
...Chapter 217: Berarti....
... Sejak tadi pagi Hoshie belum mengabari atau menanyakan hal apapun kepada Dashie....
... Dalam lamunan....
..."Ada apa dengan ku. Ini tidak seperti biasanya"....
... Masih ragu....
..."Apa aku benar-benar menyukai pria itu?" tanya Dashie....
... Hoshie dan Jeje....
... Gadis remaja ini memperhatikan perubahan yang sudah cukup banyak terjadi kepada orang disampingnya sekarang....
... Memandang sungai diantara gedung-gedung kembali....
..."Kau sudah bukan Asisten ku lagi sekarang. Kamu bebas sekarang" kata Hoshie....
... Tersenyum agak dibuat oleh gadis ini....
..."Kau sudah sering mengatakan ini" kata Jeje....
... Serius....
..."Kalian cukup berbahaya jika bersama" kata Hoshie....
... Menyadari akan suatu hal tentang dirinya....
..."Kau juga masih memberikan perlindungan padaku" kata Jeje....
..."Hentikan itu" kata Jeje lagi....
..."Aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap dia sambil melihat sekilas seniornya itu....
... Melihat matahari terbenam semakin pergi tenggelam ke arah barat....
... Udara cukup dingin di pinggir sungai di antara banyak orang yang juga ada disana dengan aktivitas yang hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang yang pernah melakukan sebuah kerjasama dalam banyak misi ini....
..."Tindakannya hanya sebuah rasa penasaran saja. Anggap saja sebagai cara kalian berinteraksi" kata Hoshie....
... Melihat Hoshie lagi....
..."Kak, bisakah aku tetap menjadi junior mu?" tanya Jeje....
..."Aku sudah berhenti dari organisasi itu" jelas Hoshie....
..."Jangan khawatir. Kau selalu dalam perlindunganku" kata Hoshie....
... Helaan nafas pendek....
..."Ini belum berakhir kan. Bagaimana dengan kejelasan kasus Bloom?" tanya Jeje....
..."Pelakunya hilang tak berjejak" kata Jeje....
... Ekspresi dingin....
..."Jika kau menemukannya, apa yang akan kau lakukan?" tanya Hoshie....
... Serius....
..."Aku akan menyerahkannya padamu" kata Jeje....
..."Aku harap kau tidak menemukan orang itu" kata Hoshie....
... Menebak....
..."Kau sudah tahu siapa pelakunya?" tanya Jeje....
... Agak menjauh dari reaksi ini....
..."Kau dan Nawa tidak jauh beda" kata Hoshie....
... Agak sedikit kesal ketika mendengar nama Nawa....
..."Jangan sebut nama dia lagi" kata Jeje....
... Geleng-geleng kepala dengan respon yang dia berikan kepada gadis didepannya itu....
..."Ini yang kutakutkan. Bagaimana kalau kalian saling menyakiti?" tanya Hoshie....
... Membela diri....
..."Kenapa dia selalu menggangguku akhir-akhir ini?" tanya Jeje....
... Membuat suasana lebih tenang....
..."Dia memang seperti itu tapi sebenarnya kau juga tahu. Dia orang seperti apa" kata Hoshie....
... Menilai orang lain....
..."Ku pikir dia hanya selalu kesepian" kata Jeje....
... Memberikan nasehat....
..."Dia juga memiliki sifat hangat meski terkenal cukup dingin dari dulu" kata Hoshie....
..."Terus saja membelanya" kata Jeje....
... Meledek....
..."Kenapa kau sejak tadi membahas tentang Nawa atau jangan-jangan?" tanya Hoshie....
... Tanpa basa-basi....
..."Kita tak bisa bersama" kata Jeje....
... Melihat ke arah gedung tempat tinggal Dashie....
..."Dia menunggu mu tapi kau tak datang" kata Jeje....
..."Kau bisa membaca isi pikirannya tapi kenapa aku tidak bisa" kata Hoshie....
..."Aku baru tahu kalau dia juga bangsa Xoco" kata Jeje....
..."Kau?" tanya Hoshie....
..."Baru saja. Jangan berlebihan, aku tetap asisten pribadi mu" kata Jeje....
... Sudah terbiasa dengan gaya obrolan mereka....
... Tentang Nawa....
..."Dia bisa menjadi pria mu di masa depan" kata Hoshie....
..."Masa depan. Entahlah, aku bahkan berpikir usiaku tidak akan lama" kata Jeje....
... Serius lagi....
..."Kau jangan bercanda yang bukan-bukan" kata Hoshie....
..."Kita tidak tahu masa depan" ucap Hoshie....
... Sadar....
..."Aku masih ingat ketika pernah membuat Bloom hampir dikeluarkan dari sekolah" kata Jeje....
... Jujur....
..."Sungguh aku tidak tahu akan berakibat seperti itu" kata Jeje....
..."Kalian masih anak-anak. Wajar" kata Hoshie....
... Melihat ke arah matahari tenggelam keduanya memberikan waktu untuk suasana berjalan dengan sendirinya....
... Dua menit berlalu....
... Keduanya lalu menghilang secara bersamaan dari tempat semula dengan mode tidak terlihat sejak mereka ada disana di lima belas menit yang lalu....
... Dashie baru saja pulang sedang jalan kaki menuju ke arah rumah kakak laki-lakinya yang sedang lembur kerja....
... Dia belum memeriksa lagi ponselnya sejak turun dari bus yang selesai mengantarkan anak-anak pulang bersama juga dengan Pax....
... Sejak tadi pagi dia belum juga mendapatkan pesan dari Hoshie....
__ADS_1
..."Aku seperti kehilangan sesuatu dari dalam hidupku" kata Dashie....
... Dunia seakan terhenti kembali didepan mata bukan orang lain tapi dirinya sendiri memandang dunia luar yang tetap berjalan sendiri tanpa dirinya....
... Mendengar teriakkan dari dalam diri kini teriakan itu terdengar lagi dengan suara yang sama dari suara miliknya yang berbaur dengan beberapa suara yang aneh terdengar baru saja lalu terhenti dalam beberapa detik....
... Mencerna setiap kalimat yang baru saja dikatakan oleh dirinya sendiri mencari tahu kapan hal itu bisa terjadi sedangkan dia tidak pernah merasa memori itu ada didalam ingatannya selama ini....
... Memegang kepalanya dengan jemari tangan kanan melihat sekitar dengan bayangan kabur berbayang....
... Suara itu....
... ...
..."Dia benar-benar akan membunuhku" ...
..."Tapi kenapa?" ...
... Semua kembali tanpa rasa sakit di kepalanya dengan bayangan yang perlahan pergi tak dirasa lagi semua kembali normal jernih dengan semua apa yang dilihat dan didengar oleh Dashie....
... Memilih sebuah keputusan akan pergi ke arah rumah kakaknya atau pergi ke kos kosannya sendiri....
... Dia lebih memilih kos kosannya sendiri....
... Ketika langkah kakinya sudah melangkah melakukan instruksi yang diperintahkan oleh akal dan pikirannya seseorang yang pernah sesekali dilihatnya kini hadir di depannya dengan jarak sepuluh langkah menatap tepat ke arah Dashie yang juga sadar akan hal itu....
... Mode bicara tanpa suara....
..."Kau masih mengingatku?" tanya pria itu....
..."Cobalah ingat kembali siapa diriku" kata pria itu....
... Meski sudah berusaha tapi tetap saja Dashie tidak bisa mengingat siapa orang yang ada di depannya sekarang....
..."Cobalah ingat tentang siapa kita" kata pria itu lagi....
... Raut wajah sedih....
..."Aku sudah menunggu mu dan aku juga tidak pernah jauh darimu" ucap pria itu....
... Sekali lagi dia tidak bisa mengingat siapa orang yang mengajaknya bicara meski sudah berusaha keras untuknya mencari memori yang mungkin saja masih ada tersimpan didalam diri....
... Dari arah belakang menepuk tangan seseorang dan itu adalah Hoshie....
..."Sayang!" panggil Hoshie....
... Berbalik ke arah Hoshie....
... Fokusnya jelas bukan kepadanya melainkan kepada orang lain....
..."Kau sudah datang" kata Dashie....
... Berbalik lagi ke arah lain dan yang dia dapat adalah orang yang tadi ada berjarak tidak jauh dengannya sudah pergi menghilang....
... Mencari....
... Semua berjalan seperti biasa tak ada yang aneh terlihat lagi setelah orang itu pergi. Dashie diperhatikan oleh Hoshie yang memperhatikan orang yang disayang olehnya sedang dalam kondisi sedikit kebingungan....
... Meraih tangan kanan Dashie....
... Senyum hangat untuk wanita tersayang....
..."Semua baik-baik saja kan?" tanya Hoshie....
... Membalas senyum hangat dari Hoshie dengan senyum yang tidak jauh beda lebih hangat dan ramah....
..."Aku tidak apa-apa" kata Dashie....
... Memperhatikan dengan seksama....
... Menatap wajah Dashie yang juga melihatnya....
..."Oke" ucap Hoshie....
... Berjalan beriringan menuju ke arah Utara melewati gang yang mengarah ke rumah Xie....
... Mengajak bercanda....
..."Kau tidak mencari ku?" tanya Hoshie....
..."Seharian aku tidak mengabarimu" kata Hoshie....
..."Maksudmu. Ahh, I miss you?" tanya Dashie....
... Mengangguk pelan sambil tersenyum tipis....
... Ceria....
..."Tentu" kata Hoshie....
..."Hari ini kamu ceria sekali" kata Dashie....
... Perhatian....
..."Kau justru terlihat agak berbeda, beneran nggak terjadi apa-apa?" tanya Hoshie....
... Menyakinkan....
..."Iya. Kamu yang terlalu mengkhawatirkan ku terus" ucap Dashie....
... Semangat....
..."Itu harus!" kata Hoshie....
..."Setelah ini, apa kau ada acara?" tanya Hoshie....
..."Paling tidur dirumah. Kenapa?" tanya Dashie....
..."Aku mungkin agak sibuk untuk hari ini hingga kedepan" ucap Hoshie....
... Datar....
..."Baguslah" kata Dashie....
... Tiba didepan tempat kos kosan saling terdiam melihat satu sama lain....
... Menunggu dari salah satu dari mereka membuat obrolan lagi....
... Ekspresi menyenangkan....
..."I always love you" ucap Hoshie....
..."Aku pergi dulu. Aku harus istirahat" kata Dashie....
... Menunggu hal yang selalu ditunjukkan pada Dashie ketika seseorang tidak mendapatkan jawaban atas pernyataan cintanya kepada seorang gadis....
..."I'm sorry but … " kata Dashie tidak melanjutkan kata-katanya itu....
... Tetap rileks....
..."It's okay. No problem" ucap Hoshie....
... Senang...
..."Ohhhh. You're so sweet" kata Dashie....
... Merapikan rambut pria dengan pakaian formal dengan jas biru gelap yang ada di pergelangan tangan kiri yang terlihat sedikit berantakan....
..."Aku tahu" kata Dashie....
..."Aku juga tak mau jauh darimu" kata Dashie....
... Wajah ramah....
... Meraih tangan kanan Dashie yang menyentuh helaian rambut di kepalanya dengan penuh perhatian mendekatkan telapak tangannya ke wajahnya sendiri....
... Mata berkaca-kaca saat seseorang di depannya itu melakukan ini....
..."Jangan pernah pergi. Janji padaku" ucap Hoshie....
..."Hmmm" ucap lagi Hoshie....
... Dashie malah nangis membuat suasana jadi serba salah untuk menggambarkan di waktu pukul enam lebih dua belas menit kemudian Hoshie tersenyum hangat sambil menghapus air mata seseorang yang sangat disayang olehnya itu....
... Dashie mengangguk mengiyakan permintaan dari Hoshie....
__ADS_1
..."Sudah jangan menangis lagi. Aku takut kakak mu itu marah padaku" kata Hoshie....
... Dari arah rooftop gedung tempat tinggalnya ada Ghazi yang sedang sendirian memperhatikan kehadiran keduanya terlihat jelas dari atas sana sedang mengobrol serius dan baru diketahui oleh Hoshie lima detik yang lalu....
... Membela....
..."Dia tidak pernah bisa marah kepada siapapun" kata Dashie....
... Seperti ingin dilindungi oleh Dashie....
..."Ya. Tapi, tidak dengan ku" ucap Hoshie....
... Selesai menghapus air mata....
..."Sudah. Kau jangan khawatir, aku selalu jadi pelindung mu dimanapun dan kapanpun" kata Hoshie....
... ...
... Mengangguk pelan....
..."Baiklah. Kau istirahatlah, aku akan pergi menemui Jarrel sebentar" kata Hoshie....
..."Oke" kata Dashie....
... Dia berjalan masuk kedalam gedung kos kosan lalu berbalik ke arah Hoshie lagi....
... Memberi semangat....
..."Jangan lupa makan dan minum obatmu!" kata Dashie....
... Antusias....
..."Ya!" jawab Hoshie....
... Dashie pergi berbalik lagi menaiki anak tangga dan Hoshie menunggu hingga Dashie sampai di dalam kamarnya menunggu sampai terlihat dari depan gedung itu....
... Melihat ke arah Ghazi....
... Dia dengan ekspresi sebagai tanda peringatan yang jelas tertuju untuknya....
... Menelpon Ghazi....
... Tersambung....
..."Aku tahu. Aku juga janji padamu tidak akan berbohong padanya tentang perasaanku ini" kata Hoshie....
... Ekspresi belum langsung percaya....
... Ghazi tidak merespon tapi lebih ke arah menjadi pendengar yang baik....
..."Aku segera buktikan itu padamu" kata Hoshie....
... Obrolan mereka berakhir....
... Dashie sudah terlihat masuk kedalam kamarnya terlihat dari bawah gedung oleh Hoshie yang menerima senyum keceriaan yang selalu tidak bisa tergantikan oleh siapapun itu....
... Ghazi masih memperhatikan keduanya masih saling menyapa hingga adiknya tidak lagi mengajak bicara Hoshie dari arah jendela kamarnya sendiri dengan Hoshie....
... Mereka berpisah dan Ghazi sibuk dengan kegiatannya sendiri dengan layar notebook mengerjakan sesuatu dengan cukup serius....
... ...
... Dashie....
... Merasa kalau kakaknya baru saja datang dengan kondisi kamarnya yang terlihat lebih rapi dari terakhir kali ditinggal sebelum berangkat kerja juga tercium bau parfum yang masih tertinggal milik kakak perempuannya yang sering tercium dari diri Ghazi....
... Sepuluh menit kemudian Dashie selesai dari dalam kamar mandi dengan kaos putih oversize dan celana santai hitamnya itu dengan handuk putih di kepala yang basah setelah keramas barusan....
... Duduk di ranjang tempat tidur bersandar di sisi kanan jendela bagian dalam kamar sambil membaca buku yang masih harus dilanjutkan dibaca oleh Dashie....
... Rio menelepon nomornya dengan nada dering yang terdengar sebuah lagu dari penyanyi favoritnya....
..."Ya. Ini aku, ada apa?" tanya Dashie....
... Dia tak mau bicara dalam beberapa detik....
..."Rio?" panggil Dashie....
..."Kalau tidak ada yang ingin … " kata Dashie....
... Rio langsung mengatakan apa yang ingin dikatakan kepada Dashie....
..."Bisakah kita balikan?" tanya Rio....
... Obrolan tidak terputus tapi apapun yang dikatakan oleh mantan kekasihnya itu tidak terlalu direspon oleh Dashie....
... Membiarkan apapun yang ingin dikatakan oleh Rio kepadanya dalam beberapa detik hampir lebih beberapa menit telah berlalu dan akhirnya dia sadar diri dan mengakhiri obrolan mereka sendiri....
..."Dia kenapa tiba-tiba mau ngajak balikan" kata Dashie....
... Kesal....
..."Bukankah pacarnya sekarang jauh lebih cantik dariku" kata Dashie....
..."Kisah kita sudah tidak bersisa" kata Dashie....
... Masih kesal....
..."Bukankah dia bilang aku tidak pantas untuknya yang paling keren itu" kata Dashie....
... Pesan datang dari Hoshie....
... Dashie membacanya langsung dengan ponsel yang masih ada diatas bantal dengan cover putih kain berbahan satin....
... Dia mengirimkan banyak emoticon hati....
... Lalu satu pesan lagi diberikan darinya sekali....
..."Kesayangan ku" ucap Hoshie....
... Jarrel....
... Di tempat kerja disaat dia sedang mengawasi para pekerja yang juga ditemani oleh Hoshie yang terlihat tiba-tiba lebih rajin bekerja akhir akhir ini....
... Raut wajah sedikit marah....
..."Kau niat kerja tidak?!" kata Jarrel....
..."Ini" kata Hoshie....
... Dia yang terlihat akan selesai dengan layar ponsel yang baru saja mengirim pesan kepada Dashie....
..."Sudah. Apa yang harus ku lakukan?" tanya Hoshie....
... Mengikuti kemana Jarrel mengawasi pekerjaan para pekerja yang sedang istirahat setelah membangun tiap bagian perumahan yang sedang dibangun di depan mereka....
... Meledek....
..."Kenapa kau sangat sibuk sekali?" tanya Hoshie....
... Cuek....
..."Ini pekerjaan ku, kenapa kau repot" kata Jarrel....
... Santai....
..."Biasanya aku jam segini sedang bersantai sambil ngopi" kata Hoshie....
... Membantah....
..."Ngopimu sambil bermain saham" kata Jarrel....
..."Memangnya aku tidak tahu" kata Jarrel....
... Memuji....
..."Pergerakan saham perusahaan mu cukup menjanjikan dalam sepekan ini" ucap Hoshie....
..."Apa kau butuh bantuan ku. Katakan saja?" tanya Jarrel....
... Jarrel....
... Sambil bekerja sambil juga memperhatikan gestur tubuh rekan kerjanya yang kembali sering dilihatnya tempo hari....
... Hoshie terlihat tidak sedih juga tidak senang dengan memasang ekspresi poker face....
__ADS_1
... ...