Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 149: Kapan. aku lupa.


__ADS_3

...Chapter 149: Kapan. Aku lupa....


... Mereka berdua tidak kenal tapi pernah bertemu....


... Yang satunya lagi tidak kenal juga tidak pernah ketemu....


... Ketiga orang itu fokus kepada satu orang yang ada di sisi lain kursi dalam satu meja yang sama....


..."Apa kau mengenalnya?" tanya Callie....


... Jarrel tak menjawab apapun dari pertanyaan dari Callie....


... Dia sangat percaya diri....


... Mengguncang bahu kanan Jarrel....


..."Dia mengenalku. Jangan berpura-pura lagi!" kata seorang gadis....


... Callie melihat Jarrel yang sedang tertekan....


..."Jawab!" kata gadis itu....


... Dashie dan Hoshie tidak ingin bergabung dengan obrolan ketiga orang didepan mereka....


... Hoshie bersandar di bahu sebelah kiri Dashie lagi sambil makan buah berry yang ada di piring yang sama saat dia mulai memakan buah tersebut....


... Jarrel berada dalam situasi yang sulit....


..."Kau siapanya Jarrel?" tanya gadis itu lagi....


..."Aku?" tanya Callie....


... Kejutan tidak terduga....


..."Aku pacarnya. Kamu siapa?" tanya Callie....


... Jarrel seakan mendapatkan sebuah hadiah dari orang yang selama ini ia tunggu....


... Santai....


... Hoshie sedikit mengenal karakter dari mantan kekasihnya itu. ...


... Dashie....


..."Ini masih abu-abu" kata Dashie....


... Gadis remaja itu masih dengan sikapnya yang marah-marah tidak terima dengan apa yang ia dengar sendiri....


... Bahu Jarrel diguncang kembali....


..."Kenapa kau diam saja. Bicara!" kata gadis remaja itu....


... Akhirnya sang pangeran bersikap tegas....


..."Dia sudah berkata jujur. Dia memang pacarku" kata Jarrel....


... Dia melihat ke arah Dashie dan Hoshie....


... Tambah marah....


... Melihat ke arah Jarrel lagi....


... Dia mendapatkan pukulan dari gadis remaja itu lagi beberapa kali....


..."Kau sedang apa. Itu membuatnya terluka" kata Callie....


... Jarrel tambah melayang ke langit dengan pembelaan dari Callie lagi....


... Hoshie dengan tatapan belum terlalu serius....


... Si gadis remaja....


... Jarrel mendapatkan pukulan di bahu sebelah kiri....


..."Kau mau bohongi aku lagi!" kata gadis remaja itu....


..."Tidak. Sungguh, dia pacarku" kata Jarrel....


... Kini bukan hanya tangannya yang memukul tapi tas hitam si putri kerajaan itu memukul kaki Jarrel dengan tasnya sendiri....


... Akhirnya, si putri kerajaan itu menyerah dan pergi....


... Hoshie....


..."Aku sulit membedakan mana yang cinta dan bisnis" kata Hoshie....


... Meski keduanya adalah sahabatnya sendiri tapi dia harus berpikir dengan berbagai sudut pandang untuk mencerna berita terbaru ini....


... Si putri kerajaan sudah pergi....


... Callie dengan perhatiannya yang ia berikan kepada Jarrel....


..."Mana yang sakit?" tanya Callie....


... Menunjuk ke kedua bahunya yang tadi dipukul....


..."Ini?" tanya Callie....


... Mengangguk patuh....


..."Ehmm" jawab Jarrel....


... Duduk di kursi dengan baris yang sama....


... Callie memeriksa dari balik kaos tak berlengan berwarna krem yang saat ini Jarrel kenakan serasi dengan celana casual bersaku disetiap kanan dan kirinya....


... Menghargai usaha Jarrel....


..."Ini juga" kata Callie....


... Padahal tak ada luka sama sekali tapi Jarrel merasakan kesakitan....


... Menunjuk ke kakinya....


..."Ini juga" kata Jarrel....


... Dia melihat kaki Jarrel sampai berdarah akibat pukulan dari tas gadis remaja barusan....


... Callie yang sudah tahu kalau Jarrel adalah seorang bangsa Blacwhe tidak mungkin bilang bahwa dia bisa menyembuhkan diri sendiri tanpa harus disembuhkan oleh bantuan orang lain....


..."Sebentar" kata Callie....


... Dia kebetulan membawa plester luka didalam tasnya....


... Mengambil plester luka dari dalam tas....


... Jarrel melepas alas kaki yang berwarna hitam miliknya....


... Callie....


... Duduk ke belakang lagi di kursi yang sama....


... Menarik kaki Jarrel yang terluka ke atas kursi panjang yang mereka duduki....


... Memberikan plester kepada Jarrel....


..."Kau bisa pasang sendiri" kata Callie....


... Semangat....


..."Ok" kata Jarrel....


... Callie telah kembali kepada salah satu kepribadian yang ia miliki....


... Hoshie....


... ...


... Memberikan perhatian lebih....


... Hoshie menawarkan gelas dengan sedotan transparan yang berisi minuman yang masih hangat yang tadi dipesan oleh Dashie....


... Dia menerimanya lalu sedikit demi sedikit meminumnya....


... Memberikan buah berry yang ia ambil dengan garpu....


..."Mau ini?" tanya Hoshie....


..."Untukmu" jawab Dashie....


..."Ya sudah" kata Hoshie....


... Memakan buah berry yang diambil dengan garpu....


... Callie pergi sebentar di luar cafe untuk menerima telepon dari seseorang....


... Jarrel yang belum mau bercerita kepada mereka semua yang ada disana alasan kenapa gadis itu datang kembali untuk menemuinya....


... Dashie sorot mata penuh tanda tanya ditujukan kepada Jarrel....

__ADS_1


... Dia terlihat bahagia dengan situasi ini tanpa harus banyak menjelaskan dengan banyak kata....


... Melihat ke arah Dashie....


..."Aku tidak menyembunyikan apapun darimu" kata Jarrel....


..."Sungguh?" tanya balik Dashie....


..."Kapan aku pernah bohong?" tanya Jarrel....


..."Mungkin" kata Dashie....


..."Sorry. Sorry" kata Jarrel....


... Jarrel belum memastikan kata-kata yang diucapkan oleh orang yang ia suka benar adanya bahwa ia sudah diterima....


... Dia juga masih berada di ruang galaunya sendiri....


... Dashie yang hampir lupa kalau ada Hoshie yang masih bersandar dibahu sebelah kirinya itu....


..."Aku tidak bisa memimpikan mu" kata Hoshie....


... Makan satu buah berry lagi sambil lanjut melihat keduanya mengobrol....


... Suaranya datang lagi menyela pembicaraan....


..."Aku cemburu" kata Hoshie....


... Dan akhirnya menghentikan obrolannya bersama dengan Jarrel....


... Dia tegas mengatakan rasa bersalahnya....


..."Sorry" kata Dashie....


... Perhatian....


..."Ya, kan. Selalu minta maaf, kamu nggak salah" kata Jarrel....


... Hoshie meminum air hangat lagi dari dalam gelas miliknya....


... Dia tanpa ragu....


... Berbicara sambil melihat ke arah Jarrel....


..."Ini yang membuatku jatuh cinta padanya" kata Hoshie....


... Dia melempar bulatan tisu kepada Hoshie....


... Ditangkap oleh Hoshie lalu dikembalikan kepada Jarrel....


... Jarrel menunggu Callie kembali yang sedang masih menerima panggilan telepon dari seseorang....


... Dia tidak tahu harus mulai dari mana untuk menanyakan tentang status dirinya saat berada dalam hati orang yang ia suka itu....


..."Bisakah, dia mudah menerima kembali seseorang setelah kisah kemarin" kata Jarrel....


..."Sepertinya, ini akan jauh lebih dari sulit" kata Jarrel....


..."Bahkan kemungkinan terburuk dia tidak akan menerima ku" kata Jarrel....


... Hoshie tanpa harus mendengar apa yang baru saja ia dengar ia sadar dengan segala kesalahan yang telah ia perbuat entah sejak kapan rasa penyesalan ini datang tapi ia tahu bahwa caranya memperlakukan orang lain dengan sangat sangat buruk itu membuatnya berpikir betapa gilanya dirinya di masa lalu....


... Dia yang tidak banyak langkah yang diambil tidak juga banyak kata usil yang biasa didengar ketika bertemu dengan Jarrel membuatnya berpikir sesuatu yang mengarah kepada rasa cemasnya tentang kondisinya yang semakin panas suhu badannya terasa oleh Dashie dengan sisi Hoshie yang saat ini masih bersandar dibahu sebelah kirinya....


..."Jarrel. Kau bisa bantu aku?" tanya Dashie....


..."Katakan saja" kata Jarrel....


..."Aku dan Hoshie akan pergi. Nikmatilah waktu kalian" kata Dashie....


... Dia menarik membawa Hoshie untuk mengikutinya kemana akan ia pergi....


... Hoshie yang sedang tidak sehat terlihat dari wajah pucatnya itu....


... Memegang ponsel sambil melihat kedua teman kuliahnya pergi keluar dari dalam cafe....


..."Ok" kata Jarrel....


... Callie kembali....


... Mencari dua orang yang tadi ada di meja yang sama....


... Memasukkan ponselnya ke dalam jaket baseball yang ia kenakan....


..."Dimana mereka?" tanya Callie....


... Callie kembali melewati Jarrel duduk disebelahnya lagi....


... Bersandar di kursi lalu memejamkan mata....


..."Tadi, Ved menelponmu" kata Callie....


... Jarrel harus memilih waktu yang tepat untuk menanyakan sesuatu yang bisa tergolong sensitif bagi wanita disebelahnya tersebut....


... Dia juga takut kalau ia akan ditolak....


..."Tapi, aku sudah pernah mengatakan itu" kata Jarrel....


..."Dan belum dijawab hingga sekarang" kata Jarrel....


... Menangkap seseorang yang sedari tadi memperhatikan dirinya dengan raut wajah cemas....


... Dua duanya mempertahankan tidak ingin melepaskan momen ini....


... Lima detik....


... Tujuh detik....


... Enam belas detik sudah terlewati lalu keduanya tertawa kecil bersama menghentikan momen saling memberikan kode yang belum pasti makna dari semua yang mereka lalui....


... Jarrel mengetuk kepala atas kiri dengan tangan kanannya kepada Callie....


..."Ahhh" kata Callie....


... Dia memegang dahinya sebelah kanan....


..."Kau terus memandangku" kata Callie....


... Dia dengan nada suara rendah hati....


... Super manly....


..."Ok. Aku tidak akan memandangmu lagi" kata Jarrel....


... Menarik wajahnya agar tidak menghentikan apa yang baru saja ia lakukan sebagai bukti perhatian....


... Jarrel kembali menatap Callie....


... Dia seperti baru saja melewati sesuatu yang ada dalam diri pria yang ada di dekatnya ini....


... Jemarinya akan menyentuh bagian sesuatu yang ia lewati dari wajah Jarrel....


..."Ada sesuatu di wajahmu" kata Callie....


..."Benarkah" kata Jarrel....


... Mendekat diri lebih kepada Jarrel....


..."Ada luka goresan disini tapi kenapa ini tidak hilang dengan sendirinya?" tanya Callie....


..."Lihat ini" kata Callie....


... Dia mendapatkan sebagian darah dari luka yang ada di bagian tulang rahang bawah Jarrel....


..."Kau benar" kata Jarrel....


... Dia langsung mengambil plester dari dalam tasnya lagi dengan cepat menempelkannya di rahang Jarrel....


..."Sudah" kata Callie....


... Jarrel....


... Menyentuh plester yang baru saja membalut luka yang ada di rahang bawah wajah sebelah kanan....


... Callie menaruh bungkus plester barusan kedalam bagian tasnya yang lain....


... Si pemikir....


... Dia mencari jawaban dari satu misteri ini sebuah misteri kenapa dia tidak merasakan sakit dan luka yang ia miliki tidak bisa sembuh dengan sendirinya....


..."Mereka ada disekitar tempat ini?" tanya Jarrel....


... Callie menatap kembali Jarrel....


... Dia tidak ingin melewatkan momen ini....


... Dia tak memberikan kesan misterius kepada gadis yang ia suka....


..."Callie" panggil Jarrel....

__ADS_1


..."Ya. Aku disini" kata Callie....


... Dia ingin mengobrol ringan....


..."Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Jarrel....


..."Silahkan saja" kata Callie....


... Merapikan helai rambut yang mengenai pundak sebelah kanan perlahan lalu tertunduk sebentar setelah itu menatap Callie lagi kemudian ia tersenyum tanpa dibuat buat agar tidak terkesan dia adalah pria baik....


..."Aku suka buah Cherry. Apa kau juga menyukainya?" tanya Jarrel....


... Dia dengan bibir merah merona sambil mengangguk sedikit beberapa kali pelan tak tertinggal kedipan matanya alami....


..."Suka. Kenapa dengan buah Cherry?" tanya balik Callie....


... Membelai rambut kepala gadis di depannya lagi....


... Menatapnya lagi....


..."Buah Cherry sangat manis dan … aku ingin kisah kita juga semanis buah Cherry" kata Jarrel....


... Sambil tersenyum penuh cinta lalu dia tertunduk senang dengan kata kata yang didengar dari lisan Jarrel. ...


... Kembali melihat Jarrel....


..."Bisakah kita memakan buah Cherry di kamp. perang?" tanya Callie....


... Berhenti membelai helai rambut wanita di depannya sekarang....


... Dugaannya tidak sepenuhnya salah tapi inilah yang harus ia terima bahwa seseorang belum sempat untuk membuka hatinya kembali setelah kisah itu diingat kembali sungguh mengerikan jika seseorang mengalaminya....


... Berbalik memberikan sentuhan tangan di bagian atas kepala Jarrel....


..."Anak baik" kata Callie....


... Dia tidak langsung bereaksi marah kepada Callie atas jawaban tersirat yang ia terima dari pertanyaan yang diajukan kepadanya....


..."Aku akan menjadi anak baik untukmu" kata Jarrel....


..."Bukan untuk siapa-siapa tapi untuk Jarrel" kata Callie....


..."Untuk Callie" kata Jarrel....


... Dia tersenyum tersipu mengedipkan mata lembutnya bukan sebuah tujuan cara untuk merayu kepada seorang gadis....


... Di dalam pikiran dan hati Jarrel....


..."Ya Tuhan. Aku tidak ingin pergi dari sini" kata Jarrel....


... Di dalam hati Callie....


..."Tuhan. Sekali lagi, dia tidak ingin kulepaskan" kata Callie....


... Dia sambil makan permen karet....


... Di luar sana seseorang juga belum ingin pergi terus mengawasi dengan salah satu dari mereka pergi berbagi tugas mengawasi Dashie dan Hoshie....


... Dia melihat semua itu hanya kisah yang tiada arti tanpa sebuah bukti yang hanya akan menyakiti salah satu dari mereka berdua atau keduanya....


..."So cute" kata wanita itu....


... Menilai salah satu kisah dari sebuah misi yang ia kerjakan....


..."Apa ada yang salah dengan cara berpikirku?" tanya wanita itu....


..."Mereka belum mengerti bagaimana rasanya terpuruk serendah-rendahnya karena cinta" kata wanita itu....


... Salah satu rekannya muncul kembali....


..."Apa kau pernah jatuh cinta?" tanya rekan kerjanya itu....


... Kaget yang elegan....


..."Tidak" kata wanita itu....


..."Ayo kita coba saja?" tanya rekan kerjanya....


... Tetap serius nada suaranya menanggapi candaan dari rekannya itu....


..."Fokuslah dengan pekerjaan kita" kata wanita itu....


... Dia yang suka datang tiba-tiba dan hilang tak jauh beda sudah pergi lagi tanpa pamit....


... Kini wanita ini bekerja lagi menjalankan tugasnya lagi sendirian....


... Tentang rekan kerjanya....


..."Hiduplah sesukamu" kata wanita itu....


... Hoshie yang sedang makan es krim bersama dengan Dashie....


... Di bawah lantai dua pusat perbelanjaan di sekitar area tempat masuk pusat perbelanjaan....


... Dia dan Dashie yang melihat sebuah toko yang menjual binatang peliharaan....


..."Kau suka kura-kura itu?" tanya Hoshie....


..."Aku suka ikan yang kau belikan dulu" kata Dashie....


... Menggigit es krim coklat yang ada di tangan Dashie....


... Dia dan es krim unicorn yang ada di tangannya....


... Dari atas mereka tidak terlalu jauh dari balik dinding pembatas sebuah tempat parkir melihat seseorang ke arah mereka....


... Ke enam remaja itu belum juga pergi dari sana masih bersembunyi....


..."Dia belum pergi" kata Hoshie....


..."Apa yang dia lakukan dengan semua kekuatannya?" tanya Hoshie....


... Sikap lucu Dashie ketika menginginkan es krim yang ada di tangan Hoshie....


... Mendekatkan es krimnya kepada Dashie....


..."Ini sayangku" kata Hoshie....


... Dia jadi ngambek....


... Langsung tanggap....


..."Ini" kata Hoshie....


... Menggigit satu gigitan es krim milik Hoshie....


... Nawa melihat ke arah dua orang yang sedang asik makan es krim....


... Kembali lagi bersembunyi dibalik pembatas dinding pusat perbelanjaan....


..."Dia tahu dan tidak sedang berpura-pura tidak tahu" kata Nawa....


... Dashie dan Hoshie....


..."Sorry" kata Dashie....


... Berpikir....


... Makan es krim lagi....


... Tiga detik kemudian....


... ...


..."Maksudmu?" tanya Hoshie....


..."Tentang Callie" kata Dashie....


..."Kapan. Aku lupa" kata Hoshie....


... Dia memberikan rasa sayangnya kepada Dashie sekali lagi....


... Dashie....


... Dia memejamkan sedikit matanya sambil tersenyum dihadapan Hoshie....


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...

__ADS_1


__ADS_2