenyum ceria kepada pria yang sudah membuatnya begini....
... Menghadap ke arah Hoshie....
... Serius....
..."Aku melihat fotomu bersama dengan Callie" kata Dashie....
... Dia terhenti dari aktivitasnya yang sedang meminum jus dingin didalam gelas menaruhnya di atas meja....
... Menarik nafas pendek....
..."Aku mau jujur padamu" kata Hoshie....
..."Kalau Callie memang mantan kekasih ku" kata Hoshie....
..."Maaf. Aku tidak mengatakannya lebih awal" kata Hoshie....
... Hening....
... Suasana sangat ramai tapi tidak dengan situasi keduanya saat ini menjadi rumit untuk dijelaskan mengingat bagaimana Hoshie sudah bersikap kepada orang yang ditanyakan kepada dirinya....
... Dia dengan nada suara rendah terdengar sangat sedih....
..."Marah lah" kata Dashie....
..."Salahkan aku" kata Dashie....
..."Kau boleh mengelak" kata Dashie....
... Menahan air matanya sendiri....
..."Kau boleh lari dari masalah ini" kata Dashie....
... Menunggu....
..."Kenapa kau tidak berbohong dan malah jujur kepadaku?" tanya Dashie....
... Hoshie bungkam setelah menjelaskan apa yang ditanyakan oleh orang yang dia sayang itu....
... Bukan hanya Dashie saja yang terlihat sangat kecewa tapi wajah itu juga jauh lebih sedih dari yang pernah gadis ini lihat dan ini malah membuatnya tidak tega untuknya lebih marah lagi lebih dari ini....
... Jiwa bangsa Blacwhe dari dalam diri Hoshie kembali menjadi sebuah jati diri manusia....
__ADS_1
..."Maaf. Aku hanya bisa mengatakan ini" kata Hoshie....
..."Aku memang bukan orang baik" kata Hoshie....