
...Chapter 81: Tertawa gemas....
..."Kenapa kau kembali lagi?" tanya Hoshie....
... Makan satu coklat dengan pipi sebelah kiri menjadi tembem....
..."Kau tidak bisa mencegahku" kata Ghazi....
... Cepat bertindak....
..."Ini" kata Ghazi....
... Satu coklat diberikan oleh gadis ini dalam satu kali suapan....
..."Wahhh. Sudah lama sekali aku tidak makan ini" kata Ghazi....
... Serasa di ruangan itu hanya mereka berdua dan yang lainnya ngontrak....
... Poet memberikan satu air mineral yang masih tersegel dari dalam kulkas untuk Ghazi....
..."Kau pasti haus" kata Poet....
..."Terima kasih kakak keren" kata Ghazi....
..."Pelan-pelan makannya" kata Poet....
... Menerima botol air mineral yang tadi diminum oleh Ghazi....
... Ghazi melihat kue milik Poet yang baru separuh dimakan....
... Menunjuk kue milik Poet lalu mengambil langsung memakannya dengan sendok yang berbeda yang juga tersedia diatas meja....
..."Aku ingat kita membelinya waktu sekolah dulu" kata Ghazi....
... Poet mengambil kursi besi lain di ruangan tersebut....
... Duduk disebelah kanan Ghazi....
... Nawa dan Fable saling melirik satu sama lain dengan tamu dengan wajah yang sama dengan karakter yang berbeda....
... Nawa menaruh gelas berisi air hangat setelah minum obat resep dokter yang diberikan oleh Fable....
... Poet mengingat sesuatu hal yang berkaitan dengan pekerjaan lalu kembali bangkit mengambil beberapa barang yang akan dimasukkan kedalam tas hitam ransel kotak berwarna hitam....
... Ghazi memperhatikan dua orang sedang berbenah merapikan barang-barang milik mereka....
..."Kalian mau kemana?" tanya Ghazi....
... Poet tidak berbohong....
... Melihat ke arah Ghazi....
..."Sepuluh menit lagi kami akan pergi" kata Poet....
... Lalu menutup resleting tas bagian depan....
..."Kemana?" tanya Ghazi....
..."Kerja" kata Poet....
... Melihat Hoshie lalu Nawa setelah itu kembali melihat Hoshie....
... Menebak nama dari kedua orang yang baru dilihat Ghazi....
... Mulai menyapa....
..."Ini Kak Fable dan kamu Nawa" kata Ghazi....
... Mereka tidak ingin mengubah suasana reuni ketiga orang didepan mereka langsung mengiyakan perkenalan yang di awali oleh Ghazi ini....
... Mengajak bicara Fable....
..."Kak Dashie punya saudara kembar. Aku baru tahu, iya kan Kak Fable" kata Nawa....
..."Salam kenal. Aku harap kita bisa bersahabat" kata Ghazi....
... Mendekatkan wajahnya pada Hoshie....
..."Apa?" tanya Hoshie....
..."Aku perlu menjagamu?" tanya Ghazi....
... Menghela napas sedikit agak mengeluh....
..."Adik, aku sudah dewasa" kata Hoshie....
... Poet dan Fable sudah siap dengan tas mereka masing-masing bersiap pergi untuk melakukan penerbangan malam ini....
... Rencana ingin membuat salam perpisahan kepada ketiga orang disana....
... Melihat pukul berapa sekarang di jarum jam di tangan....
..."Sudah waktunya kita pergi" kata Poet....
... Fable dengan kesetiakawanannya....
..."Wajah kalian kenapa sesedih itu" kata Fable....
..."Kita pergi" kata Poet....
... Keduanya benar-benar pergi setelah salam perpisahan dilakukan kepada mereka bertiga yang ada didalam ruangan....
..."Aku akan mengantar kalian" kata Ghazi....
... Nawa melihat sisi lain dari seseorang yang dianggapnya unik di pertemuan pertama kali....
... Ghazi berencana mengantar Poet dan Fable untuk sampai di pintu lift....
... Mereka bertiga sudah keluar dari ruang rawat mereka berdua....
... Situasi mulai menjadi seperti seorang kakak dan adik sedang akan berbincang....
..."Aku senang kau memiliki banyak sahabat" kata Nawa....
... Obat yang di minum oleh Nawa sudah mulai bekerja yang membuatnya mulai mengantuk secara perlahan sebagai salah satu obat penenang sesuai obat yang diresepkan oleh dokter tadi....
... Hoshie sudah menunggu waktu yang baginya berharga ini mengambil selimut yang tadi berpindah tempat tergeser ke sebelah kanan masih diatas lutut....
... Berbaring lagi....
... Memeluk bantal sofa yang sama sejak tadi....
... Ghazi belum datang lagi dengan ponselnya masih disebelah ponsel Hoshie sebelah kanan bantal di kepala....
... Menghitung waktu memeriksa bahwa Nawa sudah benar-benar tertidur....
... Tiga menit kemudian....
... Ghazi datang lagi....
... Di luar kamar ruang rawat ada bodyguardnya berdiri berjaga dengan pintu terbuka sepertiga sengaja dilakukan oleh Ghazi....
... Dalam persembunyian tangis yang tak bersuara Ghazi mengetahui seorang Hoshie yang seperti ini lagi....
..."Dimana Luc?" tanya Ghazi....
..."Dia sudah pergi" kata Hoshie....
..."Bagaimana denganmu?" tanya Ghazi....
... Tidak kesal menjawab lucu pertanyaan dari Ghazi....
..."Dari dulu kau ingin sekali aku pergi" kata Hoshie....
..."Ya" kata Ghazi....
... Melihat kukunya yang memakai cat hijau muda dari sepuluh jari tangan....
... Ponsel Ghazi terus bergetar tanda seseorang sedari tadi menghubungi nomor ponselnya tapi hanya dibiarkan karena dia sudah tahu akan di marahi karena telah kabur di acara pesta pertemuan para kolega bisnis untuk membicarakan masa depan yang belum pasti menurut gadis berbaju kerlap-kerlip ini....
__ADS_1
..."Ku kira kau akan marah ketika aku melakukan hal itu padamu" kata Ghazi....
... Bicara jujur....
..."Aku hanya menebak kau sepertinya sedang mengujiku" kata Hoshie....
... Empat detik berlalu....
..."Menguji?" tanya Ghazi....
..."Ini hanya pekerjaan" kata Ghazi....
... Berkata tidak basa-basi....
..."Syukurlah kau seperti ini jadi semua itu tidak berlaku hingga … " kata Ghazi....
..."Kapan kau pergi?" tanya Hoshie....
... Tidak marah dengan apa yang dikatakan oleh Hoshie lalu Ghazi memeluk Hoshie yang sedang berbaring dalam kesakitan....
... Menerima pelukan dari Ghazi tidak merasa terancam....
..."Kita tidak bisa saling membenci kan" kata Ghazi....
..."Membenci" kata Hoshie....
..."Kenapa kau selalu mencari cara agar aku membencimu?" tanya Hoshie....
..."Aku marah dengan diriku sendiri" kata Ghazi....
... Ruangan itu kini kembali hening jauh lebih hening dengan perginya Ghazi tidak meninggalkan tapi memang sudah seharusnya ia pergi....
... Sebuah takdir yang sejak dulu tidak bisa diubah tentang mereka yang ditakdirkan tidak bisa bersama....
... Kini dari jauh terlihat Hoshie baru bisa tertidur pulas dimulai dipukul sebelum tengah malam....
... Ghazi akan meninggalkan tempat pengawasan Nora di waktu yang sudah berlalu sejak tadi di sebuah apartemen berlantai nomor empat....
..."Dia akan segera pergi" kata Nora....
..."Mungkin" kata Ghazi....
... Ghazi pergi dari apartemen menyusul kemudian Nora menghilang dari tempat yang sama....
... Waktu kembali di pukul tujuh lebih lima belas menit....
... Mengambil menu makanan memilih dengan teliti makanan yang akan dipesan....
..."Kamu mau olahan salmon atau tuna?" tanya Dashie....
... Mengambil menu makanan....
..."Kita pesan ini dan ini makanan kesukaan mu" kata Rio....
..."Minumnya ini dan ini" kata Dashie....
... Sambil menunggu pesanan dibuat keduanya duduk saling berpandangan....
... Rio ingat kalau jam segini kedua sahabatnya biasanya akan makan ditempat mereka berdua ada disana untuk makan malam juga....
... Benar dugaannya kedua orang itu baru saja keluar dari mobil merah yang merupakan mobil milik Ved....
..."Kita makan apa?" tanya Jarrel....
..."Kita lihat di kedai ada menu apa saja" jawab Ved....
... Ved ada didepan Jarrel yang sedang membuka pesan di layar ponsel....
... Terhenti dari langkah kaki....
... Jarrel kaget....
..."Kau seperti ingin kabur dari pacarmu" kata Jarrel....
... Mengelak seketika....
..."Tidak. Aku tidak salah lihat" kata Ved....
... Memeriksa dari balik luar kedai dan ternyata yang dilihat oleh Ved adalah Rio yang bersandar dibahu Dashie sebelah kiri tanpa lupa merangkul lengan sahabat perempuan mereka....
... Menonton sesuatu yang menarik dari dalam layar ponsel Rio....
..."Aku sudah lapar" kata Jarrel....
... Jarrel masuk kedalam kedai....
... Diikuti oleh Ved yang harus cepat menerima kabar baik ini diseret oleh Jarrel tanpa melakukannya secara fisik agar mau bergabung dengan mereka....
..."Sorry. Kami sengaja menganggu kalian" kata Jarrel....
... Satu kursi diambil oleh Jarrel....
... Ved mengambil kursi dengan warna dan bentuk yang sama ikut bergabung dan duduk didepan pasangan ini bersebelahan dengan Jarrel yang ada di sebelah kanannya dalam satu meja....
... Agak terkejut dengan kedatangan kedua sahabat mereka....
..."Jangan hiraukan kami" kata Jarrel....
... Dashie dan Rio melanjutkan menonton film dokumenter dari dalam ponsel....
... Ved dengan jiwa ingin menginterogasi akan canggung jika hal itu diwujudkan dalam situasi tidak disangka ini....
... Tidak begitu banyak suara tapi tidak juga sehening ruangan yang sepi....
... Menanyakan tentang kehidupan ini....
... Masih belum percaya dengan kisah yang berlangsung didepannya secara langsung....
..."Kenapa aku selambat ini?" tanya Ved....
... Jarrel sedang memesan makanan untuk mereka berdua lalu memberikan menu makanan kepada waiters laki laki di kedai tersebut....
... Geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang kurang membaca pergerakan orang lain dalam bidang percintaan....
... Berikan ponselmu....
... Ved menurut saja memberikan ponselnya kepada Jarrel....
... Memilih kontak untuk mengirim pesan yang sama di semua kontak nama wanita kenalan Ved....
..."Kau sedang apa?" tanya Ved....
..."Mencari kenalanmu untuk diajak kencan" kata Jarrel....
... Ponselnya langsung direbut oleh pemiliknya lagi....
... Rio sedang serius menonton bersama dengan Dashie sudah tidak bisa diganggu jika keduanya sedang menonton film dokumenter bersama sesuatu yang tidak asing bagi Ved dan Jarrel biasa melihat situasi ini tanpa harus memeriksa tapi sikap Rio lebih membuat Ved belum menerima....
..."Apa hanya aku disini yang belum paham dengan status mereka?" tanya Ved....
... Menghela nafas panjang....
..."Karena pacarmu adalah rumus rumus dan rumus" kata Jarrel....
..."Kapan kalian jadian?" tanya Ved....
... Rio masih ingin bersandar kepada Dashie....
..."Aku sudah mengejarnya sejak kita bertemu pertama kali dan resminya kemarin malam" kata Rio....
... Merasa di kelabuhi oleh sahabat sendiri....
... Jarrel yang tidak ingin membuat sahabatnya jatuh lebih tercengang lebih lama....
..."Sudahlah anak kecil saja paham hanya kau saja yang tidak paham" kata Jarrel....
..."Kau galak sekali" kata Ved....
..."Lagian kau itu banyak yang suka tapi sudahlah" kata Jarrel....
__ADS_1
... Jarrel tidak ingin berkomentar terlalu banyak lagi mengenai karakter salah satu orang yang ada didalam meja yang sama....
... Memberi saran....
..."Yang terpenting jangan dengan wanita seperti seseorang itu" kata Jarrel....
... Jarrel meluapkan kekesalannya tentang sifat dan tindakan orang lain yang membuat rumit kehidupan orang lain....
... Menatap Jarrel semua sahabatnya....
..."Why?" tanya Jarrel....
... Sadar dengan perkataannya menyinggung perasaan seseorang yang mereka kenal yang tidak ada disana....
..."Ok. Ok, aku tidak akan membicarakan dia lagi" kata Jarrel....
... Dashie merasa harus berterimakasih kepada Jarrel....
..."Terima kasih sudah membela ku" kata Dashie....
... Makanan pesanan Dashie dan Rio datang di meja....
..."Ok. Aku harus menerimanya kan" kata Ved....
..."Kau harus berjanji tidak menyakiti sahabatku ini" kata Ved....
... Dashie dan Rio saling melihat satu sama lain dan tertawa....
..."Ada apa dengan kalian. Apa aku salah bicara?" tanya Ved....
... Jarrel menerima makanan yang mereka pesan berdua yang baru saja datang....
... Memberikan ayam goreng kepada Ved agar lebih memilih memakannya ketimbang mengajukan banyak pertanyaan lagi untuk kedua sahabat mereka yang baru jadian ini....
..."Ayam goreng disini selalu lezat" kata Ved....
..."Maka dari itu ayo kita makan saja" kata Jarrel....
..."Ok" kata Ved....
... Pasangan kekasih yang baru jadian ini jadi geleng-geleng kepala sekaligus tertawa kecil dalam satu suara terdengar....
... Jarrel yang usil juga tidak mau kalah dengan Ved yang sudah mulai tenang dari keterkejutannya....
... Jarrel banget....
..."Undang kita di hari pernikahan kalian" kata Jarrel....
... Kata-kata yang diucapkan oleh sahabat mereka yang satu ini memang tidak biasa sebagai tanda persetujuan jalinnya hubungan percintaan yang baru seumur jagung....
..."Lalu … " kata Jarrel....
... Tiga detik tak melanjutkan perkataannya....
... Memandang Dashie lalu Rio....
..."Lalu?" tanya Rio....
..."How can I say?" kata Jarrel....
..."Hey. Ini lebih misterius dari dugaan ku" kata Dashie....
... Ved yang sedang menyimak pembicaraan mereka bertiga sambil menghabiskan banyak makanan ditangannya....
..."Kalian tidak ingin makan?" tanya Ved....
... Makan malam di mulai....
... Rio mengambilkan potongan ikan salmon untuk Dashie....
..."Makanlah" kata Rio....
... Jarrel beraksi lagi mengambil potongan salmon dari piring yang sama didepan mereka untuk Dashie....
..."Makanlah" kata Jarrel....
... Sikap Rio dan Jarrel ketika makan bersama seperti ini terhadap Dashie....
..."Astaga. Kalian tidak berubah sama sekali" kata Ved....
..."Tentu. Kami hanya berbeda makna saja dalam setiap kebaikan" kata Jarrel....
... Cemburu yang terus terang....
..."Kau menarik hati Dashie ku lewat lintas awan" kata Rio....
..."Lihat lihat inilah yang ingin ku lihat" kata Jarrel....
... Dashie makan satu dan satu potongan salmon dari keduanya secara bersamaan....
..."Ini tidak berubah" kata Dashie....
..."Aku menyukainya" kata Dashie....
..."Terima kasih" kata Dashie....
... Di dalam mobil di dalam perjalanan....
... Hot sedang mengemudi dengan kecepatan cukup tinggi....
... Di dalam mobil yang sama dengan situasi yang menggiring mereka untuk melanjutkan pertengkaran yang belum usai....
..."Aku tidak tahu kau punya saudara kembar. Salahku jika tidak mengenalnya?" tanya Hot....
..."Benarkah. Kau tidak mengenalnya?" tanya Ghazi. ...
..."Terserah kau sajalah" kata Hot....
..."Terserah aku. Berarti jika aku tidak pulang kau akan bersamanya?" tanya Ghazi....
..."Jangan perlihatkan kau sangat mencintai ku" kata Hot....
..."Kau juga marah ketika aku bersama dengan Hoshie" kata Ghazi....
... Mobil berhenti di tepi jalan....
... Menghitung waktu agar menurunkan emosional mereka yang tidak terkendali lagi....
... Keduanya tidak saling berbicara lagi dalam beberapa menit....
... Jendela mobil yang terbuka sedikit dengan udara yang masuk cuaca hari ini cukup cerah....
... Hot melihat pukul berapa sekarang....
... Memandang pacarnya dari arah kemudi mobil di sebelah kanan pacarnya yang sedang marah tanpa kata yang membuat Hot jauh lebih takut jika sikapnya seperti ini lalu meraih tangan kanan Ghazi....
..."Sorry. Sudah ya, aku hanya menganggapnya sebagai adikmu dan juga rekan kerja" kata Hot....
... Mengakui kesalahan....
..."Aku juga minta maaf memarahimu tanpa bukti" kata Ghazi....
... Membelai kepala pacarnya dengan lembut....
..."Ini baru kesayangan ku" kata Hot....
... Meraih tangan Ghazi lagi....
... Memandang Ghazi dengan tatapan tanpa beban....
... Mencoba merayu pacarnya dengan membelai rambutnya yang berada disekitar telinga sebelah kiri....
... Perutnya berbunyi....
... Hot tertawa gemas dengan apa yang terjadi pada Ghazi....
..."Ayo kita makan malam bersama" kata Hot....
... ...
__ADS_1
... ...