
...Chapter 113: Tanda bahaya....
..."Kau membawa semua ini?" tanya Ghazi....
..."Aku sengaja membawa lebih dan pas sekali ada kau disini" kata Nora....
..."Ambil ini" kata Nora....
... Dia memberikan makanan instan yang masih panas untuk Ghazi dan saudaranya yang sedang lebih awal menikmati olahan mie yang ia beli dari kedai di dekat tempat yang ia kunjungi saat ini....
... Ghazi lebih memilih untuk tidur mengambil selimut berbalik memandang dinding disisi kamar tanpa banyak kata lagi diucapkan kepada yang lain memejamkan mata....
..."Dia kenapa lagi?" tanya Nora....
... Dia Dashie menggerakkan bahu ke atas sebagai tanda ketidaktahuan akan pertanyaan yang Nora ajukan....
... Mereka berdua menikmati makan malam mereka....
... Dashie yang menutupi kebenaran tentang apa yang baru saja ia lihat tentang siapa dari sisi lain yang baru diketahui tentang siapa itu Hoshie....
..."Aku tidak melihat kalian sering bersama" kata Nora....
..."Tadi seharian kita bersama" kata Dashie....
..."Kau dan Rio" kata Nora....
... Dashie kira ia dan Hoshie ternyata bukan mereka melainkan mantan kekasihnya yang tidak ingin ia bahas dalam obrolan dengan siapapun termasuk Nora. Sudah sewajarnya ia malas untuk membahas seseorang yang bernama Rio itu dengan siapapun mengingat siapa yang telah lebih awal membuat pertikaian dalam hubungan asmara yang baru saja ia bangun untuk apa membahas orang itu jika realitanya tak ada lagi harga diri yang diterima oleh Dashie dalam diri mantan kekasihnya....
..."Sorry. Bukan aku sok ikut campur tapi sejujurnya Hoshie lebih baik dari pacarmu sekarang" kata Nora....
..."Mungkin saat ini dia sedang menangis sendirian di kamarnya sendiri" kata Nora....
... Dashie bertanya-tanya bagaimana seorang Nora bisa mengerti hal itu tentang Hoshie yang bisa dikatakan baru saja dikenal dalam beberapa hari saja....
..."Kulihat kau ahli dalam menganalisa" kata Dashie....
..."Kau cemburukan ketika ada seseorang yang memperhatikan Hoshie" kata Nora....
..."Tidak" kata Dashie....
... Dia tertawa kecil sambil meledek adik dari kekasihnya itu....
..."Meski aku baru mengenalnya dalam sekejap mata saja aku tahu dia sangat menyukaimu" kata Nora....
... Dia masih belum percaya dengan pendapat orang lain kepada Hoshie....
..."Menyukai dan menyayangi itu berbeda" kata Dashie....
... Menebak dalam diam sesaat dalam lima detik....
..."Kau benar" kata Nora....
... Nora menyimpulkan bahwa tidak mudah seseorang untuk mengubah perasaan dan pikiran dengan mudah semua membutuhkan proses entah itu berapa lama tergantung siapa orangnya yang sedang menjalani tidak bisa langsung tiba-tiba cinta atau tiba-tiba tidak cinta....
..."Sorry. Sudah mengganggu privasimu" kata Nora....
..."Tidak sama sekali" jawab Dashie....
... Sedari tadi Rio sudah beberapa kali sekitar tujuh kali menghubungi nomor ponselnya hingga di menit-menit terakhir ini di depan kekasih kakaknya itu. Ia baru saja menelpon Dashie tapi tidak diangkat olehnya lebih memilih untuk mengobrol dengan Nora....
... Menyemangati Dashie....
..."Percaya dirilah. Kalian berdua sangatlah cantik. Jangan dengarkan pendapat buruk orang lain" kata Nora....
... Memakan mie pedas lagi yang masih hangat disantap oleh Nora....
..."Apa itu tidak pedas?" tanya Dashie....
..."Pedas" jawab Nora....
... Dashie memakan mie yang masih hangat di dalam mangkuk di depannya dengan rasa original....
... Dia belum bisa menceritakan apapun tentang apa yang ia lihat tentang Hoshie yang membuatnya harus menenangkan diri untuk menerima kenyataan dari apa yang ia anggap sebagai halusinasi yang bisa dibilang mengerikan baginya jika diingat kembali....
... Dalam hati Dashie....
..."Bisakah itu hanya sebuah halusinasi semata" kata Dashie....
..."Aku ingin dia tetap menjadi sahabatku" kata Dashie....
... Benar dugaan dari Nora tentang keadaan Hoshie yang sedang menutup selimut hitam miliknya diatas tempat tidur di rumahnya sendirian berusaha agar tidak menangis menahan rasa sakit itu rasa sakit yang ditambahkan lagi dengan rasa takutnya jika tidak bisa bersama dengan orang yang sangat berarti dan berharga untuknya bukan hanya dalam masalah percintaan akan tetapi ini sudah menyangkut nyawanya sendiri....
..."Aku menyemangati hidup orang lain tapi aku juga tidak tahu seberapa lama hidupku akan bertahan" kata Hoshie....
..."Jangan pergi meninggalkan diriku yang hina ini" kata Hoshie....
... Dia yang sedang menghubungi nomor ponsel Dashie yang masih aktif tapi belum juga mau diajak bicara olehnya hingga saat ini sejak tadi bertengkar dengan dirinya....
... Luka luka yang ia miliki jauh lebih membaik ketika bersama dengan Dashie dan itu ia dapatkan sebuah kesembuhan dari energi kekuatan yang dimiliki oleh Dashie itu juga sudah disadari oleh Nora yang mengetahui sebagian informasi tentang bangsa Blacwhe yang sedang sekarat seperti yang dialami oleh Hoshie. Tidaklah mudah untuk bertahan dengan kondisinya sekarang membuat dirinya kasihan kepada seseorang yang seharusnya sudah di bereskan olehnya sudah lama tapi ia lebih memilih untuk memberikannya sebuah kesempatan untuk hidup lebih lama lagi....
..."Angkat saja. Dia ingin bicara padamu" kata Nora....
... Dashie lebih memilih untuk menghabiskan makanan yang tinggal separuh didepannya saat ini yang belum habis termakan....
... Padahal memang seseorang benar-benar tidak mau menjalani pertengkaran seperti yang mereka jalani saat ini tidak ingin berlangsung lebih lama lagi....
..."Aku tidak tahan lagi" kata Hoshie....
... Dia tidak bisa sehari saja tahan dengan kondisi tidak nyaman seperti ini yang terjadi diantara mereka berdua tidak ingin sama sekali bertahan terlalu lama....
..."Ada apa dengan manusia sehina diriku" kata Hoshie....
..."Dan tanpa tahu diri. Aku menyebut diriku masih seorang manusia" kata Hoshie....
..."Inilah hukuman untuk ku setelah semua yang kuperbuat selama ini" kata Hoshie....
... Nora sedang menikmati makanan di depannya secara perlahan sambil melihat ke arah Dashie....
... Dia belum ingin berhenti melihat ke arah Dashie....
__ADS_1
... Dia tidak memiliki alasan yang aneh untuk menanyakan sikap Nora yang ditujukan padanya....
... Dia tanpa berkata dengan suara mengomentari tentang sikap kekasih kakak laki-lakinya itu....
..."Apakah dia mulai serius seperti orang itu?" tanya Dashie....
..."Secara tidak sadar mereka bisa dibilang sangat serasi" kata Dashie....
... Sedangkan untuk Nora sedang berusaha membaca pikiran orang didepannya saat ini akan tetapi tidak bisa dilakukan meski mereka tergolong dalam bangsa yang sama....
... Dia dan isi pikirannya....
..."Aku tidak bisa membaca pikiran gadis ini" kata Nora....
... Mencoba membaca lagi isi pikiran dari Dashie....
... Belum juga berhasil....
... Berusaha sekali lagi....
..."Aku bisa mencobanya lain waktu" kata Nora....
... Dia mengetahui siapa yang sedang ada di dekatnya saat ini menyadari akan sulit menghadapi gadis yang juga satu bangsa dengan dirinya setelah merasakan sendiri kekuatan yang ia miliki bisa saja suatu waktu ia bisa memiliki kekuatan melebihi kekuatan yang ia miliki....
..."Pantas saja. Orang itu memilih gadis ini bukan karena kekuatannya saja rupanya" kata Nora....
..."Ternyata ini alasannya" kata Nora....
... Dia tertunduk menyeruput kuah dari dalam mangkuk yang masih berisi mie yang masih separuh dimakan dengan waktu mulai yang sama bersama dengan awal keduanya memulai makan....
... Dia tersenyum sedikit melihat siapa yang dipilih oleh Hoshie menjadi partner untuk menjalani realita hidup yang ia jalani sekarang....
..."Dia bisa saja memilih orang lain dari bangsa Xoco selain dirinya tapi dia lebih memilihnya" kata Nora....
..."Aku harap dia orang yang bisa menjaga komitmen" kata Nora....
... Dashie sudah hampir selesai menghabiskan makanan di dalam mangkuk....
... Dia minum ice tea yang diberikan oleh teman sekolahnya itu....
... Melihat ke arah saudara perempuannya yang terlihat sudah terlelap tidur diatas tempat tidur dengan selimut merah muda meringkuk....
..."Hot terus mengirim pesan padanya" kata Dashie....
... Ia melihat ponsel kakaknya terus menyala dalam mode senyap yang saat ini berada diatas meja belajar dekat ponselnya di sisi sebelah kiri....
... Dia yang tidak ingin diganggu oleh siapapun setelah mendapatkan banyak nasihat dari seseorang yang menggempur hati dan pikirannya sebuah nasihat yang sama yang sering ia dengar dari banyak orang lain yang tidak pernah tahu dan tidak ingin tahu bagaimana ia menjalankan hidup selama ini....
... Dashie melihat satu unggahan dari akun sosial media milik Hoshie muncul dari pemberitahuan baru dari salah satu halaman beranda salah satu media sosial miliknya....
... Memeriksa foto kamar yang diunggah olehnya dengan langit kamar penuh bintang disana juga terlihat jendela dengan tirai yang masih terbuka terikat tiap sisi kanan dan kiri menunjukkan bahwa pemilik akun bisa saja masih belum tertidur....
..."Dia memang masih online" kata Dashie....
... Dia juga mengirim pesan untuk Dashie tapi belum juga ia buka dengan banyak pesan yang jika dihitung bisa enam pesan ia terima dari media sosial yang ia gunakan....
... Pintu kamar yang terkunci dari dalam hanya ada dirinya yang ada di dalam sana yang belum tertidur....
..."Kau sudah tidur?" tanya Hoshie....
... Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam lebih satu menit lalu Hoshie bergerak menuju depan kamar orang lain....
... Dia menelepon orang tersebut....
... Pintu kamar yang ia maksud terbuka oleh penghuni kamar....
..."Kau sudah menunggu lama?" tanya Nawa....
..."Tidak juga" kata Hoshie....
... Dia yang sudah bisa menggunakan teleportasi setelah menerima energi positif dari Dashie dengan pemulihan yang cukup cepat menyembuhkan sebagian luka luka yang ada di dalam tubuhnya....
... Dia mulai masuk kedalam kamar Nawa....
... Dia melihat ke sekeliling kamar yang diperhatikan juga tindakannya itu oleh penghuni kamar tersebut....
..."Kau ingin menyewa salah satu kamar disini?" tanya Nawa....
..."Dia akan berpikir aneh-aneh jika aku ada disekitar tempat ini" kata Hoshie....
..."Kau terlihat sekali sangat berharap padanya" kata Nawa....
... Hoshie duduk diatas tempat tidur milik Nawa....
... Remaja laki-laki itu kembali mengerjakan banyak tugas yang menumpuk diatas meja belajar....
... Hoshie menilai remaja laki-laki di depannya saat ini sudah banyak berubah melihat dari beberapa kegiatannya kali ini yang lebih seperti remaja pada seusianya mengikuti kegiatan sekolah sesuai aturan yang ada....
..."Kau sudah tidak mengikuti organisasi itu lagi kan?" tanya Hoshie....
... Dia berbalik melihat ke arah Hoshie yang sedang berbaring sambil memegang ponselnya sedang mengetik layar ponsel....
..."Berhenti melihatku seperti itu. Aku bukan musuhmu" kata Hoshie....
... Memuaskan rasa penasaran dari kakak sahabatnya itu....
..."Tidak. Sejak kejadian itu" kata Nawa....
..."Jangan membahas hal yang membuatmu sedih" kata Nawa....
..."Ada yang sedang kau sembunyikan?" tanya Hoshie....
... Menjelaskan lagi dengan tegas....
..."Tidak. Tak ada apapun yang kusembunyikan" kata Nawa....
... Dia Hoshie yang kembali dengan ekspresi menakutkan di hadapan sahabat adiknya itu....
..."Kau terlalu jujur" kata Hoshie....
__ADS_1
... Dia menggeleng gelengkan kepalanya lalu kembali melanjutkan mengerjakan tugas sekolah....
... Berbalik lagi mengajak bicara Hoshie....
..."Tugasku adalah mencari siapa yang sudah melenyapkan Bloom tapi aku menuruti apa yang kau katakan untuk menolak perintah ini" kata Nawa....
..."Apa kau sudah mengetahui siapa orang yang kita cari?" tanya Nawa....
... Hoshie sudah selesai mengetik sesuatu di layar ponsel....
..."Jika kau terus melanjutkan tugas ini kau juga akan bernasib sama dengan adikku. Itu mau mu?" tanya Hoshie....
..."Sudahlah. Kau tidak salah, jangan selalu merasa bersalah" kata Hoshie....
... Dia dengan percaya diri....
..."Aku memang tidak salah sama sekali" kata Nawa....
..."Aku tidak menyalahkanmu" kata Hoshie....
... Melihat Nawa yang akan bertambah marah....
..."Lanjutkan kerjakan tugas sekolahmu. Aku tidak akan mengganggumu lagi" kata Hoshie....
... Berbalik ke arah meja banyak tugas yang harus dikerjakan oleh Nawa diatas meja belajar dengan lampu penerang yang menyala terang menghadap ke buku....
... Nawa akan menulis lagi beberapa angka sebagai jawaban dari soal yang sudah ia hitung beberapa saat sebelum Hoshie datang....
..."Aku sudah memperkecil lingkup pergaulan ku" kata Hoshie....
..."Lalu?" tanya Nawa....
..."Apa ini tidak terlalu aneh?" tanya Hoshie....
..."Kau yang jauh lebih memahami situasi ini" kata Nawa....
..."Seakan semua baik-baik saja. Mereka semua juga tak memiliki masalah ketika berada di sekitarku" kata Hoshie....
..."Mungkin ini rencananya untuk membuatmu lengah" kata Nawa....
..."Itu yang kupikirkan sekarang. Tidak mungkin ia semudah itu melepaskan ku" kata Hoshie....
... Hoshie pergi dalam sekejap dari ruangan tersebut....
... Berbalik Nawa yang sudah tidak menemukan orang yang tadi ada di kamarnya....
..."Dia tidak berubah menjadi Hoshie yang dulu kan" kata Nawa....
..."Dia bisa berubah sesuai yang dia inginkan" kata Nawa....
... Satu pesan masuk kedalam ponselnya....
... Menyusul satu pesan lagi....
... Nawa membuka pesan dari pacarnya, Po....
..."Kau perlu bantuan ku?" tanya Nawa....
..."Coba buka tirai di kamarmu" kata Po....
... Nawa membuka tirai jendela kamarnya....
... Disisi lain sebuah rumah di lantai ketiga ada seseorang melambaikan kedua tangan dari sebuah kamar dengan lampu yang terang belum dimatikan....
... Mengirim pesan kepada Po....
..."Aku melihatmu" ...
... Mengirim pesan lagi kepada kekasihnya....
..."Kau terlihat cantik bahkan dari kejauhan" ...
..."Terima kasih" balas Po....
... Po mengetik lagi lalu mengirimkan sebuah pesan....
..."Kau belum tidur?" tanya Po....
... Balas Nawa....
..."Belum" ...
... Mengirim pesan lagi kepada Nawa....
..."Apa aku mengganggumu?" tanya Po....
... Dibalas oleh Nawa langsung dalam beberapa detik saja....
..."Ya" kata Nawa....
... Tirai jendela belum tertutup dan Nawa kembali mengerjakan tugas-tugas sekolah yang belum selesai terlihat dari sisi kamar Po yang melihatnya memang sedang sibuk belajar....
... Sadar....
..."Aku sudah selesai dengan tugas sekolah ini dan aku … " kata Po....
... Nawa merasakan getaran dari bangsa Blacwhe yang sangat kuat....
... Dia terdiam sejenak ketika masih memegang pensil ditangan kanannya itu....
..."Dia memiliki banyak waktu dan kau tidak memilikinya" kata seseorang itu....
... Dia mendengarnya kembali berbicara kepada orang lain....
..."Dia adalah pembunuh" kata seseorang itu....
... Nawa melihat keluar jendela melihat kekasihnya yang masih dalam aktivitas belajar tanpa ada sebuah gangguan dari siapapun....
... ...
__ADS_1
... ...