
...Chapter 183: Kau berarti untukku....
..."Semakin aku tahu maka semakin aku overthinking. Apa ini, aku terlihat seperti bukanlah pembicara yang baik" kata Dashie....
..."Aku tidak berharap dia akan mendekat ataupun menjauh dariku" kata Dashie....
... Bertanya kepada diri sendiri....
..."Masih mending kalau aku berpikiran terbuka daripada terlalu jujur" kata Dashie....
..."Benar. Ini hanya aku saja yang terlalu jujur dengan orang lain" kata Dashie....
... Menengadah ke langit dibagian dalam jendela kamar yang cerah belum terlihat lagi bintang jatuh langit malam ini sangatlah indah....
... Dari dalam sana ia melihat jendela kamar dikamar sebelahnya yang tidak menyala tidak seperti biasanya tak menanyakan dimana keberadaan salah satu tetangganya itu juga disana di sisi lainnya lagi juga sama halnya dengan pemilik kamar disebelah kanan kamarnya persis lampu kamarnya masih belum menyala....
..."Entahlah. Aku sedang putus asa atau kesepian apalah itu" kata Dashie....
..."Tuhan" kata Dashie....
..."Bagaimana caraku untuk bisa bersama terus dengan orang-orang yang kusayang dengan rasa khawatir yang masih ada bahwa mereka tidak selamanya berjalan bersamaku" kata Dashie....
... Menghela nafas panjang menghirup udara bebas di sana dalam hening yang bisa dibilang mungkin ini yang dinamakan sebagai seorang yang kesepian ia sadar akan hal itu tapi sepertinya ia sudah terbiasa dan akhirnya hal itu akan melewati bagian demi bagian hidup yang dia jalani....
..."Tuhan. Apakah dia juga akan pergi karena muak dan bosan dengan keluh kesah ku?" tanya Dashie....
..."Dan dia akan pergi. Ahhhh, kenapa aku terlalu banyak mengeluh" kata Dashie....
..."Maafkan aku Tuhan. Aku tidak menjalani hidupku dengan baik dan benar" kata Dashie....
... Dia terlihat dengan air mata yang sudah tertahan sejak menit-menit terakhir....
..."Bolehkah aku menangis lagi. Sekali lagi untuk menceritakan segala keluh kesah ku" kata Dashie....
... Tidak bisa menahan rasa sedihnya....
..."Aku ingin menghilang tapi bukan mati. Lihat aku, aku baru saja membaca quote ini dan aku sadar itu seperti melihat jalan hidupku sendiri" kata Dashie....
..."Tuhan. Mengapa aku sekacau ini" kata Dashie....
..."Apa aku harus berkata betapa dunia seakan tidak adil padaku?" tanya Dashie....
..."Aku terlihat menyebalkan sekali dengan terus menuntut tentang jalan hidupku" kata Dashie....
... Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul delapan lebih tiga puluh lima menit....
... Dashie menutup jendela kamarnya dan melanjutkan aktivitasnya yang lain didalam kamar dengan buku-buku pemberian orang lain yang belum selesai dia baca....
... Sepuluh menit kemudian....
... Dia tidur....
... Pria itu berada di kamar yang lain yang juga ada didalam gedung yang sama dengan segelas air hangat yang dia genggam diminumnya kembali seperti menit sebelumnya perlahan duduk dibagiam dalam jendela kamarnya sendiri....
... Berpendapat dengan apa yang baru saja ia dengar dari curahan hati seseorang dari salah satu penghuni kamar di gedung tempatnya tinggal....
..."Mengapa hidupnya terdengar sangat sulit padahal dunia ini sangat indah dan luas?" tanya pria itu....
... Di tempat lain di waktu yang sama ditempat yang berbeda....
... Dia datang....
... Dengan sepatu boots hitamnya menyatu dengan rok mini semi kulit coklat dan kaos krop bergaya horizontal hitam dan putih serta jaket kulit hitamnya itu rambutnya lurus berwarna grey bagian dalam dengan bagian luar hitamnya cantik dan menawan senyumnya akhirnya bisa terlihat lagi oleh sahabatnya ini....
... Dia mendapatkan satu buket bunga berwarna warni dari satu sahabatnya sendiri....
..."Untuk sahabatku tersayang" kata Hoshie....
..."Ohhhh. Thank you" kata Ghazi....
... Dia sudah menunggu sahabat perempuannya itu sejak sepuluh menit yang lalu dengan meja yang sudah di reservasi sejak satu jam yang lalu untuk memberikan surprise party ini....
... Xie juga datang....
..."Ini untukmu" kata Xie....
... Dia dengan satu buket bunga mawar merah muda untuk adik perempuannya itu....
... Senyum kebahagiaan datang dari Ghazi bertambah lagi tapi ia teringat akan seseorang....
..."Aneh sekali. Aku tidak bisa menghubungi nomor ponsel adikku" kata Ghazi....
... Melihat ke arah Hoshie....
... Tatapan curiga bertambah sedikit kemarahan....
... Memilih untuk tetap tidak cerita....
..."Ada apa?" tanya Hoshie....
... Xie akan duduk disalah satu kursi meja yang sudah Hoshie pesan tadi....
..."Apa aku boleh duduk disini?" tanya Xie....
... Senyum ceria....
..."Tentu. Kakakku yang tersayang" kata Ghazi....
... Xie duduk di salah satu kursi itu menyusul dengan Hoshie yang mempersilahkan sahabat perempuannya itu duduk di salah satu kursi yang dia siapkan....
... Xie sengaja baru saja menguji Hoshie bagaimana caranya bersikap kepada seorang wanita....
... Memuji....
..."Ternyata kamu orangnya seperti ini pantas adikku betah" kata Xie....
... Percaya diri....
..."Dia memang pantas mendapatkan hal ini" kata Hoshie....
... Memperjelas....
..."Aku atau dia?" tanya Ghazi....
... Merasa sedang seperti di interogasi oleh kedua calon kakak iparnya....
... Dia dan rasa groginya....
..."Apa aku sudah layak menjadi adik ipar kalian?" tanya Hoshie....
... Hening belum ada jawaban menuju ke arah situasi agak sedikit canggung....
... Mengambil kursi lain dari meja yang sama tempat keduanya sudah duduk disana lalu ia berpikir mungkin satu kalimat apa yang bisa mengembalikan situasi kembali tidak menjadi agak canggung ini....
..."Sorry. Aku terlalu gegabah" kata Hoshie....
... Hadir dalam situasi menjelang rasa canggung akan pergi....
..."Ayo kita nikmati makan malam ini" kata Ghazi....
... Suasana pantai tempat dimana mereka berada dengan lilin lilin yang menyala disekitar resort diantara para pengunjung lain yang juga ada disana menikmati tiap waktu yang mereka pilih yang juga sedang dinikmati oleh Ghazi untuk terbiasa dan membiasakan diri tanpa seseorang yang dia sayang tentu itu adalah Oryn Mason....
... Lima belas menit kemudian....
... Dia dengan wine yang sudah ada dimeja yang juga dipesan oleh kakak laki-lakinya itu....
... Mode warning....
... Xie akan minum wine lalu gelas itu direbut secara halus dengan kedua mata lembut menatapnya yang berhasil mengambil gelas berisi wine dari tangannya lalu menggantinya dengan wildberry line agua fresca contains non alcohol....
... Mode tidak menurut....
... Memohon....
..."Satu gelas saja" kata Xie....
__ADS_1
..."Tidak. Tetap tidak boleh" kata Ghazi....
... Hoshie yang juga ingin sekali minum tapi terhalang oleh pantangan yang tidak boleh dilanggar....
..."Kau tidak temani aku minum?" tanya Xie....
... Jujur sekaligus mode mencari aman....
..."Aku juga takut dengan orang ini" kata Hoshie....
... Melihat ke arah pantai....
... Mengambil gelas yang berisi minuman yang sama yang ditawarkan oleh Ghazi kepada kakak laki-lakinya itu....
... Suara ombak masih terdengar di sela-sela obrolan....
..."Ku dengar kau lembur. Aku merasa sangat senang kau bisa datang kemari" kata Ghazi....
... Mode sebagai kakak laki-laki yang ingin menjadi pelindung....
... Mengusap kepala Ghazi dengan lembut....
..."Aku hanya ingin menghibur adikku ini" kata Xie....
..."Kenapa aku baru sadar kalau aku punya kakak sebaik dirimu?" tanya Ghazi....
... Dia jadi percaya diri juga usil....
..."Aku baik?. Kau belum tahu seberapa usilnya diriku" kata Xie....
... Merasa tidak diinginkan dalam obrolan dua anggota keluarga ini....
... Wajah sedih....
..."Apa aku harus pulang saja. Aku juga ingin diajak bicara" kata Hoshie....
... Melirik ke Hoshie....
... Tatapan menakutkan dari sahabat perempuannya itu....
..."Apa?" tanya Hoshie....
... Sebuah kata tanpa penjelasan....
... Seberapa keras Hoshie menutupinya tetap saja dia tidak bisa menyimpan masalahnya sendiri seratus persen kepada orang lain terutama itu adalah sahabatnya sendiri....
..."Aku senang dengan kejutan mu ini. Kau memang sahabat terbaikku" kata Ghazi....
... Dia melihat ke arah lain dan melihat ketiga orang yang dia kenal juga ada ditempat yang sama....
... Di tempat yang sama dengan jarak yang berbeda....
..."Untuk apa kau mengajakku kemari?" tanya Gan....
..."Kau pelit sekali" kata Ans....
... Membela diri....
..."Pelit bagaimana. Kau sendiri yang tidak mau aku traktir" kata Gan....
..."Bukan itu. Waktumu, kau sangat perhitungan sekali" kata Ans....
... Berkata sesuai usia mereka sekarang....
... Dua orang dengan pola pikir yang berbeda....
... Nawa....
... Dia diantara kedua orang yang seperti sudah menjadi sepasang suami istri....
... Perdebatan dimulai....
..."Kau bisa memasak sendiri dirumah. Itu jauh lebih hemat dan bekal buatan mu juga lezat" kata Gan....
... Nawa agak merasa aneh dengan isi perdebatan yang dia dengar....
..."Maksudmu, hidupku harus selalu di dapur menuruti perkataan mu dan tak boleh mengatakan semua keluhan ku. Itu yang kau mau?!" kata Ans....
... Gan yang tidak tahu bakal beginia ceritanya....
..."Ya. Bukan maksudku berkata seperti itu" kata Gan....
... Memaksa....
..."Minta maaf!" kata Ans....
..."Tidak mau" kata Gan....
... Bertambah kesal....
..."Tidak mau?!" kata Ans....
..."Kenapa tidak mau?" tanya Ans....
... Membela diri dengan realita yang ia jalani sekarang....
..."Kau bukan istriku. Kenapa aku harus minta maaf?" tanya balik Gan....
... Sambil nahan tawa Si Nawa cuma bisa geleng-geleng kepala dengan pertengkaran yang belum tahu ujung dari obrolan ini....
... Dia yang sudah tahu kalau dia bukan istrinya Gan....
... Nada suara yang menekan tapi semakin lembut....
..."Tak perlu kau perjelas, kau memang bukan suamiku tapi … " kata Ans....
..."Aku hanya mempersiapkan diri untuk menjadi istrimu" kata Ans....
... Hening....
... Lirik kanan dan kiri....
... Nawa yang usil merasa kali ini dia ingin pendapat dan keberadaannya di akui....
... Kepada Gan....
..."Kau pasti suka dirayu olehnya. Kenapa terus gengsi?" tanya Nawa....
... Kepada Ans....
..."Kau juga terima saja kalau kau suka orang ini" kata Nawa....
..."Kalian juga terlihat serasi" kata Nawa....
... Nasihat dari Nawa sedikit membuat pola pikir Si Ketua kelas terbuka....
... Melirik ke arah sebelah kanan melihat gadis yang dia sayang....
..."Maaf" kata Gan....
..."Aku tidak dengar" kata Ans....
... Volume suaranya di naikkan....
..."Maaf!" kata Gan....
... Melewati Nawa dengan cepat hingga minuman yang ada di tangannya tumpah....
... Penolakan....
..."Stop!" kata Gan....
..."Kau tidak mau?" tanya Ans ...
..."Tidak mau" kata Gan....
__ADS_1
... Nawa yang sedang membersihkan air jus yang mengenai bajunya akibat ulah gadis di sebelah kirinya saat ini yang akan bertindak sesuai keinginannya lagi....
... Dia yang tidak tahu maksud dari pembicaraan mereka itu....
... Lumayan kesal tapi tidak berlebihan juga....
..."Apa salahnya kau turuti sekali saja permintaan gadis ini" kata Nawa....
... Suara keras....
..."Tidak mau!" kata Gan....
... Memaksa....
... Sekali lagi....
..."Tidak mau?" tanya Ans....
... Kini dia menarik tangan Gan secara paksa....
..."Kapan kita melakukanya?" tanya Ans....
... Bergerak menjauh dari Ans satu langkah ke belakang....
..."Tidak" kata Gan....
... Nawa agak curiga sekaligus takut dengan situasi yang mengancam teman satu kelasnya itu....
... Dia dengan wajah tulusnya lagi tidak sedang berpura-pura....
..."Maaf. Sudah jangan seperti ini" kata Gan....
... Melepas tangan Gan lalu gadis didepannya itu kembali dalam mode tenang....
... Melewati Nawa....
... Kembali ditempatnya semula ada disebelah kanan Nawa yang menjadi heran sendiri dengan apa yang dilakukan oleh keduanya dengan cara mereka berinteraksi....
..."Kau baru saja membaca mantra apa?" tanya Nawa....
..."Aku pintar untuk apa membaca mantra" jawab Gan....
... Realita di lapangan....
..."Aku lebih pintar dari mu" kata Nawa....
... ...
... Sadar....
..."Iya. Aku tahu" kata Gan....
... Dia dengan wajah polosnya melihat ke arah Gan....
... Ekspresi ingin meminta maaf....
..."Maaf. Aku pikir … " kata Ans....
..." … kita butuh refreshing ditempat yang baru biar nggak bosan" kata Ans....
... Pandangannya tentang hidup orang lain....
... Tegas....
..."Bosan. Lihat hidupmu semua orang mendambakan itu" kata Gan....
... Dia dengan jalan pikirannya sendiri....
..."Aku takut kau bosan dengan ku" kata Ans....
... Nawa sedang menikmati kiwi soda tanpa alkohol yang ada dalam genggaman tangannya lagi melirik kekanan dan kekiri tidak bisa pergi....
... Dia mendapatkan referensi lagi bagaimana harus bersikap dalam menjalani sebuah hubungan percintaan kelak....
..."Apakah seperti ini gaya interaksi kalian?" tanya Nawa....
..."Bukan pacar tapi saling memiliki" kata Nawa....
... Usil....
..."Kau pasti merindukan gadis itu" kata Ans....
..."Siapa?" tanya Nawa....
... Ikutan usil....
..."Pilih salah satu dari mereka" kata Gan....
... Dia dengan suaranya yang kembali datar dan dingin....
... Wajahnya pucat dan marah ketika orang lain membahas kisah asmaranya....
..."Sepertinya aku belum terbiasa lagi dengan situasi ini" kata Nawa....
... Dia yang langsung menawarkan pertolongan....
..."Apa aku perlu membawanya kemari?" tanya Ans....
... Jujur....
..."Kalian sengaja menunjukkan kemesraan orang lain didepanku" kata Nawa....
... Nawa menaruh gelas yang berisi kiwi soda diatas meja lalu pergi meninggalkan keduanya setelah datang dua orang yang membuatnya kembali kesal....
... Gan yang tidak tahu ini adalah salah satu dari rencana Ans....
... Dia dengan agak sedikit kesal tapi untuk apa sedangkan ia tahu karakter orang disebelah kanannya itu. ...
..."Ini rencana mu lagi. Apa yang ingin kau lakukan setelah ini?" tanya Gan....
... Santai....
..."Aku punya Gan yang selalu ada di sampingku" kata Ans....
... Melirik Ans....
... Dia dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku depan jaket crem ditiap sisinya....
..."Hati-hati. Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa" kata Gan....
..."Aku yakin kau akan membelaku" kata Ans....
..."Aku saja tidak percaya dengan diriku sendiri" kata Gan....
... Yakin....
..."Tapi, aku percaya padamu" kata Ans....
... Ans melihat Nawa yang semakin jauh pergi setelah melihat dua orang yang membuatnya kesal dan belum bisa dia terima hingga kini....
... Entah bagaimanapun usaha sudah dia lakukan tapi tetap saja orang itu tidak juga memilih nya tapi memilih orang lain....
..."Aku sering bertanya kepada diri sendiri. Mengapa kami bisa sejahat itu?" tanya Ans....
..."Padahal kita bisa hidup berdampingan dengan manusia dan hidup dengan tanpa masalah" kata Ans....
... Dia dan pandangannya tentang manusia....
... Melihat ombak ditepi pantai....
..."Kau belum tahu saja betapa jahatnya manusia itu" kata Gan....
... Dia malu-malu tapi dia tetap mengatakannya....
..."Jangan menganggap dirimu tidak berarti. Kau berarti untukku" kata Gan....
__ADS_1
... ...